GAMBARAN UMUM PELATIHAN
LATAR BELAKANG
Angka Kematian Ibu di Timor Leste termasuk sangat tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian ibu di berbagai negara dalam kawasan Asia Tenggara. Seperti di banyak negara berkembang lainya, penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, hipertensi dan infeksi. Perdarahan merupakan komplikasi persalinan yang dapat terjadi pada kehamilan muda, selama dan segera setelah persalinan. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan tahun 2010 menyebutkan Rasio Kematian Maternal (MMR) adalah 557/100.000 kelahiran hidup.
Faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kasus kematian ibu adalah rendahnya status kesehatan reproduksi, kurangnya asupan nutrisi, dan belum berjalannya budaya hidup bersih dan sehat. Komplikasi abortus berkontribusi terhadap 13% dari total kematian ibu. Faktor pelayanan yang berkontribusi terhadap kematian ibu adalah rendahnya kualitas pelayanan karena petugasnya tidak kompeten, kurangnya utilisasi fasilitas kesehatan, dan terbatasnya sumberdaya (resources) kesehatan.
Proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih telah meningkat dari 24%
pada tahun 2002 menjadi 30% pada tahun 2009 tetapi tetap saja tergolong lambat jika hal tersebut dicapai dalam waktu 7 tahun. Sekitar 30% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, perawat atau asisten perawat) dimana bidan memiliki proporsi paling tinggi, dokter hanya 3% dan perawat kurang dari 1% sebagai penolong persalinan.
Proporsi kematian yang disebabkan oleh perdarahan menempati posisi tertinggi diantara tiga penyebab utama kematian ibu yaitu perdarahan, eklampsia, dan sepsis. Ironisnya, semua penyebab utama tersebut, digolongkan sebagai penyulit atau komplikasi yang sebenarnya dapat dihindarkan jika kehamilan dan persalinan direncanakan dan diinginkan, diasuh dan dikelola secara benar. Kondisi patologis hanya terjadi pada sekitar 10-12% dari total kehamilan dan persalinan. Dengan kata lain, sebagian besar (88-90%) kehamilan atau persalinan akan berlangsung secara normal.
Di seluruh Timor Leste terjadi sekitar 45,000 persalinan per tahun dengan sekitar 400 ibu meninggal akibat risiko atau komplikasi fungsi reproduksi (seorang ibu meninggal per hari).
Salah satu hal yang membuat tingginya komplikasi persalinan yang dapat berakhir dengan kematian ibu adalah kurangnya jumlah dan tidak meratanya penyebaran tenaga kesehatan terlatih yang kompeten untuk memberikan asuhan antenatal, persalinan, dan nifas yang berkualitas. Data yang dipublikasikan di dalam Lancet 2006 menyebutkan bahwa lebih dari 60% komplikasi, tidak dapat diramalkan sebelum persalinan berlangsung, termasuk syok dan perdarahan hebat pascapersalinan yang memerlukan pengenalan dan rujukan segera.
Hasil temuan tersebut diatas, juga menjadi bahan kajian kebutuhan pelatihan bagi petugas kesehatan sebagai pelaksana asuhan persalinan, terutama bagi mereka yang berkerja di lini depan atau pedesaan. Paket pelatihan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman ini disusun bagi tenaga kesehatan yang bekerja secara mandiri maupun pelayanan yang terintegrasi dengan rumah sakit rujukan sebagai upaya untuk memperoleh manfaat dan hasil maksimal dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir .
RANCANGAN PELATIHAN
Pelatihan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman ini dirancang untuk membuat petugas kesehatan di lini depan (bidan di desa) maupun semua pelaksana asuhan persalinan mampu melaksanakan persalinan bersih dan aman agar ibu bersalin dan bayi baru lahir mendapat
asuhan yang efektif dan berkualitas. Selain masukan dari kajian kebutuhan pelatihan, paket pembelajaran ini juga diperkaya dengan pengalaman yang relevan dengan tugas sehari-hari dan memanfaatkan motivasi yang tinggi dari peserta latih untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar dalam waktu sesingkat mungkin. Fokus pelatihan dan evaluasi kinerja mengacu pada tingkat kompetensi psikomotor yang terintegrasi dengan pengetahuan esensial dan perilaku terpuji.
Beberapa perbedaan dari pelatihan ini dibandingkan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya:
• Pada hari pertama pelatihan, peserta latih mengisi kuesioner awal yang hasilnya akan dipakai oleh pelatih untuk mengetahui sejauh mana peserta telah terpapar (expose) dengan materi yang akan dipelajari, tingkat pemahaman dan pengetahuan esensial yang dibawa peserta sebelum mereka mengikuti pelatihan ini. Dari sisi peserta, mengerjakan kuesioner awal merupakan langkah untuk mengenali materi pengetahuan yang akan diperoleh selama mengikuti pelatihan dan motivasi untuk memperoleh informasi segera tentang materi (dalam buku acuan) yang ditanyakan dalam kuesioner atau yang belum diketahui. Peserta pelatihan dapat memilih cara pembelajaran yang paling sesuai untuk menguasai pengetahuan atau materi esensial yang diperlukan untuk melakukan asuhan persalinan bersih dan aman yang berkualitas atau sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
• Pembelajaran di dalam kelas, difokuskan pada hal-hal penting untuk Asuhan Persalinan Bersih dan Aman.
• Kemajuan dan kinerja pengetahuan, diukur melalui kuesioner tengah pelatihan.
• Kemajuan pengembangan kinerja atau keterampilan, ditingkatkan melalui demonstrasi, bimbingan (coaching) dan praktik klinik menggunakan penuntun belajar.
• Penilaian kinerja klinik setiap peserta latih dilakukan oleh pelatih dengan menggunakan daftar tilik keterampilan, baik pada saat melakukan praktik keterampilan klinik dengan model anatomi, maupun saat memperagakan keterampilan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman pada klien yang sesungguhnya.
Keberhasilan pelatihan diukur berdasarkan penguasaan peserta terhadap isi materi maupun keterampilan yang diperlukan untuk memberikan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman yang berkualitas.
EVALUASI
Pelatihan keterampilan klinik ini dirancang untuk menghasilkan petugas pelaksana Asuhan Persalinan Bersih dan Aman yang berkualitas. Kualifikasi adalah pernyataan yang diberikan oleh suatu organisasi profesi yang melaksanakan pelatihan klinik bagi peserta pelatihan yang mampu memenuhi persyaratan kompetensi dalam hal pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Kualifikasi harus disertai dengan sertifikasi yang diberikan oleh suatu lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan untuk itu.
Kualifikasi didasarkan pada pencapaian peserta dalam tiga area:
• Pengetahuan - minimal 85% dari materi pengetahuan yang diukur melalui kuesioner tengah pelatihan. Penilaian pengetahuan ini, baru dilakukan setelah semua topik yang
Peserta yang belum mencapai 85% jawaban benar, harus mengkaji-ulang pencapaian tersebut bersama pelatih dan mendapat bimbingan lanjutan untuk mempelajari kembali pengetahuan yang dibutuhkan. Peserta tersebut diberi kesempatan lagi untuk mengisi kuesioner tengah pelatihan di setiap saat selama sisa waktu pelatihan.
• Keterampilan - pelatih akan melakukan penilaian secara objektif terhadap kinerja atau kompetensi peserta latih. Penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung peragaan kinerja klinik pada model anatomi maupun klien atau pasien. Pelaksanaan peragaan harus sesuai dengan langkah-langkah yang diuraikan dalam daftar tilik penilaian kinerja atau keterampilan, dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu selama kegiatan pelatihan berlangsung. Peserta latih harus mendapat nilai “memuaskan” untuk dinyatakan telah kompeten untuk melaksanakan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman di institusi/fasilitas kesehatan tempat mereka sehari-hari bekerja.
Perhatikan: tahapan kompeten selama pelatihan, diukur pada lingkup dan kondisi yang ada (given situation) di institusi pelatihan. Untuk diakui sebagai pelaksana APB&A yang kompeten, proses kualifikasi harus dilakukan di tempat peserta latih bekerja (lingkup dan kondisi aktual) dimana juga dilakukan akreditasi teknis tempat pelayanan sebagai jaminan pemenuhan syarat penyelenggaraan pelayanan standar (berkualitas).
• Praktik - pelatih klinik, instruktur klinik, dan penyelia (supervisor) klinik bertanggung- jawab untuk mengamati dan mengembangkan kinerja klinik dari setiap peserta selama melaksanakan praktik dan mencapai tingkat kompeten di fasilitas kesehatan jaringan institusi pelatihan. Aspek perilaku peserta latih selama melaksanakan pelayanan harus dilakukan melalui observasi dan penilaian langsung karena komponen ini merupakan bagian yang paling sulit untuk dinilai dan akan sangat menentukan kualitas pelayanan.
Pelatih klinik tidak hanya menilai sejauh mana peserta telah menguasai apa yang telah dipelajarinya selama pelatihan tetapi juga mengukur pencapaian tahap kompetensi dan kepatuhan peserta latih terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Tanggung-jawab keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi merupakan tanggung jawab bersama antara pelatih dan peserta.
SILABUS PELATIHAN
Deskripsi Pelatihan
Pelatihan Asuhan Persalinan Normal selama sepuluh hari ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kesehatan lini depan maupun penolong persalinan agar mampu memberikan asuhan persalinan bersih dan aman yang berkualitas.
Tujuan Umum Pelatihan
• Meningkatkan sikap positif untuk mengamalkan Asuhan Sayang Ibu-Bayi dan jaminan pelaksanaan persalinan bersih dan aman, termasuk deteksi dini dan penanganan awal penyulit atau komplikasi segera pascapersalinan dan rujukan optimal tepat waktu.
• Memperbaiki kinerja pengetahuan-keterampilan-perilaku yang diperlukan dalam melaksanakan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman, penanganan segera penyulit atau komplikasi, dan rujukan optimal tepat waktu sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Tujuan Khusus Pelatihan
Pada akhir pelatihan, peserta akan dapat:
• Memberikan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman dan mengintegrasikan hal-hal berikut:
§ Mengumpulkan/analisis data subyektif dan obyektif untuk membuat keputusan klinik
§ Konsep sayang ibu-bayi dalam asuhan persalinan,
§ Upaya pencegahan infeksi
§ Pencatatan/dokumentasi
§ Rujukan optimal tepat waktu (jika perlu)
• Menatalaksana kala I: asuhan kala I, memantau kemajuan persalinan (partograf), deteksi dini dan penanganan penyulit, dan rujukan (jika perlu).
• Menatalaksana kala II: asuhan kala II, deteksi dini dan penanganan awal penyulit, dan rujukan (jika perlu).
• Menatalaksana kala III: asuhan kala III, manajemen aktif kala III, deteksi dini dan penanganan awal penyulit kala III dan rujukan (bila perlu).
• Menatalaksana kala IV: asuhan kala IV, deteksi dini (termasuk pemantauan-pencegahan perdarahan) dan penanganan awal penyulit, pemberian ASI dini dan manajemen laktasi, dan rujukan (bila perlu).
• Memberikan asuhan bayi baru lahir, termasuk deteksi dini dan penanganan penyulit pada bayi baru lahir (resusitasi neonatal)
Metode Mengajar/Belajar
• Pembelajaran secara partisipatif
• Teknik interaktif
• Diskusi
• Permainan peran
• Studi kasus
• Penugasan dan latihan (individu dan kelompok)
• Praktik keterampilan klinik (simulasi pada model)
• Praktik keterampilan klinik (bimbingan dan penilaian kompetensi pada klien)
Bahan-bahan Proses Pembelajaran
• Buku Acuan Asuhan Persalinan Bersih dan Aman yang merupakan acuan informasi atau pengetahuan esensial yang diperlukan oleh peserta latih untuk membuat keputusan klinik, dukungan kognitif untuk melaksanakan prosedur klinik dan memberikan asuhan persalinan yang berkualitas.
• Buku Panduan Peserta yang akan digunakan oleh peserta untuk memahami prinsip dan tujuan pelatihan, mengikuti berbagai tahapan proses pembelajaran, dan berisikan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja pengetahuan, keterampilan, dan perilaku selama pelatihan berlangsung.
• Buku Pegangan Pelatih yang digunakan oleh pelatih untuk melaksanakan proses alih pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kepada peserta latih selama berlangsungnya proses pembelajaran dalam pelatihan.
• Mengenali dan menggunakan alat bantu latih seperti model anatomi, instrumen untuk asuhan ibu bersalin dan bayi baru lahir, video prosedur atau tindakan yang diberikan
Kriteria Seleksi Peserta
• Tenaga kesehatan sebagai pelaksana asuhan persalinan bersih dan aman yang masih aktif bekerja dan menolong persalinan.
• Masih akan tetap bertugas di tempat kerja setidaknya selama 2 tahun setelah mengikuti pelatihan.
• Fasilitas kesehatan tempat peserta bekerja memang memiliki pasien yang memerlukan asuhan persalinan bersih dan aman yang berkualitas
• Jumlah kasus persalinan normal di tempat kerja, cukup memadai untuk penerapan asuhan persalinan yang efektif dan berkualitas, dan menjamin pencapaian kompetensi tertinggi pascapelatihan bagi petugas kesehatan.
• Peserta latih direkomendasikan oleh atasan langsung atau penyelia di tempat kerja
Metode Evaluasi
Peserta
• Kuesioner awal dan tengah-pelatihan
• Penuntun belajar dan daftar tilik penilaian kinerja (tingkat keterampilan) bagi Asuhan Persalinan Bersih dan Aman.
Pelatihan
• Evaluasi manajemen pelatihan dan pelatih yang dilakukan oleh peserta latih
Lama Pelatihan:
• 10 hari pelatihan terbagi dalam kegiatan kelas dan kegiatan klinik, atau
• 5 hari pelatihan di kelas untuk teori dan praktik pada model, dilanjutkan dengan praktik di klinik jejaring dengan target klien (minimal 5) sehingga mencapai tahap kompetensi dalam waktu yang disepakati antara peserta dengan pusat pelatihan.
Komposisi Pelatihan (disarankan):
• 10 peserta : 3-5 pelatih klinik terkualifikasi