• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 Mahmudi Mahmudi, Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam Tinjauan Epistemologi,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1 Mahmudi Mahmudi, Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam Tinjauan Epistemologi,"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran berbasis agama Islam menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ibadah peserta didik yang berada di lembaga pendidikan. Pembelajaran berbasis agama Islam dinilai mampu mengarahkan seseorang ke jalan yang benar dengan mengamalkan ajara- Nya sesuai perintah Allah SWT.

1

Setiap lembaga pendidikan Islam mempunyai kebijakan untuk mengajarkan pendidikan agama Islam sebagai bentuk usaha untuk membina dan mengasuh peserta didiknya agar dapat memahami ajaran Islam dengan baik dan mampu memahami makna tujuan, agar dapat mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai padangan hidup.

Setiap Universitas mempunyai kebijakan mengajarkan pembelajaran agama diantaranya di Universitas Muhammadiyah Malang yang mengajarkan Al- Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai sarana pembelajaran agama Islam.

Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan basis dan ciri khas pendidikan tinggi Muhammadiyah. Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah mengajarkan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai bentuk pembelajaran berbasis agama Islam. Mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ini diselenggarakan untuk mewujudkan tujuan dari perguruan tinggi Muhammadiyah yaitu terbentuknya manusia terpelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tajdid dakwah amar ma'ruf nahi munkar.

2

1 Mahmudi Mahmudi, “Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam Tinjauan Epistemologi, Isi, Dan Materi,” TA’DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (2019): 89,

https://doi.org/10.30659/jpai.2.1.89-105.

2 Tim Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, Buku Pedoman Pendidikan Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Yogyakarta: Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, 2013).

(2)

Mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai praksis pendidikan nilai dirancang dalam empat semester dengan penjenjangan AIK I, AIK II, AIK III, dan AIK IV yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Perkuliahan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) mengkaji empat materi yang direalisasikan dalam kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) 2010. Materi pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) berdasarkan kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tahun 2010 yang mengajarkan teori dan praktek ibadah yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK);

materi AIK II mengajarkan Aqidah dan Ibadah; materi AIK III mengajarkan Kemuhammadiyahan; dan materi AIK IV mengajarkan Akhlak dan Muamalah.

3

Oleh karena itu, dengan adanya pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya Universitas Muhammadiyah Malang, diharapkan memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai Islam untuk memberikan arahan kepada peserta didik agar menjadi orang yang bertakwa dan berakhlak mulia serta mampu berperilaku ibadah yang baik dan benar.

Dalam kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tahun 2010 menjelaskan, bahwa Universitas Muhammadiyah Malang dengan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ingin melahirkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas dan profesional.

4

Perilaku dalam penelitian ini dimaknai sebagai tindakan seseorang dalam melaksanakan ibadah sebagai bentuk ketaatan dan ketundukan kepada Tuhan. Perilaku sebagaimana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai tanggapan seseorang atau reaksi terhadap rangsangan

3 Bagian Pengajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Malang, Kurikulum Pendidikan Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan (Malang: UMM Press, 2017).

4 Bagian Pengajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Malang.

(3)

yang ada dalam lingkungan.

5

Perilaku ibadah adalah segala bentuk alat perbuatan, ucapan, pikiran dan keikhlasan seseorang dalam melaksanakan ibadah.

6

Dapat diartikan perilaku ibadah ialah segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu dalam kehidupannya yang berhubungan dengan Tuhan seperti melaksanakan ibadah shalat dan ibadah puasa.

Shalat merupakan pondasi terbaik sebagai amal kebaikan di dunia serta kemuliaan dan rahmat nanti di akhirat. Sedangkan puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah SWT karena, ibadah puasa ibadah yang langsung ditunjukkan kepada Allah SWT. Dengan demikian seseorang yang melaksanakan ibadah shalat dan puasa dengan baik akan mendapatkan ketentraman, ketenangan, dihapuskan dosanya, dapat membersihkan hati dan mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar dalam hidupnya.

7

Ibadah shalat dan puasa begitu penting bagi kaum muslimin, sehingga sebagai lembaga pendidikan Islam berkewajiban mengajarkan dan mendidik mahasiswanya untuk melaksanakan ibadah shalat dan puasa.

Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai basis pembelajaran agama Islam sudah seharusnya dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam membentuk pribadi keagamaan mahasiswa terutama dalam perilaku beribadah. Paloutzian mengatakan bahwa keagamaan seseorang akan mempengaruhi perilaku sikapnya dan begitu pula sikap keagamaan seseorang dapat mempengaruhi keagamaannya.

8

Namun masih banyak mahasiswa yang tinggal di lingkungan kampus yang notabene mengenal pendidikan agama dengan baik masih memperlihatkan pengalaman ibadah yang rendah yang ditunjukan adanya mahasiswa yang tidak mengerjakan

5 Departemen Pendidikan Nasional., Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pustaka Bahasa) (Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 2008).

6 AM Wibowo, “Dampak Implementasi Kurikulum PAI Terhadap Perilaku Keagamaan,” Analisa 17, no. 1 (2010): 117, https://doi.org/10.18784/analisa.v17i1.118.

7 Tim Penyusun, Materi Keislaman Dan Ibadah (Malang: UMM Press, 2017).

8 Sekar Ayu Aryani, “ORIENTASI, SIKAP DAN PERILAKU KEAGAMAAN (Studi Kasus Mahasiswa Salah Satu Perguruan Tinggi Negeri Di DIY),” Religi Jurnal Studi Agama-Agama 11, no. 1 (2016): 59, https://doi.org/10.14421/rejusta.2015.1101-04.

(4)

shalat lima waktu.

9

Dan masih banyak mahasiswa yang notabene dalam l ingkungan yang masih dibilang memegang nilai-nilai ajaran agama Islam, masih ada yang meninggalkan kewajiban sebagai seorang hamba dengan mengabaikan perintah shalat.

10

Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai bidang yang berkaitan dengan agama, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) perlu dikaji secara mendalam, sehingga menghasilkan pemahaman keagamaan yang menyeluruh. Karena, pada dasarnya pembelajaran agama merupakan hal penting yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan melaksanakan ibadah yang diperintah-Nya untuk menjadi manusia yang berakhlak mulia.

11

Dengan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang baik dapat membimbing, mengarahkan dan membina mahasiswa dalam membangun perilaku ibadah yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

12

Hasil analisis data nilai AIK II mahasiswa angkatan 2019 Universitas Muhammadiyah Malang menyatakan bahwa nilai AIK II mahasiswa Fakultas Kedoteran angkatan 2019 mempunyai nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan semua jurusan yang ada di UMM angkatan 2019 yang nilainya mencapai 79, 57. Nilai adalah sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.

13

. Nilai agama memiliki relevansi dengan pendidikan karakter yang juga mengajarkan tentang nilai-nilai agama berupa iman, Islam , Ihsan, kesetiaan, keikhlasan, kepasrahan, rasa syukur dan sarana bagi peserta didik untuk menerapkan ilmunya menjadi

9 Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas, “Skripsi Yunika,” 2019.

10 Wahyu Bagja Sulfemi, “Pengaruh Disiplin Ibadah Sholat, Lingkungan Sekolah, Dan Intelegensi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,” EDUKASI:

Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 16, no. 2 (2018): 166–78, https://doi.org/10.32729/edukasi.v16i2.474.

11 Dewi Sinta Hermiyanty, Wandira Ayu Bertin, “Perilaku Keagamaan Dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 1 Ambarawa Kabupaten Pringsewu,” Journal of Chemical Information and Modeling 8, no. 9 (2017): 1–58.

12 Ismiatul Faizah Mukhlisin, “Pengaruh Pemahaman PAI Terhadap Perilaku Sosial Siswa Di Smk Unggulan NU Mojoagung Jombang,” Jurnal Pendidikan Islam 1, no. pendidikan (2017): 1–20.

13 Departemen Pendidikan Nasional., Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pustaka Bahasa).

(5)

perilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama.

14

Hasil observasi dari 27 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mengisi angket, menyatakan bahwa 77,25% telah melaksanakan ibadah shalat dan puasa fardhu maupun sunnah dengan baik. Sedangkan 22,75% tidak melaksanakan ibadah shalat dan puasa dengan baik. Dari hasil analisis data nilai dan observasi awal, peneliti memutuskan untuk mengambil objek penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2019 Universitas Muhammadiyah Malang.

Hasil observasi tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pembelajaran agama dapat mempengaruhi perilaku ibadah seseorang dengan mengarahkan kejalan yang benar dengan mengamalkan ajaranNya sesuai perintah Allah SWT.

15

Ibadah shalat dapat dikatakan baik apabila dikerjakan setiap hari dan selalu tepat waktu, sadar akalnya dan ikhlas hatinya dengan mengerti tujuan shalat, mengerti hukum shalat, mengerti syarat dan rukun shalat, dan mengerti tata cara shalat sesuai tuntunan Rasulullah.

16

Indikasi dari keberhasilan puasa apabila puasa dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha dari Allah SWT semata, mampu menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, mempertahankan kebenaran dalam setiap ucapan, sikap dan perilaku yang baik.

17

Ramayulis mengatakan bahwasanya pengetahuan agama, perasaan agama, dan tindak keagamaan mempengaruhi perilaku keagamaan seseorang.

18

Maka dari itu peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh terkait pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terhadap perilaku ibadah mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul

14 I’anatut Thoifah, “Internalization Management of Religion Values Through Islamic

Extracurricular Activities for the Establishment of Characters of Students of Sman 1 Malang,” J- PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. 1 (2018): 59–65,

https://doi.org/10.18860/jpai.v5i1.5432.

15 Mahmudi, “Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam Tinjauan Epistemologi, Isi, Dan Materi.”

16 Bambang Widagdo, AIK 2 Aqidah Dan Ibadah (Malang: UMM Press, 2012).

17 https://www.unpad.ac.id/rubrik/indikasi-keberhasilan-puasa-ramadhan/ di akses 15 april 2021.

18 Ramayulis, Psikologi Agama (Jakarta: Kalam Mulia, 2009).

(6)

“Pengaruh Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terhadap Perilaku Ibadah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.”

B. Pembatasan Masalah

Menghindari kemungkinan-kemungkinan meluasnya masalah yang akan diteliti, maka perlu ditentukan batasan atau ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti. Adapun pembatasan dalam penelitian ini ialah:

1. Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammdiyahan berfokus pada AIK II tentang aqidah dan ibadah, meliputi kemampuan dalam menjelaskan ibadah yang berkualitas, kemampuan dalam menjelaskan tata cara beribadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan kemampuan untuk menjelaskan terkait ibadah shalat baik wajib maupun sunnah dan ibadah puasa baik wajib maupun sunnah.

2. Perilaku ibadah mahasiswa meliputi pelaksanaan ibadah shalat baik wajib maupun sunnah dan ibadah puasa baik wajib maupun sunnah.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah: “Apakah terdapat pengaruh pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terhadap perilaku ibadah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang?”

D. Tujuan Penelitian

Menentukan tujuan merupakan hal yang penting yang dijadikan

landasan dan harapan dapat menunjang hasil penelitian serta dijadikan

pedoman mengoreksi kegiatan penelitian agar tidak menyimpang dari

kegiatan penelitian yang sudah ditetapkan. Sejalan dengan rumusan masalah

di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh

pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) terhadap perilaku

ibadah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

(7)

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat secara teoretis maupun praktis.

Secara teoretis untuk menambah khasanah keilmuan kepada tenaga pendidik bahwa perilaku ibadah mahasiswa dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan diharapkan dapat memberikan acuan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang sejenis.

Secara praktis sebagai masukan kepada para pendidik, bahwa pendidik harus memberikan pembinaan yang baik dan terus menerus dan memberikan teladan yang baik khususnya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam serta sebagai referensi calon pendidik untuk mengembangkan kurikulum terutama kurikulum yang berlandaskan pendidikan Islam untuk dapat membimbing dan memberikan pemahaman dalam menjalankan kewajiban sebagai muslim.

F. Batasan Istilah

1. Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan mata kuliah pengembangan kepribadian, yang berisikan kajian dan pembelajaran untuk membina dan mengembangkan mahasiswa UMM menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berkepribadian mantap, berbudi pekerti luhur, dan mandiri serta mempunyai tanggungjawab kepada masyarakat, dan bangsa dengan berakhlak karimah (akhlak terpuji).

19

Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan yang sudah direncanakan untuk mengembangkan kepribadian dalam beribadah yang diberikan kepada

19 Bagian Pengajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Malang, Kurikulum Pendidikan Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan.

(8)

mahasiswa UMM pada semester dua yakni, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK II).

2. Perilaku Ibadah

Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan.

20

Perilaku yang dimaksudkan ialah bentuk tindakan atau aktivitas yang dilakukan sebagai respon terhadap rangsangan yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari- hari. Sedangkan ibadah merupakan perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

21

Perilaku ibadah merupakan gabungan dari dua kata:

Perilaku ialah tindakan atau aktivitas yang dilakukan seseorang. Ibadah ialah bentuk ketaatan, ketundukan, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Jadi, perilaku ibadah merupakan tindakan atau aktivitas seseorang dalam menjalankan ibadah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan pahala dari-Nya. Perilaku ibadah ini dibatasi hanya pelaksanaan terhadap shalat fardhu dan shalat sunnah dan pelaksanaan puasa fardhu dan puasa sunnah.

G. Asumsi Dasar Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti mengasumsikan terdapat pengaruh antara variabel X dan variabel Y. Variabel X adalah pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan variabel Y adalah perilaku ibadah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini hanya dibatasi pada “Pengaruh Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Terhadap Perilaku Ibadah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang”. Oleh karena itu, selain variabel tersebut tidak termasuk dalam penelitian.

20 Departemen Pendidikan Nasional., Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pustaka Bahasa).

21 Departemen Pendidikan Nasional.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Pelatihan Keterampilan Teknik Pengelasan Tingkat Lanjut bagi Generasi Nuda Putus Sekolah Dalam Rangka Pembinaan Sikap Berwirausaha di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto

Migrasi bagi warga desa NTT dan NTB selain menjadi tumpuan utama usaha untuk memperbaiki kehidupan keluarga, keluar dari kemiskinan serta sebagai strategi untuk

Berdasarkan hal tersebut, maka didapatkan luas penggunaan lahan pemukiman adalah sebesar 87,376 % sehingga daerah di kawasan sungai Air hitam merupakan daerah kedap air yang

Untuk kontraktor dengan kualifikasi usaha gred 2, faktor utama yang mempengaruhi kualitas pekerjaan proyek konstruksi di Kabupaten Manggarai Timur adalah frekuensi pembayaran

Bapak dan Ibu Dosen serta karyawan Universitas Muhammadiyah Malang khususnya Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam yang telah banyak membantu

harus sesuai dengan amanat konstitusi atau undang-undang sebagai amanat untuk memberikan rasa adil, dan persamaan hak terutama menjunjung tinggi HAM; (c) Transparancy

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai perubahan variasi fraksi volume serat sabut kelapa terhadap sifat mekanik komposit (nilai kekuatan bending

Densitogram hasil eluasi sildenafil sitrat dan matriks permen karet dengan fase gerak kloroform : metanol : asam asetat glasial (70:2:0,2, v/v/v,