• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada CV. Logam Mulia yang berada di Desa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada CV. Logam Mulia yang berada di Desa"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. LokasiPenelitian

Penelitian ini dilakukan pada CV. Logam Mulia yang berada di Desa Kendal Sari Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang-Jawa Timur.

B. JenisPenelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dimana informasi yang didapatkan dari responden yaitu karyawan melalui kuesioner. Menurut Sugiyono (2013) penelitian kuantitatif merupakan mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menstabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telahdiajukan.

C. Populasi dan Teknik Pengambilan 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2013) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek dan subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini yang akan menjadi populasi yaitu karyawan CV. Logam Mulia yang berjumlah 32 orang dengan rincian sebagai berikut:

a. Sortir : 5 orang

b. Pembakaran : 9orang

25

(2)

c. Pembentukan : 5orang

d. Peleburan : 9 orang

e. Pencetakan & Pendinginan : 4orang.

2. Sampel

Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik sampel jenuh merupakan teknik penentuan sampel yang mana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling karena jumlah populasi pada CV.

Logam Mulia berjumlah 32 karyawan. Dengan demikian 32 karyawan tersebut akan menjadi sampel dalam penelitian ini.

D. Definisi Operasional Variabel

Variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini dikelompokan sebagai berikut:

1) Variabel dependen (terikat) Y adalah kinerja karyawan.

2) Variabel independen (bebas) X adalah beban kerja.

3) Variabel intervening (mediator) Z adalah kepuasan kerja.

Tabel 3.1 Definisi Operasional

Variabel Definisi Indikator

Kinerja Karyawan

Kinerja merupakan suatu hasil kerja karyawan yang telah mencapai suatu sasaran secara kualitas dan kuantitas melalui proses manajemen secara keseluruhan.

1. Kualitas kerja 2. Kuantitas kerja 3. Ketepatan Waktu

(3)

Variabel Definisi Indikator Beban kerja Beban kerja adalah

sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh

karyawan dalam jangka waktu tertentu dan dalam kondisi apapun.

1. Kondisi pekerjaan 2. Penggunaan waktu

kerja 3. Target yang

harus dicapai Kepuasan kerja Kepuasan kerja adalah

suatu perasaan karyawan yang timbul akibat pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan meliputi perasaan tentang pekerjaan, upah, promosi, pengawas dan rekan kerja.

1. Perasaan tentang pekerjaan

2. Perasaan tentang upah 3. Perasaan tentang

promosi

4. Perasaan tentang pengawas

5. Perasaan tentang rekan kerja

E. PengukuranVariabel

Pada penelitian ini menggunakan acuan dalam menghasilkan data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat serta presepsi seseorang maupun sekelompok orang tentang adanya fenomena. Pengukuran variabel yang diukur pada skala dijabarkan menjadi beberapa indikator. Pengukuran dilakukan mulai dari skor rendah ke tinggi. Pengukuran ini menggunakan rentan skala dari 1 sampai 5 serta dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:

(4)

Pilihan Jawaban Skor

SangatSetuju(SS) 5

Setuju (S) 4

Netral (N) 3

Tidak Setuju (TS) 2

SangatTidakSetuju (STS) 1

F. Jenis dan SumberData

Sumber data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini yaitu berupa data Primer. Data ini mengacu pada data yang diperoleh langsung pada objek atau subyek yang diteliti dengan cara menyebarkan kuesioner langsung kepada karyawan CV. Logam Mulia.

G. Teknik PengumpulanData

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan maupun pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan terbuka maupun tertutup serta dapat diberikan kepada responden langsung ataupun tidak langsung (Wiryang et al., 2019). Kuesioner penelitian ini akan diberikan kepada jumlah sampel yang telah peneliti tentukan yaitu karyawan CV. Logam Mulia.

H. Uji Instrument Penelitian 1. UjiValiditas

Uji validitas adalah derajat kecepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian dengan data yang didapat peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang didapatkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek

(5)

penelitian. (Wiryang et al., 2019).

Dimana :

r = koefisienkorelasi n = jumlahsampel X = skor tiap item

Y = skor total dari seluruh item

Untuk mengetahu skor masing-masing item pertanyaan valid atau tidak dapat dilihat sebagai berikut:

a. Apabila rhitung > rtabel, maka item dalam angket berkorelasi signifikan terhadap skor total artinya item angket dinyatakan valid.

b. Apabila rhitung ≤ rtabel, maka item dalam angket berkorelasi signifikan terhadap skor total artinya item angket dinyatakan tidakvalid.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian guna mendapatkan informasi yang dapat dipercaya sebagai alam pengumpulan data di objek penelitian. Kuesioner dianggap reliable jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah stabil dari waktu ke waktu.

Dimana :

r = reliabilitas yangdicari

2t = jumlah varan skor tiap item

(6)

n = jumblah item pertanyaan yangdiuji = varian total

Kuesioner dikatakan reliabel apabila hasil uji sttistik sebagaiberikut :

a. Jika nilai Cronbach Alpha ≥0,60 maka instrumen dikatakan handal atau homogenitas item atau reliabel.

b. Jika nilai Cronbach Alpha ≤ 0,60 maka instrumen dikatakan tidak handal atau tidak terdapat homogenitas item atau tidak reliabel.

I. Uji AsumsiKlasik

Uji Asumsi Klasik digunakan untuk mengetahui apakah hasil analisis yang digunakan terbebas dari penyimpangan asumsi klasik yang meliputi uji multikolinieritas, heterokedastisitas, dan normalitas.

1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui jawaban dari kuesioner yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dilakukan menggunakan komogorov- smirnov. Penelitian berdistribusi normal apabia memiliki nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (sig>0,05).

2. Uji Multikolinieritas

Untuk mengetahui hubungan antara variabel independen. Jika ada korelasi yang tinggi antara variabel independen maka akan mengganggu variabel terikat (dependen). Untuk menemukan ada atau tidaknya multikolinearitas pada model regresi dapat dilihat dari variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerace < 0,1 atau sama dengan VIF > 10 maka terjadi multikolinearitas dan jika tolerace > 0,1 atay sama dengan VIF

(7)

< 10 maka tidak terjadi multikolinearitas (Dr. Sri Setyaningsih, M.Si, n.d.).

3. Uji Heterokedastistas

Uji heterokedasitistas bertujuan untuk menguji perbedaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Untuk menguji heterokedasitistas digunakan uji gletser. Jika sig

< 0,05 maka terjadi heterokedasitistas dan jika sig > 0,05 maka tidak terjadi heterokedasitistas.

J. Teknik Analisis Data 1. RentangSkala

Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini rentang skala digunakan untuk mengukur bagaimana presepsi atau anggapan karyawan tentang beban kerja, kepuasan kerja dan kinerja karyawan pada CV.

Logam Mulia. Rentang skala merupakan data angka yang diperoleh kemudian diartikan sesuai dengan alternatif jawaban yang telah ada dari setiap pertanyaan. Rumus rentang skala (Umar, 2001:225) sebagai berikut :

Keterangan :

Rs = Rentang skala n = Jumlah sample m = Jumlah alternatifitem

Berdasarkan rumus diatas, maka dapat diperoleh perhitungan rentang skala sebagaiberikut:

(8)

=

= 25,6

Berdasarkan perhitungan rentang skala penelitian tiap kriteria diawali dengan menentukan rentang skor terendah dan tertinggi dengan mengalihkan jumlah sampel 32 dengan bobot paling rendah dan paling tinggi, didapat rentang skala terendah 32 dan tertinggi 160. Seperti yang ditujukan pada tabel rentang skala berikut:

Tabel3.3 Rentang Skala dan PenilaianVariabel Interval Beban

Kerja

Kepuasan Kinerja

Karyawan 32 – 57,6 Sangat Rendah Sangat Tidak

Puas

Sangat Rendah

57,6 – 83,2 Rendah Tidak Puas Rendah

83,2 – 108,8 Cukup Cukup Cukup

108,8-134,4 Tinggi Puas Tinggi

134,4 - 160 Sangat Tinggi Sangat Puas Sangat Tinggi Sumber: Data diolah 2022

Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa:

a. Untuk nilai rentang skala 32-57,6 menunjukkan nilai variabel beban kerja sangat rendah, kepuasan sangat tidak puas dan kinerja karyawan sangat rendah.

b. Untuk nilai rentang skala 57,6-83,2 menunjukkan hasil nilai variabel beban kerja rendah, kepuasan tidak puas dan kinerja karyawan rendah.

c. Untuk nilai rentang skala 83,2-108,8 menunjukkan nilai variabel beban

(9)

kerja, kepuasan dan kinerja karyawan cukup.

d. Untuk nilai rentang skala 108,8-134,4 menunjukkan nilai variabel beban kerja tinggi, kepuasan puas dan kinerja karyawan tinggi.

e. Untuk nilai rentang skala 134,4-160 menunjukkan nilai variabel beban kerja sangat tinggi, kepuasan sangat puas dan kinerja karyawan sangat tinggi.

2. Analisi Jalur (path analysis)

Analisi jalur atau path analysis merupakan analisis untuk menguji korelasi antar variabel (Ariyanto, 2005 : 74). Dalam analisis jalur memuat pembahasan tentang penerapan metode korelasi dengan hitungan semua jalur variabel yang diduga mempunyai korelasi. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Model yang digunakan dalam analisis jalur , sebagai berikut :

1. Pengaruh beban kerja terhadap kinerjakaryawan

Dirumuskan dalam persamaan Y=α+ b1X+ε Dengan keterangan persamaan:

Y = Kinerja Karyawan

b1= Koefisien regresi Beban Kerja terhadap Kinerja X = Beban Kerja

ε = Error

Beban Kerja Kinerja Karyawan

(X) (Y)

(10)

2. Pengaruh Beban Kerja terhadap kepuasan kerja

Beban Kerja Kepuasan

Dirumuskan dalam persamaan Z = α+ b2 X + ε Dengan keterangan persamaan:

Z = Kepuasan Kerja

b2 = Koefisien regresi Beban Kerja terhadap kepuasan kerja X = Beban Kerja

ε = Error

3. Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

Dirumuskan dalam persamaan Y= α+ Z + ε Dengan keterangan persamaan:

Y = Kinerja Karyawan

= Koefisien regresi kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Z = Kepuasan kerja

ε = Error

Kepuasan Kinerja

(Z) (Y)

(X) (Z)

(11)

4. Pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja

Gambar 3.1 Diagram Analisis Jalur Dirumuskan dalam persamaan Y = α+ b1X + b2Z + ɛ Dengan keterangan persamaan:

Y= Kinerja Karyawan

b1 =Koefisien regresi beban kerja terhadap kinerja karyawan b2 =Koefisien regresi beban kerja terhadap kepuasan kerja b3 = Koefisien regresi kepuasan kerja terhadap

kinerjakaryawan X = Beban kerja Z = Kepuasan kerja ε=Error

K. Uji Hipotesis 1. Ujit

Uji statistik t disebut juga uji signifikan individual atau pengujian secara sendiri-sendiri. Menurut Ghozali (2016:97), uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Cara melakukan uji t adalah dengan membandingkan t hitung dengan t tabel, dengan uji t dua arah. Pada akhirnya akan diambil kesimpulan H0 ditolak atau H0 diterima dari hipotesis yang telah dirumuskan. Dasar pengambilan keputusan uji t sebagai berikut :

- Apabila probabilitas < 0,05 atau t hitung > t tabel , maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel bebas yakni beban kerja

b2 X + ε

Beban Kerja (X)

Z + ε

Kepuasa Kerja (Z)

Kinerja Karyawan (Y)

(12)

secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yakni kinerja karyawan.

- Apabila probabilitas > 0,05 atau t hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya variabel bebas yakni beban kerja secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yakni kinerja karyawan.

Berikut adalah gambar daerah penerimaan dan penolakan Uji t:

Gambar 3.2 Kurva Daerah Penerimaan dan Penolakan Uji t

a. Hipotesis 1 :

H0 : Beban kerja tidak berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerjakaryawan.

H1 : Beban kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Dengan kriteria uji t sebagai berikut :

- Jika nilai t hitung ≥ t tabel , maka (H0 ) ditolak dan (Ha)diterima - Jika nila t hitung <t tabel, maka (H0) diterima dan (Ha)ditolak

b. Hipotesis 2 :

H0 : Beban kerja tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kepuasan kerja.

H2 : Beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kepuasan

(13)

kerja. Dengan kriteria uji t sebagai berikut :

- Jika nilai t hitung ≥ t tabel , maka (H0 ) ditolak dan (Ha)diterima.

- Jika nila t hitung <t tabel, maka (H0) diterima dan (Ha)ditolak.

c. Hipotesis 3:

H0 : Kepuasan kerja tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

H3 : Kepuasan kerja tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Dengan kriteria uji t sebagai berikut :

- Nilai t hitung ≥ t tabel , maka (H0 ) ditolak dan (Ha)diterima.

- Nila t hitung <t tabel, maka (H0) diterima dan (Ha)ditolak.

2. Sobel Test

Menurut Ghozali (2012) mengatakan bahwa pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan dengan uji sobel (sobel test). Uji sobel ini dilakukan dengan menggunkan cara menguji suatu kekuatan dari pengaruh tidak langsung yaitu X terhadap Y yang melalui Z, dimana dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Dengan keterangan sebagai berikut : Sa = Standart error X-Z Sb =Standart error Z-Y b = Koefisien regresi Z-Y a = Koefisien regresi X-Z

Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung secara parsial, maka dihitung nilai t dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut:

(14)

Nilai t hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel. Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi

pengaruh mediasi.

a. Hipotesis 4 :

H0 : Beban kerja tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja.

H4 : Beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasankerja.

Dengan kriteria uji Sobel sebagai berikut :

- Jika nilai t hitung > t tabel , maka (H0 ) ditolak dan (Ha)diterima.

- Jika nila t hitung < t tabel, maka (H0) diterima dan (Ha) ditolak.

Referensi

Dokumen terkait

1 701 'de oranın tıp fakültesine hoca tayin edilmiştir. Açılış dersini Hippocrates üze· rine yapan bu ünlü hoca, Leyden tıp okulunu XVIII. yüzyılın en

ANALISIS PERUBAHAN NILAI EKONOMI SUMBER DAYA MANGROVE DI KAWASAN SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH. Rheza Mahardika, Johannes Hutabarat,

Misalnya penumpang pesawat dari luar negeri yang turun di Terminal 2 Bandara Narita dan ingin menuju Kota Tokyo dapat berjalan menuju Narita Airport Terminal 2·3 Station jika

Dosen mengajak mahasiswa untuk berlatih mengungkapkan dan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan perkenalan dalam bentuk formal dan akrab ( nama depan dan nama

Adapun program untuk pengembangan bawang putih di Desa Bonto Lojong Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng yang mengembangkan bibit varietas lumbu hijau berasal dua instansi

Konsultan harus bekerjasama sepenuhnya dengan pengguna anggaran/pejabat pembuat komitmen dalam melakukan pengawasan teknis / supervisI teknis atas pelaksanaan pekerjaan

Grubi merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di Jawa Tengah. Grubi biasanya terbuat dari ubi jalar. Masalah yang terjadi pada pengembangan terhadap