DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... ii
DAFTAR GAMBAR ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan ... 2
1.3. Dasar Hukum Perubahan Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD ... 3
BAB II RENCANA DAN TARGET PERUBAHAN PENDAPATAN DAERAH, BELANJA DAERAH DAN PEMBIAYAAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2020 ... 6
2.1 Perubahan Pendapatan... 7
2.1.1 Pendapatan Asli Daerah ... 7
2.1.2 Dana Perimbangan ... 11
2.1.3 Lain – Lain Pendapatan Daerah yang Sah ... 12
2.2 Perubahan Belanja ... 13
2.2.1 Belanja Tidak Langsung ... 14
2.2.2 Belanja Langsung ... 15
2.3 Pembiayaan ... 16
2.3.1 Penerimaan Pembiayaan ... 17
2.3.2 Pengeluaran Pembiayaan ... 18
BAB III PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN MASING-MASING URUSAN PEMERINTAHAN, OPD, PROGRAM/KEGIATAN, DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG TAHUN ANGGARAN 2019 ... 19
BAB IV PENUTUP ... 145
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Pajak Daerah ... 8
Tabel 2.2 Retribusi Daerah ... 8
Tabel 2.3 Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan ... 9
Tabel 2.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah ... 10
Tabel 2.5 Perubahan Pendapatan Asli Daerah ... 11
Tabel 2.6 Perubahan Dana Perimbangan ... 12
Tabel 2.7 Perubahan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang
Sah ... 13
Tabel 2.8 Perubahan Belanja Tidak Langsung ... 14
Tabel 2.9 Perubahan Belanja Langsung ... 15
Tabel 2.10 Perubahan Penerimaan Pembiayaan ... 17
Tabel 2.11 Perubahan Pengeluaran Pembiayaan ... 18
Tabel 3.1 Prioritas Pembangunan berkaitan dengan Tujuan
dan Sasaran RPJMD Tahun 2020 ... 20
Tabel 3.2 Pagu Anggaran Per Prioritas Pembangunan
Tahun 2020 ... 27
Tabel 3.3 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara
Berdasarkan Urusan dan OPD Penanggungjawab ... 28
Tabel 3.4 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara
Perubahan per Perangkat Daerah ... 30
Tabel 3.5 Plafon Anggaran Sementara Perubahan per
Perangkat Daerah Berdasarkan Program dan Kegiatan Tahun 2020 ... 32
Tabel 3.6 Plafon Anggaran Sementara Perubahan Untuk
Belanja Tidak Langsung Kota Madiun Tahun Anggaran 2020 ... 141
Tabel 3.7 Plafon Anggaran Sementara Perubahan Untuk
Belanja Hibah Kota Madiun Tahun Anggaran
2020 ... 141
Tabel 3.8 Plafon Anggaran Sementara Perubahan Untuk
Belanja Bansos Kota Madiun Tahun Anggaran
2020 ... 142
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Penerimaan Pajak Daerah Sebelum Perubahan
dan Sesudah Perubahan ... 8
Gambar 2.2 Penerimaan Retribusi Daerah SebelumPerubahan dan Sesudah Perubahan ... 9
Gambar2.3 Penerimaan Pengelolaan Kekayaan Daerah YangDipisahkan Sebelum Perubahan dan Sesudah
Perubahan ... 9
Gambar 2.4 Penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli DaerahYang Sah Sebelum Perubahan dan Sesudah
Perubahan ... 10
Gambar 2.5 Pendapatan Asli Daerah Sebelum Perubahandan Sesudah Perubahan ... 11
Gambar 2.6 Pendapatan Dana Perimbangan SebelumPerubahan dan Sesudah Perubahan ... 12
Gambar 2.7 Pendapatan Lain-lain Pendapatan Daerah YangSah Sebelum Perubahan dan Sesudah
Perubahan ... 13
Gambar 2.8 Belanja Tidak Langsung Sebelum Perubahandan Sesudah Perubahan ... 14
Gambar 2.9 Belanja Langsung Sebelum Perubahan danSesudah Perubahan ... 15
Gambar 2.10 Proporsi Belanja Tidak Langsung dan BelanjaLangsung ... 16
Gambar 2.11 Penerimaan Pembiayaan Daerah SebelumPerubahan dan Sesudah Perubahan ... 17
Gambar 2.12 Pengeluaran Pembiayaan dan PembiayaanNetto Sebelum Perubahan dan Sesudah
Perubahan ... 18
Gambar 3.1 Perkembangan Belanja Daerah ... 143 Gambar 3.2 Perkembangan Komposisi Belanja Langsung
dan Belanja Tidak Langsung ... 144
- 1 -
KOTA MADIUN DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MADIUN
NOMOR : 050/16/401.024/2020 050/10/401.040/2020 TANGGAL : 13 Agustus 2020
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN APBD (PPAS-P) TAHUN ANGGARAN 2020
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kota Madiun Tahun Anggaran 2020 dimaksudkan sebagai dokumen kebijakan yang dapat dijadikan acuan bagi setiap Perangkat Daerah (PD) Kota Madiun, dalam menentukan batas maksimal anggaran terhadap alokasi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan yang selanjutnya disebut PPAS-P APBD Kota Madiun Tahun Anggaran 2020 merupakan penyelarasan terhadap dinamika perkembangan dan perubahan kebijakan dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta perkembangan perekonomian nasional maupun regional (daerah) untuk lebih mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat yang mengacu pada Kebijakan Umum Perubahan APBD tahun 2020.
PPAS Perubahan Kota Madiun tahun 2020 merupakan perubahan yang
dilakukan terhadap perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah,
baik rencana pendapatan maupun belanja daerah, sesuai Kebijakan
Perubahan Umum APBD yang diformulasikan oleh Kepala Daerah dan telah
disepakati bersama DPRD. Perubahan tersebut diperlukan untuk lebih
meningkatkan sasaran dan prioritas pembangunan daerah agar dapat dicapai
dengan lebih optimal, efektif dan efisien dengan memperhatikan beberapa
pergeseran asumsi dan kebutuhan daerah. Selain itu, PPAS Perubahan dapat
mengakomodasi perubahan kondisi dan permasalahan yang terjadi sampai
dengan semester pertama tahun 2020, serta mengantisipasi dan
menyesuaikan perkembangan yang akan terjadi sampai dengan akhir tahun
anggaran 2020 dengan mempertimbangkan sumber dana dari penerimaan
daerah.
- 2 -
Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011, disebutkan bahwa hasil pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan yang telah disepakati bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD harus dituangkan masing-masing dalam Nota Kesepakatan yang ditandatangani Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD dalam waktu bersamaan, untuk kemudian digunakan sebagai acuan penyusunan Rencana Kerja Perubahan Anggaran Perangkat Daerah (RKPA-PD) dan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran Berkenaan.
Sistematika penyusunan (format) PPAS-P berdasarkan Lampiran Permendagri 59 Tahun 2007 adalah sebagai berikut:
1. Bab I: Pendahuluan
Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan dan dasar penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD
2. Bab II: Rencana Perubahan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020
Berisikan tentang rencana pendapatan daerah sebelum perubahan dan rencana pendapatan daerah setelah perubahan yang meliputi pendapatan asli daerah (PAD), penerimaan dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, berdasarkan kebijakan pendapatan daerah dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD.
3. Bab III: Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Masing- Masing Urusan, SKPD, Program/Kegiatan, dan Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2020
Berisikan prioritas dan plafon anggaran sementara masing-masing urusan, PD, program/kegiatan, dan belanja tidak langsung yang mengalami perubahan yang dituangkan secara deskriptif dan dalam bentuk tabulasi.
4. Bab IV: Penutup
1.2. Tujuan
Tujuan penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah :
1. Menetapkan plafon anggaran sementara prioritas program dan kegiatan
pembangunan berdasarkan RKPD dan Kebijakan Umum Perubahan
APBD Tahun Anggaran 2020.
- 3 -
2. Sebagai pedoman penyusunan Rencana Kerja Perubahan Anggaran
Perangkat Daerah (RKPA - OPD) Tahun Anggaran 2020.
3. Sebagai pedoman penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.
1.3. Dasar Hukum Perubahan Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD
Dasar hukum penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Madiun adalah :
1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang Pengubahan Undang-Undang Nomor 16 Dan 17 Tahun 1950 (Republik Indonesia Dahulu) tentang Pembentukan Kota Kota Besar Dan Kota-Kota Kecil Di Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 40 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasiona (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
- 4 -
7. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);
8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5233);
11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015;
12. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 Tentang Perubahan Postur Dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 155);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2l, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4833);
- 5 -
16. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
19. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 18 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020;
20. Peraturan Walikota Madiun Noomor 25 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2020;
21. Peraturan Walikota Madiun Nomor 47 Tahun 2019 tentang
Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 2020;
- 6 - BAB II
RENCANA DAN TARGET PERUBAHAN PENDAPATAN DAERAH, BELANJA DAERAH DAN PEMBIAYAAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2020
Penetapan rencana perubahan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah, pada umumnya diarahkan untuk menyempurnakan rencana kerja yang telah ditetapkan pada APBD tahun anggaran 2020. Perubahan tersebut karena adanya faktor keterbatasan data, waktu serta alokasi dana yang ada, sehingga rencana kerja sebagai bentuk penjabaran dari APBD dimaksud belum dapat terakomodir dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi penyediaan dananya.
Dengan melihat perkembangan yang terjadi pada kebijakan fiskal pemerintah pusat dan memperhatikan pencapaian program dan kegiatan Pemerintah Kota Madiun Tahun 2020, maka diperlukan perubahan terhadap asumsi baik pada pendapatan, belanja maupun pembiayaan. Pada Tahun Anggaran 2020 perubahan pendapatan daerah Kota Madiun direncanakan berdasar perubahan-perubahan asumsi dan dilakukan secermat mungkin sehingga diharapkan mampu untuk mencukupi rencana perubahan- perubahan yang terjadi dalam belanja daerah Kota Madiun Tahun Anggaran 2020. Guna mendukung akselerasi pencapaian arah dan kebijakan pendapatan daerah setelah perubahan ditetapkan, maka sudah barang tentu dibutuhkan teknis pelaksanaannya dengan menggunakan strategi pencapaian pendapatan daerah, yaitu pada penetapan maupun pemungutan pendapatan Daerah secara realistis dan transparan, dengan mengedepankan efektifitas pendapatan maupun sumberdaya yang dikuasai dan dimiliki.
Sedangkan kebijakan pendapatan Daerah adalah pendapatan Daerah yang diharapkan tidak menimbulkan beban berat bagi masyarakat dan hanya berlaku terhadap obyek pendapatan yang telah diatur dalam Peraturan Daerah serta dimanfaatkan berdasarkan prinsip keadilan anggaran dengan mengedepankan efektifitas anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan yang baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya sebagaimana yang telah tertuang dalam Peraturan Daerah
Nomor 18 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Kota Madiun Tahun 2020 Pasal 1, pendapatan sebesar
Rp.1.056.906.304.000,00 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar
Rp.67.198.172.834,00 (-6,36%) sehingga proyeksi pendapatan menjadi
Rp.989.708.131.166,00.
- 7 -
Komposisi dari proyeksi perubahan pendapatan daerah tersebut adalah sebagai berikut.
2.1 Perubahan Pendapatan 2.1.1 Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.
Disamping sumber-sumber penerimaan pendapatan yang bersumber dari Dana Perimbangan yang menjadi hak daerah, maka Kota Madiun juga mampu secara bertahap mengoptimalkan penerimaan pendapatan yang bersumber dari PAD sesuai dengan potensi riil yang ada, tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang diberlakukan, serta tidak menjadi beban berat bagi wajib pajak ataupun wajib retribusi di Daerah.
Dengan adanya ketetapan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang salah satu tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian daerah, perlu dilakukan perluasan obyek pajak daerah dan retribusi daerah, serta kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah. Pemerintah Kota Madiun telah berupaya melaksanakannya dengan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Air Tanah, dan pada Tahun 2014 pelaksanaan pemungutan PBB sudah diserahkan ke daerah. Upaya-upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD maupun efektifitas pemanfaatan sumber-sumber pendapatan dari Dana Perimbangan yang terus dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, dan selanjutnya pada sisi pendayagunaannya dikelola secara proporsional dan profesional.
a. Pajak Daerah
Hasil pajak daerah semula Rp 85.000.000.000,00 diproyeksikan
mengalami penurunan, menjadi Rp. 76.350.500.000,00. Berikut
Perolehan Pajak Daerah :
- 8 -
Tabel 2.1 Pajak Daerah
NO URAIAN
SEBELUM SESUDAH SELISIH
PERUBAHAN PERUBAHAN NOMINAL %
HASIL PAJAK DAERAH 85.000.000.000 76.350.000.000
- 8.650.000.000
- 10,18%
1 PAJAK HOTEL 6.798.000.000 2.595.000.000 -4.203.000.000
- 61,83%
2 PAJAK RESTORAN 11.500.000.000 10.000.000.000 -1.500.000.000
- 13,04%
3 PAJAK HIBURAN 1.997.000.000 983.000.000 -1.014.000.000
- 50,78%
4 PAJAK REKLAME 1.530.000.000 1.630.000.000 100.000.000 6,54%
5 PAJAK PENERANGAN JALAN 20.125.000.000 19.600.000.000 -525.000.000 -2,61%
6 PAJAK PARKIR 1.750.000.000 767.000.000 -983.000.000
- 56,17%
7 PAJAK AIR TANAH 300.000.000 275.000.000 -25.000.000 -8,33%
8 PAJAK BPHTB 20.500.000.000 21.000.000.000 500.000.000 2,44%
9 PAJAK PBB 20.500.000.000 19.500.000.000 -1.000.000.000 -4,88%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Gambar 2.1
Penerimaan Pajak Daerah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
b. Retribusi Daerah
Hasil retribusi daerah semula Rp.18.762.439.600,00 diproyeksikan tetap tidak mengalami perubahan sebesar Rp.
15.008.623.140,00. Berikut perolehan Retribusi Daerah :
Tabel 2.2 Retribusi Daerah
NO URAIAN
SEBELUM SESUDAH SELISIH PERUBAHAN PERUBAHAN NOMINAL % HASIL RETRIBUSI DAERAH 18.762.439.600 15.008.623.140 -3.753.816.460,00 -20,01%
1 RETRIBUSI JASA UMUM 7.943.582.000 5.871.832.000 -2.071.750.000,00 -26,08%
2 RETRIBUSI JASA USAHA 9.316.877.600 8.134.991.140 -1.181.886.460,00 -12,69%
3
RETRIBUSI PERIJINAN
TERTENTU 1.501.980.000 1.001.800.000 -500.180.000,00 -33,30%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
TOTAL PAJAK HOTEL RESTORAN HIBURAN REKLAME PENERANGAN JALAN
PARKIR AIR TANAH BPHTB PBB
85,00 6,80 11,50 2,00 1,53 20,13 1,75 0,30 20,50 20,50
76,35 2,60 10,00 0,98 1,63 19,60 0,77 0,28 21,00 19,50
SEBELUM PERUBAH AN (MILYAR D)
SESUDAH PERUBAH AN (MILYAR D)
- 9 -
Gambar 2.2
Penerimaan Retribusi Daerah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
c. Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan semula ditargetkan Rp.14.934.446.400,00 diproyeksikan tidak mengalami perubahan, jadi tetapsebesar Rp.15.092.455.426,00 . Berikut perolehan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan :
Tabel 2.3
Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
N0 URAIAN
SEBELUM SESUDAH SELISIH PERUBAHAN PERUBAHAN NOMINAL %
HASIL PENGOLAHAN KEKAYAAN DAERAH YANG DIPISAHKAN
14.934.446.400 15.092.455.426 158.009.026,00 1,06%
1 BAGIAN LABA ATAS PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN MILIK DAERAH/BUMD
8.819.761.100 8.630.550.045 -189.211.055,00 -2,15%
2
BAGIAN LABA ATAS PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN PEMERINTAH/ BUMN
6.114.685.300 6.461.905.381 347.220.081,00 5,68%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Gambar 2.3
Penerimaan Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
TOTAL
RETRIBUSI JASA UMUM
JASA USAHA
PERIJINAN TERTENTU
18,76 7,94 9,32 1,50
15,01 5,87 8,13 1,00
SEBELUM PERUBAHAN (MILYARD)
SESUDAH PERUBAHAN (MILYARD)
TOTAL
PADA PERUSAHAAN MILIK DAERAH/BUMD
PADA PERUSAHAAN PEMERINTAH/ BUMN 14,93
8,82
6,11 15,09
8,63
6,46
SEBELUM PERUBAHAN (MILYARD)
SESUDAH PERUBAHAN (MILYARD)
- 10 - c. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah semula ditargetkan sebesar Rp 116.808.055.000,00 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp. 1.359.786.000,00 atau sebesar -1,16% sehingga berubah menjadi Rp. 115.448.269.000,00.
Tabel 2.4
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
NO URAIAN
SEBELUM SESUDAH SELISIH
PERUBAHAN PERUBAHAN NOMINAL %
LAIN – LAIN PAD
YANG SAH 116.808.055.000,00 115.448.269.000,00 -1.359.786.000,00 -1,16%
1
HASIL PENJUALAN ASET DAERAH YANG TIDAK DIPISAHKAN
17.500.000,00 17.500.000,00 0,00 0,00%
2 PENERIMAAN JASA
GIRO 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 0,00 0,00%
PENDAPATAN BUNGA
DEPOSITO 9.000.000.000,00 9.000.000.000,00 0,00 0,00%
3
PENDAPATAN DARI ANGSURAN /CICILAN PENJUALAN
192.000.000,00 192.000.000,00 0,00 0,00%
4
BAGI HASIL
PENGELOLAAN DANA BERGULIR
100.000.000,00 100.000.000,00 0,00 0,00%
6 PENDAPATAN BLUD 105.998.555.000,00 104.638.769.000,00 -1.359.786.000,00 -1,28%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Gambar 2.4
Penerimaan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula dalam APBD Kota Madiun tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 235.504.941.000,00 dalam perubahan mengalamai pengurangan Rp.13.605.592.834,00 (-5,78%) sehingga menjadi Rp. 221.899.348.166,00, karena ada kenaikan pada Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan.
LAIN - LAIN P A D YANG SAH
HASIL PENJUALAN ASET DAERAH
YANG TIDAK DIPISAHKAN
PENERIMAAN JASA GIRO
PENDAPATAN BUNGA DEPOSITO
PENDAPATAN DARI ANGSURAN
/CICILAN PENJUALAN
BAGI HASIL PENGELOLAAN
DANA BERGULIR
PENDAPATAN BLUD
116,81 0,02 1,50 9,00 0,19 0,10 106,00
115,45 0,02 1,50 9,00 0,19 0,10 104,64
SEBELUM PERUBAHA N (MILYARD)
SESUDAH PERUBAHA N (MILYARD)
- 11 -
Tabel 2.5
Perubahan Pendapatan Asli Daerah
KODE URAIAN
JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum
perubahan Setelah perubahan Rp. %
1 2 3 4 5 6
1. PENDAPATAN DAERAH 1.1. Pendapatan Asli
Daerah 235.504.941.000,00
221.899.348.166,00 -13.605.592.834,00 -5,78%
1.1.1. Pajak Daerah 85.000.000.000,00 76.350.000.000,00 -8.650.000.000,00 -10,18%
1.1.2. Retribusi Daerah 18.762.439.600,00 15.008.623.740,00 -3.753.815.860,00 -20,01%
1.1.3.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
14.934.446.400,00 15.092.455.426,00 158.009.026,00 1,06%
1.1.4. Lain-lain Pendapatan
Asli Daerah Yang Sah 116.808.055.000,00 115.448.269.000,00 -1.359.786.000,00 -1,16%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Adapun kebijakan yang dilaksanakan dalam pengelolaan pendapatan asli daerah adalah bahwa PAD, sebagian didayagunakan untuk memenuhi Kedudukan Keuangan Walikota, Wakil Walikota dan DPRD, dan selebihnya direncanakan untuk membiayai Belanja Langsung yakni kegiatan-kegiatan dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gambar 2.5
Pendapatan Asli Daerah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
2.1.2 Dana Perimbangan
Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Dana Perimbangan ditujukan untuk menciptakan keseimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah dan antara pemerintah daerah, yang dialokasikan berupa Dana Bagi Hasil Pajak, Dana Bagi Hasil Bukan Pajak,Dana Alokasi Umum (DAU),Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan , Dana Alokasi Khusus (DAK) dan DBH-CHT.
Pendapatan Asli Daerah
Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
235,50 85,00 18,76 14,93 116,81221,90 76,35 15,01 15,09 115,45 Sebelum perubahan (milyard)
Setelah perubahan (milyard)
- 12 -
Tabel 2.6
Perubahan Dana Perimbangan
KODE URAIAN
JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
1 2 3 4 5 6
1. PENDAPATAN DAERAH
1.2. Dana Perimbangan 671.425.330.000,00 609.712.461.000,00 -61.712.869.000,00 -9,19%
1.2.1. Bagi Hasil Pajak 22.423.248.000,00 24.444.091.000,00 2.020.843.000,00 9,01%
Bagi Hasil Bukan Pajak 31.021.504.000,00 19.929.376.000,00 -11.092.128.000,00 1.2.2. Dana Alokasi Umum 527.916.797.000,00 476.135.673.000,00 -51.781.124.000,00 -9,81%
1.2.3. Dana Alokasi Khusus 76.136.504.000,00 72.857.808.000,00 -3.278.696.000,00 -4,31%
1.2.4. Dana Bagi Hasil Cukai 13.927.277.000,00 16.345.513.000,00 2.418.236.000,00 17,36%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Jumlah dana perimbangan yang dialokasikan untuk Kota Madiun dan telah ditetapkan dalam APBD 2020 sampai dengan penyusunan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran ini mengalami penurunan sebesar 9,19% yaitu sebesar Rp. 61.712.869.000,00.
Gambar 2.6
Pendapatan Dana Perimbangan Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
2.1.3 Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terdiri dari Hibah, Dana Darurat, Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, serta Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya.
Dana Perimbangan
Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Dana Bagi Hasil Cukai
671,43 22,42 31,02 527,92 76,14 13,93
609,71 24,44 19,93 476,14 72,86 16,35
Sebelum perubahan (milyard)
Setelah perubahan (milyard)
- 13 -
Tabel 2.7
Perubahan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
KODE URAIAN
JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
1 2 3 4 5 6
1. PENDAPATAN DAERAH 1.3. Lain-lain Pendapatan
Daerah Yang Sah
149.976.033.000,00 158.096.322.000,00 8.120.289.000,00 5,41%
1.3.1. Pendapatan Hibah 19.399.600.000,00 19.399.600.000,00 0,00
1.3.2. Pendapatan Darurat 0,00 0,00 0,00
1.3.3.
Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi Dan Pemerintah Daerah Lainnya
64.366.614.000,00 64.366.614.000,00 0,00 0,00%
1.3.4. Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus
65.095.240.000,00 73.313.029.000,00 8.217.789.000,00 12,62%
1.3.5.
Bantuan Keuangan Dari Provinsi Atau Pemerintah Daerah Lainnya
1.114.579.000,00 1.017.079.000,00 (97.500.000,00) -8,75%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Perubahan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah yaitu adanya penambahan atau kenaikan sebesar Rp. 8.120.289.000,00 atau
mengalami penurunan sebesar 5,41 % dari APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 149.976.033.000,00 menjadi Rp.
158.096.322.000,00.
Gambar 2.7
Pendapatan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
2.2 Perubahan Belanja
Sebagai konsekuensi penerapan prinsip keadilan anggaran, maka rencana perubahan dilakukan dengan melakukan penambahan, pengurangan dan penggeseran kredit anggaran belanja daerah dengan tetap mengedepankan sistem belanja yang berbasis anggaran kinerja yakni suatu sistem anggaran belanja yang mengedepankan capaian hasil dari dana yang tersedia. Selanjutnya harus mampu mencerminkan pengeluaran-pengeluaran yang adil dan proporsional serta hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Lain-lain Pendapatan Daerah
Yang Sah
Pendapatan Hibah Pendapatan Darurat Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi
Dan Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Penyesuaian Dan Otonomi
Khusus
Bantuan Keuangan Dari Provinsi Atau Pemerintah Daerah
Lainnya
149,98 19,40 0,00 64,37 65,10 1,11
158,10 19,40 0,00 64,37 73,31 1,02
perubahan (milyard)
perubahan (milyard)
- 14 -
Penetapan rencana perubahan belanja daerah, pada umumnya diarahkan untuk menyempurnakan rencana kerja yangtelah ditetapkan pada tahun anggaran 2020. Karena adanya faktor keterbatasan data, waktu serta alokasi dana yang ada, Rencana Kerja dimaksud belum dapat terakomodir dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi penyediaan dananya.
2.2.1 Belanja Tidak Langsung
Tabel 2.8
Perubahan Belanja Tidak Langsung
KODE URAIAN JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
2. BELANJA DAERAH
2.1. BELANJA TIDAK LANGSUNG 464.944.240.577,00 557.911.386.873,05 92.967.146.296,05 20,00%
2.1.1. Belanja Pegawai 424.570.731.577,00 427.499.431.842,56 2.928.700.265,56 0,69%
2.1.2. Belanja Bunga 0.00 0.00 0.00
2.1.3. Belanja Subsidi 0.00 0.00 0.00
2.1.4. Belanja Hibah 14.862.390.000,00 16.145.485.000,00 1.283.095.000,00 8,63%
2.1.5. Belanja Bantuan Sosial 21.248.848.000,00 21.045.508.000,00 -203.340.000,00 -0,96%
2.1.6.
Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemerintah Desa
0.00 0.00 0.00
2.1.7. Belanja Bantuan Keuangan
Partai Politik 700.062.000,00 700.062.000,00 0,00 0,00%
2.1.8. Belanja Tidak Terduga 3.562.209.000,00 92.520.900.030,49 88.958.691.030,49 2497,29%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Perubahan kebijakan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 terjadi pada Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak Langsung mengalami penambahan sebesar Rp. 92.967.146.296, 05 atau bertambah dengan persentase sebesar 20,00 % dari anggaran sebelumnya sebesar Rp.464.944.240.577,00 menjadi Rp. 557.911.386.
873,05. Kenaikan Belanja Tidak Langsung terjadi pada Belanja Hibah, Belanja Tidak Terduga dan Belanja Pegawai, sedangkan pada Belanja Bantuan Sosial terjadi penurunan.
Kenaikan belanja pegawai pada perubahan tersebut terkait beberapa hal diantaranya untuk kenaikan gaji dan tunjangan pegawai, gaji 13 serta untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Baru Perekrutan 2019 yang pada saat ini masih dalam proses penyaringan sehingga memerlukan penambahan Rp. 2.928.700.265,56,.Gambar 2.8
Belanja Tidak Langsung Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Bunga
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Blnj Bagi Hasil
Blnj BK Partai Politik
Belanja Tidak Terduga
464,94
424,57
- - 14,86 21,25 - 0,70 3,56 557,91
427,50
- -
16,15 21,05
- 0,70 92,52
Sebelum Perubahan Setelah Perubahan
- 15 - 2.2.2 Belanja Langsung
Tabel 2.9
Perubahan Belanja Langsung
KODE URAIAN
JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
2. BELANJA DAERAH
2.2. BELANJA LANGSUNG 813.218.478.628,00 655.377.219.417,00 -157.841.259.211,00 -19,41%
2.2.1. Belanja Pegawai 86.782.637.920,00 80.649.535.364,00 -6.133.102.556,00 -7,07%
2.2.2. Belanja Barang dan Jasa 440.432.411.684,00 335.767.856.458,00 -104.664.555.226,00 -23,76%
2.2.3. Belanja Modal 286.003.429.024,00 238.959.827.595,00 -47.043.601.429,00 -16,45%
JUMLAH BELANJA 1.278.162.719.205,00 1.213.288.606.290,05 -64.874.112.914,95 -5,08%
SURPLUS / (DEFISIT) -221.256.415.205,00 -223.580.475.124,05 -2.324.059.919,05 1,05%
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Belanja Langsung dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 diproyeksikan mengalami pengurangan sebesar Rp. 157.841.259.211,00 yang berarti persentase penurunannya mencapai 19,41 % dari APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 813.218.478.628,00 menjadi Rp.
655.377.219.417,00adanya penurunan anggaran belanja di belanja langsung karena adanya Refocusing dan Realokasi anggaran, yang digunakan untuk kegiatan pananggulangan Pandemi Covid 19.
Gambar 2.9
Belanja Langsung Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan BELANJA
LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal 813,22
86,78
440,43
286,00 655,38
80,65
335,77
238,96
Sebelum Perubahan
Setelah Perubahan
- 16 -
Gambar 2.10
Proporsi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung
2.3 Pembiayaan
Pembiayaan, adalah bagian anggaran yang dipergunakan untuk mengadministrasikan Standar Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), yaitu untuk menampung “Transaksi Keuangan” guna menutup defisit anggaran atau memanfaatkan surplus anggaran, dengan mekanisme sebagai berikut: Apabila terjadi defisit anggaran, maka untuk menutup defisit anggaran dimaksud adalah bersumber dari obyek Penerimaan Pembiayaan yang dialokasikan pada sisi Penerimaan Pembiayaan dengan nomenklatur: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA), Pencairan Dana Cadangan, Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Penerimaan Pinjaman Daerah, Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman, dan Penerimaan Piutang Daerah. Apabila terjadi Surplus Anggaran, maka pemanfaatannya dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah sebagaimana Obyek Pengeluaran Pembiayaan yang dialokasikan pada sisi Pengeluaran Pembiayaan dengan nomenklatur Pembentukan Dana Cadangan, Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah, Pembayaran Pokok Utang, dan Pemberian Pinjaman Daerah.
REALISASI 2016 (%)
REALISASI 2017 (%)
REALISASI 2018 (%)
REALISASI 2019 (%)
ANGGRAN 2020 P (%) 54,66%
63,22% 61,13% 64,78%
54,02%
45,34%
36,78% 38,87% 35,22%
45,98% Belanja
Langsung
Belanja Tidak Langsung
- 17 -
Untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan Keuangan Daerah yang tertuang dalam APBD beserta perubahannya, maka dari sisi Kebijakan Pembiayaan akan diarahkan untuk menutup defisit anggaran antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Dari sisi Penerimaan Pembiayaan, diarahkan untuk mendayagunakan sepenuhnya SiLPA tahun anggaran 2020 untuk menutup defisit anggaran, pembayaran pokok hutang serta penyertaan modal pemerintah daerah. Kebijakan yang dilakukan diupayakan untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan keuangan daerah dengan kemampuan keuangan daerah yang ada dan tidak mencari dana dari luar, seperti pinjaman atau yang lainnya.
2.3.1 Penerimaan Pembiayaan
Tabel 2.10
Perubahan Penerimaan Pembiayaan
KODE URAIAN JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
1 2 3 4 5 6
3. PEMBIAYAAN
3.1. PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 221.256.415.205,00 223.580.475.124,05 2.324.059.919,05 1,05%
3.1.1.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
Tahun Sebelumnya 221.256.415.205,00 223.580.475.124,05 2.324.059.919,05 1,05%
3.1.2. Pencairan Dana Cadangan 0 0 0
3.1.3.
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan 0 0 0
3.1.4. Penerimaan Pinjaman Daerah 0 0 0
3.1.5.
Penerimaan Kembali Pemberian
Pinjaman 0 0 0
3.1.6. Penerimaan Piutang Daerah 0 0 0
Sumber : BPKAD Kota Madiun
Penerimaan Pembiayaan dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp.
2.324.059.919,05 yang berarti kenaikannya mencapai 1,05 % dari APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 221.256.415.205,00 menjadi Rp.
223.580.475.124,05, karena sesuai hasil laporan pertanggungjawaban APBD Tahun 2019.
Gambar 2.11
Penerimaan Pembiayaan Daerah Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan PENERIMAAN
PEMBIAYAAN DAERAH
Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran Tahun Sebelumnya
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan
Penerimaan Pinjaman
Daerah
Penerimaan Kembali Pemberian
Pinjaman
Penerimaan Piutang Daerah
221,26 221,26 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
223,58 223,58 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Sebelum perubahan (milyard)
Setelah perubahan (milyard)
- 18 - 2.3.2 Pengeluaran Pembiayaan
Tabel 2.11
Perubahan Pengeluaran Pembiayaan
KODE URAIAN JUMLAH Bertambah/ Berkurang
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rp. %
1 2 3 4 5 6
3. PEMBIAYAAN
3.2.
PENGELUARAN
PEMBIAYAAN DAERAH 0 0 0
3.2.1.
Pembentukan Dana
Cadangan 0 0 0
3.2.2.
Penyertaan Modal/Investasi
Pemerintah Daerah 0 0 0
3.2.3. Pembayaran Pokok Hutang 0 0 0
3.2.4. Pemberian Pinjaman Daerah 0 0 0
JUMLAHPEMBIAYAAN
NETO 221.256.415.205,00 223.580.475.124,05 2.324.059.919,05 1,05%
SILPA 0 0 0
sumber : BPKAD Kota Madiun
Pengeluaran Pembiayaan dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 0,00 dan diproyeksikan tidak mengalami kenaikan dari APBD Tahun Anggaran 2020 sehingga tetap menjadi Rp.0,00.
Gambar 2.12
Pengeluaran Pembiayaan Daerah dan Pembiayaan Netto Sebelum Perubahan dan Sesudah Perubahan
PENGELUARAN PEMBIAYAAN
DAERAH
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal/Investasi
Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Hutang
Pemberian Pinjaman
Daerah
JUMLAH PEMBIAYAAN
NETO
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 221,26
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 223,58
Sebelum perubahan (milyard)
Setelah perubahan (milyard)
BAB III
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN MASING-MASING URUSAN PEMERINTAHAN, OPD,
PROGRAM/KEGIATAN, DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG TAHUN ANGGARAN 2020
Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) Kota Madiun tahun 2020 disusun dengan berpedoman pada Kebijakan Umum APBD Perubahan (KUPA) tahun 2020. Sebagaimana telah diatur dalam Nomor 21 tahun 2011 mengenai pedoman pengelolaan keuangan daerah yang merupakan perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, disebutkan bahwa penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan(PPAS-P) yang disajikan adalah hanya program prioritas dan plafon anggaran yang mengalami perubahan, khususnya program dan kegiatan untuk menjalankan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang dibahas secara khusus dan telah disepakati bersama.
Dengan cara penyajian tersebut,perubahan pada kemampuan anggaran yang tersedia diharapkan dapat digambarkan secaralebih jelas, baik yang mengalamikenaikan (bertambah) maupun yang mengalami penurunan (berkurang). Kemampuan anggaran tersebut dimaksudkan untuk membiayai perubahan prioritas program dan kegiatan yang direncanakan.
Berdasarkan KUPA yang ditetapkan dan usulan perubahan dari PD, maka terjadi pengurangan potensi Pendapatan Daerah yang terdapat dalam pos Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, yaitu pengurangan pada Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus dengan Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya.
Perubahan tersebut berdampak pada perubahan Prioritas dan Plafon
Anggaran pada penyelenggaraan Urusan Pemerintahan (Wajib, Pilihan dan
Penunjang) yang diusulkan tiap-tiap Perangkat Daerah. Berikut rekapitulasi
atas perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran sesuai kebutuhan dan
kesesuaian tugas pokok dan fungsi organisasi serta kewenangan bidang
urusan dalam rangka pencapaian target indicator prioritas pembangunan
Kota Madiun di tahun 2020, sesuai tabel yang ada di bawah ini:
Tabel 3.1
Prioritas Pembangunan berkaitan dengan Tujuan dan Sasaran RPJMD Kota Madiun Tahun 2020
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia ;
TUJUAN INDIKATOR TARGET
Terwujudnya Masyarakat Kota Madiun yang Berkualitas Baik
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 80,91
SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM INDIKATOR TARGET
Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat Kota Madiun
Indeks Kesehatan 0,81 Program Peningkatan Pelayanan BLUD
Persentase pencapaian kinerja Badan Layanan Umum Daerah
100%
Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
Persentase Sarana dan Prasarana Rumah Sakit yang Sesuai Standar
89,84%
Program Pembinaan Lingkungan Sosial di Bidang Kesehatan
Persentase
Penyediaan Sarana/
Prasarana Fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan
89,84%
Persentase Penduduk Kota Madiun yang menjadi peserta JKN
96%
Program Upaya Kesehatan Masyarakat
Persentase Kesehatan Masyarakat yang Sesuai Standart
25%
Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Persentase Penurunan Kasus Kejadian Luar Biasa
5%
Program Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan
Persentase Sarana Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi
48,27%
Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
Persentase Peserta KB Aktif MKJP
42,74%
Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat Kota Madiun
Indeks Pengetahuan
0,77 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
Pengolahan database informasi pendidikan dan evaluasi
pelaporan berbasis TIK
100%
Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Persentase Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Lulus Pelatihan
100%
Program Pendidikan Dasar
Angka Partisipasi Murni SD/SMP
100%
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Angka Partisipasi Kasar PAUD
100%
Program Pendidikan Non Formal
Jumlah Lembaga Non Formal yang
Terakreditasi
90 lembaga Program
Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan
Jumlah Bahan Pustaka Yang Dipinjam
22.750 eksemplar
2. Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman dan Infrastruktur Hijau
TUJUAN INDIKATOR TARGET
Terwujudnya Infrastruktur Kota yang Berwawasan Lingkungan
Livable City (Indeks Kenyamanan Kota) 80,73
SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM INDIKATOR TARGET
Meningkatnya Kualitas
Infrastruktur, Sarana Transportasi Kota dan Permukiman
Indeks Sarana- Prasarana Permukiman
86,62 Program Lingkungan Sehat Perumahan Permukiman
Persentase Rumah Tinggal Layak Huni dan Bersanitasi
99,30
TUJUAN INDIKATOR TARGET Terwujudnya Infrastruktur Kota yang
Berwawasan Lingkungan
Livable City (Indeks Kenyamanan Kota) 80,73
SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM INDIKATOR TARGET
Indeks Infrastruktur 96 Program Peningkatan Kualitas
Pembangunan Gedung dan Infrastruktur Kota
Persentase bangunan gedung sesuai ketentuan
100%
Program
Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
Persentase Panjang Jalan Kota dalam Kondisi Baik
94%
Program
Pembangunan dan Pemeliharaan Saluran/ Drainase/
Gorong-gorong
Persentase Panjang Drainase dalam Kondisi Baik/
Pembuangan Air tidak Tersumbat
91,00%
Program Pengendalian Banjir
Jumlah Titik/
Lokasi Banjir/
Tergenang
12 titik
Kinerja Ruas Jalan 0,44 Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas
Persentase Pemasangan Rambu-rambu Lalu Lintas
80%
Program
PeningkatanPelayana n Angkutan
Jumlah Orang yang terangkut angkutan umum
539.916 orang
Meningkatnya Kualitas Penataan Ruang dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Persentase Ruang yang dimanfaatkan RTRW
100 Program Pengelolaan RTH, PJU dan Permakaman
Persentase RTH dan Penerangan Jalan Lingkungan yang dikelola
72,00%
Program Perencanaan, Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang
Ketaatan terhadap RTRW
100%
Program Pelayanan Pertanahan
Persentase Pelayanan Pertanahan
100%
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
65,04 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi SDA dan Lingkungan Hidup
Persentase data dan informasi SDA dan
lingkungan hidup yang tersedia
64,10%
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Persentase jumlah sample yang memenuhi baku mutu
47%
Program Penaatan, Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
Persentase pelaku usaha/kegiatan yang taat terhadap peraturan lingkungan hidup
12,25%
Program
PengembanganKinerja Pengelolaan
Persampahan
Persentase penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga
75%
3. Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah
TUJUAN INDIKATOR TARGET
Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat
Laju Pertumbuhan PDRB 6,01
PDRB Perkapita 76,53
Angka Kemiskinan 4,39
SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM INDIKATOR TARGET
Terwujudnya Iklim Investasi yang Kondusif dan Peningkatan Penyerapan Tenaga
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
3,8 Program
Perlindungan dan PengembanganKelem bagaan Ketenaga Kerjaan
Persentase Perselisihan yang diselesaikan melalui Perjanjian Bersama
98%