7
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil Perusahaan
2.1.1 Sejarah Project Multatuli
Project Multatuli adalah sebuah inisiatif jurnalisme dan berkomitmen untuk melayani mereka yang terpinggirkan serta mengawasi kekuasaan di Indonesia agar tidak menyimpang. Dalam situsnya, Project Multatuli menjelaskan dirinya sebagai media nonprofit. Laporan yang disajikan disebut juga mendalam, berbasis riset dan data, serta dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Keadaan ini memungkinkan Project Multatuli untuk melaksanakan kolaborasi antarmedia dan berbagai organisasi yang meyakini nilai-nilai yang sama dengan Project Multatuli (Project Multatuli, 2021, para.
1–2).
Dampak dari pandemi terhadap beberapa media, seperti misalnya The Jakarta Post harus melepas setidaknya 70 personil sepanjang 2020 lalu (Mariani, 2020, para. 1). Evi Mariani salah satunya. Selepas dari The Jakarta Post, pada November 2020, Evi mengumpulkan beberapa jurnalis dan membahas perencanaan sebuah inisiatif jurnalisme publik, Project Multatuli.
Tertulis di Project Multatuli, Evi sebagai mantan managing editor The Jakarta Post mendirikan inisiatif ini bersama Ahmad Arif (wartawan Harian Kompas), Ary Hermawan (editor-at-large The Jakarta Post), dan Fahri Salam (mantan redaktur utama Tirto.id) (Project Multatuli, 2021, para. 7).
Gambar 2.1 Logo Project Multatuli
Sumber: Aset Project Multatuli
8
Lahirnya Project Multatuli pada Mei 2021 dipicu oleh keresahan- keresahan, seperti berita tentang mereka yang menderita karena berbeda agama, orientasi seksual, atau warna kulit. Cerita lainnya seperti perempuan- perempuan yang harus bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga, menghadapi kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual, dan merelakan mimpinya kandas. Selain itu, masih ada pihak-pihak yang terancam kehidupannya akibat proyek-proyek “kepentingan publik” milik negara.
Selain meresahkan, keadaan tersebut menciptakan rasa ketidakadilan karena hanya memperkaya pihak tertentu dan memiskinkan yang lain (Mariani, 2021, para. 2–3).
Akhirnya, belasan jurnalis yang terdiri dari penulis, videografer, editor, pewarta foto, jurnalis data, digital campaigner, hingga manajer bisnis bergabung untuk memulai inisiatif jurnalisme Project Multatuli. Fokusnya adalah konsep jurnalisme layanan publik atau public service journalism.
Untuk menjaga kesetiaan terhadap publik, Project Multatuli dengan sengaja tidak mencari dana baik dari oligarki maupun Venture Capital. Evi menjelaskan dalam tulisan perkenalan Project Multatuli bahwa mereka tidak ingin menambah “kekacauan” informasi hanya demi memuaskan investor.
Keadaan inilah yang dianggapnya menurunkan kualitas berita dan tidak menyentuh kepentingan publik (Mariani, 2021, para. 8–10).
Gambar 2.2 Reportase Perdana Project Multatuli
Sumber: projectmultatuli.org
9
“Bagaimana Baduy Bisa Bebas dari Covid-19” merupakan laporan pertama yang dirilis Project Multatuli. Laporan yang ditulis oleh Faisal Irfani tersebut dirilis pada 25 Mei 2021, bertepatan dengan lahirnya Project Multatuli. Diikuti dengan serial reportase bertemakan masyarakat adat yang dirilis sepanjang Mei 2021, pada 3 Juni 2021, Project Multatuli mengadakan webinar peluncuran Project Multatuli dan diskusi “Jurnalisme Indonesia:
Untuk Siapa Dia Bekerja?”. Peluncuran tersebut mengundang Evi Mariani sebagai pemimpin redaksi saat itu, peneliti media Ross Tapsell, perwakilan Barisan Pemuda Adat Nusantara Yuyun Kurniasih, koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta Eny Rochayati, dan dimoderatori oleh Sita Dewi, dosen jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara.
Gambar 2.3 Poster peluncuran Project Multatuli
Sumber: Instagram @projectm_org
10
Gambar 2.4 Reportase Viriya Singgih
Sumber: projectmultatuli.org Gambar 2.5 Reportase Eko Rusdianto
Sumber: Situs web Project Multatuli
Dalam perjalanan melaksanakan public service journalism, setidaknya ada dua laporan yang membuat Project Multatuli dikenal oleh masyarakat.
Pertama, laporan Viriya Singgih berjudul “Bak Diikat Tali Sehasta: Saya Wartawan, Saya Menjajal Jadi Kurir, Saya Ngos-ngosan”. Reportase tersebut melaporakan perjalanan Viriya menjadi seorang kurir selama dua pekan.
Kedua, reportase oleh Eko Rusdianto berjudul “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan”. Reportase tersebut viral hingga menyebabkan situs web Project Multatuli diserang DdoS. Akibat serangan tersebut, banyak media merepublikasi artikel milik Eko Rusdianto.
11
Hingga hari ini, sudah ada puluhan laporan dengan berbagai format yang sudah dirilis, mulai dari laporan mendalam, laporan berbasis data, data interaktif, hingga esai foto. Tidak hanya itu, Project Multatuli juga memiliki tulisan ide & esai sebagai wadah beropini untuk menanggapi topik hangat di masyarakat atau sekadar tanggapan terhadap liputan Project Multatuli yang baru saja rilis.
2.1.2 Data Umum Project Multatuli
Nama Perusahaan : PT Mitra Konten Komunikasi Nama Media : Project Multatuli
Alamat : Jalan Kebayoran Lama Nomor 18CD,
RT.004/RW.004, Kel. Grogol Selatan, Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Nomor Telepon : (021) 722 1844
Surel Redaksi : [email protected] Situs Web : projectmultatuli.org
Media Sosial : 1. Twitter: projectm_org 2. Instagram: projectm_org 3. YouTube: Project Multatuli 4. Facebook: Project Multatuli
2.1.3 Visi dan Misi Project Multatuli
Visi:
Mewujudkan jurnalisme yang melayani yang dipinggirkan demi mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan.
Misi:
1. Mengangkat suara-suara yang dipinggirkan, komunitas-komunitas yang diabaikan, dan isu-isu mendasar yang disisihkan.
12
2. Membuka sindikasi seluas-luasnya ke jaringan media nasional maupun lokal serta internasional dengan prinsip lisensi Creative Commons.
3. Membuka peluang-peluang pendanaan baik dari publik maupun yayasan nirlaba yang punya satu kesamaan visi dan prinsip memperkuat demokrasi, membongkar kejahatan dan ketidakadilan sistematis, dan menyingkap kekuasaan yang ugal-ugalan.
2.1.4 Kanal Project Multatuli
Project Multatuli memiliki setidaknya dua kanal publikasi dalam situs webnya. Berikut adalah daftar kanal dan keterangan dari setiap kanalnya.
Tabel 2.1 Kanal Project Multatuli
Nama Kanal Keterangan
Reportase Kanal Reportase berisi laporan mendalam dari liputan-liputan yang dilakukan oleh jurnalis Project Multatuli dan para kontributor. Di dalamnya berisi dua jenis liputan: laporan tulisan, cerita foto, dan video.
Ide & Esai Ide & Esai merupakan kanal untuk memublikasikan opini terkait liputan yang sedang berlangsung dan topik-topik yang sedang hangat dibicarakan publik.
Sumber: projectmultatuli.org
2.1.5 Struktur Organisasi Project Multatuli
Struktur organisasi dalam Project Multatuli dipimpin oleh Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi. Kedua posisi ini diisi oleh Evi Mariani dan Fahri Salam. Di bawah Pemimpin Umum ada Devina Heriyanto sebagai Membership Manager, Muammar Fikrie sebagai Business Development Manager, dan Ellyne Hutajulu sebagai Finance.
Di bawah Pemimpin Redaksi, ada Mawa Kresna sebagai Redaktur Pelaksana dan Yuliasri Perdani sebagai Audience Development manager.
Redaktur Pelaksana mengepalai Editor Foto dan Editor Tulisan. Untuk saat
13
ini, Editor Foto diisi oleh Ricky Yudhistira, sedangkan Editor Tulisan diisi oleh Mawa Kresna dan Fahri Salam. Di bawah posisi Editor, ada Viriya Singgih dan Permata Adinda sebagai penulis tetap di Project Multatuli bersama para penulis lepas dan kontributor.
Terakhir, di bawah Audience Development Manager ada Digital Campaign yang diisi oleh Alfa Gumilang sebagai Digital Specialist dan Zulfikar Arief sebagai Designer.
Gambar 2.6 Struktur Organisasi Project Multatuli
Sumber: Olahan Pribadi
2.2 Ruang Lingkup Kerja Redaksi Project Multatuli
Project Multatuli di bawah kepemimpinan Fahri Salam sebagai Pemimpin Redaksi secara umum mengunggah tiga laporan dalam sepekan. Namun jika liputan sedang padat, skala publikasi akan dilaksanakan menjadi satu hari satu laporan.
Laporan-laporan yang dihasilkan biasanya menggambarkan sebuah tema tertentu sehingga dirangkum menjadi sebuah serial reportase, seperti #SekrupKecil,
#MasyarakatAdat, dan #PolisiBukanPreman.
14
Gambar 2.7 Serial Reportase #SekrupKecil
Sumber: projectmultatuli.org
Gambar 2.8 Serial Reportase #Masyarakat Adat
Sumber: projectmultatuli.org
Gambar 2.9 Serial Reportase #PolisiBukanPreman
Sumber: projectmultatuli.org
15
Redaksi Project Multatuli dalam kesehariannya melakukan praktik jurnalisme telaten. Jurnalisme telaten yang dimaksud ialah melakukan proses peliputan yang tidak mengejar kuantitas berita (Sebuah Perkenalan, 2021, para. 1).
Proses inilah yang diikuti dan dipelajari penulis selama bermagang di Project Multatuli.
Pada umumnya, alur kerja redaksi Project Multatuli membahas liputan apa saja yang akan dipublikasi dalam sepekan atau sebulan ke depan. Publikasi dalam sepekan biasanya akan mengunggah tiga produk, tetapi jika liputan sedang padat, Project Multatuli akan memublikasikan satu produk satu hari. Setelah itu, tim redaksi juga akan membicarakan ide-ide peliputan yang masuk dan akan membahas isu yang sekiranya bisa diliput. Beberapa topik liputan hadir dari laporan warganet atau berita terkini. Pembahasan ini biasanya dipimpin oleh redaktur pelaksana Mawa Kresna. Setelah membahas liputan yang berpotensi untuk dikerjakan, Fahri Salam akan menanyakan kepada tim Project Multatuli terkait proses liputan yang sedang berjalan. Biasanya Fahri Salam akan menanyakan kapan akan siap untuk ditayangkan atau apakah sedang ada hambatan.
Rapat redaksi Project Multatuli akan selalu membahas bagaimana liputan tidak perlu terburu-buru untuk dikerjakan. Setiap jurnalis yang dipercaya untuk meliput suatu isu akan diminta untuk mengerjakan laporannya secara mendalam dan meliputi banyak sudut pandang. Rata-rata satu laporan dikerjakan di Project Multatuli adalah selama kurang lebih dua pekan. Topik yang dilaporkan, antara lain masyarakat adat, perempuan, hak-hak digital, pandemi, tantangan sehari-hari, hak disabilitas, pertanian inovatif, agama dan kepercayaan, anak-anak dan remaja, dan lainnya yang mendukung jurnalisme publik, kolaboratif, dan inklusif.