• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian kinerja pada lembaga pendidikan dengan menggunakan metode balanced scorecard (studi kasus pada SDS Bruder Nusa Indah Pontianak).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penilaian kinerja pada lembaga pendidikan dengan menggunakan metode balanced scorecard (studi kasus pada SDS Bruder Nusa Indah Pontianak)."

Copied!
140
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.1 Hubungan Keempat perpektif dalam Balanced scorecard
Gambar 1.2
gambar 1.3.
Tabel 3.1Tabel Kategori Kuesioner. Kriteria Keterangan  Hasil Kategori
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian kinerja dengan menggunakan balanced scorecard mencakup empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal

Balanced scorecard adalah alat bantu dalam melakukan penilaian kinerja yang konsepnya berupa keseimbangan antara perspektif keuangan dan non keuangan sebagai bagian

Empat perspektif pengukuran kinerja perguruan tinggi menggunakan Metode Balanced Scorecard: (a) Konsumen: untuk mengetahui bagaimana pelanggan menilai kita ; (b)

Bahtera Utama dengan melakukan pengukuran kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard melalui empat perspektif yang diukur, yaitu perspektif keuangan , perspektif

Dalam Balanced Scorecard terdapat 4 perspektif yang digunakan sebagai tolak ukur pengukuran kinerja, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif

Penyusunan sasaran strategi pada PT Kopegtel Batam Cemerlang menggunakan empat perspektif Balanced Scorecard yaitu, perspektif keuangan, perspektif pelanggan,

Penggunaan media pembelajaran di luar kelas dalam proses belajar- mengajar dari hasil wawancara peneliti dengan kepala TK dan guru di Taman Kanak-kanak Bruder Nusa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja pada Kantor Desa Wolomotong ditinjau dari empat perspektif Balanced