• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Latar Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Gorontalo, Jl. Ternate Kelurahan Tapa Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo.

Secara geografis, SMK Negeri 1 Kota Gorontalo terletak di pusat Kota Gorontalo, dengan letak yang strategis tersebut memungkinkan dapat menerima siswa dari segala penjuru wilayah Kota Gorontalo bahkan dari Kabupaten ataupun Provinsi lainnya. Dari sisi jangkauan tempat tinggal siswa, SMK Negeri 1 Kota Gorontalo sangat mudah dicapai.

SMK Negeri 1 Kota Gorontalo merupakan sekolah kejuruan, yang di dirikan pada tahun 1954 dengan nama SMEA Gorontalo dan masih berstatus swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.

4404/B/III tanggal 31 Agustus Tahun 1955 diganti statusnya menjadi Negeri dengan nama SMEA Negeri Gorontalo. Pada tahun 1997 sesuai Surat Keputusan Kepala Bidang Dikmenjur Kanwil Propinsi Sulawesi Utara Nomor 219/I16.8/LL/1997 tanggal 16 Oktober 1997 tentang perubahan nama SMEA Negeri Gorontalo menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Gorontalo.

Sejak berdirinya hingga sekarang SMK Negeri 1 Gorontalo telah beberapa kali terjadi pergantian pimpinan (kepala sekolah) sebagaimana terlihat pada tabel

(2)

berikut.

Tabel 3.1: Nama Kepala Sekolah

No. Nama Masa Jabatan

1. Urip Tjitrosuwarno 1954 – 1955

2. A. Monoarfa 1955 – 1955

3. Soepono 1955 – 1958

4. Djamal B 1958 – 1962

5. Husain Hamidun 1962 – 1967

6. Muchsin Bouto 1967 – 1980

7. Drs. Bagenda Mudjarab 1980 – 1992

8. Rizam M. Rauf, BA 1992 – 2000

9. Drs. Samir Badu, M.Pd 2000 – 2008

10. Suryadi, S.Pd 2008 – 2009

11. Drs. Rustam Umalu, M.Si 2009 - Sekarang

SMK Negeri 1 Kota Gorontalo dipimpin oleh Bapak Drs. Rustam Umalu,M.Si. Mempunyai 9 jurusan, yakni Jurusan Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Broadcasting (TP3R), Multimedia, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Analisis Kimia (Ankim), dan jurusan tersebut telah Akreditasi A.

a. Data Siswa

SMK Negeri 1 Kota Gorontalo merupakan sekolah unggulan dan sehingga banyak diminati oleh siswa-siswi, hal ini di buktikan dengan memiliki jumlah siswa siswi yang cukup banyak dengan Jumlah 2314. Pada tahun 2012-2013 penerimaan siswa baru di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo berjumlah 941. Jadi

(3)

jumlah Keseluruhan Siswa SMK Negeri 1 Kota Gorontalo tahun 2012-2013 berjumlah 2522.

Tabel 3.2: Keadaan Siswa SMK 1 Kota Gorontalo Tahun Ajaran 2011-2012

SISWA

Total Siswa

Rombel Tk.1

Rombel Tk.2

Rombel Tk.

L P L P L P L + P

6 57 153 5 58 104 5 72 110 554

7 55 195 6 42 171 6 41 154 658

2 27 37 2 31 25 2 25 33 178

2 13 37 1 6 35 1 7 17 115

2 63 13 2 46 19 2 42 23 206

1 14 13 1 16 8 1 12 11 74

1 24 13 1 22 17 1 18 20 114

3 95 16 4 107 20 1 25 12 275

2 10 57 1 6 31 1 10 26 140

26 358 534 23 334 430 20 252 406 2314

Keterangan : Rombel diisi dengan jumlah kelas per tingkat dan setiap kompetensi keahlian sesuai spektrum 2008

b. Data Guru

Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo berjumlah 138 0rang, dengan status kepegawaian PNS dan Non PNS, yang berpendidikan terakhir antara lain, Diploma, Sarjana (S1), S2 dan

(4)

sebagian jumlah guru telah lulus sertifikasi profesi. Jumlah tenaga kependidikan berjumlah 26 orang, pendidikan tenaga kependidikan antara lain sarjana (S1).

Diploma (D3), dan SLTA. ( Dilihat pada lampiran 8) c. Visi dan Misi SMK Negeri 1 Kota Gorontalo 1. Visi Sekolah

Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan Yang Dapat Menghasilkan Tamatan Yang Propesional Dan Mandiri

2. Misi Sekolah

 Meningkatkan Manajemen Sekolah Dengan Pendekatan Bisnis

 Meningkatkan Mutu Pembelajaran

 Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Bagi Warga Sekolah

 Meningkatkan Kerja Sama Dunia Usaha Dan Industri

 Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan Warga Sekolah

 Mengembangkan Kegiatan ekstrakurikuler dan kreativitas siswa

 Meningkatkan Kesehatan, Kebersihan, Keindahan, Kerindangan Serta Kenyamanan lingkungan sekolah

SMK Negeri 1 Kota Gorontalo mempunyai fasilitas pembelajaran yang memadai untuk menunjang belajar siswa. Fasilitas, antara lain: fasilitas tempat ibadah, fasilitas komputer, fasilitas laptop, fasilitas tempat praktek siswa, fasilitas laboratorium, dan fasilitas gedung bisnis center tempat melaksanakan kegiatan wirausaha, fasilitas koperasi guru, sebagai tempat simpan pinjam dan utang

(5)

piutang dengan anggota pegawai dan pensiunan pegawai di sekolah tersebut.

Prestasi yang di peroleh SMK Negeri 1 Kota Gorontalo sangat baik, dibidang Akademik maupun Non Akademik. Antara lain: prestasi dalam bidang olah raga, kesenian, lomba lks, prestasi adiwiyata mandiri tingkat nasional, tarian seni budaya yang di ikuti oleh guru dan siswa. Prestasi akademik maupun non akademik banyak dicapai para siswa SMK Negeri 1 Kota Gorontalo baik di tingkat Kabupaten, Propinsi, Nasional maupun tingkat Internasional.

Latar penelitian, penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo.

Dengan alasan, melakukan penelitian di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, karena SMK Negeri 1 Kota Gorontalo merupakan Sekolah Bertaraf Internasional dan telah berSertifikat ISO 9001:2008 pada bulan Februari 2010. SMK Negeri 1 Kota Gorontalo merupakan lokasi penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian yang telah menerapkan program kewirausahaan sesuai dengan visi misi sekolah yang keempat yakni: Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan warga sekolah. Secara geografis sekolah letaknya strategis sehingga memudahkan jangkauan peneliti untuk melakukan penelitian, dan jumlah yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian telah dapat dikategorikan refresentatif sebagai data yang akan dianalisis.

Seting penelitian, bertujuan untuk menjelaskan secara terperinci kronologis sehingga dapat merekomendasikan berbagai pihak yang berkepentingan yakni kepala sekolah, guru, dan siswa untuk melakukan inovasi dalam pengembangan kewirausahaan.

(6)

B. Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana penelitian ini ingin lebih menekankan kepada pengungkapan makna dan proses dengan latar belakang kami sebagai sumber data langsung atau disebut penelitian studi kasus (Maleong, 2002:125). Digunakan pendekatan-pendekatan kualitatif karena adanya kesesuaian antara karakteristik dan ciri-ciri yang cocok, diantaranya: (1) instrumen utamanya adalah manusia/peneliti, (2) bersifat diskritif, (3) kerja lapangan, (4) holistik

Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri, diantaranya adalah: (1) mempunyai latar yang alami sebagai sumber data langsung dan peneliti merupakan instrumen kunci; (2) bersifat deskriptif; (3) lebih memperhatikan proses dari pada hasil atau produk semata; (4) data analisis secara induktif dan merupakan hal yang esensial (Bogdan dan Biklen, dalam Arifin. 2009:60).

Pertama , penelitian dengan latar alami yang artinya bahwa dalam penelitian ini

dikumpulkan data secara langsung pada konteks terjadinya proses penbelajaran di sekolah, sumber data secara langsung, latar penelitian tidak di modifikasi kan dan peneliti langsung sebagai instrument kunci. Alat bantu yang di gunakan adalah kamera, yang berfungsi untuk merekam data visual lainnya. Kedua, penelitian ini bersifat diskriptif, artinya data di paparkan secara lisan dalam bentuk kata atau kalimat. Pendeskripsian dilakukan setelah memperoleh data tentang inovasi kepala sekolah dalam mengembangkan kewirausahaan di SMK

(7)

Negeri 1 Kota Gorontalo. Ketiga, lebih mementingkan proses dari pada hasil, artinya dalam proses pengumpulan data lebih diutamakan pada pendekatan proses. Keempat, analisis data dilakukan secara induktif, mengandung konsep data dianalisis melalui proses yang berlangsung dari data menuju teori dan bukan sebaliknya dari data ke data. Kelima, hal yang esensial merupakan kebemaknaan selalu mengacu pada masalah dan hasil penelitian. Kebermaknaan ini di tinjau dari sudut pandang teoritis dan praktis. Dengan demikian maka, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif karena metode dan prosedur penelitian akan menghasilkan data deskriptif berupa fakta-fakta tertulis atau lisan dari perilaku yang diamati. Dengan rancangan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih terperinci dan kronologis sehingga dapat merekomendasikan keberbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya perumusan kebijakan pendidikan.

Bogdan dalam (Maleong, 1994:4) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Menurut mereka pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).

Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi kedalam variable dan hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.

Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.

Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk

(8)

tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan- pandangan, serta proses-proses yang sedang berlansung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.

C. Kehadiran Peneliti

Mengenai kehadiran peneliti dalam kualitatif, yang menjadi instrument atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Menurut Sugiyono (2005:59) bahwa peneliti berfungsi sebagai pelaku utama dalam penelitian, tentu saja sebagai manusia biasa dengan segala kemampuan masih terbatas, maka dalam pengumpulan data masih diperlukan catatan lapangan (nota field). Kenyataanya penelitian kualitatif tidak bias dipisahkan dengan kegiatan pengumpulan data yang sangat berpengaruh dalam analisis data, interpretasi data serta penarikan generalisasi.

Peneliti akan berperan sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan data kepada informan utama yang jujur agar menghasilkan suatu data yang pasti dan akurat. Kehadiran peneliti di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo sebagai pengamat penuh sejak awal hingga akhir penelitian karena penelitian lapangan adalah instrumen kunci. Peneliti harus bersifat kritis, rendah hati, dan sungguh-sungguh di lapangan karena sekaligus sebagai perencana, pelaksana, pengumpul, penganalis penafsir data dan akhirnya dapat melaporkan hasilnya secara transparansi dan akurat (Maleong, 2002). Tingkat kepercayaan yang tinggi akan membantu kelancaran proses penelitian sehingga data yang diinginkan dapat

(9)

diperoleh dengan mudah dan lengkap. Peneliti harus menghindari kesan-kesan yang merugikan informan. Kehadiran dan keterlibatan peneliti di lapangan harus diketahui secara terbuka oleh subjek penelitian sehubungan dengan itu peneliti menempuh langkah-langkah sebagai berikut : (a) peneliti bertemu dengan kepala SMK Negeri 1 Kota Gorontalo ; (b) mengadakan observasi dilapangan untuk memahami latar belakang peneliti yang sebenarnya; (c) membuat jadwal berdasarkan kesepakatan antara penelitian dengan subjek penelitian; dan (d) melaksanakan kunjungan untuk mengumpulkan data sesuai jadwal yang disepakati.

D. Data dan Sumber Data 1. Data Penelitian

Jenis data yang di kumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.

Menurut Bogdan dan Biklen (dalam Arifin, 2009:68) data penelitian kualitatif adalah data yang banyak menggunakan kata-kata subjek, baik lisan maupun tulisan. Jadi data adalah kumpulan dari segala keterangan, informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau persoalan. Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, serta dokumen lainnya seperti Renstra, profil Sekolah, dan data yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu Inovasi Kepala sekolah Dalam pengembangan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo.

(10)

Data-data yang dijaring dalam penelitian ini adalah (1) Program inovasi Kepala Sekolah dalam pengembangan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. (2) Strategi inovasi Kepala Sekolah dalam pengembangan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. (3) Produktivitas inovasi Kepala Sekolah dalam pengembangan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. (4) Kendala-kendala inovasi kepala sekolah dalam pengembangan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo

2. Sumber Data

Sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi langsung tentang inovasi kepala sekolah dalam mengembangkan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo

a. Informan

Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama (Maleong,, 2002:112). Informan merupakan sumber data yang berupa orang atau pihak-pihak yang mengetahui tentang inovasi kepala sekolah dalam pengembangan kewirausahaan, ditinjau dari proses pelaksanaan program kewirausahaan di lingkungan sekolah

b. Situs-situs

Data penelitian ini dilihat dari situs kegiatan yang ada di lapangan. Meliputi workshop kewirausahaan SMK model SBI Invest dan SMK Aliansi di SMK

(11)

Negeri 1 Gorontalo, Pembukaan Workshop Industri & Jobfair, dan kegiatan kewirausahaan di bisnis center.

c. Dokumen

Dokumen ialah setiap bahan tertulis atau film. Sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku, majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi, buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis, dan dokumen resmi (Maleong, 2002:160). Dalam penelitian ini dokumen yang digunakan adalah dokumen resmi,

Tabel.3.3 : Data dan Sumber Data

No

1. Informan Jumlah Alasan

1 2

3 4.

Kepala Sekolah

Wakil Kepala sekolah dibidang lingkungan dan pengembangan

kewirausahaan

Guru-Guru Siswa

Penentuan informan dalam penelitian ini di dasarkan pada kriteria 1). Subjek cukup lama dan insentif menyatu dengan medan aktivitas yang menjadi sasaran penelitian, 2). Subjek yang masih aktif terlibat dilingkungan aktivitas menjadi sasaran penelitian.

No

(12)

2. Situs Jumlah Kegiatan Yang Di amati

1

2

3

Workshop

kewirausahaan SMK model SBI Invest dan SMK Aliansi di SMK Negeri 1 Gorontalo

Kegiatan

kewirausahaan di bisnis center

Kegiatan pembukaan workshop Industri

& Jobfair, Tanggal 17-19 Mei 2012

Menerima materi tentang kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif dan memiliki jati diri bangsa

Menjual dan membeli barang, Mensortir barang, Mengatur barang, Administrasi barang yang ada di bisnis center

Dalam rangka mempersiapkan SDM yang handal dan memiliki sikap yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, SMK Negeri 1 Gorontalo melakukan workshop antara sekolah dan pihak Industri agar pembelajaran di sekolah relevan dengan tuntutan dunia kerja yang akan dihadapi siswa kelak pada kegiatan Prakerin maupun dunia kerja nanti

No 3.

Dokumen Jumlah Dokumen Yang Di Amati

1 RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah) dalam 1Tahun

(13)

2

a. Biaya Operasional

b. Investasi c. Personal

Program Kerja Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Gorontalo (pada Lampiran 7)

Peningkatan kualitas

pembelajaran, Kegiatan

kesiswaan Pengelolaan komite

sekolah

1. Program Rutin/Harian 2. Program Jangka Pendek 3. Program Jangka Panjang

E. Prosedur Pengumpulan Data

Merujuk pada pendapat Merriam, Bogdan & Biklen, (Creswell, 1994:151) bahwa dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dokumentasi dan pemotretan.

Demikian pun Taylor & Bogdan (1992:163) dan Danim (2002:121), menyatakan bahwa pada penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan cara: observasi, wawancara, dokumentasi yang dilengkapi

(14)

dengan peralatan audio-video yang dapat memotret situasi.

Untuk mendapatkan data penelitian ini, maka penulis menggunakan langkah- langkah pengumpulan data sebagai berikut

1. Wawancara

Wawancara yaitu instrumen utama pengumpulan data, dalam penelitian ini yang dilakukan secara Tanya jawab langsung dengan Kepala Sekolah dan guru- guru serta semua informan yang yang di pilih berdasarkan kebutuhan dalam penelitian di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo sebagai sumber data yang utama dalam penelitian ini. Dalam kegiatan wawancara ini , penulis menggunakan panduan sehingga wawancara dapat berjalan sesuai kebutuhan penelitian dan dapat dilaksanakan secara berulang-ulang sampai diperoleh data yang meyakinkan tentang apa yang di teliti.

Wawancara dilakukan langsung dengan informan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh informan. Wawancara dilakukan pada tanggal 30 April-5 Mei dan 28 Mei. Durasi wawancara berkisar 15-20 menit untuk setiap informan

2. Observasi

Obsevasi yaitu pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena- fenomena yang diteliti (Sutrisno, 1990:136). Dalam penelitian ini, Penulis melakukan pengamatan secara langsung terhadap inovasi kepala sekolah dalam mengembangkan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, sehingga untuk menjaring informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan secara

(15)

berstruktur yang berarti apa yang dilakukan dan di amati telah di susun sebelumnya oleh peneliti dan mencatat langsung hasil pengamatan sesuai kondisi situasi yang di temui di lokasi penelitian.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu pengumpulan data dari sumber-sumber non insani yakni berupa dokumen-dokumen atau arsip-arsip rekaman, yang ada relevansinya dengan kebutuhan data yang di butuhkan peneliti. Data yang di peroleh dari dokumentasi terdiri atas berbagai tulisan dan rekaman data, seperti profil sekolah data keadaan siswa, data keadaan guru, data akreditas setiap keahlian, struktur organisasi sekolah, catatan harian, dan data lainnya yang berhubungan dengan fokus penelitian

F. Analisis Data

Teknik analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Pada tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan atau persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian.

(16)

Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, yaitu proses analisisnya di mulai dengan menelaah dan mengkaji seluruh data yang di peroleh dari berbagai sumber yang terkait, Untuk penganalisis data yang di tempuh melalui langkah- langkah sebagai mana di kemukakan oleh Spradley (Sugiyono, 2005:102) yakni :

1. Reduksi data

Reduksi data yaitu satu analisis untuk menajamkan, menggabungkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan dan sedemikian rupa, sehingga Nampak komponen-komponen finalnya untuk di tarik kesimpulan. Dengan demikian data bermaksud untuk untuk merangkum dengan menonjolkan hal-hal pokok yang relevan dan fokus penelitian, proses ini di mulai dengan menelaah data yang ada. Analisis data dengan alur reduksi dapat dilakukan dengan langka-langkah berikut, pertama-tama, setiap selesai dilakukan berapa kali pengumpulan data, semua catatan lapangan di baca, di pahami dan lalu dibuat ringkasannya, ringkasannya tersebut oleh Miles dan Huberman (1984) disebut sebagai ringkasan kontak, yaitu selembar kertas yang berisikan uraian singkat hasil penelaan terhadaap semua catatan lapangan, pemfokusan dan penjawaban terhadap setiap rumusan masalah penelitian.

Reduksi data yaitu dengan menyingkat data-data ke dalam bentuk laporan yang lebih sistematis sehingga mudah dikendalikan. Data-data tersebut dirangkum, dipilih dan difokuskan pada hal yang penting-penting. Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil

(17)

pengamatan dan mempermudah untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan.

2. Penyajian Data

Penyajian data yang di maksudkan sebagai sesuatu yang nenemukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kesimpulan dan dalam penyajian data ini di lakukan dengan cara menggunakan berbagai jenis matriks, grafik, jaringan, dan bagan atau bentuk kumpulan kalimat, yang kesemuanya dirancang untuk mempermudah peneliti dalam menggambarkan informasi serta menarik segala kesimpulan. Informasi yang dimaksudkan adalah uraian tentang fokus penelitian.

Misalnya, penyajian data tentang inovasi kepala sekolah dalam program kewirausahaan. Disini peneliti membuat teks naratif yang mempinyai suatu kesatuan berdasarkan data yang ditemukan serta terseleksi dilapangan

Demikian pula Miles dan Huberman (1992) menegaskan bahwa penyajian data yang dimaksudkan untuk menentukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian dalam penelitian ini juga dimaksudkan untuk menemukan suatu makna dari data-data yang telah diperoleh, kemudian disusun secara sistematis,dari bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana namun selektif. Penyajian data akan disajikan dalam bentuk naratif, sesuai dengan fokus penelitian.

3. Penarikan Kesimpulan Atau verifikasi

(18)

Penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk memadukan semua data yang di peroleh lalu di kumpulkan guna menarik kesimpulan dari berbagai hasil analisis yang baik melalui catatan lapangan, hasil observasi dan dokumen-dokumen.

Pada penarikan atau verifikasi peneliti berusaha agar dapat menggambarkan kerespentatifan suatu peristiwa kejadian atau obyek (Miles dan Huberman, 1992) karena peneliti melakukan analisis data secara berkesinambungan selama dan sesudah pengumpulan data, sehingga dapat menemukan pola tentang peristiwa- peristiwa yang terjadi, pengambilan kesimpulan ini di lakukan peneliti sejak awal yaitu setiap pengumpulan data masih bersifat terbuka atau umum

G. Pengecekan Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data merupakan konsep penting dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun teknik yang digunakan peneliti untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam pengecekan keabsahan data yaitu :

1. Kredibilitas

merupakan kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan membercheck.

2. Transferability

Nilai transfer ini berkenan dengan pertanyaan, hingga mana hasil penelitian dapat di terapkan atau digunakan pada situasi lain. Bagi peneliti naturalistik, nilai

(19)

transfer bergantung pada pemakai, hingga manakala hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi sosial lain.

3. Konfirmability

Dalam penelitian kualitatif,uji konfirmabilitymirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya dapat di lakukan secara bersamaan. Menguji konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang di lakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmabiliity

4. Depenability

Uji depenability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan, tetapi bisa memberikan data. Peneliti seperti ini perlu di uji depenabilitynya. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable.

H. Tahapan-Tahap Penelitian.

1. Tahap Orientasi

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat meneliti di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo:

a. Mengkaji, mengamati situasi, kondisi dan keadaan nyata pada objek lapangan.

b. Mengkaji dan menganalisis permasalahan umum atau spesifik pada lingkungan objek penelitian

(20)

c. Membaca dan mencari literature yang relevan dan menunjang masalah penelitian

2. Tahap Eksplorasi

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat meneliti di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo:

a. Mengadakan wawancara dengan responden sesuai dengan indicator penelitian dan pertanyaan penelitian

b. Mencatat dan memberikan informasi yang di sampaikan responden dengan menggunakan alat bantu seperti buku catatan dan kamera digital

c. Menganalisis dan menginterprestasi data hasil wawancara atau pengamatan d. Membuat catatan sementara hasil penelitian yang merupakan hasil konsultasi

dengan dosen pembimbing 3. Tahap Membercheck

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat meneliti di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo:

a. Merangkum hasil analisis data yang dibuat dalam bentuk laporan (Draf) b. Memberikan laporan hasil analisis responden untuk dikaji kembali sesuai

dengan data dan informasi yang di berikan informan

c. Memperbaiki kembali mengenai kekeliruan hasil koreksi dari responden d. Hasil perbaikan tersebut dikonsultasikan kembali pada dosen pembimbing

sampai akhirnya mendapat pengarahan

(21)

Gambar

Tabel 3.1: Nama Kepala Sekolah
Tabel 3.2: Keadaan Siswa SMK 1 Kota Gorontalo Tahun Ajaran 2011-2012

Referensi

Dokumen terkait

kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan suasana yang sangat alami karena peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian terkait permaiann

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, tehnik

Adapun ciri daripada penelitian kualitatif yakni: latar alamiah, manusia sebagai alat instrumen, metode kualitatif, analisis data secara induktif, teori dari dasar

Metode kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar secara alamiah yang dimaksudkan untuk menafsirkan fenomena yang terjadi, yang dimana peneliti

“pengumpulan data pada suatu latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel

Sesuai dengan ciri pendekatan kualitatif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diperlukan dan mutlak hadir di lapangan, Penelitian merupakan instrument kunci dalam

Sebagaimana ciri pada penelitian kualitatif, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain peneliti juga pedoman wawancara,

Meleong dalam bukunya yang berjudul penelitian kualitatif, mengemukakan Sumber data primer yaitu sumber data yang didapat dari sumber utama peneliti kualitatif adalah kata-kata tindakan