• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Permainan Sepak Bola

1. Definisi

Konsep permainan sepak bola yaitu permainannya dilakukan secara bertim yang terbagi atas 2 tim, dimana setiap timnya berjumlah 11 anggota tim termasuk penjaga gawangnya. Olah raga ini dilakukan menggunakan seluruh bagian tubuh terkecuali kedua tangannya. Pesepak bola harus memiliki skill yang baik untuk mengoperkan bola ke sesama timnya agar mencetakkan gol, sedangkan penjaga gawang harus memiliki skill menendang dan menangkap bola dengan menggunakan tangannya.

Permainan sepak bola ini bertujuan untuk menggiring dan menendang bola agar masuk ke gawang lawannya, adapun penjaga gawangnya harus mempertahankan dan menjaga gawang supaya bola dari lawan dapat dihalau.

Dalam menentukan menang atau kalah dari pertandingan sepak bola yaitu apabila salah satu tim dapat mencetak gol ke gawang lawannya hingga akhir babak, namun jika hasil skor pencetakan golnya sama maka pertandingan dinyatakan seri.

Permainan sepak bola dibagi menjadi 2 babak pertandingan, masing- masing babaknya diberi waktu 45 menit, dan diberikan waktu istirahat selama 15 menit. Lapangan sepak bola memiliki bentuk persegi empat dengan panjang sekitar 120 meter dan lebarnya berkisar antara 45-90 meter. Dalam

(2)

pertandingan sepak bola internasional panjang lapangannya berkisar antara 100-110 meter, adapun lebarnya berkisar 64-75 meter.

Disamping itu, dalam permainannya pesepak bola harus memiliki kemampuan, strategi, keberanian untuk memainkan bola di lapangan. Dalam permainan ini pada dasarnya tersusun atas beberapa unsur meliputi fisik, teknik, strategi dan psikis (Herwin, 2006). Permainannya dilakukan secara tim, sehingga antar anggota timnya harus bekerjasama untuk mengoper bola agar mampu mencetakkan gol ke gawang lawan, dan mempertahankan gawangnya agar tidak dimasuki bola oleh lawannya.

Sepak bola termasuk olahrga popular di dunia, pada 21 Mei 1904 terbentuk FIFA (Federation The Football Association). Sedangkan di Indonesia sendiri baru dbentuk pada 19 April 1930 terbentuk PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) menaungi sepak bola Indonesia.

Sepak bola banyak memliki strategi dalam offense atau menyerang untuk mencetak gol dan juga deffens atau bertahan untuk menghindari gol dari lawan. Untuk teknik menyerang seperti yang kita ketahui adanya striker, gelandang bertahan, playmaker atau gelandang serang. Dalam teknik mereka berbagi tugas masing masing setiap posisi. Sedangkan untuk defense atau bertahan ada center back, right back, left back, dan paling penting adalah goalkeeper atau penjaga gawang (Pérez et al., 2017). Dengan tugas setiap posisi maka, semua pemain harus mempunyai teknik bermain yang baik.

(3)

B. VO2MAX 1. Definisi

VO2max ialah kapasitas oksigen maksimal yang bisa dikonsumsi setiap menitnya. VO2max yaitu daya tangkap aerobik maksimum sebagai gambaran jumlah oksigen dimanfaatkan oleh tubuh untuk mendapatkan energi dalam tubih individu pada saat melakukan latihan berat (Nugroho, 2020). VO2max yaitu tingkat kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen setiap mililiter/menit/kg berat badan individu. Setiap sel tubuh manusia memerlukan konsumsi oksigen untuk keperluan oksidasi makanan menjadi energi Adenosine Triphosphate (ATP), dimana ATP ini merupakan energi yang siap digunakan untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh. Dalam keadaan istirahat sel otot hanya memerlukan sedikit oksigen. Sedangkan sel- sel otot yang sedang berkontraksi akan membutuhkan kadar oksigen yang tinggi dan menghasilkan karbondioksida. Semakin meningkat jumlah oksigen yang dapat terserap oleh tubuh maka makin optimal kerja otot tersebut.

(4)

Besaran nilai VO2max manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi: kondisi jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah, proses menyampaian oksigen ke berbagai jaringan tubuh oleh sel darah merah yang melalui pompa darah oleh jantung, volume darah, dan jumlah eritrosit untuk membawa oksigen ke berbagai jaringan terutama jaringan otot (Sharkley, 2011).

Pengambilan oksigen maksimum mengacu pada intensitas proses aerobik dan sebenarnya mewakili kemampuan organisme untuk menggunakan jumlah oksigen maksimum pada waktu tertentu. Pengambilan oksigen maksimal sebagai ukuran kapasitas aerobik telah ditetapkan sebagai standar internasional untuk kapasitas fisik (Ranković et al., 2010).

Peningkatan VO2max dapat meningkatkan jumlah konsumsi oksigen tubuh sehingga secara fisiologis tubuh akan merespon dengan meningkatkan kapasitas paru-paru. Peningkatan tersebut dapat menyebakan antara O2 dan CO2 didalam tubuh mengalami peningkatan pula. Meningkatnya endurance kardiorespirasi dapat menyebabkan fungsi jantung mengalami peningkata, misalnya penurunan denyut jantung dikarenakan jantung dapat lebih efisien untuk memompa tiap denyutannya (Corbin et al. 2014).

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi VO 2Max

Subrata (2020) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap nilai Vo2max, antara lain:

1) Jumlah hemoglobin dan eritrosit

(5)

2) Komposisi tubuh dan jumlah otot yang bekerja dalam memanfaatkan oksigen

3) Umur Jenis kelamin 4) Kondisi ketika latihan 5) Temperatur tubuh

Adapun (Nirwandi, 2017) menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi Vo2Max, meliputi:

1) Jantung

Jantung yaitu organ yang mempunyai 4 ruang berongga dan berotot yang fungsinya guna memompa darah mellaui peredaran darah. Otot jantung yang berkontraksi dengan kuat dan teratur akan membentuk beberapa rongga didalamnya. Sistem jantung yang mengantarkan oksigen lewat sel-sel darah menuju seluruh tubuh untuk mendukung metabolisme aerob melalui peningkatan laju pengedaran oksigen ke otot.

2) Paru-Paru

Volume kapasitas paru merupakan jumlah udara yang masuk dan keluar dari paru-paru disetiap napas. Volume cadangan inspirasi yaitu jumlah maskimal udara yang mampu dimasukkan kedalam paru-paru setelah ekspirasi normal. Volume cadangan ekspirasi yaitu jumlah udara yang mampu dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi biasa.

(6)

3) Pernapasan

Fisiologis pernapasan yang memiliki tujuan guna mendapatkan kecukupan O2 didalam tubuh dan mengelauarkan CO2 dari jaringan tubuh. Dalam proses pernafasan mencakup dua aktivitas yaitu inspirasi oksigen dan ekspirasi karbondioksida.

4) Peredaran Oksigen antara paru dan jaringan

Ketahanan jantung, paru-paru dan otot, serta kekuatan otot yang berhubungan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi Vo2Max, peredaran oksigen yang bagus akan menghasilakan Vo2Max yang dapat meningkatkan fungsi jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, dan kesegaran jasmani.

3. Faktor Fisiologis

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan Vo2Max tubuh yaitu kapasitas kerja dan sistem peredaran darah untuk menyediakan dan menggunakan oksigen, dalam hal ini dpengaruhi oleh beberapa hal berikut:

a) Difusi Pulmonal

Paru-paru adalah organ yang mempunyai fungsi sebagai tempat pertukaran oksigen, guna mencukupi keperluan oksigen tubuh, oleh karena itu diperlukan permukaan paru yang luas pada proses difusinya.

Permukaan paru-paru yang luas ini harus didukung adanya pergerakan dari rongga thork yang luas sebagai tempatnya.

(7)

b) Curah Jantung

Curah jantung menjadi faktor memperngaruhi nilai Vo2Max, sebab pada saat olah raga jantung dapat memompa darah lebih cepat 10 kali lipat ke seluruh tubuh. Peningkatan frekuensi jantung < 2,5 kali dari curah jantung dalam sekali denyut meningkat 4 kali.

c) Volume atau Aliran Darah

Pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh dilakukan oleh bagian eritrosit yakni hemoglobin. Hemoglobin akan mengikat oksigen dari organ paru-paru menuju berbagai jaringan tubuh yang membutuhkan oksigen untuk keperluan produksi energi di mitokondria. Adapun karbondioksida sebagai zat sisa hasil metabolism yang mampu diikat hemoglobin untuk dibawa keluar menuju paru-paru. Maka dari itu, volume dan aliran darah ini merupakan hal utama sebagai pendukung proses metabolisme dalam tubuh.

d) Komposisi Tubuh

Lemak dalam tubuh merupakan simpanan energi namun tidak dapat digunakan secara langsung oleh tubuh pada saat olah raga berat.

Apabila Vo2Max dikatakan relatif atas berat badan, maka lemak dapat menaikan angka penyebut tanpa merubah angka pembilang Vo2. Dengan demikian, obesitas dapat menurunkan nilai Vo2max (Daussin et al., 2007). Komposisi tubuh berhubungan dengan IMT (Index Masa Tubuh).

Dengan melakukan pengukuran IMT didapatkan beberapa kategori proporsi tubuh, meliputi: kurus, normal, gemuk, dan obesitas.

(8)

C. High Intensity Interval Training (HIIT) A. Definisi

High Intensity Interval Training (HIIT) mengacu pada latihan yang ditandai dengan aktivitas kuat yang relative singkat, diselangi oleh periode istirahat atau latihan intensitas rendah untuk pemulihan. HIIT memiliki variable yang hampir tak terbatas, dan adaptasi fisiologis sepesifik yang di sebabkan oleh bentuk latihan, kemungkinan besar ditentukan oleh banyak faktor termasuk mode dan sifat tepat dari stimulus latihan, yaitu durasi, mode, dan pola aktifitas (Gibala et al., 2012)

Latihan Interval Training Intensitas Tinggi adalah latihan fisik yang ditandai dengan aktivitas yang tinggi namun singkat dan diselangi istirahat atau latihan, dengan adaptasi fisiologis yang pengaruhi beberapa faktor sifat yang tepat dari stimulasi latihan (intensitas, durasi, dan jumlah interval yang di lakukan) (Gibala et al., 2012).

Seseorang yang di berikan dengan tidak terlatih peningkatan signifikan dalam Vo2Max terjadi respon selama 2-12 minggu pelatihan interval training rata rata terbesar dalam peningkatan Vo2Max pada manusia selama 10 minggu untuk peningkatan 44%. (Astorino et al., 2017). Sedangkan untuk individu yang sering berlatihan atau berolahraga respon yang terjadi sekitar 2-8 minggu untuk pelatihan interval training perbaikan Vo2Max bermanifestasi sekitar 2-4 minggu setelah memulai latihan (Gibala et al., 2017).

(9)

Efek pelatihan interval berkelanjutan peningkatan terhadap Vo2Max sangat meningkat dari 50%-100% Vo2Max. Peningkatan yang lebih besar dari latihan intensitas tinggi ini sangat berpengaruh dari kosistensi dan kedisiplinan individu. Peningkatan Vo2Max dengan modalitas latihan interval sangat berpengaruh terhadap durasi dan frekuensi selama latihan, baik itu satu atau empat latihan dengan interval 4 menit atau dua atau empat hari perminggu latihan interval.

Tinaju ini mempertegas bahwa beberapa mekanisme untuk meningkatkan penyedian energy aerobic setelah pemeberian High Intensity Interval Training, meskipun latihan ini diberikan pada individu yang tidak terlatih maupun terlatih (atlet). Fokus lainnya penerapan HIIT untuk meningkatkan kinerja atlet dengan menyadari bahwa mekanisme yang mendasar kemungkinan berbeda dengan subjek yang kurang terlatih.

C. High Intensity Interval Training (HIIT) 1. Pengertian

HIIT mengacu pada latihan yang ditandai dengan aktivitas kuat yang relative singkat, diselangi oleh periode istirahat atau latihan intensitas rendah untuk pemulihan. HIIT memiliki variable yang hampir tak terbatas, dan adaptasi fisiologis sepesifik yang di sebabkan oleh bentuk latihan, kemungkinan besar ditentukan oleh banyak faktor termasuk mode dan sifat tepat dari stimulus latihan, yaitu durasi, mode, dan pola aktifitas (Gibala et al., 2012).

(10)

Latihan Interval Training Intensitas Tinggi adalah latihan fisik yang ditandai dengan aktivitas yang tinggi namun singkat dan diselangi istirahat atau latihan, dengan adaptasi fisiologis yang pengaruhi beberapa faktor sifat yang tepat dari stimulasi latihan (intensitas, durasi, dan jumlah interval yang di lakukan) (Gibala et al., 2012).

Seseorang yang di berikan dengan tidak terlatih peningkatan signifikan dalam Vo2Max terjadi respon selama 2-12 minggu pelatihan interval training rata rata terbesar dalam peningkatan Vo2Max pada manusia selama 10 minggu untuk peningkatan 44%. (Astorino et al., 2017).

Sedangkan untuk individu yang sering berlatihan atau berolahraga respon yang terjadi sekitar 2-8 minggu untuk pelatihan interval training perbaikan Vo2Max bermanifestasi sekitar 2-4 minggu setelah memulai latihan (Gibala et al., 2017).

Efek pelatihan interval berkelanjutan peningkatan terhadap Vo2Max sangat meningkat dari 50%-100% Vo2Max. Peningkatan yang lebih besar dari latihan intensitas tinggi ini sangat berpengaruh dari kosistensi dan kedisiplinan individu. Peningkatan Vo2Max dengan modalitas latihan interval sangat berpengaruh terhadap durasi dan frekuensi selama latihan, baik itu satu atau empat latihan dengan interval 4 menit atau dua atau empat hari perminggu latihan interval. Tinaju ini mempertegas bahwa beberapa mekanisme untuk meningkatkan penyedian energy aerobic setelah pemeberian High Intensity Interval Training, meskipun latihan ini diberikan pada individu yang tidak terlatih maupun terlatih (atlet). Fokus

(11)

lainnya penerapan HIIT untuk meningkatkan kinerja atlet dengan menyadari bahwa mekanisme yang mendasar kemungkinan berbeda dengan subjek yang kurang terlatih.

2. Pengaruh HIIT terhadap Vo2Max

Hasil studi Ayu (2018) menunjukkan HIIT dapat meningkatkan risiko stroke volume sehingga terjadinya penurunan denyut nadi namun cardiac output tetap. Hal tersebut mengakibatkan efesiensi otot jantung untuk mengedarkan darah ke seluruh bagian tubuh. Efesiensi ini ditunjukan dengan adanya penurunan denyut nadi. Latihan dengan intensitas rendah yang diselengi dengan intensitas tinggi pada latihan interval membantu pembuangan metabolisme dari otot selama periode istirahat ketika latihan interval intensitas tinggi dilakukan oleh tubuh. Perubahan periode latihan yang dilakukan bergantian ini membantu tubuh meningkatkan volume dalam mengkonsumsi oksigen selama latihan. Oksigen yang menuju otot yang aktif yang menguraikan asam laktat menjadi energi kembali.

Penelitian yang dilakukan pada atlet ekspedisi soedirman adanya pengaruh yang signifikan untuk peningkatan Vo2Max setelah diberikan latihan High Intensity Interval Training (Festiawan et al., 2020)

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan air limbah secara biologi adalah proses pemurnian limbah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik dan anorganik menjadi

Perhitungan terhadap buah layak ekspor berdasarkan cemaran pada eksokarp yang disajikan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan kalsium dan boron memberikan

• Pengolahan Data.. $omite Mutu dan $eselamatan mengadakan rapat untuk menyamakan persepsi tentang indikator mutu pelayanan rumah sakit yang terdiri dari #ndikator

Dari empat faktor eksternal : faktor pengetahuan, faktor harga, faktor tempat, dan faktor promosi, yang menjadi faktor penentu prioritas mahasiswa dalam menggunakan

Individu dengan Long QT Sindrom, sistim konduksi jantungnya memanjang untuk recharge ini yang mengakibatkan gangguan irama dimana terjadi aritmia yang menyebabkan

menggunakan teknik suntik (A1B1) dengan rerata luas infeksi 4,33 cm dan terendah ditunjukkan oleh perlakuan Rhizopus sp.. Luas jaringan terinfeksi pada pembentukan

Rencana kegiatan kampanye yang akan dilakukan adalah dengan melaksanakan metode-metode Digital Marketing (Search Engine Optimization (SEO), Social Media Marketing,