• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI KAPUAS HULU

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN

BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA E S A

BUPATI KAPUAS HULU,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 56 Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, perlu menetapkan petunjuk pelaksanaannya secara tersendiri;

b. bahwa dalam rangka penyusunan nilai neraca Pemerintah Daerah, pemanfaatan, dan pemindahtanganan barang milik daerah, pelaksanaan penilaian sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dilaksanakan dengan tertib sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Tata Cara Penilaian Barang Milik Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959

tentang Penetapan Undang-Undang

Darurat Nomor 3 Tahun 1953

tentang Pembentukan Daerah Tingkat

II di Kalimantan (Lembaran Negara

(2)

Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043);

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); i

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Pengganti Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun

1994 tentang Rumah Negara (Lembaran

Negara Republik Indonesia T a h u n 1994

Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 3573)

sebagaimana telah diubah dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun

2005 tentang Perubahan Atas Peraturan

Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang

Rumah Negara (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2005 Nomor 64,

(3)

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515); ! 7. Peraturan Pemerintah Nomor 2 T a h u n 2001

tentang Pengamanan dan Pengalihan Barang Milik/Kekayaan Negara dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 6,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4073);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelola Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5533);

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13

Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan

(4)

Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali yang terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;

15. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Milik Daerah;

16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 153 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang Dipisahkan;

17. Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah; i

18. Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 27 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu;

19. Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 29 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksana

Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah;

20. Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 17 Tahun 2014 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014;

2 1 . Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 35

Tahun 2014 tentang Penjabaran Perubahan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Tahun Anggaran 2014; i

(5)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU.

B A B I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

1945. ! 3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah

sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

4. Bupati adalah Bupati Kapuas Hulu. i 5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat

DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten

Kapuas Hulu. ! 6. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Bupati dalam

penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan.

7. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

8. Inspektorat Kabupaten adalah Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu.

9. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang selanjutnya disingkat DPPKAD adalah Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan unsur penunjang Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang tugasnya.

10. Satuan Kerja Perangkat Daerah, selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku Pengguna barang milik daerah.

11. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku Kuasa Pengguna

barang milik daerah. i

12. Kepala Bidang Aset Daerah adalah Kepala Bidang Aset

(6)

I

Daerah pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan Pengelolaan kekayaan daerah.

13. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disingkat APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

14. Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau yang berasal dari perolehan lainnya yang sah.

15. Pengelola Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pengelola adalah Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan

Pengelolaan barang milik daerah.

16. Pembantu Pengelola Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pembantu Pengelola adalah pejabat yang bertanggung jawab mengkoordinir penyelenggaraan Pengelolaan barang

daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah.

17. Pengguna Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pengguna adalah Pejabat pemegang kewenangan Penggunaan barang milik daerah.

18. Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Kuasa Pengguna adalah Kepala Satuan Kerja atau Pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya.

19. Pengurus Barang Milik Daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang milik daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja.

20. Biaya Perolehan adalah jumlah kas dan setara' kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu barang pada saat perolehan sampai dengan barang tersebut dalam kondisi siap pakai. i

2 1 . Penilai adalah pihak yang melakukan penilaian secara independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.

22. Penilai Pemerintah adalah penilai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah yang diangkat oleh kuasa Menteri Keuangan serta diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk melakukan Penilaian, termasuk atas hasil penilaiannya secara independen.

23. Penilai Publik adalah Penilai selain Penilai Pemerintah yang mempunyai izin praktik Penilaian dan menjadi anggota asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

24. Tim adalah panitia penaksir harga yang unsurnya terdiri dari

instansi terkait. 1 25. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang

6

(7)

selektif didasarkan pada data/fakta yang objektif dan relevan dengan, menggunakan metode/teknik tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.

26. Penilaian Kembali adalah proses revaluasi sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan yang metode penilaiannya dilaksanakan sesuai standar Penilaian.

27. Nilai Wajar adalah estimasi harga yang akan diterima dari penjualan aset atau dibayarkan untuk penyelesaian kewajiban antara pelaku pasar yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar pada tanggal penilaian.

28. Nilai Pasar adalah perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi j u a l beli atau

hasil penukaran suatu barang. j 29. Nilai J u a l Objek Pajak yang selanjutnya disingkat NJOP

adalah nilai objek pajak berupa tanah yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

30. Nilai J u a l Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat N J K B adalah harga berdasarkan tabel nilai j u a l menurut jenis, tipe tahun yang diterbitkan melalui Keputusan

Gubernur. i B A B I I

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

(1) Maksud dilaksanakan penilaian barang milik daerah:

a. memperoleh data barang milik daerah yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan;

b. mewujudkan tertib administrasi pengelolaan barang;

c. meningkatkan daya guna dan hasil guna; dan d. memberikan kepastian h u k u m dan kepastian nilai.

(2) Tujuan penilaian barang milik daerah adalah agar seluruh barang milik daerah diketahui nilai perolehannya atau nilai wajarnya, dalam rangka penyusunan neraca Pemerintah Daerah.

BAB III

RUANG LINGKUP PENILAIAN Pasal 3

Penilaian Barang Milik Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca Pemerintah Daerah, Pemanfaatan, atau Pemindahtanganan, kecuali dalam hal untuk: j a. pemanfaatan dalam bentuk Pinjam Pakai; dan

b. Pemindahtanganan dalam bentuk Hibah.

(8)

Pasal 4

Penetapan nilai Barang Milik Daerah dalam rangka penyusuan neraca Pemerintah Daerah dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). !

Pasal 5

Penilaian barang milik daerah berdasarkan Peraturan Bupati ini berlaku untuk penilaian barang milik daerah, khususnya barang milik daerah yang nilainya:

a. Rp 1,00 (satu rupiah);

b. RpO,00 (nol rupiah); dan/atau c. tidak wajar.

Pasal 6

(1) Objek penilaian BMD meliputi seluruh BMD yang dimiliki atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah dan mempunyai nilai ekonomis.

(2) Objek penilaian BMD sebagaimana dimaksud pada ayat (I) dikelompokkan kedalam 6 (enam) golongan yaitu :

a. tanah;

b. peralatan dan mesin;

c. gedung dan bangunan;

d. jalan irigasi dan jaringan;

e. aset tetap lainnya; dan

f. konstruksi dalam pengerjaan.

Pasal 7 PENILAIAN

(1) Penilaian Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka Pemanfaatan atau Pemindahtanganan dilakukan oleh:

a. Penilai Pemerintah; atau

b. Penilai Publik yang ditetapkan oleh Bupati.

(2) Penilaian Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan untuk mendapat nilai wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. i

Pasal 8

(1) Penilaian Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan dalam rangka Pemanfaatan atau Pemindahtanganan dilakukan oleh Tim yang ditetapkan oleh Bupati, dan dapat melibatkan Penilai yang ditetapkan oleh Bupati.

(2) Penilaian Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada

8

(9)

ayat (1) dilaksanakan untuk mendapatkan nilai wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Dalam hal Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Kuasa Barang tanpa melibatkan Penilai, maka hasil Penilaian Barang Milik Daerah hanya merupakan nilai taksiran.

(4) Hasil Penilaian Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Bupati.

Pasal 9

(1) Dalam hal kondisi tertentu, Pengelola Barang dapat melakukan Penilaian kembali atas nilai Barang Milik Daerah yang telah ditetapkan dalam neraca Pemerintah Daerah.

(2) Keputusan mengenai Penilaian kembali atas nilai Barang Milik Daerah dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati dengan berpedoman pada ketentuan Pemerintah yang berlaku secara nasional.

B A B IV

PEDOMAN PENILAIAN BARANG MILIK DAERAH

Pasal 10 ! (1) Kepala SKPD atau Kepala Unit Kerja selaku Pengguna

Barang/Kuasa Pengguna Barang melakukan penilaian barang milik daerah yang digunakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi pengguna dan/atau kuasa pengguna.

(2) Pelaksanaan penilaian barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuatkan Berita Acara Penilaian Barang Milik Daerah dengan contoh sebagaimana i tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Pasal 11 i (1) Penilaian barang milik daerah dilaksanakan dengan

ketentuan sebagai berikut:

a. prosedur penilaian tanah :

1. SKPD dan Unit Kerja menyiapkan data aset tanah dan dokumen perolehan beserta nilainya, i kemudian menyerahkan kepada tim penilai;

2. tim penilai meneliti kelengkapan dokumen perolehan atas aset tanah tersebut;

3. apabila dokumen perolehan sudah lengkap; maka tim penilai akan menilai aset tanah dengan biaya perolehan;

4. apabila dokumen perolehan tidak lengkap,} maka tim

penilai menggunakan pendekatan salah satu

(10)

kombinasi dari data pasar, kalkulasi biaya dan kapitalisasi pendapatan serta dilakukan sesuai standar penilaian indonesia yang diakui Pemerintah secara nasional;

5. apabila menggunakan data pasar/perbandingan data pasar yang berlaku secara umum, maka pelaksanaan penilaian atas aset tanah tersebut harus mengacu pada perbandingan data pasar pada tanggal dan tahun penilaian untuk memperoleh nilai wajar;

6. apabila harga pasar atau metode penilaian lainnya tidak didapatkan atau tidak dapat digunakan dalam pelaksanaan penilaian, maka Tim Penilai dapat menggunakan Nilai J u a l Objek Pajak (NJOP) yang ada pada tahun penilaian atas aset tanah tersebut sebagai estimasi terendah;

7. apabila NJOP atas aset tanah tersebut tidak ada, maka tim penilai akan menilai aset tanah dengan menggunakan NJOP tanah yang lokasinya berdekatan dengan aset tanah tersebut; dan

8. untuk NJOP tanah bahu dan badan jalan dilakukan dengan cara membandingkan 3 (tiga) NJOP tanah di ujung awal, tengah dan ujung akhir dan diambil nilai rata-ratanya.

prosedur penilaian peralatan dan mesin : i

1. SKPD dan/atau Unit Kerja menyiapkan data aset peralatan dan mesin serta dokumen perolehan beserta nilainya, kemudian menyerahkan kepada tim penilai;

2. tim penilai meneliti kelengkapan dokumen perolehan atas aset peralatan dan mesin tersebut;

3. apabila dokumen perolehan sudah lengkap; maka tim penilai akan menilai aset peralatan dan mesin dengan biaya perolehan;

4. apabila dokumen perolehan tidak lengkap, maka tim penilai mencari nilai taksiran aset peralatan dan mesin berdasarkan tipe, model, tahun pembuatan, kondisi, dan depresiasi;

5. nilai taksiran sebagaimana dimaksud pada angka 4 dihitung dengan cara:

a) menggunakan barang sejenis/tipenya sama dengan tahun perolehan yang sama;

b) menaksir biaya pembelian baru untuk barang yang sama atau j i k a tidak ada dengan barang yang sejenis/tipenya sama dan dikurangi dengan depresiasi 10% (sepuluh persen) per tahun.

Biaya pembelian baru diambil dari Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh

10

(11)

Bupati pada tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak ada barang yang dimaksud, maka biaya pembelian baru diambil dengan cara menggunakan harga dengan barang yang setipe/sejenis yang diperoleh dari harga pasar; dan c) apabila umur aset peralatan dan mesin sudah

lebih dari 9 (sembilan) tahun dan masih digunakan, maka aset peralatan dan mesin dinilai sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai taksiran.

6. k h u s u s untuk penilaian atas aset Kendaraan dapat menggunakan Nilai J u a l Kendaraan Bermotor (NJKB).

prosedur penilaian gedung dan bangunan:

1. SKPD dan/atau Unit Kerja menyiapkan i data aset bangunan dan dokumen perolehan beserta nilainya, kemudian menyerahkan kepada tim penilai;

2. tim penilai meneliti kelengkapan dokumen perolehan atas aset bangunan tersebut;

3. apabila dokumen perolehan sudah lengkap, maka tim penilai akan menilai aset bangunan dengan biaya perolehan;

4. apabila dokumen perolehan tidak lengkap, i maka tim penilai mencari nilai taksiran aset bangunan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum; dan

5. nilai taksiran tersebut dihitung dengan cara:

a. menaksir biaya membangun baru dan dikurangi dengan depresiasi sebesar 2 % (dua persen) per tahun. Biaya membangun baru dihitung dengan cara mengalikan luas bangunan dengan S H B J membangun baru per m

2

; dan i b. apabila umur bangunan sudah lebih dari 40

(empat puluh) tahun, maka aset bangunan dinilai sebesar 2 0 % (dua puluh persen) dari nilai taksiran.

Prosedur Penilaian J a l a n , Irigasi, dan Jaringan:

1. SKPD dan/atau Unit Kerja menyiapkan data aset J a l a n , Irigasi dan Jaringan serta dokumen perolehan beserta nilainya, kemudian menyerahkan kepada tim penilai;

2. tim penilai meneliti kelengkapan dokumen perolehan atas aset jalan, irigasi, dan jaringan tersebut;

3. apabila dokumen perolehan sudah lengkap, maka tim penilai akan menilai aset jalan, irigasi dan jaringan dengan biaya perolehan;

4. apabila dokumen perolehan tidak lengkap, maka tim

penilai mencari nilai taksiran aset jalan, irigasi dan

jaringan berdasarkan umur, tahun pembuatan, dan

(12)

depresiasi; dan

5. nilai taksiran tersebut dihitung dengan cara :

a. membandingkan barang sejenis dengan tahun perolehan yang sama;

b. menaksir biaya pembuatan baru dan dikurangi dengan depresiasi 2 0 % (dua puluh persen) per tahun; dan

c. apabila umur aset jalan, irigasi dan jaringan sudah lebih dari 4 (empat) tahun, maka aset jalan, irigasi dan jaringan dinilai sebesar 2 0 % (dua puluh persen) dari nilai taksiran.

e. prosedur penilaian aset tetap lainnya: j 1. SKPD dan/atau Unit Kerja menyiapkan data aset tetap

lainnya dan dokumen perolehan beserta nilainya, kemudian menyerahkan kepada tim penilai;

2. tim penilai meneliti kelengkapan dokumen perolehan atas aset tetap lainnya tersebut;

3. apabila dokumen perolehan sudah lengkapi maka tim penilai akan menilai aset tetap lainnya dengan biaya perolehan;

4. apabila dokumen perolehan tidak lengkap, maka tim penilai mencari nilai taksiran aset tetap lainnya berdasarkan tipe, fisik, jenis, umur, tahun perolehan, dan depresiasi; dan

5. nilai taksiran tersebut dihitung dengan cara :

a) membandingkan barang sejenis/setipe dengan tahun perolehan yang sama;

b) menaksir biaya pembelian baru dan dikurangi dengan depresiasi 10% (sepuluh persen) per tahun.

c) biaya pembelian baru diambil dari Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak ada barang yang dimaksud, maka biaya pembelian baru diambil dengan cara menggunakan harga dengan barang yang setipe/sejenis yang diperoleh dari harga pasar;

d) apabila umur aset tetap lainnya sudah lebih dari 9 tahun, maka aset tetap lainnya dinilai sebesar 10%

(sepuluh persen) dari nilai taksiran; dan j

e) k h u s u s hewan, ternak dan tanaman dinilai tanpa dilakukan depresiasi.

(2) Bagan alir prosedur penilaian diatur dalam Surat Keputusan tersendiri.

(3) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud padaj ayat (1) dituangkan dalam format sebagaimana tercantum dalam Lampiran V, Lampiran VI dan Lampiran VII yang merupakan

12

(13)

bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

(4) Penilaian barang milik daerah berupa benda bersejarah dan benda-benda bercorak kebudayaan, benda-benda tak berwujud pelaksanaan penilaiannya dapat melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut.

(5) Hasil pelaksanaan penilaian barang milik daerah ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

B A B V

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 12 | Pelaksanaan Penilaian Barang Milik Daerah yang sudah berjalan

dan/atau sedang dalam proses sebelum ditetapkannya Peraturan Bupati ini, tetap dapat dilaksanakan.

B A B VI j

KETENTUAN PENUTUP j Pasal 13

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

i

(14)

LAMPIRAN I

PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS H U L U

FORMAT B E R I T A ACARA HASIL PENAKSIRAN DAN PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

PANITIA PENAKSIR DAN PENILAI BARANG-BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

B E R I T A - A C A R A

Nomor: j Pada hari ini tanggal tahun 20...., kami yang

bertandatangan di bawah ini selaku Panitia Penilai Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan Surat Keputusan Nomor:

tanggal telah melakukan survei lapangan dan pemeriksaan atas barang inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, dengan hasil sebagai berikut:

Demikian Berita Acara ini kami buat dengan sebenarnya dan disampaikan kepada Bupati Kapuas H u l u melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Putussibau, 20 PANITIA PENAKSIR DAN PENILAI

BARANG-BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH i DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU, .

TIM PENILAI: MENGETAHUI:

1 KETUA PANITIA PENAKSIR DAN Nama : PENILAI BARANG INVENTARIS NIP : MILIK PEMERINTAH KABUPATEN Jabatan: KAPUAS HULU,

2. Nama : NIP : Jabatan :

3 ( ... ) Nama : NIP NIP :

Jabatan:

BUPATI KAPUAS HULU,

A.M. NASIR

(15)

LAMPIRAN I I j PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU !

NOMOR 49 TAHUN 2014 TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS H U L U

FORMAT RINGKASAN HASIL PENAKSIRAN DAN PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

FORMAT RINGKASAN HASIL PENAKSIR DAN PENILAI

PANITIA PENAKSIR DAN PENILAI BARANG-BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS H U L U

RINGKASAN NILAI

Objek Penilaian : Lokasi Objek Penilaian :

Nama Pemilik : Luas Tanah/Bangunan :

J e n i s Hak : Pendekatan Nilai :

RINGKASAN NILAI WAJAR

N O . O B J E K P E N I L A I A N L U A S (M2) N I L A I W A J A R (Rp)

1.

2.

1

3.

4.

5.

dst

T O T A L

BUPATI KAPUAS HULU,

A.M. NASIR

(16)

LAMPIRAN III

PERATURAN BUPATI KAPUAS H U L U NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS H U L U DAFTAR USULAN BARANG MILIK DAERAH

YANG AKAN DINILAI TAHUN

SKPD

KABUPATEN

No. Nama Barang No. Kode Barang

No. Kode

Lokasi Merk/Type Dokumen

Kepemilikan Tahun

Pembelian Asal Perolehan

Keadaan Barang (B, K B , RB)

Keterangan

1

..- 2 ...

3 4 5 6 7 8 9 10

Putussibau, Mengetahui:

KEPALA SKPD PENGURUS BARANG,

( • • . . . ) ( . . . . )

NIP NIP BUPATI KAPUAS HULU,

A.M. NASIR

(17)

LAMPIRAN IV

PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

REKAPITULASI DAFTAR USULAN BARANG MILIK DAERAH YANG AKAN DINILAI

TAHUN KABUPATEN :

No. Nama Barang No. Kode Barang

No. Kode

Lokasi Merk/Type Dokumen Kepemilikan

Tahun Pembelian

Asal Pembelian

Keadaan Barang

(B, K B , RB) Keterangan

1 2

--V-:

3 4 5 6 7 8 9 10

Putussibau,

KEPALA DPPKAD KABUPATEN KAPUAS HULU

( • • )

NIP.

BUPATI KAPUAS HULU,

(18)

LAMPIRAN V

PERATURAN BUPATI KAPUAS H U L U NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS H U L U FORMAT PENILAIAN A S E T TETAP LAINNYA NO. K O D E LOKASI

SKPD/UNIT K E R J A

No.

U r u t

Nama Barang/

J e n i s B a r a n g

Nomor B u k u / Perpustakaan Barang Bercorak

Hewan/ Ternak d a n T u m b u h a n

J u m l a h

T a h u n Cetak/

Pembelian

Asal U s u l Perolehan

Harga Awal

Harga

T a k s i r a n Ket.

No.

U r u t

Nama Barang/

J e n i s B a r a n g

Kode

Barang Register J u d u l /

Pencipta Spesifikasi

Kesenian/ Kebudayaan

Hewan/ Ternak d a n T u m b u h a n

J u m l a h

T a h u n Cetak/

Pembelian

Asal U s u l Perolehan

Harga Awal

Harga

T a k s i r a n Ket.

No.

U r u t

Nama Barang/

J e n i s B a r a n g

Kode

Barang Register J u d u l /

Pencipta Spesifikasi Asal

Daerah Pencipta B a h a n J e n i s U k u r a n

J u m l a h

T a h u n Cetak/

Pembelian

Asal U s u l Perolehan

Harga Awal

Harga

T a k s i r a n Ket.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Mengetahui:

KEPALA SKPD

Putussibau,

ANGGOTA TIM PENILAI,

( NIP.

) (

NIP. )

(19)

Unsur Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

No. Nama NIP Unsur Instansi Tanda Tangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dst.

BUPATI KAPUAS HULU,

A.M. NASIR

(20)

LAMPIRAN VI

PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU DAFTAR HASIL PENILAIAN BARANG MILIK DAERAH TAHUN K A B U P A T E N :

No. Nama Barang No. Kode Barang

No. Kode

Lokasi Merk/Type Dokumen Kepemilikan

Tahun Pembelian/

Keadaan Barang (B, K B , RB)

Hasil Penilaian

Barang

SKPD

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Putussibau,

K E T U A PANITIA PENAKSIR DAN PENILAI BARANG MILIK DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

(

NIP. )

(21)

U n s u r T i m P e n i l a i B a r a n g Milik D a e r a h K a b u p a t e n K a p u a s H u l u

No. N a m a N I P U n s u r I n s t a n s i T a n d a T a n g a n

1.

2.

3.

4.

5.

6- 7.

8.

9.

D s t . .

BUPATI'KAPUAS HULU,

A.M. NASIR

(22)

LAMPIRAN VII

PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 49 TAHUN 2014

TENTANG j TATA CARA PENILAIAN BARANG MILIK PEMERINTAH

KABUPATEN KAPUAS H U L U

KERTAS KERJA PENILAIAN (KKP) FORM PENILAIAN : TANAH

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K B M D

Kode B M D Diisi sesuai kodefikasi barang

L u a s T a n a h Ditulis dalam satuan per-meter persegi

Penggunaan Kantor,Rumah,Tanah Kosong, dll

T a h u n Perolehan Diisi dengan t a h u n perolehan

Status Aset APBD/HIBAH *)

j

2. J E N I S TANAH

V u l 1 X t XX 1 X XX X

Sf**ni£n k n d f * t f l n a V i f d a t a m P f * T m p n H a 0 T i 1 7

U L O U C U I x U U U L C U I C U l ^LXCXJ.<X1XX X v l l l l U i l U C l g t X X. /

Th 2007) \ 3. ALAMAT A S E T Diisi alamat lengkap dimana aset tersebut

V w * r p d n

U L I C L U C L

: : — 4 D A T A P F . R O T F H A N *\

N n t n n r finrpf

i 1 U x x x W X O U I d L R i i ^ i C\(*T\0Z*T\ n n m n r T C u i t f i n «si r i P t n H p h p ^ n n

L / U O l L J . Y x X X £ ^ C L i ± I I U U I U I X V U . l L C l J . J L O l ^ / G l l l L / L r U C L O C U l

tanah

X C U l g g C U X L«X L / X L / i I C U l R i i « s i H p n c f p n t c i r u T c ^ l T C u i t f i n ^ i n p T n h i ^ h s ^ f l r ) t a n a h

l l C U g C l i C U I C U l r j i i c i ' ^ p < s n a i h a r x r a n a d a T C n i t a n ^ i

L / I J O l O L O U C U I I C U ^ C L ^ J C L U C L I V U l L C L L l O l

nembebasan tanah i

u v i l l XX V_/ X X ( A u U 4 X Y t X X X C X X X 1

R i a v a P p n d n l c i i n f f

1—»XCLY C L L V / I i v A IX. X V I X X I D i i s i i u m l a h h i a v a n p n d u k u n s ? m i s a l h i a v a

l _ / X X i 3 X | I X X X X X C L X X U I C L V U . U W X 1 \ X Y i I Y U l l C XXXXv7CLX U A U V C L

panitia, biaya sertifikat, biaya penggurugan/pematangan, dll.

Harga Perolehan Harga T a n a h + biaya pendukung (biaya panitia, biaya sertifikat, biaya penggurugan/pematangan, dll).

5. DATA PENILAIAN A S E T

TANAH D E N G A N MENGGUNAKAN M E T O D E

PENDEKATAN DATA PASAR *)

Nama B u k t i Pembanding I Diisi dengan SPPT/Sertifkat

Nomor B u k t i Pembanding I Diisi dengan nomor dari SPPT/Sertifkat Tanggal B u k t i Pembanding I Diisi dengan tanggal dari SPPT/Sertifkat Harga tanah pembanding I per

m2

Rp.

Nama Bukti Pembanding II Diisi dengan SPPT/Sertifkat

Nomor B u k t i Pembanding II Diisi dengan nomor dari SPPT/Sertifkat Tanggal Bukti Pembanding II Diisi dengan tanggal dari SPPT/Sertifkat Harga tanah pembanding II

per m2

Rp. i ;

Nama B u k t i Pembanding III Diisi dengan SPPT/Sertifkat

Nomor Bukti Pembanding III Diisi dengan nomor dari SPPT/Sertifkat Tanggal B u k t i Pembanding III Diisi dengan tanggal dari SPPT/Sertifkat Harga tanah pembanding III

per m2

Rp.

Harga Penilaian Diisi dengan mengalikan luas tanah dengan

(23)

nilai rata-rata keenam pembanding

Dasar Penilaian Membandingkan 3 (tiga) Harga objek tanah dengan metode pendekatan harga pasar tanah

6. DATA PENILAIAN A S E T

TANAH DENGAN MENGGUNAKAN N J O P *)

Nama B u k t i Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B

Nomor Bukti Diisi dengan nomor dari

P B B / S s p P B B

SPPT/surat KPP Tanggal B u k t i Diisi dengan tanggal dari SPPT/ surat KPP

P B B / S s p P B B NJOP tanah pada tahun

penilaian per-meter persegi

Rp. • - ' j

Harga Penilaian Diisi dengan mengalikan luas tanah dengan NJOP tanah pada tahun penilaian per-meter persegi

7. DATA PENILAIAN A S E T *)

u n t u k tanah j a l a n i

Nama B u k t i Pembanding I Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B Nomor B u k t i Pembanding I Diisi dengan nomor dari SPPT/surat KPP

P B B / S s p P B B i Tanggal B u k t i Pembanding I Diisi dengan tanggal dari

P B B / S s p P B B

SPPT/surat KPP NJOP tanah pembanding I per

m2

Rp.

• i

Nama Bukti Pembanding II Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B Nomor Bukti Pembanding II Diisi dengan nomor dari SPPT/surat KPP

P B B / S s p P B B

Tanggal Bukti Pembanding II Diisi dengan tanggal dari SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B

N J O P tanah pembanding II per m2

Rp.

Nama Bukti Pembanding III Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B Nomor Bukti Pembanding III Diisi dengan nomor dari SPPT/surat KPP

P B B / S s p P B B

Tanggal B u k t i Pembanding III Diisi dengan tanggal dari: SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B

N J O P tanah pembanding III per m2

Rp- ; Harg Penilaian Diisi dengan mengalikan luas tanah dengan

nilai rata-rata keenam pembanding Dasar Penilaian Membandingkan 3 (tiga) NJOP tanah 8. DATA PENILAIAN A S E T *)

u n t u k tanah b u k a n j a l a n

Nama B u k t i Pembanding I Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B Nomor B u k t i Pembanding I Diisi dengan nomor dari SPPT/surat KPP

P B B / S s p P B B

Tanggal Bukti Pembanding I Diisi dengan tanggal dari SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B ! NJOP tanah pembanding I per

m2

Rp.

Nama Bukti Pembanding II Diisi dengan SPPT/surat KPP P B B / S s p P B B Nomor B u k t i Pembanding II Diisi dengan nomor dari; SPPT/surat KPP

P B B / S s p P B B

Tanggal Bukti Pembanding II Diisi dengan tanggal dari P B B / S s p P B B

SPPT/surat KPP

(24)

NJOP tanah pembanding II per m2

Rp.

Nilai rata-rata NJOP per-m2 Diisi dengan nilai rata-rata pembanding I dan pembanding II

Harga Penilaian Diisi dengan mengalikan luas tanah dengan nilai rata-rata kedua pembanding

Dasar Penilaian Membandingkan 2 (dua) NJOP tanah

9. DATA D O K U M E N i

Nomor Sertifikat/bukti penguasaan

Diisi dengan nomor sertifikat tanah/bukti penguasaan

Tanggal Sertifikat/bukti penguasaan

Diisi dengan tanggal sertifikat tanah/bukti penguasaan

Status Hak Hak Pakai/Hak Pengelolaan *)

Atas Nama Diisi dengan n a m a pemegang h a k atas tanah Keterangan Dokumen Catatan keterangan lain

10. BATAS-BATAS TANAH Diisi sesuai dengan yang tertera pada sertifikat tanah

11. K E T E R A N G A N TANAH

Diatasnya berdiri Diisi dengan n a m a gedung/kantor/tanah kosong.dll

12. F O T O TANAH Terlampir

K e t e r a n g a n :

1. j i k a t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n l e n g k a p , m a k a N o m o r 4 d i i s i l a i n y a t i d a k .

2. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p , m a k a p e n i l a i a n t a n a h t e r s e b u t m e n g g u n a k a n metode i p e n i l a i a n p e n d e k a t a n d a t a p a s a r p a d a t a h u n p e n i l a i a n , m a k a n o m o r 5 diisi, s e d a n g k a n n o m o r 4, 6 diisi, 7 , d a n 8 t i d a k diisi.

3 . J i k a t i d a k d i d a p a t n i l a i h a r g a p a s a r a t a u p e n i l a i t i d a k d a p a t m e n g g u n a k a n metode l a i n n y a d a l a m p e n i l a i a n a s e t t a n a h , m a k a p e n i l a i a n m e n g g u n a k a n N J O P p a d a t a n a h t e r s e b u t p a d a t a h u n p e n i l a i a n , m a k a n o m o r 6 diisi, s e d a n g k a n n o m o r 4, 5, 7, d a n 8 tidak.

4. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p d a n t a n a h t e r s e b u t t i d a k m e m i l i k i N J O P , m a k a t a n a h j a l a n n o m o r 7 diisi, s e d a n g n o m o r 4, 5, 6 d a n 8 t i d a k diisi.

5. J i k a t a n a h j a l a n , m a k a p e m b a n d i n g I a d a l a h u j u n g a w a l s i s i k a n a n , p e m b a n d i n g I I a d a l a h u j u n g a w a l s i s i k i r i , p e m b a n d i n g I I I a d a l a h t e n g a h s i s i k a n a n , p e m b a n d i n g I V a d a l a h t e n g a h s i s i k i r i , p e m b a n d i n g V a k h i r s i s i k a n a n , p e m b a n d i n g V I a d a l a h a k h i r s i s i k i r i , j a d i t e r d a p a t 6 (enam) p e m b a n d i n g .

6. U n t u k t a n a h b u k a n j a l a n p e m b a n d i n g N J O P t a n a h y a n g b e r d e k a t a n y a i t u p e m b a n d i n g I ( s i s i k a n a n d e n g a n l o k a s i t a n a h ) p e m b a n d i n g I I

(sisi k i r i d e n g a n l o k a s i t a n a h ) .

Mengetahui Kepala SKPD....

Putussibau, 20 Anggota T i m Penilai U n s u r S K P D

NIP. NIP.

(25)

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten K a p u a s H u l u

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

T a n d a Tangan

1. i

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. !

9.

Dst.. i ' .

(26)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N (KKP)

F O R M P E N I L A I A N : P E R A L A T A N D A N M E S I N S E L A I N K E N D A R A A N B E R M O T O R

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K BMD

Nama dan J e n i s Barang Diisi sesuai dengan n a m a dan jenis barang pada b u k u inventaris i

Kode BMD Diisi sesuai kodefikasi barang Merk/Type Diisi dengan m e r k / u k u r a n barang U k u r a n Diisi dengan u k u r a n barang

T a h u n Perolehan Diisi dengan t a h u n perolehan barang

Status Aset APBD/HIBAH *)

2. DATA P E R O L E H A N *)

Nomor Surat Diisi dengan nomor kontrak/SPK/Kuitansi Tanggal Perolehan Diisi dengan tanggal kontrak/SPK/Kuitansi Harga

Kontrak/SPK/Kuitansi

Diisi dengan harga kontrak/SPK/Kuitansi per- satuan barang

J u m l a h B i a y a Pendukung Diisi j u m l a h biaya pendukung misal perencanaan, pengawasan, biaya lelang, panitia.

Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan s e m u a biaya pendukung, sehingga barang tersebut siap digunakan seperti: ATK, Fotocopy, Panitia, Biaya Lelang, dll bila a d a

Dasar Harga Harga perolehan

3. DATA PENILAIAN A S E T *)

Nama Bukti Diisi dengan " B u k u Inventaris S K P D A dengan nomor kode dan register dan dilampiri copy data barang

Harga Perolehan Diisi sesuai dengan harga barang yang tipenya s a m a / sejenis

D a s a r Harga Menggunakan harga barang ; sejenis/setipenya yang s a m a saat perolehan

4. DATA PENILAIAN A S E T PERALATAN DAN M E S I N KURANG DARI 9 TAHUN*) Nilai Taksiran /Biaya Pembelian baru

Diisi dengan nilai "Biaya Pembelian B a r u " yang diambil dai Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak a d a barang yang dimaksud, m a k a biaya pembelian baru diambil dengan c a r a menggunakan harga dengan barang yang setipe/sejenis yang perolehan dari harga pasar Depresiasi (10% x u m u r

peralatan dan mesin)

..,J7 ., j: .., ,..

Diisi dengan nilai depresiasi yaitu 10% x u m u r barang

Nilai Aset (Pembelian B a r u - Depresiasi)

Diisi dengan mengurangkan biaya pembelian baru dengan depresiasi

5. DATA PENILAIAN A S E T PERALATAN DAN M E S I N L E B I H DARI 9 TAHUN DAN MASIH DIGUNAKAN*)

Nilai T a k s i r a n / B i a y a Pembelian baru

Diisi dengan nilai "Biaya Pembelian B a r u " yang diambil dai Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak a d a barang yang dimaksud, m a k a biaya

(27)

pembelian baru diambil dengan c a r a menggunakan harga dengan barang yang setipe/sejenis yang perolehan dari harga pasar Nilai Aset (Total Taksiran x

10%)

Diisi dengan mengalikan biaya pembelian baru dengan 1 0 %

6. KONDISI A S E T Baik/Kurang Baik *) yang diambil dari B u k u Inventaris

7. F O T O BMD Terlampir

K e t e r a n g a n :

1. J i k a t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p , m a k a n o m o r 3 , 4 d a n 5 t i d a k diisi.

2. J i k a t i d a k d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n m e n g u n a k a n h a r g a b a r a n g s e j e n i s / s e t i p e , m a k a N o m o r 2 , 4 d a n 5 t i d a k diisi.

3. J i k a t i d a k t e r d a p a t b a r a n g s e j e n i s / s e t i p e d i b u k u i n v e n t a r i s , m a k a n o m o r 2 d a n 3 t i d a k p e r l u diisi. A p a b i l a u m u r a s e t t e r s e b u t k u r a n g d a r i 9 t a h u n , m a k a y a n g d i i s i n o m o r 4 , s e d a n g k a n n o m o r 5 t i d a k diisi. A p a b i l a u m u r a s e t t e r s e b u t l e b i h d a r i 9 t a h u n , m a k a y a n g d i i s i n o m o r 5, s e d a n g n o m o r 4 t i d a k diisi.

P u t u s s i b a u , . . . J 20...

Mengetahui i Kepala SKPD.... Anggota Tim Penilai U n s u r S K P D

NIP. NIP.

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten K a p u a s Hulu

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

Tanda Tangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dst..

(28)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N (KKP)

F O R M P E N I L A I A N : K E N D A R A A N B E R M O T O R

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K BMD

Nama dan J e n i s Barang Diisi sesuai dengan n a m a dan jenis barang pada b u k u inventaris

Kode BMD Diisi sesuai kodefikasi kendaraan Merk/Type Diisi dengan merk/ukuran kendaraan U k u r a n Diisi dengan u k u r a n C C kendaraan Nomor Rangka Diisi dengan Nomor Rangka kendaraan Nomor Mesin Diisi dengan Nomor Mesin kendaraan Nomor Polisi Diisi dengan Nomor Polisi kendaraan Nomor STNK Diisi dengan Nomor STNK kendaraan T a h u n Perolehan Diisi dengan tahun perolehan kendaraan

Status Aset APBD/HIBAH *)

2. DATA P E R O L E H A N *)

Nomor Surat Diisi dengan nomor kontrak/SPK/Kuitansi Tanggal Perolehan Diisi dengan tanggal kontrak/SPK/Kuitansi Harga

Kontrak/SPK/Kuitansi

Diisi dengan harga kontrak/SPK/Kuitansi per- satuan barang

J u m l a h Biaya Pendukung Diisi dengan menjumlahkan s e m u a biaya pendukung, sehingga barang tersebut siap digunakan seperti: ATK, Fotocopy, Panitia, Biaya Lelang, dll bila a d a

Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan nilai kontrak dengan s e m u a biaya pendukung

3. DATA PENILAIAN A S E T *)

Nama B u k t i Keputusan Gubernur Nomor .... tanggal ....

tentang N J K B

Harga Penilaian Diisi sesuai dengan N J K B pada waktu penilaian dari kendaraan bermotor yang bersangkutan Dasar Penilaian Menggunakan Nilai J u a l Kendaraan Bermotor

(NJKB) 4. DATA D O K U M E N

Nomor B P K B Diisi dengan nomor B P K B Tanggal B P K B Diisi dengan tanggal B P K B

Atas Nama Diisi dengan n a m a pemilik sesuai B P K B Keterangan B P K B Catat keterangan lain

5. KONDISI A S E T Baik/Kurang Baik *) yang diambil dari B u k u Inventaris

6. F O T O BMD Terlampir

Keterangan

1. J i k a terdapat dokumen perolehan yang lengkap, m a k a nomor 3 tidak diisi.

2. J i k a tidak terdapat dokumen yang lengkap dan menggunakan Keputusan Gubernur tentang Nilai J u a l Kendaraan Bermotor (NJKB) tahun penilaian, sehingga nomor 2 tidak diisi.

Putussibau, 20...., Mengetahui

Kepala SKPD.... Anggota Tim Penilai U n s u r S K P D

NIP. NIP.

(29)

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

T a n d a Tangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dst..

(30)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N (KKP)

F O R M P E N I L A I A N : B A N G U N A N D A N G E D U N G

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K B M D

Kode BMD Diisi sesuai kodefikasi barang i L u a s Bangunan Ditulis dalam satuan per-meter persegi

Penggunaan Nama gedung/bangunan \

T a h u n Perolehan Diisi dengan tahun perolehan Status Aset A P B D / H I B A H * )

Konstruksi Beton/tidak beton *) \

Fisik Bertingkat/tidak bertingkat

2. J E N I S G E D U N G Sesuai kode gedung (dalam Permendgari 17 T h 2007)

3. ALAMAT A S E T Diisi alamat lengkap dimana aset tersebut berada

4. DATA P E R O L E H A N *)

Nomor Surat Kontrak Diisi dengan nomor kontrak/SPK Tanggal Kontrak Diisi dengan tanggal kontrak/SPK Nilai Kontrak Diisi dengan nilai kontrak/SPK

Biaya Pendukung Diisi j u m l a h biaya pendukung misal perencanaan, pengawasan, biaya lelang, panitia.

Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan nilai kontrak dengan biaya pendukung

5. DATA PENILAIAN A S E T BANGUNAN KURANG DARI 40 TAHUN *)

Total Taksiran B i a y a *

Membangunan B a r u

Diisi dengan luas bangunan x S H B J membangun baru per-meter persegi

Depresiasi (2% x u m u r bangunan)

Diisi dengan u m u r bangunan dikali 2 % Nilai Aset (total taksiran-

depresiasi)

Diisi dengan Rp total taksiran dikurangi depresiasi

6. DATA PENILAIAN A S E T BANGUNAN L E B I H DARI 40 TAHUN DAN MASIH DIGUNAKAN *)

Total Taksiran B i a y a Membangunan B a r u

Diisi dengan luas bangunan x S H B J membangun baru per-meter persegi

Nilai Aset (total taksiran x 20%)

Diisi dengan Rp total taksiran dikali 2 0 %

7. KONDISI A S E T Baik/Kurang B a i k *). yang diambil dari B u k u Inventaris

8. F O T O BANGUNAN Terlampir K e t e r a n g a n :

1. J i k a t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p , m a k a n o m o r 5 d a n 6 t i d a k diisi.

2. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n u m u r i b a n g u n a n k u r a n g d a r i 4 0 t a h u n , m a k a n o m o r 4 d a n 6 t i d a k diisi.

3 . J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n u m u r b a n g u n a n l e b i h d a r i 4 0 t a h u n , m a k a n o m o r 4 d a n 5 t i d a k diisi.

(31)

Mengetahui Kepala SKPD..

NIP.

Putussibau, ...20 Anggota T i m Penilai U n s u r S K P D

NIP

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

Tanda Tangan

• 1- 2.

3.

4.

5.

6.

••: 7. : 8.

9.

Dst..

(32)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N (KKP)

F O R M P E N I L A I A N : B A N G U N A N D A N G E D U N G

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K B M D

Kode BMD Diisi sesuai kodefikasi barang

L u a s Bangunan Ditulis dalam satuan per-meter persegi

Penggunaan Nama gedung/bangunan

T a h u n Perolehan Diisi dengan tahun perolehan

Status Aset APBD/HIBAH *)

Konstruksi Beton/tidak beton *) i

Fisik Bertingkat/ tidak bertingkat i

2. J E N I S G E D U N G Sesuai kode gedung (dalam Permendgari 17 T h 2007)

3. ALAMAT A S E T Diisi alamat lengkap dimana aset tersebut berada \ 4. DATA P E R O L E H A N *)

Nomor Surat Kontrak Diisi dengan nomor kontrak/SPK Tanggal Kontrak Diisi dengan tanggal kontrak/SPK Nilai Kontrak Diisi dengan nilai kontrak/SPK

Biaya Pendukung Diisi j u m l a h biaya pendukung misal perencanaan, pengawasan, biaya lelang, panitia.

Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan nilai kontrak dengan biaya pendukung

5. DATA PENILAIAN A S E T BANGUNAN K U R A N G DARI 40 TAHUN *)

Total Taksiran B i a y a Membangunan B a r u

Diisi dengan luas bangunan x S H B J membangun baru per-meter persegi

Depresiasi (2% x u m u r bangunan)

Diisi dengan u m u r bangunan dikali 2 % Nilai Aset (total taksiran-

depresiasi)

Diisi dengan Rp total taksiran dikurangi depresiasi

6. DATA PENILAIAN A S E T BANGUNAN L E B I H DARI 40 TAHUN DAN MASIH DIGUNAKAN *)

Total Taksiran B i a y a Membangunan B a r u

Diisi dengan luas bangunan x S H B J membangun baru per-meter persegi i

Nilai Aset (total taksiran x 20%)

Diisi dengan Rp total taksiran dikali 2 0 %

7. KONDISI A S E T Baik/Kurang Baik *) yang diambil dari B u k u Inventaris

8. F O T O BANGUNAN Terlampir K e t e r a n g a n :

1. J i k a t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g lengkap, m a k a n o m o r 5 d a n 6 t i d a k diisi. i •

2. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n u m u r b a n g u n a n k u r a n g d a r i 4 0 t a h u n , m a k a n o m o r 4 d a n 6 t i d a k diisi.

3 . J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n u m u r b a n g u n a n l e b i h d a r i 4 0 t a h u n , m a k a n o m o r 4 d a n 5 t i d a k diisi.

(33)

Mengetahui Kepala SKPD..

NIP.

Putussibau, 20...

Anggota T i m Penilai U n s u r S K P D

i ' '

NIP :

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

Tar ida Tangan

1. ! •' ' -'

• i '

"• 2 . 3.

4.

Y-' 5. -

6. ' ' i

"Y.":7-Y:"

8.

9. • ' ! ' . . . .

D s t . '.. | • . • • • ' . ' '

. . ' l ' •

I

(34)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N (KKP) F O R M P E N I L A I A N : J A L A N , J A R I N G A N , D A N I R I G A S I

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K BMD

Kode BMD Diisi sesuai kodefikasi barang U k u r a n barang Ditulis u k u r a n barang

Penggunaan Nama J a l a n , Jaringan, Irigasi *) T a h u n Perolehan Diisi dengan tahun perolehan Status Aset A P B D / H I B A H * )

Konstruksi Aspal/Beton/tidak beton,dll *) 2. J E N I S JALAN, JARINGAN,

DAN IRIGASI

Sesuai kode J a l a n , Jaringan; dan Jembatan (dalam Permendgari 17 T h 2007)

3. ALAMAT A S E T Diisi alamat lengkap dimana aset tersebut berada

4. DATA P E R O L E H A N *)

Nomor Surat Kontrak Diisi dengan nomor kontrak/SPK Tanggal Kontrak Diisi dengan tanggal kontrak/SPK Nilai Kontrak Diisi dengan nilai kontrak/SPK

Biaya Pendukung Diisi j u m l a h biaya pendukung misal perencanaan, pengawasan, biaya lelang, panitia. i Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan nilai kontrak

dengan biaya pendukung 5. DATA PENILAIAN A S E T *)

Nama Bukti Diisi dengan " B u k u Inventaris S K P D A dengan nomor kode barang dan register dan lampiri copy data barang

Harga Perolehan Diisi sesuai dengan harga barang yang tipenya sama/sejenis

Dasar Harga Menggunakan harga barang sejenis/tipenya s a m a saat perolehan

6. DATA PENILAIAN A S E T JALAN, JARINGAN, DAN IRIGASI U M U R KURANG DARI 4 TAHUN*)

Taksiran Biaya Pembuatan B a r u

Diisi dengan nilai "Biaya Pembuatan B a r u "

yang diambil dari standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian

Depresiasi (20% x u m u r bangunan)

Diisi dengan u m u r bangunan dikali 2 0 % Nilai Aset (total taksiran-

depresiasi)

Diisi dengan Rp total taksiran-depresiasi

7. DATA PENILAIAN A S E T BANGUNAN L E B I H DARI 4 TAHUN DAN MASIH DIGUNAKAN*)

Total Taksiran Biaya membuat baru

Diisi dengan nilai "Biaya Pembuatan B a r u "

yang diambil dari Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian

Nilai Aset (total taksiran x 20%)

Diisi dengan Rp total taksiran x 2 0 %

8. KONDISI A S E T Baik/Kurang Baik *) yang diambil dari B u k u

(35)

Inventaris 9. F O T O JALAN, JARINGAN,

DAN IRIGASI

Terlampir

K e t e r a n g a n :

1. J i k a t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p , m a k a n o m o r 5, 6 d a n 7 t i d a k diisi.

2 . J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n y a n g l e n g k a p d a n t e r d a p a t b a r a n g y a n g s e j e n i s / s e t i p e d e n g a n t a h u n p e r o l e h a n , m a k a y a n g d i i s i n o m o r 5 , s e d a n g k a n n o m o r 4, 6 d a n 7 t i d a k diisi.

3. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p i d a n t i d a k t e r d a p a t b a r a n g y a n g s e j e n i s / s e t i p e d e n g a n t a h u n p e r o l e h a n d a n u m u r b a n g u n a n k u r a n g d a r i 4 t a h u n , m a k a y a n g d i i s i n o m o r 6, s e d a n g k a n n o m o r 4, 5 d a n 7 t i d a k diisi.

4. J i k a t i d a k t e r d a p a t d o k u m e n p e r o l e h a n y a n g l e n g k a p d a n t i d a k t e r d a p a t b a r a n g y a n g s e j e n i s / s e t i p e d e n g a n t a h u n p e r o l e h a n d a n u m u r b a n g u n a n l e b i h d a r i 4 t a h u n , m a k a y a n g d i i s i n o m o r 7, s e d a n g k a n n o m o r 4, 5 d a n 6 t i d a k diisi.

Putussibau, 20 Mengetahui

Kepala SKPD.... Anggota T i m Penilai U n s u r S K P D

NIP. NIP.

U n s u r Tim Penilai Barang Milik Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

No. Nama NIP U n s u r

Instansi

T a n d a Tangan

1.

::' 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dst..

(36)

K E R T A S K E R J A P E N I L A I A N ( K K P ) F O R M P E N I L A I A N : A S E T T E T A P L A I N N Y A

NO. URAIAN K E T E R A N G A N

1. IDENTITAS O B J E K B M D

Nama dan J e n i s barang Diisi sesuai dengan n a m a dan jenis barang pada b u k u inventaris

Kode B M D Diisi sesuai kodefikasi barang

Tipe Diisi dengan tipe barang

Fisik Diisi dengan u k u r a n barang

T a h u n Perolehan Diisi dengan tahun perolehan barang Status Aset A P B D / H I B A H * )

2. DATA P E R O L E H A N *) Nomor Surat Kontrak

X 1 XJ111YX A U I X C L L X k V / i l XX CXXV Diisi denean nomor knntrak/SPK/Kuintansi

1-»X XXV7X Y t V l l j X C i X A l l v i l l w l XX\JXX XX ( 4 X Y / VwJ X XX f XX XX XX X l L X i l O X

Tanggal Kontrak/Perolehan Diisi dengan tanggal kontrak/SPK/Kuitansi Harga

Kon tra k / S PK / K i n' ta n «si

l L U i l L l C U V / V J X ^ * - / X V U X L C L X X O l

Diisi dengan harga kontrak/SPK/Kuitansi

yJ\jX O C H . U C U 1 UCLxCXj.xf^

J u m l a h Biaya Pendukung Diisi dengan menjumlahkan s e m u a biaya

n p n H n k i i n cf « J P V I i n 000 h f i r p n 0 t p r < ? p H i 1 1 ^ i a n U L l l U U J \ . U l l g ) o G i i l l J K & C t VJCLX C L i l f c I L 1 O L U U L O i C L U

digunakan seperti ATK, Foto Copy, Panitia, Biava Lelant? dan lain-lain bila ada

X X 1 L Y y XX l U l l W i Y i U A l K X l i i 1 1 X 1 1 1 XX111X 1XVX1X

J u m l a h Harga Perolehan Diisi dengan menjumlahkan nilai kontrak dengan s e m u a biaya pendukung

3. DATA PENILAIAN A S E T *1

J L x i l l i 1 x J—IX » XXJX XXX XX y 1 XXJ 1—< X f

Nama Bukti Diisi dengan " B u k u Inventaris S K P D A dengan nomor kode barang dan register dan lampiri copy data barang

Harga Perolehan Diisi sesuai dengan harga barang yang tipenya sama/sejenis

Dasar Harga Menggunakan harga barang sejenis/tipenya s a m a saat perolehan

A D A I A P E 1 N 1 L A 1 A J N A o E i

T E T A P LAINNYA KURANG

nATPT O T A T 4 T T M *\

D A K I y l A r i U l N )

Nilai Taksiran Biaya/Biaya remDuaian tsaru

Diisi dengan nilai "Biaya Pembelian B a r u "

yung uiumuii Uctn. o L c u i c i d i l o d b i o c i i g c i o d i c i i i g H o n T o c o T T O T I ct H i tf*r,V*i t k o n r*1#»V» R i i n o t i n o H o U. d l l U d o d . y d i l ^ i i l L C i U l U V c l l l L U C U D u p a U ycLKlcL

tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak a d a barang yang dimaksud, m a k a biaya pembelian baru diambil dengan

r» Q r f l m ^ n c r o n i n p k p ' n V i p r c f p H p n c r p ' n h p r p n p1 G C L i d X l I G X l * i & U X X C L l V C L L l X X C L X ^ C L V i U l l g C l i l U C U C U i g

yang setipe/sejenis yang diperoleh dari harga pasar i Depresiasi (10% x u m u r

BMD)

Diisi dengan nilai depresiasi yaitu 1 0 % dikali u m u r barang

Nilai Aset (Pembelian B a r u - depresiasi)

Diisi dengan mengurangkan biaya pembelian baru dengan depresiasi

5. DATA PENILAIAN A S E T T E T A P LAINNYA YANG L E B I H DARI 9 TAHUN DAN MASIH DIGUNAKAN *)

Nilai Taksiran / Biaya Pembelian B a r u

Diisi dengan nilai "Biaya Pembelian B a r u "

yang diambil dari Standarisasi Harga Barang dan J a s a yang diterbitkan oleh Bupati pada tahun penilaian, apabila di dalam S H B J tersebut tidak a d a barang yang dimaksud, m a k a biaya pembelian baru diambil dengan c a r a menggunakan harga dengan barang

Referensi

Dokumen terkait

Subyek memiliki latar belakang keluarga yang beragama berbeda walaupun satu atap, ketika memutuskan untuk memeluk agama islam dapat dilaksanakan dengan cepat karena adanya

Tujuan Umum Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, neonatus dan KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan

Yudisia Pearlite Hermana Putra., 2016, Analisis Penambahan Demand Batik Solo Trans Koridor 2 Pada Penggunaan Lahan Pendidikan Dan Analisis Ability To Pay (ATP) Dan

SE1, SE2, dan SE3 sudah mampu memenuhi indikator tersebut dibuktikan dari jawaban ketiga subjek yang sudah mampu membuat situasi masalah berdasarkan data atau reprsentasi

Pada gambar 2 diperlihatkan bahwa semakin lama pestisida tersimpan di dalam tanah dan seiring dengan meningkatnya konsentrasi pestisida proses disolusi pada tanah akan

Dalam penelitian kali ini dibuatlah suatu aplikasi rekomendasi olahraga panjat tebing yang memiliki nama aplikasi Climba, dengan tujuan untuk memudahkan para penggiat

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah penelitian yang

Demikian Laporan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR-RI terkait dengan Peninjauan rencana pembangunan infrastruktur yang terkait dengan abrasi pantai di Kecamatan