• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

31

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Perusahaan

Disini penulis akan menjelaskan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul karya ilmiah terapan ini yaitu “Analisa kerusakan motor listrik

pada pompa freshwater di atas kapal MT. Bull Flores ”. Sehingga dengan adanya penjelasan tentang gambaran umum objek penelitian ini, pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas kapal MT. BULL FLORES. Kapal ini adalah sebuah kapal yang dimiliki oleh Perusahaan PT. Gemilang, tbk Indonesia Ship Management yang jenis kapalnya adalah tanker ship dengan muatan oil product. MT. BULL FLORES mempunyai data-data kapal sebagai berikut :

Tabel 4.1 ship particular

SHIP PARTICULAR

1. SHIP NAME : MT. BULL FLORES 2. CALL SIGN : Y B G B 2

3. IMO : 9234680 4. PORT REGISTER : JAKARTA

5. FLAG : INDONESIA

6. KIND OFF SHIP : OIL TANKER PRODUCT

7. OWNER : PT. NUSA BHAKTI JAYARAYA

8. KEEL LAID : SEPTEMBER 14th 2001

(2)

32

9. LAUNCHED : SEPTEMBER 12th 2001 10. DELIVERED : MARET 26th 2002

11. BUILDER : HYUNDAI MIPODOCKYARD,SOUTH

KOREA

12. NAVIGATION : OCEAN GOING

LLOYD REGISTER OFF SHIPPING + 100 A1 OIL TANKER AND IMC (IGS) BIRO

KLASIFIASI INDONESIA 13. OFFICIAL NUMBER : GT 23,235

14. L. O. A. : 182.55 Mtr 15. L. B. P. : 175 Mtr 16. BREADTH EXTREAME : 27.38 Mtr 17. DEPTH MOULDED : 16.70 Mtr 18. FREE BOARD MAX : 46.10 Mtr 19. GROSS TONNAGE : 23.235 Tons 20. NETT TONNAGE : 10.129 Tons 21. DEAD WEIGTH : 39,539 Tons 22. LIGHT DRAFT : 2,560 Mtr 23. TROPICAL DRAFT : 11,450 Mtr 24. SUMMER DRAFT : 11,217 Mtr 25. WINTER DRAFT : 10,984 Mtr 26. MAIN ENGINE

MERK : HYUNDAI-MAN B&W

TYPE : 650MC-C Mk7

BHP atau RPM : 12.870 HP atau 127 RPM

(3)

33 27. AUX. DIESEL GENERATOR 3 UNIT

MERK : HYUNDAI 65 23/30 TYPE : HFC 6 564-14K BPH atau RPM : 750 HP atau 720 RPM 28. AUX. BOILER

MERK : KANGRIM

TYPE : MB06SVDY

MAX. PRESS : D: 9 BAR atau W: 7 BAR 29. OWS

MERK : RWO Abwassertechnik GmbH

TYPE : SKIT S

CAP. : 5 M3 atau HR

30. CARGO OIL PUMP (3 UNIT) : FRAMO POWER PACK 1,000 M3atauHx75 M 31. BALLAST PUMP (1 UNIT) : FRAMO POWER PACK 1,000 M3atauHx20 M 32. STRIPPING PUMP (1 UNIT) : CUMMIN DIESEL

33. TANK CLEANING PUMP : CUMMIN DIESEL 34. DERRICK BOOM : 10 TONS x 25 DEGREES 35. CARGO OIL TANK : 12 COT = 42.186.700 M3 (98%)

36. BALLAST TANK : FPT=1593.7 M3 , 2W=2708.4 M3, 3W=2704.4 M3

37. FRESH WATER TANK : 224.6 TON, FEED TANK=78 TON

Sumber : MT. BULL FLORES

(4)

34

2. Sumber data

Dalam penelitian ini penulis memperoleh sumber data dari data kapal, wawancara kepada beberapa informan, dan dari hasil pengamatan sendiri. Data yang di dapat dari data – data kapal adalah ship particular, spesifikasi elektro motor, dan riwayat elektro motor. Ada dua Elektro motor pompa fresh water yang terdapat di kapal MT. BULL FLORES satu elektro motor running dan satu elektro motor stand by jika terjadi trouble. Selain itu kedua elektro motor tersebut running secara bergantian. Jam kerja (running hour) elektro motor nomor 1 telah mencapai 136.511 jam dan elektro motor nomor 2 telah mencapai 114.880 jam. Kedua elektro motor tersebut juga telah mengalami beberapa kali penggulungan ulang rewinding dan insulation varnish pada saat kapal docking dan terjadi kerusakan. Akan tetapi data tentang riwayat elektro motor yang di dapat ini kurang lengkap. Data yang di dapat hanya dari perhitungan masinis IV dan electrician. Data dari Informan didapat dari hasil wawancara kepada electrician dan kepala kamar mesin (chief enginer). Pertanyaan yang di ajukan adalah tentang apa saja penyebab kerusakan elektro motor yang sering terjadi. Menurut informan pertama yaitu electrician penyebab kerusakan pada elektro motor yang sering terjadi adalah faktor usia dari elektro motor tersebut dan faktor lain adalah kondisi di sekitar elektro motor yang kotor dan lembab itu akan menyebabkan elektro motor cepat rusak. Sedangkan menurut informan kedua yaitu kepala kamar mesin (chief enginer) kerusakan pada elektro motor disebabkan kurangnya perawatan pada elektro motor tersebut atau kurang maksimalnya perawatan yang dilakukan. Selain dari sumber data di atas penulis juga memperoleh sumber data dari analisa dan pengamatan sendiri pada elektro motor pompa fresh water. Dari beberapa sumber yang telah di dapat

(5)

35

kemudian penulis mengambil garis besar dan memilah untuk di jadikan bahan penulisan karya ilmiah terapan ini.

B. Hasil penelitian 1. Penyajian Data

Pompa fresh water merupakan salah satu komponen yang sangat berperan penting di kapal yaitu sebagai alat yang berfungsi untuk mendistribusikan air tawar ke akomodasi dan kamar mesin. Diakomodasi air tawar digunakan untuk keperluan sehari – hari seperti mandi, mencuci, dan untuk memasak. Sedangkan di kamar mesin air tawar berfungsi untuk mengisi air boiler yang kemudian di bakar untuk di manfaatkan uapnya, selain itu air tawar di kamar mesin juga berfungsi sebagai pendingin main engine dan pesawat bantu lainnya. Oleh karena itu pompa fresh water berperan sangat penting di kapal. Jika pompa fresh water rusak maka akan berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan sehari-hari diakomodasi dan juga menggangu sistem pendingin pada main engine dan pesawat bantu yang lain. Hal ini juga akan berdampak pada perusahaan kaena kapal tidak akan bisa beroprasi jika tidak adanya system pendingin pada mesin-mesinnya. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan perawatan yang baik pada pompa fresh water terutama pada elektro motornya sebagai penggerak pompa tersebut. Dari hasil pengamatan taruna selama melakukan praktek di kapal MT. BULL FLORES, kondisi elektro motor pada pompa fresh water sangat kurang baik, hal ini di karenakan kurangnya perawatan pada elektro motor tersebut. Kondisi elektro motor tersebut sangat kotor dan body elektro motornya tertutup oleh cat tebal.

(6)

36

Pompa fresh water di kapal MT. BULL FLORES ada dua pompa, satu pompa running dan satu pompa lagi stand by.

Data Elektro Motor Pompa Fresh Water

Merk : HYUNDAI

Type : HK-SD (VERTIKAL)

Power : 15 KW atau 20 HP/ 440 V/ 4 Phase /60 HZ /4 Pole /27A

RPM Max : 1755

Design :B

Insulation Class :F Temperature raise : 40C Locked rotor time : 22 s (hot) Service factor : 1.0 Duty cycle : CONT Ambient temp : 45 C Enclosure : IP55 Efisiency % : 88,5%

Mounting : VERTIKAL Rotation : both

Weight : 143 kg Bearing front : 6314-C3 Bearing rear : 6314-C3 Regreasing amount : 27 g Grease grade : EP2

Brand atau Manf : HYUNDAI Alternative : SIEMENS

2. Analisis Data

Di kapal MT. BULL FLORES perawatan dilakukan secara berkala berdasarkan referensi acuan dari manual book. Perawatan pada elektro motor

(7)

37

ada beberapa kurun waktu untuk melakukan perawatan. Dalam melakukan perawatan saya melakukannya secara mandiri dengan di beri satu kali contoh perawatan oleh electrician. Perawatan elektro motor pompa fresh water kapal MT. BULL FLORES

1. Perawatan harian pada elektro motor.

a. Membersihkan elektro motor dari debu dan kotoran lain.

b. Mengukur temperatur kerja pada body.

c. Periksa kondisi kabel.

2. Perawatan mingguan pada elekto motor a. Mengukur tegangan, frekuensi, dan arus.

b. Mengukur daya yang dibutuhkan beban.

c. Mengkukur RPM maksimal.

d. Cek temperature bearing front e. Cek temperature bearing rear.

f. Cek pelumas bearing.

g. Cek sambungan pada terminal.

3. Perawatan bulanan pada elektro motor a. Pengukuran insulation winding motor.

b. Pemeriksaan vibrasi.

c. Pembersihan air filter ventilation.

d. Penggantian pelumas bearing.

Selain perawatan, pengecekan atau pemeriksaan juga sangat penting dilakukan sebab dengan adanya kita mengecek atau memeriksa secara berkala kita dapat

(8)

38

mengetahui kondisi seperti apakah elektro motor tersebut baik dalam keadaan bekerja maupun dalam keadaan stand by bahkan stop.

Dalam inspeksi pemeriksaan biasanya dilakukan oleh electrician pada elektro motor sebagai penggerak pompa dan masinis IV pada pompanya. Setelah dilakukan inspeksi maka ahli listrik melaporkan kondisi elektro motor kepada masinis IV dan mengadakan mufakat untuk menindak lanjuti bila ada suatu hal yang kurang benar pada elektro motor tersebut. Akan tetapi selama taruna melaksanakan praktek pekerjaan ini saya lakukan sendiri dan melaporkan kepada electrician.

Adapun inspeksi yang dilakukan yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Memeriksa ventilations filter

Hasil pemeriksaan ventilations filter elektro motor 1 dan 2 terdapat kotoran debu yang menumpuk. hal ini di akibatkan saat itu tengah dilakukan pekerjaan chipping di area sekitar oleh mandor (foreman).

2. Memeriksa kebersihan internal rotor, dan stator

Hasil pemeriksaan internal rotor, dan stator elektro motor 1 dan 2 terdapat juga kotoran debu tapi tidak terlalu tebal seperti pada ventilations filter 3. Memeriksa tahanan (resistant)

Hasil pemeriksaan dengan di ukur menggunakan alat megger test/mega ohm di dapat hasil pengukuran

Elektro motor no. 1 : 573 ohm Elektro motor no. 2 : 667 ohm

4. Memeriksa daya, arus, tegangan, dan frekuensi

Hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat multi meter dan tang ampere didapat hasil pengukuran sebagai berikut :

(9)

39

Elektro motor no.1 Rpm : 1750 Arus : 26,7 A Tegangan : 440 Volt Frekuensi : 60 Hz Elektro motor no.2 Rpm : 1753 Arus : 26.8 A Tegangan : 440 Volt Frekuensi : 60 Hz

5. Memeriksa apakah ada keanehan suara pada elektro motor saat bekerja (running)

Hasil pemeriksaan

Elektro motor no. 1 : ditemukan terdengar suara dari elektro motor agak kasar seperti ada gesekan.

Elektro motor no. 2 : suara normal tidak ada suara aneh yang terdengar.

6. Memeriksa apakah ada keanehan pada seksi panel elektro motor (terjadi hunting pada indikator meter, pada frekuensi meter, dan lampu-lampu indikator)

Hasil pemeriksaan pada panel tidak terjadi hunting, frekuensi meter normal 50 Hz, dan lampu indicator source dan running menyala.

(10)

40

Selama penulis melakukan penelitian di atas kapal MT. BULL FLORES ada satu contoh kasus yang saya alami, yaitu saat kapal dalam pelayaran dari Teluk kabung, padang setelah selesai bongkar muatan (discharge) menuju Cilacap revinery II untuk muat (loading). Pelayaran dari Teluk kabung, Padang menuju Cilacap revinery II membutuhkan waktu 3 hari dengan kecepatan rata – rata 10 Knot. Pada pelayaran hari ke 2 kapal berada di selat sunda, saat itu di dalam engine control room alarm temperature pendingin main engine. Lalu oiler jaga melakukan pengecekan, ternyata elektro motor pompa fresh water kondisi mati. Lalu oiler jaga mencoba menghidupkan lagi tiba – tiba elektro motor terlihat terbakar. Kemudian saya melapor kepada masinis jaga, dan dilakukan tindakan pertama yaitu menghidupkan elektro motor pompa fresh water nomor dua yang dalam kondisi stand by. Setelah itu saya memantau temperatur pendingin main engine telah kembali normal. Saya mempersiapkan peralatan untuk membongkar elektro motor pompa fresh water nomor satu. Setelah di bongkar ternyata elektro motor nomor satu ada salah satu lilitan (winding) terbakar dan kondisi lilitan elektro motor kotor dan lembab.

Gambar 4.1 elekto motor nomor 1 yang terbakar

Sumber : MT. BULL FLORES

Setelah dilaporkan kepada kepala kamar mesin (chief enginer) diperintahkan menunggu kapal anchor di Cilacap revenery II baru dilakukan perbaikan. Perbaikan

(11)

41

tidak dilakukan di kapal akan tetapi elektro motor yang rusak di kirim ke darat untuk dilakukan penggulungan ulang pada lilitan (rewinding) karena di kapal tidak ada alatnya.

Tabel 4.2 Data peristiwa terbakarnya elektro motor

Tanggal Tempat Peristiwa Penyebab Tindakan

13-03-2019 At sea

Elektro motor pompa Fresh water no. I terbakar

Kondisi lilitan lembab yang mengakibatkan nilai resistansi lilitan rendah dan terbakar.

Pompa nomor II dinyalakan dan electro motor no.I di lakukan

penggulungan ulang (rewinding) ke darat.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa penyebab terbakarnya elektro motor adalah kondisi lingkungan yang lembab menyebabkan nilai resistansi turun dan lilitan terbakar.

C. Pembahasan

Dalam pembahasan ini penulis akan membandingkan hasil penelitian dengan teori – teori yang didapat, Dan mengetahui penyebab dan cara pencegahan yang harus dilakukan.

1. Penyebab kerusakan pada elektro motor di kapal MT. BULL FLORES Kerusakan pada elektro motor electrician mengatakan bahwa penyebab kerusakan pada elektro motor yang sering terjadi adalah faktor usia dari elektro motor tersebut dan faktor lain adalah kondisi di sekitar elektro motor yang kotor dan lembab itu akan menyebabkan elektro motor cepat rusak. Menurut teori, faktor usia bukanlah penyebab dari kerusakan elektro motor. Berapapun usia dari

(12)

42

elektro motor tidak begitu berpengaruh terhadap kerusakan elektro motor asalkan peawatan dilakukan secara maksimal dan secara rutin. Dari hasil analisa perawatan pada elektro motor pompa fresh water di kapal MT. BULL FLORES tidak dilakukan dengan maksimal dan rutin hal ini di karenakan saat perawatan seharusnya dilakukan ada pekerjaan darurat seperti perbaikan – perbaikan pada main engine dan pesawat – pesawat lain. Hal inilah yang membuat perawatan pada elektro motor menjadi kurang masimal dan menjadi molor bahkan sampai tidak dilakukan.oleh karena itu elektro motor menjadi sering bermasalah. Sedangkan dari pernyataan kedua dari electrican bahwa penyebab kerusakan elektro motor disebabkan oleh kondisi di sekitar elektro motor yang kotor dan lembab. Menurut teori hal ini benar yaitu jika disekitar elektro motor lembab akan menyebabkan nilai resistasi pada lilitan rendah dan menyebabkan hubung singkat pada lilitan dan body motor lalu akibatnya motor bisa terbakar. Kondisi yang kotor juga bisa menyebabkan kerusakan pada elektro motor karena jika kondisi sekitar elektro motor kotor maka air filter akan cepat kotor dan hal ini akan berakiat system pendinginan elektro motor tidak maksimal kemudian suhu dalam lilitan tinggi dan menyebabka elektro motor terbakar.

Dari Hasil pemeriksaan ventilations filter elektro motor 1 dan 2 terdapat kotoran debu yang menumpuk. hal ini di akibatkan saat itu tengah dilakukan pekerjaan chipping di area sekitar oleh mandor (foreman). lalu pemeriksaan pada internal rotor, dan stator elektro motor 1 dan 2 terdapat juga kotoran debu tapi tidak terlalu tebal seperti pada ventilations filter. Dan hasil pemeriksaan resistansi dengan di ukur menggunakan alat megger test/mega ohm di dapat hasil pengukuran :

Elektro motor no. 1 : 573 ohm

(13)

43

Elektro motor no. 2 : 667 ohm

Ini menunjukkan bahwa jika kondisi di sekitar elektro motor yang kotor dan lembab akan menyebabkan nilai resistansi turun dan mengakibatkan electro motor terbakar.

Hal ini juga ditunjukkan oleh contoh kasus yang pernah terjadi bahwa akibat kondisi lilitan yang kotor elektro motor pompa fresh water no. 1 terbakar.

Kemudian menurut KKM (kepala kamar mesin) yang mengatakan bahwa kerusakan pada elektro motor disebabkan kurangnya perawatan pada elektro motor tersebut atau kurang maksimalnya perawatan yang dilakukan. Menurut teori tidak disebutkan bahwa kerusakan elektro motor terjadi karena kurang maksimalnya perawatan. Tetapi dari pernyataan tersebut secara dampak memang akan berpengaruh terhadap kerusakan elektro motor seperti contoh dalam jadwal perawatan grease atau penggantian pelumas pada bearing dilakukan setiap bulan, jika hal ini tidak dilakukan maka pelumasan terhadap bearing kurang maksimal dan akan menimbulkan gesekan atara bearing dan shaft rotor. Dari gesekan itu yang terus menerus tejadi akan menimbulkan panas dan akibatnya elektro motor bisa terbakar. Oleh karena itu perawatan yang maksimal juga sangat penting untuk mencegah kerusakan pada elektro motor.

Dari hasil analisa penulis sendiri penyebab kerusakan elektro motor juga disebabkan oleh kurang perawatan yang akan berdampak pada dua faktor yaitu :

a. Mechanical failure (kerusakan mekanis)

Kerusakan mekanis bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk karena kurang pelumasan, vibrasi yang berlebihan dan tidak imbang, atau karena misalignment. Dan semua penyebab-penyebab itu memiliki kesamaan, yaitu mereka terjadi secara bertahap dan menunjukkan tanda-tanda peringatan. Bunyi gangguan (noise) yang

(14)

44

dapat mengindikasikan adanya tanda awal dari kerusakan mekanis. Selain itu, Pengkaratan juga tergolong kedalam kerusakan mekanis. Pengkaratan terjadi pada bagian-bagian motor yang terbuat dari logam. Pengkaratan dapat terjadi karena adanya korosi dan kontak fisik antara logam tak sejenis dalam kondisi basah. Didalam udara terdapat banyak sekali kotoran dalam bentuk-bentuk debu, partikel debu ini menimbulkan larutan yang sangat asam jika bercampur dengan partikel-partikel air.

b. Low insulation resistance (tahanan isolasi yang rendah)

Tahanan isolasi dari lilitan motor listrik akan menurun (degradasi) seiring dengan waktu. Misalnya, sebuah motor baru atau baru digulung biasanya memiliki tahanan isolasi (diukur dengan megger) diatas 1000 mega ohm. Selama motor itu bekerja maka nilai tahanan isolasi akan menurun hingga batas terendah yang tidak memungkinkan motor bekerja (short). Secara umum disepakati bahwa nilai tahanan isolasi kurang dari 1 mega ohm adalah batas aman dimana motor harus segera di refurbish. Yang paling jelas tentu saja adalah suhu motor itu sendiri. Suhu motor dapat tergantung dari lingkungan (ambient) atau dari beban. Sebagai rule of thumb adalah setiap kenaikan 10 derajat celcius maka nilai tahanan isolasi akan turun 50%. Faktor lingkungan tentunya yang paling mudah adalah memperhatikan ventilasi ruang motor, apakah telah sesuai dengan standar air change rate atau tidak. Selain itu, terdapat juga pengaruh dari ketidakseimbangan tegangan suplai (supply voltage) ke motor pada motor tiga fasa.

Lagi-lagi sebagai rule of thumb perlu diperhatikan bahwa suhu pada lilitan motor akan naik (secara presentase %) sebanding dengan dua kali kwadrat dari ketidakseimbangan tegangan. Jadi ketidakseimbangan tegangan sebesar 5% saja akan mengakibatkan suhu lilitan naik 50%.

(15)

45

Dari beberpa teori yang menyebutkan penyebab – penyebab kerusakan elektro motor, Menurut hasil analisa penulis dua hal di atas adalah penyebab yang paling utama. Karena beberapa masalah seperti kurangnya perawatan, kondisi sekitar elektro motor, dan pengoperasian yang tidak sesuai masalah – masalah ini akan saling berkesinambungan dan berujung pada dua hal utama di atas.

2. Cara mencegah kerusakan pada elektro motor

Setelah kita mengetahui apa sajakah penyebab yang dapat menimbulkan kerusakan pada elektro motor maka kita dapat mengambil kesimpulan dan menarik berbagai metode untuk mencegah kerusakan pada elektro motor tersebut, tentunya berdasarkan perbandingan atau acuan dari para pakar dan referensi para ahli untuk menghindari suatu kerancuan atau kesalahpahaman.

Dari hasil analisa dan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kerusakan pada elektro motor yaitu sebagai berikut:

a. Melakukan perawatan rutin secara berkala

1. Membersihkan elektro motor dari debu dan kotoran lain.

Debu dan kotoran sangat berbahaya, karena jika debu dan kotoran ini menempel pada lilitan maka akan berubah menjadi konduktor yang akan menyebabkan hubung singkat antara lilitan. Oleh karena itu debu dan kotoran harus di bersihkan setiap hari.

2. Mengukur temperatur kerja pada body.

Pengukuran temperature kerja bertujuan untuk memantau keadaan elektro motor apakah bekerja dalam kondisi yang baik atau terindikasi ada kerusakan.

3. Periksa kondisi kabel.

(16)

46

Pemeriksaan kondisi kabel sangat penting dilakukan. Karena hal ini untuk memastikan bahwa elektro motor aman. Hal ini juga bertujuan dalam keselamatan kerja.

b. Perawatan mingguan pada elekto motor 1. Mengukur tegangan, frekuensi, dan arus.

Hasil pengukuran dengan menggunakan alat multitester dan tang ampere didapat hasil pengukuran sebagai berikut :

Elektro motor 1 Tegangan : 440 Volt Frekuensi : 60 Hz Arus : 26,7 A Elektro motor 2 Tegangan : 440 Volt Frekuensi : 60 Hz Arus : 26,8 A

2. Mengukur daya yang dibutuhkan beban.

P = W/t

P : Daya (W(watt)) W: Usaha (J(Joule)) t : Waktu (s(sekon)) Jadi, P = 1750/60

= 29,166 W

3. Mengkukur RPM maksimal.

(17)

47

Hasil pengukuran menggunakan tachometer didapat hasil rpm adalah 1750/min

4. Cek temperature bearing front

Hasil pemeriksaan temperature menggunakan temperature gun didapat hasil pengukuran sebesar 170 ̊ C. Normanya suhu pada bearing high temperature saat dioperasikan adalah 150֯ – 330 ̊ C.

5. Cek temperature bearing rear.

Hasil pemeriksaan temperature menggunakan temperature gun didapat hasil pengukuran sebesar 172 ̊ C.

6. Cek pelumas bearing.

7. Cek sambungan pada terminal.

Hasil dari Pengukuran dan pengecekan mingguan ini didasarkan pada nilai nominal yang tertera pada name palate elektro motor tersebut. Jika hasil yang di peroleh jauh dari nilai nominal, maka elektro motor harus segera di perbaiki. Seperti contoh jika hasil pengukuran arus listrik menggunakn tang amper meleihi nilai yang tertera pada name plate maka elektro motor harus dilakukan sirlak/insulation varnish.

c. Perawatan bulanan pada elektro motor 1. Pengukuran insulation winding motor.

Pengukuran insulation winding dilakukan mengunakan megger test. Dan didapat hasil

Elektro motor 1 : 573 MΩ Elektro motor 2 : 667 MΩ

(18)

48

Hal ini bertujuan untuk mengetahui nilai tahanan isolasi pada lilitan elektro motor. Nilai range minimum dari isolasi motor adalah 500 Mega ohm. Jika sudah di bawah itu maka elektro motor harus di sirlak/insulation varnish.

2. Pemeriksaan vibrasi.

Pemeriksaan vibrasi adalah pengecekan terhadap getaran pada elektro motor.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada ikatan-ikatan yang longgar pada elektro motor atau antara pondasinya.

3. Pembersihan air filter ventilation.

Hal ini betujuan untuk memaksimalkan sistem pendingin pada elektro motor.

Karena jika air filter ventilation tidak di bersihkan maka udara dari luar yang berfungsi sebagai pendingin akan tersumbat oleh kotoran yang menempel pada filter.

4. Penggantian pelumas bearing.

Penggantian pelumas bearing ini bertujuan untuk menghindari gesekan antara shaft elektro motor dengan bearing. Pelumas ini berbentuk grease yang akan kering biasanya dalam waktu 1-2 bulan.

d. Melakukan perbaikan bila terjadi kerusakan

Setelah kita melakukan inspeksi pemeriksaan seperti diatas dan menemukan gejala- gejala atau bahkan kerusakan-kerusakan kecil maupun besar, maka disinilah kita akan menentukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan. Biasanya setelah dilakukan perawatan akan terlihat nilai yang sudah tidak normal pada insulation motor, dan ini harus di lakukan langkah perbaikan yaitu dengan meakukan insulation varnish. Dengan dilakukan insulation varnish akan meningkatkan nilai insulation motor.

(19)

49

Ini semua untuk menjaga agar elektro motor tetap dapat berjalan dengan baik dan normal serta termonitoring dengan skala waktu selama mungkin. Sehingga dengan demikian tidak akan mengganggu kinerja pesawat lain yang ada diatas kapal.

(20)

50

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Kerusakan pada elektro motor di kapal MT. BULL FLORES di sebabkan oleh kurang maksimalnya perawatan yang berdampak pada dua hal utama yaitu : Mechanical failure (kerusakan mekanis) dan Low insulation resistance (tahanan isolasi yang rendah).

2. Agar elektro motor dapat bekerja secara optimal dan selalu dalam keadaan normal maka harus dilakukan pemantauan (monitoring) dan perawatan secara rutin.

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan serta kesimpulan yang telah dikemukakan, berikut ini adalah beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan dan bagi peneliti selanjutnya yaitu:

Bagi perusahaan :

1. Penempatan elektro motor sebaiknya pada tempat yang bersih dan tidak lembab. Hal ini bertujuan agar elektro motor tidak cepat rusak.

2. Perawatan pada elektro motor hendaknya di lakukan secara maksimal untuk mencegah keruskan pada elektro motor dan memperpanjang usia elektro motor.

(21)

51

3. Jika sedang dilakukan pekerjaan lain di sekitar elektro motor sebaiknya terlebih dahulu kita amankan elektro motor dengan memberi penutup agar tidak ada dampak yang akan mengakibatkan elektro motor rusak.

4. Sebelum melakukan perawatan hendaklah kita membuat perencanaan agar perawatan tersebut terlaksana dengan lancar.

Bagi peneliti selanjutnya :

1. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih sistematis dalam melakukan pencatatan dan lebih cermat dalam pengumpulan data.

Gambar

Tabel 4.1 ship particular
Gambar 4.1 elekto motor nomor 1 yang terbakar
Tabel 4.2 Data peristiwa terbakarnya elektro motor

Referensi

Dokumen terkait

Deskripsi : Akan dilakukan pembangunan jalan dan jembatan, normalisasi saluran bawah tol, pembangunan tanggul serta pembangunan tendon untuk air hujan.. Waktu : Tahun 2017

y Pelajar bumiputera lupa bahawa mereka bukan lagi sentiasa mendapat pembelaan daripada kerajaan, mereka perlu bekerja keras untuk berada setanding mereka perlu bekerja keras

Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan yang tercantum dalam Halaman III DIPA diisi sesuai dengan rencana pelaksanaan kegiatan.. Tanggung jawab terhadap penggunaan anggaran

[r]

Ini juga berkaitan dengan kelebihan media film yang disajikan dalam mata kuliah di Jurusan Sejarah dapat membawa secara tidak langsung mahasiswa sebagai responden dari suatu

Dibuat dari bahan dasar yang sedikit berbeda dengan Kapal Selam atau Lenjer Adonan Adaan dibuat dari bahan dasar pempek yang mirip dengan yang digunakan Kapal Selam dan Lenjer, tapi

Maka pola pembelian konsumen yang membeli obat dexa dan troviacol bersamaan dengan obat avarin memiliki frekuensi yang tinggi yaitu mempunyai nilai confidence 1 dari

Hasil: Penelitian menunjukkan Dari segi karakteristik tentang intensitas rasa nyeri terhadap pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim berdasarkan karakteristik akseptor AKDR