• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Promosi Wisata Pasar Tradisional di Solo.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Promosi Wisata Pasar Tradisional di Solo."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Keunikan yang dimiliki Indonesia tak hanya merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau, namun juga memiliki keanekaragaman alam, bahasa dan budaya. Kota Solo memiliki potensi yang besar dalam mempromosikan wisata belanja karena terdapat beragam pasar tradisional yang sangat unik. Pasar tradisional dapat menjadi destinasi yang sangat berpotensi dalam dunia pariwisata. Namun saat ini pasar tradisional semakin terlupakan akibat budaya modern yang sudah tertanam pada generasi muda. Oleh karena itu, promosi wisata pasar tradisional di Solo dirasa perlu agar selain dapat menjadi variasi wisata, nilai budaya yang ada didalamnya tidak terlupakan dengan tujuan agar dapat menghidupkan kembali pasar tradisional.

(2)

ABSTRACT

The uniqueness in Indonesia is not only about an archipelago country which consisting of thousand of islands, but also has a natural diversity, languages and cultures. Solo has a big potential of promoting expense excursion because there are so many unique traditional markets. Traditional markets can be a very potential destination in the tourism world. However, the traditional markets has been forgotten due to modern culture that has been ingrained in the young generation. Therefore, the promotion of traditional markets in Solo is necessary in order to be a variation in the field of tourism and cultural values in it are not forgotten with the aim to revive the traditional market

(3)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ………. i

ABSTRACT ………... ii

LEMBAR PENGESAHAN ……… iii

PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI ……… iv

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ……….. v

KATA PENGANTAR ………. vi

DAFTAR ISI ………. viii

DAFTAR TABEL ……….. xii

DAFTAR GAMBAR ……… xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah ………... 1

1.2Rumusan Masalah ……… 3

1.3Ruang Lingkup ………. 3

1.4Tujuan Perancangan ………. 4

1.5Teknik Pengumpulan Data ………... 4

1.6Skema Perancangan ………. 6

(4)

BAB II LANDASAN TEORI

2.1Pariwisata ………... 8

2.1.1 Jenis Pariwisata ……….. 9

2.1.1.1Pariwisata berdasarkan waktu berkunjung ………. 9

2.1.1.2Pariwisata berdasarkan tujuan ……… 9

2.2Promosi ……… 9

2.2.1 Tujuan Promosi ……….... 10

2.2.2 Bauran Promosi (Promotional Mix) ………. 11

2.3Pasar ……….. 12

2.3.1 Jenis Pasar ……….... 13

2.3.1.1Pasar Tradisional ……….. 13

2.3.1.2Pasar Modern ………... 14

2.3.2 SWOT Pasar Tradisional di Solo ………. 14

BAB III DATA DAN ANALISIS 3.1 Data dan Fakta ………... 17

3.1.1 Pasar Tradisional di Kota Solo ……… 17

3.1.2 Jalur Pasar Tradisional Berdasarkan Peta Kota Solo ……….. 34

3.1.3 Data Hasil Obervasi ……… 35

3.1.4 Lembaga Terkait ………. 39

3.1.5 Analisis Kuesioner ………..… 43

(5)

3.1.7 Tinjauan dengan Pasar Tradisional Sejenis ……… 54

3.1.7.1 Perbandingan dengan Pasar Beringharjo, Yogyakarta ………. 54

3.1.7.2 Perbandingan dengan Pasar Sukowati, Bali ………. 55

3.1.8 Tinjauan pada Promosi Pasar Tradisional Sejenis ……….. 56

3.1.9 SWOT Perancangan Promosi Pasar Tradisional di Solo ……….... 57

3.1.10 Segmentation, Targeting, Positioning ………... 60

BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Konsep Komunikasi ………... 62

4.2 Konsep Kreatif ………... 63

4.2.1 Konsep Visual ………. 63

4.3 Konsep Media ……… 69

4.4 Timeline Media Promosi ……… 69

4.5 Hasil Karya ……… 70

4.5.1 Brosur ……….. 70

4.5.2 Information Booth ………... 71

4.5.3 Iklan Majalah dan Koran ………. 72

4.5.4 Social Network ……… 74

4.5.5 Website ……….... 75

4.5.6 Mobile Application ……….. 76

4.5.7 Travel Kit ……… 77

(6)

4.5.7.2 Route Map ……… 77

4.5.7.3 Postcards ……….. 78

4.5.7.4 Jurnal, wooden pen dan pensil ………. 79

4.5.7.5 Wooden Fan ………. 80

4.5.8 Travel Pack (Extra Pouch) ………. 83

4.6 Budgeting Media Promosi ……….. 85

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.6 Skema Perancangan ………..………... 6

Tabel 3.1 Daftar Pasar Tradisional di Solo menurut Dinas Pengelolaan Pasar Surakarta …... 18

Tabel 3.2 Jumlah Kunjungan Wisatawan Kota Surakarta ………...… 42

Tabel 3.3 Data Wisatawan Mancanegara Kota Surakarta ……… 43

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Keunikan yang dimiliki Indonesia tak hanya merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau, namun juga memiliki keanekaragaman alam, bahasa dan budaya. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia meliputi situs-situs bersejarah, wisata kuliner, wisata belanja dan masih banyak lagi. Salah satu wisata yang menarik perhatian di setiap daerah di Indonesia adalah pasar tradisional. Pasar tradisional menjadi sebuah situs sosial dan budaya yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi sebuah tradisi dari jaman nenek moyang hingga saat ini.

Suasana yang ditampilkan pasar tradisional di Indonesia adalah aktivitas sosial masyarakat yang saling berinteraksi, dimana pembeli berusaha menawar harga suatu barang atau jasa, sedangkan penjual melakukan tawar menawar untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan barang atau jasa tersebut. Bahkan sampai saat ini, masih ada pasar tradisional yang melakukan sistem barter dalam aktivitas tawar menawar tersebut. Selain itu, lokasi pasar yang strategis di pusat kota dapat diartikan sebagai pusat keramaian dan hiburan. Sehingga tempat yang ramai ini dimanfaatkan sebagai pusat kebutuhan sosial masyarakat yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

(9)

Pasar tradisional di pulau Jawa tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan pasar tradisional yang ada di daerah lain di Indonesia. Kentalnya budaya Jawa tentunya sangat melekat pada pasar-pasar tradisional yang ada, selain itu tanah Jawa yang sangat subur dibandingkan dengan pulau lainnya membuat hasil bumi yang dihasilkan sangat segar. Selain hasil bumi, tentunya tersedia pula hasil kerajinan tangan khas tanah Jawa.

Kota Surakarta atau yang biasa disebut dengan kota Solo adalah salah satu kota besar yang memiliki keunikan pada pasar tradisionalnya. Pasar tradisional yang paling popular di kota Solo adalah Pasar Klewer yang merupakan pusat perbelanjaan kain batik terlengkap dan terbesar di seluruh Jawa Tengah. Dilihat dari sejarahnya, lokasi Pasar Klewer awalnya merupakan tempat pemberhentian kereta api dan digunakan sebagai tempat berjualan para pedagang pribumi pada jaman pendudukan Jepang. Pasar ini pun dinamakan Pasar Slompretan karena suara dari kereta api yang akan berangkat terdengar seperti suara terompet. Seiring berjalannya waktu, julukan untuk Pasar Slompretan ini pun berubah. Para pedagang banyak yang berjualan kain batik dan kain-kain tersebut ditaruh pada pundak mereka, sehingga kain batik apabila dilihat dari kejauhan akan terlihat seperti berkeleweran saat tertiup angin. Sejak saat itu Pasar Slompretan berubah nama menjadi Pasar Klewer dan pada tahun 1971 diresmikan menjadi pusat perbelanjaan kain batik. Pasar ini pun berganti rupa menjadi pasar dengan bangunan modern bertingkat dua dan kala itu disahkan oleh Presiden Soeharto.

Pasar tradisional di Kota Solo pun dipilih sebagai topik utama karena pasar tradisional yang ada di Kota Solo masih banyak yang belum dikenal oleh kalangan masyarakat luas, padahal pasar-pasar ini memiliki keunikan dan karakter khas tersendiri seperti memiliki nilai historis bahkan ada yang menjadi ikon daerah. Pemerintah Kota Solo pun sadar betul akan potensi yang dimiliki pasar tradisional sehingga mereka pun berusaha untuk menata pasar-pasar tradisional dengan cukup baik agar dapat menarik jumlah wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun lokal.

(10)

penunjang pariwisata Indonesia dengan menerapkan ilmu desain komunikasi visual. Sesuai dengan tujuan utama penulis mengambil topik ini diharapkan agar wisatawan tidak hanya menikmati wisata alam yang ada di Indonesia saja tetapi juga menjadi bagian dari kultur masyarakat Indonesia khususnya budaya Jawa dengan merasakan sensasi tersendiri berbelanja di pasar tradisional di Kota Solo.

1.2Rumusan Masalah

Permasalahan utama dari topik ini adalah pasar tradisional sebagai pilihan destinasi wisata khas Kota Solo.

Pokok permasalahan pada topik ini antara lain:

1. Bagaimana cara untuk mengangkat pasar tradisional menjadi tujuan wisata dan menunjukkan pada masyarakat tentang aset budaya di Solo?

2. Bagaimana cara untuk mengajak masyarakat perkotaan untuk mau peduli dan melakukan wisata ke pasar tradisional sebagai bentuk cinta pada budaya nasional? 3. Bagaimana membuat wisata belanja ke pasar tradisional menjadi trend anak muda dan

menjadi sebuah gaya hidup?

1.3Ruang Lingkup

(11)

1.4Tujuan Perancangan

Promosi pasar tradisional ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa destinasi wisata yang menarik dan menonjol di Kota Solo adalah pasar tradisional yang sesuai dengan kultur masyarakat Jawa.

Penulis berencana untuk merancang promosi wisata pasar tradisional Kota Solo sebagai salah satu destinasi berlibur wisatawan. Tujuannya agar masyarakat luas dapat mengenal sisi lain dari pariwisata Indonesia yang terkenal unik dan ragam budaya. Pembatasan ruang lingkup yang meliputi area, waktu dan promosi yang akan dikerjakan dimaksudkan agar pengelolaan waktu pengerjaan dapat dilakukan secara optimal sehingga dapat menghasilkan karya yang maksimal.

1.5Teknik Pengumpulan Data

Sumber data didapatkan dari instansi resmi negara seperti pemerintah daerah Kota Solo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara survei seperti berikut:

1. Observasi

Observasi dilakukan secara langsung oleh penulis di pasar-pasar tradisional di Solo agar dapat lebih memahami situasi dan kondisi dengan lebih jelas.

2. Informan/Responden

Responden yang diperlukan untuk mencari data secara mendalam mengenai topik ini adalah wakil dari Dinas Pengelolaan Pasar Kota Solo, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Solo, serta wisatawan dari luar Kota Solo.

3. Wawancara

(12)

juga akan dilakukan kepada Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Solo untuk mendapatkan data secara akurat mengenai jumlah wisatawan yang datang ke kota Solo baik lokal maupun asing. Selain itu sejumlah wawancara juga akan dilakukan pada para pedagang atau penduduk setempat.

4. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data-data lain yang menunjang topik ini seperti dari buku, koran, majalah dan internet.

5. Kuisioner

(13)

1.6Skema Perancangan

(14)

1.7Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan penelitian Seminar Desain Komunikasi Visual ini akan disusun

dalam lima bab dengan perincian sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, fokus penelitian, tujuan perancangan,

teknik pengumpulan data, skema perancangan dan sistematika penulisan yang digunakan dalam

menyusun laporan.

BAB II Landasan Teori

Bab ini menjelaskan teori dan dasar pemikiran yang akan digunakan sebagai acuan untuk meneliti

permasalahan dan menemukan solusi yang tepat.

BAB III Uraian Data dan Analisis

Disini diuraikan secara rinci dan jelas dari hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan

dasar pemikiran yang sudah dibahas pada bab II.

BAB IV Pemecahan Masalah

Bab ini menyimpulkan mengenai strategi apa yang akan digunakan sebagai solusi dari topik yang

dibahas dan juga berisi tentang rincian proses hasil perancangan yang dibuat oleh penulis hingga

penerapannya pada media yang sesuai.

BAB V Kesimpulan dan Saran

(15)

BAB V

PENUTUP

5.1Kesimpulan

Dari hasil analisa dan proses Perancangan Promosi Wisata Pasar Tradisional di Solo yang telah dikerjakan selama pengerjaan Tugas Akhir, maka dapat ditarik simpulan bahwa sebenarnya pola pikir masyarakat akan pasar tradisional yang rata-rata negatif masih dapat diubah dengan promosi wisata yang dikemas secara menarik sesuai dengan target yang dituju.

Mayoritas masyarakat hanya ingin berwisata ke tempat dimana mereka dapat menikmati keindahan alam, tidak lagi perduli akan nilai historis dan budaya turun temurun yang sebenarnya sangat kental terasa pada pasar tradisional, terutama kultur budaya Jawa di salah satu pusat kebudayaan di Jawa Tengah.

Oleh karena itu penulis berharap para generasi muda dapat mengetahui bahwa pilihan berwisata di Indonesia tak hanya keindahan alamnya saja, tetapi juga wisata belanja tradisional yang tak kalah menarik.

5.2Saran Penulis 5.2.1 Saran Umum

(16)

akan budaya masyarakat Indonesia, dimulai dari hal yang terkecil yaitu pasar tradisional.

5.2.2 Saran Khusus

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Oxford English Dictionary. 2000. New York : Oxford University Press.

Malano, Herman. 2011. Selamatkan Pasar Tradisional. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Winarno, Bondan. 2008. Bangkitlah Bangsaku, Bangkitlah Pasarku!. Jakarta : Kompas Sawabi, IGN. 2009. Penggemar Barang Antik Bakal Berbondong ke Solo. Solo : Kompas www.surakarta.go.id

http://digilib.uns.ac.id/ http://sosekling.pu.go.id/

http://www.pasarsolo.com/pasar-tradisional-solo.html/ (Diunduh tanggal 15 September 2012 pukul 9:32 WIB) berbagai-sudut-pandang.html (Diunduh tanggal 18 September 2012 pukul 19:53 WIB)

(18)

http://www.1001wisata.com/pasar-sukowati-bali/ (Diunduh tanggal 20 September 2012 pukul 18:46 WIB)

http://www.youtube.com/watch?v=D1lO7Bya7Tc (Diunduh tanggal 20 September 2012 pukul 19:51 WIB)

Gambar

Tabel 1.6 Skema Perancangan

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan analisis semiotika John Fiske (1987) yang didalam teorinya memakai kode-kode televisi. Berkaitan dengan video yang sarat akan

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak

Post test terhadap variabel terikat yaitu konsentrasi atlet dilakukan pada kedua kelompok setelah perlakuan diberikan pada kelompok eksperimen.. Berikut tabel skema desain

Gaya Viskus tidak ada dalam aliran laminer di mana kecepatannya seragam alias tidak punya perbedaan kecepatan sehingga gaya viskus sama dengan nol.Gaya viskos

Bahasa Bugis seperti halnya bahasa-bahasa di dunia memiliki keunikan tersendiri dalam menyapa pendengarnya. Tipe sapaan bermakna menghormati pendengar dengan cara yang tidak

Hal ini disebabkan pada nira dengan pH <6 (4,96) sebelum dimasak telah terjadi kerusakan sukrosa oleh mikroorganisme (yeast dan bakteri asam asetat) menjadi gula

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah faktor yang berhubungan dengan kepadatan kecoa pada kapal motor yang sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yakni

Penelitian sebelumnya yang dilakukan arisandy ambarita (2017) dengan judul Sistem Informasi Geografis Potensi Tanaman Pangan (Studi Kasus: Kabupaten Halmahera Barat