PAKAN UNGGAS
KONVENSIONAL DAN INKONVENSIONAL
I GST. NYM. GDE BIDURA
DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI
DEWI AYU WARMADEWI
Udayana University Press
2010
PAKAN UNGGAS
KONVENSIONAL DAN INKONVENSIONAL
I GST. NYM. GDE BIDURA
DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI
DEWI AYU WARMADEWI
Udayana University Press
2010
PAKAN UNGGAS
KONVENSIONAL DAN INKONVENSIONAL
I GST. NYM. GDE BIDURA
DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI
DEWI AYU WARMADEWI
PRAKATA
Paradigma baru pembangunan peternakan perunggasan dalam kerangka agribisnis memberikan peluang bisnis yang lebih banyak yang dapat dilakukan dan diberdayakan. Pengembangan industri pakan pada sub-sistem hulu merupakan bagian terpenting yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan peternakan unggas, mengingat kebutuhan akan pakan tidak mungkin disubstitusi oleh sarana produksi yang lain. Melihat peran dan kontribusi, serta posisi sub-sektor peternakan dalam perekonomian nasional, maka pembangunan sub-sektor peternakan unggas menjadi suatu alternatif pilihan bagi pemerintah dan masyarakat.
Percepatan pembangunan peternakan unggas juga akan menyediakan bahan pangan hewani atau menambah penawaran produk peternakan yang akan menciptakan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia. Peningkatan kebutuhan akan protein hewani akan berkorelasi positif dengan peningkatan jumlah kebutuhan akan produksi ternak, sehingga akan merangsang peningkatan jumlah populasi ternak, yang tentunya akan meningkatkan kebutuhan akan pakan. Tumbuh kembangnya industri pakan unggas juga akan didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah, sehingga kendala impor dapat diatasi dan bukan merupakan suatu masalah yang besar dan ditakuti.
Akhirnya, keberhasilan pembangunan peternakan unggas memang tidak saja tergantung pada perkembangan industri pakan, karena sesungguhnya terdapat beragam integrasi yang masih perlu disatukan. Industri pakan ternak merupakan komponen terpenting dari sekian banyak komponen penting lainnya dalam pengembangan sub-sektor peternakan, sehingga investasi untuk pengembangan bisnis industri pakan dapat menjadi salah satu faktor pendorong bagi tumbuh kembangnya usaha peternakan dan tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Buku ini akan menguraikan pokok persoalan (isu) dalam pemilihan bahan pakan untuk ternak unggas dan strategi mengontrol kualitasnya. Produk limbah agro-industri pertanian merupakan pakan ternak alternatif yang mengandung potensi yang sangat besar, baik sebagai sumber energi, sumber serat, ataupun sumber makronutrien lainnya. Faktor pembatas penggunaannya dalam ransum unggas adalah tingginya kandungan asam fitat, tannin, dan serat kasar dari limbah tersebut, karena ternak unggas tidak dapat mencerna senyawa tersebut.
Di samping itu, pengontrolan terhadap kualitas pakan juga diperlukan karena pengontrolan dapat dilakukan dengan mudah, benar, dan efektif. Strategi tersebut berupa pengembangan dan pelaksanaan sistem pengawasan kualitas pakan termasuk di dalamnya keamanan pakan secara terpadu. Luaran dari penerapan sistem ini adalah jaminan kualitas dan kepuasan semua pihak, sehingga penerapan sistem ini akan memberikan perlindungan dari ancaman bahaya fisik, kimia, dan biologi.
unggas akan diubah menjadi daging dan telur. Harapan peternak dalam memelihara ternak unggas adalah untuk mendapatkan produksi telur dan daging yang memadai. Hal tersebut akan dapat dicapai bila ternak unggas mendapat formula ransum yang sempurna. Untuk tujuan tersebut, diperlukan pengetahuan yang mendalam mengenai pengertian pokok dari ilmu makanan ternak, antara lain komposisi dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, proses faali di dalam tubuh unggas, metabolisme, dan kebutuhan unggas akan zat makanan untuk hidup pokok, pertumbuhan, dan produksi.
Buku ajar ini juga memuat dan menyajikan beberapa hasil penelitian dalam penerapan pemberian pakan alternatif pada unggas. Karena itu, sasaran utama pengguna buku ajar ini adalah mahasiswa peternakan tingkat sarjana maupun pascasarjana di bidang peternakan dan yang terkait dengannya. Selain itu, buku ini juga akan bermanfaat bagi mereka yang berkecimpung atau setidaknya menaruh minat di bidang peternakan, karena dalam buku ini juga diberikan beberapa hasil penelitian dan pemanfaatan berbagai macam pakan alternatif (inkonvensional).
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua Lembaga Penelitian Universitas Udayana (Unud), dan DP2M Dikti, Depdiknas di Jakarta atas kesempatan dan dana yang diberikan kepada penulis untuk meneliti penggunaan bahan pakan alternatif pada ternak, juga kepada Kepala UPT Penerbit Unud, yang telah membantu, memfasilitasi, dan mendorong untuk membuat buku ajar. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Bapak Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, atas waktu dan dorongan yang diberikan sehingga penyusunan buku ajar ini dapat terselesaikan. Penerbitan buku ini pun akan sulit terwujud bila tidak ada kesempatan dan bimbingan dari bapak Prof. Ir. Dewa Ketut Harya Putra, M.Sc. Ph.D. Beliau sendiri adalah Kepala UPT Penerbit dan Dewan Penyunting Buku Ajar Unud. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada beliau. Juga disampaikan ucapan terimakasih kepada sdr. I Made Suyasa, SE yang telah banyak membantu dalam pengetikan dan pencarian pustaka, baik melalui internet maupun dalam jurnal di perpustakaan.
Akhirnya, penulis berharap semoga buku ini berguna untuk menambah pengetahuan dan menjadi rujukan dalam penyusunan ransum ternak unggas berbasis bahan pakan lokal dengan memperhitungkan prinsip-prinsip ekonomi, sehingga produktivitas ternak dapat ditingkatkan. Buku ajar yang sederhana ini tidak akan sempurna bila tidak ada kritik saran dari pembaca. Oleh karena itu, segala kritik dan saran untuk kesempurnaan buku ajar ini sangat kami harapkan.
Denpasar, Januari 2010 Hormat kami,
DAFTAR ISI
PRAKATA... v
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR... xvii
I. PENDAHULUAN... 1
1.1 Pengertian Pakan dan Ransum... 1
1.2 Ransum Unggas... 3
1.3 Kendala dan Risiko Ketersediaan Bahan Pakan ... 5
1.4 Strategi Peningkatan Produksi Pakan... 6
1.5 Strategi Pemakaian Bahan Baku Pakan Lokal... 9
1.6 Keterbatasan Nutrisi Pakan... 12
1.6.1. Serat Kasar... 13
1.6.2. Senyawa Fitat... 14
1.7 Enzim Sebagai Pakan Tambahan... 15
1.8 Kandungan Nutrisi Pakan Mempengaruhi Pencemaran Lingkungan... 20
II. SISTEM PENCERNAAN TERNAK UNGGAS... 23
2.1 Perkembangan dan Pembagian Organ Pencernaan... 23
2.2 Enzim Pencernaan pada Unggas ... 25
2.3 Absorpsi Zat Makanan ... 29
2.4 Mikroorganisme Saluran Pencernaan... 31
2.5 Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Mikroflora Saluran Pencernaan ... 34
2.6 Bakteri Probiotik... 35
III. PERAN ZAT GIZI DALAM TUBUH UNGGAS... 37
3.1 Air... 37
3.2 Protein... 40
3.2.1. Perhitungan Kebutuhan Akan Protein dan Asam Amino dari Jumlah yang Disimpan atau Digunakan oleh Ayam ... 42
3.2.2. Defisiensi Protein... 49
3.2.3. Kelebihan Protein... 51
3.2.4. Pakan Sumber Protein... 52
3.3 Energi... 53
3.3.1. Kebutuhan akan Energi... 53
3.3.2. Imbangan Energi dan Protein (Energy-Protein Ratio)... 56
3.4 Lemak... 57
3.4.2. Pengaruh Lemak Makanan terhadap Lemak Tubuh... 60
3.5 Serat Kasar... 61
3.6 Mineral... 63
3.7 Vitamin... 65
IV. PAKAN UNGGAS KONVENSIONAL... 67
4.1 Pakan Unggas... 67
4.2 Pakan Unggas Konvensional... 68
4.2.1. Jagung Kuning... 68
4.2.2. Kacang Kedelai... 71
4.2.3. Dedak Padi... 73
4.2.4. Pollard... 76
4.2.5. Sorghum (Sorghum bicilor)... 80
4.2.6. Bungkil Kelapa... 82
4.2.7. Bungkil Kacang Tanah... 84
4.2.8. Tepung Ikan dan Udang... 84
4.2.9 Minyak atau Lemak ... 89
4.2.10 Bahan Pakan Sumber Mineral... 91
4.3 Bentuk Ransum Unggas... 93
V. PAKAN UNGGAS INKONVENSIONAL... 97
5.1 Kulit Biji Kacang Kedelai... 97
5.1.1 Fermentasi Kulit Kacang Kedelai... 99
5.1.2 Respons Unggas terhadap Pemberian Kulit Kacang Kedelai .... 101
5.2 Kulit Cokelat (Theobroma cacao)... 103
5.3 Ampas Tahu... 106
5.9 Serbuk Gergaji Kayu... 118
5.10 Kotoran Ayam... 120
5.11 Bulu Ayam... 125
5.12 Isi Rumen... 128
5.13 Bahan Pakan Produk Terfermentasi ... 130
VI. PAKAN HIJAUAN UNTUK UNGGAS... 135
6.1 Hijauan untuk Unggas... 135
6.2 Senyawa Fitokimia pada Tumbuhan... 135
6.3 Duckweed (Lemnna minor)... 136
6.5 Eceng Gondok... 140
6.6 Rumput Laut (Gracillaria sp) ... 144
VII. PAKAN TAMBAHAN... 148
7.1 Asam Amino Sintetis... 148
7.2 Enzim... 150
7.2.1. Penggunaan Enzim pada Ransum Unggas... 150
7.2.2. Mekanisme Kerja Enzim ... .. 152
7.2.3. Sumber Enzim... 154
7.2.3.1. Sumber Enzim hewani... 154
7.2.3.2. Sumber Enzim Nabati... 157
7.2.4. Pengaruh Enzim pada Unggas... 159
7.3 Hormon... 161
7.4 Senyawa Pemacu dan Penghambat Pertumbuhan... 163
VIII. PENGUJIAN KUALITAS PAKAN... 167
8.1 Pengontrolan Kualitas Pakan... 167
8.2 Penentuan Kualitas Pakan... 168
8.2.1. Pemeriksaan Fisik... 168
8.2.2. Pemeriksaan Biologi dengan Mikroskop... 169
8.2.3. Analisis Kimia (Proksimat) ... 169
8.2.4. Analisis Van Soest... 171
8.2.5. Uji Organoleptik ... 172
8.2.6. Uji Densitas ... 174
8.2.7. Uji Kelarutan Total Gula dan Lignin... 174
8.2.8. Uji Kelarutan Protein... 175
8.2.9. Uji Urea dan Aktivitas Urease... 175
8.3 Senyawa Pencemar Pakan... 176
8.3.1. Pakan Terkontaminasi Mycotoxin... 177
8.3.2. Pakan Mengandung Antibiotik... 178
8.3.3. Pakan Mengandung Bahan Kimia Pertanian dan Lainnya... 179
8.3.4. Pakan Mengandung Agen Infeksi ... 179
X. PENUTUP... 181
DAFTAR TABEL
No Teks Halaman
1 Impor jagung dan bungkil kacang kedelai beberapa negara ASEAN... 6
2 Penyusunan ransum ayam broiler berbasis bahan pakan jagung dan kacang kedelai (kiri), serta penyusunan ransum berbasis limbah dan pakan nontradisionil (kanan)... 18
3 Sumber dan fungsi enzim pencernaan pada ternak unggas ... 27
4 Jumlah bakteri pada organ saluran pencernaan ayam ... 33
5 Pengaruh temperatur air minum terhadap produksi telur ayam... 38
6 Kebutuhan akan energi dan protein pada ayam broiler... 44
7 Kebutuhan akan energi dan protein pada ayam petelur (White Leghorn) yang belum bertelur... 45
8 Kebutuhan akan energi dan protein pada ayam petelur (White Leghorn) yang sedang bertelur... 45
9 Kebutuhan akan asam amino untuk ayam broiler dan petelur sesuai dengan fase pertumbuhan... 47
10 Pengaruh tingkat protein dalam ransum terhadap produksi telur ayam (fase peneluran pertama)... 50
11 Imbangan antara energi termetabolis (EM) dan protein kasar (PK) untuk ayam pedaging berdasarkan fase pertumbuhan (awal dan akhir)... 54
12 Pengaruh tingkat protein dalam ransum terhadap nitrogen dan energi termetabolis pada itik Bali jantan per hari selama percobaan ... 55
13 Bilangan iodium dari beberapa bahan pakan untuk ternak... 61
14 Komposisi kimia berbagai jenis dedak padi... 74
15 Tingkat penggunaan dedak padi dalam ransum unggas... 76
16 Pengaruh penambahan enzim cairan rumen pada wheat pollard terhadap persentase polisakarida, oligosakarida, dan energi termatabolis wheat pollard pada broiler... 79
17 Perubahan kadar gula, polisakarida, oligosakarida, dan energi termetabolis wheat pollardyang diberi enzim rumen ... 79
18 Kandungan nutrisi tempe sorghum... 81
19 Kecernaan protein kasar, kecernaan lemak kasar, dan kecernaan serat kasar tempe sorghum pada masing-masing perlakuan... 82
21 Kandungan protein dari beberapa bahan pakan asal hewan... 89 22 Pengaruh penggunaan zeolit dalam ransum terhadap nilai cerna dan laju
aliran ransum pada ayam broiler ... 93 23 Komposisi kimia kacang kedelai dan kulit ari kacang kedelai, yang diperoleh
lewat perebusan (cara A) dan perebusan-perendaman (cara B)... 98 24 Kandungan zat makanan kacang kedelai sebelum diolah dan setelah diolah
menjadi tempe ... 100 25 Pengaruh penggunaan tepung kulit kacang kedelai terfermentasi dengan ragi
tape terhadap penampilan ayam broiler umur 2-7 minggu... 101 26 Respons ayam broiler umur 2-6 minggu terhadap pemberian kulit ari kacang
kedelai yang difermentasi probiotik Starbio... 102 27 Pengaruh penggunaan pod kakao yang disuplementasi ragi tape dalam ransum
terhadap distribusi lemak tubuh (% berat potong) itik Bali jantan ... 106 28 Pengaruh penggantian penggunaan jagung kuning dalam ransum basal dengan
campuran limbah roti dan tepung daunduckweed(LRDW)... 110 29 Perubahan zat gizi onggok sebelum dan sesudah difermentasi dengan kapang
Aspergillus niger... 114 30 Kandungan zat makanan ubi jalar (Ipomea batatas L)... 117 31 Kandungan zat gizi jagung kuning, tepung ubi jalar, dan tepung ubi kayu (
as-fed-basis)... 118 32 Perubahan kandungan nutrisi serbuk gergaji kayu yang mengalami
deamoniasi dan fermentasi denganTrichoderma viredeae... 119 33 Pengaruh penggantian dedak padi dengan sekam padi atau serbuk gergaji
kayu yang disuplementasi dengan Starbio terhadap efisiensi penggunaan ransum dan kadar asam urat darah itik... 120 34 Kandungan zat makanan pada kotoran ayam ras... 122
35 Pengaruh penggunaan kotoran ayam ras petelur dalam ransum terhadap produksi telur dan efisiensi penggunaan ransum pada ayam Lohmann Brown fase peneluran pertama... 123 36 Perubahan komposisi kimia kotoran ayam petelur yang difermentasi dengan
EM41(%)... 123 37 Kandungan zat makanan dari isi rumen sapi, kerbau, dan domba... 129 38 Pengaruh pemberian ransum basal terfermentasi dengan Starbio terhadap
penampilan itik Bali jantan umur 2-8 minggu... 131 39 Pengaruh pemberian ransum terfermentasi pada itik Bali jantan umur 2-8
40 Pengaruh pemberian ransum terfermentasi dengan ragi terhadap penampilan broiler umur 2-6 minggu... 134 41 Pengaruh penggunaan tepung daun duckweed dalam ransum terhadap
penampilan itik Bali jantan umur 0 8 minggu... 138 42 Pengaruh penggunaan tepung daun duckweed dalam ransum terhadap bobot
dan komposisi fisik karkas itik Bali jantan umur 0-8 minggu... 138 43 Kandungan nutrisi eceng gondok (Eichornia crassipes)... 141 44 Pengaruh tingkat pemberian tepung eceng gondok (Eichornia crassipes)
dalam ransum terhadap penampilan ayam buras umur 0-12 minggu... 143 45 Pengaruh penggunaan tepung rumput laut sebagai sumber serat terlarut (agar)
dalam ransum terhadap penampilan, karkas, perlemakan, dan kolesterol darah itik Bali jantan umur 2-8 minggu... 146 46 Pengaruh penambahan asam amino lysin sintetis (L-lysine) dan probiotik
(EM-4) melalui air minum terhadap penampilan dan jumlah daging dada (breast) ayam buras umur 8-14 minggu ... 149 47 Beberapa jenis mikroba yang menghasilkan enzim yang diproduksi untuk
tujuan komersial ... 156 48 Pengaruh suplementasi enzim kompleks dalam ransum berprotein rendah
terhadap penampilan ayam jantan tipe petelur... 160 49 Pengaruh pemberian ekstrak hipofisa sapi secara intramuskuler terhadap
DAFTAR GAMBAR
No Teks Halaman
1 Bentu ransum komplit yang beredar di pasaran ... 4
2 Sekum dan kolon dari ayam yang mampu mencerna serat kasar... 11
3 Pemeliharaan ayam dengan sistem litter... 18
4 Bagan/susunan alat pencernaan ternak unggas... 21
5 Cara pemberian air minum pada kandang sistem litter ... 32
6 Diagram skematik dari protein sejati... 33
7 Tingkat protein dalam ransum mempengaruhi kuantitas dan kualitas telur... 40
8 Kondisi fisik ayam yang mengalami kekurangan protein atau asam amino... 41
9 Pembagian karbohidrat menurut Chot dan Annison (1990) ... 52
10 Jagung kuning kaya akan pigmenxanthophils... 57
11 Bentuk fisik jagung kuning sebagai pakan unggas sumber energi ... 58
12 Tepung kacang kedelai dan bungkil kacang kedelai... 59
13 Dedak padi sebagai pakan unggas sumber energi... 63
14 Pollard mengandung protein dan energi yang lebih tinggi daripada dedak padi... 65
15 Bungkil kelapa sebagai bahan pakan sumber protein... 70
16 Bentuk fisik tepung ikan... 72
17 Tepung batu kapur sebagai sumber mineral kalsium (Ca)... 77
18 Bentuk ransum komplit untuk unggas yang beredar di pasaran... 79
19 Bagan alur proses pembuatan ransum bentuk pellet dan crumble ... 80
20 Ilustrasi penggunaan bahan pakan dalam penyusunan ransum... 81
21 Proses pembuatan tepung kulit ari kacang kedelai mulai dari perendaman kacang kedelai pada proses pembuatan tempe sampai menjadi tepung... 84
22 Buah cokelat... 89
24 Bentuk fisik ampas tahu, segar, kering, dan tepung... 92
25 Ubi kayu sebagai pakan alternatif sumber energi... 96
26 Onggok merupakan ampas hasil pemerasan ubi kayu dalam proses pembuatan tapioka. ... 98
27 Kandang ayam berlantai cage ; kotoran ayam petelur yang tertampung sangat potensial sebagai pakan alternatif... 105
28 Bulu ayam broiler segar (kiri) dan sudah mengalami hidrolisis (kanan) sebagai pakan alternatif sumber protein... 109
29 Tanamanduckweedsebagai sumber protein dan zat warna karoten... 118
30 Tanaman lamtoro dan hijauan lainnya... 121
31 Cara pembuatan tepung eceng gondok (searah jarum jam)... 123
32 Berbagai jenis gulma rumput laut... 125
33 Tepung rumput laut untuk campuran ransum unggas... 126