• Tidak ada hasil yang ditemukan

a) Advertising (Periklanan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "a) Advertising (Periklanan)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Pandemic Covid-19 telah menyebar di Indonesia sejak Maret 2020 yang mengakibatkan banyak kerugian bagi berbagai sektor ditanah air. Salah satu sektor yang sangat terdampak yaitu sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dampak pandemik pada UMKM terlihat dari hasil penelitian pada tahun 2020 yang menunjukan bahwa 68% usaha mikro menghentikan usahanya dan 28% berjalan dengan mengurangi karyawan.(Fiskal, 2020) Berdasarkan data dari Asosiasi Business Development Services Indonesia dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 13 April 2020, Pandemi Covid-19 mengakibatkan 26% UMKM mengalami penurunan penjualan >60%, 36,7% UMKM tidak ada penjualan, dan hanya 3,6% yang mengalami peningkatan (Kemenkeu, 2020).

Pemerintah Indonesia dalam skala domestik memberlakukan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan menetapkan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 31 Maret 2020. Kebijakan tersebut diimplementasikan dengan tujuan menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, namun demikian kebijakan tersebut berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi (Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, 2020). Aliran barang dan jasa serta uang dari rumah tangga, pemerintah, dan bisnis mengalami perubahan aliran dan aktivitasnya pada masa pandemi. Permintaan dari rumah tangga yang rendah menyebabkan sektor bisnis kehilangan pendapatan. Di lain pihak, rumah tangga mengalami kesulitan dalam melakukan konsumsi karena adanya pembatasan kegiatan serta mengalami dampak hambatan logistic akibat PHK. Terganggunya kinerja keuangan rumah tangga dan bisnis selanjutnya akan berimbas pada sektor keuangan (Kotler, 1997).

Sektor bisnis di Indonesia didominasi oleh UMKM yang menyumbang 61% Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. UMKM di Indonesia juga menyerap 97% dari total angkatan kerja dan juga berperan dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Gambaran tersebut menunjukan UMKM berperan penting tidak hanya pada sisi ekonomi namun juga sosial. Peran penting UMKM membuat perlu untuk mengetahui berbagai alternatif cara untuk membantu UMKM dapat beradaptasi dan dapat terus beroperasi selama masa pandemi.

Promosi merupakan kegiatan untuk menyampaikan suatu pesan tertentu tentang produk kepada konsumen dengan harapan dapat membantu pemasaran dan meningkatkan penjualan.

Kegiatan promosi merupakan teknik untuk mencapai sasaran penjualan dengan biaya efektif untuk mempengaruhi sasaran pasar atas produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan (Gitosudarmo, 2000). Salah satu strategi promosi yang dapat menunjang promosi yang optimal adalah strategi promotion mix. Berdasarkan hasil penelitian (Mahendra, 2019) di Sragen, strategi promotion mix terbukti berhubungan dengan peningkatan penggunaan jasa layanan periklanan di PT. Radio Indah Asri Sragen. Strategi promotion mix dinilai lebih efektif karena mencakup komponen periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan perorangaan, dan pemasaran langsung yang dinilai dapat memperkenalkan dan memasarkan produk tepat sasaran (Mahendra, 2019).

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, saat ini kondisi UMKM di Salatiga sedang mengalami penurunan penjualan tak terkecuali UMKM yang bergerak dibidang kuliner. Kebijakan PSBB menyebabkan turunnya jumlah pengunjung dan pendapatan. Salah satu UMKM bidang kuliner yang terdampak adalah Kedai susu The Moo Factory. Kedai susu The Moo Factory milik Rio Giovano yang berusia 30 tahun merupakan salah satu kedai susu

(2)

segar atau susu sapi perah murni yang ada di kota Salatiga. Kedai susu The Moo Factory berada di jalan Monginsidi Salatiga dan telah melaksanakan usahanya sejak bulan Agustus tahun 2018 hingga saat ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik usaha tersebut, pendapatan Kedai susu The Moo Factory sebelum ditetapkanya kondisi pandemi di Indonesia, tepatnya pada bulan Januari dan Februari mencapai Rp 25.000.00,- per bulan. Penurunan pendapatan terjadi pada bulan Maret tepat pada saat mulai menyebarnya Covid-19 di Indonesia dan pemerintah mulai menerapkan berbagai kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi penularan Covid-19. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga bulan Mei dengan total pendapatan terendah mencapai Rp 10.000.000,-.

Kondisi pandemi yang tidak dapat dihindari menyebabkan pemilik usaha perlu melakukan berbagai alternatif cara untuk mempertahankan usahnya. Usaha untuk mempertahankan usaha ini juga dilakukan oleh Kedai susu The Moo Factory melalui strategi promosi yang dianggap memiliki peran besar terhadap peningkatan jumlah konsumen.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa mengenai promosi apa yang sudah dilakukan oleh kedai susu The Moo Factory Salatiga untuk bertahan di saat masa pandemi ini dan bahkan mengalami peningkatan yang signifikan serta untuk mengetahui seberapa besar dampak dari penerapan promotion mix yang sudah mereka terapkan pada penjualan terhadap peningkatan pendapatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran apa yang diterapkan oleh The Moo Factory Salatiga dalam masa pandemic Covid-19 seperti ini agar The Moo Factory Salatiga masih tetap mendapatkan pemasukan walaupun sedang dalam keadaan pandemic Covid-19 ini.

TINJAUAN PUSTAKA 1. Strategi promotion mix

Promosi akan selalu berkaitan dengan usaha untuk mengarahkan sesorang untuk mengenal atau mengetahui perusahaan, produk atau jasa. Promosi merupakan salah satu unsur dari marketing mix atau bauran pemasaran yang penting bagi kegiatan pemasaran dalam upaya mendorong pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk atau jasa.

Promotion mix memiliki lima komponen utama yang dapat menunjang kegiatan operasional promosi supaya menjadi lebih optimal, antara lain yaitu (Fatmasari Handayani, 2021):

a) Advertising(Periklanan)

b) Sales Promotions (Promosi Penjualan) c) Public Relations (Hubungan Masyarakat) d) Personal Selling (Penjualan Individu) e) Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Promotion mix lebih efektif dikarenakan di dalam promotion mix terdapat beberapa komponen yang membantu untuk memperkenalkan produk atau memasarkan produk ataupun jasa sesuai dengan target sasaran (Putri & Triyaningsih, 2013).

a) Advertising (Periklanan)

Kegiatan untuk mengkomunikasikan atau menyampikan informasi mengenai produk atau jasa. Advertising dapat dilakukan melalui berbagai jenis media, antara lain: media cetak, radio, televisi, media social (Mahendra, 2019). Adverising ada 3 jenis yaitu Above The Line (ATL), Below The Line (ATL), dan Through The Line (TTL).

1) Above The Line (ATL)

Pemasaran Above the Line atau periklanan ATL terdiri dari aktivitas periklanan yang sebagian besar tidak ditargetkan dan memiliki jangkauan yang luas. Komunikasi ATL dilakukan untuk membangun merek dan

(3)

menginformasikan kepada pelanggan tentang produk tersebut. Konversi dianggap kurang penting dalam line advertising. Above the Line marketing mencakup strategi pemasaran massal yang sebagian besar tidak ditargetkan dan difokuskan pada pembangunan merek. Komunikasi tidak diarahkan ke grup tertentu melainkan menyampaikan pesan kepada semua orang yang memiliki akses ke sana. Misalnya: televisi, radio, koran, media sosial seperti instagram.

2) Below The Line (BTL)

Below The Linemarketing atau iklan BTL terdiri dari aktivitas periklanan yang sangat spesifik, mudah diingat, dan langsung yang berfokus pada kelompok konsumen yang ditargetkan. Sering kali dikenal sebagai strategi pemasaran langsung, strategi di bawah garis lebih fokus pada konversi daripada membangun merek. Below The Linemarketing mencakup strategi pemasaran langsung yang diarahkan ke kelompok sasaran tertentu dan berfokus pada konversi daripada membangun merek. Misalnya: Email dan sponsorship.

3) Through The Line (TTL)

Through The Line marketing atau periklanan TTL melibatkan penggunaan strategi pemasaran ATL & BTL.Tren konsumen baru-baru ini di pasar membutuhkan integrasi strategi ATL & BTL untuk hasil yang lebih baik.Through the Line marketing atau TTL ini melibatkan pemasar untuk membuat kampanye pemasaran yang mencakup baik strategi ATL & BTL.Ini mengacu pada periklanan 360 derajat di mana kampanye dikembangkan dengan visi membangun merek serta konversi.

Terkadang strategi di atas garis digunakan untuk menjalankan strategi pemasaran langsung mereka.Ini juga termasuk dalam pemasaran TTL. Misalnya:

digital marketing dan menyiarkan iklan produk di radio disertai mengirim direct mail marketing kepada pelanggan yang ditargetkan.

b) Sales Promotions (Promosi Penjualan)

Kegiatan memasarkan produk atau jasa dengan menggunakan komunikasi persuasive guna memasarkan produk atau jasa agar mendapatkan perhatian terhadap produk yang dijual secara lebih dari para calon konsumen (Mahendra, 2019).

c) Public Relations (Hubungan Masyarakat)

Public Relations adalah begian dari sebuah perusahaan. Salah satu cara memertahankan konsumen yang sudah loyal dengan perusahaan adalah dengan membina hubungan yang sangat baik dengan para costumer.Public Relations juga dapat mencipatkan presepsi positif dari para costumer (Mahendra, 2019).

d) Personal Selling (Penjualan Individu)

Personal selling adalah kegiatan mengenalkan produk dengan cara personal secara tatap muka yang dilakukan oleh tenaga penjualan dalam sebuah perusahaan atau calon konsumen dengan bertujuan kegiatan penjualan tersebut dapat membangun relasi dengan para costumer (Mahendra, 2019).

e) Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Kegiatan Direct Marketing atau penjualan langsung adalah salah satu elemen penting dalam promotion mix. Penjualan langsung tidak hanya untuk meningkatkan dari segi penjualan saja, tetapi disisi lain kegiatan penjualan langsung dapat mempertahankan loyalitas costumer. Dimana costumer yang loyal merupakan asset yang sangat penting untuk perusahaan (Somantri, 2005).

2. Penjualan

Penjualan adalah suatu kegiatan yang sangat penting dalam fungsi pemasaran.Aktivitas penjualan merupakan pendapatan terutama dari suatu usaha baik yang berupa Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) maupun perusahaan besar.

(4)

(Simamora, 2015) mengatakan bahwa penjualan adalah hal yang lazim dilakukan dalam suatu usaha dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang atau jasa. Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, faktor- faktor yang mempengaruhi sebagai berikut:

a) Kondisi dan kemampuan penjual

Kondisi dan kemampuan penjual adalah suatu keahlian yang harus dikuasai oleh salesman untuk menciptakan kegiatan penjualan yang berhasil.Salesman skill adalah salah satu modal yang penting dan harus dimiliki oleh seseorang yang bekerja sebagai marketer.

b) Kondisi pasar

Pasar adalah suatu tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk menukarkan barang ataupun jasa. Pasar adalah sebagai kelompok pembeli atau sebagai pihak sasaran dalam penjualan.

c) Modal

Modal adalah sejumlah uang yang digunakan untuk menjalankan sebuah kegiatan-kegiatan bisnis.

d) Kondisi atau iklim organisasi perusahaan

Iklim organisasi adalah lingkungan internal atau sikologi organisasi, iklim organisasi sangat mempengaruhi praktek dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diterima anggota organisasi. Setiap organisasi akan mempunyai iklim organisasi yang berbeda.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus.

Intstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument dengan pendekatan induktif. Pendekatan induktif merupakan pendekatan yang dilakukan dengan cara turun langsung kelapangan untuk melakukan pengamatan serta melakukan wawancara (Matondang, 2009). Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Kedai susu The Moo Factory dengan tujuan menggambarkan strategi promotion mix yang telah dilaksanakan dan dampaknya terhadapat penjualan di Kedai susu The Moo Factory.

Desain penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengenali subjek dan bisa merasakan apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari secara langsung. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh merupakan data primer dan dipaparkan oleh penulis dengan metode deskriptif serta membandingkanya dengan yang ada dalam teori.

Setelah data terkumpul, data divalidasi dengan melakukan pengecekan dengan Tringulasi sumber, teknik, dan waktu. Tringulasi sumber dilakukan dengan mengecek data kepada tiga sumber yaitu pemilik, karyawan, dan konsumen The Moo Factory. Tringulasi teknik dilakukan terhadap tiga sumber yang sama yaitu pemilik, karyawan, dan konsumen namun dengan tiga teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Tringulasi waktu dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi dikedai susu The Moo Factory pada pagi, siang, dan malam hari.

Data yang sudah terkumpul dan tervalidasi selanjutnya dianalisis dengan melakukan reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data peneliti akan mengambil inti sari dari setiap hasil data yang diperoleh terutma data dari hasil wawancara yang sudah terlaksana agar dapat melihat secara detail hasi data tersebut. Peneliti akan mengambil data-data yang sekiranya sesuai dengan indikator strategi komunikasi pemasaran dengan berdasarkan dari jawaban-jawaban dari pemilik kedai susu The Moo Factory, karyawan, dan konsumen. Selanjutnya penyajian data yang diperoleh berupa teks narasi wawancara antara peneliti dan pemilik kedai susu The Moo Factory, karyawan, dan konsumen.

(5)

Selanjutnya penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, sehingga hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan berdasarkan dari data-data yang sudah ada dan dapat menjawab permasalahan yang ada.

HASIL

1. Advertising(Periklanan)

Kedai susu The Moo Factory melakukan kegiatan Advertising (Periklanan) Through The Line marketing atau periklanan TTL yang melibatkan penggunaan strategi pemasaran BTL. Penerapan strategi ini dilakukan dengan melakukan periklanan melalui media sosial berupa Instagram dengan postingan, story dan juga melakukan periklanan secara langsung dengan konsumen melalui pesan personal kepada konsumen untuk menawarkan produknya secara langsung. Kedai susu The Moo Factory hanya melakukan posting rutin 4 kali dalam seminggu yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan hari Sabtu.

Kegiatan periklanan tersebut lebih fokus pada pembuatan instastory sedangkan pengunggahan foto di feeds instagram dilakukan 1 kali dalam satu minggu. Berdasarkan hasil wawancara dengan Rio Giovano, selaku owner dari kedai susu The Moo Factory, berikut ini, “setiap kali saya posting menu dan memberikan promo serta diskon, kedai saya jadi semakin ramai. Apalagi untuk kalangan mahasiswa yang uang sakunya terbatas mereka akan cenderung tergiur dengan produk-produk yang ada diskon dan promonya”.

Kegiatan periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk mempresentasikan dan mempromosikan sebuah barang yang dikemas secara menarik agar dapat memikat perhatian konsumen. Kegiatan periklanan kedai susu The Moo Factory dikemas menarik dengan tampilan yang kekinian sesuai dengan target pasar yaitu mahasiswa. Media sosial yang digunakan juga merupakan media sosial yang banyak digunakan oleh mahasiswa bahkan masyarakat secara umum. Sayangnya, kegiatan periklanan ini masih terbatas dan kurang luas karena hanya menggunakan satu media sosial. Kegiatan periklanan juga masih terbatas di platform online dan tidak memanfaatkan media periklanan online. Hal ini membuat kedai susu The Moo Factory hanya dikenal pada kalangan yang memiliki media sosial dan membatasi pasar dari kedai susu The Moo Factory yang seharusnya bisa mencakup pasar yang luas. Berikut adalah contoh unggahan foto The Moo Factory di Instagram:

Gambar 1. Postingan Instagram yang Diupload Kedai Susu The Moo Factory

(6)

Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa kemasan iklan the Moo Factory sudah cukup menarik dan sangat detail dalam teknik pengambilan gambarnya.

Pengambilan gambar diatas dilakukan oleh team photographer khusus pengambilan foto produk yang disewa oleh The Moo Factor. “Kami menyewa team photographer khsusus yang ahli dalam pengambilan foto produk. Kami harap dengan ini konten Instagram yang diposting di akun Instagram The Moo Factory menjadi lebih tertata dan lebih rapi, sehingga dapat menarik minat para konsumen maupun calon konsumen.” Ucap Ika, selaku admin social media The Moo Factory. Tetapi sayangnya jumlah like yang didapatkan hanya sejumlah empat puluh enam likes. Hal itu menunjukkan belum banyak orang yang menjangkau social media Instagram The Moo Factory.

2. Sales Promotions (Promosi Penjualan)

Kegiatan Sales Promotion (Promosi Penjualan) produk yang ditawarkan oleh kedai susu The Moo Factory juga dilakukan menggunakan media sosial berupa Instagram. Kedai susu The Moo Factory tidak melakukan promo secara terus menerus setiap bulannya, namun hanya pada saat-saat tertentu saja seperti saat hari besar dan hari peringatan seperti, Hari Kemerdekaan, Hari Sumpah Pemuda, Hari Kartini hingga saat SAPAMABA dan hari-hari penting lainnya. Kegiatan tersebut hanya dilakukan melalui media sosial (online) mengingat adanya PPKM yang membuat tidak banyak orang yang meninggalkan kediaman mereka. Kegiatan promosi secara online menurut pemilik juga lebih efektif karena lebih dapat menjangkau sasaran dan lebih mudah serta murah. Promosi online juga lebih tepat sasaran karena followers dari akun instagram kedai susu The Moo Factory merupakan pelanggan setia. Promo dilakukan hanya di hari-hari besar untuk mempermudah pelanggan mengingat bahwa setiap ada hari besar kedai susu The Moo Factory akan memberikan promo dan diskon menarik dengan ketentuan yang unik sesuai dengan hari besar yang tengah dirayakan contohnya seperti memberikan diskon bagi pelanggan yang menunjukan tangan dengan tinta pemilu pada saat event pemilu. Kegiatan ini selain menyemarakan perayaan hari besar, juga membuat promo-promo yang diberikan tidak terkesan monoton. Menurut Rio Giovano, penjualan semakin meningkat saat ia melakukan promo dan diskon, terlebih lagi saat awal-awal masuk perkuliahan/

SAPAMABA kedainya semakin dibanjiri oleh pelanggan-pelanggan baru. Hal ini diperkuat oleh pendapat dari Rio Giovano, selaku owner dari kedai susu The Moo Factory berikut ini, “setiap kali saya melakukan promo dan diskon di Instagram, kedai saya pasti ramai. Apalagi saat awal-awal perkuliahan atau hari-hari besar atau hari peringatan lainnya. Banyak sekali pelanggan-pelanggan saya yang membawa serta teman-temannya untuk nongkrong disini.”. David, selaku pelanggan setia juga memberikan komentar mengenai promo yang diberikan The Moo Factory melalui Instagram, berikut ini, “Saya selalu pantengin IGnya The Moo Factory, apalagi kalua ada promo dan diskon pasti langsung auto beli dan borong sih.” Berikut merupakan salah satu contoh post Instagram promosi Kedai susu The Moo Factory:

(7)

Gambar 2.Promosi Menu yang Diunggah di Instagram Kedai susu The Moo Factory

Selain dengan memberikan promosi pada hari-hari tertentu juga terdapat promo pengumpulan stamp. Pelanggan yang sudah mengumpulkan 18 stamp pada loyalty card akan mendapatkan free susu ice dengan pilihan variant terpilih (thai tea/ vanilla/

strawberry/ chocolate).

3. Public Relations (Hubungan Masyarakat)

Membina hubungan baik dengan konsumen adalah salah satu cara mempertahankan loyalitas pelanggan pada kedai susu The Moo Factory. Hubungan masyarakat bertujuan menciptakan citra positif dari konsumen. Salah satu bentuk kegiatan hubungan masyarakat kedai susu The Moo Factory adalah membagikan susu gratis sebagai takjil pada saat bulan ramadhan. Sasaran kegiatan tersebut adalah tukang parkir, tukang sampah, serta profesi lain yang mau tidak mau harus tetap bekerja di masa pandemi karena upahnya yang bersifat harian. Kegiatan tersebut menurut Rio Giovano sudah direncanakan namun belum dapat terealisasikan dengan maksimal karena sasaran pada saat itu ternyata sulit ditemui dan pembatasan kegiatan masyarakat membuat mobilitas dibatasi sehingga dapat dinilai bahwa kegiatan hubungan masyarakat kedai susu The Moo Factory masih belum terlaksana dengan maksimal dan masih perlu ditingkatkan. Salah satu penerima susu gratis memberi tanggapan “Saya merasa bersyukur bisa mendapat takjil gratis dari The Moo Factory, semoga di bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya The Moo Factory

(8)

bisa terus bagi-bagi takjil. Terima kasih, semoga The Moo Factory sukses terus”. Berikut adalah foto dokumentasi saat The Moo Factory membagikan takjil gratis:

Gambar 3. The Moo Factory Membagikan Takjil Gratis 4. Personal Selling (Penjualan Individu)

The Moo Factory melakukan Personal Selling melalui direct message pada aplikasi Instagram. Pesan yang dikirim dapat secara langsung menjangkau konsumen secara pribadi., Kegiatan ini dilakukan pada saat The Moo Factory mengadakan promo, owner dari The Moo Factory akan menawarkan promo tersebut melalui direct message pada aplikasi Instagram ke pelanggan yang memberikan like pada postingan yang di unggah di instagram dari The Moo Factor. Salah satu pelanggan Maharani Salsabila (20) menyatakan “Saya awalnya kaget tiba-tiba dapat DM dari instagram The Moo Factory kemudian waktu saya buka, ternyata saya mendapatkan promo, jadi saya langsung dating

dan menukarkan promo tersebut.”

Personal Selling yang dilakukan kedai susu The Moo Factory tidak selalu mendapatkan respon dari konsumen. Terkadang pembeli meningkat dan terkadang biasa saja. Ika selaku admin social media The Moo Factory menyatakan “Kadang DM dibalas, kadang cuma dilike, kadang juga nggak dilihat sama sekali”. Salah satu contohnya pesan kepada pelanggan yang hanya dilihat saja dan tidak memberi respon apa-apa:

(9)

Gambar 4. Pesan Pribadi Kepada Salah Satu Pelanggan Kedai Susu The Moo Factory di Instagram Yang Tidak Mendapat Respon

Berikut salah satu contoh pesan kepada pelanggan yang mendapat tanggapan cukup positif:

Gambar 5. Pesan Pribadi Kepada Salah Satu Pelanggan Kedai Susu The Moo Factory di Instagram Yang Mendapat Respon Cukup Positif

Salin penjualan langsung, kedai susu The Moo Factory juga memberikan loyalty card pada pelanggan secara personal untuk mempertahankan hubungan baik dengan konsumen yang sudah loyal dengan kedai susu The Moo Factory. Sejauh ini pemilik kedai hanya memberikan

(10)

kartu member berupa “Loyalty Card End Promo” kepada konsumen dengan batas waktu tertentu. Pada setiap pembelian produk minimal Rp. 20.000 konsumen berhak mendapatkan satu buah cap stempel dari kedai susu The Moo Factory yang bisa ditukarkan dengan produk tertentu jika sudah mencapai 6 cap stempel dengan kurun waktu yang sudah ditentukan.

Dengan pemberian “Loyalty Card End Promo” Rio Giovano mengaku bahwa pelanggannya semakin sering datang berkunjung ke kedainya. Kebanyakan alasan utama pelanggannya yaitu biar dapet makan gratis minggu depan. Hal ini diperkuat oleh pendapat dari Rio Giovano, selaku owner dari kedai susu The Moo Factory, berikut ini, “semenjak saya memberikan

“Loyalty Card End Promo”, pelanggan saya jadi semakin sering kesini. Katanya biar dapat makan gratis minggu depan. Soalnya setiap kali pesan kebanyakan dari merekan sampai Rp.20.000 lebih. Jadi kalau tiap hari mereka kesini setelah 6 hari maka hari ke-7 nya mereka bisa dapat makan gratis”.

Gambar 6. Loyalty Card End Promo di Kedai Susu The Moo Factory 5. Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Kedai susu The Moo Factory melakukan personal selling dengan menawarkan diri untuk mengikuti kegiatan bazar ataupun open stand disaat-saat tertentu. Keikutsertaan Kedai susu The Moo Factory pada kegiatan tersebut menambah jumlah pelanggan serta memperkenalkan Kedai susu The Moo Factory pada pelanggan secara lebih luas. Kegiatan personal selling melalui keikut sertaan Kedai susu The Moo Factory pada kegiatan bazar memberikan keuntungan bagi pengelola Kedai susu The Moo Factory karena menarik pelanggan baru. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pada salah satu pelanggan dengan nama Yoga Anindyo (24) yang menyatakan:

“Saya mengetahui Kedai susu The Moo Factory dari bazar yang dilaksanakan di depan Gedung Pertemuan Daerah (GPD). Awalnya saya hanya iseng mencoba, namun Kedai susu The Moo Factory memiliki susu segar dengan rasa yang enak sehingga saya berinisiatif untuk menanyakan lokasi Kedai susu The Moo Factory. Semenjak saat itu saya sering membeli susu segar di Kedai susu The Moo Factor, terutama sebagai salah satu hidangan pada menu berbuka puasa”.

Berikut post Instagram The Moo Factory saat melakukan Open stand di bulan Ramadhan:

(11)

Gambar 7.Open stand saat bulan Ramadhan “MREMO ON THE STREET 2019 PEMBAHASAN

Kegiatan periklanan di Kedai Susu The Moo Factory dilaksanakan melalui media sosial yang merupakan media daring yang digunakan satu sama lain oleh para penggunanya agar bisa dengan mudah berpartisipasi, berkomunikasi, berbagi, dan menciptakan berbagai konten tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satunya media sosial yang saat ini hits dan diketahui oleh semua kalangan adalah Instagram. Media sosial Instagram merupakan media sosial utama yang digunakan Kedai Susu The Moo Factory untuk mengiklankan produknya.

Hal ini terlihat dari beberapa postingan yang dilakukan oleh pemilik kedai susu The Moo Factory yang sering melakukan promosi dan periklanan di media sosial tersebut. Penggunaan media sosial memungkinkan owner mengiklankan produknya secara bebas dan tanpa batas agar produknya tersebut dapat dilihat oleh semua orang tanpa terkecuali. Terlihat dari jumlah postingan dan pengikut yang terus bertambah seperti berikut ini:

Gambar 8. Laman Utama Akun Instagram Kedai Susu The Moo Factory

(12)

Hal tersebut berarti bahwa kedai susu The Moo Factory telah melakukan periklanan cukup sering dengan selalu update produk terbaru dimedia sosial tersebut. Kesuksesan periklanan kedai susu The Moo Factory tersebut dapat dilihat dari jumlah pengikut Instagram yang terus bertambah yakni mencapai lebih dari 1000 pengikut. Tak hanya pada postingan saja, kedai susu The Moo Factory juga sering melakukan periklanan melalui InstaStory berikut ini:

Gambar 9. Instastrory Kedai Susu The Moo Factory

Dari postingan InstaStory tersebut terlihat bahwa kedai susu The Moo Factory gencar melakukan periklanan dimedia sosial setiap harinya agar menarik minat pelanggan. Dengan kata-kata yang menarik dan strategi marketing yang tepat sehingga konsumen tertarik untuk mencobanya, kedai susu The Moo Factory yakin bahwa ia akan mendapat perhatian oleh calon konsumennya.

Kedai susu The Moo Factory melakukan kegiatan Advertising (Periklanan) Through The Line marketing atau periklanan TTL yang melibatkan penggunaan strategi pemasaran BTL yang berarti bahwa kedai susu The Moo Factory melakukan periklanan melalui media sosial berupa Instagram dengan postingan, story dan juga melakukan periklanan secara langsung dengan konsumen melalui pesan personal kepada konsumen untuk menawarkan produknya secara langsung. Strategi promosi yang kerap digunakan di Kedai Susu The Moo Factory adalah memberikan diskon baik secara langsung maupun secara online seperti melalui Gofood dan Grabfood hingga pemberian Loyalty Card End Promo. Loyalty Card End Promo digunakan untuk menjaga dan mempertahankan hubungan baik dengan para konsumen yang sudah loyal dengan kedai susu The Moo Factory. Dengan pembelian produk minimal Rp.

20.000 pembeli berhak mendapatkan satu buah cap stempel dari kedai susu The Moo Factory, dan bisa ditukarkan dengan produk tertentu jika sudah mencapai 6 cap stempel dengan kurun waktu yang sudah ditentukan. Hal ini dapat dikatakan cukup efektif karena semakin banyak pelanggan yang memiliki kartu member “Loyalty Card End Promo”. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara peneliti dengan owner kedai susu The Moo Factory, Rio Giovano berikut

(13)

ini, “setidaknya saya bisa mendistribusikan kurang lebih 30 kartu Loyalty Card End Promo setiap bulannya kepada konsumen”. Terlihat pula dari salah satu Loyalty Card End Promo milik pelanggan yang sudah terisi penuh berikut ini:

Gambar 10. Loyalty Card End Promo salah satu pelanggan kedai susu The Moo Factory Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan sangat antusias dengan adanya program promo dan diskon yang diantaranya adalah Loyalty Card End Promo yang diberikan oleh kedai susu The Moo Factory, sehingga dapat dikatakan bahwa promosi penjualnya cukup berhasil karena penjualan semakin meningkat yang dapat dilihat dari grafik penjualan tahun 2020 sejak awal juni lalu. Kegiatan Loyalty Card End Promo terbukti berhasil dibuktikan dari hasil wawancara penulis dengan salah satu pelanggan setia The Moo Factory Bernama Sandy “Saya sudah pernah mendapatkan susu gratis dari pengumpulan stamp di Loyalty card, jadi sewaktu promo loyalty card masih ada aku gak pernah lupa bawa Loyalty card setiap aku pergi ke The moo factory”. Dengan pernyataan Sandy dan Rio selaku bisa penulis Tarik kesimpulan bahwa antusias pelanggan sangat besar atas kegiatan promo tersebut dan berhasil menarik minat pelanggan untuk berlomba-lomba memenuhi stamp yang ada di Loyalty card.

Penjualan individu yang dilakukan oleh Kedai Susu The Moo Factory adalah dengan mengikuti bazar untuk menambah pelanggan baru dan memperkenalkan Kedai Susu The Moo Factory secara lebih luas. Kedai susu The Moo Factory melakukan Public Relations (Hubungan Masyarakat) dengan menggunakan kartu member berupa “Loyalty Card End Promo” yang digunakan untuk promosi penjualan. Selain digunakan untuk promosi penjualan, kartu member Loyalty Card End Promo menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat/konsumen. Dengan adanya kartu tersebut, konsumen merasa diuntungkan karena mendapat kesempatan pasti untuk mendapat makanan gratis setelah mendapatkan 6 cap stampel dari kedai. Sejauh ini kedai susu The Moo Factory hanya memberikan hal tersebut kepada pelanggan. Mengingat bahwa kedai susu The Moo Factory belum menjadi perusahaan besar, maka kedai susu The Moo Factory belum bisa memberikan hal lain selain promo, diskon, dan Loyalty Card End Promo.

Meskipun belum ada aksi Public Relations lain seperti memberikan santunan khusus pada anak yatim disekitar, bantuan sosial saat hari raya, dan bantuan saat terjadi bencana, kedai

(14)

susu The Moo Factory yang masih tergolong dalam UMKM dirasa sudah cukup dalam memikirkan hubungannya dengan masyarakat dengan memberikan promo, diskon, dan kartu member yang dapat membantu dan meringankan konsumen sesuai dengan kemampuannya.

Kedai susu The Moo Factory melakukan Personal Selling (Penjualan Individu) dengan mengikuti event bazar dan open stand yang diselenggarakan oleh panitia acara. Hal tersebut dapat menjadi peluang besar untuk mendapatkan pelanggan baru serta memperluas jaringan pemasaran yang nantinya akan meningkatkan penjualan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pada saat penyelenggaran open stand saat bulan Ramadan tahun 2019 dengan tema

“MREMO ON THE STREET 2019” kedai susu The Moo Factory mengalami peningkatan penjualan sebesar 4% dari rata-rata penjualan biasanya yang dapat dilihat dari grafik penjualan bulan Mei 2019 yang menempati peringkat penjualan tertinggi selama tahun 2019.

The Moo Factory melakukan Direct Marketing (Pemasaran Langsung) melalui aplikasi Instagram agar dapat secara langsung tersampaikan kepada konsumen, pada saat The Moo Factory mengadakan promo, tim dari The Moo Factory akan menawarkan promosi tersebut melalui pesan pribadi ke beberapa pelanggan.

Gambar 11. Pesan pribadi kedai susu The Moo Factory kepada salah satu pelanggan Dari gambar tersebut, terlihat bahwa kedai susu The Moo Factory mengirimkan pesan pribadi kepada salah satu pelanggan dengan memberitahukan bahwa ada promo “Gratis Lagi”

untuk pelanggan tertentu yang beruntung mendapatkan pesan darinya. Hal tersebut cukup menarik bagi pelanggan, karena pelanggan mendapatkan promo khusus. Strategi promosi ini dinilai masih belum maksimal karena banyak pelanggan yang ternyata kurang antusian dan tidak menanggapi info tersebut. Pelanggan juga tidak datang untuk memanfaatkan promo tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa strategi tersebut belum efektif, karena masih belum bisa mendapatkan antusias pelanggan 100%. Selain itu pelanggan yang mendapatkannya tak jarang ada yang mengabaikannya karena promo tersebut harus datang ditempat dan tidak bisa take away dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

(15)

Berikut merupakan grafik pendapatan bulanan Kedai susu The Moo Factory pada tahun 2019 yaitu tahun sebelum Pandemi Covid-19 menyebar luas di Indonesia, serta tahun 2020 dan 2021 pada saat pandemic mulai terjadi di Indonesia.

Gambar 12. Pendapatan Kedai Susu The Moo Factory perbulan pada Tahun 2019 Berdasarkan grafik data penjualan diatas, dapat dilihat bahwa penjualan kedai susu The Moo Factory tahun 2019 terus mengalami peningkatan. Pendapatan tertinggi terjadi di bulan Mei dengan total pendapatan mencapai Rp 25.000.000,-.

Gambar 13. Pendapatan Kedai Susu The Moo Factory perbulan pada Tahun 2019 Peningkatan pendapatan terus terjadi hingga awal tahun 2020. Awal Maret menjadi bulan dimana Pandemi telah menyebar di Indonesia dan berbagai kegiatan pembatasan kegiatan mulai dilakukan dan menjadi pukulan yang sengat berat bagi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya kedai susu The Moo Factory Salatiga. Penjualan merosot drastis selama 3 bulan selanjutnya. Hingga pada bulan Mei yang menjadi titik terendah yaitu Rp 10.000.000,- perbulan.

0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Pendapatan kedai susu The Moo Factory 2019

Pendapatan kedai susu The Moo Factory 2019

0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Pendapatan 2020 kedai susu The Moo Factory

Pendapatan 2020 kedai susu The Moo Factory

(16)

Gambar 143. Pendapatan Kedai Susu The Moo Factory perbulan pada Tahun 2019 Pendapatan pada tahun 2021 relatif stabil meski pandemi juga masih terus menyebar di Indonesia. Kegiatan promotion mix juga telah dan terus dilakukan pada tahun ini. Bulan Juli menjadi bulan dengan pendapatan tertinggi yaitu Rp 25.000.000,-.

Berdasarkan grafik data penjualan di atas, dapat dilihat bahwa penjualan kedai susu The Moo Factory tahun 2019 terus mengalami peningkatan bahkan hingga diawal tahun 2020 masih tetap mengalami peningkatan. Awal Maret tahun 2020 menjadi pukulan berat bagi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya kedai susu The Moo Factory Salatiga. Penjualan mengalami penurunan yang signifikan selama 3 bulan sejak kondisi pandemic ditetapkan oleh pemerintah. Kondisi ini mendorong owner kedai susu The Moo Factory untuk segera beradaptasi dengan keadaan dan mencari alternatif jalan keluar dari kondisi tersebut. Awal bulan Juni 2020, inovasi untuk mempertahankan kedainya dilakukan dengan memfokuskan pada pemasaran yang tepat untuk kedainya. Strategi Promotin Mix mulai dilakukan untuk memasarkan produk pada sasaran pasar. Perubahan strategi promosi diikuti dengan pendapatan yang perlahan naik hingga pada akhirnya ditahun 2021 terlihat bahwa data penjualan mengalami fluktuasi namun relatif stabil, sehingga dapat dikatakan bahwa strategi tersebut berdampak pada penjualan kedai susu The Moo Factory.

Hasil wawancara pada beberapa pelanggan yang sering datang di masa pandemi menunjukan bahwa mereka tertarik datang ke kedai susu The Moo Factory meski dalam situasi pandemi adalah karena beberapa faktor. Salah satunya adalah kedai susu The Moo Factory merupakan kedai susu yang konsisten buka dan dapat dilihat aktivitasnya di Instagram “Setiap mau kesini pasti aku cek Instagramnya dulu, karena The moo Factory ini selalu update di Instastory Instagram mereka.”ujar Radit salah satu pelanggan yang penulis wawancarai, dengan aktifnya kegiatan media social Instagram The moo factory, segala informasi bahwa kedai susu buka ataupun tutup bisa tersampaikan ke konsumen. Selain itu beberapa pelanggan yang mendapatkan pesan langsung/Direct message(DM) instagram juga merasa cara tersebut efektif karena pelanggan tersebut tidak sering melihat postingan dari akun instagram kedai susu The Moo Factory dengan adanya mengirim pesan langsung ke pelanggan maka pelanggan bisa mendapatkan informasi bahwa kedai susu The Moo Factory masih tetap beroperasi selama pandemi. Informasi yang sampai ke konsumen yang tepat merupakan bentuk bukti berhasilnya strategi promosi kedai susu The Moo Factory.

0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Pendapatan 2021 kedai susu The Moo Factory

Pendapatan 2021 kedai susu The Moo Factory

(17)

Kedai susu The Moo Factory sudah melakukan hal yang terbaik yang mereka bisa, namun dalam kegiatan promosi The Moo Factory masih memiliki beberapa kekurangan yang menurut penulis bisa ditingkatkan lagi kedepannya, seperti pada strategi advertising mereka yang masih hanya menggunakan Instagram saja yang seharusnya bisa dilakukan di media sosial lain untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pada strategi Public Relation kegiatan yang dilakukan masih sebatas memberikan takjil gratis saat Ramadhan. Selanjutnya pada promosi direct selling yang juga masih dilakukan hanya melalui media sosial Instagram saja.

KESIMPULAN

Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi promosi Promotion Mix yang diterapkan oleh kedai susu The Moo Factory yang meliputi Advertising yang menggunakan media social online Instagram dan juga Sales Promotions dilakukan lewat media social online tersebut dengan mengadakan promo yang bertepatan dengan hari besar (nasional). The Moo Factory juga melakukan strategi dalam meningkatikan loyalitas konsumen dengan kegiatan amal yaitu membagikan susu gratis sebagai takjil pada saat bulan ramadhan.

Dengan target audience yang merupakan kalangan ekonomi rendah seperti tukang parkir, tukang sampah, serta profesi lain yang mau tidak mau harus tetap bekerja dimasa pandemi karena upahnya yang bersifat harian. Personal Selling juga menjadi salah satu strategi promosi dari The Moo Factory dengan menawarkan promo atau produk secara langsung melalui DM(Direct Message) kepada followers dari Instagram The Moo Factory , dan Direct Marketing yang The Moo Factory lakukan dengan cara aktif mengikuti kegiatan bazar yang diselenggarakan di area Salatiga dengan harapan munculnya Brand Awareness The Moo Factory semakin meningkat di kalangan masyarakat Salatiga dan sekitanya. Saat masa pandemi dikatakan berhasil dan berpengaruh positif pada penjualannya. Hal ini terlihat dari grafik penjualan yang semula ditahun 2019 meningkat secara bertahap lalu turun drastis diawal tahun 2020, dan pada akhirnya kembali meningkat dengan stabil di tahun 2021. Hal ini terjadi karena penerapan Promotion Mix yang tepat sehingga owner mendapatkan kepercayaan kembali oleh konsumen dan memulihkan, menstabilkan, dan meningkatkan kembali jumlah penjualannya.

DAFTAR PUSTAKA

Asosiasi Business Development Services Indonesia, & Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Penurunan Penjualan UMKM Imbas Pandemi Covid-19. In Dkatadata.co.id (Issue April).

(18)

Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2020). Laporan Kajian Program Bantuan Modal Usaha Mikro.

Fatmasari Handayani, S. W. (2021). ANALISIS PROMOSI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM MENGGUNAKAN PROMOTION MIX (STUDI KASUS PRODUK GALLERAJ DI KOTA BANDUNGTAHUN 2021) INSTAGRAM SOCIAL MEDIA PROMOTION. Jurnal

Manajemen Pemasaran, 7.

Fiskal, B. K. (2020). Program Bantuan Modal.

Gitosudarmo, I. (2000). Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan Keenam. BPFE.

Kemenkeu. (2020). Kerangka-kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Ekonomi Fiskal Tahun 2021.

Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 287.

Kotler, P. (1997). Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Implementasi. Prehalindo.

Mahendra, R. (2019). Strategi Promotion Mix pada PT. Mizuho Balimor Finance. Prosiding FRIMA (Festival Riset Ilmiah Manajemen Dan Akuntansi), 2, 914–918.

https://doi.org/10.55916/frima.v0i2.121

Matondang, Z. (2009). Validitas dan Realiabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 6(1), 89–97. https://doi.org/10.4028/www.scientific.net/AMM.496-500.1510 Putri, M. A., & Triyaningsih, S. L. (2013). Pengaruh Strategi Pemasaran (Promotion Mix) Iklan Terhadap Peningkatan Pengguna Jasa Layanan Periklanan di PT Radion Indah Asri Sragen.

Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan.

Simamora, H. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Somantri, G. R. (2005). Memhami Metode Kualitatif. Makara, Sosial Humaniora, 9(5), 57–65.

Referensi

Dokumen terkait

Pelangi Surabaya Advertising dan untuk menjadi seorang desainer grafis harus bisa paham dan mengetahui tentang bagaimana materi yang ditentukan oleh pihak

Saya adalah mahasiswa Program Studi S1-Manajemen Universitas Sumatera Utara yang sedang menyusun penelitian yang berjudul “ Pengaruh Daya tarik Rational ( Rational Advertising)

Budget • Memperkirakan biaya rencana pemasaran melibatkan 2 biaya terpisah Memperkirakan biaya media • Mendapatkan dari layanan penelitian media yang menyediakan informasi ini