• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PENELITIAN KEMITRAAN DANA ITS TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROPOSAL PENELITIAN KEMITRAAN DANA ITS TAHUN 2020"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENELITIAN KEMITRAAN DANA ITS TAHUN 2020

ANALISIS KETELITIAN GEOMETRIK CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI PLEIADES UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RENCANA DETAIL TATA RUANG

(RDTR) (STUDI KASUS : KECAMATAN MOJOSARI, KABUPATEN MOJOKERTO)

Tim Peneliti:

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo, DEA,DESS (Teknik Geomatika/FTSPK/ITS)

Nurwatik, S.T, M.Sc (Teknik Geomatika/FTSPK/ITS)

Anak Agung Sagung Alit Widyastuty, ST., MT (Perencanaan Wilayah dan Kota/FTSP/ UNIPA)

Ainayya Maffufah (Teknik Geomatika/FTSPK/ITS)

Ilham Dwi Syafa’at (Teknik Geomatika/FTSPK/ITS)

Maulana Kukuh Wicaksono (Teknik Geomatika/FTSPK/ITS)

DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA 2020

(2)
(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

BAB I RINGKASAN ... 1

BAB II LATAR BELAKANG ... 2

2.1 Latar Belakang ... 2

2.2 Rumusan Masalah ... 3

2.3 Tujuan... 3

2.4 Manfaat dan Urgensi Penelitian ... 3

BAB III TINJAUAN PUSTAKA ... 4

3.1 Penginderaan Jauh ... 4

3.2 Satelit Pleiades ... 6

3.3 Rektifikasi ... 7

3.4 Spesifikasi Uji Ketelitan... 8

3.5 Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) ... 9

3.6 Peta Jalan Penelitian ... 10

BAB IV METODE PELAKSANAAN ... 12

4.1 Lokasi Penelitian ... 12

4.2 Data dan Peralatan ... 12

4.2.1 Data ... 12

4.2.2 Peralatan ... 13

4.3 Metode Pelaksanaan ... 13

4.3.1 Diagram Alir Penelitian ... 13

4.3.2 Diagram Alir Pengolahan Data ... 15

4.3.3 Diagram Alir Pembuatan Peta Dasar RDTR ... 16

BAB V JADWAL DAN ANGGARAN BIAYA ... 18

5.1 Jadwal Pekerjaan ... 18

5.2 Anggaran Biaya ... 18

DAFTAR PUSTAKA ... 21

LAMPIRAN ... 24

Lampiran 1. Biodata Tim Peneliti ... 24

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Spesifikasi Pleiades-1B ... 6

Tabel 3.2. Ketelitian Geometri Peta RBI ... 9

Tabel 3.3. Ketentuan Ketelitian Geometri Peta RBI Berdasarkan Kelas ... 9

Tabel 5.1. Total Anggaran Biaya ... 18

Tabel 5.2. Rincian Anggaran Biaya ... 18

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Skema Proses Penginderaan Jauh ... 4

Gambar 3.2. Resolusi Spasial ... 5

Gambar 3.3. Resolusi Spektral Sumber : (NASA, 2018) ... 5

Gambar 3.4. Satelit Pleiades ... 6

Gambar 3.5. Proses Rektifikasi ... 7

Gambar 3.6. Peta Jalan Penelitian ... 10

Gambar 3.7. Gambaran Detail Peta Jalan Terkait Judul Penelitian ... 11

Gambar 4.1. Lokasi Penelitian ... 12

Gambar 4.2. Diagram Alir Penelitian ... 13

Gambar 4.3. Diagram Pengolahan Data ... 15

Gambar 4.4. Diagram Pembuatan Peta Dasar RDTR ... 16

(6)

BAB I RINGKASAN

RDTR adalah rencana geometris ruang kota yang disusun untuk menyiapkan perwujudan ruang kota dalam rencana pelaksanaan proyek pembangunan kota. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota, RDTR adalah penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kedalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1: 5000 atau lebih.

Kecamatan Mojosari merupakan salah satu daerah yang dimanfaatkan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto dan wilayah pelayanan dimana dulu pusat pemerintahan berada tepat di Kota Mojokerto. Oleh karena itu, Kecamatan Mojosari harus memiliki perencanaan pemanfaatan ruang wilayah yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Agar tidak menimnulkan kerusakan lingkungan dalam perencanaan pemanfaatan ruang wilayah, maka diperlukan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Pembuatan peta RDTR dapat menggunakan data penginderaan jauh berupa citra satelit resolusi tinggi yang memiliki cakupan luas serta dapat menggambarkan kenampakan- kenampakan fisik sesuai dengan dilapangan. Pada penelitian ini menggunakan data citra satelit resolusi tinggi Pleiades 1B dari tahun 2017. Citra satelit tersebut merupakan citra yang masih memiliki kesalahan geometrik. Kesalahan tersebut dapat dihilangkan dengan melakukan koreksi geometrik. Koreksi geometrik citra dilakukan dengan membutuhkan koordinat 2 dimensi (x,y) atau koordinat Ground Control Point (GCP) sebagai data inputnya. Koordinat GCP ini digunakan untuk memberi atau memperbaiki citra dimana akan terlihat titik akurasi GCP tersebut dengan melihat nilai Root Mean Square Error (RMSE). Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis ketelitian geometrik citra satelit Pleiades 1B yang digunakan untuk pembuatan peta dasar Rencana Detail tata Ruang (RDTR) skala 1:5000 Kecamatan Mojosari yang berpedoman terhadap Draft Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang Sumber Skala 1:5000 dari Badan Informasi Geospasial tahun 2017. Informasi geospasial tersebut dapat dijadikan sebagai masukan atau rekomendasi kepada pemerintah atau institusi dalam pembuatan peta dasar RDTR skala 1:5000 Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Penelitian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan. Target luaran dari penelitian ini yaitu yang dimuat dalam jurnal ilmiah internasional terakreditasi dan atau artikel pada proseding internasional. Sebagai tambahan, hasil peneilitian dapat dipresentasikan pada seminar nasional.

Kata Kunci : Koreksi Geometrik, RDTR, Pleiades 1B

(7)

BAB II

LATAR BELAKANG

2.1 Latar Belakang

Terkait penataan daerah, untuk menertibkan administrasi tata kepemerintahan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 30 Tahun 2012, serta surat dari Menteri Dalam Negeri RI tanggal 1 Mei 2013, dihasilkan beberapa keputusan diantaranya adalah perlunya pemindahan Ibukota Kabupaten Mojokerto yang saat ini berada di Kota Mojokerto, dan dituangkan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mojokerto (Pratama, 2018). Pemindahan lokasi Ibu Kota Mojokerto harus mempertimbangkan berbagai macam aspek, baik aspek fisik, sosial maupun dari aspek kebijakan. Sehingga pemilihan lokasi ibu Kota Kabupaten Mojokerto nantinya sesuai dengan arahan pengembangan Kabupaten Mojokerto di masa yang akan datang.

Pada Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto 2012- 2032, salah satunya yaitu Kecamatan Mojosari yang diajukan sebagai pusat pemerintahan dan wilayah pelayanan (Pratama, 2018). Dulu pusat pemerintahan berada tepat di Kota Mojokerto, namun kini banyak gedung dan kantor pemerintahan yang dipindahkan ke Kecamatan Mojosari sebelah timur kota Mojokerto setelah Kota Mojokerto berdiri (Wijaya, 2018). Kecamatan Mojosari akan dimanfaatkan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto, pusat permukiman skala regional, pusat perdagangan dan jasa skala regional, pusat pendidikan skala regional, pusat kesehatan skala regional, pusat pelayanan pariwisata, dan pusat pelayanan transportasi skala regional (PERDA Kabupaten Mojokerto No. 9 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2012–2032 ).

Kecamatan Mojosari merupakan salah satu dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dengan luas wilayah 26,65 km2 (BPS, 2019). Secara administrasi Kecamatan Mojosari, Mojokerto terletak pada 7°28'10,4"S - 7°32'6,3"S dan 112°31'41,0"E - 112°31'9,2"E. Pusat kecamatan ini berjarak 18 km sebelah timur Kota Mojokerto. Sebagai salah satu daerah yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan wilayah pelayanan, Kecamatan Mojosari harus memiliki perencanaan pemanfaatan ruang wilayah yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu, agar tidak terjadi kerancuan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan ekosistem, maka diperlukan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang memiliki ketelitian tinggi. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota, RDTR adalah penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kedalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1: 5000 atau lebih.

RDTR adalah rencana geometris ruang kota yang disusun untuk menyiapkan perwujudan ruang kota dalam rencana pelaksanaan proyek pembangunan kota (Puspita, 2017).

Dasar pembuatan peta RDTR harus berasal dari citra satelit resolusi tinggi yang memiliki cakupan luas serta dapat menggambarkan kenampakan-kenampakan fisik sesuai dengan kenampakan di lapangan, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat, salah satunya citra satelit resolusi tinggi yaitu citra satelit Pleiades 1B. Citra satelit Pleiades 1B merupakan citra satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial pankromatik dan multispektral masing-masing sebesar 0,5 meter dan 2 meter. Citra satelit tersebut merupakan citra yang masih terdapat kesalahan geometrik (LAPAN, 2015). Kesalahan geometrik merupakan kesalahan yang diakibatkan oleh jarak orbit atau lintasan terhadap objek (hingga sudut pandang kecil dan pengaruh kecepatan wahana (Hartati, 2009).

(8)

Kesalahan geometrik diakibatkan oleh dua kesalahan yaitu kesalahan sistematik dan non sistematik. Untuk menghilangkan kesalahan tersebut maka perlu dilakukan koreksi geometrik.

Koreksi geometrik merupakan kegiatan untuk memperbaiki koordinat yang ada pada citra agar sesuai dengan koordinat geografis (Mahmudi, 2018). Pada umumnya koreksi geometrik citra dilakukan dengan membutuhkan koordinat 2 dimensi (x,y) atau koordinat Ground Control Point (GCP) sebagai data inputnya. Koordinat GCP ini digunakan untuk memberi atau memperbaiki citra dimana akan terlihat titik akurasi GCP tersebut dengan melihat nilai Root Mean Square Error (RMSE).

Pada penelitian ini data citra satelit yang digunakan yaitu citra satelit resolusi tinggi Pleiades 1B dengan resolusi spasial 0,5 meter. Data citra satelit tersebut akan dilakukan analisa ketelitian geometrik yang digunakan untuk pembuatan peta dasar Rencana Detail tata Ruang (RDTR) skala 1:5000 Kecamatan Mojosari. Pembuatan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) berpedoman terhadap Draft Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang Sumber Skala 1:5000 dari Badan Informasi Geospasial tahun 2017.

2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini terdapat permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:

1. Berapa tingkat ketelitian citra Pleiades dilihat dari hasil nilai RMSE setelah dilakukan proses rektifikasi dan pengukuran GCP dan ICP di lapangan?

2. Bagaimana analisa ketelitian geometrik pada citra Pleiades agar dapat digunakan sebagai sumber data untuk pembuatan peta dasar RDTR Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto

? 2.3 Tujuan

Dengan adanya masalah yang telah dirumuskan dengan batasan-batasannya agar mencapai tujuan penelitian sebagai berikut:

1. Menganalisis tingkat ketelitian citra Pleiades dilihat dari hasil nilai Root Mean Square Error RMSE dan Circular Error 90% (CE90) setelah dilakukan proses rektifikasi dan pengukuran GCP dan ICP di lapangan.

2. Membuat peta rekomendasi untuk pembuatan peta dasar RDTR skala 1:5000 Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang berpedoman terhadap Draft Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang Sumber Skala 1:5000 dari BIG tahun 2017.

2.4 Manfaat dan Urgensi Penelitian

Sebagai salah satu daerah yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan wilayah pelayanan, Kecamatan Mojosari harus memiliki perencanaan pemanfaatan ruang wilayah yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu, agar tidak terjadi kerancuan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan ekosistem, maka diperlukan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang memiliki ketelitian tinggi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi untuk pembuatan peta dasar RDTR skala 1:5000 Kecamatan Mojosari, Kabupaten Gresik. Dengan adanya peta rekomendasi RDTR dapat menjadi pedoman bagi stakeholder terkait dalam perencanaan pemanfaatan ruang wilayah yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(9)

3.1 Penginderaan Jauh

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

Penginderaan jauh adalah teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi, informasi tersebut berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren dalam Sutanto, 1986). Penginderaan jauh didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer 1990). Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data tentang permukaan bumi yang menggunakan media satelit ataupun pesawat terbang.

Sistem Penginderaan Jauh ialah serangkaian komponen yang digunakan untuk penginderaan jauh. Rangkaian komponen itu berupa tenaga, objek, sensor, data dan pengguna data. Karena tidak semua tenaga yang berasal dari matahari dapat mencapai bumi, interaksi antara tenaga dan atmosfer sering dimasukkan ke dalam sistem penginderaan jauh. Demikian pula halnya dengan interaksi antara tenaga dan objek, karena hasil interaksinya menentukan besarnya tenaga yang dapat mencapai sensor (Sutanto, 1986).

Gambar 3.1. Skema Proses Penginderaan Jauh

Sumber : (Buku Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra oleh LAPAN, 2007) Matahari merupakan sumber tenaga alamiah yang utama. Tenaga matahari dipancarkan ke segala arah, sebagian mengarah ke bumi. Tenaga yang mengarah ke bumi sebagian ditahan oleh atmosfer serta kandungannya, sebagian lagi mencapai permukaan bumi dan mengenai objek. Oleh objek di permukaan bumi sebagian tenaga ini diserap, di transmisikan (menembus objek), dan dipantulkan ke sensor. Tenaga yang dipantulkan disebut tenaga pantulan, di samping tenaga pantulan ada tenaga pancaran, yaitu tenaga yang dipancarkan oleh objek di permukaan bumi. Tenaga yang dipancarkan pada umumnya dalam bentuk tenaga termal. Tenaga termal yang dipancarkan bukan berupa suhu kinetik melainkan suhu pancaran atau radiasi. Tenaga panas yang dipancarkan dari obyek dapat direkam dengan sensor yang dipasang jauh dari obyeknya. Penginderaan obyek tersebut menggunakan spektrum inframerah termal (Sutanto 1994).

Jenis data penginderaan jauh yaitu citra. Citra adalah gambaran rekaman suatu objek atau biasanya berupa gambaran objek pada foto. Citra digital dibentuk dari elemen- elemen gambar atau pixel. Pixel (picture element) menyatakan derajat keabuan (Purwadhi 2006) yang juga merupakan bagian terkecil dari suatu citra digital (Jaya 2010).

(10)

Selain itu Jaya (2010) mengatakan pada citra raster, citra dibagi-bagi menjadi suatu sel, dimana masing-masing grid dari sel merupakan representasi dari suatu pixel.

Citra digital adalah data penginderaan jauh yang direkam melalui sensor non- kamera, antara lain scanner, radiometer, dan spectometer (Purwardhi, 2006). Sensor tersebut menggunakan detektor elektronik dengan menggunakan tenaga elektromagnetik yang luas, yaitu spectrum tampak, ultraviolet, inframerah dekat, inframerah termal, dan gelombang mikro. Setiap sensor memiliki kepekaan spektral terbatas sehingga tidak peka terhadap seluruh panjang gelombang dan hanya mampu mengindera obyek kecil. Batas kemampuan memisahkan setiap obyek dinamakan resolusi. Sensor sangatlah terbatas untuk mengindera obyek yang sangat kecil (Aftriana, 2013).

Resolusi suatu sensor merupakan indikator tentang kemampuan sensor atau kualitas sensor dalam merekam suatu obyek. Resolusi yang biasanya digunakan sebagai parameter kemampuan sensor, terbagi menjadi 4 macam yang mempunyai definisi masing-masing diantaranya yaitu:

1. Resolusi Spasial yaitu ukuran obyek terkecil yang masih dapat disajikan, dibedakan dan dikenali pada citra. Resolusi spasial menunjukkan level dari detail yang ditangkap oleh sensor. Semakin detail sebuah studi semakin tinggi resolusi spasial yang digunakan. Resolusi spasial dapat ditentukan melalui beberapa cara, salah satunya berdasarkan dimensi dari instanteneous field of view atau IFOV yang diproyeksikan ke bumi (Jaya, 2010).

Gambar 3.2. Resolusi Spasial Sumber : (NASA, 2007)

2. Resolusi Spektral yaitu daya pisah obyek berdasarkan besarnya spektrum elektromagnetik yang digunakan untuk merekam data. Resolusi spektral menunjukkan lebar kisaran dari masing-masing band spektral yang diukur oleh sensor. Sebagai contoh Landsat memiliki 7 band dengan lebar setiap bandnya yang sempit tetapi rentang yang digunakan lebar, sedangkan spot 5 hanya memiliki 4 band. Ini berarti Landsat memiliki resolusi spektral yang baik dibandingkan dengan spot.

Gambar 3.3. Resolusi Spektral Sumber : (NASA, 2018)

(11)

3. Resolusi Radiometrik yaitu kemampuan sistem sensor untuk mendeteksi perbedaan pantulan terkecil atau kepekaan sensor terhadap perbedaan terkecil kekuatan sinyal.

Sebagai contoh detektor MSS band 6 mempunyai resolusi radiometrik 6 bit (26=64) sedangkan MSS band 4, 5, dan 7 memiliki resolusi radiometrik 7 bit (27=128). Ini berarti detektor MSS 4, 5, dan 7 memiliki informasi lebih banyak dibandingkan MSS 6.

4. Resolusi Temporal yaitu interval waktu yang dibutuhkan oleh sebuah satelit untuk merekam daerah yang sama, atau waktu yang diperlukan satelit untuk menyelesaikan seluruh siklus orbitnya. Resolusi temporal yang aktual sangat bergantung pada jenis sensor, lebar overlap antar swath (lebar jalur rekam) dan ketinggian satelit (Jaya, 2010). Sedangkan menurut Purwadhi (2006) resolusi temporal adalah kenampakan yang masih dapat dibedakan dalam waktu perekaman ulang.

3.2 Satelit Pleiades

Pleiades adalah citra satelit resolusi tinggi yang diluncurkan dari Sinnamary, Guiana Prancis lebih tepatnya stasiun angkasa Eropa, Kouru, French Guiana. Satelit yang diluncurkan pertama yaitu satelit Pleiades 1-A pada tanggal 16 Desember 2011 kemudian diikuti oleh Pleiades 1-B di akhir tahun 2012. Pléiades adalah satelit pertama dari dua satelit resolusi tinggi yang diluncurkan oleh perusahaan Astrium yang membawahi proyek satelit SPOT . Tingkat pengolahan Pleiades terdiri atas Ortho, Mosaic (beberapa citra ortho yang digabung) dan Sensor. Resolusi spasial 50 sentimeter pada citra pankromatiknya dan 2 meter pada band multispektralnya. Satelit Pleiades memiliki empat band spektral, yaitu: biru, hijau, merah dan infra merah dekat (Lapan, 2015).

Gambar 3.4. Satelit Pleiades Sumber : (Terra.image.com) Tabel 3.1. Spesifikasi Pleiades-1B

Mode Pencitraan Pankromatik Multispektral Resolusi Spasial Pada Nadir 0,5 m GSD pada nadir 2 m GSD pada nadir

Jangkauan Spektral 480 – 830 nm

Biru (430 – 550 nm ) Hijau (490 – 610 nm) Merah (600 – 720 nm) IR Dekat (750 – 950 nm) Lebar Sapuan 20 km pada nadir

Pencitraan Off-Nadir Hingga 47 derajat

Tersedia opsi pemilihan sudut ketinggian Jangkauan Dinamik 12 bit per piksel

Waktu Pengulangan Setiap 1 hari Setiap 1 hari Ketinggian Orbit 694 km

(12)

Waktu Lintasan Equatorial 10 : 15 AM

Orbit Sinkron matahari

Level Proses Primer dan Ortho Tingkat Akurasi 3 m tanpa GCP (CE90)

Hingga kurang dari 1 m dengan GCP Masa Aktif Satelit Perkiraan hingga lebih dari 5 tahun Sumber: (LAPAN, 2015)

3.3 Rektifikasi

Rektifikasi adalah proses koreksi geometrik citra satelit atau foto udara untuk memperbaiki kesalahan geometrik citra yang bersumber dari pengaruh topografi, geometri sensor dan kesalahan lainnya. Hasil dari rektifikasi adalah citra tegak (planar) yang mempunyai skala seragam di seluruh bagian citra. (BIG, 2016). Kondisi ini dapat terjadi pada citra satelit yang pada kenyataannya memiliki variasi topografi tinggi, seperti lembah hingga gunung serta berbukit-bukit. Pada dasarnya rektifikasi bertujuan mengubah citra yang memiliki arah penginderaan bersifat proyeksi perspektif menjadi proyeksi orthogonal.

Hasil dari rektifikasi adalah citra tegak (planar) yang mempunyai skala seragam di seluruh bagian citra. Rektifikasi sangat penting untuk dilakukan apabila citra akan digunakan untuk memetakan dan mengekstrak informasi dimensi, seperti lokasi, jarak, panjang, luasan, dan volume.

Gambar 3.5. Proses Rektifikasi Sumber : (BIG, 2016)

Citra tegak merupakan citra yang telah dikoreksi segala kesalahan geometriknya, sebagai akibat dari mekanisme perekaman citra. Kesalahan geometrik citra dapat berasal dari sumber internal satelit dan sensor (sensor miring/off nadir) ataupun sumber eksternal, yang dalam hal ini adalah topografi permukaan bumi.

Perekaman off nadir dan perbedaan ketinggian berbagai obyek di permukaan bumi menyebabkan adanya kesalahan citra yang disebut relief displacement. Relief displacement sendiri dapat didefinisikan sebagai pergeseran posisi obyek dari tempat seharusnya, yang disebabkan oleh ketinggian obyek dan kemiringan sensor citra (LAPAN, 2015).

Proses rektifikasi dilakukan menggunakan tiga jenis informasi, yaitu informasi orientasi internal dan eksternal sensor pada saat merekam, informasi elevasi permukaan bumi, dan informasi koordinat obyek di bumi Ground Control Point (GCP). Dalam kenyataannya, informasi orientasi sensor pada saat perekaman tidak diberikan oleh vendor citra, sebagai penggantinya vendor memberikan informasi simulasi orientasi

(13)

sensor yang disebut dengan Rational Polynomial Coefficient (RPC). Adapun informasi koordinat obyek di bumi diperoleh dari GPS. Agar rektifikasi dapat memberikan akurasi maksimal GCP yang digunakan harus mempunyai akurasi yang baik (LAPAN 2015).

GCP yang baik secara akurasi dan resolusi biasanya diperoleh dari survei GPS diferensial dan IFSAR/LIDAR. Hasil rektifikasi berupa citra ortho/tegak yang mana seluruh kesalahan geometrik sudah dihilangkan. Dengan demikian bisa diibaratkan citra ortho sudah seperti peta dan dapat dimanfaatkan untuk menurunkan data spasial.

3.4 Spesifikasi Uji Ketelitan

Uji ketelitian posisi dilakukan hingga mendapatkan tingkat kepercayaan peta 90% Circular Error dan Linear Error (PERKA BIG, Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar, 2014). Uji ketelitian posisi ditentukan dengan menggunakan titik uji yang memenuhi ketentuan objek yang digunakan sebagai titik uji, yaitu:

a. Dapat diidentifikasi dengan jelas di lapangan dan di peta yang akan diuji

b. Merupakan objek yang relatif tetap tidak berubah bentuk dalam jangka waktu yang singkat.

c. Memiliki sebaran yang merata di seluruh area yang akan diuji.

Pengujian ketelitian posisi mengacu pada perbedaan koordinat (X, Y, Z) antara titik uji pada gambar atau peta dengan lokasi sesungguhnya dari titik uji pada permukaan tanah. Pengukuran akurasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) atau Circular Error. Pada pemetaan dua dimensi yang perlu diperhitungkan adalah koordinat (X, Y) titik uji dan posisi sebenarnya di lapangan. Analisis akurasi posisi menggunakan RMSE, yang menggambarkan nilai perbedaan antara titik uji dengan titik sebenarnya.

RMSE digunakan untuk menggambarkan akurasi meliputi kesalahan random dan sistematik.

Nilai RMSE dirumuskan sebagai berikut:

RMSEhorizontal = √D2 n

D2 = √RMSEx2 + RMSEy2 = √∑[(xdata − xcek)2 + (ydata − ycek)2]

∑(zdata − zcek)2 RMSEvertikal = √

n Keterangan:

n = Jumlah total pengecekan pada peta

D = Selisih antara koordinat yang diukur di lapangan dengan koordinat di peta x = Nilai koordinat pada sumbu X

y = Nilai koordinat pada sumbu Y z = Nilai koordinat pada sumbu Z

Berdasarkan Peraturan Badan Informasi Geospasial No.6 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar, berikut ini ketelitian Geometri Peta RBI.

(14)

Tabel 3.2. Ketelitian Geometri Peta RBI

No

. Skala

Interv al Kontu

r (m)

Ketelitian Peta RBI

Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

Horizo ntal (CE90 dalam

m)

Vertik al (LE90 dalam

m)

Horiz ontal (CE90 dalam

m)

Vertik al (LE90 dalam m)

Horizo ntal (CE90

dalam m)

Vertik al (LE90 dalam

m)

1. 1:1.000.000 400 200 200 300 300 500 500

2. 1:500.000 200 100 100 150 150 250 250

3. 1:250.000 100 50 50 75 75 125 125

4. 1:100.000 40 20 20 30 30 50 50

5. 1:50.000 20 10 10 15 15 25 25

6. 1:25.000 10 5 5 7.5 7.5 12.5 12.5

.7 1:10.000 4 2 2 3 3 5 5

8. 1:5.000 2 1,5 1 3 1.5 4,5 2

9. 1:2.500 1 0.5 0.5 0.75 0.75 1.25 1.25

10. 1:1.000 0.4 0.2 0.2 0.3 0.3 0.5 0.5

Nilai ketelitian di setiap kelas diperoleh melalui ketentuan seperti tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.3. Ketentuan Ketelitian Geometri Peta RBI Berdasarkan Kelas

Ketelitian Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

Horizontal 0.3 mm x bilangan skala

0.6 mm x bilangan skala

0.9 mm x bilangan skala

Vertikal 0.5 x interval kontur

1.5 x ketelitian kelas 1

2 x ketelitian kelas 1

Nilai ketelitian posisi peta dasar pada Tabel 1 adalah nilai CE90 untuk ketelitian horizontal dan LE90 untuk ketelitian vertikal, yang berarti bahwa kesalahan posisi peta dasar tidak melebihi nilai ketelitian tersebut dengan tingkat kepercayaan 90%.

Nilai CE90 dan LE90 dapat diperoleh dengan rumus mengacu kepada standar sebagai- berikut US NMAS (United States National Map Accuracy Standards) sebagai berikut:

CE90 = 1,5175 x RMSEr LE90 = 1,6499 x RMSEz dengan

RMSEr : Root Mean Square Error pada posisi x dan y (horizontal) RMSEz : Root Mean Square Error pada posisi z (vertikal)

3.5 Rencana Detil Tata Ruang (RDTR)

Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota yang selanjutnya disingkat RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota. Penataan ruang merupakan suatu

(15)

sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang dilakukan untuk menghasilkan rencana umum tata ruang dan rencana rinci tata ruang. Pengertian Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) menurut beberapa sumber yaitu Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2010, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 tahun 2011 tentang Penyusunan RDTR dan Peruntukan Zonasi adalah sebagai berikut:

1. Pengertian Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) adalah penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1: 5000 atau lebih.

2. RDTR adalah rencana geometris ruang kota yang disusun untuk menyiapkan perwujudan ruang kota dalam rencana pelaksanaan proyek pembangunan kota.

3. RDTR adalah penjabaran dan pengisian dari RTRW sehingga secara teknis pegangan pokok bagi pelaksanaan pembangunan di lapangan, dan menjadi instrumen pengendalian bagi pemerintah kota, swasta maupun masyarakat.

4. RDTR memuat ketentuan penetapan fungsi ruang, pengarahan penetapan lokasi berbagai kegiatan yang terinci dan teruang pada peta dengan skala 1:5000.

Maksud dari penyusunan RDTR adalah mewujudkan rencana detail tata ruang yang mendukung terciptanya kawasan strategis maupun kawasan fungsional secara aman, produktif dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan peta dasar RDTR yang mendukung kebijakan One Map Policy, maka SRGI digunakan sebagai sistem referensi tunggal. Hal ini diterapkan karena dengan sistem referensi yang sama maka pelaksanaan pembangunan di Indonesia dapat berjalan serentak tanpa tumpang tindih kepentingan.

Objek dari RDTR adalah blok peruntukan dan blok tergambar pada peta skala 1:5000 atau lebih besar. Selain itu, peta dasar RDTR adalah berupa foto udara atau citra tegak resolusi tinggi sehingga citra harus melalui proses rektifikasi. Selain itu, untuk pembuatan peta RDTR terdapat beberapa syarat di antaranya yaitu menggunakan data citra satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial 0.5 m hingga 2.5 m, menggunakan data DEM dengan cell size 5 m hingga 10 m, melakukan pengukuran GCP dengan GPS Geodetic double frequency menggunakan metode rapid static dengan lama pengamatan

± 40 menit per titik atau GPS RTK dengan jaringan CORS (Baihaqi, 2013).

3.6 Peta Jalan Penelitian

Gambar 3.6. Peta Jalan Penelitian

(16)

Gambar 3.7. Gambaran Detail Peta Jalan Terkait Judul Penelitian

(17)

4.1 Lokasi Penelitian

BAB IV

METODE PELAKSANAAN

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur seperti yang terlihat dalam peta lokasi dibawah ini :

Gambar 4.1. Lokasi Penelitian Sumber : Hasil Olahan

Secara administrasi Kecamatan Mojosari, Mojokerto terletak pada 7°28'10,4"S - 7°32'6,3"S dan 112°31'41,0"S - 112°31'9,2"S dengan luas wilayah 26,65 km2 yang terdiri dari 19 desa. Batas wilayah Kecamatan Mojosari, Mojokerto adalah sebagai berikut :

− Sebelah Utara : Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo

− Sebelah Timur : Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto

− Sebelah Selatan : Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto

− Sebelah Barat : Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto 4.2 Data dan Peralatan

4.2.1 Data

Berikut ini adalah data yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir ini yaitu:

1. Citra satelit Pleiades 1-B bulan Juli tahun 2017 dengan ketelitian pankromatik 0,5 m dan ketelitian multispektral 2 m

2. Batas administrasi Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:25.000 dan batas administrasi BAPPEDA Kabupaten Mojokerto skala 1:5000

3. Koordinat titik GCP yang didapatkan dari pengukuran GPS 4. Koordinat titik ICP yang didapatkan dari pengukuran GPS

(18)

4.2.2 Peralatan

Berikut ini adalah peralatan yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir ini yaitu :

1. Perangkat Keras (Hardware) a. Laptop

b. GPS Geodetik c. Statif

d. Tribrach e. Alat tulis f. Form survei

2. Perangkat Lunak (Software) a. Perangkat lunak pengolah kata b. Perangkat lunak pengolah geospasial c. Perangkat lunak pengolah citra satelit d. Perangkat lunak pengolah perhitungan data e. Perangkat lunak pengolah data GPS

4.3 Metode Pelaksanaan 4.3.1 Diagram Alir Penelitian

Tahapan yang akan dilaksanakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah seperti pada diagram alir yang ditunjukkan pada

Gambar 4.2. Diagram Alir Penelitian Berikut adalah tahap pelaksanaan penelitian :

1. Tahap Persiapan

(19)

a. Identifikasi Masalah dalam penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan. Pada tahap ini dilakukan identifikasi awal mengenai kasus yang akan diteliti, baik berupa perumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian, tujuan dilakukannya penelitian dan manfaat yang diperolah melalui penelitian yang dilakukan.

b. Studi Literatur

Studi literatur dilakukan untuk mempersiapkan tahap berikutnya yaitu dengan mengumpulkan referensi yang akan menunjang langkah-langkah pengolahan sampai pada analisa.

2. Tahap Pelaksanaan a. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk mencari data-data yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian tugas akhir ini seperti Citra Satelit Pleiades 1-B tahun 2017, data lapangan berupa koordinat GCP dan ICP, data vektor Peta Rupa Bumi Indonesia skala 1:25.000 dari Badan Informasi Geospasial.

b. Pengolahan Data

Pada tahap ini data koordinat hasil pengukuran GPS diolah agar menjadi koordinat UTM. Kemudian data citra diolah dengan perangkat lunak pengolah citra satelit dimana dilakukan proses rektifikasi yang akan menghasilkan citra satelit yang siap digunakan untuk pengolahan geospasial. Setelah itu peta dipotong berdasarkan batas administrasi dari peta vektor RBI agar menjadi peta terkoreksi yang selanjutnya akan dilakukan analisis ketelitiannya untuk pembuatan peta dasar RDTR.

3. Tahap Akhir a. Analisa Data

Pada tahap ini akan dilakukan analisa ketelitian geometrik dari hasil pengolahan koordinat GCP dan ICP, sehingga dari hasil analisa tersebut dapat diketahui kelayakan atau kemampuan data citra satelit resolusi tinggi Pleiades 1B untuk pembuatan peta dasar RDTR Kecamatan Mojosari.

b. Penyusunan Laporan

Melakukan pembuatan laporan hasil akhir dari penelitian yang dilaksanakan.

(20)

4.3.2 Diagram Alir Pengolahan Data

Gambar 4.3. Diagram Pengolahan Data Berikut penjelasan diagram alir pengolahan data :

1. Pansharpening

Dilakukan proses penggabungan citra pankromatik dengan multispektral untuk menghasilkan citra resolusi sangat tinggi yang mempunyai warna untuk mempermudah identifikasi dalam peletakan titik GCP dan ICP.

2. Pembuatan desain GCP dan ICP

Pembuatan jaring dilakukan dengan menempatkan titik-titik yang akan dijadikan sebagai GCP dan ICP. Terdapat 12 GCP dan 16 ICP yang menyebar merata dalam satu scene citra.

3. Perhitungan SoF

SoF (Strength of Figure) bertujuan untuk mengetahui kekuatan geometri (bentuk) suatu jaring. Nilai SoF yang semakin kecil menunjukkan bahwa desain jaring semakin kuat. Titik kontrol dari jaring tersebut, kemudian digunakan untuk koreksi geometrik.

(21)

4. Survei Lapangan

Dalam survei lapangan dilakukan pengukuran titik-titik GCP dan ICP menggunakan GPS geodetik, kemudian didapatkan koordinat GCP dan ICP yang nantinya digunakan untuk proses rektifikasi.

5. Rektifikasi

Pada tahap rektifikasi dilakukan pengolahan data menggunakan perangkat lunak pengolah citra dengan menggunakan metode Rational Polynomial Coefficient (RPC) dan data hasil pengukuran Ground Control Point (GCP). Dalam rektifikasi diperlukan GCP guna menghubungkan sistem koordinat citra dengan koordinat tanah. Rektifikasi berguna untuk mengoreksi citra satelit dari kesalahan-kesalahan geometrik yang toleransi kesalahannya dapat dilihat dari nilai RMSE ≤ 1,5 piksel.

6. Uji Ketelitian Horizontal

Uji ketelitian Horizontal ini menggunakan perhitungan RMSE dan CE90 dari koordinat titik ICP yang telah dibuat dan yang akan menjadi penentu skala dan kelas pada peta yang dihasilkan.

7. Cropping Area

Citra satelit yang telah terrektifikasi kemudian dipotong berdasarkan ukuran wilayah yang sesuai menggunakan batas administrasi dari Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:25000.

4.3.3 Diagram Alir Pembuatan Peta Dasar RDTR

Gambar 4.4. Diagram Pembuatan Peta Dasar RDTR

Berikut merupakan penjelasan dari tahapan/ diagram alir Pembuatan Peta Dasar RDTR:

1. Data yang digunakan adalah citra tegak Pleiades Kecamatan Mojosari 2. Digitasi

Digitasi berdasarkan interpretasi citra untuk menghasilkan data file dengan format (.shp) yang dilakukan dengan software ArcGIS. Hasil yang didapatkan berupa 5 unsur penting dalam pembuatan peta dasar yang meliputi:

1) Penggunaan lahan eksisiting (poligon)

(22)

2) Perairan (poligon dan garis) 3) Bangunan (poligon)

4) Jaringan Jalan (poligon dan garis) 5) Toponimi (point)

3. Topologi

Topologi dilakukan setelah semua proses digitasi unsur peta dasar telah diselesaikan, topologi ini bertujuan untuk mengkoreksi kesalahan yang terjadi dalam proses digitasi peta dasar. Dalam proses topologi ini dilakukan sesuai dengan aturan dan formulir QC Topologi Check dan Atribut Data (Lampiran 2) Draf Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang sumber dari BIG tahun 2017.

Sehingga hasil yang didapatkan tidak memiliki kesalahan.

4. Input Atribut

Pengisian atribut peta dasar ini dilakukan dengan mengisi database file (.shp) hasil digitasi citra sesuai pedoman pengisian yang telah diatur oleh BIG seperti yang ditunjukkan pada Lampiran 2 tentang formulir QC Topologi Check dan Atribut Data.

Adapun atribut yang diperhatikan antara lain : 1) Nama jalan

2) Nama bangunan 3) Kelas penutup lahan 4) Nama sungai

5) Nama perairan 6) Nama landmark 7) Nama desa 8) Batas kecamatan 5. Batas Administrasi

Batas administrasi yang digunakan yaitu batas administrasi dari BAPPEDA Kabupaten Mojokerto dengan skala 1:5000.

6. Layouting

Layouting dilakukan pada hasil digitasi yang menampilkan batas administrasi, perairan, jaringan jalan, bangunan, tutupan lahan dan toponimi sesuai Draf Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang sumber dari BIG tahun 2017 sehingga didapat peta dasar RDTR Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

(23)

5.1 Jadwal Pekerjaan

BAB V

JADWAL DAN ANGGARAN BIAYA

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini diperkirakan selesai dalam waktu 6 bulan dengan jadwal pelaksanaan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.1 Jadwal Pekerjaan No

. Jenis Kegiatan

Bulan ke- 1

Bulan ke- 2

Bulan ke- 3

Bulan ke- 4

Bulan ke- 5

Bulan ke- 6

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Identifikasi Masalah

2. Studi Literatur

3.

Pengu mpulan Data

Citra Pleiades Data Vektor RBI 1:25.000

Koordinat GCP

dan ICP

Pengol

ahan Data

Pansharpening Desain titik GCP dan ICP

Rektifikasi

Uji Ketelitian Pembuatan peta dasar RDTR

5. Analisis Data

6. Penyusunan Laporan

5.2 Anggaran Biaya

Rincian dana yang diperlukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 5.1. Total Anggaran Biaya

No. Jenis Pengeluaran Biaya

1 Peralatan Penunjang Rp 28,500,000.00

2 Bahan Habis Pakai Rp 6,000,000.00

3 Konsumsi, Transportasi, dan Akomodasi Rp 18,000,000.00

4 Lain-lain Rp 7,500,000.00

Total Rp 60,000,000.00

Tabel 5.2. Rincian Anggaran Biaya

PERALATAN PENUNJANG No

.

Material Justifikasi Pemakaian

Kuantitas Harga Satuan Jumlah 1 GPS Geodetik Pengukuran Titik

GCP dan ICP

3 Rp 6,000,000.00 Rp 18,000,000.00

(24)

2 Kamera Dokumentasi 3 Rp 2,500,000.00 Rp 7,500,000.00 3 Harddisk Penyimpanan data 2 Terra Rp 1,500,000.00 Rp 3,000,000.00

Subtotal Rp 28,500,000.00

BAHAN HABIS PAKAI No

.

Material Justifikasi Pemakaian

Kuantitas Harga Satuan Jumlah 1 Citra Satelit

Resolusi Tinggi (Pleiades)

Pengolahan Data 1 scene Rp 4,500,000.00 Rp 4,500,000.00

2 Peta Administrasi

Sebagai referensi pembuatan peta tentatif

2 sheet Rp 500,000.00 Rp 1,000,000.00

3 Kertas HVS Mencatat dan mencetak proposal/laporan

1 rim Rp 50,000.00 Rp 50,000.00

4 Bolpoin Alat tulis kantor 10 Rp 5,000.00 Rp 50,000.00

5 Tinta Print Alat tulis kantor 4 Rp 100,000.00 Rp 400,000.00

Subtotal Rp 6,000,000.00

KONSUMSI, TRANSPORTASI DAN AKOMODASI

No .

Kegiatan Justifikasi Kegiatan

Kuantitas Harga Satuan Jumlah 1 Transportasi

dari Jurusan ke Tempat Penelitian

Transportasi penelitian

3 x 2 Rp 500,000.00 Rp 3,000,000.00

2 Akomodasi di Tempat Penelitian

Akomodasi penelitian

6 Rp 300,000.00 Rp 1,800,000.00

3 Gaji Surveyor Pengambilan Data GCP dan ICP

6 Rp 500,000.00 Rp 3,000,000.00

4 Konsumsi surveyor

Biaya Konsumsi surveyor

(3 x 2) x 6 Rp 200,000.00 Rp 7,200,000.00 5 Konsumsi

seminar

Biaya Konsumsi Seminar

100 200, 30,000.00 Rp Rp 3,000,000.00

Subtotal Rp 18,000,000.00

LAIN-LAIN No

.

Kegiatan Justifikasi Pemakaian

Kuantitas Harga Satuan Jumlah 1 Print

Proposal, Laporan Kemajuan, dan Laporan akhir

Cetak Proposal dan Laporan

4 x 3 Rp 25,000.00 Rp 300,000.00

2 Cetak Peta Publikasi 4 Rp 300,000.00 Rp 1,200,000.00

3 Cetak Banner dan Spanduk

Untuk Publikasi Program

2 Rp 250,000.00 Rp 500,000.00

4 Publikasi Ilmiah / Seminar

Seminar Hasil Penelitian

1 Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00

5 Fotokopi Laporan Akhir

Laporan Akhir sebagai Bahan Seminar

100 Rp 20,000.00 Rp 2,000,000.00

6 Internet Studi Literatur, upload proposal, dan laporan

5 Rp 300,00.00 Rp 1,500,000.00

(25)

Subtotal Rp 7,500,000.00

(26)

7 Internet Studi Literatur, upload proposal, dan laporan

5 Rp 200,000.00 Rp 1,000,000.00

Subtotal Rp 7,020,000.00

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H. Z. (2006). PENENTUAN POSISI DENGAN GPS DAN APLIKASINYA. Jakarta:

PT. Pradnya Paramita

Aftriana, Careca Virma. 2013. ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN BANTUAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH. Semarang : Jurusan Geografi, Universitas Negeri Semarang

Albab, Muh Zaki Ulil. 2014. KAJIAN CITRA QUICKBIRD UNTUK PELACAKAN BATAS WILAYAH SECARA KARTOMETRIK (Studi Kasus : Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur). Semarang : Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Unversitas SDiponegoro

Baihaqi, Isfandar M. ASPEK PERPETAAN UNTUK PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR). Bogor : Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG)

Badan Informasi Geospasial. 2016. MODUL VALIDASI PETA RENCANA TATA RUANG.

Bogor: Badan Informasi Geospasial.

Badan Informasi Geospasial. 2017. DRAFT MODUL VALIDASI PETA RENCANA TATA RUANG. BOGOR : BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

Badan Pusat Statistika. 2019. KECAMATAN MOJOSARI DALAM ANGKA 2019.

Mojokerto : Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Hartati, Sri. 2009. APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK ILMU KEBUMIAN.

BANDUNG. Bandung : Institut Teknologi Bandung

Hasyim, A. 2009. MENENTUKAN TITIK KONTROL TANAH (GCP) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK GPS DAN CITRA SATELIT UNTUK PERENCANAAN PERKOTAAN. Surabaya: Institut Teknolohi Sepuluh Nopember.

Jaya INS. 2010. ANALISIS CITRA DIGITAL PERSPEKTIF PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Kusuma, Mashita Enggar. Yanto Budisusanto. 2015. APLIKASI GOOGLE MAPS API DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PARIWISATA BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO).

Surabaya : Teknik Geomatika, ITS

Jaelani, L. M. (2018). APPLIED REMOTE SENSING. Surabaya: Teknik Geomatika ITS.

LAPAN. 2015. RETRIEVED FROM PEREKAMAN BERULANG CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI PLEIADES. Jakarta : Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lillesand, Kiefer. 1990. PENGINDERAAN JAUH DAN INTERPRETASI CITRA.

Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Masykur, Fauzan. 2014. IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API DALAM PEMETAAN ASAL

MAHASISWA. Ponorogo : Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

(28)

Nabilah, Salwa. 2017. ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN ORTHOREKTIFIKASI CITRA PLEIADES DAN QUICKBIRD UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RENCANA DETAIL TATA RUANG TERBUKA HIJAU (Studi Kasus: Bagian Wilayah Perkotaan Tuban). Surabaya : Teknik Geomatika, ITS

Nurwauziyah, Iva. 2018. ANALISIS KETELITIAN GEOMETRIK CITRA SATELIT PLEIADES 1B DAN SPOT 6 UNTUK PEMBUATAN PETA DESA. Surabaya : Teknik Geomatika, ITS

Peraturan Kepala BIG. 2014. PEDOMAN TEKNIS KETELITIAN PETA DASAR. Bogor : BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

Peraturan Kepala BIG. 2014. TATA CARA PENGELOLAAN PETA RENCANA TATA RUANG. Bogor : BADAN INFORMASI GEOSPASIAL

PERDA Kabupaten Mojokerto. 2012. RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN MOJOKERTO TAHUN 2012–2032. Mojokerto : Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Purwadhi ISH. 2006. INTERPRETASI CITRA DIGITAL. Jakarta : PT. Gramedia

Pratama, Iman Tunas, Soesilo Zauhar, Mochammad Rozikin. 2018. PENENTUAN ALTERNATIF LOKASI IBUKOTA KABUPATEN MOJOKERTO BERDASARKAN STAKEHOLDER. Malang : Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik, Universitas Brawijaya

Raharja, Riyaya Tri. 2012. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Dengan Menggunakan Aplikasi Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis di Pesisir Kecamatan Sluke Kabupaten Remang Tahun 2004-2012. Surakarta : Universitas Muhammadiyah.

Sahliyah, Silvi Khilda. 2019. ANALISIS KETELITIAN ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI PLEIADES UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RENCANA DETAIL TATA RUANG (STUDI KASUS : KECAMATAN PALANG, TUBAN). Surabaya : Teknik Geomatika, ITS.

Santoso, Romario, Husnul Hidayat, Bangun Muljo Sukojo. 2017. ANALISIS KETELITIAN HORIZONTAL ORTHOREKTIFIKASI CITRA PLEIADES UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RDTR PESISIR (Studi Kasus : Kecamatan Semampir, Kota Surabaya).

Surabaya : Teknik Geomatika, ITS

Sutanto, 1986. PENGINDERAAN JAUH JILID I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press , 1994. PENGINDERAAN JAUH JILID II. Yogyakarta: Gadjah Mada University

Press.

Wijaya, Muhammad Handy Dwi. 2018. KEHIDUPAN SOSIAL SANTRI BEKAS MOLIMO DENGAN “GUS” DALAM JAMAAH TELULASAN (Studi Fenomenologi Pada Jamaah Telulasan di Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto). Malang : University of Muhammadiyah Malang

Wahid, Fathul, Yudha Widiatmoko. 2009. APLIKASI WEB DATA SPASIAL KEPENDUDUKAN INDONESIA DENGAN SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG). Yogyakarta : Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

(29)

Wibowo, Koko Mukti, Indra Kanedi, Juju Jumadi. 2015. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) MENENTUKAN LOKASI PERTAMBANGAN BATU BARA DI PROVINSI BENGKULU BERBASIS WEBSITE. Bengkulu : Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu

Puspita, Atik Indra. 2017. PEMBUATAN PETA SKALA 1:5000 SESUAI DENGAN PERATURAN KEPALA BIG NOMOR 16 TAHUN 2014 (Studi Kasus: BWP Lumajang, Kabupaten Lumajang). Surabaya : Teknik Geomatika, ITS

Yuwono, B. D, Ory Andrian Apsandi. 2018. Analisis Pengukuran GNSS Metode Statik Dengan Variasi Sampling Rate. Semarang : Departemen Teknik Geodesi-Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

(30)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Tim Peneliti 1. Ketua

a. Nama Lengkap : Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo, DEA, DESS b. NIP/NIDN : 195305271983031001/0027055309

c. Fungsional/Pangkat/Gol. : Profesor/Pembina Utama Madya/IV-D d. Bidang Keahlian : Penginderaan Jauh

e. Departemen/Fakultas : Teknik Geomatika/Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian

f. Alamat Rumah dan No. Telp. : Jl. Teknik Geodesi P-5 / 0315932370 g. Riwayat penelitian/pengabdian

Penelitian :

1. Analisis Ketelitian Orthorektifikasi Citra Pleiades Dan Quickbird Untuk Pembuatan Peta Dasar Rencana Detail Tata Ruang Terbuka Hijau Dalam Pembangunan Infrastruktur Data Spasial (Studi Kasus: Perkotaan Tuban) : Ketua

2. Kajian Ketelitian Planimetrik Pembuatan Peta Desa Skala 1:2000 Menggunakan Wahana Udara Tanpa Awak Tipe Rotary Wing (Studi Kasus Desa Kebonwaris, Kabupaten Pasuruan) : Ketua

Pengabdian :

1. Pemetaan Desa Skala 1:2500 Menggunakan DataOrtofto Wahana UAV di desa Kandangan, Kabupate Gresik : Ketua

2. Kegiatan Pegabdian kepada Masyarakat Penyelesaian Pelaksanaan Pembuatan Peta Dasar Kabupaten Tuban Skala 1:5000 Tahun 2018 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tuban : Ketua

3. Pembuatan Peta Desa Skala 1:2500 Menggunakan Data Ortofoto Wahana UAV di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto : Ketua

h. Publikasi :

1. Analysis of Accuracy Orthorectification Pleiades and QuickBird Imagery to Creation of Based Map of Detail Spatial Plan for Open Green Space (Case Study: Part of Tuban Urban Area)

2. Analysis of Orthorectification Accuracy of Pleiades and SPOT6 Images For Mapping Basic of RDTR Coastal Area (Case Study: District of Jenu, Tuban) i. Paten : -

j. Tugas Akhir :

1. Analisis Ketelitian Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Pleiades Untuk Pembuatan Peta Dasar Rencana Detail Tata Ruang (Studi Kasus:

Kecamatan Palang, Tuban)

2. Analisis Perbandingan Ketelitian Orthorektifikasi Citra Pleiades Dan Quickbird Untuk Pembuatan Peta Dasar Rencana Detail Tata Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Bagian Wilayah Perkotaan Tuban)

Tesis :

1. Study of potentials economic valuation of mangrove ecosystem for coastal communities using satellite imagery (case study: East Coastal Surabaya) 2. The analysis of Surface Temperature Anomalies at Arjuno-Welirang

Geothermal Prospects Using Multitemporal Thermal Infrared (TIR) Remote Sensing Data

Disertasi :

(31)

1. Estimation Algorithm of Sulfate Concentration at The Sea Surface Based On Landsat 8 OLI Data

2. Preliminary Study of Total Suspended Solid Distribution in Coastal Ujung Pangkah Gresik Based Reflectance Value of Landsat Satellite Imagery 2. Anggota 1

a. Nama Lengkap : Nurwatik, S.T., M.Sc

b. NIP/NIDN 1992201912079

c. Fungsional/Pangkat/Gol. : Dosen d. Bidang Keahlian : Geospasial

e. Departemen/Fakultas : Teknik Geomatika/Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian

f. Alamat Rumah dan No. Telp. : 081249886362 g. Riwayat penelitian/pengabdian

Penelitian :

1. Flood Evacuation Routes Mapping Based on Derived-Flood Impact Analysis From Landsat 8 Imagery Using Network Analyst Method.

2. A web-based Disaster Awareness System in Smart City Pengabdian :

1. Pemetaan Kedalaman Dasar Laut dan Potensi Pariwisata Pesisir Utara Pulau Jawa (Studi Kasus: Pantai Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik) h. Publikasi : -

i. Paten : -

j. Tugas Akhir : – Tesis : - Disertasi : – 3. Anggota 2

a. Nama Lengkap : Anak Agung Sagung Alit Widyastuty, ST.,MT

b. NIP : 0713087601

c. Fungsional/Pangkat/Gol : Lektor

d. Bidang Keahlian : Perancangan Kota

e. Departemen/Fakultas : Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

f. Alamat Rumah dan No. Telp : Jl. Sunan Giri I No. 6, Gresik, Jawa Timur (031- 8281181)

g. Riwayat penelitian/pengabdian Penelitian

1. Penataan Kawasan Be :

ndun g Gerak Sembayat di Kabupaten Gresik (anggota) 2. Korelasi Perubahan

Penataan Permukiman Pengabdian

Fisik Bali

:

Pola Permukiman dan Transformasi Konsep di Desa Kaba – Kaba Tabanan Bali

1. Pemetaan Home Industry di Desa Sedaurklagen Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.

h. Publikasi :

1. Upaya Penataan Kawasan Permukiman Kumuh (Studi Kasus Kelurahan Morokrembangan kota Surabaya : Ketua

i. Paten : -

j. Tugas Akhir :

1. Penataan Kawasan Bendung Gerak Sembayat di Kabupaten Gresik

(32)

Tesis :

1. Pemetaan Home Industry di Desa Sedaurklagen Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.

Disertasi :

1. Korelasi Perubahan Fisik Pola Permukiman dan Transformasi Konsep Penataan Permukiman Bali di Desa Kaba – Kaba Tabanan Bali 4. Anggota 3

a. Nama Lengkap : Ainayya Maffufah

b. NRP : 03311640000032

c. Fungsional/Pangkat/Gol : Mahasiswa

d. Bidang Keahlian : Penginderaan Jauh

e. Departemen/Fakultas : Teknik Geomatika, FTSPK

f. Alamat Rumah dan No. Telp : Jalan Gebang Kidul Gang Puskesmas No. 24, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur

5. Anggota 4

a. Nama Lengkap : Ilham Dwi Syafa’at

b. NRP : 03311640000020

c. Fungsional/Pangkat/Gol : Mahasiswa

d. Bidang Keahlian : Penginderaan Jauh

e. Departemen/Fakultas : Teknik Geomatika, FTSPK

f. Alamat Rumah dan No. Telp : Keputih Gang Makam blok C-08, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur

6. Anggota 5

a. Nama Lengkap : Maulana Kukuh Wicaksono

b. NRP : 03311640000089

c. Fungsional/Pangkat/Gol : Mahasiswa

d. Bidang Keahlian : Penginderaan Jauh

e. Departemen/Fakultas : Teknik Geomatika, FTSPK

f. Alamat Rumah dan No. Telp : Jl. Bhaskara Sari No. 69, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur

(33)

Lampiran 2. Komitmen Peneliti Mitra Perguruan Tinggi

(34)

DATA USULAN DAN PENGESAHAN PROPOSAL DANA LOKAL ITS 2020

1. Judul Penelitian

ANALISIS KETELITIAN GEOMETRIK CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI PLEIADES UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) (STUDI KASUS : KECAMATAN MOJOSARI, KABUPATEN MOJOKERTO)

Skema : PENELITIAN KEMITRAAN

Bidang Penelitian : Sains dan Teknologi Kelautan-Kebumian Topik Penelitian : Pemodelan Spasial

2. Identitas Pengusul Ketua Tim

Nama : Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS NIP : 195305271983031001

No Telp/HP : 081330617359

Laboratorium : Laboratorium Geospasial Departemen/Unit : Departemen Teknik Geomatika

Fakultas : Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian Anggota Tim

No Nama Lengkap Asal

Laboratorium Departemen/Unit Perguruan Tinggi/Instansi

1

Prof. Dr. Ir.

Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS

Laboratorium Geospasial

Departemen Teknik

Geomatika ITS

3. Jumlah Mahasiswa terlibat : 3 4. Sumber dan jumlah dana penelitian yang diusulkan

a. Dana Lokal ITS 2020 : 60.000.000,-

b. Sumber Lain : 0,-

Jumlah : 60.000.000,-

(35)

Tanggal Persetujuan

Nama Pimpinan

Pemberi Persetujuan

Jabatan Pemberi Persetujuan

Nama Unit Pemberi Persetujuan

QR-Code

08 Maret 2020

Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama

M.Sc., Ph.D.

Kepala Pusat

Penelitian/Kajian/Unggulan Iptek

SAINS DAN TEKNOLOGI KELAUTAN -

KEBUMIAN 08 Maret

2020

Agus Muhamad Hatta , ST, MSi,

Ph.D

Direktur

Direktorat Riset dan Pengabdian

Kepada Masyarakat

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Antena monopole yang dirancang dengan analisis elemen groundplane,elemengroundplane dibuat menyerupai struktur satelit yang berukuran 1U (10 x 10 x 10 cm)Teknik deployment

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rotifera dan Crustacea adalah zooplankton yang ditemukan di situ bekas galian pasir dan Rotifera merupakan jenis yang mendominasi.. Hal

7 Pengadaan bibit Pinang Hybrida Masyarakat Lesten 750 Btng Dinas Pertanian. 8 Bibit Pinang Hybrida Masyarakat Pasir Putih 10.000 Bibit

Data kepegawaian merupakan salah satu asset penting perusahaan salah satunya data gaji pegawai.Hampir semua perusahaan ataupun instansi pemerintah mempunyai data

Hasil diskusi dengan beberapa tim mengenai desain alternatif maskot “Rovid” yang sudah didigitalisasi mendapatkan evaluasi dan revisi pada karakter yang kedua yang berupa

1) Dalam dunia pendidikan aliran materialisme hanya berpusat pada guru dan tidak memberikan kebebasan kepada siswanya, baginya guru yang memiliki kekuasan untuk merancang dan

Dasar : Surat Keputusan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kesejahteran dan Sosial Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggran 2011 Nomor 118/PAN- DINKESOS/VIII/2011

Sejak Februari 2009, Fuad demikian sapaan akrab Choirul Fuad Yusuf menjadi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Departemen Agama.. Kepada IB di ruang kerjanya, lantai