• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA DI TK TRI KARYA , JALAN A.R. HAKIM GANG. KOLAM NO.24 A MEDAN. SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA DI TK TRI KARYA , JALAN A.R. HAKIM GANG. KOLAM NO.24 A MEDAN. SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas

berkat rahmat dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

dengan judul “Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun

Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK TRI KARYA . Jln A.R. Hakim

Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013”. Penulis

skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat memproleh gelar Sarjana

Pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1 pada Program Studi Pendidikan Anak

Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.

Dalam penulisan skripsi ini, banyak mengalami hambatan dan kesulitan

yang dihadapi, namun dengan adanya bimbingan, bantuan, saran, serta kerja

sama dari beberapa pihak, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga

kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi

ini khususnya kedua orang tua, Ayahanda (Muhammad) dan Ibunda tercinta

(Alm. Sahiri dan Selamah) yang telah memberikan kasih sayang tanpa batas,

dukungan moral dan materil serta do’a yang tidak pernah berhenti demi

keberhasilan penulis.

Pada kesempatan ini penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih

yang tak terhingga kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M. Si selaku Rektor Universitas

(4)

iii

2. Bapak Drs. Nasrun, M.S selaku Dekan FIP Universitas Negeri Medan

3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, M.S, Bapak Drs. Aman Simare Mare, M.S, dan

Bapak Drs. Edidon Hutasuhut,M.Pd selaku Pembantu Dekan Fakultas

Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.

4. Ibu Dra. Nasriah, M.Pd, Selaku Ketua Prodi PG-PAUD Fakultas Ilmu

Pendidikan Universitas Negeri Medan.

5. Ibu Dra. Ratna Uli Gultom, Selaku Pembimbing Skripsi yang telah

memberikan bimbingan, dukungan dan motivasi serta meluangkan waktu

dalam membimbing skripsi hingga selesainya skripsi ini.

6. Ibu Dra. Sariana Marbun M.Pd, Bapak Drs. Edward Purba M.A, dan Ibu

Dra. Dorlince Simatupang yang menjadi dosen penyelaras pada waktu

seminar proposal serta penguji pada waktu sidang, yang telah banyak

memberikan masukan maupun saran demi kesempurnaan skripsi ini.

7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Medan berserta para staf administrasinya, yang telah

mentransferkan ilmunya selama perkuliahan, sehingga penulis dapat

menyusun skripsi ini.

8. Ibu Syafriah Tambunan, S.Ag. Selaku Kepala Sekolah, ibu Eko Purwanti

selaku wali kelas B serta ibu guru TK TRI KARYA, yang telah

memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di

sekolah tersebut.

9. Siswa-siswi kelas B TK TRI KARYA, yang menjadi subjek penelitian.

10.Teristimewa kepada orang tuaku Ayah (Muhammad) dan Bunda

(5)

iv

dalam memberikan do’a, bimbingan, memotivasi dan materil penulis dari

sejak lahir, doanya yang tulus tiada henti hingga hari ini sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini.

11.Saudara ( Abul Muis berserta istri dan anak-anaknya, Amar Maruf beserta

istri dan anak-anaknya, Asaat beserta istri dan anak-anaknya, Sahidan

beserta istri dan anak-anaknya, Hayaddin beserta istri) Adik (Junaedi dan

Bahtiar Rasyid) dan seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan,

semangat dan do’a kepada penulis.

12.Keponanakan (Irwandi, Semi Sartika, Setia Wahyu, Ilham Musadi, Nanda,

Mahli, Akbar, Ulfa, Rahmi, Adhila, Arga, Anissa, Ali, Syifa, Mujahid,

Fanni, Faiza) yang selalu memberi hiburan selama ini.

13.Sahabat (Armidawati, Ainun, Nova, Evi, Mar, Atik, Ratna, Patimah, Fitri,

Ramlah, Sumi, Salasiah, Sela) yang selalu memberikan semangat dan

dukungan selama ini.

14.Teman-teman (Nurhikmah, Nurlela, Nurlaila, Diana, Enida, Musriani,

Lisda, Ayu, Wirda, Arita, Rabitah, Erna, Yeni, Juli, Patimah, Asnaini,

Rebung, Rohana, Samdani, Sunarsi, Surnati, Mai, Rita, Maryati, Ervi,

Patimah sahrah, Kasuma, Radiah, Banun, Sulastri, Fajar, Zubaidah, Zera,

Umi, dan teman-teman rekan-rekan sejawat angkatan PG-PAUD 2009

yang telah membantu penulis selama penyelesaian skripsi ini.

15.Ervi, Nurlela, teman satu Pembimbing Skripsi (PS) yang telah

memberikan bantuan dalam menyusun skripsi ini.

Terima kasih kepada pihak yang telah banyak membantu baik secara

(6)

v

persatu namanya dalam tulisan ini. Semoga kebaikan yang diberikan

mendapat balasan dari Tuhan.

Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari yang kita harapkan. Apabila

terdapat kesalahan dan kekhilafan dalam bentuk bahasa penyampaian, teknik

penulisan dan masih kurang ilmiah, hal ini disebabkan oleh keterbatasan

pengetahuaan dan kemampuan penulis sebagai seorang mahasiswa. Oleh

karena itu, besar harapan penulis agar para pembaca memberikan masukan

berupa kritik dan saran yang bertujuan membangun kesempurnaan skripsi ini

untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa kita ke depannya.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi

penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya.

Akhirulkalam Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Medan Juli 2013

Penulis

Sintasaraini

(7)

i

ABSTRAK

SINTASARAINI,

NIM:

109098035

Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK TRI KARYA , Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013”. Skripsi, PG. PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan- Universitas Negeri Medan.

Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan anak dalam keterampilan berbicara masih kurang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbicara anak khususnya, melalui model pembelajaran tebak kata di TK TRI KARYA, Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Semester genap tahun ajaran 2012/2013.

Subjek penelitian ini adalah anak kelas B TK TRI KARYA, Jalan A.R. Hakim Gang. Kolam No.24 A Medan. Penentuan subjek ini diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap kelas yang akan diteliti dan saran dari kepala sekolah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II.

Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah kegiatan model pembelajaran tebak kata terdapat sebanyak 2 orang anak (8,7%) tergolong tinggi, 21 orang anak (91,3%) tergolong rendah. Halini menunjukan bahwa kegiatan model pembelajaran tebak kata yang dilakukan pada siklus I dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak mampu optimal karena masih terdapat 21 (91,3%) anak yang tergolong rendah, sehingga perlu dilakukan pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II dilakukan perbaikan pembelajaran dengan tetap melalui kegiatan model pembelajaran tebak kata, setelah tindakan siklus II dilakukan , terdapat 14 orang anak (60,86%) tergolong sangat tinggi, 8 orang anak (34,8%) tergolong tinggi, 1 orang anak (4,34%) tergolong rendah. Selanjutnya dari hasil observasi pada siklus II sebagai bentuk pembaikan dari siklus I diperoleh tingkat keterampilan yang tinggi.

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak ... 33

Tabel 3.2 Jadwal Penelitian ... 37

Tabel 4.1 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus I ... 41

Tabel 4.2 Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus I ... 42

Tabel 4.3 Hasil observasi keterampilan berbicara anak selam siklus II ... 48

Tabel 4.4 Keterampilan Berbicara Anak Selama Siklus II ... 49

(9)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Skema Penelitian PTK ... 28

Gambar 1 Lokasi Penelitian ... 91

Gambar 2 Peneliti Sedang Membuka Pembelajaran... 91

Gambar 3 Peneliti Sedang Menjelaskan Model Pembelajaran Tebak Kata ... 92

Gambar 4 Anak Sedang Membacakan Pertanyaan Kepada Pasangannya ... 92

Gambar 5 Peneliti Sedang Menjelaskan Tentang Gambar ... 93

(10)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RKH Siklus I Pertemuan I ... 60

Lampiran 2 RKH Siklus I Pertemuan II... 63

Lampiran 3 RKH Siklus II Pertemuan I... 66

Lampiran 4 RKH Siklus II Pertemuan II ... 69

Lampiran 5 Lembar Obsevasi PBM Guru Siklus I ... 72

Lampiran 6 Lembar Obsevasi PBM Guru Siklus II ... 73

Lampiran 7 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I ... 74

Lampiran 8 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I ... 76

Lampiran 9 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II ... 78

Lampiran 10 Lembar Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II ... 80

Lampiran 11 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I Pertemuan I ... 82

Lampiran 12 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus I Pertemuan II ... 83

Lampiran 13 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II Pertemuan I ... 84

Lampiran 14 Tabulasi Keterampilan Berbicara Anak Siklus II Pertemuan II ... 85

Lampiran 15 Nama-nama Anak Kelas B di TK TRI KARYA ... 86

Lampiran 16 Dokumentasi ... 87

Lampiran 17 Surat Penelitian Dari FIP ... 90

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini adalah merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada

anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian

rangsangan dalam pendidikan agar membantu perkembangan, pertumbuhan baik jasmani

maupun rohani sehingga anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan.

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan

menempati kedudukan sebagai golden age dan sangat strategis dalam pengembangan sumber

daya manusia (Direktorat PAUD , 2005). Rentang anak usia dini dari lahir sampai usia enam

tahun adalah usia kritis sekaligus strategis dalam proses pendidikan dan dapat mempengaruhi

proses serta hasil pendidikan seseorang selanjutnya artinya pada periode ini merupakan

periode kondusif untuk menumbuh kembangkan berbagai kemampuan, kecerdasan, bakat,

kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional, spiritual, sehat, cerdas, ceria, dan

berakhlak mulia, ungkapan ini merupakan semboyan dalam pengasuhan, pendidikan dan

pengembangan anak usia dini di Indonesia ( Yamin Martinis, 2010:1)

Pendidikan anak usia dini dianggap sebagai cermin dari suatu tatanan masyarakat,

tetapi ada juga pandangan yang mengemukakan bahwa sikap dan prilaku suatu masyarakat

dipandang sebagai suatu keberhasilan ataupun suatu kegagalan dalam pendidikan. Karena

jika pelaksanaan pendidikan pada anak usia dini baik, maka proses pendidikan pada usia

remaja dan usia dewasa akan baik pula. Karena dengan membiasakan anak pendidikan yang

(12)

Berbicara mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,

berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa, serta keterampilan berbahasa tidak akan

berkembang kalau tidak dilatih secara terus menerus. Oleh karena itu, kepandaian berbicara

tidak akan dikuasai dengan baik tanpa dilatih. Apa bila selalu dilatih, keterampilan berbicara

tentu akan semakin baik. Sebaliknya, kalau malu, ragu, atau takut salah dalam berlatih

berbicara, niscaya kepandaian atau keterampilan berbicara itu semakin jauh dari penguasaan,

anak kurang terampil dalam menyampaikan suatu gagasan/ ide yang benar, rendahnya

penguasaan kosa kata dalam berbahasa indonesia, sehingga anak mengalami kesulitan dalam

menyusun kalimat yang baik dan benar, serta keterampilan mengembangkan gagasan dan ide,

dan juga metode yang digunakan guru belum sesuai atau kurang tepat dengan materi

pelajaran. Pada usia anak 5-6 tahun perkembangan berbicara seperti: Menirukan kembali 2

sampai dengan 4 urutan angka dan urutan kata, mengikuti 2 sampai dengan 3 perintah

sekaligus, menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dimana, berapa, dan

bagaimana, bicara lancar dengan kalimat sederhana, bercerita tentang kejadian di sekitarnya

secara sederhana, menceritakan kembali isi cerita sederhana yang sudah diceritakan oleh

guru, memberikan keterangan / informasi tentang sesuatu hal, memberikan batasan beberapa

kata / benda, misalnya apakah rumah itu ?, menyebutkan sebanyak-banyaknya nama benda,

binatang, tanaman yang mempunyai warna, bentuk, atau ciri-ciri tertentu, menceritakan

gambar yang telah disediakan.

Berdasarkan pengamatan peneliti di waktu observasi awal terhadap keterampilan

berbicara anak yaitu dapat dilihat ketika pembelajaran berlangsung, anak tidak terampil

dalam menyampaikan suatu gagasan atau ide, karena kalimat yang di ucapkan anak tidak

berurutan. Sehingga anak belum memperoleh kosa kata yang baik dan benar dalam

penyusunan kalimatnya. Hal ini di sebabkan karena guru/pendidik kurang kreatif dalam

(13)

suatu pembelajaran. Pengaruh bahasa ibu yang dipergunakan dalam sekolah adalah kalimat

yang belum tersusun (tidak sempurna) sehingga membuat rendahnya penguasaan kosa kata

anak dalam berbicara Indonesia. Kemauan belajar anak dalam berbicara yang baik dan benar

masih rendah, hal ini terlihat dari pertanyaan anak lain maupun guru, sehingga anak

mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik dan benar.

Pada saat proses pembelajaran kurang bersemangat seperti yang diharapkan, guru

kurang memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak sehingga anak hanya

mendengarkan tapi tidak memahami, anak di kelas menjadi kurang bersemangat /bosan

karena tidak terjadi interaksi seperti yang seharusnya. Pada hal keberhasilan suatu

pembelajaran dipengaruhi oleh keaktifan para anak dalam mengikuti pelajaran tersebut.

Untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak, guru tidak mungkin memberikan teori

dengan berceramah kepada anak akan tetapi anak harus mengalami sendiri dengan

mengunakan bahasa yang baik dan benar. Untuk membiasakan anak terampil berbicara bukan

dengan menghapal tetapi dengan melihat gambar dan mendengarkan apa yang disampaikan

gurunya. Oleh sebab itu peneliti mencoba mengunakan model pembelajaran tebak kata,

karena dengan memberikan model pembelajaran tebak kata dengan mengunakan gambar

akan meningkatkan keterampilan anak dalam berbicara, karena anak sudah terlibat dalam

kegiatan proses pembelajaran. Sehingga model pembelajaran tebak kata ini dikatakan dapat

meningkatkan keterampilan berbicara anak di TK Tri Karya Medan.

Menurut Istarani (2012:178) “Tebak kata merupakan penyampaian materi ajar dengan

menggunakan kata-kata singkat dalam bentuk kartu permainan sehingga anak dapat

menerima pesan pembelajaran melalui kartu itu”. Untuk itu, buatlah kartu yang didalamnya

mengandung berbagai pertanyaan yang membutuhkan satu kata jawaban yang dapat mewakili

(14)

Dengan demikian model pembelajaran tebak kata merupakan aktivitas pembelajaran

yang menarik dan dapat mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar. Melalui model

pembelajaran tebak kata, anak diarahkan untuk memahami dan mengetahui pesan-pesan

yang terkandung dalam materi. Jadi dengan kemampuan anak dalam menebak kata berarti

mencerminkan kemampuan anak dalam meningkatkan keterampilan dalam berbicara.

Bedasarakan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan sebuah

penelitian dengan judul” Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 tahun

Melalui Model Pembelajaran Tebak Kata di TK Tri Karya Medan, Tahun Ajaran

2012/2013”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka terdapat identifikasi masalah adalah

sebagai berikut:

1. Kemampuan anak dalam keterampilan berbicara masih kurang

2. Kurangnya minat anak untuk belajar berbicara yang baik dan benar

3. Guru kurang kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

untuk pengembangan keterampilan berbicara anak

1.3 Pembatasan Masalah

Dari beberapa identifikasi masalah diatas, yang menjadi batasan masalah dalam

penelitian ini adalah Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui

Model Pembelajaran Tebak Kata di TK Tri Karya Medan, TA 2012/2013.

1.4

Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah diatas, maka

(15)

model pembelajaran tebak kata dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia 5-6

tahun di TK Tri Karya MedanT.A 2012/2013.

1.5

Tujuan Penelitian

Berdasarkan paparan di atas maka tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan

keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun melalui model pembelajaran tebak kata di TK Tri

Karya Medan, Tahun Ajaran 2012/2013.

1.6

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Bagi anak: meningkatkan kemampuan keterampilan berbicara anak serta mampu

berkomunikasi yang baik dengan orang lain, dapat berbahasa dan berbicara yang

baik dan benar.

2. Bagi guru-guru: penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk memilih dan

menentukan metode dalam melakukan pengajaran, sehingga profesionalisme guru

semakin meningkat.

3. Bagi sekolah: penelitian ini diharapkan dapat mendorong pihak sekolah untuk

memotivasi guru mengadakan penelitian yang sejenis, sehingga dapat

meningkatkan kinerja guru dan mutu sekolah akan meningkat.

4. Bagi para peneliti lain: untuk dapat meneliti dengan jenis penelitian yang sama

(16)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan penelitian selama 2

siklus diperoleh beberapa kesimpulan yaitu:

1. Kegiatan model pembelajaran tebak kata dapat meningkatkan keterampilan berbicara

anak usia 5-6 tahun di kelompok B di TK TRI KARYA.

2. Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah kegiatan model pembelajaran tebak

kata terdapat sebanyak 2 orang anak (8,7%) tergolong tinggi, 21 orang anak (91,3%)

tergolong rendah. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan model pembelajaran tebak kata

yang dilakukan pada siklus I dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak mampu

optimal karena masih terdapat 21 anak (91,3%) yang tergolong rendah, sehingga perlu

dilakukan pembelajaran pada siklus II.

3. Pada siklus II dilakukan perbaikan pembelajaran dengan tetap melalui kegiatan

model pembelajaran tebak kata, setelah tindakan siklus II dilakukan , terdapat 14

orang anak (60,86%) tergolong sangat tinggi, 8 orang anak (34,8%) tergolong tinggi,

(17)

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti mengajukan beberapa saran,yaitu:

1. Bagi anak diharapkan untuk lebih berperan aktif dalam proses model pembelajaran

tebak kata dan untuk lebih meningkatkan keterampilan berbicara selama pembelajaran

berlangsung terutama dalam anak dapat menebak kata dengan benar.

2. Dan dalam melatih keterampilan berbicara anak hendaknya guru menggunakan tebak

kata yang berwarna warni serta menunjukkan kepada anak.

3. Bagi sekolah terutama kepala sekolah diharapkan untuk dapat menyediakan

media-media pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan keterampilan

berbicara anak, serta menyediakan memberi kesempatan kepada guru untuk mengikuti

pelatihan yang berkaitan dengan proses pembelajaran.

4. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dan diharapkan untuk

dapat menerapkan model pembelajaran tebak kata di Taman kanak-kanak saat sudah

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi.2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Edisi Revisi Praktis. Jakarta: Rineke Cipta

Dewi Rosmala. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Pasca Sarjana Unimed

Dheni N. 2006. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Depdiknas

Djamarah Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Gunayya Afdar.2012. Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 104234 Medan Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi.FIP.Unimed

Hurlock Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak Jilid I. Jakarta: Erlangga

Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada

Jamaris M. 2006. Perkembangan dan Pengembangan Anak TK. Jakarta: Grasindo

Sudjana. 2005.Metode Statistik. Bandung: Tarsito

Soetjiningsih. 2012. Perkembangan Anak. Jakarta. Renada

Suhartono. 2005. Pengembangan Keterampilan Bicara Anak Usia Dini. Jakarta: Depdikbud

Suprijono Agus. 2013. Cooperative Learning Teori & Aflikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Susanto Ahmad. 2012. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta. Kencana

Tarigan Henry. 2007. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa

Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana

Yamin Martinis dan Jamilah. 2010. Panduan Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta,: GP Press

Wintervina. 2012. Model Pembelajaran Tebak Kata.http://wintervina.blogspot.com/2012/05/ model-pembelajaran-tebak-kata.html (diaksese 5 mei 2013)

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_paud_0611181_chapter1.pdf (diakses 24 April

2012)

http://neza-khoirotunnisa.blogspot.com/2012/09/definisi-metodemodelpembelajaran.html (di

Gambar

Tabel 3.1   Kisi-kisi Obsevasi Keterampilan Berbicara Anak .......................................
Gambar 3.1 Skema Penelitian PTK ..............................................................................

Referensi

Dokumen terkait

melalui Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak.. Metode Bercerita merupakan kegiatan inovatif yang disenangi

Ernawulan Syaodih (2005: 49) memaparkan kriteria perkembangan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun adalah anak sudah dapat mengucapkan kata dengan jelas dan

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui metode drill penyusunan kubus gambar pada anak kelompok B TK Kemala Bhayangkari

Penelitian ini dapat disimpulkan, penerapan metode bercerita dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada anak kelompok A di TK Pertiwi Keprabon Polanharjo Klaten

Berbicara adalah salah satu keterampilan berbicara yang baik maka siswa akan mampu mengikuti mata pelajaran, selanjutnya kemampuan berbicara siswa sekolah dasar terutama

Hasil pengamatan yang diperoleh pada siklus 2 sebagai berikut : dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok B peneliti membuat media kartu kata bergambar

Hasil pengamatan yang diperoleh pada siklus 2 sebagai berikut : dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok B peneliti membuat media kartu kata bergambar

berbicara anak masih belum sempurna dan kegiatan pembelajaran oleh guru kurang menarik bagi anak. Oleh karena itu diberikan kegiatan bermain tebak kata. Penelitian ini