commit to user 42 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Pratindakan
Penelitian ini dilaksanakan di TK Merpati Pos Surakarta, dengan alamat Di Jln.Semangka No 24 ( Barat Lapangan Segitiga) Desa/Kelurahan Kerten Kecamatan Laweyan Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini berstatus swasta, yang dikepalai oleh ibu Khristina Mahanani, S.Pd. secara geografis letak TK Merpati Pos cukup setrategis karena terletak di dekat lapangan segitiga di jalan semangka.
Sebagai gambaran kondisi awal peserta didik, digunakan hasil pra siklus sebelum dilakukan siklus I. Nilai Kriteria ketuntasan pada kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar adalah (●) tuntas. Berdasarkan hasil pra siklus diperoleh data awal bahwa di TK Merpati Pos Surakarta anak kelompok B banyak yang nilai hasil kegiatan mencetak gambar tergolong rendah atau tidak tuntas. Pada saat kegiatan pembelajaran kegiatan mencetak gambar, kebanyakan dari mereka tidak tuntas dalam mengekspresikan diri, meniru bentuk dan melakukan eksplorasi dengan berbagai media, dalam menyelesaikan kegiatan mencetak gambar. Dari hasil observasi terhadap proses kegiatan pembelajaran kegiatan mencetak gambar yang dilakukan guru, diperoleh fakta dari ketiga aspek indikator yaitu mengekspresikan diri, meniru bentuk dan melakukan eksplorasi dengan berbagai media hanya 3 anak (20%) yang tuntas (●), 2 anak atau (13,33%) yang mendapat nilai setengah tuntas( ) , dan 10 anak atau ( 66,7%) mendapat nilai tidak tuntas (○). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa masih banyak anak yang mendapatkan nilai di bawah kriteria tidak tuntas yaitu 12 anak atau (80%) atau (lampiran 3 halaman 78) , dan ini berarti kemampuan motorik halus terutama dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar anak kelompok B TK merpati pos Surakarta masih tergolong rendah. Berikut adalah hasil awal kemampuan motorik halus dalam kegiatan
commit to user
mencetak gambar atau mencap gambar kelompok B yang ditunjukkan pada tabel distribusi frekuensi nilai hasil karya anak sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak gambar pratindakan pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta
No Nilai Frekuensi (f) Persentase (%) Keterangan
1. ○ 10 66,66 Belum tuntas
2. √ 2 13,33 Setengah Tuntas
3. ● 3 20 Tuntas
Jumlah 15 100
TPP ( Tingkat Pencapaian Perkembangan) = Tanda Lingkaran Penuh (●) Anak Tuntas = 3 anak
Persentase keberhasilan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 𝑇𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
𝐽𝑢𝑛𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 X 100 = 3
15 X 100%
= 20 %
Melalui Tabel 4.1 tersebut hasil nilai prasiklus kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar kelompok B TK Merpati Pos Surakarta sebelum diadakan tindakan melalui penerapan model pembelajaran kontekstual pada tabel 4.1. Dapat disajikan pada bentuk grafik pada gambar 4.1 sebagai berikut :
commit to user
Gambar 4.1 Grafik nilai pratindakan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar kelompok B TK Merpati Pos Surakarta sebelum di lakukan tindakan.
Berdasarkan grafik dan tabel diatas ketuntasan motorik halus mencetak gambar yang diperoleh anak masih sangat rendah dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar dan masih belum menggunakan pembelajaran yang inovatif. Dapat dilihat bahwa anak yang mendapat kriteria tuntas (●) sebanyak 3 anak atau 20 %. Sedangkan persentase anak yang tidak tuntas sebanyak (66,66%). Dengan rincian 10 anak mendapat kriteria belum tuntas (○), sedangkan presentase anak yang stengah tuntas sebanyak (13,33) denga rincian 2 anak mendapat kriteria setengah tuntas (√). Oleh karena itu guru akan mengadakan penelitian tindakan kelas untuk kemampuan motorik halus mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos dengan penerapan model pembelajaran kontekstual. Dengan penelitian tersebut diharapkan pemahaman konsep anak kelompok B tentang mencetak gambar atau mencap gambar menjadi meningkat sehingga mendorong peningkatan hasil belajar dari ketuntasan belajar anak kelompok B TK Merpati Pos.
0 10 20 30 40 50 60 70
Tuntas Setengah
Tuntas
Belum Tuntas
persentase % 20 13,33 66,66
Frekuensi
commit to user
B. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus
Pelaksanaan tindakan dalam penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus.
Masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Waktu dalam penelitian ini dilakukan dari kegiatan awal sampai akhir, yaitu mulai dari jam 7.30-10.00 WIB. Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflection).
1. Tindakan siklus I
Tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dimulai pada tanggl 4 april sampai dengan 8 april 2014. Adapun tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan (planning)
Secara garis besar, dalam penelitian ini peneliti melakukan tindakan sebagai observer jum’at, 4 April 2014di TK Merpati Pos.
Dalam penelitian tindakan kelas. Sebelumnya guru membuat rencangan tindakan yang akan dilaksanakan pada hari Selasa , 8 April 2014. Tugas yang dilakukan guru dalam tahap prencanaan yaitu:
1) Menyusun rencana kegiatan harian dengan tema tanah airku untuk 2 pertemuan
2) Menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan selama pembelajaran meliputi:
a) Media pembelajaran nyata (bahan-bahan alam plepah pisang, batang pepaya, dan belimbing)
b) Lembar kerja c) Lembar penelitian
Berdasarkan PERMENDIKNASNo. 58 Tahun 2009 aspek- aspek yang dinilai dalam penelitian ini meliputi: meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media,
commit to user
Mengekspresikan diri, meniri bentuk menunjukan mencap gambar sesuai dengan bentuk aslinya, melakukan eksplorasi memadukan bahan mencap gambar dengan berbagai media, dan Mengekspresikan diri mencap gambar dengan lengkap atau sempurna.
b. Pelaksanaan (acting)
Dalam pelaksanaan tindakan ini peneliti menerapkan model pembelajaran kontekstual guna meningkatkan kemampuan motorik halus mencetak gambar anak. Pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan dalam dua pertemuan. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dalam 20 menit. Kedua pertemuan ini di jelaskan sebgai berikut:
(1) Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari kamis 4 April 2014 dengan kegiatan berupa pengamatan langsung atau nyata dengan bendera yang di sediakan oleh guru, plaksanaan tindakan dalam kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar dengan penerapan model pembelajaran kontekstual pada kegiatan mencap gambar bendera siklus I pertemuan pertama, dapat di jelaskan dengan langkah-langkah kontekstual sebagai berikut:
a) Konstruktivisme/membangun
Anak-anak di ajak oleh guru untuk membangun pemahaman terlebih dahulu dengan mengajak anak mengamati bendera di halam sekolah.
b) Inquiri/ menemukan
Anak menemukan pengetahuan baru melalui kegiatan pengamatan langsung terhadap bendera dan pohon pisang yang ada di samping sekolah untuk mencetak gambar tersebut.
commit to user c) Bertanya
Saat berada di dalam kelas, guru bertanya kepada anak tentang bendera yang telah di amati oleh anak di luar kelas
d) Masyarakat Belajar
Guru bertanya ke pada anak-anak tentang bendera yang di amati anak-anak sebagai sarana komunikasi untuk bertukar penglaman. Hal ini menciptakan masyarakat belajar antara anak didik dengan guru dan antara anak didik dengan anak didik.
e) Modeling (pemodelan)
Guru menghadirkan macam-macam bahan utuk mencap gambar yaitu, plepah pisang dan batang pepaya di halam sekolah.
f) Refleksi
Guru menayakan kegiatan apa yang sudah dilakukan anak dan prasaan anak saat proses pembelajaran. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran guru mengulas kembali yaitu dengan Anak majau didepan kelas dan menunjukan hasil karyanya.
g) Penilaian Yang Sebenarnya
Peneliti melakukan penilaian ketika proses kegiatan mencap gambar sedang berlangsung. Penilaian dibantu oleh guru pendamping, kemudian hasil penilaian dipadukan.
(2) Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Selasa 8 April 2014 pembelajaran yang akan dilaksanakan ditekankan pada kegiatan pengenalan tema tanah airku dengan sub tema mengenal lambang negara.
Plaksanaan dalam tindakan dalam peningkatan kemampuan motorik halus melalui penerapan model pembelajaran kontekstual pada kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar
commit to user
siklus 1 pertemuan ke kedua, dapat di jelaskan dengan rincian sebagai berikut:
a) Konstruktivisme/membangun
Anak-anak di ajak oleh guru untuk membangun pemahaman terlebih dahulu dengan mengajak anak mengamati padi yang ada di luar kelas.
b) Inkuiri
Anak menemukan pengetahuan baru melalui kegiatan pengamatan langsung terhadap gabah padi dan pohon pisang yang ada di samping sekolah untuk mencetak gambar tersebut.
c) Bertanya
Saat berada di dalam kelas, guru bertanya kepada anak tentang gabah yang telah di amati oleh anak di luar kelas.
d) Masyarakat Belajar
Guru bertanya ke pada anak-anak tentang gabah padi yang di amati anak-anak sebagai sarana komunikasi untuk bertukar penglaman. Hal ini menciptakan masyarakat belajar antara anak didik dengan guru dan antara anak didik dengan anak didik.
e) Pemodelan
Anak mencetak gambar meniru bentuk gabah padi yang telah diamati setelah itu anak mencap gambar dengan berbagai media seperti plepah pisang, batang pepaya dan belimbing.
f) Refleksi
Guru menayakan kegiatan apa yang sudah dilakukan anak dan prasaan anak saat proses pembelajaran. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran guru mengulas kembali yaitu dengan Anak majau didepan kelas dan menunjukan hasil karyanya.
g) Penilaian Yang Sebenarnya
commit to user
Peneliti melakukan penilaian ketika proses kegiatan mencetak gambar sedang berlangsung. Penilaian dibantu oleh guru pendamping, kemudian hasil penilaian dipadukan.
Pada saat plaksanaan siklus I pertemuan pertama dan kedua observer mengamati keberlangsungan kegiatan dan mendokumentasikannya. Adapun perangkat pembelajaran yang digunakan pada siklus 1 dan dokumentasi kegiatan (lampiran 163 dan 164)
c. Pengamatan (Observation)
Observasi atau pengamatan dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai observer. Observer mengamati jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir. Pengamatan yang dilakukan melalui aktivitas anak didik saat belajar dengan penerapan model pembelajaran kontekstual pada pembelajaran kemampuan mencetak gambar atau mencap gambar. Dalam tahap ini dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan mengggunakan model pembelajaran kontektual dengan dilaksanakan menggunkan alat bantu berupa lembar observasi, perekaman dengan kamera foto. Berdasarkan pengamatan dilapangan selama 2 kali pertemuan.
data observasi pada siklus I dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Hasil observasi pada siswa
Dari data observasi pada siklus I yang dilaksanakan sebagai dua kali pertemuan diperoleh hasil observasi sebagai berikut:
a) Anak memahami dan mengikuti petunjuk guru dan turut serta dalam kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik
b) Anak dapat menyelesaikan tugas mencetak gambar dari guru dengan kriteria baik
commit to user
c) Menguasai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan oleh guru dengan kriteria cukup
d) Anak memanfaatkan dengan baik sumber belajar yang disediakan guru
e) Minat dan perhatian anak terpusat pada proses pembelajaran dengan kriteria baik
f) Anak bersemangat dalam mengikuti kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik
g) Anak bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas mencetak gambar.
h) Anak menunjukkan reaksi yang positif terhadap stimulus yang di berikan guru saat kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik
i) Anak bertanya tentang materi yang belum di pahami dengan kriteria baik
j) Anak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan mencetak gambar dengan pembelajaran kontekstual dengan kriteria baik
k) Anak turut serta dalam melaksanaan tugas belajarnya.
l) Anak berusaha berbagai informasi tentang materi yang di pelajari dengan kriteria baik
m) Mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk guru
n) Anak melati diri dalam memecahkan soal atau masalah secara berkelompok.
o) Anak menerapkan bunga apa yang telah di temukan di luar kelas untuk mencetak gambar
p) Anak secara keseluruhan terlibat aktif dalam melaksanakan pembelajaran kontekstual dalam kegiatan mencetak gambar
commit to user
Skor yang diperoleh siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah (2,75) dan pertemuan kedua adalah (3,18), ini menunjukkan bahwa siswa mengikuti pelajaran sudah baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan peneliti. ( Lampiran 11 dan 17 halaman 100 dan 117)
2) Hasil Observasi Pada Saat Guru Mengajar
Dari data observasi pada siklus I selama dua kali pertemuan maka diperoleh hasil observasi sebagai berikut:
a) Memeriksa kesiapan siswa
b) Melakukan kegiatan pembiasaan-pembiasaan c) Melakukan kegiatan apersepsi
d) Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
e) Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
f) Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar
g) Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
h) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi, hasil belajar dan indikator yang akan dicapai
i) Melaksanakan pembelajaran secara runtut j) Menguasai kelas
k) Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
l) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan timbulnya kebiasaan positif
m) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
n) Menggunakan media secara efektif dan efisien o) Menghasilkan pesan yang menarik
p) Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media yang kontekstual
commit to user
q) Bertanya langsung kepada siswa tentang media yang di gunakan r) Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran s) Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
t) Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar u) Memantau anak selama proses kegiatan belajar
v) Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar w) Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai dengan usia
perkembangan anak
x) Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
y) Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan,atau kegiatan, pembiasaan atau tugas sebagai bagian
remidi/pengayaan
Berdasarkan keseluruhan data observasi pada guru mengajar dalam siklus I pertemuan pertama skornya (3,14) , pertemuan kedua skornya (3,20). hal ini menandakan bahwa guru dalam mengajar sudah baik.( Lampiran 10 dan16 , halaman 97 dan 114 )
(1) Hasil Karya Kegiatan Mencetak Gambar Siklus I Pertemuan I Nilai kemampuan yang diperoleh anak pada siklus I pertemuan I telah menunjukkan adanya peningkatan. Pada pra siklus hanya 3 anak yang mendapat nilai tuntas (●) atau 20 % dari 15 anak, pada siklus I pertemuan I telah menunjukkan adanya peningkatan yaitu terdapat 4 anak atau 26,66 % yang mendapat nilai tuntas (●) (Lampiran 9 halaman 95)
Nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta siklus I pertemuan I dapat dilihat pada tabel 4.2.
Berikut.
commit to user
Tabel 4.2. Hasil kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus I pertemuan I mencetak gambar dengan pelepah pisang, dan batang pepaya
No Nilai Frekuensi (f) Persentase (%) Keterangan
1. ○ 7 46,66 Belum tuntas
2. √ 4 26,66 Setengah Tuntas
3. ● 4 26,66 Tuntas
Jumlah 15 100
TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) = Tanda Lingkaran Penuh (●) Anak Tuntas = 4 anak
Persentase keberhasilan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 𝑇𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
𝐽𝑢𝑛𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 X 100 = 4
15X 100%
= 26,66%
Data nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus I pertemuan I pada grafik 4.2 dibawah ini :
Gambar 4.2 Grafik nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus I pertemuan I pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta
0 10 20 30 40 50
Tuntas Setengah Tuntas
Belum Tuntas
persentase % 26,66 26,66 46,66
Frekuensi
commit to user
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa setelah melaksanakan siklus I pertemuan I, menunjukkan anak yang memperoleh nilai tidak tuntas (○) sebanyak 7 anak atau 46,66%, nilai setengah tuntas (√) 4 anak atau 26,66%, dan nilai tuntas (●) sebanyak 4 anak atau 26,66%.
(2) Hasil Karya Kegiatan Mencetak Gambar Siklus I Pertemuan II
Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran siklus I pertemuan II, nilai yang diperoleh anak sudah menunjukkan adanya peningkatan. Pada siklus I pertemuan II yang memperoleh nilai tuntas (●) atau 53,33% dari 15 anak. ( Lampiran 15 halaman 112 )
Data nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta siklus I pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.3. Berikut :
Tabel 4.3 Hasil nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus I pertemuan II dengan pelepah pisang dan belimbing anak kelompok B
No Nilai Frekuensi (f) Persentase (%) Keterangan
1. ○ 5 33,33 Tidak tuntas
2. √ 2 13,33 Serengah Tuntas
3. ● 8 53,33 Tuntas
Jumlah 15 100
TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) = Tanda Lingkaran Penuh (●) Anak Tuntas = 8 anak
Persentase keberhasilan = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 𝑇𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
𝐽𝑢𝑛𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 X 100 = 8
15 X 100%
= 53,33%
commit to user
Dalam nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus I pertemuan II pada tabel 4.3 . di atas dapat disajikan pada grafik. dibawah ini:
Gambar 4.3. Grafik Nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada Siklus I Pertemuan Ke 2 pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa setelah melaksanakan siklus I pertemuan II, menunjukkan bahwa anak yang memperoleh nilai tuntas (●) sebanyak 8 anak atau 53,33%, nilai setengah tuntas (√) sebanyak 2 anak atau 13,33%, dan nilai belum tuntas (○) sebanyak 5 anak atau 33,33%.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tindakan kelas pada siklus I pertemuan I dan II, bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar anak terlihat hasil yang diperoleh pada pertemuan I dan II sedikit mengalami peningkatan tetapi belum mencapai indikator yang di targetkan yaitu 80%. Pada siklus I pertemuan I ada 4 anak yang mendapat nilai tuntas (●) atau 26,66%, sedangkan pada pertemuan II ada 8 anak yang memperoleh nilai tuntas (●) atau 53,33% dari 15 anak, di karenakan dalam kegiatan mencetak gambar anak masih kurang rapi dan masih banyak anak yang masih perlu
0 10 20 30 40 50 60
Tuntas Setengah Tuntas
Belum Tuntas
persentase % 53,33 13,33 33,33
Frekuensi
commit to user
bimbingan dan bantuan karena kegiatan tersebut jarang di lakukan di sekolah kegiatan yang di lakukan hanya mewarnai setiap kegiatan motorik halus.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian dalam siklus I perlu dilanjutkan agar kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak gambar mengalami peningkatan. Berkaitan dengan hal tersebut maka peneliti melakukan tindakan selanjutnya yaitu siklus II.
2. Tindakan Siklus II
Pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar melalui penerapan model pembelajaran kontekstual telah berjalan dengan lancar walau pun masih ada kekurangan.
Oleh kerena itu, diperlukan tindak lanjut pada siklus II dengan harapan dapat memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terjadi pada siklus I serta dapat tercapai target yang di inginkan dan ditentukan sebelumnya.
Dalam siklus II peneliti menggunakan tema alam semesta.
Pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar melalui model pembelajaran kontekstual pada siklus II terbagi menjadi dua pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis, 10 April 2014 dan hari Senin, 14 April 2014. Alokasi waktu yang digunakan pada setiap pertemuan adalah 20 menit. Rincian pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan (planning)
Tahap perencanaan siklus II berdasarkan pada hasil refleksi pada siklus I. Berdasarkan refleksi pada siklus I tersebut diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK merpati pos Surakarta. Namun, Klasikal ketuntasan belum mencapai indikator yang ditetapkan,
commit to user
sehingga peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran kembali dengan model pembelajaran kontekstual.
Adapun deskripsi perencanaan siklus II adalah sebagai berikut:
1) Membuat RKH
2) Menyiapkan media dan instrumen, antara lain:
a) Media pembelajaran dari bahan alam yaitu plepah pisang, wortel dan batang sawi.
b) Alat (lembar evaluasi)
Berdasarkan PERMENDIKNASNo. 58 Tahun 2009 aspek-aspek yang dinilai dalam penelitian ini meliputi: meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media, Mengekspresikan diri, meniri bentuk menunjukan mencap gambar sesuai dengan bentuk aslinya, melakukan eksplorasi memadukan bahan mencap gambar dengan berbagai media, dan Mengekspresikan diri mencap gambar dengan lengkap atau sempurna.
c) Lembar kegiatan anak untuk mencetak gambar atau mencap gambar dan lembar instrumen observasi aktivitas anak didik dan lembar observasi kinerja guru.
b. pelaksanaan (acting)
Dalam pelaksanaan tindakan ini guru tetap akan menerapkan model pembelajaran kontekstual seperti pada siklus I guna meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar anak. Pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan dalam dua pertemuan. Kedua pertemuan ini dijelaskan sebagai betikut :
(1) Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2014 dengan materi mencap gambar dengan bahan yang digunakan untuk
commit to user
mencap gambar pada pertemuan ini adalah dengan menggunakan plepah pisang dan batang sawi. Sebelum melakukan kegitan guru menjelaskan kegitan yang di lakukan anak dan di akhir kegitan guru memberi reward atau penghargaan berupa bintang agar anak lebih semangat dalam kegiatan mencetak gambar atau mencap gambar.
Pada siklus II pertemuan pertama anak didik tetap di perkenalkan kegiatan mencetak gambar akan tetapi yang mebedakan anak dalam siklus I dan II yaitu hanya bahan yang di gunakan anak yang berbeda yang siklus I anak menggunakan plepah pisang, batang pepaya, dan belimbing pada siklus ke II anak menggunkan plepah pisang, batang sawi dan wortel.
Untuk lebih jelas kegitan penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegitan mencetak gambar menggunakan plepah pisang dan batang sawi yaitu menggunakan langkah-langkah kontekstual sebagai berikut :
a) Konstruktivisme/membangun
Anak-anak di ajak oleh guru untuk membangun pemahaman terlebih dahulu dengan mengajak anak mengamati berbagai tanaman di halam sekolah.
b) Inkuiri
Anak menemukan pengetahuan baru melalui kegiatan pengamatan langsung terhadap tanaman bunga yang ada di halaman sekolah untuk mencetak gambar misalnya bunga mawar, melati dll
c) Bertanya
guru bertanya kepada anak didik tentang bunga yang di amati oleh anak
d) Masyarakat Belajar
commit to user
Guru bertanya ke pada anak-anak tentang bunga yang di amati anak-anak sebagai sarana komunikasi untuk bertukar penglaman.
Hal ini menciptakan masyarakat belajar antara anak didik dengan guru dan antara anak didik dengan anak didik.
e) Pemodelan
Anak mencap gambar meniru bentuk bunga yang telah diamati setelah itu anak mencap gambar dengan berbagai media seperti pelepah pisang, batang sawi.
f) Refleksi
Refleksi dilakukan dengan cara membandingkan hasil lukisan anak dengan bentuk tanaman aslinya
g) Penilaian Yang Sebenarnya
Peneliti melakukan penilaian ketika proses kegiatan mencap gambar sedang berlangsung. Penilaian dibantu oleh guru pendamping, kemudian hasil penilaian dipadukan
(2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin, 14 April 2014. Pada pertemuan kedua sub tema sama dengan pertemuan pertama. yaitu dengan sub tema alam semesta hanya bahan yang di gunakan berbeda siklus ke II pertemuan ke II menggunakan bahan untuk mencetak gambar atau mencap gambar dengan plepah pisang dan wortel.
Untuk lebih jelas kegiatan penerapan model untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui model pembelajaran kontekstual mencetak gambar atau mencap gambar dengan bahan alam yaitu dengan plepah pisang dan wortel, siklus II pertemuan ke dua yaitu menggunkan langkah-langkah kontekstual sebagai berikut:
commit to user a) Konstruktivisme/membangun
Anak-anak di ajak oleh guru untuk membangun pemahaman terlebih dahulu dengan mengajak anak mengamati berbagai tanaman bunga di halam sekolah.
b) Inkuiri
Anak menemukan pengetahuan baru melalui kegiatan pengamatan langsung terhadap tanaman bunga yang ada di halaman sekolah untuk mencetak gambar misalnya bunga mawar, melati dll
c) Bertanya
guru bertanya kepada anak didik tentang bunga yang di amati oleh anak
d) Masyarakat Belajar
Guru bertanya ke pada anak-anak tentang bunga yang di amati anak-anak sebagai sarana komunikasi untuk bertukar penglaman. Hal ini menciptakan masyarakat belajar antara anak didik dengan guru dan antara anak didik dengan anak didik.
e) Pemodelan
Anak mencap gambar meniru bentuk bunga yang telah diamati setelah itu anak mencap gambar dengan berbagai media seperti plepah pisang, dan wortel.
f) Refleksie
Refleksi dilakukan dengan cara membandingkan hasil lukisan anak dengan bentuk tanaman aslinya
g) Penilaian Yang Sebenarnya
commit to user
Peneliti melakukan penilaian ketika proses kegiatan mencap gambar sedang berlangsung. Penilaian dibantu oleh guru pendamping, kemudian hasil penilaian dipadukan
c. Observasi
Tahap observasi dilakukan guru untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu berupa lembar observasi atau pengamatan dan dokumentasi berupa foto dan video.
data observasi pada siklus II dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Hasil observasi pada siswa
Dari data observasi pada siklus II yang dilaksanakan sebagai dua kali pertemuan diperoleh hasil observasi sebagai berikut:
a) Anak memahami dan mengikuti petunjuk guru dan turut serta dalam kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik b) Anak dapat menyelesaikan tugas mencetak gambar dari guru
dengan kriteria baik
c) Menguasai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan oleh guru dengan kriteria cukup
d) Anak memanfaatkan dengan baik sumber belajar yang disediakan guru
e) Minat dan perhatian anak terpusat pada proses pembelajaran dengan kriteria baik
f) Anak bersemangat dalam mengikuti kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik
g) Anak bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas
commit to user
h) Anak menunjukkan reaksi yang positif terhadap stimulus yang di berikan guru saat kegiatan mencetak gambar dengan kriteria baik
i) Anak bertanya tentang materi yang belum di pahami dengan kriteria baik
j) Anak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan mencetak gambar dengan pembelajaran kontekstual dengan kriteria baik
k) Anak turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya
l) Anak berusaha berbagai informasi tentang materi yang di pelajari dengan kriteria baik
m) Mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk guru
n) Anak melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah secara berkelompok
o) Anak menerapkan bunga apa yang telah di temukan di luar kelas untuk mencetak gambar
p) Anak secara keseluruhan terlibat aktif dalam melaksanakan pembelajaran kontekstual dalam kegiatan mencetak gamba
Skor yang diperoleh siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah (3,75) dan pertemuan kedua adalah (3,87), ini menunjukkan bahwa siswa mengikuti pelajaran sudah baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan peneliti.( Lampiran 26 dan 32, halam 137 dan 154)
2) Hasil Observasi Pada Saat Guru Mengajar
Dari data observasi pada siklus II selama dua kali pertemuan maka diperoleh hasil observasi sebagai berikut:
a) Memeriksa kesiapan siswa
b) Melakukan kegiatan pembiasaan-pembiasaan c) Melakukan kegiatan apersepsi
commit to user
d) Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
e) Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan f) Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan
hierarki belajar
g) Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
h) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi, hasil belajar dan indikator yang akan dicapai
i) Melaksanakan pembelajaran secara runtut j) Menguasai kelas
k) Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
l) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan timbulnya kebiasaan positif
m) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
n) Menggunakan media secara efektif dan efisien o) Menghasilkan pesan yang menarik
p) Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media yang kontekstual
q) Bertanya langsung kepada siswa tentang media yang di gunakan
r) Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran s) Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
t) Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar u) Memantau anak selama proses kegiatan belajar
v) Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar
w) Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai dengan usia perkembangan anak
commit to user
x) Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
y) Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan,atau kegiatan, pembiasaan atau tugas sebagai bagian
remidi/pengayaan
Berdasarkan keseluruhan data observasi pada guru mengajar dalam siklus II pertemuan pertama skornya (3,56) , pertemuan kedua skornya (3,64). hal ini menandakan bahwa guru dalam mengajar sudah sangat baik.( Lampiran 25 dan 31, halaman 134 dan 151)
(1) Hasil Karya Kegiatan Mencetak Gambar Siklus II Pertemuan I Nilai kemampuan yang diperoleh anak pada siklus II pertemuan I , telah menunjukkan adanya peningkatan. Pada pra siklus hanya 3 anak yang mendapat nilai tuntas (●) atau 20% dari 15 anak dan pada siklus II pertemuan I telah menunjukkan adanya peningkatan yaitu terdapat 10 anak atau 66,7 % yang mendapat nilai tuntas (●). ( Lampiran 24 halaman 132)
Nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta siklus II pertemuan I dapat dilihat pada tabel 4.5 Berikut :
commit to user
Tabel 4.4 Hasil kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada siklus II pertemuan I kegitan mencetak gambar dengan pelepah pisang dan batang sawi.
No Nilai Frekuensi (f) Persentase (%) Keterangan
1. ○ 3 20 Belum Tuntas
2. √ 2 13,33 Setengah Tuntas
3. ● 10 66,7 Tuntas
Jumlah 15 100
TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) = Tanda Lingkaran Penuh (●) Anak Tuntas = 10 anak
Persentase keberhasilan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 𝑇𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
𝐽𝑢𝑛𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 X 100 = 10
15 X 100%
= 66,7%
Data nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus II pertemuan I dapat di sajikan dalam bentuk grafik 4.5 dibawah ini :
Gambar 4.4 Grafik nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus II pertemuan I pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta.
0 10 20 30 40 50 60 70
tuntas Setengah Tuntas
Belum Tuntas
persentase % 66,7 13,33 20
Frekuensi
commit to user
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa setelah melaksanakan siklus II pertemuan I, menunjukkan anak yang memperoleh nilai belum tuntas (○) sebanyak 3 anak atau 20%, nilai setengah tuntas (√) 2 anak atau 13,33%, dan nilai tuntas (●) sebanyak 10 anak atau 66,7%.
(2) Hasil Karya Kegiatan Mencetak Gambar Siklus II Pertemuan II Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran siklus II pertemuan II, nilai yang diperoleh anak sudah menunjukkan adanya peningkatan. Pada siklus II pertemuan II ada 13 anak yang memperoleh nilai tuntas (●) atau 86,7% dari 15 anak. ( Lampiran 30 halaman 149 )
Data nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta siklus II pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai Berikut :
Tabel 4.5 Hasil nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus II pertemuan II mencetak gambar dengan menggunkan plepah pisang dan wortel Siklus II Pertemuan II
No Nilai Frekuensi (f) Persentase (%) Keterangan
1. ○ 0 0 Belum Tuntas
2. √ 2 13,33 Setengah Tuntas
3. ● 13 86,7 Tuntas
Jumlah 15 100
TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) = Tanda Lingkaran Penuh (●) Anak Tuntas = 13 anak
Persentase keberhasilan = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 𝑇𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
𝐽𝑢𝑛𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑛𝑎𝑘 X 100 = 13
15X 100%
= 86,7%
commit to user
Data nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus II pertemuan II pada tabel 4.5 . di atas dapat disajikan dalam bentuk grafik 4.5 . dibawah ini:
Gambar 4.5 Grafik hasil nilai kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar siklus II pertemuan 2 pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta.
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa setelah melaksanakan siklus II pertemuan II, menunjukan bahwa anak yang memperoleh nilai tuntas () sebanyak 13 anak atau 86,7%, nilai setengah tuntas () sebanyak 2 anak atau 13,3%, dan nilai belum tuntas () atau o%
d. Refleksi
Berdasarkan hasil yang di peroleh dari tindakan kelas pada siklus II pertemuan I dan II, bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegitan mencetak gambar anak terlihat hasil yang diperoleh pada pertemuan I dan II mengalami peningkatan. Pada siklus II pertemuan I ada 10 anak yang mendapat nilai tuntas () atau 66,7% sedangkan pada pertemuan II ada 13 anak yang memperoleh nilai tuntas () atau 86,7% dari 15 anak. dan tidak ada anak yang mendapat nilai belum tuntas (o). Nilai tersebut sudah melebihi target
0 20 40 60 80 100
Tuntas Setengah Tuntas
Belum Tuntas
persentase % 86,7 13,33 0
Frekuensi
commit to user
nilai ketuntasan yaitu 80%, maka peneliti tidak melakukan tindakan selanjutnya. Anak yang masih mendapat nilai setengah tuntas masih tetap diberi bimbingan atau pengayaan oleh guru. Hal ini perlu dipertahankan sebagai suatu langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak gambar.
C. Perbandingan Hasil Tindakan Tindakan Tiap Siklus 1. Observasi Guru Mengajar
Penilaian observasi guru mengajar, perbandingan nilai hasil observasi guru mengajar sebelum dan sesudah tindakan dapat dibuat grafik dapat di lihat pada gambar 4.6 berikut ini:
Gambar 4.6 Grafik perbandingan hasil observasi prtindakan, siklus I pertemuan I dan 2, siklus II pertemuan 1 dan 2.
Berdasarkan gambar Grafik 4.6 menunjukkan pencapain guru mengajar mengalami peningkatan dari kondisi awal 3,00, siklus I pertemuan I sebesar 3,14, siklus I pertemuan 2 sebesar 3,20, siklus II pertemuan I sebesar 3,56 dan siklus II pertemuan II meningkat sebesar 3,81.
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5
pratindakan siklus I Pertemuan I
Siklus I Pertemuan II
Siklus II Pertemuan I
Siklus II Pertemuan 2
Frekuensi
commit to user 3. Observasi Aktifitas Anak Dalam Pembelajaran
Penilaian terhadap proses pembelajaran juga diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas anak dalam proses pembelajaran berlangsung. Hasil penilain observasi aktivitas belajar anak sebelum dan sesudah tindakan dapat di lihat pada grafik gambar 4.7. sebagai berikut:
Gambar Grafik 4.7 perbandingan hasil observasi aktivitas anak dalam proses pembelajaran dari pratindakan, siklus I pertemuan I dan 2, dan siklus II pertemuan I dan 2.
Berdasarkan gambar grafik 4.7 menunjukan pencapaian aktivitas anak belajar dari kondisi awal 2,31, siklus I pertemuan I sebesar 2,75, siklus I pertemuan 2 sebesar 3,18, siklus II pertemuan I sebesar 3,75 dan siklus II pertemuan 2 sebesar 3,87.
4. Hasil Belajar Kemampuan Motorik Halus Dalam Kegiatan Mencetak Gambar
Penilaian terhadap hasil belajar kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar terbagi menjadi 3 aspek indikator yaitu: meniru
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5
pratindakan siklus I Pertemuan I
Siklus I Pertemuan II
Siklus II Pertemuan I
Siklus II Pertemuan 2
Frekuensi
commit to user
bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media, mengekspresikan diri.
Hasil penilaian kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar anak sebelum dan sesudah tindakan dapat dilihat pada grafik gambar 4.8 sebagai berikut:
Gambar Grafik 4.8 perbandingan hasil penilaian kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar anak dalam proses pembelajaran dari prasiklus, siklus I pertemuan I dan 2, dan Siklus II pertemuan I dan 2.
Berdasarkan gambar grafik 4.8 menunjukan pencapaian aktivitas belajar anak dari kondisi awal 20%, siklus I pertemuan I , 26,66%, Siklus I pertemuan 2 sebesar 53,33%, Siklus II pertemuan 1 66,70% dan pada siklus II pertemuan 2 meningkat mencapai 86,7%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
pratindakan siklus I Pertemuan I
Siklus I Pertemuan II
Siklus II Pertemuan I
Siklus II Pertemuan 2
commit to user D. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan/observasi dan analisis data yang dapat di nyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Tahun 2014. Peningkatan tersebut dari perhitungan hasil yang diperoleh anak didik pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakam dan setelah dilaksanakan tindakan siklus I dan siklus II, yang masing-masing siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Untuk lebih jelasnya hasil penelitian yang di proleh yaitu:
Hasil analisis data dalam tahap pratindakan sebanyak 3 atau 20 anak yang berhasil memperoleh nilai tuntas kriteria nilai ketuntasan minimal (KKM
= ). Tindakan yang dilakukan adalah penerapan model pembelajaran kontekstual. Pada siklus I pertemuan I di peroleh hasil sebanyak 4 anak atau 26,66, pada siklus ke I pertemuan ke II mengalami peningkatan menjadi 8 anak atau 53,33 dari 15 jumlah anak yang berhasil memperoleh nilai tuntas dengan rata-rata nilai (). Sedangkan pada siklus yang II pertemuan I diperoleh hasil sebanyak 10 atau 66,7, dan pada siklus ke II pertemuan ke II diperoleh hasil sebanyak 13 atau 86,7 dari 15 jumlah anak yang berhasil memperoleh nilai tuntas dengan rata-rata nilai tuntas (). Dengan dengan ketuntasan mencapai 86,7 yang telah melewati indikator keberhasilan sebanyak 80 anak harus tuntas, maka pembelajaran dan penelitian dengan penerpan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta telah berhasil.
Zainal Aqib (2013:4) menyatakan pembelajaran kontekstual (Constextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata. Hal ini mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang di miliki
commit to user
dengan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari.dalam melakukan kegiatan mencetak gambar guru harus membawa benda yang kontekstual karena penerapan model pembelajaran kontekstual berhubungan dengan benda yang nyata maka peneliti menggunakan media seperi plepah pisang, batang pepaya, batang sawi dan wortel untuk kegitan mencetak gambar.
Sesuai dengan teori Trianto (2008:26), bahwa langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran kontekstual harus memperhatikan tujuh komponen di dalamnya, yaitu konstruktivisme (Construkvism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment), dan reflection dapat meningkatkan ketuntasan anak. Komponen-komponen dalam kontekstual telah disebutkan dapat disusun sesuai dengan rencana dan skenario pembelajaran yang akan digunakan dalam peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegitan mencetak gambar. Dapat ditunjukan dalam penelitian ini bahwa peneliti menggunakan komponen pemodelan yaitu konstruktivisme , bertanya , menemukan , masyarakat belajar pemodelan , dan penilaian sebenarnya.
Bagi anak yang belum tuntas dalam penelitian penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta, tetap dibimbing melalui pengayaan dan latihan yang di lakukan di sekolah dengan guru dan di rumah dengan orang tua.