• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRADISI MENGHAFAL AL-QURAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TRADISI MENGHAFAL AL-QURAN"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

(STUDI KASUS PENGHAFALAN AL-QURAN DI SMP IT INSAN HARAPAN)

Disusun untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Agama (S.Ag.)

Disusun Oleh:

Yuni Fitriani 1113034000026

PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN

UNNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1441 H / 2020 M

(2)

ii

TRADISI MENGHAFAL AL-QURAN

(STUDI KASUS PENGHAFALAN AL-QURAN DI SMP IT INSAN HARAPAN)

Skripsi

Disusun untuk Memenuhi Persyaratan Gelar Sarjana Agama (S. Ag)

Disusun oleh:

Yuni Fitriani 1113034000026

Pembimbing

Drs. Ahmad Rifqi Mukhtar, M.Ag.

NIP: 196908221997031002

PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN

UNNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1441 H / 2020 M

(3)

dc

PENGESAHAN SIDANG MUNAQASYAH

Skripsi yang berjudul TRADISI MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS PENGHAFALAN AL-QUR’AN Di SMP IT INSAN HARAPAN) telah diujikan dalam Sidang Munaqasyah Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 27 Juli 2020. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag) pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Jakarta, 14 Agustus 2020 Sidang Munaqasyah

Ketua Merangkap Anggota, Sekretaris Merangkap Anggota,

Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A Fahrizal Mahdi, Lc, MIRKH NIP. 19711003 199903 2 001 NIP. 19820816 201503 1 004

Anggota,

Penguji I, Penguji II,

Hasanudin Sinaga, M.A.

Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.

NIP. 19701115 199703 1 002 NIP. 19820221 200901 1 024 Pembimbing,

Drs. Ahmad Rifqi Muchtar, M.A.

NIP. 19690822 199703 1 002

(4)
(5)

Abstrak

Fitriani, yuni.Tradisi Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus Penghafalan Al-Qur’an di SMP IT Insan Harapan), 2020.

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana lingkungan lembaga formal berinteraksi dengan al-Qur`an. Penelitian ini berawal dari sebuah asumsi bahwasanya kalam ilahi berupa al-Qur`an umumnya digunakan oleh kalangan lembaga berbasis keagamaan, namun belakangan banyak lembaga yang berbasis non-keagamaan mulai menyadari akan pentingnya berinteraksi dengan al-Qur`an, seperti halnya SMP IT Insan Harapan yang menjadi objek penelitian.

Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan pendekatan living al-Qur`an untuk sekedar mengetahui sisi ekspresif siswa SMP IT dalam mendekati dan menjadikan al-Qur`an sebagai daily live mereka. Melalui teknik lapangan, penelitian ini menjadikan 10 responden siswa SMP IT dari berbagai tingkatan kelas sebagai sumber utama, sedangkan kitab, buku, serta jurnal yang relevan dipilih sebagai sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan angket.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwasanyatradisi interaksi para siswa SMP IT Insan Harapan ialah teknik menghafal dengan metodologi “One Day Two Ayat” secara muroja‟ah yang telah diterapkan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian hafalan Al-Qur‟annya hampir semua siswa di kelas 7 dan 8 mampu lulus dan mencapai target hafalannya.Perkembangan di kelas 8 sangat signifikan karena ada beberapa murid yang sudah menyetorkan hafalan untuk kelas 9nya. Hanya 2 orang saja dari masing-masing jenjang yang belum mampu mencapai target hafalannya dan sisa hafalan tersebut disetorkan di jenjang berikutnya. Namun, pada jenjang kelas 9, terdapat 64% siswa yang tidak mencapai target hafalannya. Siswa tersebut masih bisa lulus dengan adanya syarat tambahan untuk mengikuti kelas-kelas atau kegiatan tertentu menggantikan hafalan yang tidak terpenuhi. Terlihat dari pembiasaan yang diterapkan di sekolah tersebut.

Kata Kunci: Tradisi Menghafal, Al-Qur‟an, Living, Sekolah,SMP IT.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mendapat kemudahan dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul “TRADISI MENGHAFAL AL- QUR’AN (STUDI KASUS PENGHAFALAN AL-QUR‟AN DI SMP IT INSAN HARAPAN). Shalawat beserta salam selalu tercurahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad saw, yang selalu menjadi penerang bagi kehidupan umat Islam.

Skripsi ini merupakan salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag) program studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini tentu tidak lepas dari bantuan serta bimbingan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak tersebut, yaitu:

1. Ibu Prof. Dr. Amany Burhanuddin Umar Lubis, MA, selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak Dr. Yusuf Rahman, MA, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak Dr. Eva Nugraha, M.Ag, selaku ketua program studi Ilmu Al- Qur‟an dan Tafsir, serta Bapak Fahrizal, Lc. MIRKH, selaku sekretaris program studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir.

4. Dosen pembimbing skripsi penulis, yakni Drs. H. Ahmad Rifqi Mukhtar, M.Ag. yang telah membimbing, memberikan masukan, serta memberikan arahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

(7)

5. Dosen Penasehat Akademik, yakni Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag. yang telah memberikan nasehat serta motivasi selama penulis belajar di UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.

6. Dosen penasehat akademik, yakni Bapak Kusmana, PhD yang telah memberikan motivasi kepada saya selama belajar di UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.

7. Para Dosen di Program Prodi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir yang dengan sabar selalu mendidik dan mengajar saya selama belajar di UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.

8. Para staff di Program Studi Al-Quran dan Tafsir yang telah membantu dalam segala hal yang bersangkutan dengan pembayaran.

9. My Angel of The Live Mamaku yang selalu mendukung dan mengingatkan sampai tiada lelah kepada saya agar cepat menyelesaikan program studi dan Papa yang selalu memberikan dukungan kepada saya agar tidak mudah menyerah dalam mengerjakan skripsi.

10. Keluarga yang selalu memberikan masukan dan motivasi supaya saya tetap berusaha menyelesaikan program studi.

11. Aulia Tiara Savitri, S.Ag, Azhura Mutia, S.Pd dan Evi Nurdiana, S.Ag, yang senantiasa membimbing, merangkul, dan mendukung saya dengan penuh kesabaran.

12. Serta kepada anak Tafsir Hadis A, Salman Al Farisi, S. Ag, Nida Asiah, S.Ag, Armenia Septiarini, S, Ag,Andini Nabila, Farhatul Uyun, dan teman-teman seperjuangan yang telah memberikan motivasi serta dukungannya kepada saya.

Peneliti berharap semoga skripsi ini bisa bermanfaat untuk penambahan referensi selanjutnya dan dapat memberikan tambahan wawasan.Serta

(8)

viii

saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan program studinya semoga segala kebaikan kalian dibalas oleh Allah swt.Peneliti juga merasa pasti skripsi ini masih banyak kekurangan di dalam nya, maka saran dan kritik dari kalian sangatlah diperlukan agar penulis bisa lebih baik lagi kedepannya.

Jakarta, 07 Juli 2020 Penulis

(9)

ix DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

PEDOMAN LITERASI ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 5

D. Perumusan Masalah ... 5

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

F. Tinjauan Pustaka ... 6

G. Metodologi Penelitian ... 9

H. Sistematika Penulisan ... 11

BAB II LANDASAN TEORITIS MENGHAFAL AL-QUR’AN ... 19

A. Pengertian Menghafal Al-Qur‟an ... 19

B. Urgensi Menghafal Al-Qur‟an ... 21

C. Metode Menghafal Al-Qur‟an ... 22

BAB III GAMBARAN UMUM ... 25

A. Profil Sekolah SMP IT Insan Harapan ... 19

1. Letak Geografis ... 19

2. Sejarah Berdirinya ... 20

3. Visi dan Misi Sekolah ... 21

4. Profil Guru ... 22

5. Profil Siswa ... 23

B. Struktur Organisasi ... 25

(10)

x

C. Program Kegiatan ... 26

BAB IV PENGHAFALAN AL-QUR’AN DI SMP IT INSAN HARAPAN ... 29

A. Metode Menghafal Al-Qur‟an di SMP IT INSAN HARAPAN .. 29

B. Latar Belakang Adanya Penghafalan Al-Qur‟an ... 29

C. Target dan Materi Hafalan Al-Qur‟an ... 30

D. Hasil Pencapaian Hafalan ... 32

1. Kelas 7 SMP ... 32

2. Kelas 8 SMP ... 32

3. Kelas 9 SMP ... 33

E. Faktor Pendukung dan Penghambat ... 34

F. Upaya Pengembangan Hafalan Al-Qur‟an ... 36

BAB V PENUTUP... 39

A. Kesimpulan ... 39

B. Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 42

LAMPIRAN ... 45

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.0 Tabel Target Hafalan Siswa ... 31 Tabel 4.1 Tabel Standar Nilai Hafalan Siswa ... 31

(12)

xii

PEDOMAN TRANSLITERASI

Keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158 tahun 1987 dan Nomor:

0543 b/u/1987 1. PadanaAksara

Berikut adalah daftar aksara Arab dan padanannya dalam aksara latin:

Huruf

Arab Huruf Latin Keterangan

ا Tidak dilambangkan

ب B Be

خ T Te

ز ṡ Es dengan titik atas

ج J Je

ح ḥ Ha dengan titik bawah

خ Kh Ka dan Ha

د D De

ذ Ż Zet dengan titik atas

ر R Er

ز Z Zet

ش S Es

ش Sy Es dan Ye

ص ṣ Es dengan titik bawah

ض ḍ De dengan titik bawah

ط ṭ Te dengan titik bawah

(13)

ظ ẓ Zet dengan titik bawah

ع „ Koma terbalik di atas hadap kanan

غ Gh Ge dan Ha

ف F Ef

ق Q Qi

ك K Ka

ل L El

مـ

M Em

ن N En

َ W We

ي H Ha

ء ‟ Apostrof

ي Y Ye

2. Vokal

Vokal dalam bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Untuk vokal tunggal, ketentuan alih aksaranya adalah sebagai berikut:

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ـَــ A Fathah

ـِــ I Kasrah

ـُــ U Dammah

Adapun untuk vokal rangkap, ketentuan alih aksaranya adalah sebagai berikut:

(14)

xiv

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ي ـَــ Ai a dan i

َ ـَــ Au a dan u

3. VokalPanjang

Ketentuan alih aksara vokal panjang (mad), yang dalam bahasa Arab dilambangkan dengan harakat dan huruf, yaitu:

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

اَئ Ᾱ a dengan topi di atas

يِئ Ī i dengan topi di atas

وُئ Ū u dengan topi di atas

4. KataSandang

Kata sandang, yang dalam sistem aksara Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu dialih aksarakan menjadi huruf/ 1/, baik diikuti huruf syamsiyah maupun huruf komariyah. Contoh: al-rijāl bukan ar-rijāl, al- dīwān bukanad- dîwân.

5. Syaddah(Tasydīd)

Syaddah atau tasydīd yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengansebuahtanda(ـّــ)dalamalihaksarainidilambangkandenganhuruf, yaitu dengan menggandakan huruf yang diberi tanda syaddah itu.Akan tetapi,halinitidakberlakujikahurufyangmenerimatandasyaddah itu terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah. Misalnya, kata (جرَرضلا) tidak ditulis aḍ-ḍarūrah melainkan al-ḍarūrah, demikian seterusnya.

(15)

6. TaMarbūtah

Berkaitan dengan alih aksara ini, jika huruf ta marbûtah terdapat pada kata yang berdiri sendiri, maka huruf tersebut dialihaksarakan menjadi huruf/h/ (lihat contoh 1 di bawah). Hal yang sama juga berlaku jika tamarbûtah tersebut diikuti oleh kata sifat (na„t) (lihat contoh 2).

Namun,jikahuruftamarbūtahtersebutdiikutikatabenda(ism),makahurufters ebut dialihaksarakan menjadi huruf/t/ (lihat contoh3).

No Kata Arab Alih Aksara

1

حلمح

Khamallatun

2

جداثع

Ibaadati

3

حىسح

Khasanatun

7. Huruf Kapital

Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam alih aksara ini huruf kapital tersebut juga digunakan, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), antara lain untukmenuliskanpermulaankalimat,hurufawalnamatempat,namabulan, nama diri, dan lain-lain. Jika nama diri didahului oleh kata sandang, makayangditulisdenganhurufkapitaltetaphurufawalnamadiritersebut,bukan huruf awal atau kata sandangnya. Contoh: Abū Ḥāmid al-Ghazālī bukan Abū Ḥāmid Al-Ghazālī, al-Kindi bukanAl-Kindi.

Beberapa ketentuan lain dalam EBI sebetulnya juga dapat diterapkan dalam alih aksara ini, misalnya ketentuan mengenai huruf cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold). Jika menurut EBI, judul buku itu ditulis dengan cetak miring, maka demikian halnya dalam alih aksaranya, demikianseterusnya.

Berkaitandenganpenulisannama,untuknama-namatokohyangberasal dari

(16)

xvi

dunia Nusantara sendiri, disarankan tidak dialihaksarakan meskipun akar katanya berasal dari bahasa Arab. Misalnya ditulis Abdussamad al- Palimbani, tidak „Abd al- Samad al-Palimbānī; Nuruddin al-Raniri, tidak Nūr al-Dīnal-Rānīrī.

8. Cara PenulisanKata

Setiap kata, baik kata kerja (Fi„il), kata benda (Isim), maupun huruf (Ḥarfu) ditulis secara terpisah. Berikut adalah beberapa contoh alih aksara atas kalimat-kalimat dalam bahasa Arab, dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan di atas.

Kata Arab Alih Aksara

حَرلا

Ar-ruhu

ناسلت

Bilisaanin

لسو

Nazala

Penulisan nama orang harus sesuai dengan tulisan nama diri mereka.

Nama orang berbahasa Arab tetapi bukan asli orang Arab tidak perlu dialihaksarakan. Contoh: Nurcholish Madjid, bukan Nūr Khālis Majīd;

Mohamad Roem, bukan Muhammad Rūm; Fazlur Rahman, bukan Fazl al- Rahmān.

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Al-Qur‟an memperkenalkan diri dengan berbagai ciri dan sifatnya.

Salah satunya ialah bahwa ia merupakan kitab suci yang dijamin keasliannya oleh Allah SWT sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga sekarang bahkan sampai hari kemudian.1 Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

حنوُظِفاححلَ ُهحل اَّنِإحو حرْكِّذلا احنْلَّزح ن ُنْحنَ اَّنِإ (

٩ )

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur‟an, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(Qs. Al-Hijr: 9)2

Menghafal Al-Qur‟an merupakan perbuatan yang sangat terpuji dan mulia.Banyak sekali hadis-hadis Rasulullah SAW yang mengungkapkan keagungan orang yang belajar membaca atau menghafal Al-Qur‟an.

Sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda:

َّفحخحتْسِا ْدحقح ف ِنآْرُقْلاِب َّفحخحتْسِا ْنحمحو حهَّللاحرَّ قحو ْدحقح ف حنآْرُقْلا حرَّ قحو ْنحمحف ٍءْيحش ِّلُك ْنِم ُلحضْفحا ُن آْرُقْلحا ْدحقح ف ْمُهحلااحو ْنحمحف ِهَّللاحرْوُ ن حنْوُسِّبحلُمْلا ِهَّللا حمحلاحك حنْوُمَّظحعُمْلا ِهَّللا ِةحْحَحرِب حنْوُّفحخحتْسُمْلا ْمُه ِنآْرُقْلا ُةحلحححَ ُهِّللا َّلحجحو َّزحع ِهَّللاِّقحِبِ َّفحخحتْس ِا ْدحقح ف ْمُهحد حاع ْنحمحوِهَّللاىحلاحو Artinya: “Al-Qur‟an lebih baik dari segala-galanya. Barangsiapa memuliakan Al-Qur‟an maka Allah akan memuliakannya, dan barang siapa meremehkannya maka Allah akan menurunkan derajatnya. Mereka yang hafal Al-Qur‟an akan selalu diliputi dengan rahmat Allah, mereka adalah orang-orang yang jadi mulia karena kalamullah, mereka adalah selalu mendapat cahaya Allah. Barangsiapa mencintai mereka maka

1Ahsin w Al-Hafidz, Bimbingan Praktis Menghafal al-Quran, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994) , 1.

2QS. Al-Hijr: 9, Kementrian Agama, Al-Qur‟an Digital Kementerian Agama RI.

(18)

2

Allah akan mencintainya pula dan barang siapa memusuhi mereka maka Allah akan menghinakannya”.3

Menghafal Al-Qur‟an juga merupakan sebab terangkatnya derajat di dunia dan akhirat. Orang yang hafal Al-Qur‟an akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Ia akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. Rasulullah saw bersabda dalam penggalan haditsnya yakni:

ْنَع ٍمِصاَع ِنْب ِصْفَح ْنَع ِنَْحَّْرلا ِدْبَع ُنْب ُبْيَ بُخ ِنَِثَّدَح ِوَّللا ِدْيَ بُع ْنَع َيََْيَ اَنَ ثَّدَح ٌدَّدَسُم اَنَ ثَّدَح َّلِظ َلَ َمْوَ ي ِوِّلِظ ِفِ َلَاَعَ ت ُوَّللا ٌةَعْ بَس َلاَق َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوَّللا ىَّلَص ِِّبَِّنلا ْنَع ُوْنَع ُوَّللا َيِضَر َةَرْ يَرُى ِبَِأ ِوَّللا ِفِ اَّباََتَ ِن َلَُجَرَو ِدِجاَسَمْلا ِفِ ٌقَّلَعُم ُوُبْلَ ق ٌلُجَرَو ِوَّللا ِةَداَبِع ِفِ َأَشَن ٌّباَشَو ٌلْدَع ٌماَمِإ ُوُّلِظ َّلَِإ ٌلُجَرَو َوَّللا ُفاَخَأ ِّنِِّإ َلاَقَ ف ٍلاََجََو ٍبِصْنَم ُتاَذ ٌةَأَرْم ا ُوْتَعَد ٌلُجَرَو ِوْيَلَع اَقَّرَفَ تَو ِوْيَلَع اَعَمَتْجا ْتَضاَفَ ف اًيِلاَخ َوَّللا َرَكَذ ٌلُجَرَو ُوُنيَِيَ ُقِفْنُ ت اَم ُوُلاَِشِ َمَلْعَ ت َلَ َّتََّح اَىاَفْخَأَف ٍةَقَدَصِب َقَّدَصَت

ُهاَنْ يَع Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepada saya Khubaib bin 'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah dibawah naunganNya (pada hari qiyamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu; Pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, "aku takut kepada Allah", seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan

3Ahsin w Al-Hafidz, Bimbingan Praktis Menghafal al-Quran, 26-27.

(19)

kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis".”

Menghafal Al-Qur‟anmerupakan salah satu sebab keistiqamahan seorang muslim dan muslimah dalam sisa-sisa kehidupannya, yang mana ia tumbuh dalam menghafalnya sejak ia masih kecil merupakan sebab untuk menjaga Al-Qur‟an tersebut.4

Al-Qur‟an memiliki beberapa nama di antaranya yaitu: Al-Qur‟an dan Al-Kitab yang menjelaskan bahwa arti keduanya itu saling melengkapi yakni,Al-Qur‟an karena ia dibaca dengan lisan dan Al-Kitab karena ia ditulis dengan pena yang memberikan isyarat, bahwa sesungguhnya Al- Qur‟an dipelihara dalam bentuk hafalan dan tulisan. Jika salah satunya ada yang melenceng, maka yang satunya akan meluruskannya. Dengan penjagaan ganda ini Allah telah menanamkan kepada Nabi Muhammad dalam jiwa untuk mengikuti langkah kenabiannya, maka Al-Qur‟an akan tetap terjaga dalam benteng yang kokoh.5

Dengan bimbingan Al-Qur‟an, manusia diberikan petunjuk kepada jalan yang benar dengan mengikuti hukum-hukum yang telah terealisasi di dalamnya.6 Dengan demikian tidak ada suatu kebahagiaan di hati seorang mukmin, melainkan bila dapat membaca Al-Qur‟an, tetapi selain bisa membaca mendalami arti dan maksud yang terkandung di dalamnya yang

4 Ahmad Salim Badwilan, Kisah Inspiratif Para Penghafal al-Quran Mereka yang tak Kenal Putus Asa untuk Menjadi Penjaga Wahyu Ilahi, (Jakarta: wacana Ilmiah Press, 2005), 3-4.

5 Ahsin w alhafidz, “Bimbingan Praktis Menghafal al-Quran” (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), 1-5

6Abdul Hamid, “Pengantar Studi Al-Quran”. (Jakarta: PT Fajar Interpratama, 2016), 9-10.

(20)

4

terpenting adalah mengajarkannya. Karena mengajarkan Al-Qur‟an merupakan suatu pekerjaan dan tugas yang mulia disisi Allah swt.7

Keutamaan orang yang membaca Al-Qur‟an dan mengamalkannya sangat besar.Selain dibaca, Al-Qur‟an perlu untuk dihafalkan, karena dengan menghafalkan Al-Qur‟an akanmenjaga keaslian dan kemurnian Al-Qur‟an itu sendiri. Secara langsung menjadi tugas dan kewajiban umat Islam untuk selalu menjaga dan memeliharanya ialah dengan cara menghafalkannya. Namun keadaan pada zaman modern sekarang ini, masih sedikit orang Islam yang mau menghafalkan Al-Qur‟an, untuk menarik minat mereka ialah perlu adanya metode pembelajaran yang memudahkan dan sistematis.Al-Qur‟an dan bahasa Arab bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk menguasai isi Al-Qur‟an.Mempelajari Al-Qur‟an berarti mempelajari bahasa Arab.Pada kenyataannya bahasa Arab merupakan kunci pembuka bagi pembahasaan dan studi Islam dari sumber-sumber aslinya yaitu Al-Qur‟an.8

Menghafal Al-Qur‟an merupakan kebutuhan umat Islam sepanjang zaman.Sebuah masyarakat tanpa menghafal Al-Qur‟anakan sepi dari suasana Al-Qur‟an yang banyak diperbincangkan. Oleh karena itu pada zaman Rasulullah Saw mereka yang menghafal Al-Qur‟an akan mendapat kedudukan yang khusus. Tanpa menghafal Al-Qur‟an dan

7Teuku M. Hasbi Ash-Shiddieqy, “Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Quran dan Tafsir”, (Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2002), 62.

8 Kussrinaryanto, “Korelasi Tahfidz Al-Quran dengan Prestasi Belajar Bahasa Arab Santri SMP Pondok Pesatren Penghafal Al-Quran Daarul Quran Semester Gasal Sanggir Paulan Colomadu Karanganyar Tahun Ajaran 2013/2014” ( Skripsi S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Agama Islam, Jurusan Pendidikan Agama Islam, 2014).

(21)

mengamalkannya, umat tidak akan meraih kembali Izzahnya9 Sekarang ini telah banyak lembaga-lembaga Pendidikan Islam yang mendidik para muridnya untuk menjadi seorang hafidz atau hafidzah yang dikelola secara khusus menghafal Al-Qur‟an disekolah.Pada materi Al-Qur‟an diharapkan peserta didik dapat lebih mudah paham dalam menerima materi tentang Al-Qur‟an, terutama dalam peningkatan membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar.10 Dari keterangan di atas terdapat beberapa fakta bahwa dalam proses pembelajaran guru adalah salah satu faktor yang paling berpengaruh. Untuk mencapai tujuan pembelajaran guru harus melaksanakan tugasnya dengan baik, dan guru harus memiliki strategi pembelajaran yang efektif serta efisien.11

Namun pada kenyataannya hal tersebut belum bisa tercapai, salah satu buktinya Al-Qur‟an sebagai media untuk membaca dan menghafal. Dari hasil penelusuran peneliti, menunjukkan bahwa sekalipun di SMP IT Insan Harapan telah melaksanakan program menghafal bagi seluruh peserta didik untuk hafalan Al-Qur‟an dalam satu minggu satu lembar menggunakan metodologi “one day two ayat” melalui muroja‟ah12, agar anak memiliki ciri khas dari apa yang mereka hafalkan, kenyataannya masih banyak siswa yang belum mampu mencapai hal tersebut, dikarenakan kurang fokusnya anak ketika menghafal. Terbukti dengan adanya penambahan jam ibadah pada waktu istirahat, pulang sekolah, ekstra kurikuler dan kelas karantina. Dengan konsep pembagian anak 8/10

9M. Zainal Arifin, “Khazanah Ilmu Al-Qur‟an”, (Tangerang: Yayasan Masjid At-Taqwa, 2018), 108.

10 M. Zainal Arifin, “Khazanah Ilmu Al-Qur‟an”, 31.

11 Venny Bautty, “Penerapan Metode Drill Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur‟an Siswa Kelas V SD Islam Ar-Rahman Slogohimo 2013/2014 (Skripsi S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Agama Islam, Jurusan Pendidikan Agama Islam, 2014).

12Muroja‟ah ialah membaca Al-Qur‟an bersama-sama dengan sistem berulang- ulang bersama ustadz/ustadzah sebelum menghafalnya.

(22)

6

anak perkelas agar bisa kondusif.13Melihat dari permasalahan di atas penulis tertarik ingin meneliti, bagaimana menghafal Al-Qur‟an menjadi tradisi di SMP IT Insan Harapan?

B. Identifikasi Masalah

Dari topik yang dibahas di atas, ada beberapa masalah yang diidentifikasi, diantaranya yaitu:

1. Membaca dan mengamalkan Al-Qur‟an sangatlah penting. Selain dibaca, Al-Qur‟an perlu untuk dihafalkan, karena dengan menghafalkan Al-Qur‟an akan menjaga keaslian dan kemurnian Al-Qur‟an itu sendiri.

2. SMP IT Insan Harapan melaksanakan tradisi menghafal Al- Qur‟an.

3. SMP IT Insan Harapan merealisasikan metode “One day two ayat”

dalam pencapaian hafalan siswa/i.

C. Pembatasan Masalah

Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi di atas, maka pembahasan penghafalan Al-Qur‟an di sekolah pada penelitian ini akan dibatasi pada bagaimana menghafal Al-Qur‟an menjadi tradisi di SMP IT Insan Harapan.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan di atas, maka penulis akan memfokuskan pada bagaimana proses menghafal Al-Qur‟an menjadi tradisi di SMP IT Insan Harapan?

13Rozaq (Guru Menghafal Al-Quran SMP IT Insan Harapan), diwawancarai oleh Yuni Fitriani, Kademangan, 12 November 2019, Tangerang Selatan.

(23)

E. Tujuan dan Manfaat

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Sebagai upaya memberikan wawasan betapa pentingnya membaca dan mengamalkan Al-Qur‟an dalam menjaga keaslian hafalannya.

2. Untuk mengenalkan tradisi penghafalan Al-Qur‟an yang terdapat di SMP IT Insan Harapan.

3. Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana S1 (S.Ag) dan persyaratan untuk mengikuti wisuda.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat diantaranya:

1. Memberikan motivasi untuk anak yang masih dalam proses pubertas dalam menghafal Al-Qur‟an.

2. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan tentang tradisi penghafalan Al-Qur‟an yang terdapat di SMP IT Insan Harapan dalam pencapaian hafalan.

F. Tinjauan Pustaka

Pembahasan tentang menghafal Al-Qur‟an di sekolah sudah banyak yang membahas, namun dalam judul dan pembahasan serta metode yang berbeda-beda. Adapun dalam judul ini para penulis membahas tentang cara menghafal Al-Qur‟an, metode, dan dampak yang terdapat di sekolah tersebut. Diantaranya yang penulis temukan di beberapa Skripsi dan journal yang terdapat di google scholar, yaitu:

1. Skripsi: Siti Syarifah Alawiyah, Metode Tahfid Al-Qur‟an di Pesantren (Studi Kompratif Pondok Pesantren Darusafa‟at dan Miftahul Ulum. Yang membahas tentang bagaimana para santri/

siswa menjaga ayat-ayat Al-Qur‟an dengan hafalan dan beberapa

(24)

8

metode yang dipakai pada kedua lembaga agar siswa/ santri bisa menghafal dengan baik dan benar.14

2. Skripsi: Solekah Agus Ningsih, Pelaksanaan Metode Tasmi‟ dan

„Iadatul Qur‟an dalam Menghafal Al-Qur‟an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ulul Albab Nganjuk. Yang membahas tentang metode pembelajaran yang ada di sekolah tersebut, yaitu metode Tasmi‟ (semaan) untuk memperbaiki hafalan dari kesalahan dan metode „Iadatul untuk memperlancar hafalan serta mempertajam hafalan baik yang lama ataupun yang baru.15

3. Skripsi: Eli Ernayati, Implementasi Metode Takrir dalam Menghafal Al-Qur‟an di Pondok Pesantren Madrasatul Qur‟an Tebuireng. Yang membahas tentang Metode Takrir sebagai upaya memperbaiki, menjaga hafalan yang sudah pernah dihafal agar tetap melekat dalam hati.16

4. Skripsi: Rian Fahruji Fakultas Tafsir dan Hadis, Metode Tahfidz Al Qur‟an Bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Ponpes Al-Falah Ciganitri Kecamatan Bojong. Yang membahas tentang mencakup upaya para pengajar Al-Qur‟an dalam meningkatkan kemampuan dengan

14Siti Syarifah Alawiyah, “Metode Tahfid al-Quran di Pesantren (Studi Kompratif Pondok Pesantren Darusafa‟at dan Miftahul Ulum”. (Skripsi S1 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA,Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Hadis , 2018).

15Solekah Agus Ningsih, “Pelaksanaan Metode Tasmi‟ dan „Iadatul Qur‟an dalam Menghafal al-Qur‟an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ulul Albab Nganjuk”. (Skripsi S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 2018).

16Eli Ernayati, “Implementasi Metode Takrir dalam Menghafal al-Quran di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng”. (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam, 2009).

(25)

metode yang digunakan, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menggunakan metode pembelajaran tahfidz Al-Qur‟an.17 5. Skripsi: Nida Laila, Integrasi Tahsin dan Tahfidz dalam

Pembelajaran Hifdzil Qur‟an di MTS Persis Tarogong Garut. Yang membahas tentang kegiatan pembelajaran HifdzulAl-Qur‟an melalui Integrasi Tahsin dan Tahfidz yang mencakup: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktorpendukung dan penghambat, dan dampaknya. Serta model pembelajarannya yaitu: Tilawah, Tasmi‟, Muraja‟ah, dan Tahfidz.18

6. Journal UNNES: Heri Saptadi, Faktor-Faktor Pendukung Kemampuan Menghafal Al-Qur‟an dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling. Yang menjelaskan tentang cara belajar menghafal Al-Qur‟an di sekolah tersebut. Serta faktor-faktor yang melingkupinya ialah: 1. Motivasi para santrinya, 2. Pengetahuan, pemahaman, makna Al-Qur‟an, 3. Cara belajar, 4. Fasilitas yang mendukung, 5. Aplikasi menghafal.19

Perbedaan antara kajian-kajian terdahulu yang telah dicantumkan di atas dengan skripsi yang akan dibahas oleh penulis ialah pembahasan pada metode yang digunakan dalam menghafalkan Al-Qur‟an.

17Rian Fahruji, “Metode Tahfidz Al Qur‟an Bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Ponpes Al-Falah Ciganitri Kecamatan Bojong”. (Skripsi S1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Fakutas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir, 2017).

18Nida Laila, “Integrasi Tahsin dan Tahfidz dalam Pembelajaran Hifdzil Qur‟an di MTS Persis Tarogong Garut”.(Tesis S2 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam, 2017).

19Heri Saptadi, “Faktor-Faktor Pendukung Kemampuan Menghafal al-Qur‟an dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling”. (Jurnal Bimbingan Konseling Universitas Negeri Semarang, Jurusan Bimbingan Konseling).

(26)

10

G. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian ilmiah adalah langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu.Dalam penelitian banyak metode dan pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan.Terdapat dua macam pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif ialah pendekatan yang menghasilkan kesimpulan secara umum, baik yang berlaku untuk populasi/ sampel yang diteliti.20dan pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang mengembangkan suatu gambaran keseluruhan secara detail, menganalisa kata-kata, melaporkan pandangan informan secara keseluruhan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang mendapatkan data secara mendalam dan komplit.

2. Sumber Data

Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari tempat penelitian.

Dalam memperoleh datanya yaitu terdapat dua data, data primer dan data sekunder sebagai berikut:

a. Sumber Primer

Sumber primer yang akan dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah buku panduan kegiatan menghafal Al-Quran dan buku kurikulum sekolah SMP IT Insan Harapan.

b. Sumber Sekunder (pendukung)

Adapun sumber sekunder dalam penelitian ini ialah buku-buku tentang tahfidz Al-Qur‟an.Menjelaskan tentang menghafal Al-

20Bagong Sutanto dan Sutinah, “Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan”,(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007) , 135.

(27)

Qur‟an yang meliputi sejarah, keutamaan, urgensi, manfaat, penjagaan dan sebagainya yang membahas mengenai hafalan Al- Qur‟an tersebut.

3. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian field research (studi lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif.Metode kualitatif merupakan metode untuk mendapatkan data secara mendalam karna penelitian ini langsung terjun kelapangan dan mengamati langsung kejadian dilapangan sehingga memperoleh data yang natural tanpa adanya rekayasa.

Penelitian kualitatif yang dipilih oleh penulis untuk penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa suatu aktivitas, realita, fakta yang terjadi berkaitan dengan pengaruh hafalan Al-Qur‟an terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran

4. Metode Pengolahan dan Analisa Data

Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari tempat penelitian.Dalam memperoleh data, data dibagi menjadi 2 bagian yaitu data primer dan sekunder.Analisis data menggunakan metode induktif.Induktif dengan pendekatan korelatif, ini maksudnya adalah penarikan kesimpulan yang berangkat dari data kemudian teoriinternal yang diperoleh dari buku dianalisis berdasarkan data yang didapatkan.Dipilih karna penelitian ini melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara 2 variabel atau lebih.Analisis yang peneliti ambil yaitu dengan menggunakan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan juga penarikan kesimpulan atau verifikasi.

(28)

12

5. Teknik Penulisan

Adapun teknik penulisan dalam proposal skripsi ini berdasarkan pedoman akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2019 program Strata Satu, yang diterbitkan oleh biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

G. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penulisan skripsi ini, maka penulis membagi pembahasan menjadi lima bab yang terdiri dari beberapa sub-sub bab yang diuraikan dalam sistematika berikut.

Bab pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab kedua yang membahas tentang landasan teoritis menghafal Al- Qur‟an yang berisikan pengertian menghafal Al-Qur‟an, syarat menghafal Al-Qur‟an, metode menghafal Al-Qur‟an, urgensi menghafal Al-Qur‟an, cara mempertahankan hafalan Al-Qur‟an.

Bab ketiga yang menjelaskan tentang gambaran umum SMP IT Insan Harapan yang berisikan profil sekolah SMP IT Insan Harapan, letak geografis, sejarah berdirinya, visi dan misi sekolah, profil guru, profil siswa, struktur organisasi, dan program kegiatan.

Bab keempat yang merupakan Inti pembahasan yaitu penghafalan Al- Qur‟an di SMP IT Insan Harapan yang berisikan tentang metode menghafal Al-Qur‟an di SMP IT Insan Harapan, latar belakang adanya penghafalan Al-Qur‟an, target dan materi hafalan Al-Qur‟an, hasil

(29)

pencapaian hafalan kelas 7, kelas 8, kelas 9, faktor pendukung dan penghambat, upaya pengembangan hafalan Al-Qur‟an.

Bab kelima yang merupakan penutup berisikan tentang kesimpulan penelitian dan saran.

(30)

19 BAB II

LANDASAN TEORITIS MENGHAFAL AL-QUR’AN

A. Pengertian Menghafal Al-Qur’an

Secara etimologi, menurut kamus bahasa Arab kata ( ُظَف ْحٌَ – َظِفَح ) itu artinya menjaga, memelihara, dan melindungi.1

Kata Haafidz ( ُظِ اَح ) artinya perawatan sesuatu, bisa disebut juga Hafizha karena kondisi marah itu mendorong untuk menjaga sesuatu. Al- Hifazh menunjuk pada makna penjagaan terhadap berbagai urusan.2 Menurut Abdul Aziz Abdul Rauf menghafal adalah “Proses mengulang sesuatu baik dengan membaca atau mendengar.”3

Hafal artinya dapat mengucapkan di luar kepala, hafalan artinya yang dihafalkan atau hasil menghafalnya sedangkan menghafal/ menghafalkan ialah berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat.4

Kata Hafizh ( ُظٍِْفَح ) terambil dari akar kata yang terdiri dari tiga huruf yang mengandung makna memelihara dan mengawasi. Dari makna ini kemudian lahir makna menghafal karena yang menghafal berarti memelihara dengan baik ingatannya.Juga makna tidak lengah karena sikap ini mengantar kepada keterpeliharaan, dan menjaga karena penjagaan adalah bagian dari pemeliharaan atau pengawasan.5

Sedangkan secara terminologi, ada beberapa pengertian menghafal menurut para ahli, di antaranya ialah:

1 Mahmud Yunus, kamus Arab-Indonesia (Jakarta: PT Hidakarya Agung, 1989), 66.

2 M.Quraish Shihab, Ensiklopedia al-Quran: Kajian Kosakata, 267.

3 Aziz Abdul Rauf, Kiat Sukses Menjadi Hafidz Qur‟an, (Yogyakarta: Press, 1999), 86.

4https://www.kbbi.web.id/hafal Diakses, 26 /Maret /2020.

5 M.Quraish Shihab, Ensiklopedia al-Quran: Kajian Kosakata, (Jakarta:

Lentera Hati, 2007), 266.

(31)

a. Baharuddin, memaknai menghafal sebagai proses menanamkan asosiasi ke dalam jiwa.6

b. Syaiful Bahri Djamarah, menghafal merupakan kemampuan jiwa untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau.7 c. Abdul Qoyyum, menghafal dimaknai sebagai proses

menyampaikan ucapan di luar kepala (tanpa melihat teks), mengokohkan dan menguatkannya di dalam dada sehingga mampu menghadirkan ilmu itu kapan pun yang dikehendaki.8 d. Mahmud, proses menghafal sebagai kumpulan reaksi elektrokimia

rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik diseluruh bagian otak.9

e. Abdul Aziz Abdul Rauf, mendefinisi menghafal sebagai proses mengulang-ulang sesuatu, baik melalui proses membaca atau pun mendengar.10

Oleh karena itu dari penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa buat pengertian dari menghafal ialah proses memasukkan informasi, menyimpan, menyampaikan kembali informasi di luar kepala baik melalui pengulangan baik dengan membaca, mendengar, dan sebagainya.

6 Baharuddin, Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2010), 113.

7 Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 44.

8 Abdul Qoyyum ibn Muhammad ibn Nashir Al-Sahabaini dan Muhammad Taqī al-Islām Qārī, Keajaiban Hafalan, Bimbingan bagi yang Ingin Menghafal Al-Qur`an (Yogyakarta: Pustaka Al-Haura, 2009), 12.

9 Mahmud, Psikologi Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2010), 128.

10 Abdul Aziz Abdul Rauf, Kiat Sukses Menjadi Hafidz Quran Da’iya (Bandung:

PT. Syaamil Cipta Media, 2004), 49.

(32)

21 B. Urgensi Menghafal Al-Qur`an

Salah satu bentuk urgensi menhafal al-Qur`an ialah menjaga keautentikan al-Qur`an.11 Keterjagaan akan autentik al-Qur`an berkaitan erat dengan keterjagaan akan kemutawatiran al-Qur`an, supaya tidak diubah dan dipalsukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.12

Selain itu mereka yang ikut andil menjaga al-Qur`an mendapat kehormatan berupa derajat yang tinggi sebagai penjaga keaslian al- Qur`an sebagaimana dalam QS. Al-Hijr: 9

حنوُظِفاححلَ ُهحل اَّنِإحو حرْكِّذلا احنْلَّزح ن ُنْحنَ اَّنِإ (

٩ )

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar- benar memeliharanya.”13

Begitupun dalam QS. Al-Faṭir: 32 yang dijadikan rujukan oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Lubab-nya.14

َ ْلاٍََُُ ِلَ ٍِمَّللاِوْذِ ِثِذاَرٍَْ ْلاِثمٌ ِتاَسْمٍُْىِاََمٌ ِ َرْ ُمْمٍُْىِاٍَُِِسْفَىِلمٌمِلاَ ْمٍُْىِمَ اَوِداَثِ ْىِااَىٍَْفَ ْااَىٌِ مَّلاَتاَرِ ْلااَىْ َرََْ مَّمُ

ُرٍِثَ ْل ُ ْ (

٣٢ )

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”

11 Arifinsyah dan Wirman, Tema Pokok Ajaran Agama (Ciputat: Hijri Pustaka Utama, 2006), 73.

12 Abdul Aziz Abdul Rauf, Kiat Sukses Menjadi Hafidz Quran Da’iya, 22-23.

13 Terjemahan diambil dari Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur`an dan Terjemahnya (Bandung: CV. Gema Risalah Press, 2005), 209.

14 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Lubab (Tangerang: Lentera Hati, 2012), 302.

(33)

C. Metode Menghafal Al-Qur`an

Terdapat beberapa metode yang bisa dikembangkan sebagai alternatif menghafal al-Qur`an, di antaranya ialah:15

1. Metode Wahdah, yaitu metode menghafal satu per satu ayat al-Qur`an, dimana setiap ayat dibaca secara intensif, bisa sepuluh sampai dua puluh kali sampai ayat yang dibaca berulang-ulang itu membentuk pola dalam bayangannya bahkan menjadi gerak reflex pada lisannya.

2. Metode Kitabah, yaitu metode menghafal dengan menuliskan terlebih dahulu ayat-ayat yang akan dihafalkan. Kemudian ayat tersebut dibaca hingga lancar dalam hafalan.

3. Metode Sima`i, yaitu metode menghafal dengan mendengarkan ayat yang akan dihafalkan. Metode ini sangat efektif bagi mereka yang punya daya ingat ekstra, seperti penghafal tunanetra atau anak-anak yang masih di bawah umur yang belum mengenal baca tulis al-Qur`an.

4. Metode Jama‟, yaitu metode menghafal dengan cara membaca ayat al-Qur`an secara kolektif atau bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang instruktur. Ayat yang dibaca secara bersama kemudian diulang-ulang hingga mampu melepaskan pandangan dari mushaf al-Qur`an sampai hafalan tersebut masuk dalam bayangannya.

Secara historis, metode menghafal di masa Rasulullah saw ialah dengan cara mengulang-ulang sampai hafal agar terhindar dari lupa dan

15 Yahya Abdul Fatah Az-Zamawi, Revolusi Menghafal Al-Qur`an. Pent: Dinta (Surakarta: Insan Kamil, 2010), 63-66.

(34)

23 keliru dalam membacanya.16 Ada beberapa cara Rasulullah dan para sahabatnya dalam menghafal al-Qur`an dan menjaganya. Di antaranya:17

1. Mengulangi hafalannya dalam shalat dan qiyam al-lail

2. Pengajaran al-Qur`an yang dilakukan Jibril kepada Rasulullah.

3. Rasulullah sebagai instruktur atau guru para sahabatnya.

4. Tilāwah yang dilakukan oleh para sahabat.

Dalam perjalanannya, gaya menghafal al-Qur`an pada masa klasik dan modern mempunyai ekspresi yang berbeda. Untuk masa klasik, setidaknya ada tiga metode yang digunakan: talqin, talaqqi, dan mu‟araḍah. Metode talqin merupakan metode meniru bacaan seorang guru secara berulang-ulang sampai hafalan tersebut menancap dalam hatinya.Metode talaqqi, merupakan metode presentasi atau menyetorkan hafalan kepada gurunya.Metode mu‟araḍah metode saling membaca secara bergantian.

Sedangkan untuk masa modern, gaya menghafal berkembang dengan menggunakan teknologi, yaitu mendengar kaset murattal melalui tape recorder, MP3 atau MP4, handphone, komputer, dan lain sebagainya. Selain itu, bisa juga dengan cara menggunakan program software al-Qur`an maupun berinteraksi dengan metode gaming seperti Qur`anic Puzzle, dan lain sebagainya.18

Berdasarkan aspek psikologi, proses mengingat pada manusia melewati tiga tahapan: perekaman, penyimpanan, dan pemanggilan. Pada tahap perekaman (encoding) cara kerja memori manusia ialah mencatat

16 Ibn Hajar Al-Asqolani, Fatḥ al-Bāri bi Syarḥ ṣaḥīḥ al-Bukhārī, v. 8 (Qāhirah:

Dār al-Taqwa, 2000), 524.

17 Aḥmad ibn Salīm Badwilan, Asrār Ḥifẓ al-Qur`an al-Karīm (Riyāḍ: Dār al- Ḥadarah, 2007). 35.

18Amaly Baihirul Herry, Agar Orang Sibuk bisa Menghafdal Al-Qur`an (Yogyakarta: Pro-U Media, 2012), 83-90.

(35)

informasi melalui reseptor indra dan sirkuit saraf internal. Sedangkan pada tahapan penyimpanan (storage), cara kerjanya ialah menentukan berapa lama informasi itu bertahan bersama dengan kita, dan pada tahapan pemanggilan (retrieval) digunakan sebagai langkah interaktif dengan kebiasaan sehari-hari dengan mengandalkan informasi yang disimpan dalam memori.19

19 Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi (Bandung: Remaja Karya, 2005), 79.

(36)

25 BAB III

GAMBARAN UMUM

A. Profil Sekolah SMP IT Insan Harapan

SMP Islam Terpadu Insan Harapan merupakan Institusi pendidikan yang bertujuan untuk membentuk sumber daya insani yang berakhlakul karimah sesuai tuntutan Al-Qur‟an dan Al-Hadits, mampu berpikir secara integrated, dan berwawasan teknologi.

1. Letak Geografis

SMP Islam Terpadu Insan Harapan ini terletak di JL.Raya Puspitek, Kademangan, Kecamatan. Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15313. Pembangunan saran dan prasarana sekolah, diawali dengan mendapatkan tanah waqaf dari Prof. Dr. H. Moh.Ardani seluas 4000 m2. Pengukuran, tata letak tanah, mempersiapkan gambar teknis dan rencana pembiayaannya, maka waktu itu diperkirakan pembanguan gedung seluruhnya sekitar Rp.

3.998.000.000,-.

Pada hari sabtu tanggal 14 Februari 2004 mulailah peletakkan batu pertama yang diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Moh. Ardani, dilanjutkan batu kedua, batu ketiga, dan seterusnya. Ketika itu mereka belum ada uang sama sekali dan berpikir mampukah kita mengumpulkan uang yang jumlahnya hampir 4 milyar tersebut. Beruntungnya ada salah satu alumni yang menjabat sebagai anggota dewan, menanggapi tentang pembicaraan rencana pembiayaan gedung tersebut.Maka dengan semangatnya dimulailah membangun gedung sekolah sebanyak 2 ruangan.Satu ruangan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) dan satu ruangan lagi

(37)

untuk ruangan serba serbi. Murid yang terdaftar dimulai dari 7 anak, bertambah menjadi 18 anak, dan lulus ujian kesetaraan di SMP Negeri sebanyak 17 siswa. Adapun Identitas lainnya sebagai berikut:

 Nomor statistik Sekolah : 20613557

 Luas bangunan : 2.500 M2

 Luas Tanah : 5.506 M2

 Akreditasi : A

 Jumlah guru : 34 orang

 Jumlah murid : 297 orang

 Jumlah rombongan belajar : 12

 Alamat sekolah : Jl. Raya Puspitek, Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan Telp, 021-7564106.

2. Sejarah Berdirinya

SMP Islam Terpadu Insan Harapan berdiri sejak 14 Februari 2003, berada di bawah naungan YAYASAN INSAN HARAPAN UMAT, dengan SK pendirian Nomor 421.3/576/Dis. P dan K/2005. Status sekolah terdaftar (tahun 2003), kemudian terakreditasi “A” pada tahun 2007.Akreditasi ulang pada bulan Maret tahun 2015 dan terakreditasi

“A” lagi. Diawali dengan menjaring masukan untuk sebuah pendidikan kami mengajak beberapa sahabat yang bisa diajak berdiskusi antara lain ialah: Dr. Mardiyanto, Dr. Djoko Hari Nugroho, Rita Fadhilah. Psi, Istar Abadi, Nur Hasan, Wali Mursyid, Abdul Karim, Farida Syarifah, dll.

Ide awal konsep pendidikannya ialah sebuah lembaga pendidikan yang meng-integrasikan ke-Islaman dan teknologi yang berakhlaqul karimah, maka muncul ide Cyber School dan setelah berdiskusi cukup

(38)

27 panjang jika sekolah itu sulit untuk diwujudkan (masih berangan- angan), maka muncullah konsep sekolah islam yang berbasis teknologi informasi, berpikir global serta yang lebih penting berakhlaqul karimah, maka muncul pemikiran untuk membuat sekolah dengan konsep “Islam Terpadu”.

Pada waktu itu, kami berpikir hendak membuat sekolah menengah tingkat atas (SMA), mengingat di lingkungan Tangerang waktu itu belum banyak SMA yang islamidan berkualitas. Kemudian ide itu ditanggapi salah satu dari anggota rapat seorang sarjana psikologi (Rita Fadhilah), mengingat ide sekolah ini akan mengembangkan akhlaqul karimah kurang tepat untuk anak SMA sebab secara kejiwaan lulusan SMP itu ibarat barang setengah jadi tidak mudah untuk diolah sesuai dengan harapan, maka beliau mengusulkan untuk mendirikan sekolah menengah tingkat pertama (SMP) karena secara kejiwaan lulusan SD masih dikategorikan masa anak-anak dan akan memasuki masa remaja yang sangat membutuhkan pendamping, akhirnya mereka bersepakat untuk mendirikan sekolah menengah tingkat pertama (SMP) kemudian diberi nama SMP-IT Insan Harapan.20

3. Visi dan Misi Sekolah

Sekolah SMP IT Insan Harapan mempunyai sebuah visi dan Misi yakni: Visinya ialah terwujudnya sebuah sekolah yang berperan sebagai pusat rujukan dalam sistem pendidikan/ pembelajaran.

Sedangkan misinya ialah membangun dan mendorong terwujudnya sistem pendidikan Islam secara berkelanjutan, menyelenggarakan

20Dokumen Kurikulum SMP IT INSAN HARAPAN, (Tangerang: Yayasan insan harapan umat, 2019) h, 1-3.

(39)

kegiatan pendidikan yang memadukan sisi keislaman dan keilmuan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang efektif dan efisien, membangun dan mendorong lahirnya sumber daya insani yang:

 Berakhlaqul Karimah, berperilaku sesuai tuntunan Al-Qur‟an dan hadits, memiliki keunggulan karakter dan kepedulian sosial sebagai pembelajar seumur hidup.

 Terampil dan bijak memanfaatkan perangkat teknologi untuk kemaslahatan.

 Berpikir global dan terpadu, memahami bahwa segala ilmu yang dipelajari, baik ayat-ayat qauliyah maupun ayat-ayat kauniyah, adalah dalam rangka beribadah kepada Allah Ta‟ala.21

4. Profil Guru

Nama-nama guru yang bersedia merespon atau diwawancarai berkenaan dengan pembahasan yang diambil sebagai berikut:

 Zamroni, M.Pd. I. merespon kuisoner pada tanggal 17 Mei 2020 jam 17.10 asal sekolahnya di Pesantren Assanusiyyah Jekulo,

Kudus Jawa Tengah, belajar Al-Qur‟annya di latar belakangi oleh Belajar Mandiri di rumah mengajar Pendidikan Agama Islam kelulusan tahun 1994 ketika SD, 1997 ketika SMP, 2000 ketika SMA, dan 2005 ketika kuliah.

 Asmana Lunarsih Satiasundana, Lc. merespon kuisoner pada tanggal 18 Mei 2020 jam 09.43 asal sekolahnya tidak pesantren, belajar Al-Qur‟annya tidak di latar belakangi mengajar Seni

21Dokumen Kurikulum SMP IT INSAN HARAPAN, (Tangerang: Yayasan insan harapan umat, 2019) h. 12.

(40)

29 Budaya kelulusan tahun 1982 ketika SD, 1985 ketika SMP, 1988 ketika SMA dan 1994 ketika kuliah.

 Ummu Rukhby, merespon kuisoner pada tanggal 03 Juni 2020 jam 16.06 asal sekolahnya asal sekolahnya tidak pesantren, belajar Al- Qur‟annya di latar belakangi oleh TPQ/TPA mengajar Bahasa Indonesia dan Pemantapan UN Matematika kelulusan tahun 1984 ketika SD, 1987 ketika SMP, 1990 ketika SMA, dan 1995 ketika kuliah.

 Zaenal Rozaq, S. Pd. I. merespon kuisoner pada tanggal 05 Juni 2020 jam 09.31 dan diwawancarai pada tanggal 06 Juli 2020 jam 10.45 asal sekolahnya pesantren BUQ Demak, belajar Al-Qurannya di latar belakangi oleh belajar di sekolah mengajar Tahfidzul Qur‟an.

 Nasrullah Ginting merespon kuisoner pada tanggal 05 Juni 2020 dan diwawancarai pada tanggal 16 Oktober 2019 asal sekolahnya Pesantren Ulumul Qur‟an, belajar Al-Qur‟annya di latar belakangi oleh TPQ/TPA mengajar tahfidzul Qur‟an kelulusan tahun 2001 ketika SD, 2004 ketika SMP, dan 2013 ketika SMA serta kuliah.

 Muh. Haryanto, S.E. merespon kuisoner pada tanggal 03 Juni 2020 asal sekolahnya tidak pesantren, belajar Al-Qur‟an di latar belakangi oleh TPQ/TPA mengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi.

 Entis Sutisna, Lc., diwawancarai pada tanggal 06 Juli 2020 asal sekolahnya kuliah di UIN JAKARTA selama 1 tahun jurusan sastra Arab dan dilanjutkan kuliahnya di Kairo selama 4 tahun lamanya.

Belajar Al-Quran dilatar belakanggi oleh kegigihan serta niat dari diri sendiri. Mengajar Tahfidzhul Quran.

(41)

5. Profil Siswa

Nama-nama murid yang bersedia merespon atau diwawancarai berkenaan dengan pembahasan yang diambil sebagai berikut:

a. Kelas 9 (Sembilan)

1) Fawaz Abdilah Aydin kelas 9.4 2) Mahfudz Abdul Hakim kelas 9.4 3) Adinda Fathimattuzahra kelas 9.4 b. Kelas 8 (Delapan)

1) Sarah Juany kelas 8.2 2) Al Jazeera Rahmat kelas 8.4 c. Kelas 7 (Tujuh)

1) Airin Fitria Akbari kelas 7.4 2) Aqil Aditya Nugraha kelas 7.4

(42)

31 B. Struktur Organisasi

Wali Kelas Guru Mata Pelajaran

Komite Sekolah

PJProgram Pemantapan dan Pengayaan

PJProgram Supercamp

PJProgram Peribadatan dan PHBI

PJ Program Lomba

PJProgram Keputrian

PJProgram Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Pembina OSINH PJProgram Ekstrakurikuler

Wakil Kepala Sekolah BidangKesiswaa

n Wakil Kepala

Sekolah Bidang Kurikulum

Kepala Sekolah

Kepala Perpustakaan Kepala Bidang

Administrasi, Keuangan, dan kerumahtangaan

Bendahara BOS PJ Program Kesejahteraan dan

Kerumahtangg aan

PJ Program Administrasi dan Pendataan

Kepala Laboratorium

Koord.Lab Bahasa

Koord.Lab Komputer Koord.Lab IPA

(43)

C. Program Kegiatan

Tugas terstruktur diberikan kepada siswa dalam upaya meningkatkan pemahamannya terhadap suatu materi pembelajaran, dimana waktu pengumpulan tugasnya ditentukan oleh guru, bisa pada pembelajaran berikutnya atau keesokan harinya. Sedangkan tugas tidak terstruktur diberikan oleh guru sesuai dengan materi pembelajaran untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan siswa dalam watu jangka panjang untuk pengumpulannya.

Adapula kegiatan pengembangan diri dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

1. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling

Program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.Problematika yang terdapat dalam masalah ini biasanya bersifat kompleks. Beberapa diantaranya yaitu: problem terkait penyesuaian akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, penyesuaiandengan aturan sekolah dan lain sebagainya.

2. Kegiatan ekstra kulikuler.

Kegiatan ektrakurikuler adalah kegiatan pengembangan bakat, minat, dan potensi peserta didik untuk berkreativitas dalam rangka mengembangkan olah hati, olah otak, olah raga, dan olah seni dalam bersikap positif dan berprestasi. Terdapat dua macam yaitu:

ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan, setiap anak boleh memilih 4 jenis ektrakulikuler yang termasuk 2 ekstrakulikuler wajibnya.

(44)

33 3. Kegiatan pembiasaan baik yang spontan maupun terstruktur

SMP IT Insan Harapan meringkas kegiatan pembiasaan spontan dalam 5S (Senyum, Salam, Sapa, Salim, dan Santun).Kegiatan ini berlaku untuk seluruh warga di sekolah mulai dari pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, staf, serta seluruh peserta didik.

Pembiasaan yang terstruktur selain dipantau dan senantiasa dievaluasi oleh guru untuk seluruh peserta didik berupa bukuTata Tertib Peserta didik yaitu:

a) Tadarus Al-Qur‟an setiap pagi dari hari Senin sampai dengan Jum‟at.

b) Muraja‟ah juz 29 dan 30 setiap selesai shalat zhuhur pada hari Seninsampai dengan Kamis.

c) Shalat Dhuha setiap hari dilakukan setelah tadarus di pagi hari.

d) Tausiah rutin Jum‟at pagi oleh Pembina sekaligus Ketua Yayasan Insan Harapan Umat Ustadz H. Solihin.

e) Kegiatan membaca buku selama 15 menit, dua hari dalam seminggu, dan untuk selanjutnya akan bertahap sampai pada akhirnya bisa dilakukan setiaphari.

f) Kegiatan olah raga pagi bersama dua kali dalam sebulan, pecan kedua dan keempat.

g) Penggunaan sandal sendiri saat ke masjid dan meletakkannya dengan rapi saat memasuki masjid. Warna sandal yang digunakan disesuaikan denganrombongan belajar untuk ketertiban.

h) Memotong kuku tangan saat hari Jumat dalam rangka melaksanakan sunahRasul.

i) Memakai seragam lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(45)

j) Peserta didik putra diharuskan memiliki model rambut standar di SMP IT Insan Harapan.22

22Dokumen Kurikulum SMP IT Insan Harapan, (Tangerang: Yayasan Insan Harapan Umat, 2019) h,31-39.

(46)

29 BAB IV

PenghafalanAl-Qur’an di SMP IT Insan Harapan

A. Metode Menghafal Al-Qur‟an di SMP IT Insan Harapan

Metode one day two ayat itu dilaksanakan untuk para siswa/i dalam menghafalkan Al-Qur‟an setiap hari nya hanya dua ayat saja baik ketika menyetorkan atau hafalan secara pribadi.Sehingga jika seminggu mereka sudah mencapai satu lembar untuk menghafalnya. Namun ketika mereka belum mencapai targetnya maka mereka diwajibkan mengikuti kelas karantina yang diadakan setiap hari sabtu serta menyetorkan tambahan hafalannya ketika jam istirahat berlangsung. Hal ini diupayakan supaya hafalan siswa/i bisa sesuai target yang dicantumkan dalam kategori pencapaian hafalannya.

B. Latar Belakang Adanya Penghafalan Al-Qur‟an

Latar belakang pelaksanaan menghafal Al-Qur‟an di SMP IT Insan Harapan ini dimulai pada tahun 2009, sebagaimana yang di ceritakan oleh salah satu penanggung jawab kegiatan Tahfidzul Qur‟an Bapak Zaenal Rozaq, bahwa pertama kali kegiatan menghafal Al-Qur‟an ini karena kedekatan beliau dengan pimpinan yayasan yang juga seorang hafidz, yang menginginkan nilai-nilai kebaikan Al-Qur‟an tertanam dalam diri anak didik di SMP IT tersebut1. Setelah program menghafal Al-Qur‟an tersebut dijadikan program ekstrakulikuler, seiring dengan berjalannya waktu menghafal Al-Qur‟an ditetapkan menjadi salah satu

1 Zaenal Rozaq, S.Pd.I. (Guru Tahfidz Al-Qur‟an SMP IT Insan Harapan) merespond Kuisoner dari Yuni Fitriani, Kademangan Jum‟at, 05/06/2020, Tangerang Selatan.

(47)

mata pelajaran di sekolah agar anak-anak terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur‟an”.2

Program menghafal Al-Qur‟an di SMP IT Insan Harapan bertujuan untuk menjadikan generasi qur‟ani yang berakhlaqul karimah, seperti yang terlampir dalam visi dan misi sekolah tersebut.Pelaksanaan membaca dan menghafal Al-Qur‟anmelalui metode One Day Two Ayat (satu hari dua ayat) yang telah diutarakan oleh guru tahfidz Al-Qur‟an merupakan mutasi dari program ekstrakulikuler menjadi kurikulum tambahan menjadi salah satu syarat untuk menetapkan kelulusan.3

C. Target dan Materi Hafalan Al-Qur‟an

Kriteria menghafal Al-Qur‟an yang ditetapkan di SMP IT Insan Harapan antara lain ialah :

a) Kelancaran.

Kelancaran dalam bacaan adalah salah satu syarat kelulusan dalam menghafal.Seorang tidak dapat dikatakan hafal jika tidak kuat mengingat dan tidak lancar dalam membacanya.Seperti yang diakatakan oleh bapak Rozaq bahwa yang paking uatama dalam menghafal adalah kelancaran bacaannya.4

b) Makhraj

Menurut peneliti, makhraj berarti tepat keluarnya huruf dalam melafalkan huruf al-Qur'an.

c) Tajwid

Sedangkan menurut peneliti tajwid ialah hukum yang ditetapkan dalam mempelajari al-Qur‟an.

2Zaenal Rozaq, Senin, 05/07/2020, Tangerang Selatan.

3Dewan Guru, “Buku Kegiatan Mutaba‟ah Yaumiyah & Tahfidzul Qur‟an”

(Tangerang: SMP IT Insan Harapan) h, 4.

4 Zaenal Rozaq, Senin, 06/07/2020, Tangerang Selatan

Gambar

Tabel 4.0 Tabel Target Hafalan Siswa ...................................................
Tabel 4.1 Tabel Standar Nilai Hafalan Siswa

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR`AN PESERTA DIDIK KELAS IV SD IT AL FITYAN SCHOOL GOWA .... Gambaran Umum SD IT Al

a. peserta didik sebelum menyetorkan hafalannya dan lancar menghafal, peserta didik sudah dilatih untuk belajar mentakrir hafalan atau mengaji setiap pagi, dengan

Hal ini dikarenakan jika anda terus menerus menambah hafalan Al-Quran lembar demi lembar hingga selesai kemudian anda ingin untuk mengulang kembali hafalan anda dari awal maka

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan tentang Strategi Menghafal Al-Qur‟an pada Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Tahfizul Qur‟an

Kemudian saya kan menulis hafalan tersebut untuk bisa mendapatkan nilai yang baik jika nilai hafalan saya tidak lancar” 76 Gambar 4.3 Proses pembelajaran siswa dalam menghafal

Peran tutor sebaya dalam proses setoran hafalan Al-Qur‟an mahasantri Ma‟had Al-Jami‟ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu yaitu sangat berperan dalam proses menghafal

Dengan kata lain, relevansi teori konvergensi terhadap keberhasilan menghafal al-Qur‟an memberikan kontribusi secara positif terhadap keberhasilan mahasantri menghafal al-Qur‟an sebesar

Hafalan al- Qur’an al-Hidayah dalam menghafal dan menjaga hafalan al-Qur’an dengan menggunakan metode Fun Learning Penghargaan untuk yang mengikuti Tasmi’ Hafalan al-