Kalimat Efektif
Frilia Shantika Regina, M.Pd.
▸ Baca selengkapnya: contoh kalimat efektif yang berkaitan dengan musim
(2)Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik. Daya informasi ini menimbulkan kembali gagasan yang identik dengan apa yang disampaikan oleh pembicara-penulis.
Menurut Parera (Ekosusilo,1995:63) kalimat dikatakan efektif apabila didukung oleh
a. kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis,
b. keparalelan, untuk tujuan efektivitas tertentu, c. ketegasan dalam menonjolkan pikiran utama, d. kehematan dalam pilihan kata, dan
e. kevariasian dalam penyusunan kalimat.
Kesepadanan dan Kesatuan
Kesepadanan adalah kemaksimalan struktur bahasa untuk mendukung gagasan atau ide yang dikandung, untuk itu yang harus diperhatikan
1) setiap kalimat mayor harus memiliki subjek dan predikat
Contoh:
Mereka membicarakan masalah balas studi.
Kalimat di atas memiliki S, P, O, yaitu fungsi S diisi oleh kata mereka, fungsi P diisi oleh kata membicarakan, dan fungsi O diisi oleh frasa
Kesepadanan dan Kesatuan
2) Ide pokok harus terdapat dalam induk kalimat Contoh:
Ia meninggalkan kelas ketika kuliah sedang berlangsung.
Ide pokok dari kalimat di atas adalah ia meninggalkan kelas.
Apabila ide pokok yang dimaksud adalah kuliah sedang berlangsung maka kalimat di atas menjadi berikut ini.
Kuliah sedang berlangsung, ketika ia meninggalkan
kelas.
Kesepadanan dan Kesatuan
3)Penggabungan kalimat dengan kata hubung dan atau kata yang (kata dan untuk menghasilkan kalimat yang setara, sedangkan kata yang untuk menghasilkan kalimat dengan klausa bertingkat).
contoh:
Ujian berlangsung selama dua minggu.
Ujian dimulai pada 4 Januari 1999.
Kesepadanan dan Kesatuan
Kalimat di atas digabung menjadi kalimat berikut ini.
Ujian yang dimulai pada 4 Januari 1999 berlangsung selama dua minggu.
atau
Ujian berlangsung selama dua minggu dan dimulai pada 4 Januari 1999.
4) Subjek tidak didahului kata depan Contoh:
Bagi semua mahasiswa baru harus segara konfirmasi.
seharusnya
Semua mahasiswa baru harus segara konfirmasi.
kata depan:
di, dari, ke, pada, kepada, tentang, bagi, pada, dengan, dan, dalam, untuk, kepada, daripada, sebagai, dsb.
Keparalelan
Keparalelan adalah penggunaan bentuk-bentuk bahasa atau konstruksi bahasa yang sama dalam susunan serial, dapat juga dikatakan sebagai kesejajaran pengungkapan ide-ide dalam suatu kalimat.
contoh:
Penghapusan pangkalan asing dan penarikan kembali pasukan AS dari Filipina akan mempercepat perwujudan cita-cita segenap bangsa Filipina.
atau
Dihapuskannya pangkalan asing dan ditariknya kembali pasukan AS dari Filipina akan mempercepat terwujudnya cita-cita segenap bangsa Filipina.
Kalimat pertama di atas diisi oleh kata benda yang berupa penghapusan, penarikan, dan perwujudan, sedangkan kalimat kedua diisi oleh kata kerja yang berupa dihapuskannya, ditariknya, dan terwujudnya.
Ketegasan dan Keutamaan
Untuk mencapai ketegasan dan keutamaan dalam suatu tulisan, seorang penulis harus memperhatikan posisi bagian yang diutamakan. Hal itu dapat ditempuh dengan:
1) Meletakkan bagian yang penting pada awal kalimat, contoh:
Masalah kenaikan harga itu dapat dibicarakan pada kesempatan yang lain.
atau
Pada kesempatan yang lain masalah kenaikan
harga itu dapat dibicarakan.
Ketegasan dan Keutamaan
2) Mengulang gagasan yang penting, contoh:
Untuk menambah iklim yang sejuk di negara kita maka perlu kesadaran moral, kesadaran politik, kesadaran agama, kesadaran bermasyarakat, dan kesadaran berbudaya.
3) Mempertentangkan gagasan yang satu dengan yang lain,
contoh:
Perusahaan menghendaki perbaikan secara menyeluruh bukan setengah-setengah.
Ketegasan dan Keutamaan
4)Menekankan gagasan yang penting dengan partikel –lah
contoh:
Kitalah yang bertanggung jawab atas
kejadian itu.
Kehematan
Dalam menyusun tulisan ilmiah, diharapkan seorang penulis dapat berhemat dalam pemakaian kata, frasa, atau bentuk-bentuk bahasa yang lain. Kehematan ini menyangkut gramatikal dan makna kata.
Kehematan dapat ditempuh dengan cara
1) Menghindari pengulangan subyek kalimat contoh:
Mereka naik pentas begitu mereka tiba.(ada pengulangan S) Mereka naik pentas begitu tiba.(tanpa pengulangan)
Kehematan
Menghindari kata hari, tanggal, bulan, dan tahun dalam hubungannya dengan nama hari, tanggal, bulan, dan tahun.
contoh:
Pemberontakan itu meletus pada tanggal 30 bulan September tahun 1965.
Kalimat di atas diperbaiki sebagai berikut.
Pemberontakan itu meletus pada 30 September 1965.
3) Menghindari pemakaian hipernim/superordinat contoh:
Pakaiannya berwarna merah menyala.
Pakaiannya merah menyala.(hemat)
Hipernim memiliki makna yang lebih luas, yang merangkum bentuk yang maknanya lebih spesifik (hiponim)
Kehematan
4) Menghindari pemakaian kata penghubung yang berlebihan contoh:
Walaupun sakit, tetapi ia berangkat juga.
Walaupun sakit, ia berangkat juga.
5) Menghindari pemakaian kata yang berlebihan (kata-kata yang memiliki makna sama)
contoh:
Kita harus belajar dari Jepang agar supaya dapat maju dan berkembang.
Gunakan salah satu:
sejak–dari adalah–merupakan sangat–sekali seperti–misalnya demi–untuk cuma–sekadar agar–supaya naik–ke atas
hanya–saja turun–ke bawah/mundur-ke belakang
Kehematan
Kalimat di atas diperbaiki menjadi berikut ini.
Kita harus belajar dari Jepang agar dapat maju dan berkembang.
atau
Kita harus belajar dari Jepang supaya dapat maju dan berkembang.
6) Menghindari penjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak
Contoh:
Ada banyak persaingan-persaingan perusahaan dalam penciptaan teknologi baru. (tidak hemat)
Ada banyak persaingan perusahan dalam penciptaan teknologi baru (hemat)
Variasi
Untuk membuat kalimat yang tidak monoton dan menjemukan, diperlukan adanya variasi.
Kevariasian dapat ditempuh dengan berbagai cara berikut.
1) Variasi penggunaan kata contoh:
Pembicaraan itu membicarakan kenakalan mahasiswa.
(monoton)Pembicaraan itu membahas kenakalan mahasiswa.
(variatif)
Variasi
2) Variasi dalam pembukaan kalimat
a) Frasa keterangan tempat atau keterangan waktu diletakkan di awal kalimat.
contoh:
Dari desa yang terpencil ia merantau ke Bandung.
b) Penggunaan frasa verbal : contoh:
Merombak kendaraan tua adalah kegemarannya.
c) Penempatan klausa anak kalimat : contoh:
Ketika ujian berlangsung, mahasiswa itu jatuh sakit.
Bahasa Indonesia Ragam Ilmu
Bahasa tulis ilmiah merupakan perpaduan ragam bahasa tulis dan ragam bahasa ilmiah.
Ragam bahasa tulis memiliki ciri: kosakata yang digunakan dipilih secara cermat, pembentukan kata diakukan secara sempurna, kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu (kohesi dan koheren).
Ragam bahasa ilmiah memiliki ciri: cendekia, lugas, jelas, formal, objektif, konsisten, dan bertolak dari gagasan.
Ciri-ciri Bahasa Ilmu
Bahasa tulis ilmiah bersifat cendekia,
artinya bahasa ilmiah mampu digunakan
secara tepat untuk mengungkapkan hasil
pikiran logis. Selain itu, mampu
membentuk pernyataan yang tepat dan
seksama sehingga gagasan dapat
diterima secara tepat oleh pembaca.
Ciri-ciri Bahasa Ilmu
Kalimat Logis
Kalimat Lugas
Kalimat Kuantitatif
Kalimat Denotatif
Kalimat Bermakna Tunggal
Kalimat Baku
Kalimat Tanpa Pengaruh bahasa Daerah
Kalimat Tanpa Pengaruh bahasa Asing
Kalimat Logis
Kalimat Logis
Kalimat dalam bahasa Indonesia ragam ilmiah harus bersifat logis, artinya harus dapat diterima oleh akal.
Contoh kalimat tidak masuk akal:
Persoalan pendidikan di Indonesia telah ditingkatkan.
Seharusnya:
1. Mutu pendidikan di Indonesia telah ditingkat.
2. Persoalan pendidikan di Indonesia telah diatasi.
Contoh lain :
Jalan Setiabudhi macet total.
Seharusnya:
Lalu linta di Jalan Setiabudhi macet total.
Kalimat Lugas
Kalimat Lugas
Kalimat ragam ilmiah harus disajikan secara lugas, artinya kalimat tersebut harus singkat harus singkat, padat, tidak bertele-tele, dan menuju pokok masalah.
Contoh kalimat tidak lugas:
Pelaksanaan pembangunan jembatan itu dimulai sejak dua tahun yang lalu.
Seharusnya:
Pembangunan jembatan itu dimulai dua tahun lalu.
Kalimat Kuantitatif
Kalimat Kuantitatif
Kalimat dalam bahasa Indonesia ragam ilmiah harus bersifat kuantitatif artinya keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara jelas.
Contoh kalimat tidak kuantitatif :
Ada puluhan sampel yang tidak dapat dianalisis Seharusnya:
• Tiga puluh sampel yang tidak dapat dianalisis Contoh lain:
Bahan yang digunakan untuk penelitian cukup banyak.
Seharusnya :
• Bahan yang digunakanuntuk penelitian 100 buah.
Kalimat Denotatif
Kalimat Denotatif
Kalimat dalam ragam ilmiah harus bersifat denotatif artinya pilihan kata/diksi yang digunakan sesuai dengan arti sesungguhnya/objektif.
Contoh kalimat tidak denotatif:
*Pabrik-pabrik di kota besar itu tidak pernah tidak nyenyak sepanjang malam.
Seharusnya:
Pabrik-pabrik di kota besar itu tidak berhenti berproduksi
Kalimat Bermakna Tunggal
Kalimat Bermakna Tunggal
Kalimat bermakna tunggal artinya kalimatnya tidak mengandung makna ganda/ambigu atau hanya mengandung satu penafsiran.
Contoh kalimat tidak bermakna tunggal:
*Penyidik Chaidir itu benar-benar seorang pakar hukum Seharusnya:
1. Penyidik kasus Chaidir itu benar-benar seorang pakar hukum.
2. Penyidik yang bernama Chaidir itu benar-benar seorang pakar hukum.
Kalimat Baku
Kalimat Baku
Kalimat dalam ragam bahasa ilmiah harus baku artinya kalimat tersebut harus sesuai dengan standar bahasa yang berlaku.
Contoh kalimat yang nonbaku:
Marilah kita mensukseskan Sidang Tahunan MPR.
Seharusnya:
Marilah kita kita menyukseskan Sidang Tahunan MPR.
Menghindari Pengaruh Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Kalimat ragam ilmiah tidak boleh dipengaruhi bahasa daerah dan asing baik di bidang kosakata, frasa, atau struktur kalimat.
Dalam karangan ilmiah sering dijumpai pemakaian bentuk- bentuk di mana, di dalam mana, dari mana, dan yang mana sebagai penghubung. Bentuk di mana sejajar dengan penggunaan where, dalam mana, dan di dalam mana sejajar dengan bahasa Inggris karena dalam bahasa Inggris bentuk- bentuk itu lazim digunakan sebagai penghubung sebagaimana terlihat pada contoh berikut.
1. The house where he live very large.
2. Karmila opened the album in which he had kept her new photograph.
3. If i have no class, I stay at the small building from where the sound of gamelan can be heard smoothly.
Menghindari Pengaruh Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Pemakaian bentuk-bentuk di mana, dalam mana, di
dalam mana, dari mana, dan yang mana seringditemui dalam penulisan seperti terlihat pada contoh berikut:
1. Kantor di mana dia bekerja tidak jauh dari rumahnya.
2. Kita akan teringat peristiwa 87 tahun yang lalu di
mana waktu itu bangsa Indonesia telah berikrar.3. Sektor pariwisata yang mana merupakan tulang
punggung perekonomian negara harus senantiasa
ditingkatkan.
Menghindari Pengaruh Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Bentuk-bentuk di mana, di depan mana, dari mana, yang mana, dan dari mana dalam bahasa Indonesia dipakai untuk menandai kalimat tanya.
Bentuk di mana dan dari mana dipakai untuk menyatakan ‘tempat’, yaitu
‘tempat berada’ dan ‘tempat asal’, sedangkan yang mana untuk menyatakan pilihan. Jadi, kalimat di atas seharusnya berubah menjadi:
1. Kantor tempat dia bekerja tidak jauh dari rumahnya
2. Kita akan teringat peristiwa 87 tahun yang lalu waktu itu bangsa Indonesia telah berikrar.
3. Sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian negara harus senantiasa ditingkatkan.
Contoh kalimat yang dipengaruhi bahasa daerah:
Teknologinya Jepang jauh lebih maju dari kita.
Seharusnya:
Teknologi Jepang jauh lebih maju dibandingkan dengan teknologi kita Contoh kalimat yang dipengaruhi oleh bahasa asing:
Usaha rehabilitasi yaitu semua usaha yang mana bertujuan untuk memulihkan fungsi organ