• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

OLEH

NI NENGAH DIANAWATI (1932121272)

UNIVERSITAS WARMADEWA

Email : [email protected]

ABSTRAK

Perusahaan atau lembaga karena memiliki peran sebagai penggerak seluruh aktifitas dalam mengelolah, mengatur,dan menjalankan kegiatan suatu perusahaan atau lembaga Dalam hal ini kompensasi sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Pimpinan dapat memberikan kompensasi bawahannya untuk meningkatkan kinerjanya dengan cara mengevalusi kinerjanya, menaikkan gajinya, pemberian bonus /penghargaan dan kesempatan. Kompensasi merupakan hal penting yang seharusnya diberikan perusahaan kepada karyawan secara layak, baik kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial. Karyawan membutuhkan kompensasi seperti bonus, tunjangan, lingkungan kerja yang nyaman, dan pekerjaan yang dapat menunjukan kemampuan agar karyawan dapat memberikan kinerja terbaiknya kepada perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada perusahaan.

Kata Kunci : Kompensasi, Kinerja Karyawan

(2)

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan usaha dan organisasi perusahaan sangatlah bergantung pada produktifitas tenaga kerja yang ada di perusahaan. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan adalah dengan cara menetapkan pemberian kompensasi yang adil dan layak kepada karyawan tersebut atas prestasi kerja yang dicapai. Dengan demikian pemberian kompensasi dalam perusahaan harus diatur dengan baik, sehingga dapat diterima oleh kedua bela pihak. Jadi dalam mengembangkan dan menerapkan suatu sistem kompensasi tertentu kepentingan para karyawan mutlak untuk diperhitungkan (Usman Fauzi, 2014: 173).

Perusahaan adalah suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan untuk menyediakan barang dan jasa agar dapat melayani permintaan konsumen akan kebutuhan mereka. Dalam melaksanakan proses produksinya, suatu perusahaan membutuhkan faktor-faktor produksi yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan, faktor-faktor tersebut adalah bahan baku, modal dan manusia.

Khususnya pada faktor manusia, faktor ini memegang peranan yang sangat penting dalam melaksanakan proses produksi. Oleh karena itu pihak perusahaan harus selalu memperhatikan faktor manusia atau tenaga kerja yang dapat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Secanggih apapaun peralatan yang dimiliki perusahaan tidak akan bisa mencapai tingkat kinerja yang diharapkan jika peralatan tersebut tidak dioperasikan secara efektif dan efisien oleh sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan tersebut (Agung Surya Dwianto, 2019:

210).

Pentingnya kompensasi bagi karyawan, sangat berpengaruh terhadap perilaku dan kinerjanya. Semakin tinggi kompensasi yang diterima karyawan dari perusahaan maka kesejahteraan pun meningkat. Hal ini memotivasi karyawan untuk melaksanakan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan dan begitupun juga kompensasi yang di terima rendah maka kesejahteraan karyawan pun berkurang dan mengakibatkan menurunnya semangat kerja dalam pekerjaan sehingga hal ini yang menyebabkan kerugian kepada perusahaan dan perusahaan tersebut tidak tercapai dengan baik. (Lidya Octafia Rumere : 2).

Menurut Hasibuan (2009: 118), kompensasi merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diberikan perusahaan sebagai tanda jasa atas kontribusi kepada perusahaan. Menurut Sedarmayanti (2010: 239), kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai tanda jasa. (Alvi Nugraha dan Sri Surjani Tjahjawati, 2017:25).

Sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting, dalam interaksinya dengan faktor modal, material, metode, dan mesin. Kompleksitas yang ada dapat menentukan kualitas manusia. Diantaranya adalah hal banyak mempengaruhi kinerja karyawan adalah kompensasi yang akan berimplikasi terhadap benefit yang didapatkan perusahaan.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diungkapkan diatas maka diperlukan penelitian yang mengkaji masalah pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan. Dengan permasalahan yang ada harus mengetahui bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di perusahaan.

(3)

3. Tujuan Penulisan

Dengan adanya rumusan masalah tersebut, tujuan dari artikel ini ialah agar apa yang dilakukan dapat mengarah ke sasaran dan mendapat hasil yang diharapkan dan menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pengaruh kompensai terhadap kinerja karyawan.

B. PEMBAHASAN 1. Ringkasan Artikel

a. Kompensasi

Menurut (Ariandi, 2018) Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi.

Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi/perusahaan tempat ia bekerja.

Menurut Marwansyah (2010: 269) kompensasi merupakan imbalan yang perusahaan berikan kepada para karyawan atas kinerja yang diberikan terhadap organisasi baik imbalan langsung maupun tidak langsung, finansial maupun nonfinansial. Menurut Hasibuan (2009: 118) kompensasi merupakan pendapatan yang berbentuk uang atau barang yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas jasa yang diberikan. Tanpa kompensasi yang memadai, pegawai yang ada sekarang cenderung keluar dari organisasi yang berakibat organisasi mengalami kesulitan dalam replacement, terlebih dalam recruiting.

Menurut Suparyadi (2014: 271) kompensasi adalah keseluruhan pendapatan yang diberikan kepada karyawan sebagai penghargaan atas kontribusi yang diberikannya kepada organisasi, baik bersifat finansial maupun nonfinansial. Kesimpulannya kompensasi adalah imbalan yang diberikan perusahaan atas kinerja yang diberikan, baik kompensasi finansial dan non finansial.

Jenis-jenis dari kompensasi menurut Sedarmayanti (2016: 241-243):

1. Kompensasi Tidak Langsung Jaminan merupakan kompensasi tidak langsung dikarenakan jaminan biasanya tidak berkaitan dengan prestasi kerja. a. Jaminan asuransi b. Jaminan keamanan pegawai c. Jaminan cuti d. Jaminan kafetaria:

Jam kerja sesuai

2. Kompensasi Pelengkap Kompensasi pelengkap biasanya tidak langsung berkaitan dengan kinerja karyawan. Kompensasi pelengkap dianggap penting karena dapat mempengaruhi sikap dari karyawan, tuntutan perserikatan karyawan, persaingan dalam organisasi dan merupakan aturan pemerintah

Sedangkan menurut Mondy dan Noe dalam Marwansyah (2010: 276), kompensasi terdiri dari:

1. Kompensasi Finansial

a. Kompensasi Langsung : 1) Gaji pokok dan upah 2) Bayaran atas Prestasi 3) Bayaran Insentif, seperti bonus

(4)

b. Kompensasi Tidak Langsung : 1) Program asuransi kesehatan, jiwa, dan kecelakaan 2) Bayaran diluar jam kerja seperti hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil 3) Fasilitas (rumah karyawan, kendaraan, air, listrik, klinik, tempat ibadah)

2. Kompensasi Non-finansial

a. Pekerjaan seperti pekerjaan yang mempunyai tantangan, dan pengakuan atas hasil kerja

b. Lingkungan kerja seperti rekan kerja baik dan menyenangkan serta mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman Menurut Ambar Teguh (2009: 267) teori keadilan (equity theory) harus diciptakan. Teori keadilan (equity theory) harus diadakan dalam organisasi karena penting bagi karyawan. Ketidakadilan bukan merupakan kepuasan pegawai.

Dengan kompensasi yang adil, dapat meningkatkan motivasi pegawai.

kompensasi yang adil adalah jika karyawan tersebut merasa bahwa kompensasi yang diberikan benar-benar adil.

(Alvi Nugraha dan Sri Surjani Tjahjawati, 2017: 26 dan 27).

b. Kinerja Karyawan

Istilah kinerja berasal dari kata perfomance atau berati prestasi kerja, kinerja dapat diartikan sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkuatan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.33 sebagaimana dikemukan oleh Gibson, Ivancevich, and Donnelly yang mengatakan bahwa performance atau prestasi kerja atau kinerja adalah hasil yang diinginkan dari perilaku (Yunarifah & Kustiani, 2012).

Salah satu yang menentukan berhasil atau tidaknya perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawannya. Jika kinerja karyawannya baik, maka perusahaan dapat mencapai tujuannya dengan lebih cepat, tetapi jika kinerja karyawannya buruk maka yang terjadi adalah sebaliknya. Dengan demikian, perusahaan harus meningkatkan dan mempertahankan kinerja karyawannya.

Menurut Marwansyah (2010: 229) kinerja merupakan pencapaian atau prestasi seseorang yang berkenaan dengan tugastugas yang dibebankan kepadanya. Menurut Gani (2009: 221), kinerja adalah hasil dari pelaksanaan pekerjaan karyawan kepada organisasi dimana ia bekerja sebagai karyawan.

Kinerja merupakan hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented atau non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu dan kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian suatu kegiatan dalam mewujudkan misi dan visi perusahaan yang tertuang dalam perencanaan strategis perusahaan dan kinerja dalam organisasi dianggap sebagai efektivitas organisasi secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan yang ditetapkan dari kelompok yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan (Fahmi, 2015: 2 dalam Alvi Nugraha dan Sri Surjani Tjahjawati, 2017:27).

Menurut Mangkunegara , (2015:67) menyatakan bahwa “Definisi kinerja karyawan sebagai hasil kerja secra kuantitas dan kualitas yang dicapai

(5)

oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan (Ability) dan faktor Motivasi (Motivation). Hal ini sesuai dengan pendapat Keith Davis dalam Mangkunegara (2015:67) yang merumuskan bahwa: 1 Human Performance = Ability x Motivation 2 Motivation = Attitude x Motivation 3 Ability = Knowledge x Skill.

Indikator-Indikator Kinerja Mangkunegara (2014:09). Menjelaskan bahwa

“Kinerja adalah hasil kerja secara kualiats dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Dari definisi diatas indikator kinerjanya adalah:

1. Kualitas, yaitu mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan, di ukur melalui ketepatan, ketelitian, keterampilan, keberhasilan hasil kerja.

2. Kuantitas, yaitu banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan.

3. Pelaksanaan tugas, yaitu kewajiban karyawan melakukan aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan perusahaan.

4. Tanggung jawab, yaitu suatu akibat lebih dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun kekuasaan.

(Agung Surya Dwianto, 2019: 214).

c. Hubungan Kompensasi Dengan Kinerja Karyawan

Bagi perusahaan, karyawan merupakan SDM yang sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Pemberian kompensasi kepada karyawan merupakan bentuk balas jasa yang diberikan perusahaan atas kinerja yang telah karyawan berikan. Jika kompensasi dalam perusahaan dianggap layak oleh karyawan, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kinerja dan loyalitas karyawan. Kebanyakan demo kerja yang dilakukan disebabkan karena ketidakpuasan akan upah yang diberikan

Kutipan Sikula dalam Mangkunegara (2014:84) “kompensasi sangat penting bagi karyawan maupun majikan hal ini dikarenakan kompensasi merupakan sumber penghasilan karyawan, kompensasi juga merupakan gambaran dari status sosial bagi karyawan”. Kompensasi yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh pada kinerja karyawan, tingkat kepuasan kerja dan motivasi kerja, serta hasil kerja karyawan. Organisasi yang menentukan tingkat kompensasi dengan mempertimbangkan standar kehidupan normal, akan memungkinkan karyawan bekerja dengan penuh semangat dan motivasi.

Hal ini tingkat kepuasan kerja karyawan atau kinerja karyawanbanyak dipengaruhi oleh tingkat kompensasi yang diberikan kepada karyawan. (Agung Surya Dwianto, 2019: 214).

Produktivitas organisasi dan manajemen sumber daya manusia memiliki hubungan langsung dengan satu sama lain. Jika karyawan dikelola dengan tepat yaitu analisis pekerjaan, rekrutmen, pelatihan, alat motivasi seperti kompensasi.

Jadi kompensasi merupakan salah satu cara agar meningkatkan motivasi

(6)

karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Kompensasi yang diberikan harus diberikan secara adil dan tidak jauh dari harapan karyawan. Jika hal tersebut dapat terpenuhi maka kepuasan dari karyawan dapat menjadi pemicu untuk dapat meningkatkan kinerja. Jika pemberian kompensasi tidak tepat waktu berakibat pada kedisiplinan, sikap dan semangat kerja karyawan menurun (Suwati, 2013: 51) Kompensasi, motivasi, dan kinerja merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu proses manajemen sumber daya manusia. Kinerja karyawan yang nampak dalam output yang dihasilkannya merupakan pencerminan dari seberapa besar atau kuat kompensasi dan motivasi yang dimiliki oleh orang tersebut (Suparyadi, 2014: 293) Salah satu fungsi kompensai yaitu dapat menajdi faktor motivasi untuk karyawan agar bekerja lebih baik. Untuk memperoleh kompensasi yang baik dan diharapkan maka karyawan akan bekerja lebih baik (Yuniarsih, 2009: 127). Kesimpulannya bahwa kompensasi yang diberikan kepada karyawan berhubungan dan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Alvi Nugraha dan Sri Surjani Tjahjawati, 28).

2. Kajian Analisis

Menurut Wirawan (2009:27) Kompensasi merupakan salah satu aspek yang berarti bagi pegawai karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Menurut Martoyo (2009:126) Pemberian kompensasi yang efektif dan efisien secara langsung dapat membentu stabilitas organsisasi, dan secara tidak langsung ikut andil dalam mendorong stabilitas serta pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.

Kompensasi Kompensasi meliputi kembalian-kembalian finansial dan jasa-jasa terwujud dan tunjangantunjangan yang diterima karyawan sebagai bagian dari hubungan kepegawaian (Kadarisman,2012:31) Dimensi kompensasi dalam penelitian ini adalah : 1. Gaji 2. Intensif 3. Tujangan Operasional 4. Tunjangan Kesehatan 5. Tunjangan Pensiun Kinerja Karyawan Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara,2011:18) Dimensi kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah : 1. Kesetiaan 2. Hasil Kerja 3. Kejujuran 4. Kedisilinan 5.

Kreativitas 6. Kerjasama 7. Kepemimpinan 8. Kepribadian 9. Kecakapan10.

Tanggung jawab (Opan Arifudin, 2019: 187).

Ada dua komponen yang menjadi pokok pembahasan dalam penelitian ini yaitu baik yang secara finansial maupun non finansial, yang terdiri dari pembayaran langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi, dan bonus serta pembayaran tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti asuransi dan uang liburan.

Beberapa pengertian kompensasi menurut para ahli. Handoko (2001:155) menyatakan bahwa dapat disebut sebagai kompensasi adalah semua yang diterima karyawan yang bertujuan sebagai balas jasa atas apa yang telah dikerjakan oleh karyawan tersebut.

Menurut Martoyo (2000:216) kompensasi adalah pengatur seluruh pemberian balas jasa bagi employers maupuun employees baik yang langsung berupa uang

(7)

(finansial) maupun yang tidak langsung berupa uang (non finansial)¥. Dari kedua pengertian kompensasi menurut para ahli menyebutkan segala sesuatu bentuk balas jasa dari perusahaan atas kinerja karyawannya. Yaitu balas jasa berbentuk kompesasi seperti uang dan fasilitas perusahaan yang diterima karyawan karenan pekerjaan yang ia jalankan. (Stefanus Andi Pratama dkk, 2015: 2).

C. PENUTUP 1. Kesimpulan

Kompensasi adalah imbalan berupa uang atau bukan uang (natura), yang diberikan kepada karyawan dalam perusahaan atau organisasi. Menurut KBBI, arti kompensasi lainnya yakni pemberesan piutang dengan memberikan barang-barang yang seharga dengan utangnya. Arti kompensasi yang lebih luas mencakup uang yang terutang sebagai ganti kepada pihak yang dirugikan atau dirugikan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (Poerwadarminta,2007)kinerja adalah cara, perilaku dan kemampuan kerja seseorang.menurut Armstong dan Baron 2007,kinerjaberasal dari pengertian performance, yaitu hasil kerja atau prestasi kerja sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang dan didalamnya termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Kinerja juga merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuaan strategi organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi pada ekonomi.

Dalam perusahaan, karyawan merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai tujuan. Setiap karyawan tentunya memiliki banyak perbedaan dalam keahlian, kemampuan, kebutuhan dan jenis kelamin. Salah satu bentuk achievement / penghargaan yang diberikan perusahaan atas kinerja dari karyawan adalah kompensasi. Dengan diberikannya penghargaan dan pengakuan, karyawan akan memberikan kinerja terbaiknya sebagai timbal balik atas penghargaan yang diberikan oleh perusahaan juga untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja serta motivasi para pegawai.

2. Saran

Diharapkan perusahaan selalu berupaya memberikan dukungan kepada para karyawan dalam memaksimalkan kinerjanya dalam bekerja di perusahaan. Upaya nyata yang dapat dilakukan dengan tetap memberikan gaji dan insentif dengan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan antara karyawan dengan perusahaan.

Diharapkan selalu berupaya untuk memberikan dukungan kepada para karyawan dalam bekerja di perusahaan yaitu dengan memberikan tugas yang sesuai dengan kinerja dan kemampuan para karyawan serta menciptakan kondisi atau lingkungan kerja nyaman sehingga para karyawan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki para karyawan.

Agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja pegawai yang sudah baik atau tinggi, Sudah menjadi tugas manajemen untuk mendorong karyawan agar memiliki semangat kerja dan moril yang tinggi serta ulet dalam bekerja kinerja.

(8)

REFERENSI

Alvi Nugraha dan Sri Surjani Tjahjawati. (2017). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Bisnis dan Investasi

Usman Fauzi. (2014). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Trakindo Utama Samarinda. eJournal Ilmu Administrasi Bisnis.

Agung Surya Dwianto. (2019). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Jaeil Indonesia. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah

Opan Arifudin. (2019). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Pt.

Global (Pt.Gm). Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi.

Zuriana dan Andika Rananda. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan.

Journal Education Research and Development.

Stefanus Andi Pratama, Moehammad Soe oed Hakam dan Gunawan Eko Nurtjahjono. (2015). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan.

Jurnal Administrasi Bisnis.

Referensi

Dokumen terkait

ABSTRAK: Pengukuran pendidikan meliputi pengukuran hasil belajar dari berbagai bidang, tergantung objek hasil belajar apa yang ingin diukur. Oleh karena itu, yang menjadi

Jurnal penutup yaitu jurnal yang digunakan untuk menutup semua akun nominal (pendapatan dan beban) pada akhir periode, dilakukan dengan cara menjurnal akun-akun

Pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal

Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan untuk menjawab masalah penelitian secara singkat menghasilkan tiga (3) proses dasar untuk meningkatkan

Menurut Tjokrowinotono (2006:193) menyatakan bahwa profesionalisme tidak hanya cukup dibentuk dan dipengaruhi oleh keahlian dan pengetahuan agar aparat dapat menjalankan

Pada setiap partisi dalam suatu hardisk dapat dibuat format sistem file yang berbeda- beda, tetapi sebuah partisi hanya boleh memiliki satu format sistem file..

Permasalahan yang terdapat di Kawasan Pasar Lama Tangerang adalah kurangnya penataan terhadap bangunan bersejarah dan ruang publik, serta kurangnya interaksi

Waste transportation adalah jenis pemborosan yang terjadi karena transportasi yang berlebihan sepanjang proses value stream. Berdasarkan Tabel I.4 diketahui