ii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas
berkat rahmat dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan judul “Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun
Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK TRI KARYA . Jln A.R. Hakim
Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013”. Penulis
skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat memproleh gelar Sarjana
Pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1 pada Program Studi Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.
Dalam penulisan skripsi ini, banyak mengalami hambatan dan kesulitan
yang dihadapi, namun dengan adanya bimbingan, bantuan, saran, serta kerja
sama dari beberapa pihak, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini khususnya kedua orang tua, Ayahanda (Muhammad) dan Ibunda tercinta
(Alm. Sahiri dan Selamah) yang telah memberikan kasih sayang tanpa batas,
dukungan moral dan materil serta do’a yang tidak pernah berhenti demi
keberhasilan penulis.
Pada kesempatan ini penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih
yang tak terhingga kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M. Si selaku Rektor Universitas
iii
2. Bapak Drs. Nasrun, M.S selaku Dekan FIP Universitas Negeri Medan
3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, M.S, Bapak Drs. Aman Simare Mare, M.S, dan
Bapak Drs. Edidon Hutasuhut,M.Pd selaku Pembantu Dekan Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.
4. Ibu Dra. Nasriah, M.Pd, Selaku Ketua Prodi PG-PAUD Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Medan.
5. Ibu Dra. Ratna Uli Gultom, Selaku Pembimbing Skripsi yang telah
memberikan bimbingan, dukungan dan motivasi serta meluangkan waktu
dalam membimbing skripsi hingga selesainya skripsi ini.
6. Ibu Dra. Sariana Marbun M.Pd, Bapak Drs. Edward Purba M.A, dan Ibu
Dra. Dorlince Simatupang yang menjadi dosen penyelaras pada waktu
seminar proposal serta penguji pada waktu sidang, yang telah banyak
memberikan masukan maupun saran demi kesempurnaan skripsi ini.
7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Medan berserta para staf administrasinya, yang telah
mentransferkan ilmunya selama perkuliahan, sehingga penulis dapat
menyusun skripsi ini.
8. Ibu Syafriah Tambunan, S.Ag. Selaku Kepala Sekolah, ibu Eko Purwanti
selaku wali kelas B serta ibu guru TK TRI KARYA, yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di
sekolah tersebut.
9. Siswa-siswi kelas B TK TRI KARYA, yang menjadi subjek penelitian.
10.Teristimewa kepada orang tuaku Ayah (Muhammad) dan Bunda
iv
dalam memberikan do’a, bimbingan, memotivasi dan materil penulis dari
sejak lahir, doanya yang tulus tiada henti hingga hari ini sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
11.Saudara ( Abul Muis berserta istri dan anak-anaknya, Amar Maruf beserta
istri dan anak-anaknya, Asaat beserta istri dan anak-anaknya, Sahidan
beserta istri dan anak-anaknya, Hayaddin beserta istri) Adik (Junaedi dan
Bahtiar Rasyid) dan seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan,
semangat dan do’a kepada penulis.
12.Keponanakan (Irwandi, Semi Sartika, Setia Wahyu, Ilham Musadi, Nanda,
Mahli, Akbar, Ulfa, Rahmi, Adhila, Arga, Anissa, Ali, Syifa, Mujahid,
Fanni, Faiza) yang selalu memberi hiburan selama ini.
13.Sahabat (Armidawati, Ainun, Nova, Evi, Mar, Atik, Ratna, Patimah, Fitri,
Ramlah, Sumi, Salasiah, Sela) yang selalu memberikan semangat dan
dukungan selama ini.
14.Teman-teman (Nurhikmah, Nurlela, Nurlaila, Diana, Enida, Musriani,
Lisda, Ayu, Wirda, Arita, Rabitah, Erna, Yeni, Juli, Patimah, Asnaini,
Rebung, Rohana, Samdani, Sunarsi, Surnati, Mai, Rita, Maryati, Ervi,
Patimah sahrah, Kasuma, Radiah, Banun, Sulastri, Fajar, Zubaidah, Zera,
Umi, dan teman-teman rekan-rekan sejawat angkatan PG-PAUD 2009
yang telah membantu penulis selama penyelesaian skripsi ini.
15.Ervi, Nurlela, teman satu Pembimbing Skripsi (PS) yang telah
memberikan bantuan dalam menyusun skripsi ini.
Terima kasih kepada pihak yang telah banyak membantu baik secara
v
persatu namanya dalam tulisan ini. Semoga kebaikan yang diberikan
mendapat balasan dari Tuhan.
Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari yang kita harapkan. Apabila
terdapat kesalahan dan kekhilafan dalam bentuk bahasa penyampaian, teknik
penulisan dan masih kurang ilmiah, hal ini disebabkan oleh keterbatasan
pengetahuaan dan kemampuan penulis sebagai seorang mahasiswa. Oleh
karena itu, besar harapan penulis agar para pembaca memberikan masukan
berupa kritik dan saran yang bertujuan membangun kesempurnaan skripsi ini
untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa kita ke depannya.
Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi
penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya.
Akhirulkalam Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Medan Juli 2013
Penulis
Sintasaraini
i
ABSTRAK
SINTASARAINI,
NIM:
109098035
“
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK TRI KARYA , Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013”. Skripsi, PG. PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan- Universitas Negeri Medan.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan anak dalam keterampilan berbicara masih kurang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbicara anak khususnya, melalui model pembelajaran tebak kata di TK TRI KARYA, Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013.
Subjek penelitian ini adalah anak kelas B TK TRI KARYA, Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Penentuan subjek ini diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap kelas yang akan diteliti dan saran dari kepala sekolah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II.
Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah kegiatan model pembelajaran tebak kata terdapat sebanyak 2 orang anak (8,7%) tergolong tinggi, 21 orang anak (91,3%) tergolong rendah. Halini menunjukan bahwa kegiatan model pembelajaran tebak kata yang dilakukan pada siklus I dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak mampu optimal karena masih terdapat 21 (91,3%) anak yang tergolong rendah, sehingga perlu dilakukan pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II dilakukan perbaikan pembelajaran dengan tetap melalui kegiatan model pembelajaran tebak kata, setelah tindakan siklus II dilakukan , terdapat 14 orang anak (60,86%) tergolong sangat tinggi, 8 orang anak (34,8%) tergolong tinggi, 1 orang anak (4,34%) tergolong rendah. Selanjutnya dari hasil observasi pada siklus II sebagai bentuk pembaikan dari siklus I diperoleh tingkat keterampilan yang tinggi.
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kisi-kisi Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak ... 33
Tabel 3.2 Jadwal Penelitian ... 37
Tabel 4.1 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus I ... 41
Tabel 4.2 Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus I ... 42
Tabel 4.3 Hasil observasi keterampilan berbicara anak selam siklus II ... 48
Tabel 4.4 Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus II ... 49
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Skema Penelitian PTK ... 28
Gambar 1 Lokasi Penelitian ... 91
Gambar 2 Peneliti Sedang Membuka Pembelajaran... 91
Gambar 3 Peneliti Sedang Menjelaskan Model Pembelajaran Tebak Kata ... 92
Gambar 4 Anak Sedang Membacakan Pertanyaan Kepada Pasangannya ... 92
Gambar 5 Peneliti Sedang Menjelaskan Tentang Gambar ... 93
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 RKH Siklus I Pertemuan I ... 60
Lampiran 2 RKH Siklus I Pertemuan II... 63
Lampiran 3 RKH Siklus II Pertemuan I... 66
Lampiran 4 RKH Siklus II Pertemuan II ... 69
Lampiran 5 Lembar Obsevasi PBM Guru Siklus I ... 72
Lampiran 6 Lembar Obsevasi PBM Guru Siklus II ... 73
Lampiran 7 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I ... 74
Lampiran 8 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I ... 76
Lampiran 9 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II ... 78
Lampiran 10 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II ... 80
Lampiran 11 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I Pertemuan I ... 82
Lampiran 12 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I Pertemuan II ... 83
Lampiran 13 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II Pertemuan I ... 84
Lampiran 14 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II Pertemuan II ... 85
Lampiran 15 Nama-nama Anak Kelas B di TK TRI KARYA ... 86
Lampiran 16 Dokumentasi ... 87
Lampiran 17 Surat Penelitian Dari FIP ... 90
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini adalah merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada
anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian
rangsangan dalam pendidikan agar membantu perkembangan, pertumbuhan baik jasmani
maupun rohani sehingga anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan.
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan
menempati kedudukan sebagai golden age dan sangat strategis dalam pengembangan sumber
daya manusia (Direktorat PAUD , 2005). Rentang anak usia dini dari lahir sampai usia enam
tahun adalah usia kritis sekaligus strategis dalam proses pendidikan dan dapat mempengaruhi
proses serta hasil pendidikan seseorang selanjutnya artinya pada periode ini merupakan
periode kondusif untuk menumbuh kembangkan berbagai kemampuan, kecerdasan, bakat,
kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional, spiritual, sehat, cerdas, ceria, dan
berakhlak mulia, ungkapan ini merupakan semboyan dalam pengasuhan, pendidikan dan
pengembangan anak usia dini di Indonesia ( Yamin Martinis, 2010:1)
Pendidikan anak usia dini dianggap sebagai cermin dari suatu tatanan masyarakat,
tetapi ada juga pandangan yang mengemukakan bahwa sikap dan prilaku suatu masyarakat
dipandang sebagai suatu keberhasilan ataupun suatu kegagalan dalam pendidikan. Karena
jika pelaksanaan pendidikan pada anak usia dini baik, maka proses pendidikan pada usia
remaja dan usia dewasa akan baik pula. Karena dengan membiasakan anak pendidikan yang
Berbicara mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa, serta keterampilan berbahasa tidak akan
berkembang kalau tidak dilatih secara terus menerus. Oleh karena itu, kepandaian berbicara
tidak akan dikuasai dengan baik tanpa dilatih. Apa bila selalu dilatih, keterampilan berbicara
tentu akan semakin baik. Sebaliknya, kalau malu, ragu, atau takut salah dalam berlatih
berbicara, niscaya kepandaian atau keterampilan berbicara itu semakin jauh dari penguasaan,
anak kurang terampil dalam menyampaikan suatu gagasan/ ide yang benar, rendahnya
penguasaan kosa kata dalam berbahasa indonesia, sehingga anak mengalami kesulitan dalam
menyusun kalimat yang baik dan benar, serta keterampilan mengembangkan gagasan dan ide,
dan juga metode yang digunakan guru belum sesuai atau kurang tepat dengan materi
pelajaran. Pada usia anak 5-6 tahun perkembangan berbicara seperti: Menirukan kembali 2
sampai dengan 4 urutan angka dan urutan kata, mengikuti 2 sampai dengan 3 perintah
sekaligus, menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dimana, berapa, dan
bagaimana, bicara lancar dengan kalimat sederhana, bercerita tentang kejadian di sekitarnya
secara sederhana, menceritakan kembali isi cerita sederhana yang sudah diceritakan oleh
guru, memberikan keterangan / informasi tentang sesuatu hal, memberikan batasan beberapa
kata / benda, misalnya apakah rumah itu ?, menyebutkan sebanyak-banyaknya nama benda,
binatang, tanaman yang mempunyai warna, bentuk, atau ciri-ciri tertentu, menceritakan
gambar yang telah disediakan.
Berdasarkan pengamatan peneliti di waktu observasi awal terhadap keterampilan
berbicara anak yaitu dapat dilihat ketika pembelajaran berlangsung, anak tidak terampil
dalam menyampaikan suatu gagasan atau ide, karena kalimat yang di ucapkan anak tidak
berurutan. Sehingga anak belum memperoleh kosa kata yang baik dan benar dalam
penyusunan kalimatnya. Hal ini di sebabkan karena guru/pendidik kurang kreatif dalam
suatu pembelajaran. Pengaruh bahasa ibu yang dipergunakan dalam sekolah adalah kalimat
yang belum tersusun (tidak sempurna) sehingga membuat rendahnya penguasaan kosa kata
anak dalam berbicara Indonesia. Kemauan belajar anak dalam berbicara yang baik dan benar
masih rendah, hal ini terlihat dari pertanyaan anak lain maupun guru, sehingga anak
mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik dan benar.
Pada saat proses pembelajaran kurang bersemangat seperti yang diharapkan, guru
kurang memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak sehingga anak hanya
mendengarkan tapi tidak memahami, anak di kelas menjadi kurang bersemangat /bosan
karena tidak terjadi interaksi seperti yang seharusnya. Pada hal keberhasilan suatu
pembelajaran dipengaruhi oleh keaktifan para anak dalam mengikuti pelajaran tersebut.
Untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak, guru tidak mungkin memberikan teori
dengan berceramah kepada anak akan tetapi anak harus mengalami sendiri dengan
mengunakan bahasa yang baik dan benar. Untuk membiasakan anak terampil berbicara bukan
dengan menghapal tetapi dengan melihat gambar dan mendengarkan apa yang disampaikan
gurunya. Oleh sebab itu peneliti mencoba mengunakan model pembelajaran tebak kata,
karena dengan memberikan model pembelajaran tebak kata dengan mengunakan gambar
akan meningkatkan keterampilan anak dalam berbicara, karena anak sudah terlibat dalam
kegiatan proses pembelajaran. Sehingga model pembelajaran tebak kata ini dikatakan dapat
meningkatkan keterampilan berbicara anak di TK Tri Karya Medan.
Menurut Istarani (2012:178) “Tebak kata merupakan penyampaian materi ajar dengan
menggunakan kata-kata singkat dalam bentuk kartu permainan sehingga anak dapat
menerima pesan pembelajaran melalui kartu itu”. Untuk itu, buatlah kartu yang didalamnya
mengandung berbagai pertanyaan yang membutuhkan satu kata jawaban yang dapat mewakili
Dengan demikian model pembelajaran tebak kata merupakan aktivitas pembelajaran
yang menarik dan dapat mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar. Melalui model
pembelajaran tebak kata, anak diarahkan untuk memahami dan mengetahui pesan-pesan
yang terkandung dalam materi. Jadi dengan kemampuan anak dalam menebak kata berarti
mencerminkan kemampuan anak dalam meningkatkan keterampilan dalam berbicara.
Bedasarakan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan sebuah
penelitian dengan judul” Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 tahun
Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK Tri Karya Medan, Tahun Ajaran
2012/2013”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka terdapat identifikasi masalah adalah
sebagai berikut:
1. Kemampuan anak dalam keterampilan berbicara masih kurang
2. Kurangnya minat anak untuk belajar berbicara yang baik dan benar
3. Guru kurang kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
untuk pengembangan keterampilan berbicara anak
1.3 Pembatasan Masalah
Dari beberapa identifikasi masalah diatas, yang menjadi batasan masalah dalam
penelitian ini adalah Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui
Model Pembelajaran Tebak Kata di TK Tri Karya Medan, TA 2012/2013.
1.4
Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah diatas, maka
model pembelajaran tebak kata dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia 5-6
tahun di TK Tri Karya MedanT.A 2012/2013.
1.5
Tujuan Penelitian
Berdasarkan paparan di atas maka tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan
keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui model pembelajaran tebak kata di TK Tri
Karya Medan, Tahun Ajaran 2012/2013.
1.6
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Bagi anak: meningkatkan kemampuan keterampilan berbicara anak serta mampu
berkomunikasi yang baik dengan orang lain, dapat berbahasa dan berbicara yang
baik dan benar.
2. Bagi guru-guru: penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk memilih dan
menentukan metode dalam melakukan pengajaran, sehingga profesionalisme guru
semakin meningkat.
3. Bagi sekolah: penelitian ini diharapkan dapat mendorong pihak sekolah untuk
memotivasi guru mengadakan penelitian yang sejenis, sehingga dapat
meningkatkan kinerja guru dan mutu sekolah akan meningkat.
4. Bagi para peneliti lain: untuk dapat meneliti dengan jenis penelitian yang sama
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan penelitian selama 2
siklus diperoleh beberapa kesimpulan yaitu:
1. Kegiatan model pembelajaran tebak kata dapat meningkatkan keterampilan berbicara
anak usia 5-6 tahun di kelompok B di TK TRI KARYA.
2. Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah kegiatan model pembelajaran tebak
kata terdapat sebanyak 2 orang anak (8,7%) tergolong tinggi, 21 orang anak (91,3%)
tergolong rendah. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan model pembelajaran tebak kata
yang dilakukan pada siklus I dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak mampu
optimal karena masih terdapat 21 anak (91,3%) yang tergolong rendah, sehingga perlu
dilakukan pembelajaran pada siklus II.
3. Pada siklus II dilakukan perbaikan pembelajaran dengan tetap melalui kegiatan
model pembelajaran tebak kata, setelah tindakan siklus II dilakukan , terdapat 14
orang anak (60,86%) tergolong sangat tinggi, 8 orang anak (34,8%) tergolong tinggi,
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti mengajukan beberapa saran,yaitu:
1. Bagi anak diharapkan untuk lebih berperan aktif dalam proses model pembelajaran
tebak kata dan untuk lebih meningkatkan keterampilan berbicara selama pembelajaran
berlangsung terutama dalam anak dapat menebak kata dengan benar.
2. Dan dalam melatih keterampilan berbicara anak hendaknya guru menggunakan tebak
kata yang berwarna warni serta menunjukkan kepada anak.
3. Bagi sekolah terutama kepala sekolah diharapkan untuk dapat menyediakan
media-media pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan keterampilan
berbicara anak, serta menyediakan memberi kesempatan kepada guru untuk mengikuti
pelatihan yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
4. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dan diharapkan untuk
dapat menerapkan model pembelajaran tebak kata di Taman kanak-kanak saat sudah
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi.2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Edisi Revisi Praktis. Jakarta: Rineke Cipta
Dewi Rosmala. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Pasca Sarjana Unimed
Dheni N. 2006. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Depdiknas
Djamarah Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Gunayya Afdar.2012. Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 104234 Medan Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi.FIP.Unimed
Hurlock Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak Jilid I. Jakarta: Erlangga
Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada
Jamaris M. 2006. Perkembangan dan Pengembangan Anak TK. Jakarta: Grasindo
Sudjana. 2005.Metode Statistik. Bandung: Tarsito
Soetjiningsih. 2012. Perkembangan Anak. Jakarta. Renada
Suhartono. 2005. Pengembangan Keterampilan Bicara Anak Usia Dini. Jakarta: Depdikbud
Suprijono Agus. 2013. Cooperative Learning Teori & Aflikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Susanto Ahmad. 2012. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta. Kencana
Tarigan Henry. 2007. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa
Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana
Yamin Martinis dan Jamilah. 2010. Panduan Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta,: GP Press
Wintervina. 2012. Model Pembelajaran Tebak Kata.http://wintervina.blogspot.com/2012/05/ model-pembelajaran-tebak-kata.html (diaksese 5 mei 2013)
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_paud_0611181_chapter1.pdf (diakses 24 April
2012)
http://neza-khoirotunnisa.blogspot.com/2012/09/definisi-metodemodelpembelajaran.html (di