• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Low Back Pain Myogenic e.c. Lumbar Strain di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Low Back Pain Myogenic e.c. Lumbar Strain di RSUD Panembahan Senopati Bantul."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Makhluk hidup adalah suatu sistem atau organisme yang memiliki karakteristik antara lain bernafas, sensitif, memproses nutrisi, bereproduksi, tumbuh, ekskresi, dan yang terpenting adalah bergerak

(Al-Gayyar, 2012). Sebagai makhluk hidup, mekanisme pergerakan pada manusia diperankan oleh saraf, otot dan tulang. Saraf adalah sebagai

media penghantar impuls gerak, otot sebagai alat gerak aktif, dan tulang sebagai alat gerak pasif,.

Selain sebagai alat gerak pasif, tulang juga merupakan komponen

penting yang membuat tubuh menjadi tegak, bagian tulang terpenting untuk membuat tubuh menjadi tegak adalah vertebra. Vertebra atau tulang

belakang adalah kumpulan dari tulang-tulang penyusun yang dibagi menjadi 24 vertebra prasakral (tujuh vertebra servikalis, 12 vertebra thorakalis, lima vertebra lumbalis) serta dua bagian sinostotik yaitu tulang

sacrum dan tulang koksigeal (Paulsen & Waschake, 2012). Dari beberapa bagian tulang penyusun vertebra tersebut terdapat bagian yang paling

mobile atau yang dapat bergerak secara leluasa yaitu bagian vertebra

lumbalis sehingga akan sering ditemui permasalaan pada area ini.

Permasalahan yang sering muncul di area vertebra lumbalis antara

(2)

2

yang muncul pada otot misalnya strain. Pada diskus intervertebralis atau penghubung antar vertebra juga dapat ditemui permasalahan seperti

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) dan penyempitan diskus. Bahkan pada

sistem persarafan dapat muncul permasalahan misalnya ischialgia yang

semua permasalah tersebut dapat menyebabkan timbulnya nyeri (Borrenstein, 2012).

Nyeri pada area vertebra lumbalis pada umumnya disebut dengan

low back pain atau nyeri pinggang bawah. Nyeri pada area ini

menyebabkan otot menjadi spasme dan kemudian menyebabkan

penurunan luas gerak sendi. Dalam hal ini, yang disebut dengan low back pain myogenic yaitu low back pain yang hanya menyebabkan gangguan

pada unsur musculoskeletal tanpa disertai gangguan neurologist antara

vertebra thorakal 12 sampai bawah pinggul atau anus (Paliyama, 2003 dalam Raharjo, 2013).

Jones & Macfarlane (2005) dalam Delitto (2012) menyebutkan bahwa pada orang dewasa berusia rata-rata 20 tahun ditemukan kejadian low back pain secara umum termasuk didalamnya low back pain myogenic

sebesar 70% sampai 80% dengan wanita memiliki faktor risiko tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pria.

Penanganan low back pain myogenic bisa melalui penanganan medis dengan pemberian obat obatan untuk mengurangi nyeri, bisa juga melalui penanganan terapi fisik salah satunya dengan fsioterapi.

(3)

3

individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan

menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi

(Depkes RI, 2013). Penanganan yang digunakan untuk menangani low back pain myogenic e.c. lumbar strain dapat dengan elektroterapi

misalanya short wave diathermy, stretching, dan massage ditambah

dengan latihan misalnya core stability exercise.

Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis ingin menulis

karya tulis ilmiah mengenai pengaruh penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas short wave diathermy, stretching, massage dan core stability

exercise pada low back pain myogenic yang bertempat di RSUD

Panembahan Senopati Bantul.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh short wave diathermy, stretching, massage, dan core stability exercise terhadap pengurangan nyeri tekan pada otot

paraertebra, spasme pada otot paravertebra dan peningkatan luas gerak sendi regio lumbal, serta peningkatan kemampuan fungsional pada low

(4)

4

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah

pengaruh short wave diathermy, stretching, massage, dan core stability exercise terhadap pengurangan nyeri tekan pada otot paravertebra, spasme

pada otot paravertebra dan peningkatan luas gerak sendi regio lumbal, serta peningkatan kemampuan fungsional pada low back pain myogenic e.c. lumbar strain.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

1. Manfaat secara teoritis

a. Dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian sejenis.

b. Dapat membantu penulis untuk memerdalam teori yang sudah didapat selama perkuliahan dan menerapkannya di lahan.

2. Manfaat secara praktis

Bagi fisioterapis untuk mengetahui seberapa besar efektivitas modalitas yang di gunakan penulis dalam penelitian ini terhadap low

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan yang terjadi akibat nyeri punggung bawah adanya nyeri tekan pada regio lumbal, spasme otot-otot punggung, keterbatasan gerak punggung dan penurunan

Kesimpulan : Pada kasus tersebut pemberian modalitas terapi latihan dapat mengurangi nyeri, mengurangi spasme otot, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan LGSC. Kata Kunci

Pelatihan Kombinasi Core Stability Exercises Dan Terapi Dasar Lebih Meningkatkan Aktivitas Fungsional Daripada Terapi Dasar Pada Nyeri Punggung Bawah Miogenik Di Rsud

Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam pengurangan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan kekuatan otot pada kasus LBP et causa Ischialgia

TENS , dan William Flexi Exercise untuk mengurangi nyeri, meningkatkan LGS Trunk dan Hip serta meningkatkan kekuatan otot abdominal dan otot pada sendi hip pasien pada kasus

Kesimpulan: IR, TENS pada kasus post release DTS dapat mengurangi nyeri, US mengurangi spasme, active exercise meningkatkan kekuatan otot, dan stretching

Kesimpulan: Dalam mengurangi masalah yang timbul akibat nyeri punggung bawah miogenik, fisioterapi dengan modalitas Short Wave Diathermy (SWD) dan Core Stability Exercise

Gangguan yang terjadi akibat nyeri punggung bawah adanya nyeri tekan pada regio lumbal, spasme otot-otot punggung, keterbatasan gerak punggung dan penurunan