21 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kecamatan yang menjadi tempat penelitian dipilih menggunakan metode stratified random sampling berdasarkan tingkatan prevalensi anemia dan diperoleh 3 Kecamatan yaitu Nguter, Mojolaban, dan Sukoharjo. Setiap Kecamatan diambil 2 SMA yang dipilih dengan metode simple random sampling.
B. Waktu Penelitian
Penelitan dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2019 C. Tatalaksana Penelitian
1. Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Observasi hanya dilakukan sekali pada setiap subjek dan pengukuran variabel dilaksanakan dalam waktu yang sama.
2. Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri SMA di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah (N= 12.592).
b. Sampel
1) Besar Sampel
Besar sampel diperoleh berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus besar sampel untuk penelitian cross sectional menurut Lemeshow dan David (1997) sebagai berikut:
n =
( ) ( )
( )
= ( ) ( )
=
= 156,431
commit to user
Keterangan:
n : besar sampel
Z1-α/2 : standar normal variat (1,96 untuk kesalahan tipe I 5%) p : proporsi anemia di Kabupaten Sukoharjo (28,1) N : populasi
d : absolute error
Dengan pertimbangan drop out sebesar 20% maka besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 188. Dalam penelitian sampel penelitian yang digunakan sebesar 289 remaja putri.
2) Cara pengambilan sampel
Pemilihan sampel penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan peneliti sebagai berikut.
Kriteria Inklusi:
a) Remaja putri yang bersekolah di SMA Kabupaten Sukoharjo b) Berusia 14 – 17 tahun
c) Sehat jasmani dan rohani Kriteria Eksklusi
a) Tidak hadir pada saat dilakukan penelitian b) Mengkonsumsi suplemen zat besi
c) Sedang menstruasi
d) Memiliki riwayat dan menderita penyakit diabetes, gagal ginjal dan penyakit lain berdasarkan diagnosis dokter.
3. Variabel Penelitian a. Variabel bebas
1) Status gizi 2) Aktifitas fisik
3) Asupan makanan (energi, karbohidrat, protein, lemak, serat, Fe, vitamin C dan zink)
4) Asupan AGEs 5) Jenis AGEs
commit to user
b. Variabel terikat Kadar Hemoglobin
c. Definisi operasional variabel 1) Status gizi
Gambaran status gizi subjek penelitian yang diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dibandingkan dengan umur yang diperoleh dari hasil pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saat awal penelitian. Hasil pengukuran IMT sampel dinyatakan dalam kg/m2 yang selanjutnya dikategorikan berdasarkan z-score IMT/U menurut Kemenkes RI (2011).
Alat Ukur : Mikrotoa dan timbangan digital Skala ukur : SD
Paramenter : Kurus (< -2 SD)
Normal (- 2SD s/d 1SD) Gemuk (> 1SD s/d 2SD) Obesitas (> 2SD)
Skala data : Ordinal 2) Aktivitas fisik
Gambaran kegiatan yang dilakukan selama 7 hari yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan formulir International Physical Activity Questionaire Adolescent (PAQ-A) menurut Erwinanto (2017) yang selanjutnya diolah sehingga diperoleh skor rata-rata aktivitas fisik (Lampiran 8). Hasil pengukuran dinyatakan dalam skor rata-rata.
Alat ukur : formulir PAQ-A
Skala ukur : skor rata-rata aktivitas fisik Skala data : Interval
3) Asupan Makanan
Jumlah asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, serat, Fe, vitamin C dan zink yang dikonsumsi baik dari makanan atau minuman dalam sehari pada hari sekolah dan akhir pekan yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan formulir Food Recall 3x24 jam yang selanjutnya diolah menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Hasil commit to user
pengukuran asupan energi dinyatakan dalam kalori (kkal), karbohidrat, protein, lemak, serat dinyatakan dalam gram (g), Fe, vitamin C dan zink dalam miiligram (mg).
Alat ukur : Food Recall 24 Jam Skala ukur : % AKG
Skala data : Rasio 4) Asupan AGEs
Jumlah asupan AGEs yang dikonsumsi baik dari makanan atau minuman dalam sehari pada hari sekolah dan akhir pekan yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan formulir Food Recall 3x24 jam yang selanjutnya diolah menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007 untuk mengetahui kandungan AGEs dalam makanan. Kandungan AGEs dalam makanan ditentukan berdasarkan hasil penelitan Uribarri et al. (2010) (Lampiran 7).
Alat Ukur : Food Recall 24 Jam Skala ukur : KiloUnit (kU).
Skala data : Rasio 5) Jenis AGEs
Jenis AGEs yang dikonsumsi yang didasarkan pada cara pengolahan makanan sumber AGEs meliputi dibakar, digoreng atau direbus yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan formulir food recall 3x2 jam. Hasil recall kemudian dijumlahkan beratnya berdasarkan cara pengolahan (dibakar, digoreng atau direbus).
Alat Ukur : Food Recall 24 Jam Skala ukur : g/hari
Skala data : Rasio 6) Kadar Hemoglobin
Kandungan sel darah merah dalam darah sampel yang diperoleh melalui analisis Hb menggunakan metode cyanmethemoglobine.
Alat Ukur : Spektrofometer Skala ukur : g/dL
Skala data : Rasio commit to user
Untuk kepentingan uji statistik, kadar hemoglobin dikelompokkan menjadi 2 yaitu <12 g/dL (anemia) dan ≥12 g/dL (tidak anemia).
4. Prosedur Pengumpulan Data a. Instrumen Penelitian
1) Informed consent (Lampiran 4) 2) Formulir food recall 24 jam
3) Formulir semiquantitative food frequanecy (SQ-FFQ)
4) Formulir International Physical Activity Questionaire Adolescent (PAQ-A)
5) Timbangan berat badan dengan ketelitian 0,1 kg 6) Mikrotoa dengan ketelitian 0,1 cm
b. Data Primer
1) Karakteristik responden diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir karakteristik subjek penelitian (Lampiran 5)
2) Data status gizi diperoleh dari hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan subjek penelitian yang diukur pada awal penelitian.
3) Asupan AGEs, energi, karbohidrat, protein, lemak, serat, Fe, vitamin C dan zink diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir food recall 24 jam (Lampiran 6).
4) Jenis AGEs diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir food recall 24 jam dengan mengelompokkan bahan makanan yang diolah berdasarkan jenis pengolahan yaitu rebus, goreng dan bakar.
5) Kadar Hemoglobin diperoleh dari hasil analisis darah menggunakan metode cyanmethemoglobine.
6) Aktivitas fisik diperoleh dari hasil wawancara menggunakan formulir PAQ-A (Lampiran 7).
c. Data Sekunder
Data sekunder berupa prevalensi anemia diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, sedangkan daftar SMA beserta jumlah siswi diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo.
commit to user
d. Alur Penelitian
Gambar 3.1 Alur penelitian hubungan status gizi, aktivitas fisik, asupan makanan, asupan AGEs dan jenis AGEs dengan kadar hemoglobin remaja putri usia 14-17 tahun.
Siswa SMA di Kabupaten Sukoharjo 12 Kecamatan
(N= 12.592)
Diperoleh 3 Kecamatan berdasarkan tingkat prevalensi anemia tinggi, sedang, dan rendah
(Nguter, Mojolaban, dan Sukoharjo)
Diambil 2 SMA setiap Kecamatan (Total= 6 SMA)
Stratified random sampling
Simple random sampling
Informed consent Pengambilan data
Pengukuran: BB, TB, dan kadar hemoglobin
Wawancara: karakteristik subjek, asupan makan, dan aktivitas fisik
Pengolahan data
Analisis data
Univariat, bivariat, dan multivariat Inklusi
289 remaja putri
commit to user
5. Pengolahan Data
Pengolahan data dalam penelitian dilakukan dengan:
a. Coding
Mengklasifikasi dan memberi kode pada data untuk memudahkan dalam menganalisis
b. Editing
Memeriksa kelengkapan dan kebenaran isi kuesioner. Kegiatan ini dilakukan di lapangan setelah kuesioner diisi untuk menghindari kesalahan pengisian kuesioner.
c. Entry
Setelah semua data terkumpul, data tersebut disalin ke Nutrisurvey 2007 dan di analisis menggunakan program SPSS.
d. Cleaning
Setelah semua data dimasukkan, dilakukan pengecekan ulang agar tidak ada kesalahan dama pemasukan data.
6. Teknik Analisis Data a. Analisis Univariat
Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel dan variabel dalam penelitian. Data yang ada dikelompokkan dan ditabulasikan ke dalam tabel distribusi frekuensi kemudian dideskripsikan.
b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas status gizi, aktivitas fisik, asupan makanan, asupan AGEs, dan jenis AGEs dengan variabel terikat kadar hemoglobin. Uji statistik yang digunakan adalah uji Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan variabel dengan skala data numerik (aktivitas fisik, asupan makanan, asupan AGEs, dan jenis AGEs) sedangkan variabel status gizi dengan skala data ordinal dianalisis menggunakan uji Spearman. Analisis dengan uji statistik Pearson menggunakan bantuan program komputer yaitu SPSS version 25 dengan p value 0,05.
commit to user
c. Analisis Multivariat
Analisis multivariat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier ganda, dimana analisis ini digunakan untuk menganalisis hubungan beberapa variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel yang dilakukan analisis multivariat yaitu variabel dengan nilai p<0,25 pada analisis bivariat sebelumnya. Selain itu, data yang akan dianalisis harus memenuhi beberapa asumsi klasik sebagai berikut:
1. Normalitas
Uji normalitas data adalah uji yang dilakukan apakah dalam suatu model regresi memiliki data yang bertrisbusi normal ataukah tidak (Ghozali, 2018). Uji yang penting dalam analisis regresi adalah uji normalitas, karena uji normalitas merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam statistik parametrik.
2. Multikolinieritas
Uji asumsi klasik Multikolinieritas ini digunakan untuk mengukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan/pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r). Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi multikolonieritas dalam analisis regresi adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Suatu model regresi apabila nilai VIF menghasilkan angka 1-10 maka model regresi tidak mengandung multikolonieritas (Sujarweni, 2008).
3. Heterokedastisitas
Dalam persamaan regresi berganda perlu diuji mengenai sama atau tidak varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi lainnya. Jika residual mempunyai varians yang sama, disebut homoskedastisitas. dan jika variansnya tidak sama disebut terjadi heteoskedastisitas. Persamaan regresi yang baik jika tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2018).
commit to user