8 METODA PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang memberikan penjelasan berupa angka dengan penelitian eksplanatori yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel serta hipotesis yang telah dirumuskan. Sedangkan sumber data dari penelitian ini berasal dari data primer yang mana data ini didapatkan dari hasil kuisioner Guru tingkat SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) di Kota Kupang- Nusa Tenggara Timur.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah Guru tingkat SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) yang melakukan melakukan proses pembelajaran daring dan berdomisili di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Populasi SMA dan SMK di Kota Kupang secara keseluruhan menurut referensi data pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah 67 sekolah diantaranya 14 SMA NEGERI, 23 SMA SWASTA dan 8 SMK NEGERI serta 15 SMK SWASTA seperti disajikan pada gambar 2. Sedangkan untuk jumlah Guru SMA dan SMK secara keseluruhan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah 2001 guru yang terdiri dari 1.189 guru SMA dan 812 guru SMK. Khusus untuk SMA NEGERI menurut badan pusat statistik Kota Kupang berjumlah 768 guru. Untuk menentukan jumlah sample dalam penelitian ini menurut (Hair, 2010) Penentuan jumlah sampel yang representative adalah disesuaikan dengan banyaknya indikator pertanyaan yang digunakan dikali 5 sampai 10. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah :
Sampel = Jumlah indikator x 10 = 20 x 10 = 200.
Berdasarkan perhitungan tersebut di dapatkan sample sebanyak 200 responden.
Tabel 1. Jumlah Populasi Sekolah
Kecamatan
SMA SMK
Negeri Swasta Jumlah Negeri Swasta Jumlah
Alak 3 5 8 1 1 2
Maulafa 4 8 12 1 0 1
9
Oebobo 4 7 11 2 5 7
Kelapa lima 3 2 5 3 4 7
Kota raja 0 5 5 1 5 6
Kota lama 0 2 2 0 1 1
Total 14 29 43 8 15 24
Sumber: Kemendikud (2020)
Untuk menentukan sampel yang diambil dalam penelitian ini, menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dimana pengumpulan informasi dari populasi ini diambil dari jenis orang- orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan dengan kriteria- kriteria yang telah ditentukan. Pengambilan sampel ini ditujukan khusus kepada guru- guru SMA NEGERI di Kota Kupang yang melakukan sistem pembelajaran secara daring selama masa pandemi.
Pengukuran Konsep
Tabel 2. Pengukuran Konsep
Variabel Definisi Indikator
Stres kerja (Noor & rahardjo 2016)
Stres kerja terjadi karena adanya beberapa faktor yang memengaruhi diantaranya faktor lingkungan kerja, faktor teman kerja, faktor pimpinan dan faktor dari diri sendiri.
Lingkungan kerja
Hubungan dengan teman kerja
Hubungan dengan Pimpinan
Diri sendiri
Fisik, yaitu keadaan dimana karyawan akan mengalami kelelahan akibat dari pekerjaan yang terlalu berat.
Perilaku., yaitu keadaan dimana karyawan akan mengalami keadaan yang tidak menyenangkan dalam melakukan pekerjaan.Behr dan Newman dalam (Syahronica et al., 2015)
10 lDigital skills
(Van Deursen et al., 2016)
Konsep yang diukur dalam empat dimensi diantaranya: keterampilan teknis digital, komunikasi digital, analisis digital, dan pemikiran digital.
Keterampilan teknis digital
Komunikasi digital
Analisis digital
Pemikiran digital (Van Deursen et al., 2016)
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui survey. Dalam mengumpulkan data peneliti akan menggunakan Google Form untuk membagikan kuesioner penelitian ini. Kuesioner ini akan dibagikan dengan mengirimkan link kepada calon responden. Dalam kuesioner, akan menggunakan pertanyaan tertutup dengan bentuk pertanyaan yang disertai dua kemungkinan jawaban, menggunakan pilihan ganda yaitu bentuk pertanyaan dengan tiga kemungkinan jawaban, dan terakhir melakukan pengukuran variabel dengan Skala Likert yang digunakan untuk menunjukkan pendapat atas kesetujuan atau ketidaksetujuan responden. Indikator untuk setiap variabel akan menjadi butir pertanyaan kuesioner yang kemudian diukur skornya. Dalam mengukur variabel, terdapat lima butir nilai dengan jumlah poin sebagai berikut: (1) Sangat Setuju (SS)
= 5; (2) Setuju (S) = 4; (3) Netral (N) = 3; (4) Tidak Setuju (TS) = 2; dan (5) Sangat Tidak Setuju (STS) = 1.
Teknik Analisis
1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan media yang sering digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.
2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas bertujuan untuk mengukur valid tidaknya sebuah kuisioner dari penelitian. Hasil dari kuisioner penelitian tersebut dapat dikatakan valid jika ada pernyataan didalam form penelitian tersebut yang dapat untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuisioner penelitian tersebut. Selain itu valid atau
11
ketepatan dari uji yang dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor variabel dengan jumlah skor variabel, jika variabel mempunyai hubungan signifikan dengan totalnya maka variabel tersebut dapat dikatakan tidak valid dan harus dikeluarkan dari item kuisioner penelitian (Latan, H and Ghozali, 2012).
Pengujian validitas menurut (Sekaran, 2006) memiliki tujuan untuk mengetahui ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur atau alat uji dalam melakukan fungsi pengukurannya. Setiap butir pernyataan yang berkorelasi signifikan dengan skor total > 0,30 menunjukkan bahwa setiap butir pertanyaan tersebut mampu memberikan dukungan dalam membuktikan apa yang ingin dibuktikan pada penelitian. Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuisioner penelitian yang merupakan indikator dari variabel. Suatu angket penelitian dikatakan terandal apabila jawaban dari seorang sampel dan pernyataan bersifat konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Latan, H and Ghozali, 2012)
3. Uji Statistik Deskriptif
Uji Statistik Deskriptif berisi uraian mengenai profil responden dan indikator tiap variabel yang ditentukan melalui ukuran rata- rata, minimun, maksimun, range dan standar deviasi. Statistik deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan sampel data profil sebelum memanfaatkan teknik analisis statistik yang berfungsi untuk menguji hipotesis.
4. Uji Korelasi
Uji Korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan atau tingkat asosiasi atau hubungan antar dua variabel yang dinyatakan dengan koefesien korelasi. Koefesien korelasi mengukur seberapa besar kekuatan asosiasi linier yang terjadi antar dua variabel dengan uraian sebagai berikut:
Tabel 3. Nilai Koefesien Korelasi
Range Keterangan
r = 0 Tidak ada korelasi 0 <r < 0,3 Korelasi sangat lemah 0,3 r < 0,5 Korelasi lemah 0,5 r < 0,8 Korelasi sedang 0,8 r < 0,9 Korelasi kuat
12
0,9 r < 1 Korelasi sangat kuat
r = 1 Korelasi sempurna Sumber: Data diolah (2020) 5. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel secara langsung. Harapannya adalah dengan adanya pengujian hipotesis ini maka hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat diketahui hubungannya secara langsung. Dalam pengujian hipotesis, p-value dibagi menjadi tiga golongan yang mana setiap golongan memiliki arti yaitu p-value kurang dari atau sama dengan tingkat signifikansi sebesar 0,01; 0,05; dan 0,10. Hipotesis alternatif akan diterima jika probabilitasnya kurang dari atau sama dengan tingkat signifikansi sebesar 0,01;
0,05; dan 0,10
Pengukuran Konsep
Dalam menganalisis data, uji validitas dan uji reliabilitas harus dilakukan terlebih dahulu dengan menggunakan SPSS. Tujuan dilakukannya uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan sesuai untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Afwa, 2017). Pengujian validitas menurut Sekaran (2006) memiliki tujuan untuk mengetahui ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur atau alat uji dalam melakukan fungsi pengukurannya. Setiap butir pernyataan yang berkorelasi signifikan dengan skor total > 0,30 menunjukkan bahwa setiap butir pertanyaan tersebut mampu memberikan dukungan dalam membuktikan apa yang ingin dibuktikan pada penelitian. Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan- pernyataan pada kuesioner valid.
Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas dimana diketahui bahwa Cronbach’s Alpha untuk masing-masing variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,70 sehingga dapat dinyatakan bahwa keseluruhan variabel memiliki reliabilitas yang baik karena membuktikan akurasi, konsistensi, dan ketepatan instrumen dalam mengukur konstruk (Ghozali & Latan, 2012). Setelah menguji validitas dan reliabilitas, dilakukan uji normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau tidak kemudian dilakukan analisis korelasi dengan menggunakan uji Pearson Moment Correlation. Uji Pearson Moment Correlation dilakukan untuk mengukur hubungan antar dua variabel. Jika semua uji sudah
13
dilakukan, tahap terakhir yaitu menguji hipotesis. Hipotesis diterima jika p- valuenya memiliki nilai kurang dari atau sama dengan tingkat signifikasi.