• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sains Sosio Huaniora P-ISSN: Volume 3 Nomor 1 Juni 2019 E-ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Sains Sosio Huaniora P-ISSN: Volume 3 Nomor 1 Juni 2019 E-ISSN:"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 3 Nomor 1 Juni 2019 E-ISSN: 2580-2305

LPPM Universitas Jambi Halaman | 55 KAJIAN TENTANG SPORT DEVELOPMENT INDEX

KOTA JAMBI TAHUN 2017 Boy Indrayana

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi Email corresponding author: [email protected]

Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang Sport Development Index (SDI) Kota Jambi : Kecamatan Telanai Pura , Kecamatan Jambi Pasar dan Kecamatan Kota Baru dengan empat dimensi , yaitu dimensi Partisipasi Masyarakat Berolahraga , Dimensi Ruang Terbuka ,dimensi Sumber Daya Manusia, dimensi Kebugaran. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mendapatkan seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat berolahraga di Kota Jambi khususnya Kecamatan Telanai Pura, kecamatan Jambi Pasar dan Kecamatan Kota Baru, 2) untuk mendapatkan informasi tentang berapa luas ruang terbuka yang tersedia untuk berolahraga di Kota Jambi Khususnya Kecamatan Telanai Pura, Kecamatan Jambi Pasar dan Kecamatan Kota Baru, 3) Untuk mendapatkan informasi tentang tingkat kebugaran masyarakat di Kota Jambi khususnya Kecamatan Telanai Pura, Keamatan Jambi Pasar dan Kecamatan Kota Baru. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan meliputi persiapan sampai pelaporan. Penelitian menggunakan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Survey dengan angket dan tes pengukuran.

Metode penelitian ini adalah deskriptif survey dengan angket dan tes pengukuran terhadap 270 Orang. Hasil penelitian diperoleh dimensi setiap kecamatan yaitu, Kecamatan Telanaipura, Partisipasi Masyarakat Berolahraga sebesar 0.72, Ruang Terbuka Sebesar 0.254, Kebugaran sebesar 0.39 dan SDM sebesar 0.20. Kecamatan Jambi Pasar Partisipasi Masyarakat Berolahraga sebesar 0.82, Ruang Terbuka sebesar 0.408 , kebugaran sebesar 0.37 dan SDM sebesar 0.24. Sedangkan Kecamatan Kota Baru Partisipasi Masyarakat Berolahraga Sebesar 0.75, Ruang Terbuka sebesar 1.18, Kebugaran sebesar , 0.39 dan SDM sebesar 0.82.

Kata Kunci: Olahraga, SDI, Kota Jambi

1. PENDAHULUAN

Olahraga merupakan salah satu aspek penting dan strstegis dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, berdisiplin, kompetitif, produktif dan tangguh terhadap perkembangan dan kemajuan IPTEK yang semakin canggih, maka perlu ditingkaykan pembinaan olahraga sesuai dengan perkembangan masa.

Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat perlu diwujudkan dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat taentang arti dan fungsi nilai keolahragaan, olahraga merupakan hak dan kebutuhan dasar setiap manusia sebagai upaya meraih kehidupan yang lebih baik, sehingga olahraga juga merupakan kebutuhan sehari-hari. Pada sisi lain, persoalan dan masalah keolahragaan sekarang ini banyak dibicarakan,didiskusikan, diseminsrksn dan diadakan pertemuan-pertemuan ilmiah baik melalui konferensi nasional maupun internasional.

Dalam upaya pembangunan olahragadi sumatera utara khususnya di Kota Jambi.

Ukuran keberhasilan pembangunan olahraga selama ini adalah dititik beratkan kepada perolehan medali dan mealihat prestasi dari hasil kejuaraan atau peringkat juara umum. Pada kegiatan olahraga multi event atau pembangunan olahraga di daerah yang hanya didasarkan pada semangat mendapatkan perolehan medali pada gilirannya akan mendangkalkan nilai-nilai olahrga itu sendiri. Apabila medali atau juara umum dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan olahraga satu daerah maka ukuran tersebut akan bersifat semu dan manipulatif, karena ukuran tersebut tidak menggambarkan kondisi pembangunan olahraga yang benarnya (Ditjora:2004).

Prestasi dan medali memeng salah satu ukuran keberhasilan pembangunan olahraga pada suatu dserah tapi bukan merupakan segala-galanya karena masih ada ukuran lain yang lebih

(2)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 56 penting yang dapat dijadikan dasar untuk menilai pembangunan olahraga yaitu sport development index. Sport development index yang sedang dikembangkan oleh Diputi Bidang Peningkatan Prestasi danIPTEK olhraga merupakan indeks keberhasilan pembangunan olahraga pada suatu daerah, yang didasari mpat dimensi dasar yaitu : partisipasi, ruang trrbuka, kebugaran dan sumber daya manusia. Sampai saat ini menurut peneliti Kota Jambi belum diteliti seberapa besar sport development index (SDI) di kota tersebut.

Adapun tujuan pokok dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi berapa besar tingkat partisipasi masyarakat berolahraga di Kota Jambi, Untuk mendapatkan informasi tentang berapa luas ruang terbuka yang tersedia untuk berolahraga di Kota Jambi, Untuk mendapatkan informasi seberapa besar tingkat kebugaran jasmani masyarakat di Kota Jambi, Untuk mendapatkan informasi seberapa besar tingkat sumber daya manusia yang terlibat dalam berolahraga di Kota Jambi.

Dari hasil penelitian yang dilakukan ini maka akan memberikan manfaat pada pengembangan ilmu pengetahuan dibidang olahraga dan kesehatan. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan :

1. Dapat menjelaskan dan memberikan informasi tentang Sport Development Index yang dapat digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan olahraga disuatu daerah.

2. Dapat menjadi bahan pertimbangan , kebijakan dan mengambil keputusan dalam rangka memajukan pembangunan olahraga di Kota Jambi.

3. Dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dalam meningkatkan pembangunan dan kesehatan masyarakat berolahraga sehiangga dapat berdaya saing dalam era globalisasi.

2. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Sport Development Index (SDI)

Sport Development Index (SDI) adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan empat dimensi dasar yaitu: Partisipasi , ruang terbuka , kebugaran dan sumber daya manusia.

Partisipasi merujuk pada banyaknya peserta yang melakukan kegiatan olahraga. Ruang Terbuka merujuk pada suatu tempat yang diperuntuk bagi kegiatan olahraga oleh sejumlah orang (masyarakat) dalam bentuk lahan dan bangunan. Kebugaran merujuk pada kesanggupan tubuh untuk melakukan kegiatan tanpa mengalami kelelahan yang berarti . sumber daya manusia merujuk pada banyaknya pelatih ,guru dan instruktur olahraga dalam suatu wilayah tertentu. Selama ini, ukuran kemajuan olahraga suatu daerah cendrung didasarkan pada perolehan mendali pada kegiatan olahraga multi events seperti pekan Olahraga Nasional (PON) atau Pekan Olahraga Daerah (PORDA) padahal ukuran tersebut bersifat “semu” dan cendrung

“manipulatif”. Karena ukuran tersebut tidak menggambarkan kondisi pembangunan olahraga yang sebenarnya.

Suatu daerah yang memperoleh medali terbanyak dalam suatau events Olahraga, tidak serta merta dapat dipastikan bahwa daerah yang bersangkutan maju pembangunan olahraganya, bagaimana jika sejumlah medali tersebut diperoleh dari sejumlah atlet yang “dibeli” dari daerah lain karena alasan gengsi tuan rumah harus menjadi juara umum dengan menghalalkan segala cara. Jika demikian, akankah jumlah mendali menjadi ukuran yang akurat untuk menilai kebersihan pembangunan olahraga, yang jelas jawabannya masih bisa diperdebatkan .

(3)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 57 Medali secara faktual memang merupakan ukuran keberhasilan, namun hanya sebagian ,dan bukanlah segala-galanya . selain itu , bangunan olahraga sebagai sebuah system bukan hanya menyangkut olahraga prestasi, tetapi juga olahraga masyarakat dan olahraga pendidikan.

Mengingat banyaknya kelemahan yang terjadi jika menggunakan patokan perolehan medali ,maka perlu dicari alternatif baru untuk mengukur keberhasilan pembangunan olahraga . atas pemikiran tersebut, maka SDI menjadi salah satu alternative yang rasional.

Konsep SDI menyajikan ukuran kemajuan pembangunan olahraga yang lebih memadai dan menyeluruh dari pada ukuran tunggal medali. Keseluruhan informasi yang dapat diungkap melalui SDI akan sangat bermanfaat sebagai bahan pengambilan kebijakan pembangunan olahraga , terutama terkait dengan upaya menciptakan struktur tatanan pembangunan olahraga.

Sport Development Index (SDI) diharapkan akan dapat menentukan tingkat kemajuan pembangunan olahraga pada suatu daerah , termasuk bila dibandingkan dengan daerah lain.

Ali Maksum dkk (2004:3) menyatakan “Sport Development Index merupakan kebutuhan akan instrument yang standar untuk menilai kemajuan pembangunan olahraga yang semakin mendesak untuk dipenuhi seiring dengan perubahan arah kebijakan pembangunan nasional dari sentralisasi menuju desentralisasi”. Dengan kewenangan yang dimiliki , daerah dapat berkompetisi secara sehat dalam melaksanakan pembangunan olahraganya.

Dari pendapat ahli diatas bahwa Sport Development Index merupakan gabungan yang menggambarkan keberhasilan pembangunan olahraga disuatu daerah tertentu yang berdasarkan empat dimensi dasar yaitu : partisipasi,ruang terbuka, kebugaran , dan sumber daya manusia , Sport Development Index merupakan laternatif yang baru untuk menilai kemajuan pembanguanan olaharaga yang lebih memadai dan menyeluruh.

3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini hanya dilaksanakan di satu tempat yaitu dikota Kota jambi . pelaksanaan penelitian ini telah dilaksanakan pada bula Agustus 2017.

3.2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berdominasi di Kota jambi yang terdapat dibeberapa Kecamatan , dengan kategori kecamatan yang diambil adalah kecamatan yang maju , kecamatan sedang, kecamatan rendah yang dilihat dari tingkat kesejahteraan, kesehatan perkapita penduduk. (kantor statistic Kota jambi) kecamatan tersebut yaitu: Kecamatan Telanaipura , Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Pasar jambi, Yang populasinya diambil mulai dari usia 7 tahun sampai dengan usia 45 tahun.

Sedangkan sampel merupakan sebagian yang diambil dari populasi, melihat keterbatasan dana, waktu dan tempat penelitian ini, maka penelitian hanya mengambil sampel 270 orang dari 3 kecamatan, sampel ini kemudian diambil secara acak. Cara pengambilan sampel secara acak disini adalah dari seluruh populasi yang ada , sampel hanya diambil 90 orang setiap kecamatan., untuk mendapatkan jumlah sampel tersebut maka diadakan undian. Dan diharapkan sampel ini dapat mewakili keseluruhan populasi dengan rin cian 15 subjek anak laki-laki dan 15 subjek anak wanita (usia 7-14 tahun), 15 subjek remaja pria dan 15 subjek dewasa wanita (usia 15 – 21 tahun)., 15 subjek dewasa pria dan 15 subjek dewasa wanita (usia 25-40 tahun).

(4)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 58 Tabel 1. Sampel Penelitian

Jenis Anak Remaja Dewasa Jumlah

Perempuan 15 15 15 45

Laki-laki 15 15 15 45

Jumlah 30 30 30 90

Dengan demikian jumlah subjek penelitian 90 orang , jadi dari 3 kecamatan maka jumlah sampel yang diambil sebanyak 270 orang. Teknik yang digunakan adalah teknik sampling kuota. Sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang memounyai cirri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

3.3. Metode penelitian

Mengaju pada tujuan penelitian yang hendak dicapai serta arah pengungkapan data yang dikumpulkan , amak metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriftif teknik survey dengan angket dan tes kebugaran.

3.4. Instrument penelitian

Instrument penelitian yang dipergunakan dalam tes adalah angket. Angket yang dipergunakan adalah untuk menjaring dat partisiapsi, ruang terbuka, dan sumber daya manusia , sedangkan untuk tes kebugaran jasmani dengan cara Multistage Fitnest Tes (MFT) yang diwakili 3 Kecamatan di Kota Jambi.

3.5. Indeks Partisipasi

Untuk menjaring sampel tersebut digunakan pengisian angket,data jumlah atlet dan pelatihan pada olahraga prestasi. Setelah semua sampel didapatkan maka untuk melihat angka partisipasi menggunakan Metode Sampling (Stathified Sampling) Ali Maksum dkk (2004), maka diperolah angka aktual partisipasi tiap kecamatan dengan menggunakan rumus Ali Maksum dkk (2004).

Indeks Dimensi Partisipasi

=

nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

3.6. Indeks Ruang Terbuka

Dalam pengambilan data ruang terbuka, yaitu mendatangi kantor camat setempat.

Kemudian menanyakan berapa jumlah lapangan terbuka yang biasa dipakai oleh masyarakat dalam acara-acara atau pertandingan olahraga. Setelah didapat jumlah lapangan terbuka, kemudian dilakukan pengukuran lapangan yang ada pada setiap kecamatan. Kemudian untuk menjaring angka ruang terbuka digunakan pengisian angket. Dan untuk melihat angka ruang terbuka digunakan rumus Ali Maksum dkk (2004)

Indeks Dimensi Ruang Terbuka = nilai aktual−nilai minum nilai maksimum−nilai minimum

3.7. Indeks kebugaran

Indeks kebugaran diukur berdasarkan teknik , yaitu menggunakan multi fitnes Test (MFT) dan penisian angket sebagai menjaring data kebugaran, contoh angket dapat dilihat pada

(5)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 59 lembar angket yang diisi oleh peserta tes kesegaran jasmani. Test ini dianggap relevan untuk digunakan diberbagai usia. Nilai minimum dari angka kebugaran terendah dan nilai maksimum dari angka kebugaran tertinggi dapat diperoleh dengan menggunakan Multi Fitnes Test (MFT).

Dari nilai-nilai tersebut kemudian diolah dengan menggunakan rumus Ali Maksum dkk (2004).

Indeks Dimensi Kebugaran = nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

3.8. Indeks Sumber Daya Manusia

Kemudian untuk menjaring data – data tersebut digunakan angklet, dimana nilai-nilai dari data tersebut akan diolah dengan menggunakan rumus Ali Maksum dkk (2004).

Indeks Dimensi Sumber Daya Manusia = nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

3.9. Teknis Analisis Data

Setelah diketahui semua Indeks kebugaran jasmani masing-masing Kecamatan , untuk menjawab pertanyaan apakah indeks Kota Jambi termasuk kategori tinggi atau rendah dibuat norma SDI (diadopsi dari HDI – Internasional) Ali Maksum dkk (2004:61) sebagai berikut :

0.800 – 1 = Kategori tinggi 0.500 – 0.799 = Kategori Menengah

0-,499 = Kategori rendah

4. HASIL PENELITIAN 4.1. Deskripsi Data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian Sport Development indeks Kota Jambi Tahun 2017 yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan 4 dimensi dasar, yaitu:

1) Indeks partisipasi 2) Indeks ruang terbuka 3) Indeks kebugaran

4) Indeks sumber Daya Manusia (SDM)

4.2. Indeks partisispasi masyarakat yang berolahraga

Indeks partisipasi menunjuk pada banyaknya latihan perminggu , berapa kali seseorang melakukan aktifitas olahraga. American Collage of Sport Medicine 1990 (dalam Ali Maksum ,2004) merekomendasikan bahwa partisipan olahraga yang ideal berkisar antara 3,5 kali/

perminggu. Partisipasi berdasarkan rasio antara jumlah peserta kegiatan dengsn populasi.

Tabel 1. Angka Partisipasi nilai maksimum dan minimum

Kecamtan Nilai aktual Nilai maksimum Nilai minimum

Telanaipura 72,22 100 0

Jambi Pasar 82,22 100 0

Kota Baru 75,55 100 0

Dari angka tersebut kemudia n diolah dengan menggunakan rumus sebagai berikut : indeks partisipasi : nilai aktual−nilai minimum

nilai maksimum−nilai minimum

(6)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 60 Dengan menggunakan rumus tersebut maka dapat diketahui bahwa :

Indeks partisipasi Kecamatan Telanaipura : Indeks dimensi = 72,22−0

100− 0 =0,72 Indeks partisipasi Kecamatan Jambi Pasar : Indeks dimensi = 82,22 − 0

100−0 = 0,82

Indeks dimensi Kota Baru , Indeks dimensi = 75,55

100−0 = 0,75 Jadi hasil Indeks partisipasi masyarakat berolahraga ketiga kecamatan tersebut adalah:

1) Kecamtan Telanaipura = 0,72 2) Kecamatan Jambi Pasar = 0,82 3) Kecamatan Kota Baru = 0,75 4.3. Indek Ruang Terbuka

Angka ruang terbuka diukur berdasarkan perbandingan antara luas ruang terbuka yang tersedia dengan jumlah penduduk berusia 7 tahun ke atas. Ruang terbuka (lapangan terbuka) yang tersedia di Kota Jambi di Kecamatan Telanaipura, Jambi Pasar dan Kota Baru dilihat pada tabel 2 (dua) dibawah ini .

Tabel 2. Rasio ruang terbuka , nilai maksimum , dan minimum menurut Kecamatan

Kecamtan Ruang terbuka

Jumlah penduduk (7 tahun ke atas)

Nilai Aktual

Nilai Maksimum

Nilai minimum Kecamtan

Telanaipura

42.000 m² 47. 210 0.89 3,5 m² 0

Kecamatan Kota Baru

42.000 m² 29.225 1,43 3,5 m2 0

Kecamatan Pasar Jambi

84.000 m² 20.321 4,13 3,5 m2 0

Dari perhitungan yang dilakukan terhadap data sampel maka, didapatkan angka angka(nilai aktual) sebagaimana tampak pada tabel 2. Dari angka-angka di atas kemudian diolah dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Indeks dimensi ruang terbuka :

Dimensi ruang terbuka : nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

Dengan menggunakan rumus tersebut maka : Indeks ruang terbuka kecamatan Telanaipura :

Indeks Dimensi = 0,89−0

3,5−0

=

0,254 indeks ruang terbuka Kecamatan Jambi Pasar :

Indeks dimensi =1,43−0

3,5−0 = 0,408 Indeks ruang terbuka Kecamatan Kota Baru :

Indeks dimensi = 4,13−0

3,5−0 = 1,18 Jadi hasil indeks ruang terbuka ke 3 Kecamatan tersebut adalah :

1)

Kecamatan Telanaipura = 0,25

(7)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 61

2)

Kecamatan Jambi Pasar = 0, 408

3)

Kecamatan Kota Baru = 1,18 4.4. Indeks Kebugaran

Angka kebugaran berdasarkan teknik test , yaitu menggunakan Multistage Fitnes Test (MFT) test ini dianggap relevan untuk digunakan di berbagai usia, seperti anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dari pengukuran yang dilakukan, maka didapat angka – angka sebagaimana tampak pada tabel 3. Nilai maksimum diperoleh dari angka kebugaran tertinggi yang mungkin dapat dicapai oleh seseorang dari menggunakan MFT. Sedangkan nilai minimum merupakan angka paling kecil yang umumnya dicapai oleh seseorang yang melakukan test MFT.

Tabel 3 : Angka kebugaran ,Nilai maksimum dan nilai minimum

KECAMATAN

Nilai Aktual Kebugaran

Nilai Maksimum

Nilai Minimum Anak-anak Remaja Dewasa

Kec. Telanaipura 26,83 32,07 27,87 42,7 21,1

Kec. Jambi Pasar 27,55 30,10 28,83 42,7 21,1

Kec. Kota Baru 28,84 30,35 29,01 42,7 21,1

Dari data di atas kemudian menggunakan rumus SDI sbb:

Indeks Dimensi = nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

Dengan menggunakan rumus Tersebut maka : Kecamatan Telanaipura

Indeks Kebugarab Anak – anak :

Indeks Dimensi

:

26,83−21,1

42,7−21,1

=

0,26 Indeks kenugaran Remaja

:

32,07−21,1

42,7−21,1

=

0,50 Indeks Kebugaran Dewasa :

Indeks Dimensi : 27,87−21,1

42,7−21,1 =0,31 Maka , Indeks Kebugaran Kec. Telanaipura adalah :

1

4 (IK. Anak) + 2

4(IK. Remaja) + 1

4( IK.Dewasa)

1

4 x 0,26 + 2

4 x 0,50 + 1

4 x 0,31 = 0,39 Kecamatan Jambi Pasar

Indeks Kebugaran Anak-anak

Indeks Dimensi : 27,55−21,1

42,7−21,1 = 0,30 Indeks Kebugaran Remaja :

Indeks Dimensi :30,10−21,1

42,7−21,1 =0,41 Indeks Kebugaran Dewasa : 28,83−21,1

42,7−21,1 = 0,35 Maka Indeks kebugaran Kec. Jambi Pasar adalah:

1

4 (IK. Anak) + 2

4(IK. Remaja) + 1

4( IK.Dewasa)

(8)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 62

1

4 x 0,30 + 2

4 x 0,41+ 1

4 x 0,35 = 0,37 Kecamatan Kota Baru

Indeks Kebugaran Anak – anak :

Indek Dimensi : 28,84−21,1

42,7−21,1 = 0,36 Indeks Kebugaran Remaja :

Indeks Dimensi : 30,35−21,1

42,7−21,1 = 0,42 Indeks Kebugaran Dewasa :

Indeks Dimensi : 29,01−21,1

42,7− 21,1 = 0,37 Maka Indeks Kebugaran Kec. Kota Baru adalah :

1

4 (IK. Anak) + 2

4(IK. Remaja) + 1

4( IK.Dewasa)

1

4 x ( 0,36 + 2

4 x 0,42 + 1

4 x 0,37 = 0,39

Jadi hasil indeks kebugaran ke 3 kecamatan tersebut adalah : 1) Kec. Jambi Pasar = 0,39

2) Kec. Telanaipura = 0,37 3) Kec. Kota Baru = 0,39 4.5. Indeks Sumber Daya Manusia

Angka Sumber Daya Manusia diukur berdasarkan rasio antara jumlah pelatih instruktur , guru pendidikan jasmani dengan jumlah penduduk yang berusia di atas tujuh tahun pada suatu daerah. Setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan angka-angka sebagaimana tampak pada tabel 4 (empat) dibawah ini:

Tabel 4. Rasio SDM, Nilai Maksimum dan Minimum

Kecamtan

Jumlah penduduk (>7 tahun )

Jumlah SDM

Nilai Aktual

Nilai Maksimum

Nilai Minimum

Kec. Telanaipura 47,210 20 0,42 2,08 0,00

Kec. Jambi Pasar 29,225 16 0,54 2,08 0,00

Kec. Kota Baru 20,321 35 1,72 2,08 0,00

Dengan menggunakan rumus :

Indeks Dimensi : nilai aktual−nilai minimum nilai maksimum−nilai minimum

Maka dapat diketahui :

Indeks SDM Kec. Telanaipura :

Indeks Dimensi = 0,42−0,00

2,08−0,00 = 0,20 Indeks SDM Kec. Jambi Pasar :

Indeks Dimensi = 0,54−0,00

2,08−0,00 = 0,24 Indeks SDM Kec. Kota Baru :

Indeks Dimensi = 1,72−0,00

2,08−0,00 = 0,82

Hasil dari indeks Sumber Daya Manusia ke 3 (tiga ) kecamtan tersebut adalah:

1) Kec. Telanaipura = 0,20 2) Kec. Jambi Pasar = 0,24

(9)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 63 3) Kec. Kota Baru = 0,82

4.6. Sport Development Indeks (SDI)

Pada hakikatnya SDI merupakan gabungan dari keempat indeks yang telah dipaparkan diatas. Berikut ini disajikan data SDI dalam setiap indeks dimensi .

Tabel 5. Indeks Dimensi SDI Kecamatan

Dengan menggunakan rumus indeks maka : SDI Kec. Telanaipura, kec. Jambi Pasar dan Kota Baru sebagai berikut:

SDI Kecamatan Telanaipura:

1

4 x 0,72+1

4 x 0,254 + 1

4 x 0,39 + 1

4 x 0,20= 0,391 SDI Kecamtan Jambi Pasar :

1

4 x 0,82+1

4 x 0,408 + 1

4 x 0,37 + 1

4 x 0,24= 0,4595 SDI Kecamatan Kota Baru :

1

4 x 0,75+1

4 x 1,18 + 1

4 x 0,39 + 1

4 x 0,82= 0,7853

Jadi hasil SDI Kec. Telanaipura, Jambi Pasar dan Kec. Kota Baru Tahun 2017 dengan menggunakan Rumus SDI sbb:

1) Kec. Telanaipura = 0,391

2) Kec. Jambi Pasar = 0,4559

3) Kec. Kota Baru = 0,7853

4.7. SDI Kota Jambi

Partisipasi masyarakat berolahraga untuk Kota Jambi sebesar 0,76%, ruang terbuka untuk digunakan berolahraga 0,614%, Indeks kebugaran sebear 0,38% sedangkan SDM sebesar 0,42%. Selanjutnya sport development indeks Kota Jambi sebesar 0,54%.

5. PEMBAHASAN

Pembahasan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 270 sampel, dari tiga kecamtan yaitu Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jambi Pasar dan Kota Baru di Kota Jambi dengan 4 variabel dimensi dasar sebagai indicator pembangunan olahraga yaitu : 1) partisipasi , 2) Ruang Terbuka, 3) Kebugaran dan,4) Sumber Daya Manusia .

Dari hasil penelitian menunjukan dari tiga kecamatan yang dijadikan sampel, tidak satupun termasuk dalam kategori tinggi (menurut interpolasi dari norma HDI) , Ali Maksum dkk (2004:61) yang dibuat dalam tiag kategori yang merupakan norma SDI.

Dimesi kecamatan Partisipasi Ruang

terbuka Kebugaran SDM

Kec. Telanaipura Kec. Jambi Pasar Kec. Kota Baru Kab. Kota Jambi

0,72 0,82 0,75 0,76

0,254 0,408 1,18 0,614

0,39 0,37 0,39 0,38

0,20 0,24 0,82 0,42

(10)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 64 5.1. Indeks Partisipasi

Analisis partisipasi masyarakat berolahraga untuk kecamtan Telanaipura sebesar 0,722, kecamtan Jambi Pasar 0,82 dan kecamtan Kota Baru sebesar 0,75 dari ketiga kecamatan indeks partisipasi masyarakat berolahraga masuk pada tingkat kategori menengah . hal ini disebabkan banyaknya even-even olahraga khusunya sepak bola yang diselenggaraka n oleh pemerintah setempatm sehingga masyarakat banyak berpartisipasi dalam berolahraga.

Sejalan dengan itu dalam rangka meningkatkan prestasi dan partisipasi masyarakat dalam berolahraga masih peril ditingkatkan sesuai dengan semboyan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat di kabupaten Labuh Batu.

5.2. Indeks ruang terbuka

Analisis data tentang indeks ruang terbuka kecamatan Telanaipura sebesar 0,254 M², kecamatan Jambi Pasar 0,408 M² dan kecamatan Kota Baru 0,18 M²,dari ketiga kecamtan indeks prestasi terbuka masuk pada kategori sempit. Hal ini belum sejalan dengan pendapat UNESCO bahwa merekomendasikan ruang gerak statis yang ideal adalah ±2 M² per orang dan bila ruang gerak dinamis maka diperlukan 4 M² perorang. Rendahnya ruang terbuka yang terdapat di Kota Jambi dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah untuk membuka lapangan atau ruang terbuka di Kota Jambi.

5.3. Indeks Kebugaran

Analisis data tentang indeks kebugaran untuk kecamatan Telanaipura sebesar 0,39 kecamatan Jambi Pasar 0,37 dan kecamatan Kota Baru sebesar 0,39, dari hasil kebugaran diatas , dapat dikatakan bahwa indeks kebugaran dalam dari ketiga kecamtan dalam kategori rendah.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya pembimbing olahraga seperti pelatih, instruktur dan guru olahraga sehingga prinsip-prinsip berolahraga seperti intensitas,waktu dan program latihan belum terlaksana dengan baik.

5.4. Indeks sumber daya manusia

Analisis data tentang indeks sumber daya manusia untuk kecamtan Telanaipura sebesar 0,20, kecamatan Jambi Pasar 0,24 dan kecamtan Kota Baru sebesar 0,82. Hal ini belum sejalan dengan konsep pembangunan olahraga agar aktivitas yang dilakukan terarah,diperlukan sumber daya manusia yang diharapkan dapat mengarahkan kegiatan tersebut menjadi lebih konstruktif hasil yang dicapai dan terjadinya kegiatan tersebut setidaknya adalah kebugaran jasmani.

5.5. Sport Development Indeks

Analisi data sport development Indeks untuk kecamatan Telanaipura sebesar 0,391, kecamtan Jambi Pasar 0,4395 dan kecamatan Kota Baru sebesar 0,7853. Bila dibandingkan dengan kategori norma SDI (0-0,499), maka dari ketiga kabupaten / kota tersebut dalam berkategori rendah.

5.5.Sport development indeks Kota Jambi

Analisis dan Sport Development Indeks Kota Jambi, indeks prestasi sebesar 0,76, ruang terbuka sebesar 0,614, kebugaran 0,38 dan SDM sebesar 0,42 dan SDI Kota Jambi sebesar 0,54. Bila dibandingkan dengan kategori norma SDI (0,500-0,799),maka SDI di Kota Jambi

(11)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 65 berkategori sedang, hal ini dapat disebabkan oleh tidak sejalannya minat masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan olahraga.

6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1.Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan Sport Development Index Kota Jambi serta Kecamatan Telanaipura,Kecamatan Jambi Pasar dan Kecamatan Kota Baru adalah sebagai berikut:

1) Sport Development Indeks Kota Jambi sebsar 0,54 dalam kategori sedang.

a. Tingkat partisipasi masyarakat berolahraga sebesar 0,76 dengan kategori sedang b. Ruang terbuka Kota Jambi sebesar 0,614 dengan kategori sedang

c. Tingkat kebugaran masyarakat Kota Jambi sebesar 0,38 dengan kategori rendah d. Sumber daya manusia masyarakat Kota Jambi sebesar 0,42 dengan kategori rendah.

2) Kecamatan Telanaipura

a. Tingkat partisipasi masyarakat berolahraga sebesar 0,72 dalam kategori sedang b. Ruang terbuka masyarakat sebesar 0,254 dalam kategori rendah

c. Tingkat kebugaran jasmani masyarakat sebesar 0,39 dalam kategori rendah d. Sumber daya manusia masyarakat Kota Jambi sebesar 0,20 dalam kategori rendah 3) Kecamatan Jambi Pasar

a. Tingkat partisipasi masyarakat berolahraga sebesar 0,82 dalam kategori tinggi b. Ruang terbuka masyarakat sebesar 0,408 dalam kategori rendah

c. Tingkat kebugaran masyarakat sebesar 0, 37 dalam kategori rendah d. Sumber daya manusia masyarakat sebesar 0,24 dalam kategori rendah 4) Kecamatan Kota Baru

a. Tingkat partisipasi masyarakat berolahraga sebesar 0,75 dalam kategori sedang b. Ruang terbuka masyarakat sebesar 1.18 dalam kategori tinggi

c. Tingkat kebugaran masyarakat sebesar 0,39 dalam kategori rendah d. Sumber daya manusia masyarakat sebesar 0,82 dalam kategori tinggi 6.2.Saran – saran

Sejalan dengan kesimpulan yang telah dikemukakan diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1) Disarankan kepada pemerintah Kota Jambi khusunya Kecamatan Telanaipura, Kecamtan Jambi Pasar, dan kecamtan Kota Baru perlu kiranya meningkatkan partisipasi masyarakat berolahraga, menambah ruang terbuka untuk berolahraga, dan meningkatkan kebugaran masyarakat serta,sumber daya manusia dapata ditingkatkan.

2) Hasil penelitian ini perlu di sosialisasikan ditingkat struktual pemerintah,terutama tingkat kecamatan / kelurahan

3) Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dimensi SDI yang baru, serta penelitian pada kecamatan yang lain.

(12)

LPPM Universitas Jambi Halaman | 66 Daftar Pustaka

BPS – Kota Jambi, (2004) Kota Jambi Dalam Angka 2004.kaupaten Kota jambi,Badan Pusat statistic.

Deputi Peningkatan Prestasi dan IPTEK Olag Raga. (2005). Panduan Pelaksana Sport Development Index (SDI). Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia.

Fok.E.L. (1984). Psyologi of Sport, Sounders Collage Publishing Tokyo.

Heryanto, Dedi. (2004). Perbedaan Kesegaran Jasmani dan Hemoglobin Siswa Kelas Plus Dengan Siswa Kelas Reguler SMU Negeri 2 Balige. Skripsi. Medan, FIK UNIMED.

Jumadin. (2001) Kesehatan dan Kebugaran Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan

Kosasih, Engkos (1984) Olah Raga Tehnik dan Program Latihan. Jakarta, Akademi Presendo.

Maksum A, dkk (2004) Pengkajian Sprit Development Index . Jakarta , Proyek Pembangunan dan Keserasian Kebijakan Olah Raga Direktorat Jendral Olah Raga Departemen Pendidikan Nasional Kerja Sama Pusat Study Olah Raga Lembaga Pendidikan UNESA.

Maksum A, dkk (2004). Panduan Pelaksana Pengkajian Sport Development Index (SDI).

Jakarta, Proyek Pembangunan dan Keserasian Kebijakan Olah Raga Direktorat Jendral Olah Raga Departemen Pendidikan Nasional Kerja Sama Pusat Study Olah Raga Lembaga Pendidikan UNESA.

Tim Penyusun, FIK. (2005). Pedoman Penyusun Skripsi FIK UNIMED. Medan, Fakultas Ilmu Keolah Ragaan Universitas Negeri Medan.

Wahyudi, (2000). Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Yunisui, Hairy. (2002) Dasar Kesehatan Olah Raga. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Departemen Pendidikan

Gambar

Tabel 1. Angka Partisipasi nilai maksimum dan minimum
Tabel 2. Rasio ruang terbuka , nilai maksimum , dan minimum menurut Kecamatan
Tabel 3 : Angka kebugaran ,Nilai maksimum dan nilai minimum
Tabel 4. Rasio SDM, Nilai Maksimum dan Minimum

Referensi

Dokumen terkait

Perolehan rekomendasi sangat valid dari rerata hasil penilaian ketiga validator tersebut dikarenakan LKS hasil pengembangan ini telah memiliki tujuan belajar yang

​ Jika tidak ada mekanisme yang tepat untuk mengotentikasi server ​game ​ ke ​client​ , ​cheater dapat mengumpulkan ID dan kata sandi dari pemain sah dengan cara membuat server

Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat pengguna alat pembayaran menggunakan kartu di Kota Palembang. Jenis Sampel yang digunakan adalah Acidental

Dalam bab ini akan diberikan ilustrasi tentang aplikasi statistik penguji VVVS dalam memonitor kestabilan matriks korelasi pada proses produksi dudukan kabel tegangan tinggi

Hasil dari penelitian yaitu terdapat hubungan yang kuat antara tingkat stres terhadap tingkat nyeri dismenorea pada mahasiswi semester VI Program Studi D3 Kebidanan

Dalam Pasal 5 ayat (1) tersebut mewajibkan hakim sebagai penegak hukum dan keadilan untuk menggali dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat. Pada

Sejauh pengamatan peneliti, penelitian mengenai perbedaan adversity quotient pada mahasiswa yang mengikuti Objective Structured Clinical Skills (OSCE) berdasarkan motivasi

Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh profesi keperawatan dalam mengembangkan perencanaan keperawatan yang akan dilakukan tentang upaya penurunan rasa nyeri dan