• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI DAN METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. B. Alat dan Bahan Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MATERI DAN METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. B. Alat dan Bahan Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

11

III. MATERI DAN METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-November 2018. Pemeliharaan Domba dilaksanakan di kandang domba Jatikuwung Inovation Center di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Pengujian sampel dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi daging dan Laboratorium Biokimia dan Nutrisi, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

B. Alat dan Bahan Penelitian

1. Kandang dan Peralatan a. Kandang

Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang individual sistem panggung berukuran 1 m x 2m, sedangkan tinggi alas kandang dari lantai 100 cm.

b. Peralatan

Alat yang digunakan selama masa pemeliharaan antara lain tempat pakan dan minum, timbangan gantung digital kapasitas 50 kg untuk menimbang bobot badan, timbangan digital merk scale untuk menimbang pakan dengan ketelitian 0,1 gram, sabit dan penggiling pakan. Peralatan preparasi sampel yang terdiri dari coolbox, pisau, talenan, plastik sampel. Peralatan untuk analisis kimia terdiri dari timbangan digital, meat grinder, sampel cups, foodscan, sentrifuge, tabung reaksi, waterbath, gelas ukur, pipet ukur dan spektrofotometer.

2. Bahan

a. Ternak domba

Domba yang digunakan dalam penelitian ini adalah Domba Ekor Gemuk, Domba Ekor Tipis dan Domba Merino Cross berjumlah 15 ekor dengan bobot awal ± 20 kg dengan domba yang dipotong berjumlah 9 ekor untuk uji kualitas kimia.

(2)

12 b. Daging

Daging yang digunakan untuk kualitas kimia daging yaitu daging pada otot TB dan PP.

c. Ransum

Ransum yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 30% : 70%. Pakan konsentrat terdiri dari bekatul, pollard, kulit kopi, bungkil sawit, mineral, molases dan menir kedelai terproteksi.

Pemberian ransum berdasarkan kebutuhan bahan kering ternak dengan jumlah pakan yang diberikan sebanyak 4,5% dari bobot badan. Kebutuhan bahan kering, protein kasar dan Total Digestible Nutrient (TDN) pada domba jantan dapat dilihat pada Tabel 1, kandungan nutrien bahan pakan penyusun ransum dapat dilihat pada Tabel 2, serta komposisi dan kandungan nutrien ransum pada Tabel 3.

Tabel 1. Kebutuhan Bahan Kering, Protein Kasar dan TDN pada domba jantan

BB (Kg) BK (%) PK (%) TDN (%)

20 3,3 14,5 60

30 3,3 11,8 60

40 3,0 10,0 60

Sumber: Peratuaran Menteri Pertanian Nomor 102 (2014).

Keterangan: BB: Bobot Badan; BK: Bahan Kering; PK: Protein Kasar; TDN: Total Digestible Nutrient.

Tabel 2. Kandungan Nutrien Bahan Pakan Penyusun Ransum Bahan Pakan

Kandungan Nutrien (%)

BK %BK BO TDN

PK LK SK Abu BETN

Rumput gajah(a) 34,01 10,13 5,89 29,30 15,81 38,86 84,19 56,48 Dedak(b) 89,55 8,88 1,68 39,64 16,75 33,06 83,25 46,76 Pollard(b) 88,69 13,54 4,34 9,12 5,33 67,94 94,67 84,74 Kulit kopi(b) 84,83 9,37 1,47 45,98 10,02 33,16 89,98 13,62 Bungkil sawit(b) 90,50 10,60 1,66 33,15 5,79 48,81 94,21 41,56

Mineral(b) 87,00 - - - 100,00 - - -

Molases(c) 87,50 3,10 - - - 96,90 100,00 70,70 MKT(a) 86,89 31,06 13,79 9,60 8,63 36,93 91,37 88,06 Sumber: (a) Analisa Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak 2017

(b) Analisa Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak 2018 (c) Siregar (1994)

Keterangan: MKT: Menir Kedelai Terproteksi; BK: Bahan Kering; PK: Protein Kasar; LK: Lemak Kasar; SK: Serat Kasar; BETN: Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen; BO: Bahan Organik dan TDN: Total Digestible Nutrient.

(3)

13

Tabel 3. Komposisi dan Kandungan Nutrien Ransum

Bahan Pakan Persentase

Rumput gajah 30

Dedak 18

Pollard 16

Kulit kopi 10

Bungkil sawit 12

Mineral 1

Molases 3

MKT 10

Jumlah 100

Kandungan Nutrien (%)

Protein Kasar (PK) 12,26

Lemak Kasar (LK) 4,50

Serat Kasar (SK) 27,03

Abu 12,20

BETN 44,45

BO 88,20

TDN 56,39

Keterangan: MKT: Menir Kedelai Terproteksi; PK: Protein Kasar; LK: Lemak Kasar; SK: Serat Kasar; BETN: Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen; BO: Bahan Organik; TDN: Total Digestible Nutrient.

C. Persiapan Penelitian

1. Persiapan Ternak

Domba ditimbang terlebih dahulu sebelum penelitian dimulai, sebagai dasar untuk penyusunan ransum. Pemberian identitas terhadap masing-masing domba untuk masing-masing perlakuan dan ulangan dilakukan dengan menempelkan label pada kandang domba tersebut.

2. Persiapan Ransum

Ransum yang digunakan dalam penelitian terdiri dari rumput gajah dan konsentrat kontrol yang mengandung menir kedelai terproteksi sebagai pakan perlakuan.

Proses pembuatan proteksi menir kedelai adalah sebagai berikut:

1) Menir kedelai dijemur terlebih dahulu agar kandungan air di dalamnya dapat berkurang.

2) Menir kedelai digiling

3) Formaldehid kadar 37% dicampur dengan air dengan perbandingan 1 : 5.

(4)

14

4) Menir kedelai yang sudah digiling tersebut dimasukkan ke dalam mesin pencampur (mixer) dan disemprotkan dengan formaldehid.

5) Didiamkan dan diperam selama 1 jam.

6) Mengangin-anginkan menir kedelai yang sudah terproteksi selama 24 jam.

D. Metode Penelitian

1. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Tersarang 3x2. Faktor yang pertama adalah jenis domba dan kedua yaitu macam otot Triceps brachii dan Pectoralis profundus. Tiap perlakuan terdiri dari 3 ekor domba sebagai ulangan. 15 ekor domba yang dipelihara diambil 9 ekor domba (3 ekor per perlakuan) berdasar bobot badan yang seragam untuk dipotong guna pengujian kualitas kimia. Adapun perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut:

P1= Domba Ekor Tipis (DET) P2= Domba Ekor Gemuk (DEG) P3= Domba Merino Cross 2. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pemeliharaan dan tahap koleksi pada domba. Tahap pemeliharaan dilakukan selama 3 bulan dengan pemberian perlakuan pakan. Pakan domba diberikan 4,5% dari kebutuhan bobot badan. Pemberian pakan dilakukan selama 90 hari. Pemberian perlakuan pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, pukul 14.00 WIB dan pukul 20.00 WIB. Pemberian konsentrat dilakukan sebelum pemberian rumput gajah. Pemberian air minum diberikan secara ad libitum. Penimbangan pakan dilakukan sebelum pakan diberikan pada domba jantan dan sisa pakan ditimbang pada setiap harinya.

Tahap koleksi sampel daging diambil dari sampel 15 ekor domba dengan 9 ekor domba dipotong (3 domba per perlakuan) untuk diambil daging pada bagian TB dan PP guna uji kualitas kimia. Total sampel 18, yang terdiri dari 9 otot TB dan 9 otot PP.

(5)

15

Karkas yang digunakan dalam penelitian diambil pada belahan kanan.

Sampel daging diambil pada otot Triceps brachii dan Pectoralis profundus masing- masing sampel diambil sebanyak 50 g. Sampel daging dipisahkan dari lemak dan dipotong sesuai kebutuhan pengujian (kadar air, lemak, protein dan kolesterol) lalu dibungkus plastik polietilena untuk dimasukkan ke dalam coolbox yang berisi es batu dan segera diuji di laboratorium. Pengambilan sampel pada kedua otot tersebut berdasarkan metode (AMLC cit. Riyanto, 1998) yaitu otot Triceps brachii diambil pada bagian area segitiga dari ujung ventral scapula sampai ujung posterior dari humerus dan otot Pectoralis profundus pada bagian bawah dada sekitar ketiak bagian sternum.

3. Pengambilan Data

Data penelitian diperoleh dari analisis sampel dengan mengukur kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar kolesterol. Metode analisis menggunakan Near Infrared Reflectance Spectroscoy (NIRS) yang dikembangkan oleh Van Kempen (2001) dan diaplikasikan ke dalam alat scan dengan menggunakan sinar inframerah dengan panjang gelombang tertentu (700-300 nm). Alat NIRS yang digunakan untuk menganalisis kadar air, kadar lemak dan kadar protein yaitu foodscan. Analisis kadar kolesterol menggunakan alat spektrofotometer.

Mekanika kerja NIRS dengan mengindentifikasi jumlah cahaya inframerah yang dipancarkan ke objek. Frekuensi cahaya yang diperlukan untuk meningkatkan getaran molekul ini tergantung pada konfigurasi molekul. Misal, untuk meningkatkan getaran antara atom hydrogen dan karbon glukosa, atom untuk ikatan lisin yang sama. Karakteristik cahaya inframerah yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan sidik jari sendiri. Jumlah cahaya yang diserap adalah fungsi langsung dari konsentrasi suatu molekul (Van Kempen, 2001).

a. Uji menggunakan foodscan (Van Kempen)

Menimbang sampel daging sebanyak 50 g dan dipisahkan dari lemak intramuscular, kemudian thawing dengan suhu ruangan (28oC). Haluskan sampel menggunakan blender hingga homogen. Timbang sampel sebanyak 30 g kemudian siapkan dan masukkan sampel ke dalam mesin foodscan

.

(6)

16 b. Uji Kadar Kolesterol

Tahap penetuan kadar kolesterol dilakukan sesuai pedoman Astuti et al., (2006). Analisis penentuan kadar kolesterol dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer.

E. Peubah Penelitian

Peubah yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kandungan kolesterol. Perhitungan masing-masing peubah menggunakan metode sebagai berikut:

a. Uji Kadar Air, Kadar Lemak dan Kadar Protein (Van Kempen, 2001)

Uji Kadar air, kadar lemak dan kadar protein menggunakan metode Near Infrared Spectroscopy (NIRS) dengan alat Foodscan. NIRS merupakan metode teknik analisis yang menggunakan sinar inframerah dengan panjang gelombang tertentu (biasanya 800-2500 nm). Panjang gelombang 1186-1189 nm digunakan untuk uji kadar air; 1414-1442 nm untuk uji kadar protein dan 2310-2323 nm untuk uji kadar lemak. Prosedur foodscan ialah sebagai berikut:

1) Menghaluskan sampel daging menggunakan meat grinder.

2) Menimbang sampel sebanyak 50 g.

3) Sampel dimasukkan pada sample cups (diameter 15 cm) kemudian meratakan sampai permukaan sample cups tertutup.

4) Memasukkan sampel daging ke dalam alat foodscan.

5) Menghidupkan komputer yang telah terhubung dengan alat foodscan, memilih tool analysis, tekan on (alat akan membaca rerata kadar air, protein, lemak dan kolagen dalam satuan persen).

6) Memberi kode pada sampel.

7) Menekan tombol print untuk mencetak dan analisis.

b. Kandungan Kolesterol (Astuti et al., 2006)

Uji Kadar Kolesterol menggunakan metode uji Liebermann-Burchard.

Lieberman-Burchard adalah reagen yang digunakan dalam uji kolorimetri untuk mendeteksi kolesterol.

(7)

17

Prosedur analisis kadar kolesterol ialah sebagai berikut:

1) Memasukkan 1 mg homogenate sampel daging (1 mg daging segar yang diencerkan dengan aquadest 2x) ke dalam tabung sentrifuge yang berisi 10 ml larutan aseton alkohol (1 : 1), kemudian direbus hingga larutan mendidih.

2) Sentrifuge pada 3000 rpm selama 15 menit, kemudian diambil supernatan dan dipindahkan ke tabung reaksi selanjutnya diuapkan dengan waterbath mendidih hingga tinggal residunya. Dilakukan pengenceran dengan kloform.

a) Residu +2 ml kloroform +2 ml campuran (asam sulfat pekat: asetat anhidrit=

1:30), di-vortex.

b) 2 ml larutan standar (2 mg kolesterol/1 ml kloroform) +2 ml campuran (sulfat pekat dan asetat anhidrit, di-vortex= 1:30), di-vortex.

c) Blanko: 2 ml kloroform + 2 ml campuran sulfat pekat dan asetat anhidrit kemudian di-vortex

d) Dimasukkan ke dalam ruang gelap.

3) Setelah warna berubah menjadi hijau (10 menit) kemudian dilakukan pembacaan absorbansi dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 680 nm.

4) Selanjutnya pembuatan larutan kolesterol standar dan penentuan nilai absorbansi.

(8)

18

F. Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Variance) pola tersarang. Jika hasil analisis varian terdapat pengaruh pada perlakuan maka dilanjutkan dengan pembanding kontras ortogonal untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan (Pramono, 2017). Model matematik rancangan ini adalah sebagai berikut:

Yijk=μ+Ai+Bj(I)+ϵijk

Keterangan :

Yijk : Pengamatan faktor A taraf ke-I, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k μ : Rataan umum

Ai : Pengaruh faktor a pada taraf ke-I

Bj : Pengaruh faktor B pada taraf ke-j pada Ai

ϵijk : Pengaruh galat perlakuan faktor A level ke-I dan perlakuan faktor B level ke-j serta ulangan ke-k.

Tabel 4. ANOVA (Analysis of Variance)

SV Db JK KT F hitung F Tabel

5% 1%

A a-1 JK A KT A KT A/KT G 3,89 6,93

B (A) a(b-1) JK B(A) KT B(A) KT B(A)/KT G

4,75 9,33

Galat ab(r-1) JK G KT G

Total abr-1 JKT

Keterangan :

A = Jenis domba B = Macam otot SV = Semua Variabel db = derajat bebas JK = Jumlah kuadrat KT = kuadrat tengah

Referensi

Dokumen terkait

Keterampilan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Padang sebelum menggunakan teknik pemodelan berbasis model problem based learning (PBL) memiliki

Suatu perdamaian harus ada timbal balik dalam pengorbanan pada diri pihak-pihak yang berperkara maka tiada perdamaian apabila salah satu pihak dalam suatu

Dari kenyataan diatas penulis memandang penelitian ini sangat perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan: Pertama, pendidikan karakter di sekolah atau madrasah

Masalah yang dibahas dalam penulisan ini adalah cara memberikan warna kepada semua simpul-simpul yang ada, sedemikian rupa sehingga 2 simpul yang berdampingan

Arah Kebijakan Pembangunan Flores Timur adalah meningkatkan akses dan pelayanan pendidikan bermutu, meningkatkan upaya revitalisasi nilai- nilai budaya Lamaholot dan

Tetapi Puro Pakualaman sebagai aset bangsa maka kita semua Bangsa Indonesia yang harus bertanggungjawab terhadap masalah itu, terutama lembaga pemerintahan yang

Kelebihan penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya (peer tutoring) dan metode pembelajaran klasikal terhadap peningkatan hasil belajar ditinjau berdasarkan

CBC (Cipher Block Chaining) sebagai salah satu metode dasar kriptografi modern yang bekerja dalam block telah banyak dikaji untuk meningkatkan kemanan data. Penggunaan