• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN INOVATIF BUPATI KARAWANG TERKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN INOVATIF BUPATI KARAWANG TERKA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN INOVATIF BUPATI KARAWANG TERKAIT

kemiskinan, pendidikan rendah, indeks pembangunan rendah, tingkat pengangguran tinggi dan lain sebagainya. Sedangkan pertumbuhan penduduk dapat menjadi hal positif ketika daerah mampu memberdayakan masyarakat sehingga GNP dan Indeks Pembangunan Manusia juga meningkat. Pertumbuhan penduduk dapat dijadikan hal yang positif salah satunya dengan cara penyediaan lapangan pekerjaan yang semakin luas sehingga masyarakat dapat berdaya dan hal itu bisa mengurangi kemiskinan di daerah tersebut. Kabupaten Karawang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, namun Kabupaten Karawang memiliki kelbihan yaitu merupakan kawasan industry terbesar di Indonesia. Maka dari itu Bupati Karawang mengambil kebijakan yaitu menerbitkan Peraturan Bupati No 8 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 yang mewajibkan perusahaan harus menyerap 60% karyawannya dari warga lokal. Saat ini sebanyak 2.504 warga Karawang terserap di 30 perusahaan. Dengan adanya kebijakan ini Kabupaten Karawang mengalami kenaikan dalam Indeks Pembangunan Manusia setiap tahunnya dan penurunan angka kemiskinan. Kata kunci : pertumbuhan, penduduk, ketenagakerjaan, kebijakan

Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk menjadi salah satu masalah bagi dunia berkembang seperti Indonesia. Hal ini tentu saja bisa menjadi suatu hal yang berarti positif dan juga tidak menutup kemungkinan menjadi suatu hal yang negatif bagi suatu negara. Pertumbuhan penduduk yang meningkat bisa menjadi hal positif ketika negara mampu memberdayakan masyarakat dengan baik sehingga GNP negara akan meningkat dan Indeks Pertumbuhan Manusia juga meningkat. Sedangkan jika suatu negara tidak dapat mengelola pertumbuhan penduduk dengan baik maka dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kemiskinan, tingkat pengangguran tinggi, pendidikan rendah, dan berbagai masalah lainnya

(2)

dikatakan oleh Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pembedayaan Perempuan (BKBPP) Karawang Asep Hidayat Lukman. Beliau juga mengatakan pertumbuhan penduduk yang tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti minat masyarakat untuk mengikuti program keluarga berencana mengalami penurunan. Dan ada faktor yang lainnya yaitu banyaknya urban yang datang ke wilayah Kabupaten Karawang ini. Namun saat ini Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang masih berupaya untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi ini.

Hal ini juga bisa dikaitkan dengan ketenagakerjaan. Karena jika pertumbuhan penduduk yang tinggi diiringi dengan jumlah ketenagakerjaan yang banyak makan bisa menumbuhan GNP di daerah itu sendiri. Namun bila pertumbuhan penduduk diiring dengan jumlah ketenagakerjaan yang sedikit atau tetap maka tentu saja GNP di suatu daerah akan turun. Di Kabupaten Karawang sendiri terdapat banyak perusahaan, sampai saat ini sudah ada 78 perusahaan yang bergerak di bidang produksi. Namun sebagian besar bergerak dalam bidang otomotif seperti pabrik motor dan perusahaan lain yang rata-rata dari Jepang. Namun banyak pekerja di perusahaan yang diambil dari masyarakat yang bukan asli dari daerah Kabupaten Karawang.

Dengan adanya masalah ini tentu saja menjadi hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang. Pemerintahan Daerah harus memutuskan dan melakukan kebijakan yang tepat guna menjadikan masalah ini bisa berarti positif bagi daerahnya. Oleh karena itu Dr.Cellica Nurrachdiana selaku Bupati Karawang telah menerbitkan Peraturan Bupati yang berisi tentang mewajibkan setiap perusahaan untuk menyerap 60 persen karyawannya dari warga lokal. Dengan adanya kebijakan ini membuat kemiskinan di Kabupaten Karawang berkurang dan menjadikan laju pertumbuhan penduduk menjadi hal yang positif.

Pembahasan

Pengertian Laju Pertumbuhan Penduduk

(3)

penduduk suatu wilayah di masa yang akan datang.Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu indicator yang selalu digunakan untuk menggambarkan kondisi kependudukan, kemajuan pembangunan, dan perekonomian suatu daerah1 . Pertumbuhan penduduk juga dikatakan sebagai perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Pertumbuhan penduduk dunia merupakan kenaikan ilmiah, ialah kelebihan kelahiran dari kematian.2 Pertumbuhan penduduk dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kelahiran. Kelahiran sendiri dipengaruhi oleh menikah di usia muda maupun keluarga yang tidak mau mengikuti program keluarga bencana. Faktor yang kedua adalah kematian, dengan adanya kematian maka jumlah penduduk bisa berkurang dan mengurangi laju pertumbuhan. Faktor yang ketiga adalah penduduk yang datang. Semakin banyak penduduk yang datang maka pertumbuhan penduduk di suatu daerah juga bertambah. Dan faktor yang terakhir adalah penduduk yang pergi atau pindah. Faktor ini merupakan kebalikan dari faktor yang ketiga, penduduk yang pergi atau pindah akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan penduduk di suatu daerah. Pertumbuhan penduduk tidak berarti penduduk di setiap daerah akan bertambah setiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk juga bisa berarti berkurangnya penduduk di daerah.

Alasan Mengapa Laju Pertumbuhan Penduduk Dapat Menyebabkan Masalah Kependudukan

Daerah yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang tinggi biasanya terjadi di daerah-daerah perkotaan dimana banyak para urban yang

1 Syamsudin,HM.April 2013.”Analisis Pengaruh Faktor Kependudukan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi” Volume 1,No.7,

https://media.neliti.com/media/publications/43340-ID-analisis-pengaruh-faktor-kependudukan-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-provinsi-jamb.pdf. 26 Maret 2018.

(4)

mendatangi kota-kota tersebut. Selain di daerah perkotaan, daerah yang terdapat banyak perusahaan besar seperti Kabupaten Karawang juga menjadi sasaran para urban untuk menjadi tempat tinggal dan mencari pekerjaan. Dampak kepadatan penduduk yang paling tinggi adalah penurunan kualitas penduduk ( pendidikan, kesehatan, pendapatan dan pekerjaan). Dengan pendidikan yang rendah akan masuk pada pekerjaan di sektor informal dengan pendapatan yang rendah. Dengan pendapatan yang rendah mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan baik kesehatan, pangan maupun papan, hal ini menyulitkan mereka untuk mencapai hidup yang sejahtera atau berkualitas3

Selain itu pertumbuhan penduduk yang semakin banyak dari tahun ke tahun juga menimbulakan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk, antara lain: meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial; meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan pekerjaan dan peluang kerja; dan meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing.4

Dampak pertumbuhan penduduk bisa menjadi suatu hal positif atau negatif di setiap daerah sangat tergantung dengan pemerintah daerah itu sendiri. Jika pemerintahan daerah tidak mampu mengontrol tentang pertumbuhan penduduk maka tentu saja dampak seperti pertambahan kemiskinan, kesenjangan sosial, tingginya kriminalitas, pendidikan rendah, semakin sempit lapangan pekerjaan dan banyak dampak negative lainnya. Namun jika pertumbuhan penduduk diiringi dengan kebijakan pemerintah daerah yang mendukung seperti mengembangkan usaha mikro masyarakat, mengembangkan ekonomi kreatif, menambah jumlah lapangan pekerjaan maka hal itu dapat membuat pertumbuhan penduduk bisa menjadi hal yang positif bagi suatu daerah. Karena hal seperti itu dapat meningkatkan GNP daerah dan juga Indeks Pembangunan Manusia di suatu daerah.

3 Charis Cristiani, Pratiwi Tedjo, Bambang Martono.”Analisis Dampak Kepadatan Penduduk Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Provinsi Jawa Tengah” Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang,

https://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/sa/article/viewFile/125/182. 26 Maret 2018.

(5)

Kondisi laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karawang

Laju pertumbuhan penduduk di Jawa Barat hampir mendekati 2 persen. Kondisi seperti itu dapat terjadi karena Jawa Barat merupakan akses untuk daerah industri.5 Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Barat, Sugilar mengatakan laju pertambahn penduduk Jawa Barat mencapai 1,89%. Upaya penurunan LPP di Jawa Barat terus dilakukan. LPP yang tinggi tanpa diimbangi dengan peningkatan kulaitas sumber daya manusia yang baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam masyarakat.

Wilayah-wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi di Jawa Barat ditemukan terutama di wilayah barat seperti Depok, Bogor, Bekasi dan Karawang. Di daerah tersebut laju pertumbuhan penduduk sudah diatas 3%. Sementara itu di bagian timur kisaran laju pertumbuhan penduduk masih satu koma sekian persen. Dua faktor yang mepengaruhi LPP adalah migrasi masuk dan fertilitas. Laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat bagian barat tinggi karena banyaknya penduduk yang masuk kesana untuk mencari kerja.6

Laju pertumbuhan penduduk di daerah lumbung padi Karawang, masih cukup tinggi, yaitu kisaran 1,76% dari jumlah penduduk 2,2 juta jiwa. Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Karawang Asep Hidayat Lukman mengatakan, masih tingginya LJP Karawang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti minat masyarakat untuk mengikuti program KB mengalami penurunan sejak beberapa tahun yang lalu. Selain itu banyaknya kaum orban yang datang ke wilayah ini.7

Untuk mengatasinya, perlu keseriusan dan ketegasan dari pemerintah, termasuk memaksa warganya u ntuk mengikuti program KB. Apalagi KB saat ini sudah banyak pilihan. Termasuk, KB dalam jangka panjang, salah satunya IUD. Diakui

5 Yeni Ratnadewi.”Laju Pertumbuhan Penduduk Jawa Barat Hamir 2%”. Diakses dari http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2016/04/13/laju-pertumbuhan-penduduk-jawa-barat-hampir-2-366591. 27 Maret 2018 6 Ibid

7 Ita Winarsih.”Laju Pertumbuhan Penduduk Karawang Masih Tinggi”.Diakses dari

(6)

oleh Kepala Badan Keluarga Berenca dan Pemberdayaan Perempuan merupakan permasalah hulu yang perlu diantisipasi pemerintah. Pasalnya semakin banyak penduduk, maka sector penunjang lainnya juga harus besar seperti, pendidikan, kesehatan, ekonomi. Dengan kelahiran satu generasi, maka dibutuhkan ke ruang kelas baru, guru baru, puskesmas baru, serta lapangan kerja baru.8

Berikut adalah data pertambahan penduduk kabupaten/kota: Tabel 1

Jumlah Pertambahan Penduduk Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2013-2015

No Kabupaten/Kota 2014 2015 2016

Dari data diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kabupeten Karawang masih tinggi, yaitu urutan ke 4 di Jawa Barat.

Pengertian Ketenagakerjaan

Istilah tenaga kerja tidaklah identic dengan angkatan kerja. Yang dimaksud dengan tenaga kerja ialah besarnya bagian dari penduduk yang dapat diikutsertakan dalam proses ekonomi (Tan Goan Tiang,1985). Pada awalnya banyak indicator yang digunakan untuk mengukur keterlibatan dalam kegiatan

(7)

ekonomi, utamanya ekonomi upah. Artinya kegiatan tersebut harus menghasilkan barang dan atau jasa yang berguna bagi masyarakat. Perdebatan muncul karena definisi upah sebab di negara sedang berkembang persentase pekerja yang tidak dibayar masih cukup tinggi. Oleh ILO akhirnya diputuskan bahwa seseorang dapat maupun belum dapat dilibatkan dalam ekonomi didasarkan pada ekonomi. Dan batasan umur ini diserahkan kepada setiap negara dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi9

Di Indonesia yang dimaksud dengan angkatan kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang secara aktif melakukan kegiatan ekonomis (Biro Pusat Statistik,1983) Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja, mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara tidak bekerja, dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali tetapi mencari pekerjaan secara aktif. Mereka yang berumur 15 tahun atau tidak bekerja atau tidak mencari pekerjaan karena sekolah, mengurus rumah tangga, pension, atau secara fisik dan mental tidak memungkinkan untuk bekerja tidak dimasukkan dalam angkatan kerja10

Bekerja diartikan sebagai melakukan suatu kegiatan untuk menghasilkan atau membantu menghasilkan barang atau jasa dengan maksud untuk memperoleh penghasilan berupa uang atau barang, dalam kurun waktu (time references) tertentu. Hanya disayangkan bahwa kurun waktu yang digunakan untuk mendefinisikan apakah seseorang itu bekerja atau tidak, berbeda dari penelitian satu dengan yang lain, sehingga angka yang diperoleh mempunyai kesulitan untuk diperbandingkan.11

Dalam istilah Badan Pusat Statistik (2007), beberapa istilah ketenagakerjaan yang mesti dipahami sebagai dasar dalam memahami masalah tersebut di Indonesia di antaranya sebagai berikut : Tingkat partisipasi angkatan kerja yang merupakan indikator yang dapat menggambarkan keadaan penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, penyerapan tenaga kerja yaitu mereka yang terserap diberbagai lapangan pekerjaan pada suatu periode. Dalam teori

9 Ida Bagoes.2000.Demografi Umum.Pustaka Pelajar Offset:Yogyakarta.Hlm 224

(8)

ketenagakerjaan menurut BPS (2007) digunakan Konsep Dasar Angkatan Kerja (Standar Labour Force Concept) seperti yang digunakan dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Konsep ini merupakan konsep yang disarankan dan rekomendasikan International Labour Organization (ILO). Lebih lanjut disebutkan bahwa penduduk dibedakan atas usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Sedang penduduk usia kerja dibedakan atas dua kelompok, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja dan pengangguran. Sedangkan bukan angkatan kerja terdiri penduduk yang periode rujukan tidak mempunyai/ melakukan aktivitas ekonomi, baik karena sekolah, mengurus rumah tangga atau lainnya (pensiun, penerima transfer/kiriman, penerima deposito/bunga bank, jompo atau alasan yang lain)12

Sementara itu, United Nation (1962) mendefisikan angkatan kerja atau penduduk yang aktif secara ekonomi sebagai penduduk yang memproduksi barang dan jasa secara ekonomi yang juga mencakup mereka yang tidak bekerja tapi bersedia bekerja.Sedang yang dimaksud dengan penduduk bekerja adalah penduduk yang melakukan kegiatan melakukan pekerjaan penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu yang lalu. Bekerja dalam satu jam tersebut harus dilakukan secara berturut-turut dan tidak terputus13.

Hubungan Ketenagakerjaan Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk

Pengaruh pertumbuhan penduduk pada perkembangan ekononomi telah menarik perhatian para ahli ekonomi sejak Adam Smith menulis buku Wealth of Nations. Adam Smith menulis “Buruh tahunan setiap bangsa merupakan kekayaan yang pada mulanya memasok bangsa dengan segala kenyamanan hidup yang diperlukan”. Hanya Malthus dan Ricarddo yang mencanangkan tanda bahaya mengenai dampak pertumbuhan penduduk pada perekonomian. Teteapi kekhawatiran mereka tak berdasar karena pertumbuhan penduduk di Eropa Barat justru mmpercepat proses industrialisasi. Pertumbuhan penduduk

12 Faisal R.Dongoran.September 2016.”Analisis Jumlah Pengangguran dan Ketenagakerjaan Terhadap Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kota Medan” Jurnal EduTech Volume 2 No.2,

https://media.neliti.com/media/publications/54821-ID-analisis-jumlah-pengangguran-dan-ketenag.pdf. 27 Maret 2018.

(9)

membantu negara tersebut karena mereka sudah makmur, punya modal melimpah, sedang buruh kurang. Di neegara seperti itu, kurva penawaran buruh pada sektor industri bersifat elastis sehingga tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi bagaimanapun justru meningkatkan produuktivitas. Kenyataannya, kenaikan jumlah penduduk menghasilkan kenaikan GNP yang lebih tinggi ketimbang sekedar proporsional.

Akan tetapi di negara sedang berkembang, akibat dari pertumbuhan penduduk pada pembangunan tidaklah demikian, karena kondisi yang berlaku sama sekali berbeda dengan kondisi pada negara maju. Ekonomi negara sedang berkembang, modal kurang sedang buruh melimpah, karena itu pertumbuhan penduduk dianggap sebagai hambatan pembangunan ekonomi. Pertumbuhann penduduk yang pesat menyebabakan tekanan pada lahan, dan menyebabkan pengangguran. Belum lagi masalah penyediaan pangan, dan prasarana bagi masyarakat di negara tersebut. Tak kalah pentingnya, pertumbuhan penduduk semakin menekan pendapatan per kapita, menurunkan standar kehidupan dan menurunkan tingkat pembentukan modal.

(10)

untuk meningkatkan kualitas kerja penduduk yang begitu banyak sehingga perkembangan ekonomi menjadi semakin baik

Kondisi lapangan pekerjaan di Kabupaten Karawang

Lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Karawang sebenarnya sangat luas, karena karawang merupakan salah satu kawasan industri yang ada di Indonesia. Kawasan Industri (industrial estate) merupakan daerah yang khusus disediakan oleh pemerintah pusat ataupun daerah untuk kegiatan industri. Kawasan ini umumnya adalah bagian dalam tata rencana kota atau daerah yang disertai dengan sarana lengkap untuk kegiatan industri. Sarana tersebut antara lain meliputi infrastruktur perhubungan jalan nasional dan internasional (angkutan darat, laut, maupun udara), tenaga listrik, telekomunikasi, sistem pembuangan sampah, limbah, dan sebagainya.14

Keputusan dari pembentukan kawasan industri dikeluarkan dalam rangka usaha pemerintah untuk mendorong dan mempercepat pertumbuhan industri, memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, serta untuk mengundang para industriawan asing memindahkan pabrik pengolahannya ke Indonesia.

Suatu kawasan dapat disebut sebagai kawasan industri apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.Adanya areal atau bentangan lahan yang cukup luas dan telah dimatangkan 2.Dilengkapi dengan sarana dan prasarana

3.Ada suatu badan (manajemen) pengelola 4.Memiliki izin usaha kawasan industri

5.Biasanya diisi oleh industri manufaktur (pengolahan beragam jenis)

Secara umum, kriteria pertimbangan pemilihan lokasi dalam pembangunan kawasan industri di Indonesia adalah sebagai berikut:

1.Jarak terhadap permukiman: minimal 2 km 2Jaringan jalan yang melayani: arteri primer

3.Jaringan yang melayani: jaringan listrik dan telekomunikasi 4.Prasarana angkutan: tersedia pelabuhan laut

14 Shabrina Alfari.”Kawasan Industri” Diakses dari

(11)

5.Topografi atau kemiringan: maksimal 0-15 derajat 6.Jarak terhadap sungai: maksimal 5 km

7.Peruntukan lahan: non pertanian, non permukiman, non konservasi 8.Ketersediaan lahan: minimal 25 Ha

9.Orientasi lokasi (terhadap): pasar (market), bahan baku, dan tenaga kerja Lalu, dalam pemilihan lokasi kawasan industri, pengembang harus memahami dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri antara lain:

1.Bentuk permukaan tanah rata, untuk memudahkan pembangunan pabrik 2.Sumber bahan mentah mudah untuk diperoleh (bergantung dari bahan, lokasi, serta jenis industrinya)

3.Sumber tenaga kerja (SDM) yang murah dan mudah didapatkan di sekitar kawasan

4.Jalan raya yang menghubungkan antara pabrik dengan pasar, pelabuhan, dan sebagainya

5.Pelabuhan untuk impor bahan mentah dan ekspor bahan jadi (hasil produksi pabrik), pelabuhan container, dan gudang

6.Membuka kawasan industri yang lengkap dan infrasruktur yang lengkap pula 7.Membuka kawasan zona perdagangan bebas

Karawang merupakan kawasan industri yang paling besar di Indonesia, berikut datanya:

Tabel 2

Kawasan Industri terbesar di Indonesia

No Nama Daerah

1 Karawang-Jawa Barat

2 Bekasi-Jawa Barat

3 Pulogadung-Jakarta

4 Surabaya-Jawa Timur

5 Pasuruan-Jawa Barat

Sumber: sds.binus.ac.id

(12)

industri baru. Dengan adanya proyek ini, tentulah Karawang menambah lapangan pekerjaan bagi para masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Contoh dari beberapa pabrik di Karawang yakni PT. Nestle Indonesia, PT. Ajinomoto Indonesia, dan PT. Sharp Electronics.15

Hal ini menunjukkan bahwa dengan keadaan Kabupaten Karawang yang merupakan kawasan industry terbesar di Indonesia sebenarnya banyak lapangan pekerjaan yang ada. Namun hal ini tidak menjadi peluang bagi masyarakat Kabupaten Karawang sendiri. Karena banyaknya para urban yang telah mngambil lapangan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten Karawang. Maka dari itu ini menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang.

Kebijakan inovatif Bupati Karawang sebagai solusi atas masalah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh salah satu Media Nasional, penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo didampingi oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo yang berlangsung di Grand Ball Room Hotel Intercontinetal Bandung, pada Kamis (11/8). Kepala Daerah Inovatif atau KDI merupakan apresiasi atas berbagai keberhasilan para Kepala Daerah dalam mengelola dan menggarap potensi daerah sehingga memacu pertumbuhan dan kemajuan berbagai sektor pembangunan. Keberhasilan itu membuktikan, bahwa para Kepala Daerah yang mendapatkan anugerah KDI memiliki program yang bagus dengan didukung kemampuan manajerial, kepemimpinan berkualitas, visioner, mampu mewujudkan harapan masyarakat, dan dapat merespons tantangan zaman baik dalam skala nasional, regional, maupun global. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan acara Kepala Daerah Inovatif (KDI). "Penghargaan terhadap Kepala Daerah inovatif ini mendorong daerah lain untuk bisa mencontoh, bisa

15 Indah Lestari.”Kawasan Terbesar di Indonesia” Diakses dari

(13)

bergerak sehingga kepala daerah mampu mengatur segala bentuk gerakan masyarakat," ungkapnya.16

Penghargaan yang diraih oleh Bupati Karawang dalam kategori Ketenagakerjaan dinilai dari beberapa aspek, salah satunya menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 yang mewajibkan perusahaan harus menyerap 60% karyawannya dari warga lokal. Saat ini sebanyak 2.504 warga Karawang terserap di 30 perusahaan. Kategori lainnya yang menjadi penilaian adalah bidang ekonomi kreatif, perlindungan sosial, pendidikan, investasi dan industrialisasi, pelayanan kesehatan, ketahanan ekonomi, pembangunan infrastruktur, transparansi anggaran, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan ekonomi pertanian, tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonmi pariwisata, investasi dan pendidikan Penyelenggaraan penghargaan KDI ini merupakan tahun ketiga dan bertempat di Bandung, dari yang sebelumnya diselenggarakan di Makasar serta Solo. Untuk tahun ini ada 22 Bupati, 7 Walikota dan 6 Gubernur yang menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif Tahun 2016.Pada kesempatan tersebut hadir dan memberikan penghargaan yaitu Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, perwakilan dari PT. POS Indonesia.17

Hasil dari kebijakan Bupati Karawang

Dengan adanya kebijakan tentang ketenagakerjaan dimana perusahaan harus menyerap 60% karyawannya dari masyarakat loka ternyata telah menghasilkan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Karawang terkait dengan Indeks Pembangunan Masyarakat yang semakin meningkat dan angka kemiskinan yang menurun. Berikut adalah grafik tentang peningkatan IPM dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Karawang:

16 Gala”Bupati Karawang Meraih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif” Diakses dari http://www.karawangkab.go.id/headline/bupati-karawang-meraih-penghargaan-kepala-daerah-inovatif-tahun-2016. 27 Maret 2018

(14)

Grafik 1

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Karawang Tahun 2013-2016

(15)

Penutup

Kesimpulan

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu setiap tahunnya. Kegunaannya adalah memprediksi jumlah penduduk suatu wilayah di masa yang akan datang.Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu indicator yang selalu digunakan untuk menggambarkan kondisi kependudukan, kemajuan pembangunan, dan perekonomian suatu daerah. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan ketenagakerjaan. Karena jika pertumbuhan penduduk yang tinggi diiringi dengan jumlah ketenagakerjaan yang banyak makan bisa menumbuhan GNP di daerah itu sendiri. Namun bila pertumbuhan penduduk diiring dengan jumlah ketenagakerjaan yang sedikit atau tetap maka tentu saja GNP di suatu daerah akan turun. Di Kabupaten Karawang sendiri merupakan kawasan industry terbesar di Indoensia. Namun banyak pekerja di perusahaan yang diambil dari masyarakat yang bukan asli dari daerah Kabupaten Karawang.

Dengan adanya masalah ini tentu saja menjadi hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang. Pemerintahan Daerah harus memutuskan dan melakukan kebijakan yang tepat guna menjadikan masalah ini bisa berarti positif bagi daerahnya. Oleh karena itu Dr.Cellica Nurrachdiana selaku Bupati Karawang telah menerbitkan Peraturan Bupati yang berisi tentang mewajibkan setiap perusahaan untuk menyerap 60 persen karyawannya dari warga lokal. Dengan adanya kebijakan ini membuat Indeks Pembangunan Masyarakat meningkat dan angka kemiskinan menjadi berkurang.

Saran

(16)
(17)

DAFTAR RUJUKAN

Charis Cristiani, Pratiwi Tedjo, Bambang Martono(2015).”Analisis Dampak Kepadatan Penduduk Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Provinsi Jawa Tengah” Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang,

https://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/sa/article/viewFile/125/182. 26 Maret 2018.

David M.Heer.1985.Masalah Kependudukan di Negara Berkembang.PT Bina Aksara.Jakarta. Faisal R.Dongoran.September 2016.”Analisis Jumlah Pengangguran dan Ketenagakerjaan Terhadap Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kota Medan” Jurnal EduTech Volume 2 No.2,

https://media.neliti.com/media/publications/54821-ID-analisis-jumlah-pengangguran-dan-ketenag.pdf. 27 Maret 2018.

Gala”Bupati Karawang Meraih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif” Diakses dari

http://www.karawangkab.go.id/headline/bupati-karawang-meraih-penghargaan-kepala-daerah-inovatif-tahun-2016. 27 Maret 2018

Ida Bagoes.2000.Demografi Umum.Pustaka Pelajar Offset:Yogyakarta.

Indah Lestari.”Kawasan Terbesar di Indonesia” Diakses dari

http://scdc.binus.ac.id/himtri/2017/11/23/-kawasan-industri-terbesar-di-indonesia/ 27 Maret 2018

Ita Winarsih.”Laju Pertumbuhan Penduduk Karawang Masih Tinggi”.Diakses dari

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/12/12/14/mezz8v-laju-pertumbuhan-penduduk-karawang-masih-tinggi. 27 Maret 2018.

Shabrina Alfari.”Kawasan Industri” Diakses dari https://www.arsitag.com/article/kawasan-industri. 27 Maret 2018

Syamsudin,HM.April 2013.”Analisis Pengaruh Faktor Kependudukan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi” Volume 1,No.7,

https://media.neliti.com/media/publications/43340-ID-analisis-pengaruh-faktor-kependudukan-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-provinsi-jamb.pdf. 26

Maret 2018

Tjondronegoro Sediono.1981.Ilmu Kependudukan.Erlangga:Jakarta.

Yeni Ratnadewi.”Laju Pertumbuhan Penduduk Jawa Barat Hamir 2%”. Diakses dari

Gambar

Tabel 1Jumlah Pertambahan Penduduk Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2013-2015
Tabel 2
Grafik  1Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Karawang Tahun 2013-2016

Referensi

Dokumen terkait

Kabupaten Klaten yang memiliki potensi besar menjadi daerah produksi Usaha Mikro, Kecil,.. dan Menengah (UMKM) yang nantinya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi

Namun demikian, pertumbuhan kredit pada Agustus 2015 diperkirakan meningkat menjadi 10,9% (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelonggaran kebijakan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan untuk Usaha Mikro dan Kecil serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

Saat ini Desa Cikuya seiring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk semakin pesat diiringi dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga wilayah

Kebijakan 1: Pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah mendukung kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2009-2015 yaitu pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan kreativitas,

Tujuan penelitian ini ialah akan menggambarkan kondisi Strategi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang seharunya Mendukung Kebijakan Pariwisata dengan menggunakan metode pendekatan

Mengembangkan Pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Solusi Bisnis Unggul BCA menyadari akan pentingnya sektor pariwisata bagi ekonomi dan devisa Indonesia, serta pentingnya