BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menjadi olahraga yang populer. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa sepak bola sangat

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak digemari oleh kalangan masyarakat secara mendunia. Tidak melihat usia maupun jenis kelamin, sepak bola tetap menjadi olahraga yang populer. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa sepak bola sangat menjamur dalam lapisan masyarakat dunia.

Handoko (Melanie, 2012) menjelaskan pertandingan sepak bola tidak akan berjalan menarik atau ramai tanpa penonton. Penonton dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu penonton yang murni hanya ingin menikmati permainan cantik saja tidak peduli tim apa yang bermain dan ada pula penonton yang berpihak pada tim tertentu yang biasanya disebut dengan istilah suporter.

Suporter sepak bola merupakan kumpulan orang-orang yang mendukung sebuah tim sepak bola. Adanya suporter yang mendukung sebuah tim menjadikan munculnya pendapat bahwa suporter merupakan pemain kedua belas pada saat pertandingan sepak bola berlangsung. Keberadaan suporter penting dalam sebuah pertandingan dan merupakan nilai tambah untuk sebuah tim, seperti di Inggris dikenal dengan nama Hooligans, dan di Italia dikenal dengan Ultras bahkan setiap klub di dunia memiliki komunitas suporternya sendiri.

Suporter yang hanya menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung televisi, dan proyektor sebagai media pembesar agar dapat disaksikan bersama disebut suporter klub sepak bola nobar (nonton bareng). Suporter hanya dapat mendukung dari kejauhan dan teriakan dukungan mereka pun tidak terdengar. Suporter klub sepak bola nobar dapat membawa nama baik sebuah tim, apabila tidak pernah tercatat dalam kriminalitas. Pada intinya, suporter adalah

(2)

sumber solidaritas, integritas, sportivitas, dan kemeriahan dalam sepak bola. Hal yang dilakukan oleh suporter klub sepak bola nobar hampir sama dengan suporter lapangan yaitu mendukung tim favorit dengan membuat kaos, spanduk, koreo, menyanyikan lagu, bersorak sorai sambil menonton pertandingan.

Banyak orang rela untuk tidur larut hanya untuk menyaksikan sepak bola di televisi maupun live streaming apabila tidak disiarkan oleh satsiun televisi nasional. Maka dari itu, di Indonesia, setiap stasiun televisi nasional menyiarkan liga-liga khusus seperti: TVRI menyiarkan Serie A (liga Italiaa), Kompas TV menyiarkan Bundes Liga (Liga Jerman), SCTV menyiarkan Barclays Premier League (liga Inggris) dan Champions League, dan Trans Media Corporation (Trans TV dan Trans 7) menyiarkan La Liga (Liga Spanyol).

Jadwal pertandingan yang disiarkan pada dini hari diantaranya adalah laga besar Champions League Juventus vs Real Madrid (Rabu, 6 November 2013) dan Barcelona vs AC Milan (Kamis, 7 November 2013) kedua pertandingan disiarkan secara langsung pada pukul 2.45 WIB di SCTV. Siaran dini hari lainnya, Minggu, 3 November 2013 AC Milan vs Fiorentina disiarkan oleh TVRI pada pukul 2.45 WIB.

Rating acara televisi di Indonesia pun meningkat ketika menyiarkan laga sepak bola.

Berdasarkan penelusuran Nielsen Audience Measurement pada tahun 2012 acara pertandingan sepak bola menjadi program khusus terpopuler.

Arsenal, Liverpool, maupun Chelsea ketika berkunjung ke Indonesia dan disiarkan di televisi, mendapat rating bagus. Tayangan Arsenal di RCTI pada Minggu (14/7/2013) mendapat 7 persen, Liverpool di SCTV pada Sabtu (20/7/2013) memperoleh 6,9 persen, dan Chelsea di MNC TV pada Kamis (25/7/2013) mendapat 6,4 persen. Masing-masing program menempati peringkat 1 di hari tersebut. Rating terspektakuler mencapai 13 juta penonton pada final leg II Piala AFF 2010 antara tim nasional Indonesia melawan tim nasional Malaysia.

(3)

RCTI menempati peringkat 1 pada hari tersebut. Ini mengindikasikan bahwa siaran sepak bola merupakan hiburan yang menarik bagi masyarakat.

Kemajuan teknologi juga mendukung faktor berkembangnya sepak bola dunia, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat dimanapun dan kapanpun. Adanya internet memudahkan akses untuk mendapatkan berita tentang sepak bola dunia. Perkembangan teknologi ini menjadi sumber pengetahuan berita tentang sepak bola yang membuat para ‘bola mania’ semakin masuk ke dalam dunia sepak bola. Muncul banyak aplikasi di dalam gadget masa kini seperti Livescore.com (update skor pertandingan), Footyroom.com (update video gol sebuah pertandingan terkini), aplikasi game terbaru khusus seputar tim sepak bola, Detik.com, Kompas.com (berita yang memuat tentang sepak bola), dan link untuk streaming apabila televisi tidak menyiarkan pertandingan. Terdapat lebih dari 5 juta orang mengunduh aplikasi gadget favorit Livescore.com (Playstore, 2013). Banyaknya akun resmi maupun tidak resmi dalam sosial media (Twitter, Facebook, Line) yang menginformasikan berbagai hal mengenai sepak bola. Hal ini membuat para ‘bola mania’ semakin dekat dengan tim favoritnya maupun dunia sepak bola.

Beberapa tahun terakhir banyak muncul fans klub besar Eropa di Indonesia. Berawal dari komunitas perkumpulan hingga menjadi organisasi. Organisasi komunitas fans klub sepak bola tim Eropa ini seperti: MI (Milanisti Indonesia), United Indonesia, BIGREDS (Liverpool Indonesia), JCI (Juventus Club Indonesia), AIS (Arsenal Indonesia Supporter). BIGREDS Indonesia sebagai pemrakarsa berdirinya fans klub di Indonesia. Berdiri pada awal tahun 2000 BIGREDS Indonesia melebarkan sayapnya di kota-kota besar Indonesia, disusul oleh fans klub lain yaitu Milanisti Indonesia pada Maret 2003, United Indonesia pada 2006 dan Juventus Club Indonesia pada tahun 2009. Munculnya fans klub mancanegara ini membuat sepak bola di Indonesia semakin marak. Fans klub selalu mengadakan acara wajib yaitu ‘nonton bareng’

(4)

(nobar). Setiap laga yang disiarkan televisi saat ini memudahkan para anggota fans klub menyaksikan pertandingan tim kesayangannya. Tak ketinggalan berita mengenai tim favorit yang selalu diulas dalam berita bola di televisi maupun aplikasi yang setia membantu menginfokan berita.

Milanisti Indonesia sezione Jogja (MIsJ) adalah komunitas suporter sepak bola pecinta tim AC Milan yang ada di Jogja. MIsJ berdiri pada tahun 2007, yang saat ini mempunyai homebase di Bjong Cafe Nologaten. MIsJ mempunyai anggota resmi sebanyak 179 orang lebih. Agenda wajib MIsJ yaitu nobar (nonton bareng). Apabila jadwal pertandingan besar dan penting akan berlangsung, biasanya mereka mengundang fans klub lawan untuk menonton bersama dan mendukung para punggawa mereka berlaga dalam satu layar proyektor Hasil dari observasi peneliti setiap berkumpul maupun nobar menunjukkan bahwa saat menonton pertandingan, meskipun di layar proyektor suporter sering melakukan perilaku agresif misalnya menghujat wasit, mengeluarkan kata-kata kotor kepada suporter lawan, mengejek atau mencela tim sepak bola lain, bahkan terkadang sampai merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Mereka memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap tim sepak bola yang dibelanya sehingga jika tim mereka mengalami kekalahan atau di ejek suporter lain maka mereka akan kesal, dan salah satu cara mereka untuk meluapkan kekesalannya dengan cara melakukan perilaku agresif misalnya memukul orang yang mengejek tim kesayangan atau bahkan sampai merusak benda-benda yang ada disekitarnya (Melanie, 2012).

Pengaruh yang ditimbulkan berbeda dengan suporter lapangan, dukungan para suporter klub sepak bola nobar ini tidak dapat terdengar oleh para pemain atau tim secara langsung.

Suporter bernyanyi, bersorak, hanya untuk mendukung tim favorit mereka. Nobar menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi para pecinta bola. Laga besar biasa dipertandingkan antar klub

(5)

besar atau penentuan lolos kompetisi semifinal atau final. Setiap tim memiliki rival dan begitu juga para suporter, rival tim adalah rival suporter.

Agresi verbal dan non verbal, langsung maupun tidak langsung terjadi pada suporter klub sepak bola nobar, seperti: berbicara kasar mengenai tim rival melalui sosial media, saling menyindir antar suporter fans klub melalui sosial media, menimbulkan permusuhan dengan teman, aksi melempar botol pada suporter lawan ketika nobar berlangsung, aksi pemukulan terhadap suporter lawan seusai nobar.

Kerusuhan antar suporter lapangan maupun suporter klub sepak bola nobar dalam suatu pertandingan menurut Siregar (dalam Melanie, 2012) biasanya dipicu beberapa hal, diantaranya: 1) Kepemimpinan wasit yang tidak adil, 2) Permainan kasar dari tim lawan, 3) Kekalahan tim yang di dukung suporter sepak bola, 4) Overacting-nya petugas keamanan, 5) Saling ejek antar kedua suporter.

Peristiwa lain terjadi baru-baru ini ketika laga El Clasico oleh suporter klub sepak bola nobar (Real Madrid vs Barcelona), Pada 2 Maret 2013 lalu di GOR Kridosono. Ketika acara nobar berlangsung terjadi keributan yang menimbulkan korban luka. Dua tim besar tersebut selalu membuat penonton maupun suporter panas karena kedua tim merupakan rival besar di lapangan khususnya negara Spanyol. Nobar tersebut terjadi bentrokan yaitu saling pukul antar suporter. Bahkan ada yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka-luka.

Sebelum terjadi insiden ada peristiwa yang menarik dan unik. Sebelum pertandingan disiarkan, rombongan fans konvoi motor dengan menggunakan knalpot blombongan. Ada juga fans memasang banner untuk mendukung tim mereka (Kompasiana.com, 3 Maret 2013).

Laga Derby d'Italia antara Juventus melawan Inter Milan menimbulkan kericuhan di Kota Manado. Massa pendukung kedua tim bentrok usai laga yang dimenangkan Juventus dengan skor 2-1 tersebut, Sabtu 30 Maret 2013. Pantauan VIVA bola di Jalan Pieretendean

(6)

Boulevard Kota Manado, terlihat aksi saling lempar batu antara fans pendukung Juventus dan Inter Milan. Pada awalnya ratusan fans Juventus menggelar konvoi di Jl. Boulevard. Namun tiba-tiba suasana berubah anarki antara kedua pendukung. Lebih besar lagi aksi itu terjadi, fans Inter Milan membakar panji Juventus. Aksi saling lempar batu berkali-kali terjadi di kedua belah pihak sampai mengenai salah satu mobil angkutan kota. Akibat kericuhan itu, jalur lalu lintas di jalan utama Kota Manado itu menjadi macet sekitar 30 menit. Hingga aksi adu mulut dan saling lempar usai, belum ada petugas dari pihak kepolisian yang hendak mengamankan kericuhan kedua pendukung fanatik sepak bola itu. Berita baiknya, warga setempat melerai kedua pihak hingga para fans Juventus terus melanjutkan konvoi dengan merayakan kemenangan Juventus (VIVAbola.com, 2013).

Sebuah citra buruk yang dihasilkan suporter, jelas bahwa suporter merusak fasilitas umum, bertindak anarki, tidak mematuhi peraturan yang berlaku, dan bahkan terjadinya bentrokan. Perilaku suporter seperti ini merupakan tindakan agresif. Tindakan agresif dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Tindakan individu contohnya memukul, menganiaya, memaki, melempar sesuatu, bahkan membunuh. Tindakan agresif kelompok biasanya merusak fasilitas umum, menjarah (Suroso & Pramana, 2010). Suporter yang bentrok seringkali menimbulkan banyak korban luka, dan menimbulkan keprihatinan tersendiri di kalangan orang-orang yang berkecimpung dalam sepak bola. Suporter klub sepak bola nobar, tindakan agresif mereka melawan tim rival lawan terjadi, tidak hanya di lapangan atau stadion tetapi di area tempat nobar. Pengrusakan fasilitas tempat nobar seusai pertandingan, caci makian dalam sosial media, hingga terjadinya permusuhan hanya karena mendukung tim favoritnya. Olahraga yang semestinya menjunjung tinggi sportivitas dan fairplay yang tinggi, tapi pada kenyataannya semua itu ternoda oleh berbagai kasus bentrokan.

(7)

Sebuah berita mengenaskan datang dari pendukung Real Madrid dan Barcelona di Irak. Fans dua tim asal Spanyol itu terlibat bentrok di arena permainan di kota kecil berjarak beberapa mil dari Bagdhad, Madain, Senin, 11 Maret 2013 (VIVAbola.com, 2013). Ironisnya, dalam kejadian itu satu orang dilaporkan tewas. Pria yang diketahui merupakan pendukung Los Blancos meninggal dengan luka tusukan serta kepala terpenggal. Perkelahian terjadi pada Senin malam dan pelakunya dua pria yang merupakan pendukung Real Madrid serta Barcelona. Pria pendukung Real Madrid tewas ditusuk berkali-kali lalu dipenggal di depan publik. Orang-orang di tempat kejadian menangkap si penyerang sebelum kemudian diamankan polisi. Sementara jenazah korban langsung dibawa tim forensik untuk dilakukan otopsi. Menurut data, ini bukan kali pertama fans Real Madrid dan Barcelona terlibat bentrokan di Irak. Pada April tahun lalu, juga terjadi keributan di sebuah kafe usai menyaksikan pertandingan El Clasico. Sejumlah orang mengalami luka-luka dalam pertikaian yang para pelakunya menggunakan senjata tajam itu. Sungguh kejadian yang sangat memilukan dan tidak layak dicontoh oleh fans sepak bola di mana pun di belahan dunia.

Fanatisme dalam sepak bola sah-sah saja, tapi jika sampai berlebihan seperti kejadian di Irak, maka itu tak bisa ditolerir dari sisi apapun.

Sejatinya sebagai seorang suporter yang profesional, tidak seharusnya individu berperilaku agresif seperti merusak fasilitas maupun ikut dalam bentrokan antar suporter apabila tim kesayangannya mengalami kekalahan. Suporter adalah seorang pendukung sejati sebuah tim. Perilaku yang ditunjukkan seharusnya perilaku mendukung yang positif. Menjadi suporter yang dewasa salah satunya mendukung tim kesayangan dengan penuh kecintaan terhadap tim dan tidak melakukan tindakan anarkis. Individu boleh menyukai sesuatu yang diidolakannya tetapi tidak harus agresif.

(8)

Suporter telah melakukan segenap pengorbanan berupa biaya tiket, parkir dan transportasi yang dikeluarkan suporter untuk menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya berlaga. Dengan biaya yang dikeluarkan tentu suporter berharap mendapatkan imbalan yaitu tim kebanggaannya memenangkan pertandingan. Suporter datang untuk mendukung tim, suporter fanatik menunjukkan tindakan agresifnya ketika ada yang memberi stimulus negatif.

Salah satu tindakan agresif tidak menutup kemungkinan pada suporter klub sepak bola nobar, sebelum pertandingan pun saling mencela di media sosial telah terjadi, fakta ini semakin menguatkan bahwa suporter klub sepak bola nobar tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan perilaku agresif.

Individu yang memiliki fanatisme yang tinggi diduga akan memiliki tingkat agresivitas yang tinggi pula (Melanie, 2012). Melihat kasus yang terjadi, individu yang memiliki fanatisme berlebihan atau kecintaannya terhadap tim sepak bola yang bergerombol dalam situasi massa akan mudah terpengaruhi oleh kelompok, dan melakukan apa yang kelompok perbuat entah itu baik atau buruk (Suroso & Pramana, 2010), seperti yang terkandung pada psikologi perilaku (behavior), agresi adalah perilaku yang ditentukan oleh kondisi lingkungan luar dan rekayasa conditioning terhadap manusia tersebut (Ridyawanti, 2011). Perilaku agresif yang menggunakan pendekatan behavioristik merupakan tindakan melukai orang lain. Bentuk tindakan tersebut misalnya, memukul, menganiaya, berkata kasar, melukai, merusak fasilitas umum, dan menjarah.

Kesukaan terhadap sebuah tim kesayangan yang berlebihan membuat seseorang menjadi fanatik. Kehidupannya tidak jauh dari kefanatikan terhadap tim kesayangan.

Fanatisme memiliki cara-cara dalam menunjukkan kekagumannya terhadap sebuah tim kesayangan. Membeli baju tim bola kesayangan, aksesoris (gantungan kunci, syal, dompet, sarung bantal, jam tangan, stiker, dompet, kaos), menjadi anggota fans klub, menonton setiap

(9)

pertandingan tim kesayangannya, dan menjadi pemimpin suporter. Beberapa hal tersebut termasuk tindakan fanatik terhadap sebuah tim sepak bola. Kekaguman yang ditunjukkan terhadap tim sepak bola favoritnya menjadi irasional ketika dirinya terlibat situasi emosional dalam kefanatikannya di dunia sepak bola.

Keindahan suporter di lapangan menjadi tercemar dengan munculnya perkelahian yang berujung bentrok antar suporter. Terlebih pada suporter klub sepak bola nobar, hanya karena sebuah layar proyektor yang mereka tonton, mereka mengeluarkan kata kasar dan membanting benda. Ghazali (1998), pandangan bahwa setiap klub yang difavoritkan masing-masing kelompok suporter adalah yang paling hebat sebenarnya wajar saja dan merupakan sesuatu yang sudah semestinya. Sebab setiap kelompok suporter membutuhkan kepastian tentang reputasi yang ditawarkan oleh klub yang difavoritkan tersebut.

Seorang suporter yang fanatik seharusnya dapat menjunjung tinggi sportivitas namun dalam kenyataannya suporter itu sendiri memilih lebih bertindak agresif pada saat menonton pertandingan dengan saling menjatuhkan, berkata kasar, dan membanting benda yang ada di dekatnya. Peneliti sangat tertarik dengan permasalahan sebab akibat ini yang terjadi pada perilaku suporter klub sepak bola nobar, perilaku yang dimaksud adalah melempar benda, memaki, mengejek tim lawan, sampai berujung anarkis.

Suporter klub sepak bola nobar ini hanya menonton pada sebuah layar proyektor yang menyajikan pertandingan sepak bola. Apabila ditelusuri, atas tujuan apa mereka melakukan tindakan agresif, sementara dampak mereka berteriak, bernyanyi, membuat spanduk, mencaci, bahkan sampai tawur dengan suporter klub sepak bola nobar yang lain tidak berdampak langsung untuk tim. Sebesar itu rasa cinta mereka untuk tim kesayangan, walaupun tim berada jauh di luar negara mereka sendiri dan tidak mempedulikan mereka. Dampak yang ditimbulkan pun tidak menghasilkan apapun untuk skor pertandingan. Ini menjadi sebuah

(10)

tanda tanya besar bagi peneliti. Mengacu pada tindakan dan fakta yang terjadi, suporter yang berani melakukan anarkis adalah suporter yang sangat mencintai sebuah tim sepak bola. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui ada atau tidak hubungan antara fanatisme dan kecenderungan perilaku agresif pada suporter klub sepak bola nobar sehingga judul yang diangkat “Hubungan Antara Fanatisme dengan Kecenderungan Perilaku Agresif Pada Suporter Sepak Bola Nonton Bareng (Nobar) di Yogyakarta”.

B. Tujuan

Mengetahui hubungan antara fanatisme dan kecenderungn perilaku agresif pada suporter sepak bola nobar di Jogja.

C. Manfaat

Merujuk pada tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini sekurang-kurangnya diharapkan dapat memberikan dua kegunaan, yaitu:

1. Manfaat teoritis, dapat memperkaya pengetahuan tentang hubungan tingkat fanatisme terhadap kecenderungan perilaku agresif pada suporter klub sepak bola nobar yang merupakan salah satu kajian dalam psikologi sosial.

2. Manfaat praktis, mengetahui hubungan tingkat fanatisme individu terhadap kecenderungan perilaku agresif pada suporter klub sepak bola nobar. Memberi sumbangan pemikiran bagi komunitas klub sepak bola nobar, dan pihak persatuan komunitas suporter klub sepak bola nobar untuk meminimalisir konflik antara suporter sepak bola.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di