• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. (Kuncoro, 2007). Explantory research merupakan penelitian yang menjelaskan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. (Kuncoro, 2007). Explantory research merupakan penelitian yang menjelaskan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian explantory research dengan menggunakan pendeketakan kuantitatif dengan jenis asosiatif

(Kuncoro, 2007). Explantory research merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan antara variable-variabel penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun dan Effendy, 1995:5). Sedangkan menurut (Sani dan Vivin, 2013;180) penelitian explantory research adalah untuk menguji hipotesis antar variable yang dihipotesiskan

3.2 Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer di dapat dari sumber informan yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti (Marzuki, 2002). Data primer didapat langsung dari responden.

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara menyebar kusioner secara online atau offline kepada konsumen yang berbelanja online di shopee segar surabaya. Penyebaran kuisioner dilakukan kepada responden yang pernah melakukan mengunduh atau membeli produk agribisnis secara online di Shopee.

(2)

Kuesioner langsung didistribusikan melalui penyebaran online (Google Forms) kepada responden atau melalui penyebaran langsung offline.

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada Juni 2021 hingga Juli 2021. Penelitian ini dilakukan di Kota Malang. Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh citra shopee dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen berbelanja produk

agribisnis secara online di Shopee Segar Surabaya. Penelitian ini terdiri dari 3 variabel, yaitu citra pasar, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen. Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak, jumlah mahasiswa ini bisa meningkat sekitar 5% pada tiap tahunnya.

Pemilihan Kota Malang sebagai tempat penelitian karena intensitas konsumen belanja online yang banyak dan di dominasi oleh mahasiswa. Malang termasuk kota besar di Jawa Timur selain Surabaya, secara tidak langsung menjadikan Kota Malang bagus dalam mencari pasar konsumen. Pada penelitian ini, objek yang dijadikan responden adalah pengguna situs yang pernah melakukan transaksi belanja produk agribisnis secara online di Shopee yang berdomisili di Kota Malang.

3.4 Teknik Pengambilan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan Shopee untuk berbelanja produk agribisnis di Malang. Sampel merupakan

bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti (Riduwan, 2007:56). Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah metode Non probability sampling, yaitu metode

(3)

pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012:126). Pengambilan responden pada penelitian ini menggunakan rumus lemeshow dapat digunakan jika populasi tidak diketahui secara pasti. Pengambilan sampel dilakukan selama 20 hari karena waktu tersebut dinilai telah dapat mewakili untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti

𝑛 =𝑍2× 𝑃(1 − 𝑃) 𝑑2 Keterangan:

n : jumlah sampel

Z : skor Z pada kepercayaan 95% = 1,96 P : maksimal estimasi = 0,5

d : alpha (0,10) atau sampling error = 10%

𝑛 =1,962× 0,5(1 − 0,5)

0,12 = 96,04

Maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden

Kriteria responden yang akan diteliti adalah 1. Sudah menginstall aplikasi shopee.

2. Sudah sudah pernah melakukan transaksi pembelian online di Shopee minimal 3 kali.

3. Berusia 17-35 tahun.

(4)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data dengan penyebaran kuisioner baik secara offline maupun online. Menurut Sugiyono (2013: 199) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Skala likert adalah skala pengukuran yang dikembangkan oleh Likert. Penggunaan skala Likert menurut Sugiyono (2013:132) adalah untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah smartPLS. Partial least square (PLS) adalah perhitungan statistik dengan menghubungkan antar variabel (laten) yang diukur melalui indikator pengukuran (konstruk). Tahapan pertama dari SmartPLS adalah menguji instrumen data dengan uji validitas data dan realibilitas data dari indikator pengukuran. Sedangkan tahapan yang kedua adalah menghitung outer model untuk mengetahui apakah indikator berhubungan dengan variabel latennya. Dan tahapan yang ketiga adalah menghitung inner model, Inner model merupakan spesifikasi hubugan antar variabel laten yang disebut inner relation, menunjukkan hubungan antar variabel laten berdasarkan substantive theory dari penelitian

(5)

1. Uji instrumen data a. Validitas data

Validitas menurut Sugiyono (2016) menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item, kita mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Jika koefisien antara item dengan total item sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid, tetapi jika nilai korelasinya dibawah 0,3 maka item terebut dinyatakan tidak valid

b. Uji Realibilitas data

Menurut Sugiyono (2016) menyatakan bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh pernyataan. Apabila korelasi 0,7 atau lebih maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat reliabel yang cukup tinggi, namun sebaliknya apabila nilai korelasi dibawah 0,7 maka dikatakan item tersebut kurang reliabel.

Menurut Ningsi (2012) PLS terdiri dari hubungan eksternal (outer model atau model pengukuran) dan hubungan internal (inner model atau model struktural).

Hubungan tersebut didefinisikan sebagai dua persamaan linier yaitu model pengukuran yang menyatukan hubungan antara pengubah laten dengan sekelompok pengubah penjelas dan model struktural yaitu hubungan antar pengubah-pengubah laten. Bersamaan dengan model struktural dan model pengukuran, model jalur dalam PLS terdiri dari tiga set hubungan: (1) inner model yang menspesifikasikan

(6)

hubungan antar variabel laten, (2) outer model yang menspesifikasikan hubungan antara variabel laten dengan indikator atau manifesnya.

Penelitian ini memperlakukan variabel-variabel menjadi variabel laten dengan masing-masing indikator untuk tiap variabelnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan dengan software smartPLS (Partial Least Square). Keuntungan menggunakan smartPLS yaitu data yang digunakan

tidak harus berdistribusi normal multivariate, dapat digunakan dengan sampel kecil minimal 30, dapat menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten, dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk dengan indikator relatif dan formatif, serta mampu mengestimasi model yang besar dan kompleks dnegan ratusan variabel laten dan ribuan indikator. Dalam PLS Path Modeling terdapat 2 model yaitu outer model dan Inner model. Kriteria uji dilakukan pada kedua model tersebut.

2. Analisis Data a. Outer model

Menurut (Sunardi et al., 2016) analisa outer model dilakukan untuk memastikan bahwa measurement yang digunakan layak untuk dijadikan pengukuran (valid dan reliabel) atau dapat dikatakan bahwa outer model mendefinisikan bagaimana setiap indikator berhubungan dengan variabel latennya.

Analisa outer model dapat dilihat dari beberapa indikator:

(7)

1) Validitas konvergen (Outer Loading) dengan nilai loading factor lebih dari 0,7

2) Validitas deskriminan jika hubungan konstruk dengan indikaor pengukuran lebih dari pada ukuran konstruk lainnya, maka menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi ukuran pada blok yang lebih baik dari ukuran blok lainnya

3) Uji Validitas menggunakan outer loading atau p-value. Outer loading yang didapat dari hasil bootstrapping yang dilihan pada p-value untuk melihat apakah nilai p-value dari masing-masing indikator signifikan tidak signifikan.

b. Inner model

Inner model merupakan spesifikasi hubugan antar variabel laten yang

disebut inner relation, menunjukkan hubungan antar variabel laten berdasarkan substantive theory dari penelitian. Tanpa kehilangan sifat umumnya, diasumsikan

bahwa variabel laten dan indikator diskala dengan zero means dan variance sama dengan 1. Sehingga parameter lokasi (konstanta) dapat dihilangkan dari model.

Realibilitas menunjukkan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran uji realibilitas dalam PLS dapat menggunakan dua metode cronbach’s alpha mengukur batas bawah nilai realibilitas suatu konstruk.

Sedangkan composite realibility mengukur nilai sesungguhnya realibilitas suatu konstruk.

Inner Model (Model Structural) dilakukan untuk menguji hubungan antara konstruk laten. Beberapa uji untuk model struktural yaitu:

(8)

1) Estimate for Path coefficients, merupakan nilai koefisen jalur atau besarnya hubungan atau pengaruh konstruk laten yang dilakukan dengan prosedur bootstrapping.

2) Evaluasi Model Struktural

a. Uji f digunakan untuk menunjukan apakah ada pengaruh secara bersama-sama (simultan) dalam menjelaskan informasi terhadap variabel terikat.

b. R-Square pada konstruk endogen. Nilai R Square adalah koefisien determinasi pada konstruk endogen. Menurut Ghozali (Ghozali, 2016) nilai R square sebesar 0.67 (kuat), 0.33 (moderat) dan 0.19 (lemah).

Gambar 3.1 Kerangka Model

(9)

3.7 Pengukuran Variabel

Pengukuran variabel penting dalam suatu penelitian di bawah ini berikut menampilkan tabel pengukuran variabel pada penelitian ini:

Tabel 3.1 Pengukuran Variabel

No Variabel Indikator Keterangan

1. Citra Pasar (X1) a. Pengenalan (X1.1)

a. Pasar online Shopee dikenal oleh konsumen b. Reputasi (X1.2) b. Pasar online Shopee

memiliki reputasi atau status yang baik

c. Daya Tarik (X1.3) c. Pasar online Shopee memiliki daya tarik dengan konsumennya d. Kesetiaan (X1.4) d. Konsumen setia

menggunakan produk agribisnis dari pasar online Shopee 2. Kepuasan

Pelanggan (X2)

a. Kemudahan pemesanan (X2.1)

a. Pelanggan mudah dalam memesan produk agribisnis di Shopee Segar Surabaya

b. Informasi produk (X2.2)

b. Informasi kualitas dan kuantitas yang relevan melekat pada produk agribisnis di Shopee Segar Surabaya

c. Performa website (X2.3)

c. Tampilan, gambar, tautan, dan kecepatan pasar online Shopee Segar Surabaya d. Seleksi Produk

(X2.4)

d. Produk yang

ditawarkan memenuhi standart kualitas

(10)

Tabel 3.2 Lanjutan Pengukuran Variabel

No Variabel Indikator Keterangan

3. Loyalitas Konsumen (Y1)

a. Kepercayaan (Y1.1) a. Konsumen percaya terhadap produk tersebut

b. Komitmen (Y.2) b. Komitmen psikologi

konsumen terhadap produk agribisnis di Shopee Segar Surabaya

c. Biaya Pengalihan (Y1.3)

c. Tanggapan

konsumen tentang

beban yang

diterima jika ada perubahan

d. Merekomendasikan Produk (Y1.4)

d. Prilaku kesadaran individu dalam merekomendasikan produk agribisnis di Shopee Segar Surabaya

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Dalam penelitian ini ada dua variabel yakni variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen penelitian ini adalah loyalitas konsumen.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah citra merek dan kepuasan konsumen.

Secara umum teknik dalam pemberian skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah teknik skala Likert. Penggunaan skala Likert menurut Sugiyono (2013:132) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Variabel pada penelitian ini diukur dengan menggunakan skala 1 sampai 4 yang menentukan jawaban dari masing-masing responden sebagai berikut:

(11)

Tabel 3.3 Skala Likert

Jawaban Skor

Sangat Tidak Setuju 1

Tidak Setuju 2

Setuju 3

Sangat Setuju 4

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Jonathan Sarwono,(2006: 37), “Korelasi digunakan untuk melihat kuat lemahnya hubungan antara variabel bebas dan tergantung”. Kuat lemahnya hubungan antara variabel

Bagi mereka kenyataan kehidupan sehari-hari dianggap menampilkan diri sebagai kenyataan per-excelence sehingga disebutnya sebagai kenyataan utama (paramount). Berger

Memberi pertanyaan sederhana kepada pasien tentang pengunaan obat yang diberikan menerapkan nilai dasar Komitmen mutu dengan indikator Efektif, sebelum saya

mikroba pada beberapa jenis antibiotika yang berbeda–beda dapat diakibatkan oleh penggunaan pada suatu jenis antibiotika dalam upaya pengobatan dan pencegahan penyakit yang

Jika Dari hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh nilai uptake yang sangat tinggi untuk pasien hipertiroid toksik dibandingkan dengan batas normal angka

 Jika survey diperlengkapi dengan GPS, maka ambil titik koordinat bangunan dan saluran. Pada saat pengambilan titik lokasi untuk bangunan gunakan point,

Masalah strategis dari reformasi pembiayaan kesehatan terutama meliputi: (a) Belum seluruh masyarakat terlindungi secara optimal terhadap beban pembiayaan kesehatan;

● Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Makna Q.S. Ali-Imrán/3: 134 serta