• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA PERANCANGAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 28

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN

IV.1 ANALISA PERILAKU

PELAKU FUNGSI TUGAS / KEGIATAN

PENGELOLA 1. Direktur

2. Sekretaris

3. Bendahara

4. Administrasi

5. Staf Profesional

6. Koordinator Proyek

7. Fild manager

8. Staf pendaftaran

9. Ahli Medis

10. Psikolog

11. Ahli Spiritual

Penanggung jawab yayasan.

Menerima laporan dari staf dalam organisasi.

Memantau perkembangan yayasan

Bertanggung jawab terhadap kelangsungan seluruh kegiatan di yayasan.

Mendamping direktur dalam pekerjaanya.

Menulis dan mencatat tugas yang diberikan dari direktur.

Mengawasi dan memantau keluar masuk dana yayasan, bertanggung jawab dalam memberikan laporan keuangan.

Turut membantu dalam mencari dana untuk yayasan.

Memberikan laporan kegiatan dan data-data pengguna yayasan.

Bertanggung jawab dalam pencapaian informasi tertulis.

Memberikan konseling kepada pengunjung yang membutuhkan informasi.

Bertanggung jawab terhadap kerahasiaan identitas pengunjung.

Mengontrol seluruh kegiatan ODHA

Memberikan konsultasi di luar yayasan

Melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang telah ditentukan dalam program kunjungan kegiatan yayasan.

Bertanggung jawab terhadap kesuksesan pelaksanaan kegiatan di yayasan.

Turut berperan serta dalam melakukan kegiatan didalam ataupun di luar yayasan.

Mengurus pendaftaran ODHA yang ingin singgah di yayasan.

Melakukan pendataan (identitas) tentang ODHA yang ingin singgah di yayasan.

Memberikan konsultasi dan pengobatan khususnya di bidang medis.

Mengontrol kesehatan ODHA.

Memberikan konsultasi khususnya di bidang psikis.

Memberikan dukungan psikis, support kepada ODHA.

Memberikan konsultasi khususnya di bidang kebatinan.

Memberikan bimbingan spiritual kepada ODHA.

(2)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 29

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

12. Staf pembinaan

13. Pengelola Rumah singgah

14. Kosumsi

15. Security

16. Cleaning Service

Membina ODHA dalam melakukan kegiatan pelatihan dan ketrampilan selama di rumah singgah.

Mengontrol kelancaran tugas dalam rumah singgah.

Meliputi kebersihan, konsumsi dan keamanan rumah singgah.

Menyediakan minuman dan makanan untuk pengunjung, ODHA dan OHIDHA.

Menjaga keamanan, ketertiban dan mengawasi pengunjung yang tidak diinginkan.

Bertanggung jawab terhadap kebersihan seluruh ruangan di Yayasan.

ODHA

Berkosultasi

Melakukan kegiatan terapi, seperti terapi medis, terapi alam, terapi spiritual, terapi informasi & konseling, terapi kelompok dukungan.

Mengikuti pelatihan dan ketrampilan yang sudah disediakan oleh yayasan.

Ikut serta dalam kegiatan yayasan.

OHIDHA KK Membantu orang HIV-positif agar tidak merasa dikucilkan atau sendirian dalam menghadapi masalahnya.

Memberikan jalan untuk bertemu dengan orang lain dan mendapatkan teman.

Membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan mengenali kekuatan pribadi.

Meningkatkan sikap penerimaan dan pengertian, karena dalam kelompok dukungan kita bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang.

Menjadi Tempat untuk bertukar informasi, ide dan sumber daya. Misalnya mengenai layanan kesehatan yang ada bagi orang-orang HIV-positif atau tentang obat-obatan terbaru.

PENGUNJUNG Mencari Informasi Bertanya ke staf ahli tentang HIV AIDS.

Melihat galery tentang HIV AIDS dan ODHA.

Melihat galery karya ODHA.

Mendapat masukan dari staf yayasan.

(3)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 30

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.2 ANALISA KEGIATAN

Keterangan :

: Publik : Semi Publik : Private DATANG

Bekerja

Mencari Informasi

Berkonsultasi Terapi

Melakukan kegiatan Keterampilan dan

pelatihan

Melakukan Kegiatan Bersama Memberi dukungan

dan perhatian ke para ODHA

PULANG

Perpustakaan Galeri Internet

Keterangan garis :

: Aktifitas Pengelola.

: Pengunjung yang hanya mencari informasi.

: ODHA dari rekomendasi dokter atau kemauan sendiri.

: Keluarga ODHA.

: ODHA yang singgah.

: Kelompok dukungan (OHIDHA).

Ikut mengawasi kegiatan ODHA

(4)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 31

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.3 ANALISA KEBUTUHAN RUANG

FUNGSI PENGELOLA KELOMPOK

RUANG RUANG STANDAR

M2/ORG

JUMLAH

ORANG JUMLAH LUAS

M2 SUMBER

PIMPINAN YAYASAN

R. Direktur R. Sekretaris

12 9

2 1

1 1

24 9

SR NAD

PENGELOLA R. Bendahara R. Administrasi R. Staff pengelola

12 12 80

2 2 8

1 1 1

24 24 80

SR SR SR

PENUNJANG R. Arsip Toilet R. Rapat

6 15 32

- - 18

1 1 1

6 15 32

NAD SR NAD TOTAL 224 M2

FUNGSI PELAYANAN

KELOMPOK RUANG

RUANG STANDAR

M2/ORG

JUMLAH ORANG

JUMLAH LUAS M2

SUMBER

INFORMASI Lobby Reseptionist R. Tamu R. Tunggu R. Audiotorium Perpustakaan Cafe Internet Galery Umum

Galery hasil karya ODHA

2 4 2 16 0.5 2 3 240 240

50 2 5 5 200

50 15 40 40

1 1 1 1 1 1 1 1 1

100 8 10 16 100 100 45 240 240

NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

TERAPI

MEDIS KLINIK KELUARGA

R. Tunggu dan lobby R. Konsultasi Dokter dan nutrisi

R. Periksa R. poli gigi R. Poli jiwa

R. Dokter spesialis penyakit dalam

R. Periksa & cek darah WC / Toilet

2 12 15 20 15 25

12.96 15

20 3

3 3 3 3 1

-

1 1 1 1 1 1

1 -

40 12 15 20 15 25

12.96 NAD

SR NAD NAD NAD SR

NAD

(5)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 32

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

KLINIK REMAJA R. Tunggu dan lobby R. Konsultasi Dokter dan nutrisi

R. Periksa R. poli gigi R. Poli jiwa

R. Dokter spesialis penyakit dalam

R. Periksa & cek darah WC/ toilet

2 12 15 20 15 25

12.96 15

20 3 3 3 3 1

- -

1 1 1 1 1 1

1 -

40

12 15 20 15 25

12.96 15

NAD DMF NAD NAD NAD SR NAD NAD

NAD NAD TERAPI

SPIRITUAL R. bersama

R. Psikolog Spiritual R. Tamu

18 2 2

1 2 4

1 1 1

18 4 8

SR NAD NAD

TERAPI KELOMPOK DUKUNGAN

R. Diskusi R. Bersama Amphitheater

2 1.5 0.5

10 30

100

1 1 1

20 45 50

NAD NAD NAD

TERAPI

INFORMASI R. Tamu R. Konsultasi

1.5 2

2 2

1 1

3 4

NAD NAD

TERAPI FISIK R. Refleksi R. Massage R. Fitness R. Senam R.yoga R. Ganti Toilet

12.96

21 54 36 24 4 18

6 6 16 15 - 1

1 1 1 1 1 2

12.96 21 54 36 24 8 18

SR SR SR SR SR SR SR

PENUNJANG Toilet wanita Kantin Toko Apotik

15 4 12 50

- 50

- 20

1 1 2 1

15 200

24 50

SR

SR ASM ASM TOTAL 1818.88 M2

FUNGSI PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN

KELOMPOK

RUANG RUANG STANDAR

M2/ORG

JUMLAH

ORANG JUMLAH LUAS

M2 SUMBER

PENDIDIKAN Kelas Pelatihan Public 32.5 19 4 130 SR

(6)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 33

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA Speaking

R. Buku 12 - 1 12 SR

PEMBINAAN R. Staf Pembinaan ODHA

10 - 1 10 NAD

KEROHANIAN Musholah 2 50 1 100 NAD

PENDIDIKAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

R. Keterampilan Menjahit

R. Keterampilan salon R. kerajinan tangan R. Studio musik Sanggar lukis

1 12

2 4 4

20 - 15 10 20

1 1 1 2 1

20 12 30 45 80

NAD NAD SR SR SR

PENUNJANG Gudang Toilet

20 15

- -

2 2

40 30

NAD SR TOTAL 509 M2

KELOMPOK RUANG

RUANG STANDAR M2/ORG

JUMLAH ORANG

JUMLAH LUAS SUMBER

INSTALASI GIZI

Gudang Kering Gudang Basah Toilet/WC Tempat sampah R. Cuci

R. masak R. Saji Loading dock

9 9 12

4 12 60 9 11.96

- - - - - - - -

1 1 1 1 1 1 1 1

9 9 12

4 20 60 9 11.96

Depkes Depkes NAD Depkes Depkes

SR SR NAD FUNGSI SERVICE

(7)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 34

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

PERAWATAN GEDUNG

R. Staff Perawatan gedung

Gudang alat KM/WC Pantry

6

30 6 9

6

- 1 -

1

1 1 1

36

30 6 9

ASM

ASM NAD SR

TOTAL 215.96 M2

Kebutuhan Luasan Ruang Luar

RUANG STANDARD

M2

JUMLAH ORG/ORG

JUMLAH RUANG

LUAS SUMBER

Kolam ikan Gudang

16 6

- -

6 1

96 6

NAD NAD

Pelatihan berkebun

- - - 100 SR

L. Bulutangkis L. Tennis

6.1x13.4 11x23.76

- 2

1

81.74 253

NAD NAD

Gazebo 16 4 4 64 SR

Taman bermain 0.5 100 1 50 TSS

LUAS SUB TOTAL 650.74 m2

Taman 40% 260.3 m2

Sirkulasi 20% 130.15 m2 TOTAL 1041.19 m2

Kebutuhan luas lahan parkir yang disediakan (pengunjung) 1 mobil = 5 orang

Untuk mobil = 20 mobil x 12.5 = 250 m2

(8)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 35

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA Untuk motor = 75 motor x 2.5 = 187.5m2 +

= 437.5 m2

Parkir staff

10 mobil : 10 x 12.5 = 125 m2

Keterangan :

NAD : Neufert Architect’s Data Depkes : Departemen Kesehatan

SR : Study Ruang

Jumlah total keseluruhan : 5621.186 m2 Sirkulasi : 20% x 5621.186 = 1124.24 m2 Total seluruh : 6745.43m2

Jumlah luas total parkiran : 562.5 m2 Luas lahan : 10.000 m2

KDB : 40%

KLB : 1.2

(9)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 36

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.4 ANALISA ORGANISASI RUANG

Lobby

R. Pengelola

R. Informasi

R. Staf Pengelola R. Administrasi R.Kepala Yayasan

Entrance

R. Galeri

R. Internet

R. Galeri umum

R. Galeri Hasil Karya

R. Perpustakaan

R. kunjungan

R. Rapat

R. Pendidikan Dan Pelatihan

R. Service Amphitheater

R. Bersama

R. Genset R. Dapur

R. Terapi

Keterangan : : Publik : Semipublik : Private

(10)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 37

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.5 ANALISA MACAM – MACAM TERAPI

Dalam kamus Bahasa Indonesia, definisi terapi adalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit tidak disebut usaha medis dan juga tidak disebut menyembuhkan penyakit.

Berdasarkan wawancara penulis dengan ahli kesehatan (dokter), psikolog, ODHA dan OHIDHA, maka jenis- jenis terapi yang disediakan untuk ODHA di bangunan ini, yaitu:

1. Terapi Informasi ( Terapi Pertama, Utama)

Terapi informasi bukan sekedar pengetahuan. Contoh seseorang yang baru di tes HIV dan hasilnya ternyata positif. Setelah lewat masa terkejut (shock) banyak pertanyaan yang muncul. Informasi akan mengobati ketidak pahaman itu, bukan obat, bukan pula pengobatan medis yang akan menolongnya.

Dari informasi dapat mengurangi depresi, memulihkan dan menyelamatkan jiwa.

Ketakutan yang buruk adanya virus HIV ditubuh akan menimbulkan stres, dari stres itu dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya, bila kekebalan tubuh turun maka penyakit akan mudah datang. Untuk itu pertolongan pertama yaitu informasi yang jelas dan tepat untuk ODHA adalah jawabannya.

2. Terapi Spiritual

Merupakan perbaikan kekebalan tubuh akibat keadaan psikis yang baik melalui jalur syaraf, hal ini merupakan keberhasilan dari salah satu keberhasilan pengobatan spiritual.

Pendekatan ini menempatkan kembali pengobatan spiritual sebagai salah satu cara pengobatan dalam upaya penyembuhan penderita HIV.

Dalam agama juga terdapat kegiatan spiritual untuk penyembuhan baik yang dibimbing oleh rohaniawan maupun di lakukan sendiri. ODHA dapat memilih untuk menjalankan pengobatan spiritual yang sesuai dengan agamanya.

(11)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 38

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA 3. Terapi Alam

Sehat alami yaitu sehat rohani dan jasmani yang diupayakan sendiri secara alami.

Potensi alam dan potensi manusia yang dapat dimanfaatkan antara lain : - Udara segar - Bunyi - Istirahat - Air bersih - Warna - Doa - Sinar matahari - Makanan & minuman - Pijat

- Tumbuh-tumbuhan - Gerak fisik - Semangat hidup - Bau-bauan - Berpuasa - Kasih sayang Terapi alam merupakan terapi yang paling murah, sebab semuanya dapat kita dapati secara cuma-cuma dari alam.

4. Terapi Medis

Merupakan sebuah tindakan cepat dalam mengatasi penyakit yang disebabkan oleh semakin lemahnya daya kekuatan tubuh yang diakibatkan oleh virus. Hal ini dapat diatasi dengan beberapa pemeriksaan diantaranya yaitu pemeriksaan urine serta kondisi tubuh yang kurang baik. Jika keadaan tubuh semakin menurun maka segera diterapkan terapi obat ARV yang berfungsi sebagai pengembalian daya tahan tubuh ODHA. Bila penyakit semakin parah maka ODHA akan di bawa segera ke rumah sakit yang mempunyai rujukan untuk ODHA.

5. Terapi Fisik

Upaya yang bisa dijadikan alternatif pelengkap dalam upaya memperbaiki disfungsi yang berkaitan dengan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Jenis terapi pada terapi fisik ini yaitu terapi makanan ( memperhatikan makanan yang dimakan dan memperhatikan pola makan) dan terapi fisik (misalnya olahraga yang diyakini dapat meningkatkan kadar kortisol yang berperan sebagai produksi sel kekebalan tubuh.

6. Terapi Kelompok Dukungan

HIV AIDS memunculkan berbagai masalah pribadi dan pertanyaan yang sulit terjawab, seperti soal kesehatan, keuangan, kematian, perkawinan, seks, anak dan lain-lain. Prasangka buruk dan diskriminasi dari orang lain dapat menimbulkan tekanan. Dari berbagai alasan itu, banyak ODHA yang berkeinginan untuk kenal orang lain yang juga HIV-positif. Ada keinginan untuk berbagi pengalaman, mengurangi rasa terkucil dan mencari dukungan emosial.

(12)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 39

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

Peranan kelompok dukungan adalah menciptakan suasana nyaman dan terjaga kerahasiaannya, sehingga orang HIV-positif berkesempatan untuk berkenalan, berbicara secara terbuka, didengarkan dan mendapatkan dukungan. Dalam kelompok dukungan tidak ada benar dan salah, lebih tinggi dan rendah kedudukannya, para anggota didorong untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. Kegiatan pada terapi kelompok dukungan ini adalah berdiskusi, sharing, merenung, berkampanye, olahraga bersama, dan lain-lain.

IV.6 ANALISA LOKASI TAPAK

Lokasi Tapak Analisa

Berdasarkan ketentuan dari Dinas Tata Kota DKI Jakarta maka lokasi tersebut memiliki aturan sebagai berikut :

Lokasi tapak : Jalan Fajar Baru Utara, Cengkareng, Jakarta-Barat.

Peruntukan lahan : Fasilitas umum Luas lahan : +1 ha KDB : 40%

KLB : 1,2 GSB : 8 Tinggi max : 3 lantai

Analisa Lingkungan Sekitar

Batas – batas Tapak :

 Selatan : Lahan Kosong

 Timur : RSUD Cengkareng

 Utara : Delta Spa n Health Club

 Barat : Rukan Taman Palem Image 1

Jalan ini sepi kendaraan, hanya beberapa saja kendaraan yang berlalu lalang. Dan jalan ini berbatasan lahan kosong dekat Uiversitas Satyagama. Lebar jalan 8 meter dan cukup penghijauan.

Image 2

Di bagian selatan tapak masih terdapat lahan kosong yang hjau

Image 3

Banyak tanaman dan pepohonan yang ditanam disepanjang bahu jalan sehingga kondisi jalan terlihat hijau dan sejuk. Dan juga intensitas kendaraan yang berlalu lalang sedikit.

Image 4

Image RSUD Cengkareng yang bersebelahan dengan tapak. Kondisi rumah sakit ini cukup bersih dan hijau.

Image 5

Merupakan kondisi jalan di utara RSUD Cengkareng, jalanan ini memiliki lebar 8 meter, dengan sirkulasi kendaraan 2 arah. Disepanjang jalan ini sudah ada penghijauan namun kurang rindang.

n

1 2 3

4

5 6

6 6

7 7

n

(13)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 40

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

Image 6

Merupakan bangunan Delta Health and Spa Club, bangunan ini terletak didepan site.

Image 7

Terdapat mal Taman Palem didekat lokasi.

IV.6.1 Analisa Orientasi Matahari Pada Tapak

Orientasi Matahari Analisa

Area tapak dilalui sinar matahari dari jam 6.00 am sampai jam 6.00 pm.

Area Barat dan Timur akan lebih banyak terkena sinar matahari. Namun di sebelah timur terhalang oleh gedung RSUD Cengkareng

Matahari berorientasi dari barat ke timur dengan melitasi tapak.

Orientasi Matahari Tanggapan

Pagi hari dengan suhu udara yang rendah menuju siang, suhu udara yang tinggi akan dinetralkan dengan perletakan pepohonan yang banyak yang berfungsi untuk menetralisasikan suhu sekitar tapak.

Arah bangunan sebaiknya menghindarkan menghadap langsung ke arah barat dan timur hal ini agar tidak terkena sinar matahari langsung.

Untuk area Barat dan Timur tapak akan diletakkan banyak penyaring sinar matahari yaitu dengan pepohonan dan massa bangunan yang akan diterapkan dengan penggunaan sun screen yang akan membiaskan matahari.

n

n

(14)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 41

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.6.2 Analisa Orientasi Bangunan Pada Tapak

ANALISA ORIENTASI BANGUNAN Analisa

Bentuk bangunan mengikuti bentuk-bentuk bangunan sekitar.

Bentuk massa bangunan akan menyesuaikan dengan bentuk tapak tetapi bentuk massa bangunan akan dipecah menjadi massa bangunan majemuk agar semua area mendapatkan view yang baik, sirkulasi udara dan sinar matahari yang merata hingga ke seluruh ruangan.

Arah bangunan menghadap jalan yang banyak di lalui kendaraan, hal ini dikarena bangunan merupakan bangunan informasi, sehingga membutuhkan arah yang mudah dilihat oleh masyarakat.

IV.6.3 Analisa Kebisingan Pada Tapak

Kebisingan Analisa

Kebisingan tinggi pada area utara dan barat, karena banyak kendaraan yang berlalu lalang.

Area selatan tapak cukup tenang karena terdapat lahan kosong, namun terdapat jalan yang dilalui kendaraan tetapi tingkat kebisingannya rendah sebab jarang dilalui kendaraan.

Bagian timur merupakan area yang tingkat kebisingannya sangat rendah sebab tidak dilalui kendaraan.

Tanggapan :

Pada bagian utara dan barat tapak akan dizoningkan untuk entrance dengan pemanfaatan taman dan pohon-pohon sebagai pengurang kebisingan dan polusi yang diakibatkan oleh kendaraan dari jalur kendaraan didepannya.

Pada bagian selatan tapak keadaan jalan cukup hijau sehingga tidak usah ditanam terlalu banyak pohon.

Bagian timur tapak merupakan area dibelakang RSUD. Area ini tenang sehingga cocok untuk area private.

: Kebisingan tinggi : Kebisingan sedang : Kebisingan rendah

n

(15)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 42

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA

IV.7.4 Analisa Sirkulasi Kendaraan Pada Tapak

SIRKULASI KENDARAAN Analisa

Dari arah barat sirkulasi kendaraan mempunyai dua jalur kendaraan dengan lebar jalan masing- masing 12 meter dan dipisahkan oleh kali.

dari arah utara tapak sirkulasi kendaraan juga mempunyai dua jalur kendaraan namun ditengahnya terdapat taman dan sungai. Lebar jalan yaitu 12 meter. Dengan intensitas kendaraan tinggi.

Kondisi jalan disekitar tapak menggunakan aspal dengan kondisi baik.

Kurangnya penunjuk arah pada area site.

Tanggapan

Intensitas kendaraan tinggi menimbulkan polusi yang tinggi pula untuk itu perlu tanaman dan pohon sebagai buffer pada tapak.

Kondisi jalan sudah cukup baik karena jalannya sudah menggunakan aspal.

Penunjuk jalan akan dilengkapi sehingga pengunjung tidak akan berputar – putar untuk menuju tempat tujuan.

IV.7.5 Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki Pada Tapak

Sirkulasi Pejalan Kaki Analisa

Sirkulasi area nomor 1 :

Sudah tersedia trotoar selebar 3 meter untuk pejalan kaki.

Penghijauan kurang Sirkulasi area nomor 2 :

Sudah tersedia trotoar untuk pejalan kaki selebar 3 meter.

Penghijauan cukup

TANGGAPAN

Pada area no.1 kurang adanya penghijauan sehingga perlu ditambahkan area hijau (pohon) untuk pejalan kaki .

Pada no. 2 fasilitas pejalan kaki sudah cukup baik karena kondisi area hijau banyak sehingga dapat memberi kenyamanan pejalan kaki.

1 2

n n

(16)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 43

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA IV.7.6 Analisa Potensi Tapak

IV.8 SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

FAKTOR PENENTU PERTIMBANGAN KETERANGAN

Kondisi Fisik Tapak

 Daya dukung tanah

 Kedalaman tanah keras

 Ketinggian muka air tanah

 Menentukan sistem struktur bawah

Ketinggian Bangunan  Beban dari struktur atas

 Kekakuan dan kekuatan bangunan dari gaya lateral

 Menentukan struktur bawah dan atas

Faktor Teknis  Kekuatan, kekakuan dan kestabilan.

 Menentukan sistem struktur bawah dan atas

Faktor Ekonomis  Pemeliharaan bangunan

 Kemudahan pelaksanaan  Menentukan sistem struktur bawah dan atas

Faktor Penentuan Sistem Struktur

Struktur atas

Bagian dari struktur yang berfungsi menyalurkan beban / gaya dari atasnya dan disalurkan ke pondasi.

NO JENIS ATAP KEUNTUNGAN KERUGIAN

1 Kayu  Alami, estetika baik

 Mudah dan murah didapat

 Struktur ringan

 Pengerjaan mudah

 Daya pikul terbatas

 Perlu perawatan intensif untuk menjaga keutuhannya

 Bentangan terbatas

 Mudah terbakar

2 Baja  Daya pikul besar

 Pelaksanaannya cepat

 Dapat dipesan sesuai kebutuhan

 Mampu menahan beban vertikal dan horizontal

 Sulit didapat

 Bahannya relatif mahal

 Membutuhkan tenaga ahli dan alat berat dalam

pengerjaannya

 Pemakaian besar

 Tidak tahan lama 3 Beton bertulang  Kuat dan tahan lama

 Mampu memikul gaya tarik dan tekan

 Dapat diterapkan dalam semua kondisi

 Bentangan maksimal

 Tahan terhadap api

 Lebih berat

 Pengerjaannya relatiflama

 Nilai estetik kurang

Potensi bagian selatan tapak masih hijau dan bersih dan juga kendaraan yang berlalu lalang sedikit. Sehingga bagian ini cocok untuk penzoningan area private atau semi private.

Tapak bersebelahan dengan rumah sakit, sehingga bila ODHA sakit dan butuh pertolongan yang lebih lanjut dapat langsung dibawa ke rumah sakit.

Tapak selalu dilintasi oleh matahari sehingga sinar matahari dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk sumber energi pada bangunan.

Lokasi tapak tidak berada di pinggir jalan raya, sehingga tapak tidak terlalu berisik dan polusi udara tidak banyak.

Terdapat banyak angkutan kota (B.14, B.06, mikrolet M13, dan kendaraaan umum plat hitam) yang melintasi jalan raya Kamal (depan Universitas Satyagama) sehingga mudah dalam pencapaian ke tapak.

Lokasi tapak strategis, dapat dilalui dari mal Taman Palem dan dari Universitas Satyagama.

SITE PLAN

n U

(17)

Dewi Purbo Retno (41206010023) 44

Tempat Informasi HIV AIDS serta Komunitas ODHA dan OHIDHA Struktur bawah

Bagian struktur yang langsung berhubungan dengan tanah, berfungsi sebagai pemikul beban bangunan, meneruskan dan membagi rata ke atas lapisan tanah keras.

NO JENIS PONDASI KEUNTUNGAN KERUGIAN 1 Batu Kali  Pengerjaan mudah

 Bahan relatif murah

 Dampak

pemasangannya tidak merusak lingkungan

 Daya pikul relatif kecil

 Tidak baik untuk tanah lunak

2 Tiang Pancang  Daya pikul besar

 Pelaksanaannya cepat

 Dapat dipesan sesuai kebutuhan

 Mampu menahan beban vertikal dan horizontal

 Pemasangannya dapat menggangu lingkungan

 Bahannya relatif mahal

 Perlu alat berat

 Memerlukan ruang yang luas

3 Setempat/Tapak  Daya pikul besar

 Bahan relatif murah dan mudah didapat

 Pelaksanaan tidak memerlukan alat berat

 Dapat diterapkan di semua kondisi tanah

 Lebih ringan daya pikulnya dibanding dengan tiang pancang

 Daya dukung tanahnya harus kuat.

1) Air hujan

Air hujan masuk ke pipa talang yang ada pada atap kemudian disalurkan lewat pipa vertikal untuk masuk ke bak kontrol. Dari bak kontrol disalurkan ke saluran kota atau saluran air hujan.

IV.9 PENANGGULANGAN SAMPAH

SISTEM KELEBIHAN KEKURANGAN

Shaft sampah

 Lebih praktis karena dibuang langsung dari setiap lantai dan ditampung di bak penampungan sampah

 Tidak memerlukan pekerja ekstra

 Membutuhkan saluran khusus yang dilalui sampah dari lantai hunian ke penampungan di bawah.

Ditampung

 Tidak membutuhkan saluran atau shaft sampah

 Dapat dibedakan sesuai jenis sampah kering atau sampah basah

 Menggunakan tenaga kerja ekstra untuk mengambil sampah pada setiap unitnya.

 Dapat menimbulkan bau karena sampah sempat tertahan dilantai hunian.

(1) (2)

Gambar 4.17 (1)Barcode-Trashscan (2)Jenis Tempat Sampah Basah dan Kering

Referensi

Dokumen terkait

9.4.1 Program ini dilaksanakan untuk berkongsi kemahiran, pengetahuan dan pengalaman di antara UPM dan agensi yang terlibat, selain untuk mewujudkan hubungan kerjasama di

Bahan baku yang digunakan pada industri metil metakrilat masih sangat terbatas di Indonesia sehingga pasokan kebutuhan bahan baku masih kurang memadai,

Menurut FI edisi IV krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Secara tradisional

Target PPM ini adalah 40 guru TK yang diharapkan dapat menguasai dengan baik dan benar pengetahuan tentang bahan tambahan pada makanan/ minuman dan dampaknya

Thus, it is important for them to maintain a certain quality of service they provide through effective communication with staff, the encouragement of good work

Hasil penelitian ini diharapkan sistem informasi pengurusan formulir akademik untuk pengajuan izin belajar dan tinggal bagi mahasiswa asing di Indonesia studi kasus

mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalah yang berhubungan dengan tugas keprotokolan, pelayanan

Dengan begitu, bisa disimpulkan dari variabel kualitas pelayanan dan fasilitas mempengaruhi kepuasan konsumen dari hipotesis ketiga mengutarakan “Kualitas pelayanan