• Tidak ada hasil yang ditemukan

PSYCHOLOGICAL WELL BEING ISTRI PERTAMA DALAM PERNIKAHAN POLIGAMI (PENDEKATAN STUDI KASUS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PSYCHOLOGICAL WELL BEING ISTRI PERTAMA DALAM PERNIKAHAN POLIGAMI (PENDEKATAN STUDI KASUS)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Religiusitas mempunyai kontribusi sebesar 5,8% dalam mempengaruhi tingkat Psychological well-being pada mahasiswa.. Hal ini

secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi psychological well being pada ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal wanita dimana salah satu

Suprapto dalam Romlah, 2008 menjelaskan bahwa ada dampak – dampak psikologis dari poligami, secara psikologis semua istri akan merasa sakit hati jika melihat suaminya berhubungan

Melihat fenomena diatas membuat peneliti tertarik untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang, “Bagaiman keadaan psychological well-being pada single parent mother dan

Faktor-faktor yang mempengaruhi keengganan istri untuk menggugat cerai suami yang melakukan poligami sirri di Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan : Masi

Perawat dan pasien anak memiliki psychological well-being yang baik sehingga perawat dan pasien anak dapat berfungsi positif secara psikologis.. Kata kunci : Psychological

Salah satu yang mempengaruhi psychological well being seseorang adalah tingkat menjalankan ritual agama seseorang, yang dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas

Tidak adanya hubungan antara aktivitas di media sosial dengan psychological well-being, didukung oleh hasil temuan lainnya yang mengungkapkan bahwa konten hiburan di media sosial lebih