• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesejahteraan saat ini merupakan masalah yang sangat krusial di negeri ini. Seperti yang terjadi pada tahun 2020 hingga saat ini, yaitu merebaknya wabah Covid-19, dan hal tersebut sangat berimbas pada warga negara Indonesia, salah satunya adalah mengakibatkan pengangguran yang jumlahnya semakin melejit. Berdasarkan data Kementrian Ketenagakerjaan per 20 April 2020 pada sektor formal tercatat bahwa sebanyak 84.926 perusahaan telah merumahkan para pekerjanya, sedangkan pada sektor informal terdapat sekitar 31.444 perusahaan yang mengharuskan untuk merumahkan karyawannya dengan jumlah tenaga kerja yang terkena PHK mencapai 583.358 orang. Total antara sektor formal dan informal jumlah perusahaannya ada 116.370, lalu jumlah pekerja yang mendapat PHK mencapai hingga 2.084.593 orang.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat memutuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk semua yang merasakan dampak dari pandemi Covid- 19 ini. Bantuan ini diberikan kepada pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, sopir taksi, sopir bus, sopir truk, pengemudi ojek, petugas parkir, para pengrajin, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan lainnya. Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Pemerintah menyiapkan sejumlah Bantuan Sosial (Bansos) yang mulai disalurkan pada bulan Maret 2020, berikut beberapa bansos tersebut:

a. Bantuan Sosial (Bansos)

Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, menyampaikan mengenai program-program jaring pengaman sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan sosial ini dibagi menjadi dua program jaring, yaitu:

1) Bantuan Sosial Reguler, dalam program ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu Program Keluarga Harapan/PKH dan Program Sembako atau BPNT. Sejak maret 2020 untuk program PKH diperluas menjadi 10 juta KPM dengan pencairan setiap bulan. Pada awalnya pencairan ini diberlakukan setiap 3 bulan sekali, namun untuk khusus mengantisipasi Covid-19 pencairan PKH diubah menjadi setiap satu bulan sekali.

Program bantuan s reguler lainnya adalah program sembako, program ini dinaikkan dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM atau keluarga penerima manfaat, dengan indeks dinaikkan pula dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per bulan per KPM.

(2)

2

2) Bantuan Sosial Non Reguler, program ini pun dibagi menjadi dua, yaitu yang pertama adalah Bantuan sosial berupa sembako untuk wilayah Jabodetabek: Jakarta, kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangsel, kota Tangerang dan sebagian Kabupaten Bogor (tidak seluruh Kabupaten Bogor), program ini menargetkan sebanyak 1.3 juta per KK (Kartu Keluarga) untuk wilayah Jakarta dan untuk wilayah Bodetabek sebanyak Rp.600.000, pembagian ini dibagi menjadi sebanyak 3 bulan dengan nilai 1 bulan per keluarga per keluarga penerima manfaat adalah Rp.600.000 dengan penyalurannya adalah 2 bulan sekali.

b. Kartu Prakerja

Pemerintah telah mengeluarkan dalam program kartu Prakerja, yang pada awalnya anggaran pada program ini hanya sebesar Rp.10 Triliun, namun akibat adanya pandemi ini anggaran bertambah menjadi Rp.20 Triliun.

Program ini direncanakan untuk korban PHK dan sektor informal yang kesulitan akibat Covid-19 dengan jumlah sebanyak 5,6 juta peserta. Kemudian terdapat skema lainnya yang dilakukan oleh BPJS-Tenaga Kerja (BPJS-TK) dengan jumlah pekerja sekitar 400.000. Pada program inilah pemerintah setidaknya dapat membantu hingga 6 juta pekerja di tahun 2020 (https://anggaran.kemenkeu.go.id/in/post/program-kartu-prakerja-di-tengah- pandemi).

Gambar 1.1

Rincian Manfaat Kartu Prakerja Yang Diterima Per Peserta Sumber: www.kemenkeu.go.id Tahun 2020

c. Kartu Sembako

(3)

3

Jenderal Anggaran (DJA) Askolani menyampaikan bahwa Program Kartu Sembako dialokasikan untuk 20 juta penerima meningkat dari sebelumnya untuk 15,2 juta penerima existing dengan besaran Rp150 ribu/bulan (Januari-Februari). Ia menambahkan bahwa saat ini, ada penambahan 4,8 juta penerima tambahan dengan besaran Rp200 ribu/bulan mulai Maret-Desember 2020 sehingga dengan penambahan ini, total anggaran sebesar Rp43,6 triliun dari sebelumnya Rp28,08 triliun (https://setkab.go.id/pemerintah-tambah-jumlah- penerima-dan-besaran-kartu-sembako/).

d. Program Keluarga Harapan

Bantuan Program Keluarga Harapan yang diberikan oleh (KEMENSOS) Kementrian Sosial kini diubah menjadi setiap bulan untuk membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo menaikkan jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga. Peningkatan ini guna menjaga daya beli masyarakat. Besaran uang yang diterima tiap keluarga meningkat 25%

(https://pkh.kemensos.go.id/?pg=berita).

Gambar 1.2

Data Bantuan PKH Setelah Status Darurat Kesehatan COVID-19 Sumber: www. databoks.katadata.co.id Tahun 2020

e. Program Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Pintar Kuliah/Bidikmisi

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III telah mencairkan Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp12,25 miliar yang diperuntukkan bagi 16.300 siswa dan Bidikmisi sebesar Rp61 miliar yang diperuntukkan bagi 10.100 mahasiswa. Pencairan tersebut dalam rangka percepatan penyaluran bantuan sosial untuk penanganan Virus Korona (Covid-19) sehingga telah dicairkan pada 8 April 2020 lalu. Program Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Pintar (PIP/KIP) Kuliah/Bidikmisi Kemendikbud dianggarkan sebesar Rp15,76 triliun.

(4)

4

Bantuan PIP diberikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) berasal dari keluarga miskin/rentan miskin. Nilai bantuan per Siswa yaitu SD: Rp450 ribu, SMP: Rp750 ribu dan SMA: Rp1 juta (https://pip.kemdikbud.go.id/) .

f. Subsidi Listrik

Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan kebijakan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN di tengah pandemi virus corona. Kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak 1 April, dan diharapkan semua pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik bisa mengakses subsidi listrik tersebut. Tidak semua pelanggan listrik PLN dapat menikmati kebijkan listrik gratis atau subsidi dari pemerintah ini. Rincian pelanggan yang berhak yaitu sebanyak 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA mendapatkan listrik gratis. Berikut rincian pelanggan listrik yang dapat gratis atau diskon: R1/450 VA (gratis) R1T/450 VA (gratis) R1/900 VA (diskon) R1T/900 VA (diskon) (http://www.anggaran.kemenkeu.go.id/).

g. Program Padat Karya Tunai

Pemerintah juga menyiapkan program padat karya tunai desa. Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya masyarakat miskin di pedesaan.

Diterapkan secara masif menggunakan skema dana desa. Menurutnya pemanfaatan dana desa dalam situasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk dua hal, yaitu sebagai bantuan sosial bagi warga terdampak serta sebagai program padat karya tunai di desa.

Pemerintah menyiapkan dana Rp 16,9 triliun untuk program padat karya tunai.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa program ini dapat berupa Kegiatan yang dilakukan bisa untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19 di desa seperti pengelolaan air bersih, wastafel desa untuk cuci tangan, ruang karantina untuk ODP, pembuatan masker, hand sanitizer, dan sebagainya (https://www.kemenkopmk.go.id).

Dari uraian yang sudah disebutkan diatas, terpaparkan bantuan-bantuan yang diberikan Pemerintah untuk masyarakat, tetapi pada kenyataannya tidak semua dapat menerima bantuan yang diberikan oleh Pemerintah.

Terdapat sebuah kasus korupsi yang terjadi pada program jaring pengaman sosial yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, Juliari Batubara. Beliau melakukan pencatutan Rp 10.000 pada setiap paket bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak covid-19.

Pada laman Tempo.co, beliau dinyatakan terbukti menerima suap Rp 32,2 miliar dari korupsi Bansos.

(5)

5

Masih banyak masyarakat yang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan sehari- harinya. Dilihat dari hal tersebut, membuat orang-orang yang berjiwa sosial tinggi merasa mereka harus ikut turun tangan dalam memerangi kasus ini, contohnya seperti organisasi- organisasi atau komunitas banyak yang turut membantu masyarakat yang kesusahan akibat pandemi ini. Terdapat beberapa komunitas dan organisasi yang memiliki jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi, mereka adalah relawan-relawan yang bertujuan agar dapat meringankan beban saudara-saudaranya yang terdampak merebaknya Covid 19, sebagai berikut:

TABEL 1.1

ORGANISASI RELAWAN COVID-19 No Nama Organisasi / Tim

Relawan

Tujuan

1 @Indonesiabaik.id Relawan membantu menjadi garda terdepan tangani Covid-19

● Relawan Medis

● Relawan Non-Medis 2 @DKI_Jakarta

“Jakarta Memanggil”

Menjadi tenaga professional Kesehatan penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta

3 @Pikobar Jabar ● Mengkampanyekan mengenai physical distancing

● Melakukan verifikasi kepada warga yang membutuhkan bantuan

● Menjadi tim relawan Kesehatan 4 @ayobergerak_id ● Gerakan sosial relawan digital

● Fokus pada donasi untuk membantu tenaga medis mendapatkan APD (Alat Pelindung Diri)

5 @relawan_siaga ● Memberi beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang terdampak Covid19

● Memberi bantuan bahan pokok

● Memberi bantuan kesehatan

● Memberi arahan secara online mengenai Covid19 melalui sebuah aplikasi

6 @actforhumanity ● Memberi donasi bahan pokok

● Memberi ribuan porsi makanan gratis

● Membuat donasi online

7 @univ.jambi Mahasiswa relawan kemanusiaan melawan Covid-19 8 @Sahabat_uncleteebob Dibantu oleh 4 organisasi Karang taruna kota Bandung,

Satkessos Karang Taruna, SAPMA pemuda pancasila dan Reforestasion membuat Gerakan “Selamatkan Tetanggamu”

● Mengedukasi tentang kemandirian pada masyarakat

● Memberi bantuan berupa bahan pokok Kampanye program Peduli Tetanggamu 9 Gabungan Organisasi

Mahasiswa Daerah, Organisasi Pemuda,

Donasi berupa uang tunai, APD, dan kebutuhan pokok lainnya

(6)

6 danOrganisasi Relawan

di Blora

10 Relawan RPC 19 Kota Aceh

Mendirikan Posko Relawan Pencegaha Coronavirus Disease (Covid 19).

11 PPKS (Pemuda Peduli Kesejahteraan Sosial)

● Membuka donasi dan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk sembako

● Membuat program Gerakan Rakyat atau social movement “Ceban Pertama #GERCEP”.

Sumber: penulis 2020

Dalam memerangi pandemi Covid-19 ini, memang tidak bisa sepenuhnya mengharapkan bantuan dari pemerintah saja. Dari tabel diatas terdapat satu dari sebelas organisasi yang berbeda dengan yang lainnya, yaitu organisasi PPKS (Pemuda Peduli Kesejahteraan Sosial). Dari hasil data observasi awal mengenai beberapa organisasi berbasis sosial, yang membuat organisasi PPKS ini berbeda dengan lainnya adalah dalam membuat program bantuan sosial, organisasi ini tidak memungut biaya sepeserpun dari yang ingin turut membantu sesama.

Organisasi PPKS merupakan sebuah perkumpulan atau organisasi kepemudaan yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945, bernafaskan sosial masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pemuda pemudi berusia 16-30 tahun yang peduli terhadap kesejahteraan sosial dan atau isu-isu sosial.

PPKS berdiri pada 4 April 2014, dibentuk atas dasar deklarasi pemuda pemudi kesejahteraan sosial di Indonesia. Awal pergerakan organisasi ini adalah memerangi berbagai permasalahan sosial seperti anak terlantar, ABH, lansia terlantar, penyandang disabilitas, gelandangan, pengemis, ODHA korban napza, korban bencana, komunitas adat terpencil (KAT), permasalahan sosial tersebut didiskusikan dan dicarikan jalan keluarnya oleh organisasi PPKS dengan cara membentuk beberapa departemen yang menangani bidang- bidang permasalahan sosial yang ada di Indonesia dan dengan membentuk Komunitas Pemuda Peduli Kesejahteraan Sosial (KPPKS).

Organisasi PPKS Indonesia ini memiliki beberapa cabang di Indonesia, dan terpusat di Kota Bandung. Hingga saat ini PPKS Indonesia melaksanakan kegiatannya di seputar daerah Jawa Barat, dan masih terus berusaha untuk mengembangkan organisasinya ke seluruh Indonesia. Berikut adalah gambar logo pada organisasi PPKS Indonesia.

(7)

7

Gambar 1.3 Logo PPKS

Sumber: Instagram @ppksbandung, 2020

Pada masa pandemi seperti saat ini, organisasi PPKS membuat program #GERCEP, yaitu Gerakan Ceban Pertama. Gerakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat disekitar dengan cara uang senilai 10.000 rupiah di konversikan menjadi bantuan bagi warga yang terdampak Covid-19. Dibuatnya program ini karena dilihat dari kondisi pada saat ini, salah satu contoh kasus akibat pandemi ini terjadi di Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara.

Di kampung tersebut terjadi krisis makanan, mereka hanya memakan nasi aking dari sampah plastik, Maka gerakan ini dibuat dengan tujuan untuk mengajak melakukan Gerakan perubahan (Social Movement) guna membantu sesama, dimulai dari orang terdekat disekitar kita. Berikut adalah poster flyer kampanye #Gercep yang dibuat oleh organisasi PPKS.

Gambar 1.4 Program #GERCEP Sumber: Instagram @ppksbandung, 2020

(8)

8

Cara penyampaian komunikasi yang baik adalah melalui kampanye, seperti yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Dalam membuat sebuah kampanye untuk melakukan social movement, tentunya diperlukan sebuah manajemen komunikasi yang baik.

Diperlukan adanya sebuah manajemen komunikasi yang tentunya sangat berguna dalam melakukan campaign social movement, karena isi pesan tersebut dapat menentukan apakah akan diterima oleh khalayak atau tidak.

Dalam Abidin (2015: 52), Manajemen berasal dari kata to manage, yang artinya mengatur. Pada hakikatnya komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa manusia menggunakan 75% waktunya untuk berkomunikasi, maka dari itu komunikasi dapat menentukan kualitas manajemen pada sebuah organisasi atau perusahaan, karena manajemen merupakan proses yang khas terdiri atas tindakan perencanaan dan pengorganisasian, lalu penggerakan dan pengendalian juga sangat menentukan dalam pencapaian sasaran yang telah ditentukan oleh sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

Maka untuk melaksanakan semua fungsi manajemen, komunikasi yang baik dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Atas dasar hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengangkat “MANAJEMEN KOMUNIKASI PADA PROGRAM GERCEP ORGANISASI PPKS INDONESIA (Cabang Kota Bandung)” sebagai judul dalam penelitian ini.

1.2 Fokus Penelitian

Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan pada latar belakang diatas, maka fokus dari penelitian ini adalah mengenai manajemen komunikasi yang dilakukan oleh organisasi PPKS dalam membuat pesan tentang membantu sesama. Untuk memperjelas fokus penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini, maka peneliti menyusun rumusan masalah sebagai berikut:

Bagaimana manajemen komunikasi dalam pembuatan pesan dalam program GERCEP (Gerakan Ceban Pertama) pada organisasi PPKS?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui manajemen komunikasi dalam pembuatan pesan dalam program GERCEP (Gerakan Ceban Pertama) pada organisasi PPKS.

(9)

9 1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam Aspek teoritis dan Aspek Praktis :

1.4.1 Aspek Teoritis

Secara teoritis, penulisan penelitian ini, peneliti berharap bisa memberikan kontribusi Ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Komunikasi mengenai dan wawasan serta menjadi referensi bagi penelitian Ilmu Komunikasi selanjutnya.

1.4.2 Aspek Praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini berguna untuk memperdalam Ilmu Komunikasi, menambah pengetahuan baru mengenai manajemen dalam suatu kegiatan sosialisasi yang dibuat oleh suatu organisasi

b. Bagi Pembaca

Penelitian ini dapat memberikan tambahan ilmu dan informasi mengenai langkah-langkah yang seharusnya dilakukan dalam melakukan sebuah sosialisasi agar dapat berjalan dengan baik dengan meminimalisir hambatan yang terjadi.

1.5 Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini terhitung 7 bulan dari awal pengumpulan data.

No. Tahapan 2021

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL

1 Menemukan fenomena yang akan diteliti dan observasi 2 Pengerjaan

BAB 1, BAB 2, dan BAB 3 3 Desk

Evaluation (DE)

4 Pengumpulan data melalui wawancara kepada informan 5 Analisis data

berdasarkan

(10)

10 hasil

wawancara kepada informan 6 Pengajuan

sidang

Gambar

Gambar 1.3 Logo PPKS

Referensi

Dokumen terkait

KTH Ngudi Lestari bukan merupakan pemegang HGU, sehingga verifier ada serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi sound absorption adalah kerapatan kayu, modulus elastisitas, kadar air, temperatur, intensitas dan frekuensi dari suara, serta kondisi pada

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Hasil dari penelitian ini adalah pengaplikasian strategi komunikasi agar performa organisasi dapat efektif adalah dengan enam hal yaitu komunikasi yang terbuka dalam

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 adalah dengan menerapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana dalam penerapannya

Manfaat, peran dan fungsi Teknologi Pendidikan adalah sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan, informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut bahwa dalam pengujian secara simultan, ditemukan bahwa kinerja

Kecemasan yang terjadi pada mahasiswa program studi Psikologi UBM sebelum dan saat melakukan presentasi dikarenakan persiapan yang kurang, bingung menyampaikan