• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa makan di restoran merupakan sesuatu yang menyenangkan sebagai selingan kegiatan rutin makan di rumah sehari-hari, apalagi dengan adanya perkembangan dunia yang semakin maju dan modern.

Ditambah dengan tingkat perbaikan ekonomi yang semakin tinggi disertai dengan makin banyaknya orang yang keluar rumah untuk berbagai kesibukan, menyebabkan industri restoran dapat berkembang seperti sekarang ini (Sugiarto &

Sulartiningrum, 1996). Lebih lanjut, Dittmer dan Griffin (1993) mengemukakan bahwa meningkatnya permintaan makan di restoran dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan, jumlah keluarga yang kecil, serta perubahan gaya hidup (p. 122). Di lain pihak, restoran baru yang bermunculan berlomba-lomba untuk menawarkan kelebihan yang dimiliki, baik itu dari segi produk, fasilitas, servis, serta faktor- faktor lain yang dapat menarik konsumen.

Perkembangan restoran hingga seperti sekarang ini tentunya tidak dapat lepas dari peranan konsumen, dimana perkembangan restoran saat ini, juga diikuti dengan perkembangan perilaku konsumen. Saat ini banyak sekali pengaruh budaya asing yang mempengaruhi konsumen di Indonesia. Schutte dan Giarlante (1998) mengemukakan bahwa konsumen dengan kebutuhan yang berbeda akan memiliki perilaku yang berbeda pula, tetapi tidak menutup kemungkinan bila perilaku konsumen di suatu negara mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh menyebar dan masuknya budaya asing dalam bentuk nilai, perilaku dan produk.

Menurut pengamatan penulis, salah satu bentuk pengaruh budaya asing yang berhubungan dengan restoran dan mulai berkembang di Indonesia adalah pemberian “tip”. Fenomena ini merupakan kebiasaan yang sudah umum dilakukan oleh orang-orang asing khususnya di negara-negara Eropa dan Amerika. Akan tetapi, akhirnya fenomena tersebut mulai diadaptasi oleh konsumen di Indonesia, meskipun belum secara menyeluruh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mathews, tipping merupakan suatu keputusan pribadi seseorang, bentuk kepuasan dari kualitas pelayanan yang diterima. Selain itu, tipping bukan lagi merupakan

(2)

suatu permintaan akan tetapi telah menjadi suatu kebudayaan sosial. Bahkan, di Amerika Serikat, tipping telah menjadi suatu kebudayaan yang wajib dilakukan.

Secara umum, di Amerika pemberian tip diukur dari servis yang diterima, dimana 10% diberikan untuk servis di bawah rata-rata, 15% untuk servis yang memang seharusnya didapat, dan 20% atau lebih untuk servis yang benar-benar memuaskan (2004). Penulis meyakini bahwa keputusan pemberian tip tersebut sebagai salah satu wujud perilaku konsumen saat membeli produk atau jasa.

Menurut Kotler, perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, yang dapat dikelompokan menjadi faktor budaya, sosial, personal, dan psikologi (Simamora, 2002). Umumnya, pemberian tip banyak dijumpai dalam industri- industri jasa seperti hotel dan restoran.

Dalam penelitian kali ini, penulis ingin meneliti lebih jauh mengenai fenomena dari pemberian tip tersebut di Indonesia khususnya Surabaya serta faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi konsumen dalam keputusan pemberian tip. Penelitian kali ini berfokus pada restoran-restoran table service di Plaza Tunjungan IV Surabaya. Yang dimaksud dengan table service di sini adalah suatu sistem servis atau pelayanan dimana tamu diantar ke meja, kemudian tamu dapat memilih meja sendiri dan tamu akan dilayani di meja mulai dari pemilihan makanan, penyajian makanan, hingga pembayaran (Dittmer & Griffin, 1993).

Penulis memilih restoran table service karena pada restoran table service terdapat kemungkinan yang lebih besar bagi konsumen dalam pemberian tip. Sedangkan pemilihan Plaza Tunjungan IV sebagai objek penelitian penulis, karena saat ini di Plaza Tunjungan IV terdapat banyak restoran table service yang sering dikunjungi oleh masyarakat Surabaya. Di samping itu, dapat dilihat juga bahwa umumnya restoran-restoran table service yang ada di Plaza Tunjungan IV tersebut merupakan restoran menengah ke atas. Penulis menggolongkannya ke dalam restoran menengah ke atas dilihat dari segi harga, pelayanan, dan atmosfer.

Restoran-restoran yang berada di Plaza Tunjungan IV ini terdiri dari berbagai macam jenis restoran yang dilihat dari jenis makanan yang disajikan, mulai dari Western Restaurant, Chinese Restaurant, Thailand Restaurant, Japanese Restaurant dan juga Indonesian Restaurant. Umumnya restoran yang lebih banyak dijumpai di Plaza Tunjungan IV ini adalah Chinese Restaurant.

(3)

Adapun gambaran restoran-restoran yang berada di Plaza Tunjungan IV berdasarkan jenis servisnya, dapat dilihat pada Tabel 1.1

Tabel. 1.1

Nama Restoran dan Jenis Service di Plaza Tunjungan IV

Lokasi Nama restoran Jenis servis

Lantai G 1. Duck King Table service

2. Eaton Bakery and Noodle House Table service

3. Chubo-chubo Counter service

4. X.O Chinese Cuisine Table service

5. X.O Suki Table service

6. Spice Garden Counter service

7. American Grill Buffet service

8. Starbucks Counter service

Lantai UG Daily Bread Counter service

Lantai 1 1. Dome Table service

2. Coffee Bean Counter service

Lantai 2 Bakerzin Table service

Lantai 3 de'excelso Table service

Lantai 4 First café Table service

Lantai 5 1. Hachi-Hachi Bistro Table service

2. Penang Village Table service

3. Ta Wan Table service

4. Bentoya Table service

5. Solaria Table service

6. Jade Imperial Table service

7. Pams Table service

8. Quali (Noodle and Rice) Table service

9. Hanamasa Buffet service

10.Arum Manis Table service

11.Sakura (Tepanyaki and Japanese Food) Table service Sumber: Observasi penulis, September 2006

Untuk memperkuat dugaan mengenai fenomena pemberian tip, maka penulis mengadakan observasi awal pada akhir bulan Agustus 2006, dimana pengamatan dilakukan terhadap sejumlah pengunjung yang memberikan tip di restoran Duck King, yang merupakan salah satu restoran table service di Plaza Tunjungan IV. Berdasarkan hasil observasi tersebut, penulis menjumpai bahwa

(4)

setidaknya dari 10 pengunjung yang makan di restoran Duck King, 3 orang diantaranya yang memberikan tip di restoran tersebut.

Dari fakta-fakta di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai faktor-faktor apakah yang mempengaruhi keputusan seorang pengunjung dalam memberikan tip di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang muncul berkaitan dengan latar belakang di atas, antara lain:

1. Apakah faktor kebudayaan, sosial, personal, dan psikologi mempengaruhi pengunjung secara signifikan dalam keputusan pemberian tip di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya?

2. Faktor apakah yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap perilaku pengunjung dalam keputusan pemberian tip di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya?

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui apakah faktor kebudayaan, sosial, personal dan psikologi mempengaruhi pengunjung secara signifikan dalam keputusan pemberian tip di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya.

2. Untuk mengetahui faktor yang pengaruhnya paling dominan terhadap perilaku pengunjung dalam keputusan pemberian tip di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya.

1.4. Batasan Penelitian

Materi pembahasan ini memiliki ruang lingkup penelitian yang terbatas pada: Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pengunjung di restoran table service Plaza Tunjungan IV Surabaya, khususnya pengunjung di restoran Jade Imperial, X.O Cuisine, dan Duck King. Penulis memilih 3 restoran ini karena berdasarkan observasi penulis, ketiga restoran ini memiliki kisaran harga yang

(5)

hampir sama, yaitu antara Rp 25.000,00 sampai Rp 150.000,00 dengan target market kalangan menengah ke atas.

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini dilihat dari berbagai segi adalah:

1. Bagi Penulis:

a. Hasil penelitian tugas akhir ini diharapkan dapat membantu penulis untuk lebih mengetahui perilaku pengunjung dalam keputusan pemberian tip di restoran table service.

b. Melalui penelitian ini penulis dapat menerapkan pengetahuan yang di dapat selama melakukan studi di Universitas Kristen Petra dengan fakta di lapangan.

2. Bagi Pihak Manajemen Restoran Table Service:

Melalui hasil penelitian tugas akhir ini, diharapkan restoran table service dapat mengetahui bagaimana perilaku pengunjung dalam keputusan pemberian tip.

3. Bagi Pembaca:

Hasil penelitian tugas akhir ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pengunjung dalam keputusan pemberian tip.

Referensi

Dokumen terkait

Solusi dalam mengatasi kendala penetapkan penggunaan, pemanfaatan dan pemindahtanganan aset desa yang dialami di desa Gagaksipat meliputi penetapkan penggunaan aset

Peran majelis ta’lim selaparang dalam pembinaan keagamaan masyarakat adalah Sebagai Tempat Peningkatan Pengetahuan Keagamaan, Tempat Pendidikan Seumur Hidup Berbasis

Pendidikan dan pelatihan kejuruan merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada kebutuhan industri sehingga peningkatan dan pengembangan individu dapat dilakukan di

Hubungan Antara Jumlah Time Slot dengan Waktu Tunggu Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada bab 3 bahwa yang dimaksud dengan waktu tunggu adalah waktu dari

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

yang direkomendasikan Jika produk ini mengandung komponen dengan batas pemaparan, atmosfir tempat kerja pribadi atau pemantauan biologis mungkin akan diperlukan untuk