LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat
Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
PASAR TRADISIONAL DI JALAN COKROAMINOTO
DENPASAR
Oleh :
IDA BAGUS JONI MANTARA
1204205115
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat
Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
PASAR TRADISIONAL DI JALAN COKROAMINOTO
DENPASAR
Oleh :
IDA BAGUS JONI MANTARA
1204205115
Dosen Pembimbing:
1. Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, MT., PhD.
2. Ir. I Nyoman Sudiarta.
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK - JURUSAN ARSITEKTUR Jalan Kampus Bukit Jimbaran - Bali
(0361) 703384, 703320 Fax : 703384
www.ar.unud.ac.id
PERNYATAAN
Judul Tugas Akhir : Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar
Nama : Ida Bagus Joni Mantara
NIM : 1204205115
Program Studi : Arsitektur
Periode : Pebruari 2016
Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi.
Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah
ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.
Denpasar, Juni 2016
ABSTRACT
Theme application in an architecture work is something general to every architects or designers. A theme has important role because theme is the foundation and exist in every architecture design concepts. Smart Market is one of the theme that will be applied in traditional market design in Denpasar, at Cokroaminoto Street. The word smart market derived from an approach to the function, academics, service and local cultural environment. The Smart Market theme will also combine modern concept such as technology application with local concept in the environment. Therefore, the architecture works does not abandon the rules or cultural value in that area. With the application in the traditional market design concept, improving the traditional market quality is expected. Therefore, it can develop traditional market image and it can compete in modern market once again.
Keywords: theme, architecture, smart, market.
ABSTRAK
Penerapan tema dalam sebuah karya arsitektur merupakan hal yang umum dilakukan oleh setiap arsitek ataupun perancang. Tema memiliki peran penting karena tema merupakan hal yang menjadi dasar dan ada di dalam setiap konsep perancangan bangunan. Smart market merupakan salah satu tema yang akan diterapkan dalam perancangan Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar. Kata smart market tersebut berasal dari pendekatan terhadap fungsi, civitas, pelayan dan lingkungan budaya setempat. Tema smart market tersebut juga akan mengkombinasikan konsep modern seperti penerapan teknologi dengan konsep lokal daerah setempat sehingga karya arsitekturnya tidak terkesan melupakan kaidah-kaidah atau nilai-nilai lokal budaya di lingkungan tersebut. Dengan penerapan tema dalam konsep perancangan pasar tradisional tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar tradisional sehingga mampu mengembangkan citra pasar tradisional dan bersaing kembali dengan pasar modern.
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmatnya, Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini dapat
terselesaikan dengan judul “Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto
Denpasar” tepat pada waktunya.
Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini terdiri lima buah
bahasan yang terdiri atas BAB I sampai BAB V dari total keseluruhan laporan ini
berisikan materi mengenai pasar tradisional. Pada BAB I akan dijabarkan
mengenai penjelasan awal termasuk di dalamnya latar belakang mengenai
pemilihan judul terpilih. Pada BAB II akan dijabarkan materi-materi terkait
dengan pasar tradisional. Pada BAB III berisi studi pengadaan pasar tradisional,
BAB IV berisikan tema dan pemrogram dan BAB V menjelaskan mengenai
Konsep Perancangan dari Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar
Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini banyak pihak yang
membantu memberikan bimbingan, petunjuk dan motivasi, sehingga dalam
kesempatan ini tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Ir. Ngakan Gde Suardana, MT., Ph.D., selaku Dekan Fakultas
Teknik,Universitas Udayana.
2. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT., selaku Ketua Jurusan
Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
3. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, MT., Ph.D., selaku Dosen
Pembimbing I.
4. Bapak Ir. I Nyoman Sudiarta, selaku Dosen Pembimbing II.
5. Bapak Ir. I Wayan Gomudha, MT., selaku Dosen Penguji I.
6. Bapak Ir. A.A Gde Djaja Bharuna S, MT., selaku Dosen Penguji II.
7. Ibu Ni Ketut Agusinta Dewi, ST., MT., PhD., selaku Dosen Penguji III.
8. Bapak I Wayan Yuda Manik, ST., MT., selaku Dosen Pembimbing
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar ii 9. Bapak Ir. I Made Westra selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar
Kota Denpasar atas ijin dan informasi yang diberikan.
10.Bapak Ida Bagus Made Widhiantara selaku Kepala Bidang Teknik
Perusahaan Pasar Kota Denpasar atas informasi dan data-data yang
diberikan.
11.Orang tua dan teman-teman dari angkatan 2012 yang senantiasa
memberikan arahan dan dukungan kepada saya.
Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini, saya menyadari terdapat
kesalahan dan kekurangan, sehingga diharapakan adanya kritik dan saran yang
dapat membangun pada penyusunan laporan selanjutnya. Demikian Laporan
Tugas Akhir ini semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada
khususnya., akhir kata saya ucapkan terimakasih.
Denpasar, 21 Mei 2016
Penulis,
Ida Bagus Joni Mantara
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iDAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... xi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan ... 3
1.4 Metode Perancangan ... 5
1.4.1 Metode Pengumpulan Data ... 6
1.4.2 Metode Pengolahan Data ... 6
BAB II PEMAHAMAN TERHADAP PASAR TRADISIONAL 2.1 Pemahaman Terhadap Pasar ... 8
2.1.1 Pengertian Pasar ... 8
2.1.2 Fungsi Pasar ... 9
2.1.3 Jenis dan Klasifikasi Pasar ... 9
2.2 Pemahaman Terhadap Pasar Tradisional ... 11
2.2.1 Pengertian PasarTradisional ... 11
2.2.2 Karakteristik Pasar Tradisional ... 11
2.2.3 Waktu Operasional Pasar Tradisional ... 11
2.2.4Komponen Pasar Tradisional ... 12
2.2.5Kegiatan Pasar Tradisional ... 13
2.2.6Fasilitas Pasar Tradisional ... 14
2.2.7Perencanaan Tapak Bangunan Pasar ... 14
2.3Kajian Objek Sejenis ... 18
2.3.1 Pasar Badung ... 18
2.3.2 Pasar Satrya ... 24
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar iv
2.3.4 Pasar Sindhu ... 32
2.3.5Kesimpulan Terhadap Objek Sejenis ... 35
2.4Spesifikasi Umum Proyek ... 37
2.4.1Pengertian Judul ... 37
2.4.2Fungsi ... 37
2.4.3Tujuan dan Sasaran ... 38
2.4.4Fasilitas ... 38
2.4.5Lingkup Pelayanan ... 39
2.4.6Sistem Pengelolaan ... 39
2.4.7Ruang Lingkup ... 39
2.4.8Aktivitas dan Fasilitas ... 39
2.4.9Persyaratan Lokasi ... 40
BAB III STUDI PENGADAAN PASAR TRADISIONAL DI JALAN COKROAMINOTO DENPASAR 3.1 Dasar Pertimbangan Pengadaan Pasar Tradisional di Denpasar ... 41
3.1.1 Perkembangan Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga di Denpasar .... 41
3.1.2 Jumlah Pasar Umum dan Pedagang di Denpasar ... 43
3.1.3Peran Pasar terhadap Peningkatan PAD Kota Denpasar ... 44
3.1.4Adanya Program Pemerintah dan Penanam Modal terkait Pasar ... 45
3.2 Peraturan Terkait Pengadaan Pasar Tradisional di Kota Denpasar .... 46
3.2.1 Tata Ruang ... 46
3.2.2 Tata Bangunan ... 48
3.3 Kajian Pengadaan Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto ... 49
3,3.1Kekuatan/Potensi (Strength) ... 49
3.3.2 Kelemahan (Weakness) ... 49
3.3.3Peluang (Opportunity)... 49
3.3.4Tantangan/Ancaman (Threatening) ... 49
3.3.5Kesimpulan Analisa SWOT ... 50
3.4 Spesifikasi Khusus Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto ... 51
3.4.1Fungsi ... 51
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar v
3.4.3Lingkup Pelayanan ... 52
3.4.4Batasan ... 52
3.4.5Fasilitas ... 53
3.4.6Status Pengelolaan ... 54
BAB IVTEMA DAN PROGRAM PASAR TRADISIONAL DI JALAN COKROAMINOTO DENPASAR 4.1 Tema ... 57
4.1.1 Pendekatan Tema ... 57
4.1.2 Pemilihan Tema ... 58
4.1.3 Penerapan Tema ... 59
4.2Program Fungsional ... 60
4.2.1 Jenis Kegiatan ... 60
4.2.2 Pelaku Kegiatan ... 61
4.2.3 Proses Kegiatan/Aktivitas ... 62
4.2.4 Kebutuhan Ruang ... 64
4.3Program Performansi ... 65
4.3.1Sifat, Persyaratan dan Suasana Ruang ... 66
4.4Program Arsitektural ... 73
4.4.1 Studi Kapasitas ... 73
4.4.2 Besaran Ruang ... 77
4.4.3 Hubungan dan Kelompok Ruang ... 81
4.4.4 Organisasi dan Sirkulasi Ruang ... 85
4.5Program Tapak ... 86
4.5.1Kebutuhan Luas Tapak ... 86
4.5.2 Tapak Eksisting ... 86
4.5.3 Analisis Tapak ... 87
BAB VKONSEP PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL DI JALAN COKROAMINOTO DENPASAR 5.1 Konsep Perancangan Tapak ... 97
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar vi
5.1.2 Konsep Zoning Tapak ... 100
5.1.3 Konsep Bentuk Massa ... 101
5.1.4 Konsep Pola Massa ... 102
5.1.5 Konsep Sirkulasi Tapak ... 103
5.1.6 Konsep Parkir ... 105
5.1.7 Konsep Ruang Luar ... 107
5.2Konsep Perancangan Bangunan ... 110
5.2.1 Konsep Zoning Bangunan ... 110
5.2.2 Konsep Sirkulasi Bangunan ... 112
5.2.3 Konsep Tampilan Bangunan ... 113
5.2.4 Konsep Modul Ruang ... 114
5.2.5 Konsep Ruang Dalam ... 115
5.2.6Konsep Struktur Bangunan ... 116
5.3Konsep Utilitas ... 118
5.3.1Konsep Instalasi Listrik ... 118
5.3.2 Konsep Pencahayaan... 119
5.3.3 Konsep Penghawaan ... 120
5.3.4 Konsep Penangkal Petir ... 121
5.3.5 Konsep Sistem Air Bersih ... 122
5.3.6 Konsep Pembuangan Air Kotor, Aisr Bekas dan Air Hujan... 123
5.3.7 Konsep Sistem Pembuangan Sampah ... 124
5.3.8 Konsep Sistem Jaringan Komunikasi ... 125
5.3.9 Konsep Sistem Keamanan Bangunan ... 126
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1Alur Proses Perancangan ... 5Gambar 2.1Contoh Konsep Perencanaan Tapak Pasar ... 15
Gambar 2.2Contoh Perencanaan Kios ... 15
Gambar 2.3Contoh Kios 2 muka ... 16
Gambar 2.4Contoh Kios 1 muka ... 16
Gambar 2.5Peta Denpasar ... 19
Gambar 2.6Lokasi Pasar Badung ... 19
Gambar 2.7Layout Pasar Badung ... 20
Gambar 2.8Tampilan Pasar Badung ... 20
Gambar 2.9Papan Informasi Pasar Badung ... 21
Gambar 2.10Kios-Kios dan Pakaian ... 21
Gambar 2.11Kios-Kios Sarana Upakara ... 21
Gambar 2.12Los Ikan ... 22
Gambar 2.13Los Sayuran ... 22
Gambar 2.14Koperasi ... 23
Gambar 2.15ATM Center ... 23
Gambar 2.16Parkir Luar ... 22
Gambar 2.17Parkir Basement ... 23
Gambar 2.18Lokasi Pasar Satrya ... 24
Gambar 2.19Tampilan Depan Pasar Satrya... 24
Gambar 2.20Kios Sembako ... 25
Gambar 2.21Kios Patung atau Art Shop ... 25
Gambar 2.22Los Rempah-Rempah ... 25
Gambar 2.23Los Daging ... 25
Gambar 2.24 Koperasi ... 25
Gambar 2.25Informasi ... 25
Gambar 2.26Tempat Pemotongan Daging ... 26
Gambar 2.27Kantor Pengelola ... 26
Gambar 2.28Lokasi Pasar Anyarsari ... 26
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar viii
Gambar 2.30Denah Pasar Anyarsari ... 28
Gambar 2.31Kios buah-buahan ... 28
Gambar 2.32 Kios-Kios di Pasar Anyarsari ... 28
Gambar 2.33Los Daging ... 29
Gambar 2.34Los di Pasar Anyarsari ... 29
Gambar 2.35Pelataran ... 29
Gambar 2.36Toilet Umum ... 29
Gambar 2.37Area Parkir ... 29
Gambar 2.38Kantor Pengelola ... 29
Gambar 3.1Grafik Peningkatan Jumlah Penduduk dan Jumlah RT ... 36
Gambar 3.2Grafik Peningkatan Hasil Usaha Daerah ... 38
Gambar 3.3Peta Tata Ruang Kota Denpasar ... 40
Gambar 3.4Peta Zonasi Kecamatan Denpasar Utara ... 41
Gambar 3.5Struktur Organisasi Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto ... 48
Gambar 3.6Sistem Distribusi Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto ... 48
Gambar 4.1Alur Kegiatan Pedagang ... 55
Gambar 4.2Alur Kegiatan Pembeli atau Pengunjung ... 55
Gambar 4.3Alur Kegiatan Pengelola ... 56
Gambar 4.4Alur Kegiatan Pemasok/supplier ... 56
Gambar 4.5Hubungan Ruang Makro ... 74
Gambar 4.6Hubungan Ruang Kelompok Utama... 74
Gambar 4.7Hubungan Ruang Kelompok Penunjang ... 75
Gambar 4.8Hubungan Ruang Kelompok Service ... 75
Gambar 4.9Hubungan Ruang Kelompok Pelengkap... 76
Gambar 4.10Organisasi dan Sirkulasi Ruang ... 77
Gambar 4.11Denah Eksisting ... 79
Gambar 4.12Suasana Sisi Utara Eksisting ... 79
Gambar 4.13Suasana Sisi Timur Eksisting ... 79
Gambar 4.14Suasana Sisi Barat Eksisting ... 79
Gambar 4.15Suasana Sisi Selatan Eksisting ... 79
Gambar 4.16Peta Denpasar Utara ... 80
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar ix
Gambar 4.26 Analisa Topografi dan Vegetasi ... 84
Gambar 4.27 Pohon Ketapang ... 84
Gambar 4.28 Denah Built Up Area ... 85
Gambar 4.29 Analisa Kebisingan ... 86
Gambar 4.30 Denah R. MEP ... 87
Gambar 4.31 Ruang MEP Eksisting ... 87
Gambar 5.1Alternatif Konsep Entrance pada Tapak ... 90
Gambar 5.2Konsep Entrance pada Tapak ... 91
Gambar 5.3Ilustrasi Tampilan Entrance pada Tapak ... 91
Gambar 5.4Alternatf Konsep Zoning Tapak ... 92
Gambar 5.5Konsep Zoning Tapak ... 93
Gambar 5.6Alternatif Konsep Bentuk Massa ... 94
Gambar 5.7Alternatif Konsep Pola Massa Monolit dan Cluster ... 95
Gambar 5.8Alternatif Konsep Sirkulasi Tapak ... 96
Gambar 5.9Konsep Sirkulasi Pola Linier pada tapak ... 97
Gambar 5.10Konsep Parkir Mobil 90° ... 98
Gambar 5.11Konsep Parkir Mobil dan Motor 90° ... 98
Gambar 5.12Rencana Parkir Tapak ... 99
Gambar 5.13Perbandingan Jarak Bangunan terhadap Ruang Luar ... 100
Gambar 5.14Konsep Ruang Luar pada Tapak ... 101
Gambar 5.15Suasana Parkir Motor Pengunjung ... 101
Gambar 5.16Suasana Parkir Mobil Pengelola ... 101
Gambar 5.17Suasana Sirkulasi di Ruang Luar ... 101
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar x
Gambar 5.19Zoning Horizontal Lt. 2 ... 102
Gambar 5.20Zoning Vertikal Bangunan ... 103
Gambar 5.21Konsep Sirkulasi Lt. 1 ... 104
Gambar 5.22Konsep Sirkulasi Lt. 2 ... 104
Gambar 5.23Ilustrasi Konsep Sirkulasi Pola Linier di Bangunan ... 104
Gambar 5.24Gambaran Konsep Tampilan Bangunan ... 105
Gambar 5.25Modul Ruang Los dan Kios ... 106
Gambar 5.26Modul Ruang dan Struktur Fasilitas Utama ... 107
Gambar 5.27Ilustrasi Konsep Ruang Dalam ... 108
Gambar 5.28Sub Struktur (Pondasi Telapak dan Pondasi Menerus) ... 109
Gambar 5.29Super Struktur (Kolom, Balok, dan Plat lantai)... 109
Gambar 5.30Upper Struktur (Struktur Rangka Baja) ... 110
Gambar 5.31Konsep Jaringan Listrik ... 111
Gambar 5.32Konsep Pemanfaatan Pencahayaan Alami dengan Skylight ... 111
Gambar 5.33Konsep Pemanfaatan Penghawaan Alami ... 113
Gambar 5.34Konsep Penangkal Petir Sistem Franklin ... 114
Gambar 5.35Konsep Jaringan Air Bersih ... 114
Gambar 5.36Jaringan Pembuangan Air Kotor ... 115
Gambar 5.37Jaringan Pembuangan Air Bekas ... 115
Gambar 5.38Sistem Pembuangan Air Hujan... 116
Gambar 5.39Sistem Pembuangan Sampah ... 116
Gambar 5.40Sistem Komunikasi ... 117
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1Jenis-Jenis Pedagang Pasar ... 12Tabel 2.2Kesimpulan Objek Sejenis dan Pertimbangannya ... 29
Tabel 3.1Jumlah Penduduk dan Jumlah Rumah Tangga di Kota Denpasar ... 36
Tabel 3.2Jumlah Pasar dan Jumlah Pedagang di Kota Denpasar ... 37
Tabel 3.3Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar ... 38
Tabel 4.1Kebutuhan Ruang ... 57
Tabel 4.2Sifat, Persyaratan, dan Suasana Ruang ... 60
Tabel 4.3Perkembangan Jumlah RT/KK di Desa Pemecutan Kaja ... 66
Tabel 4.4Data Jumlah Pedagang Kota Denpasar tahun 2011-2013 ... 67
Tabel 4.5Studi Besaran Ruang ... 70
Tabel 4.6Rekapitulasi Besaran Ruang ... 73
Tabel 4.7Pendistribusian Ruang ditiap Lantai Bangunan ... 73
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 1
BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan mengenai latar belakang yang mendasari proyek
tersebut penting, rumusan masalah, tujuan, serta metode perancangan yang
digunakan.
1.1 Latar Belakang
Pasar Tradisional merupakan suatu aset tradisi dan budaya yang perlu
dilestarikan, karena pasar tradisional memberikan dampak positif bagi
perkembangan masyarakat seperti adanya interaksi sosial antara masyarakat,
dapat meningkatkan perekonomian rakyat, unsur pariwisata dan pendidikan serta
masih banyak hal lain yang memberikan nilai positif dengan adanya pasar
Tradisional. Namun seiring dengan perkembangan jaman Pasar Tradisional
seperti disebutkan banyak memiliki nilai positif saat ini mulai kurang menunjukan
eksistensinya karena adanya perkembangan pembangunan pasar modern yang
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 2 lainnya yang memberikan pelayanan dan kenyamanan berbelanja bagi konsumen
sehingga berpaling untuk berbelanja ke pasar modern tersebut.
Berdasarkan data BPS Kota Denpasar, dalambuku Denpasar Dalam Angka
2014, jumlah pasar yang ada saat ini yang dikelola oleh PD Pasar Kota Denpasar
sejumlah 16 pasar dengan jumlah pedagang di Denpasar sejumlah 7542 orang,
dirasa masih kurang sehingga perlu adanya pembangunan pasar baru untuk
membantu menampung jumlah pedagang sebanyak itu, hal tersebut juga terlihat di
sepanjang jalan menuju pasar, trotoar yang seharusnya difungsikan sebagai tempat
pejalan kaki beralih fungsi menjadi tempat berjualan bagi pedagang, sehingga
perlu tempat baru untuk mereka menawarkan dagangan tanpa harus berjualan di
tempat yang bukan difungsikan untuk berjualan.
Selain itu, saat ini banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai tukang
ukir dan industri rumah tangga yang harus gulung tikar atau sulit menjual barang
dagangannya karena tidak adanya tempat untuk menawarkan dan memamerkan
hasil karyanya karena mahalnya harga sewa kios saat ini ditambah pula dengan
menurunnya minta konsumen dan wisatawan untuk berbelanja ke pasar seni
karena berkembangnya pusat oleh-oleh khas bali yang sebenarnya barang yang
ditawarkan di pusat oleh-oleh tersebut sama dengan yang dihasilkan dan dijual
oleh tukang ukir dan industri rumah tangga tersebut.
Berdasarkan pesan dari Presiden RI, Joko Widodo di media dan stasiun
televisi terkait Pasar Tradisional agar terus diupayakan peningkatannya,
nampaknya hal tersebut disambut dengan baik oleh Pemerintah Kota Denpasar
yang di muat dalam website: denpostnews.com edisi 31 Juli 2015, “Serangkaian
HUT ke-21 PD. Pasar”, menyampaikan mendukung program kerja yang bertema
merevitalisasi pasar tradisional, baik itu dengan perbaikan ataupun pembangunan
fisik pasar dan pembenahan manajamen pasar. Selain itu berdasarkan wawancara
dengan Dirut Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar juga membenarkan akan
adanya rencana akan membangun Pasar Tradisional di lahan milik Pemda
Denpasar yaitu dilahan bekas Pusat Perbelanjaan Tiara Grosir yang saat ini telah
tutup dan tidak beroperasi. Pihak instansi pemerintahan tersebut berencana
membangun pasar baru karena ingin mengembangkan Pasar Tradisional yang
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 3 hidup atau ekonomi masyarakat kota dan juga memberi lapangan pekerjaan bagi
masyarakat khususnya usaha rumah tangga dan pedagang kecil agar dapat
bersaing kembali dengan Pasar Modern.
Selain hal tersebut, berdasarkan data RKPD Kota Denpasar tahun 2014
menyampaikan data peningkatan Pendapatan Asli Daerah khususnya dari Hasil
Usaha Daerah yang terdiri atas PD. Pasar, PD Parkir dan PDAM Kota Denpasar
terus terjadi pada tahun 2012 pendapatan tersebut berjumlah Rp. 18,48 milyar
hingga tahun 2014 berjumlah Rp. 24.81 milyar, meningkat Rp. 6.33 milyar. Pada
tahun 2015 dan 2016 diproyeksikan akan meningkat hingga mencapai Rp 28.53
milyar dan Rp 32.81 milyar. Sehingga peranan pasar tradisional di bawah
pengelolaan PD. Pasar penting rupanya untuk ditingkatkan salah satunya dengan
upaya perencanaan pasar tradisional baru tersebut.
Penanam modal saat ini mulai tertarik untuk memberikan bantuan dana
terkait pembenahan pasar tradisional. Berdasarkan yang dimuat di situs resmi
(website) Pemkot Denpasar menyatakan Bank BPD Bali mendukung pembenahan
dan revitalisasi pasar tradisional. Selain itu berdasarkan berita di situs tribunbali
dan tibunjogja menyatakan Bank Indonesia cabang Bali dan Bank Danamon Jogja
juga bersedia memberikan dukungan baik berupa barang dan bantuan dana untuk
membangkitkan kembali pasar tradisional. Berdasarkan penjelasan tersebut
rupanya permasalahan pasar tradisional tidak hanya di alami oleh Kota Denpasar
melainkan di seluruh Indonesia .
Berdasarkan penjelasan di atas upaya perencanaan Pasar Tradisional di
Jalan Cokroaminoto, Denpasar kiranya dapat menjawab permasalahan yang
terjadi saat ini serta membantu rencana program Pemerintah Kota Denpasar
melalui Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar untuk membangun Pasar
Tradisional dan Swalayan yang menampung pedagang kecil dan usaha rumah
tangga di Bali dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Bali khususnya di
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 4 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang
ditimbulkan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah tema yang digunakan dalam perancangan Pasar Tradisional di jalan
Cokroaminoto Denpasar tersebut?
2. Apa saja persyaratan serta tuntutan ruang, fasilitas penunjang dan pendukung
dalam perencanaan Pasar Tradisional di jalan Cokroaminoto Denpasar
tersebut?
3. Bagaimana merancang dan menata setiap zonasi dalam perencanaan Pasar
Tradisional di jalan Cokroaminoto Denpasar tersebut?
4. Bagaimana konsep perencanaan dan perancangan bangunan serta tapak dalam
perencanaan Pasar Tradisional di jalan Cokroaminoto Denpasar agar dapat
bersaing dengan Pasar modern?
1.3 Tujuan
Berdasakan uraian dari rumusan masalah tersebut dapat dijelaskan tujuan
dari penelitian ini ialah:
1. Untuk mengetahui tema yang digunakan dalam perancangan Pasar Tradisional
di jalan Cokroaminoto Denpasar tersebut.
2. Untuk mengetahui persyaratan serta tuntutan ruang, fasilitas penunjang dan
pendukung dalam perencanaan Pasar Tradisional di jalan Cokroaminoto
Denpasar tersebut.
3. Untuk memahami teknis merancang dan menata setiap zonasi dalam
perencanaan Pasar Tradisional di jalan Cokroaminoto Denpasar tersebut
4. Untuk mengetahui konsep perencanaan dan perancangan bangunan serta tapak
dalam perencanaan Pasar Tradisonal di jalan Cokroaminoto Denpasar agar
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 5 1.4 Metode Perancangan
Metode perancangan yang digunakan dalam memecahkan permasalahan
yang dihadapi dalam perencanaan Pasar Tradisional di jalan Cokroaminoto,
Denpasar ini berbeda dengan penelitian umumnya, penelitian ini memiliki proses
atau alur perancangan untuk mencapai tujuan penelitiannya, adapun alur atau
proses tersebut dapat dilihat pada gambar 1.1 sebagai berikut.
Berdasarkan Alur tersebut dapat dijelaskan bahwa awal perancangan berada
di latar belakang, menentukan rumusan masalah dan tujuan, kemudian melakukan
pendalaman proyek melalui studi literature terhadap pasar tradisional dan studi
objek sejenis ke pasar yang relevan ditinjau. Setelah melalui proses tersebut,
mulai menentukan spesifikasi umum dan melakukan survey analisa ke lokasi site
yaitu di Jl. Cokroaminoto Denpasar tepatnya di Tiara Grosir.
Setelah proses tersebut, dilanjutkan dengan menentukan spesifikasi khusus
proyek pasar tradisional yang akan di rancang, yang selanjutnya akan di terapkan
untuk menentukan Program Ruang, Tapak dan Tema Perancangan hingga konsep
perancangan dari Pasar Tradisional yang direncanakan. Dalam proses tersebut Program
ruang
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 6 terdapat teknik /metode pengumpulan dan pengolahan data berdasarkan jenis data
yang diperoleh adapun motode tersebut diantaranya:
1.4.1 Metode Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data mengenai pemahaman terhadap proyek, objek
sejenis lokasi, analisa lokasi dalam pemecahan tersebut, digunakan metode yang
dijelaskan sebagai berikut (Indrawan dan Yuniawati, 2014 : 143):
1. Data Primer
Data primer ialah data yang berasal langsung dari sumber yang diamati dan di
catat oleh peneliti. Data tersebut di peroleh melalui:
a. Metode Wawancara dan interview
Dengan mengadakan tanya jawab dengan pihak Perusahaan Daerah Pasar (PD.
Pasar), pedagang, pengunjung pasar dan pihak lain yang memiliki keterkaitan
terhadap perencanaan perencanaan Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto
Denpasar.
b. Observasi
Melakukan dokumentasi dan pengamatan lapangan dengan cara mengunjungi
beberapa Pasar Tradisional, seperti: Pasar Badung, Pasar Satrya dan Pasar
Anyarsari yang dirasa baik dan relevan untuk diamati serta mengunjung
kondisi site yang berada di Pusat Perbelanjaan Tiara Grosir di Jalan
Cokroaminoto untuk mengidentifikasi site atau tapak.
2. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari pihak lain atau berdasarkan pengalaman dan penelitian
pihak lain.
a. Studi Literatur (Kepustakaan)
Dalam Studi literatur mengumpulkan data dengan mengutip, meringkas atau
merangkai kembali beberapa pendapat terkait perencaaan Pasar Tradisional
tersebut.
1.4.2 Metode Pengolahan Data
Metode ini dipergunakan untuk mengolah data dalam penyusunan laporan,
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 7 1. Klasifikasi Data
Pengelompokan dan penyusunan data yang telah diperoleh dan diseleksi
sesuai dengan tingkat kepentingannya.
2. Analisa Data
Untuk memperoleh hasil uraian dan penjabaran yang akurat agar dapat
dipertanggungjawabkan perlu adanya penguraian data kualitatif dan
kuantitatif.
3. Metode Penyimpulan
Metode deduksi yang digunakan sebagai penyimpulan data yaitu metode
pengambilan kesimpulan dari yang bersifat umum sampai hal yang bersifat
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 8
BAB II
PEMAHAMAN TERHADAP PASAR TRADISIONAL
Pada bab ini menjelaskan mengenai pemahaman terhadap judul proyek
yang terdiri dari Pasar, Pasar tradisional, kajian objek sejenis, dan spesifikasi
umum tentang perencanaan pasar tradisional.
2.1 Pemahaman Terhadap Pasar
2.1.1 Pengertian Pasar
Menurut Permendag No. 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan
Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern,
menyatakan definisi pasar yaitu area tempat jual beli barang dengan jumlah
penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar
tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.
Pasar adalah sebuah proses yang melaluinya para pembeli dan penjual
berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa.
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 9
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pasar ialah
suatu tempat atau area jual/beli barang dan jasa yang didalamnya terjadi proses
interaksi yang melibatkan dua pihak yaitu penjual dan pembeli.
2.1.2 Fungsi Pasar
Fungsi pasar ialah sebagai tempat atau wadah terkait pelayanan bagi
masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu (Darwis, 1984) :
a. Ekonomi.
Pasar berfungsi sebagai tempat transaksi antara produsen dan konsumen yang
mewadahi kebutuhan sebagai demand dan supply.
b. Sosial budaya
Pasar berfungsi sebagai sarana interaksi sosial yang bersifat informal dan
formal antara individu satu dengan yang lain secara langsung.
c. Arsitektur
Pasar dapat berfungsi sebagai media untuk menunjukan ciri khas arsitektur
kedaerahan yang menampilkan bentuk fisik ataupun ornament lokal daerah.
d. Rekreasi
Pasar dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi karena ada beberapa orang yang
datang kepasar hanya untuk melihat – lihat dan berwisata untuk memuaskan
keinginannya.
2.1.3 Jenis dan Klasifikasi Pasar
Adapun penjelasan terkait jenis dan klasifikasi dan pasar ditinjau dari dua
hal yaitu (Sudiasa, 2011: 8):
1. Pasar ditinjau dari kegiatannya.
a. Pasar Tradisional
Pasar Tradisional merupakan tempat transaksi antara penjual dan
pembeli secara langsung. tempat berjualannya terdiri dari kios-kios atau gerai,
los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual ataupun dari pengelola
pasar. Pasar Tradisional umumnya menjual keperluan kebutuhan sehari-hari,
seperti: bahan makanan, sayuran, telur, daging, jajanan tradisional, buah,
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 10
Tradisional ialah proses tawar menawar dengan interaksi langsung antara
penjual dan pembeli untuk menentukan harga dan jumlah yang sesuai dan
disepakati bersama.
b. Pasar Modern
Pasar Modern merupakan tempat transaksi antara penjual dan pembeli
secara tidak langsung. Pada pasar modern pembeli melayani kebutuhannya
sendiri dengan mengambil keperluannya di tempat yang sudah di tata
sebelumnya. Kemudian harga barang juga sudah tercantum pada tabel yang
terdapat pada rak/tempat barang tersebut diletakan dan harga tersebut
merupakan harga pasti, yang tidak dapat ditawar.
2. Pasar ditinjau dari jenis dagangannya
a. Pasar Umum
Pasar Umum adalah pasar yang menjual atau menawarkan lebih dari satu
jenis barang dagangan. Dagangan yang ditawarkan ialah meliputi
keperluan dan kebutuhan sehari-hari.
b. Pasar Khusus
Pasar Khusus adalah pasar yang menjual atau menawarkan sejenis atau
beberapa barang dagangannya berserta kelengkapannya.
3. Pasar berdasarkan radius pelayanannya
a. Pasar Kota (regional) adalah pasar yang berada di pusat kota dengan
radius lingkup pelayanannya mencapai seluruh wilayah kota dan berada di
akses jalan regional kota.
b. Pasar Sub Kota adalah pasar yang berada di wilayah pusat kota dan berada
dekat dengan jalan utama dengan radius pelayanan 1600-2000 m.
c. Pasar Lokal adalah pasar yang berada di tengah daerah dengan lingkup
pelayanan 500-700 m dan mobilitas penduduk berkisar 40.000-60.000
orang.
d. Pasar Lingkungan adalah pasar yang berada di radius perumahan ataupun
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 11
2.2 Pemahanan Terhadap Pasar Tradisional
2.2.1 Pengertian Pasar Tradisional
Permendag No. 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan
Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern,
menyatakan definisi Pasar Tradisional ialah pasar yang dibangun dan dikelola
oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan
Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha
berupa toko, kios, los, tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil,
menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal
kecil dan dengan proses jual beli dagangan secara melalui tawar menawar.
Sehingga dari pengertian tersebut pasar tradisional ialah suatu tempat
usaha yang terdiri dari los, kios dan toko yang dibangun di tanah milik pemerintah
dan di miliki oleh pedagang skala kecil dan menengah dengan transaksi secara
tawar menawar.
2.2.2 Karakteristik Pasar Tradisional.
Berdasarkan Permendagri No.20 Tahun 2012 tentang Peraturan dan
Pemberdayaan Pasar Tradisional, menyatakan karakteristik dari pasar tradisional
adalah sebagai berikut:
1. Pasar Tradisional dimiliki, dibangun atau dikelola oleh pemerintah daerah.
2. Transaksi dilakukan secara tawar menawar.
3. Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama.
4. Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan baku lokal.
2.2.3 Waktu Operasional Pasar Tradisional
Menurut waktu kegiatannya, pasar umumnya digolongkan menjadi 4 jenis,
yaitu :
1. Pasar pagi hari yang beroperasi dari jam 04.00-16.00.
2. Pasar malam hari yang beroperasi dari jam 16.00-04.00
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 12
4. Pasar Darurat, ialah pasar yang menggunakan jalanan umum atau tempat
umum tertentu atas penetapan kepala daerah dan diadakan pada saat
peringatan hari-hari tertentu. Seperti : pasar murah.
2.2.4 Komponen Pasar Tradisional
1. Pelaku Kegiatan
Adapun pelaku kegiatan di pasar antara lain sebagai berikut (Pramono, 2011 :
94):
a. Pedagang
Pedagang pasar adalah pihak ketiga yang melakukan kegiatan dengan
menjual atau membeli barang dan jasa yang menggunakan pasar sebagai
tempat kegiatannya. Pada tabel 2.1 dijelaskan jenis pedagang berdasarkan
kriterianya
No Kriteria Jenis Pedagang
1 Menurut jumlah pelaku Pedagang individu
Pedagang gabungan
2 Menurut jenis kegiatan Pedagang formal
Pedagang informal
3 Menurut modal Pedagang modal kecil
Pedagang modal sedang Pedagang modal cukup Pedagang modal besar
4 Menurut status Pedagang tetap
Pedaganag temporer
5 Menurut tempat asal Pedagang desa
Pedagang kota
6 Menurut cara penyaluran Pedagang eceran
Pedagang grosir Pedagang pengumpul
7 Menurut jangkauan pelayanan Pedagang regional
Pedagang kota Pedagang wilayah
8 Menurut cara pelayanan Pedagang langsung
Pedagang tidak langsung
9 Menurut materi dagangan Pedagang barang real
Pedagang barang jasa Tabel 2.1 Jenis-Jenis Pedagang Pasar
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 13
b. Pembeli
Pembeli atau konsumen ialah semua golongan yang memiliki tujuan untuk
mendapatkan barang keperluan dengan harga murah dan dengan pelayanan
langsung.
c. Penunjang
Penunjang Pasar ialah:
Pemerintah sebagai pemberi izin berdiri dan beroperasinya pasar serta sebagai pengelola pasar.
Swasta pedagang penyewa tempat, pelaksana pembangunan pasar.
Pengelola melaksanakan pembangunan, pengelola pemasaran tempat, pengelola kebersihan, pengelola distribusi barang dan stabilitas harga.
Bank/Koperasi memperlancar kegiatan ekonomi.
2.2.5 Kegiatan Pasar Tradisional
Kegiatan pasar tradisional dapat di golongkan sebagai berikut (Roosdiana,
2013: 25):
1. Kegiatan Umum dalam Pasar Tradisional
Kegiatan Perdagangann di pasar pada umumnya terdiri dari:
A. Kegiatan penyaluran materi perdagangan.
1. Sirkulasi, Transportasi dan dropping barang.
2. Distribusi barang dagangan kesetiap unit penjualan di dalam pasar.
B. Kegiatan Pelayanan jual beli meliputi:
1. Kegiatan jual-beli antara pedagang dengan konsumen
2. Kegiatan penyimpanan barang dagangan.
3. Kegiatan pergerakan dan perpidahan pengujung:
- Dari luar lingkungan ke dalam bangunan pasar.
- Dari unit penjualan ke unit penjualan (dari jalur lintasan jual-beli)
C. Kegiatan transportasi pencapaian dari-hingga ke lokasi bangunan pasar.
D. Kegiatan pelayanan atau servis atau penunjang:
1. Pelayanan bank
2. Pelayanan pembersihan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 14
2.2.6 Fasilitas Pasar Tradisional
Adapun fasilitas pasar tradisioanal ialah sebagai berikut:
a. Elemen utama
Elemen utama pada pasar terbagi menjadi 2 yaitu : elemen ruang terbuka
yang dipergunakan sebagai tempat los pedagang non permanen atau
sebagai areal parkir dan elemen ruang tertutup ialah ruangan yang tertutup
atap namun tidak tertutup sepenuhnya oleh didinding atau penyekat
ruangan. Contohnya: toko, kios, los, dasaran, kamar mandi, dan gudang.
b. Elemen penunjang
Adapun yang termasuk elemen penunjang ialah area bongkar muat barang
dagangan dan pos jaga.
c. Elemen Pendukung
Adapun yang termasuk elemen pendukung antara lain: pusat pelayanan
kesehatan, kantor pengelola pasar, pelayanan jasa, penitipan anak, koperasi
pasar, dan tempat ibadah.
d. Jaringan utilitas
Jaringan utilitas pada pasar ialah saluran listrik, air bersih, hydrant,
komunikasi, dan sampah. Selain itu terdapat pula saluran air kotor dan
limbah.
e. Area Parkir.
f. Fasilitas sosial.
Fasilitas sosial yang terdapat pada pasar tradisional ialah teras yang
berfungsi sebagai interaksi sosial, selain itu vegetasi juga dapat
digolongkan fasilitas sosial sebagai tempat berteduh dan menjalin interaksi
sosial di pasar.
2.2.7 Perencanaan Tapak Bangunan Pasar
Berdasarkan Permendag No. 86 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sarana Perdagangan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 15
Gambar 2.1 Contoh Konsep Perencanaan Tapak Pasar
Sumber : Permendag, No. 86 Tahun 2012 tentangPetunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sarana Perdagangan
1. Kebutuhan Ruang Pasar
Dalam penataan tapak pasar identifikasi terhadap kebutuhan ruang pasar
memperhatikan jumlah pelaku di pasar. Ruang yang sebaiknya disediakan
dalam pasar ialah: bangunan utama los dan/kios, kemudian sarana penunjang
Toilet/MCK, tempat pembuangan sampah, sarana ibadah, dan pendukung
lainnya pos keamanan dan parkir area parkir, dan kantor pengelola pasar.
Adapun contoh tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut.
Kebutuhan utama ruang dalam pasar dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kios/Los Pasar, dengan penataan kios baik, antara lain:
1. Letak kios tidak menutupi arah angin dan sumber cahaya, seperti terlihat
pada gambar 2.2 berikut.
Gambar 2.2 Contoh perencanaan Kios
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 16
2. Letak kios sebagai pembatas antara jalan umum dan are pasar dapat dibuat
2 muka, seperti terlihat pada gambar 2.3 berikut.
3. Letak kios yang berbatasan dengan kavling tanah hak orang sebiknya di
buat satu muka, seperti terlihat pada gambar 2.4 berikut.
4. Memperhatikan letak sirkulasi pembuangan air kotor melalui pembuatan
saluran drainase yang baik.
b. Sarana Penunjang Pasar
Penataan sarana penunjang pasar, meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Kantor Pengelola
Letaknya dapat dijangkau pedagang dan pengunjung, dan memiliki papan
penanda identitas.
Gambar 2.3 Contoh Kios 2 muka
Sumber : Permendag, No. 86 Tahun 2012
Gambar 2.4 Contoh Kios 1 muka
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 17
2. Toilet
Pemisahan toilet laki dan perempuan dengan papan penanda identitas (sign
board).
3. Tempat Penampungan Sampah Sementara dan Tempat Sampah
Tempat penampungan sampah sementara memiliki volume yang dapat
menampung seluruh sampah pasar perhari dan diletakan jauh dari aktivitas
pasar.
4. Area parkir.
Jika Luasan pasar memungkinkan area parkir berada tidak jauh dari akses
masuk utama dan ada perbedaan parkir pedagang.
5. Tempat ibadah
Ditempatkan di salah satu sudut pasar yang strategis dan apabila
memungkinkan lokasinya berjauhan dengan aktivitas jual beli di pasar.
6. Pos keamanan
Ditempatkan dekat pintu masuk dan keluar.
2. Sirkulasi Udara dan Pencahayaan
Hal lain dalam pengaturan tapak adalah terkait dengan sirkulasi udara dan
pencahayaan, antara lain:
a. Posisi bangunan kios atau los dalam pasar jika memungkinkan disesuaikan
dengan arah mata angina yang bertiup sehingga dapat membuat udara di
sekitar pasar dapat mengalir dengan baik.
b. Pencahayaan dalam bangunan pasar hendaknya mengoptimalkan
pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber pencahayaan bagi ruang di
pasar.
c. Aspek pencahayaan selain memperhatikan kenyamanan pengunjung
sebaiknya juga menghemat energy dengan tidak menggunakan listrik
secara berlebihan.
3. Struktur dan Bentuk Bangunan Fisik pasar.
Dalam desain struktur dan bentuk bangunan pasar, konsep desain yang pasar
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 18
a. Memudahkan dalam pemeliharaan pasar.
b. Mendapatkan pencahayaan matahari secara optimal dalam pasar.
c. Memberikan keleluasaan kepada pengunjung karena pengunjung berada di
sisi luar bangunan yang langsung bersinggungan dengan udara luar.
Sedangkan untuk pembangunan bagian kios dan los hendaknya berdasarkan
dengan aspek-aspek sebagai berikut:
a. Desain sederhana, efisien, memenuhi kebutuhan fungsional tetapi tetap
mempertimbangankan unsur kedaerahan yang dapat di kembangkan secara
bersama-sama dan mudah diimplementasikan (dalam pelaksanaannya
mudah diterapkan).
b. Memudahkan pemeliharaan atas bangunan yang akan dikembangkan.
c. Biaya pengembangan pemeliharaan yang di keluarkan sangat efisien dan
efektif.
2.3 Kajian Objek Sejenis
Pada kajian objek sejenis ini bertujuan agar memperoleh informasi secara
langsung mengenai pasar tradisional dengan cara observasi kelapangan, selain
memperoleh informasi dari studi literatur. Dalam kajian objek sejenis terdapat
aspek yang ditekankan dapt diperoleh seperti: fasilitas yang mewadahi kegiatan
dan aktivitas yang terdapat di pasar tradisional tersebut. Adapun objek sejenis
yang distudi banding antara lain:
2.3.1 Pasar Badung
a. Tinjauan Umum
Pasar Badung merupakan pasar tradisional yang cukup terkenal di Bali.
pasar ini berdiri pada tahun 2000 dan terletak di Jl. Sulawesi. No.1 Dauh Puri,
Kecamatan Denpasar Barat. Sisi utara pasar berbatasan Jalan Gajah Mada, sisi
timur berbatasan dengan Jalan Sulawesi, sisi barat dan selatan berbatasan dengan
aliran sungai Tukad Badung. Secara umum pasar ini memiliki lingkup pelayanan
terhadap masyarakat kota Denpasar dan sekitarnya., sehingga pasar ini dapat
digolongkan sebagai pasar lokal dan regional. Pada gambar 2.5 dan 2.6
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 19
b. Fasilitas dan Kondisi Pasar
Terkait fasilitas dan kondisi pasar badung termasuk pasar yang memiiliki
fasilitas cukup lengkap Hal tersebut terlihat dari pengunjunga yang hamper setiap
hari memadati pasar tersebut untuk memperoleh kebutuhan sehari-harinya. Pada
gambar 2.7 menjelaskan layout dari Pasar Badung dan beberapa fasilitas yang
berada di lantai 1 antara lain sebagai berikut.
Gambar 2.5 Peta Denpasar
Sumber : www.google.com
Gambar 2.6 Lokasi Pasar Badung
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 20
Pada gambar diatas memperlihatkan ruang-runag yang berada dilantai 1
ialah fasilitas yang sifatnya lebih utama di cari dalam kebutuhan sehari-hari dari Los Daging
Los Sayuran
Koperasi
Pura Melanting
Parkir
Toilet Umum
Gambar 2.7 Layout Pasar Badung
Sumber : Arsip PD. Pasar Kota Denpasar
Area Bongkar Muat
Los Ikan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 21
pengunjung pasar. Selain penataan ruang, tampilan depan dan kondisi dari Pasar
Badung tersebut dapat dilihat pada gambar 2.8 sebagai berikut.
Pasar Badung ini memiliki luasan tanah 6.230 m2 dengan luasan bangunan
8.016 m2. Pasar ini terbagi atas 4 lantai dan 1 lantai basement. Selain itu, Pasar
badung memiliki fasilitas yang berbeda di setiap lantainya seperti terlihat pada
gambar 2.9 berikut.
Pasar Badung ini jam operasi dipagi hari dan dimalam hari. Untuk dipagi
hari pasar badung ini buka mulai pukul 03.00 – 13.00 dengan memiliki fasilitas
utama seperti kios dengan jumlah 306 buah, los sejumlah 1372 buah, sedangkan Gambar 2.9 Papan Informasi Pasar badung
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.8 Tampilan Pasar Badung
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 22
untuk dimalam hari beroperasi mulai dari pukul 14.00 – 00.00 pasar ini memiliki
pelataran sejumlah 289 buah. Selain itu pasar ini juga memiliki fasilitas kantor PD
Pasar Kota Denpasar, ruang informasi, koperasi, klinik, bank, ATM center, Toilet
umum, area parkir basement dll.
Adapun kondisi dari fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:
1. Kios
2. Los
Gambar 2.13 Los Sayuran
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.12 Los Ikan
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.10 Kios-kios kain dan pakaian
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.11 Kios-kios sarana upakara
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 23
3. Koperasi dan ATM Center
4. Area Parkir
c. Permasalahan
Adapun permasalahan yang terdapat didalam pasar badung ini ialah:
1. Padatnya jumlah pedagang yang berjualan pada areal pasar.
2. Minimnya pengawasan terhadap pedagang bermobil.
3. Kebersihan dalam pasar dan penataan komoditi yang berlebih dan kurang
tertata.
4. Areal dalam pasar terkesan sempit dan sesak karena minimnya
penghawaan dan ruang atau sirkulasi. Gambar 2.14 Koperasi
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.15 ATM Center
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.17 Parkir Basement
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.16 Parkir luar
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 24
d. Implikasi terhadap Desain
Berdasarkan dari tinjauan objek tersebut diharapkan perencanaan pasar
kedepannya lebih memperhatikan jumlah pedagang yang berjualan agar tidak
terjadi kepadatan jumlah pedagang atau over kapasitas di dalam areal pasar.
Selain itu pengawasan manajemen lebih di perhatikan dan diperketat terkait
jam operasi dan waktu operasi dari pedagang bermobil tersebut.
2.3.2 Pasar Satrya
a. Tinjauan Umum
Pasar Satrya merupakan pasar tradisional dan seni yang terdapat di kota
Denpasar selain pasar badung yang terkenal dengan pasar tradisionalnya dan pasar
kumbasari yang terkenal dengan pasar seninya. Pasar ini berdiri pada tahun 1978
dan terletak di Jl. Abimanyu Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur. Secara
umum pasar ini memiliki lingkup pelayanan terhadap masyarakat di sekitar desa
namun juga mencangkup masyarakat kota, sehingga pasar ini dapat digolongkan
sebagai pasar lokal. Pada gambar 2.18 menampilkan Lokasi Pasar Satrya.
Gambar 2.18 Lokasi Pasar Satrya
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 25
b. Fasilitas dan Kondisi Pasar
Pasar Satrya ini memiliki luasan tanah 1.234 m2 dengan luasan bangunan
2.500 m2. Pasar ini terbagi atas 4 lantai. Lantai 1 dan 2 di fungsikan sebagai Los
dan kios pedagang, lantai 3 difungsikan sebagai Pusat seni, dan lantai 4 di
fungsikan sebagai kantor pengelola dan Koperasi. Pasar Satrya beroperasi hanya
dipagi hari. Pasar ini memulai aktivitasnya pada pukul 04.00 – 14.00 dengan
memiliki fasilitas utama seperti kios dengan jumlah 47 buah, los sejumlah 230
buah, dan pelataran sejumlah 38 buah. Berikut pada gambar 2.20 sampai gambar
2.28 penataan ruang dan kondisi dari fasilitas-fasilitas :
1. Kios
Gambar 2.19 Tampilan depan Pasar Satrya
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.20 Kios sembako
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.21 Kios patung atau art shop
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 26
2. Los
3. Koperasi dan Informasi
4. Tempat potong daging dan Kantor pengelola
Gambar 2.23 Los daging
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.22 Los rempah-rempah
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.24 Koperasi
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.25 Informasi
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.27 Kantor Pengelola
Sumber : Observasi, 7 Oktober 2015
Gambar 2.26 Tempat Potong Daging
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 27
c. Permasalahan
Adapun permasalahan yang terdapat didalam Pasar Satrya ini ialah:
1. Kurangnya fasilitas parkir bagi pengunjung sehingga terkadang
menyebabkan kemacetan akibat parkir di badan jalan.
2. Minimnya pengawasan terhadap pedagang sehingga berjualan di areal
trotoar jalan
3. Kebersihan dalam pasar dan penataan komoditi yang berlebih dan kurang
tertata.
d. Implikasi terhadap Desain
Berdasarkan dari tinjauan objek tersebut diharapkan perencanaan pasar
sebaiknya memiliki fasilitas parkir sehingga tidak mempergunakan badan
jalan sebagai areal parkir pasar. selain hal tersebut pengawasan dan penertiban
terkait pedagang pasar lebih ditingkatkan agar penjual tidak berjualan di areal
luar pasar sehingga menyebabkan kemacetan dan kesan tidak teratur serta
perlunya sistem pengelolaan sampah bagi bangunan pasar yang bertingkat
agar lebih meminimalkan penumpukan sampah pada areal pasar seperti
penmanfaatan sistem shaft sampah
2.3.3 Pasar Anyarsari
a. Tinjauan Umum
Pasar Anyarsari merupakan pasar tradisional yang terletak di perbatasan
antara kecamatan Denpasar Barat dengan Denpasar Utara ini memperjualbelikan
buah-buahan dengan skala penjualan yang cukup banyak. Pasar ini berdiri pada
tahun 1994 dan terletak di Jl. Gn. Galunggung Padang Sambian, Kecamatan
Denpasar Barat. Secara umum pasar ini memiliki lingkup pelayanan terhadap
masyarakat di sekitar desa namun juga mencangkup masyarakat kota, sehingga
pasar ini dapat digolongkan sebagai pasar regional. Pada gambar 2.28
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 28
b. Fasilitas dan Kondisi Pasar
Kondisi Pasar Anyarsari ini cukup ramai di datangi pengunjung. Fasilitas
dan keadaannya cukup baik, namun penataan parkir yang berada di sepanjang
jalan menuju kios cukup mengganggu sehingga terkadang terjadi kemacetan
akibat adanya parkir kendaraan tersebut. Pada gambar 2.39 dan 2.30 menampilkan
kondisi dan denah dari Pasar Anyarsari tersebut.
Gambar 2.29 Suasana Pasar Anyarsari
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.28 Lokasi Pasar Anyarsari
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 29
Pasar Anyarsari ini memiliki luasan tanah 20.900 m2 dengan luasan
bangunan 4.275,35 m2. Pasar ini tidak bertingkat namun memiliki massa
bangaunan lebih dari satu massa. Pasar ini dapat diakses melalui 2 jalur yaitu dari
Jalan Gn. Galunggung dan Jalan Kebo Iwa. Pasar Anyarsari atau sering disebut
sebagai Pasar Batu kandik ini beroperasi hanya dipagi hari. Pasar ini memulai
aktivitasnya pada pukul 04.00 – 14.00 untuk kios dan los yang berada di dalam
pasar namun untuk yang berada di sisi biasanya buka hingga pukul 18.00, Pasar
ini terdiri kios sejumlah 263 buah, los sejumlah 264 buah, dan pelataran sejumlah
59 buah, Selain itu pasar ini juga memiliki fasilitas Kantor Pengelola, Parkir, dan
Toilet Umum. Berikut denah dan kondisi dari fasilitas yang ada di pasar tersebut
seperti terlihat pada gambar 2.30 sampai 2.38.
Gambar 2.30 Denah Pasar Anyarsari
Sumber : Arsip PD. Pasar Kota Denpasar
2 2. Kios dan Toko Buah 3. Pelataran
4. Los Sembako, Sayuran, Jajanan Bali
5. Kios Sarana Upakara
6. Los Daging 7. Los Ikan
8. Pedagang Makanan jadi 9. Kantor pengelola dan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 30
Adapun kondisi dari fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:
1. Kios
2. Los
3. Pelataran dan Toilet Umum
Gambar 2.34 Los di Pasar Anyarsari
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.33 Los Daging
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.31 Kios buah-buahan
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.32 Kios-kios di pasar Anyarsari
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.35 Pelataran
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.36 Toilet Umum
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 31
4. Area Parkir dan Kantor pengelola
c. Permasalahan
Adapun permasalahan yang terdapat didalam Pasar Anyarsari ini ialah:
1. Kurangnya pengawasan dan fasilitas parkir bagi pengunjung sehingga
terkadang pengunjung memarkir kendaraannya di depan kios pedagang.
2. Minimnya pengawasan waktu operasional terkait pedagang bermobil
sehingga menyebabkan bagian areal pasar sepi pengunjung.
3. Kebersihan dalam pasar dan penataan komoditi yang berlebih dan kurang
tertata.
d. Implikasi terhadap Desain
Berdasarkan dari tinjauan objek tersebut diharapkan perencanaan pasar
kedepannya lebih memperhatikan jumlah pedagang yang berjualan agar tidak
terjadi kepadatan jumlah pedagang atau over kapasitas di dalam areal pasar.
Fasilitas parkir pasar lebih diperhatikan agar pengunjung tidak memarkir
kendaraannya masuk kedalam areal utama pasar/areal jualan. Selain itu
pengawasan manajemen lebih di perhatikan dan diperketat terkait jam operasi
dan waktu operasi dari pedagang bermobil tersebut.
Gambar 2.38 Kantor Pengelola
Sumber : Observasi, 9 Oktober 2015
Gambar 2.37 Area Parkir
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 32
2.3.4 Pasar Sindhu Sanur
A. Tinjauan Umum
Pasar Sindhu merupakan pasar tradisional yang berada di daerah Sanur
Kecamatan Denpasar Timur. Pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari ini
terletak di Jl. Danau Tamblingan, Desa Sindhu, Kelurahan Sanur. Secara umum
pasar ini memiliki lingkup pelayanan terhadap masyarakat di sekitar desa
sehingga pasar ini dapat digolongkan sebagai pasar lokal atau desa. Pada gambar
2.28 menampilkan lokasi dari Pasar Sindhu sebagai berikut.
B. Fasilitas dan Kondisi Pasar
Kondisi Pasar Sindhu ini cukup ramai di datangi pengunjung. Fasilitas dan
keadaannya cukup baik, penataan parkir yang berada di sepanjang jalan menuju
kios cukup mengganggu sehingga terkadang terjadi kemacetan akibat adanya
parkir kendaraan tersebut. Pada gambar 2.39 dan 2.30 menampilkan kondisi dan
denah dari Pasar Sindhu tersebut.
Gambar 2.28 Lokasi Pasar Sindhu
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 33
Pasar Sindhu ini memiliki luasan tanah 5.200 m2 dengan luasan bangunan
3.700 m2 dan areal parkir 1.500 m2. Pasar ini tidak bertingkat namun memiliki
massa bangaunan lebih dari satu massa. Pasar ini beroperasi hanya dipagi hari dan
malam hari. Pasar ini memulai aktivitasnya pada pukul 04.00 – 14.00 dan 16.00 –
22.00 untuk kios dan los yang berada di dalam pasar namun untuk yang berada di
sisi biasanya buka hingga pukul 18.00. Pasar ini terdiri kios sejumlah 87 buah, los
sejumlah 150 buah, Selain itu pasar ini juga memiliki fasilitas Pengolahan Sistem
Limbah Terpadu, Parkir, dan Toilet Umum. Berikut kondisi dari fasilitas yang ada
di pasar tersebut seperti terlihat pada gambar 2.30 sampai 2.38. Gambar 2.30 Denah Pasar Sindhu
Sumber : Arsip Pasar Sindhu
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 34
Adapun kondisi dari fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:
1. Kios
2. Los dan Pelataran
3. Toilet Umum dan TPS
Gambar 2.34 Pelataran Pasar Sindhu
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.33 Los Pasar Sindhu
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.31 Kios Kebutuhan Sehari-hari
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.32 Kios Pakaian
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.35 Toilet Umum
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.36 TPS Pasar Sindhu
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 35
4. Pengolahan Limbah dan Pura Melanting
c. Permasalahan
Adapun permasalahan yang terdapat didalam Pasar Sindhu ini ialah:
1. Perlunya penanaman vegetasi pada bagian parkir dan areal pasar.
2. Kebersihan dalam pasar dan penataan komoditi yang berlebih dan kurang
tertata.
d. Implikasi terhadap Desain
Berdasarkan dari tinjauan objek tersebut diharapkan perencanaan pasar
kedepannya lebih memperhatikan jumlah pedagang yang berjualan agar tidak
terjadi kepadatan jumlah pedagang atau over kapasitas di dalam areal pasar.
Fasilitas parkir pasar lebih diperhatikan agar pengunjung tidak memarkir
kendaraannya masuk kedalam areal utama pasar/areal jualan.
2.3.5 Kesimpulan terhadap Objek Sejenis
Berdasarkan dari tinjauan diatas, kesimpulan dari ketiga objek tersebut
menjelaskan fasilitas yang terdapat pada pasar tradisional, fungsi yang di wadahi,
komoditas, dan aktivitas yang diwadahi pada pasar tradisional tersebut dapat
dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini.
Tabel 2.2 Kesimpulan Objek Sejenis dan Pertimbangannya
No Aspek/Studi Pasar Badung
Pasar Satrya Pasar Anyarsari Gambar 2.38 Pura Melanting
Sumber : Observasi, 29 Januari 2016
Gambar 2.37 Pengolahan Limbah
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 36
(Pasar Kota) (Pasar Sub
Kota)
(Pasar Kota) (Pasar lokal/
Pasar desa)
Pasar pagi Pasar Pagi Pasar Pagi
dan Malam
8 Utilitas Perencanaan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 37 Kesimpulan dari ketiga objek tersebut memberikan pertimbangan terhadap
perencanaan seperti jenis barang yang diperjualbelikan mencakup lebih dari satu
jenis barang contohnya barang keperluan sehari-hari, aktivitas pasar di pagi dan di
malam hari karena berdasarkan studi banding masih kurangnya pasar yang
beroperasi saat dari sore hingga malam hari, dan jenis pasarnya ialah Pasar
Tradisional.
2.4 Spesifikasi Umum Proyek
Pada Spesifikasi umum ini, menjelaskan mengenai pengertian judul, fungsi,
tujuan dan sasaran, fasilitas, lingkup pelayanan, sistem pengelolaan,ruang
lingkup, aktivitas dan persyaratan lokasi.
2.4.1 Pengertian Judul
Berdasarkan penjelasan teori,bahwa perencanaan Pasar Tradisional ialah
suatu upaya merencanakan dan merancang bangunan yang berfungsi sebagai
pasar tradisional dengan dukungan dari pemerintah maupun swasta guna
meningkatkan kualitas pasar tradisional agar dapat berkembang serta
meningkatkan perekonomian masyarakat di kota Denpasar.
2.4.2 Fungsi
A. Ekonomi.
Pasar berfungsi sebagai penggerak perekonomian rakyat khususnya
masyarakat kecil dan menengah.
B. Sosial budaya
Pasar berfungsi sebagai sarana interaksi sosial yang bersifat informal dan
Pasar Tradisional di Jalan Cokroaminoto Denpasar 38
C. Arsitektur
Pasar dapat berfungsi sebagai media untuk menunjukan ciri khas arsitektur
kedaerahan yang menampilkan bentuk fisik ataupun langgam lokal daerah
Bali.
D. Rekreasi
Pasar dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi karena ada beberapa orang yang
datang kepasar hanya untuk melihat – lihat dan berwisata untuk memuaskan
keinginannya.
2.4.3 Tujuan dan Sasaran
Tujuan
-Menciptakan tempat perbelanjaan tradisional yang baru di kota Denpasar
-Memberikan wadah bagi pedagang skala kecil menegah untuk memperoleh
penghasilan
-Membantu program Pemerintah Pusat dan Daerah guna meningkatkan
kualitas dan penataan Pasar Tradisional dan meningkatkan perekonomian
masyarakat.
Sasaran dari perencanaan Pasar Tradisional ini adalah untuk mempertahankan kelestarian dan meningkatan kualitas pasar tradisional
agar dapat tumbuh dan bersaing dengan pusat perbelanjaan milik swasta
yang saat ini terus berkembang.
2.4.4 Fasilitas
Sesuai dengan fungsi dan sifat kegiatannya, Pasar Tradisional memilki
fasilitas sebagai berikut.
A. Fasilitas Utama
Tersedianya tempat untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi tawar
menawar barang dagangan. Seperti : kios, toko dan los.
B. Fasilitas Penunjang
Tersedianya tempat untuk melakukan sistem bongkar muat barang dan pos