1
EFEKTIVITAS LATIHAN ZUMBA TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA EFFECTIVITY ZUMBA WORKOUT TOWARDS TRIGLISERIDE LEVELS
Vika Jati Awaliyah1, Ratna Indriawati2
1.
Program Pendidikan Dokter 2012, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Email: [email protected]2. Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Dyslipidemia is a lipid metabolism disorder characterized by an increase or decrease of plasma lipid fractions. A type of dyslipidemia usually are hypercholesterolemia and hypertriglyceridemia. Hypertrigliseridemia is a high levels of trigliseride in the blood more than 200 mg/dl (2.3 mmol/L) while normal levels are below 150 mg/dl (under 1,7mmol/L).
Hypertriglyceridemia increase the risk of cardiovascular disease, stroke and myocardial infarction (heart attack) and also a major clinical characteristic of insulin resistance syndrome.
Hypertrigliseridemia can be addressed and prevented with changing lifestyle into healthy lifestyle, such as exercise or physical activity on a regular basis, reduce the intake of fatty foods and sugary foods that needed to decrease triglyceride levels in the blood1.
This research used quasy experimental with one group pretest–posttest design. The study subjects were 23 respondents. The data is analyzed descriptively to know the demographic characteristic and statistical analysis by Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Duration of zumba workout was six times over two weeks.
The analysis of effectivity zumba workout towards trgiseride levels showed the result p=0,042 which means there is significant decrease in trigliseride levels after zumba workout so zumba is effective in lowering trigliseride levels. Zumba workout is effective in lowering trigliseride levels due to deliver a significant result in decresed levels of trigliseride.
Keywords: Zumba, Physical Activity, Dislipidemia, Trigliseride, Hypertrigliseridemia.
Abstrak
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Bentuk dislipidemia biasanya berupa hiperkolesterol dan hipertrigliseridemia yaitu tingginya kadar kolesterol dan trigliseridemia dalam darah.
Hipertrigliseridemia adalah kondisi dimana terjadi peningkatan kadar trigliserida dalam darah lebih dari normal. Kadar trigliserida di bawah 150mg/dl (dibawah 1,7mmol/L) merupakan kadar yang diperlukan sedangkan kadar diatas 200mg/dl (2,3 mmol/L) mengindikasikan hipertrigliseridemia.
Hipertrigliseridemia meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, stroke dan infark miokardium (serangan jantung) juga merupakan ciri klinis utama dari sindrom resistensi insulin. Perubahan gaya hidup sejak dini, seperti olahraga atau aktivitas fisik secara teratur, mengurangi asupan makanan berlemak dan mengurangi konsumsi makanan bergula diperlukan untuk menurunkan kadar trigliserida di dalam darah sehingga dapat mencegah komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa1.
Penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest.
Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 23 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik responden dan anlisis statistik dengan Shapiro- Wilk dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Latihan zumba dilakukan sebanyak enam kali dalam dua minggu.
Analisis hasil penelitian efektivitas latihan zumba terhadap kadar trigliserida menghasilkan nilai p= 0,042 yang artinya terdapat penurunan trigliserida yang bermakna setelah melakukan latihan zumba sehingga latihan zumba efektif dalam menurunkan kadar trigliserda. Latihan zumba efektif dalam menurunkan kadar trigliserida karena memberikan hasil yang bermakna dalam penurunan kadar trigliserida.
Kata Kunci : Zumba, Aktivitas Fisik, Dislipidemia, Trigliserida, Hipertrigliseridemia.
3 PENDAHULUAN
Aktivitas fisik memberikan banyak manfaat bagi tubuh manusia. Aktivitas fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar trigliserida plasma serta dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein) plasma. Kurangnya aktivitas fisik akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, yaitu dapat meningkatkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular (PKV), dan dislipidemia.
Menurut World Health Organisation (WHO), kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan akan terus meningkat.
Pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun karena penyakit tidak menular2.3. Aktivitas fisik yang teratur juga dapat menyebabkan perbaikan kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani dapat ditingkatkan melalui aktivitas olahraga yang cukup memberikan beban kepada jantung dan paru.Jenis olahraga ini adalah olahraga yang bersifat aerobik, di antaranya senam aerobik3.4. Salah satu senam aerobik yang sedang menjadi trend dan banyak diminati oleh kalangan wanita saat ini adalah zumba4.
Zumba saat ini sudah dilakukan oleh lebih dari 12 juta orang, di 110.000 lokasi, di 125 negara di seluruh dunia. Survey yang dilakukan pada tahun 2013 mengenai trend kebugaran di seluruh dunia, zumba menempati peringkat kedua belas5 . Zumba
termasuk tarian yang dapat dengan cepat membakar kalori dan lemak pada tubuh karena gerakan dalam tarian zumba ini bersifat kardio seperti meloncat, berputar, bergerak cepat dan sebagainya. Para peneliti menemukan bahwa zumba dapat membakar rata–rata 369 kalori atau sekitar 9,5 kkal per menit2.
Trigliserida merupakan salah satu kandungan lemak yang terdapat di dalam jaringan adiposa. Trigliserida dalam tubuh terutama dipakai untuk menyediakan energi dari berbagai proses metabolik. Metabolisme trigliserida dalam tubuh terutama terjadi pada hepar. Jalur metabolisme trigliserida dibagi menjadi 2 yaitu jalur eksogen dan jalur endogen.
a. Jalur eksogen
Trigliserida yang berasal dari makanan dalam usus dikemas sebagai kilomikron. Kilomikron ini akan diangkut dalam darah melalui duktus torasikus. Dalam jaringan lemak, trigliserida dan kilomikron mengalami hidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada permukaan sel endotel. Akibat hidrolisis ini maka akan terbentuk asam lemak dan kilomikron remnant. Asam lemak bebas akan menembus endotel dan masuk ke dalam jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali atau dioksidasi6.
4 b. Jalur endogen
Trigliserida yang disintesis oleh hati diangkut secara endogen dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL) yang kaya akan trigliserida dan mengalami hidrolisis dalam sirkulasi oleh lipoprotein lipase yang juga menghidrolisis kilomikron menjadi partikel lipoprotein yang lebih kecil yaitu Intermediate Density Lipoprotein (IDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL). LDL merupakan lipoprotein yang mengandung kolesterol paling banyak (60-70%)6.
Hipertrigliseridemia merupakan kadar trigliserida darah yang berlebihan dalam tubuh. Kelebihan trigliserida ini akan disimpan di jaringan adiposa sebagai cadangan energi3.7. Hipertrigliseridemia dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, stroke dan infark miokardium (serangan jantung). Hipertrigliseridemia juga merupakan ciri klinis utama dari sindrom resistensi insulin. Beberapa faktor yang menyebabkan hipertrigliseridemia diantaranya berat badan yang berlebih atau overweight, kehidupan kurang gerak atau sedentari, mengkonsumsi makanan yang kaya karbohidrat sederhana dan lemak jenuh secara berlebihan, penyakit kencing manis,
penyakit ginjal atau hati, dan faktor keturunan di dalam keluarga (faktor genetik).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest. Penelitian dilakukan di Aula MAN 3 Kota Cirebon sepanjang bulan Oktober 2015. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X – XII Man 3 Cirebon yang mengikuti eskul PMR yang berjumlah 23 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan telah mengisi inform consent.
Adapun kriteria inklusi diantaranya Sisiwi dengan IMT underweight, normal, overweight, bersedia mengikuti penelitian dan informed consent, dan tidak mengalami cedera tulang dan tidak menderita asma.
Variabel bebas pada penelitian ini adalah latihan zumba yang dilakukan secara rutin dan teratur setiap tiga hari dalam satu minggu dengan panduan dari instruktur selama 60 menit. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kadar trigliserida dalam darah yang diukur sebelum dan sesudah dilakukan senam Zumba. Sehari sebelum memulai latihan dan sehari setelah latihan, peneliti melakukan pengambilan sampel darah kepada subjek yang telah berpuasa dan diperiksa dengan menggunakan alat ukur trigliserida dengan menunggu dan membaca hasilnya.
5 HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian diuji dengan Wilcoxon Signed Ranks Test yang digunakan untuk melihat pengaruh zumba terhadap kadar trigliserida, sebelum dan sesudah intervensi latihan zumba sehingga mengetahui efektivitas zumba terhadap kadar trigliserida.
Pada tabel 1 dapat dijelaskan bahwa Analisis deskriptif responden didapatkan rerata usia responden adalah 16,43 tahun.
Usia termuda responden adalah 14 tahun sedangkan usia tertua adalah 19 tahun.
Karakteristik menurut Indeks Massa Tubuh (IMT) responden memiliki nilai rata-rata 18,83. Nilai IMT terkecil adalah 16 dan 22,13 sebagai nilai tertinggi. Usia responden pada penelitian ini memiliki rerata 16,43 tahun dengan rerata IMT 18,83, menurut WHO 2007 klasifikasi IMT berdasarkan rerata usia
responden adalah normal dengan range 16,3- 28,8. Karakteristik menurut berat badan responden antara 40-56 kg dengan berat badan rata-rata 45,82 kg sedangkan karakteristik menurut tinggi badan memiliki rata-rata 154,91 cm dengan nilai minimum 140cm dan nilai maksimum 167cm.
Hasil analisis tabel 2 yang berisi data kadar trigliserida responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi latihan zumba menunjukkan bahwa kadar trigliserida rata- rata responden sebelum intervensi adalah 130,17 mg/dl dengan nilai minimum 70 mg/dl dan nilai maksimum 253 mg/dl.
Sedangkan kadar trigliserida setelah diberikan intervensi memiliki rata-rata 113,52 mg/dl dengan nilai terendah 72 mg/dl dan nilai tertinggi 194 mg/dl.
Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian
N Minimal Maksimal Rerata ± SD
Usia 23 14,00 19,00 16.43 ± 1,03
Berat Badan 23 40,00 56,00 45.82 ± 4,42
Tinggi Badan 23 150,00 167,00 154.91 ± 4,78
IMT 23 16,00 22,13 18.83 ± 1,52
6
Tabel 2. Distribusi kadar trigliserida sebelum dan sesudah diberikan intervesi zumba
HASIL ANALISIS
Hasil analisis data yang dapat dilihat pada tabel 2 menggunakan Wilcoxon Signed Ranked Test didapatkan nilai signifikan 0,042 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh latihan zumba terhadap kadar trigliserida. Tingkat kemaknaan untuk kadar trigliserida berdasarkan (Supadi, 2000) dalam (Suswati,
2012) menunjukkan hasil yang bermakna, karena nilai p < 0,05. Dari hasil analisis tersebut terdapat penurunan trigliserida yang bermakna setelah melakukan latihan zumba sehingga latihan zumba efektif dalam menurunkan kadar trigliserida.
Tabel 3. Hasil perhitungan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test.
PEMBAHASAN
Trigliserida digunakan sebagai energi (9 kcal/g atau 38 kJ/g) seperti karbohidrat dan protein. Pada organ dalam, trigliserida terpecah menjadi monoacyglycerol dan asam lemak bebas, pemecahan ini dinamakan lipolysis menggunakan sekresi lipase. Saat tubuh membutuhkan asam lemak sebagai energi, hormon glukagon memecah trigliserida dengan hormon lipase untuk melepaskan asam lemak. Trigliserida tidak
dapat lewat dengan bebas di dalam membran sel. Enzim yang berada di dinding pembuluh darah lipoprotein lipase memecah trigliserida sampai membentuk asam lemak bebas dan glycerol. Glycerol merupakan komponen dari trigliserida yang dapat diubah menjadi glukosa melalui glukoneogenesis (Sherwood, 2001) dalam3.
Penelitian yang telah dilakukan oleh (Pantouw dkk., 2014) membuktikan adanya penurunan kadar kolesterol darah HDL Klasifikasi Trigliserida (mg/dL)
(sebelum)
Trigliserida (mg/dL) (setelah)
Rata-rata 130,17 mg/dL 113,52
Std. Deviasi 47,18 29,55
Nilai Minimal 70 72
Nilai Maksimal 253 194
Test Hasil Keterangan keputusan
Wilcoxon Signed Ranks Test
0,042 Hasil bermakna
(0,001 < P < 0,05)
H1 diterima
7 setelah melakukan latihan zumba setelah dua minggu. Dalam penelitiannya juga disebutkan bahwa bahwa kadar HDL mengalami peningkatan yang diikuti oleh penurunan kadar trigliserida.
Oktova dkk,. (2015) dalam penelitiannya mengatakan bahwa peningkatan sintesis
trigliserida mengakibatkan meningkatnya sekresi VLDL. VLDL dari hati membawa trigliserida ke sirkulasi dan menyebabkan peningkatan LDL dalam darah serta penurunan kadar HDL.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa efektivitas pengaruh latihan zumba terhadap kadar trigliserida yang telah dilakukan di Man 3 Kota Cirebon adalah sebagai berikut:
1. Terdapat penurunan trigliserida yang bermakna secara statistik setelah melakukan latihan zumba sebanyak
enam kali dalam dua minggu sehingga dapat ditarik kesimpulan latihan zumba efektif dalam penurunan kadar
trigliserida.
2. Nilai kadar trigliserida rata-rata sebelum diberikan intervensi latihan zumba adalah 130,174 mg/dl.
3. Nilai kadar trigliserida rata-rata sesudah diberikan intervensi latihan zumba adalah 113,522 mg/dl.
SARAN
1. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menyempurnakan pembahasan latihan zumba dengan kadar trigliserida seperti hal-hal yang mempengaruhi penurunan dan kenaikan kadar trigliserida
2. Perlu dilakukan kontrol terhadap faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kadar
trigliserida dikarenakan adanya
beberapa responden yang menunjukkan peningkatan kadar trigliserida setelah melakukan latihan zumba.
3. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan rancangan penelitian lain.
DAFTAR PUSTAKA
1. Damanik, N. I., Manampiring, A.E., Fatimawali. (2013). Gambaran Kadar Trigliserida Pada Remaja Obes Di Kabupaten Minahasa. Jurnal e-Biomedik (eBM), 1 (1) : 537–542.
2. Jayanti, Y., Rumampuk, J.F., &Supit, W.
(2013). Pengaruh Latihan Zumba Terhadap Nilai FEV1. Manado:
Universitas Sam Ratulangi.
3. Rachmat, C., Ticoalu, S.H.R.,
&Wongkar, D. (2015). Pengaruh Senam Poco-Poco Terhadap Kadar Trigliserida
8 Darah.Jurnal e-Biomedik (eBM), 3 (1) : 205 – 210.
4. Tiala, M.E. A. R. P., Tanudjaja, G. N.,
&Kalangi. S. J. R. (2013). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Lingkar Pinggang Pada Siswa Obes Sentral.
Jurnal e-Biomedik (eBM), 1 (1) : 455–
460
5. Pantouw, R. S., Wongkar, D., &Ticoalu, S.H.R. (2014). Pengaruh Latihan Zumba Terhadap Kadar Kolesterol High Density Lipoprotein Darah. Jurnal e-Biomedik (eBM),2 (2).
6. Sulistia G.G. (2005). Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Gaya Baru. pp: 427-8, 364-5.
7. Uga, M.A., Pangemanan, D.H.C.,
&Marunduh, S. (2015). Pengaruh Latihan Beban Terhadap Kadar Trigliserida
Lansia Di Panti Wredha Betania Lembea.
Jurnal e-Biomedik (eBM), 3 (1) : 53–57.
8. Oktova, R., Desmiwarti., &Amir, A.
(2015). Perbedaan Profil Lipid Pada Akseptor Depo Medroksi Progesteron Asetat Dengan Implant Levonorgestrel Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Padang Tahun 2014.Jurnal Kesehatan Andalas, 4 (1) : 45–52.
9. Sulistia G.G. (2005). Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Gaya Baru. pp: 427-8, 364-5.
10. WHO, 2007; Physical Activity. In Guide to Community Preventive Services Web site, 2008.