i
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR (LENDER) DALAM BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS PEER TO PEER
LENDING
Penulisan Hukum (Skripsi)
Disusun dan Diajukan untuk
Melengkapi Persyaratan Guna Memperoleh Derajat Sarjana S1 Dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Oleh:
Ryan Helmy Permana Putra NIM. E0017421
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
commit to user 2021
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING Penulisan Hukum (Skripsi)
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR (LENDER) DALAM BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS PEER TO PEER
LENDING
Oleh :
Ryan Helmy Permana Putra NIM. E0017421
Disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
Surakarta, 26 April 2021 Pembimbing
Pranoto, S.H., M.H.
NIP. 196412191989031002 commit to user
commit to user
iv
SURAT PERNYATAAN
Nama : Ryan Helmy Permana Putra Nim : E0017421
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul : PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR (LENDER) DALAM BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS PEER TO PEER LENDING adalah benar-benar karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Appabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Surakarta, 26 April 2021 Yang Membuat Pernyataan,
Ryan Helmy Permana Putra NIM. E0017421
commit to user
v ABSTRAK
Ryan Helmy Permana Putra. E0017421. 2021. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR (LENDER) DALAM BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS PEER TO PEER LENDING. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan mengidentifikasi perwujudan, pertama, mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh kreditur dalam bisnis Financial Technology berbasis Peer to Peer Lending di Indonesia. kedua, mengidentifikasi perwujudan perlindungan hukum bagi pihak kreditur yang mengalami permasalahan dalam bisnis Financial Technology berbasis Peer to Peer Lending di Indonesia.
Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini adalah normatif atau sering disebut sebagai penelitian hukum doktrinal dan bersifat preskriptif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual.
Kemudian sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Serta, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduksi.
Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan yang dihadapi pihak kreditur dalam bisnis Financial Technology berbasis Peer to Peer Lending di Indonesia adalah, pertama, mengenai dana yang di investasikan tidak dapat di ambil sewaktu-waktu. Kedua, dapat terjadinya kebocoran data pribadi milik pengguna layanan Peer to Peer Lending dan yang terakhir, adalah permasalahan mengenai gagal bayar yang dilakukan oleh pihak debitur (Borrower). Cara untuk mengatasi permasalahan mengenai dana yang di investasikan tidak dapat diambil sewaktu waktu adalah dengan cara menggunakan dana khusus yang memang diperuntukkan dan di siapkan untuk keperluan investasi di bidang peminjaman modal Peer to Peer Lending. Untuk Mengatasi permasalahan kebocoran data pribadi milik pengguna layanan Peer to Peer Lending adalah dengan cara membentuk pengaturan hukum mengenai perlindungan data pribadi yang komprehensif, mengoptimalkan penegakan hukum antar lembaga di Indonesia dan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya keamanan data pribadi milik para pengguna layanan Peer to Peer Lending. Untuk mengatasi permasalahan gagal bayar yang dilakukan oleh debitur adalah dengan cara melakukan mitigasi risiko bagi setiap pendanaan yang diajukan, melakukan transparansi risiko terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi pihak kreditur dalam layanan Peer to Peer Lending oleh penyelenggara layanan dan melakukan credit scoring terhadap pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh debitur.
Kata Kunci: Financial Technology; Kreditur (Lender); Peer to Peer Lending;
Perlindungan Hukum
commit to user
vi
ABSTRACT
Ryan Helmy Permana Putra. E0017421. 2021. LEGAL PROTECTION FOR CREDITORS (LENDERS) INBUSINESS FINANCIAL TECHNOLOGY BASED PEER TO PEER LENDING. Faculty of Law, Sebelas Maret University, Surakarta.
This study aims to identify problems and identify their manifestations, first, to identify problems experienced by creditors in thebusiness Financial Technology - based Peer to Peer Lending in Indonesia. second, identifying the embodiment of legal protection for creditors experiencing problems in thebusiness Financial Technology -based Peer to Peer Lending in Indonesia.
This type of research in legal writing is normative or often referred to as doctrinal legal research and is prescriptive in nature. The approach used is a statutory approach and a conceptual approach. Then the source of legal material used is primary legal material and secondary legal material. Also, the data analysis technique used in this study is the deduction method.
The results of this research indicate that there are problems faced by creditors in thebusiness Financial Technology -based Peer to Peer Lending in Indonesia.
First, the invested funds cannot be withdrawn at any time. Second, there can be a leak of personal data belonging to users of the Peer to Peer Lending service and finally, the problem of default by the debtor (Borrower). The way to overcome the problem that the invested funds cannot be taken at any time is by using special funds that are intended and prepared for investment needs in the field ofcapital lending Peer to Peer Lending. To overcome the problem of leakage of personal data belonging to users of the Peer to Peer Lending service is by establishing comprehensive legal arrangements regarding personal data protection, optimizing law enforcement between institutions in Indonesia and disseminating the importance of personal data security belonging to users of the Peer to Peer Lending service. To overcome the problem of default by debtors is to mitigate risks for each proposed funding, carry out risk transparency on various problems faced by creditors in the Peer to Peer Lending service by service providers and performservice providers. credit scoring on loan applications made bydebtor.
Keywords: Financial Technology; Creditors (Lenders); Peer to Peer Lending;
Legal protection
commit to user
vii MOTTO
“Man Jadda, Wa jadda”
Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil
“Ikhtiar dan Tawakal adalah kunci menuju kesuksesan”
commit to user
viii
PERSEMBAHAN
Dengan segala kerendahan hati, penulisan hukum (skripsi) ini Penulis persembahkan kepada:
1. Allah SWT yang selalu memberikan jalan di setiap kesulitan dan memberikan kemudahan serta kelancaran kepada saya untuk dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah di rencanakan-Nya.
2. Kedua orang tua saya yaitu Bapak Ir. Edy Darmawan, M.M. dan Ibu Ir. Harini serta kedua saudara kandung saya Randy Mahendra Putra dan Rima Aghnia Permata Sari yang senantiasa mendukung, mendoakan dan memberikan semangat agar semua proses dalam studi sampai dengan penyelesaian skripsi ini dapat diberikan kelancaran dan kemudahan.
3. Segenap Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
commit to user
ix
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas limpahan rahmat, karunia dan hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum (skripsi) dengan judul “PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR (LENDER) DALAM BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS PEER TO PEER LENDING”.
Dalam pelaksanaan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau yang bisa disebut dengan peer to peer lending, terdapat sebuah problematika yang dapat menimpa pihak kreditur pada saat kapanpun, yaitu mengenai gagal bayar yang dilakukan oleh pihak debitur. Walaupun Otoritas Jasa Keuangan sudah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, tetap saja menimbulkan permasalahan yang dapat menimpa pihak kreditur. Hal itu di perparah lagi dengan keadaan mayoritas penyelenggara layanan Peer to Peer Lending tidak mau bertanggung jawab apabila terjadi kerugian yang menimpa pengguna layanan tersebut. Karena terjadi kekosongan hukum terhadap permasalahan gagal bayar ini, maka penulis mengkaji mengenai permasalahan yang telah di sebutkan sebelumnya.
Penulis menyadari bahwa penulisan hukum ini tidak akan selesai tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya, terutama kepada:
1. Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., selaku Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta yang mendukung penulisan hukum ini;
2. Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menyusun penulisan hukum ini;
commit to user
x
3. Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.H., selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menyusun penulisan hukum ini;
4. Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H., selaku Kepala Program Studi Strata 1 (S1) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menyusun penulisan hukum ini;
5. Pranoto S.H., M.H., selaku Kepala Bagian Hukum Keperdataan yang telah memberikan izin dalam penyusunan penulisan hukum ini;
6. Alm. Munawar Kholil, S.H., M.Hum., selaku pembimbing penulisan skripsi yang selalu membimbing dengan sabar dan membagikan ilmunya selama proses penyusunan hingga terwujud penulisan hukum ini;
7. Pranoto S.H., M.H., selaku pembimbing penulisan skripsi yang selalu membimbing dengan sabar dan membagikan ilmunya selama proses penyusunan hingga terwujud penulisan hukum ini;
8. Siti Muslimah, S.H., M.H., selaku pembimbing akademik yang telah membimbing, memotivasi dan memberikan arahan selama penulis belajar di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta;
9. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama mengemban pendidikan di bangku perkuliahan serta seluruh staff karyawan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu penulis selama masa perkuliahan;
10. Bapak Edy Darmawan, Ibu Harini, kedua saudara kandung saya Randy Mahendrra Putra dan Rima Aghnia Permata sari serta Brenda Amalia Putri yang senantiasa mendukung, mendoakan dan memberikan semangat dengan penuh kasih sayang agar semua proses dalam studi sampai dengan penyelesaian skripsi ini dapat diberikan kelancaran dan kemudahan;
11. Sahabat-sahabat saya Levin, Tia, Steffy, Ibeth, Nugi dan teman-teman KWK serta GBHN yang selalu menemani, mendukung, dan memberikan bantuan dalam segala hal semasa pekuliahan di Fakultas Hukum Universitas Sebelas
Maret; commit to user
xi
12. Teman-teman Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Angkatan 2017; dan
13. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu yang telah membantu penulis dalam penulisan hukum (skripsi) ini.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan penulisan hukum (skripsi) ini. Namun, penulis sadar bahwa dalam penulisan ini masih jauh dari kata sempurna, tetapi semoga penulisan skripsi ini dapat berguna, bermanfaat serta menambah ilmu khususnya di bidang Ilmu Hukum dan dapat dijadikan sumber bagi penelitian selanjutnya.
Surakarta, 26 April 2021 Penulis,
Ryan Helmy Permana Putra NIM. E0017421
commit to user
xii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN PENGUJI ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR GAMBAR………...xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 8
1. Tujuan Objektif ... 9
2. Tujuan Subjektif ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
1. Manfaat Teoritis ... 9
2. Manfaat Praktis ... 10
E. Metode Penelitian... 10
1. Jenis Penelitian ... 10
2. Sifat Penelitian ... 11
3. Pendekatan Penelitian ... 11
4. Jenis dan Sumber Data Penelitian ... 12
5. Teknik Pengumpulan Bahan Hukum... 13
6. Teknik Analisis Bahan Hukum ... 14
F. Sistematika Penulisan Hukum ... 14
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 16 A. Kerangka Teori... 16 commit to user
xiii
1. Tinjauan Tentang Perlindungan Hukum ... 16
2. Tinjauan Tentang Kredit ... 18
3. Tinjauan tentang Financial Technology (Fintech) ... 23
4. Tinjauan tentang Peer to Peer Lending (P2P Lending) ... 29
B. Kerangka Pemikiran ... 34
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37
A. Permasalahan yang di Hadapi Pihak Kreditur dalam Bisnis Financial Technology Berbasis Peer to Peer Lending di Indonesia ... 37
1. Dana yang di Investasikan Tidak Dapat di Ambil Sewaktu-Waktu ... 40
2. Terjadinya Kebocoran Data Pribadi Pengguna Layanan Peer to Peer Lending ... 41
3. Gagal Bayar yang Dilakukan Oleh Pihak Debitur (Debitur) ... 46
B. Cara Mengatasi Permasalahan yang di Hadapi Pihak Kreditur (Lender) Dalam Bisnis Financial Technology Berbasis Peer to Peer Lending Dalam Rangka Mewujudkan Perlindungan Hukum Bagi Pihak Kreditur ... 52
1. Cara Mengatasi Permasalahan Mengenai Dana yang di Investasikan Tidak Dapat di Ambil Sewaktu-Waktu ... 54
2. Cara Mengatasi Permasalahan Mengenai Kebocoran Data Pribadi Pengguna Layanan Peer to Peer Lending ... 55
3. Cara Mengatasi Permasalahan Gagal Bayar yang di Lakukan Oleh Debitur (Borrower) ... 63
BAB IV PENUTUP ... 90
A. Kesimpulan ... 90
B. Saran ... 91
DAFTAR PUSTAKA ... 92
commit to user
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Perkembangan Rekening Kreditur (Lender) dan Debitur (Borrower) di Indonesia Pada Tahun 2018 – 2019 ………..42 Gambar 3.2 Grafik Tingkat Keberhasilan 90 Hari (TKB90) Pendanaan Layanan Peer to Peer Lending Periode Desember 2019 – Desember 2020 ………47
Gambar 3.3 Sosialisasi yang di Lakukan Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Melalui Media Sosial Instagram mengenai Perlindungan Data Pribadi…………62 Gambar 3.4 Perjanjian Antara PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Atau Akseleran Dengan Kreditur ………...66 Gambar 3.5 Penjelasan Tentang Syarat dan Ketentuan Perjanjian Pinjam Meminjam Antara Amartha dengan Kreditur ………...67 Gambar 3.6 Penjelasan Mengenai Risiko Pemberian Pinjaman Dalam Aplikasi Akseleran ………...70 Gambar 3.7 Kolom FAQ Dalam Aplikasi Amartha Mengenai Keamanan Pendanaan Pihak Kreditur ……….71 Gambar 3.8 Informasi penilian Risiko Pada Platform Akseleran ……….77 Gambar 3.9 Informasi Penilian Risiko Pada Platform Amartha …………...……78 Gambar 3.10 Menu Call Center Pada Aplikasi Platform Amartha………..………84 Gambar 3.11 Perjanjian Antara PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Dengan Kreditur ………...……….87
commit to user