• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH FOOT MASSAGE DENGAN MENDENGARKLAN MUROTTAL AL- QUR AN TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG ICU RSUD SAYANG CIANJUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH FOOT MASSAGE DENGAN MENDENGARKLAN MUROTTAL AL- QUR AN TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG ICU RSUD SAYANG CIANJUR"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Korespondensi:

Emy Salmiyah

Program Studi Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi

Jl. Kerkoff No. 243, Leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Indonesia, 40532 0813-2226-9763

[email protected]

9 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019

PENGARUH FOOT MASSAGE DENGAN MENDENGARKLAN MUROTTAL AL- QUR’AN TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG ICU RSUD SAYANG

CIANJUR

1)

Emy Salmiyah,

2)

Sri Wahyuni,

3)

Neng Salmah

1)

Dosen Program Studi Pendidikan Ners, STIKes Budi Luhur Cimahi, Indonesia

2)

Dosen Program Studi D III Kebidanan, STIKes Budi Luhur Cimahi, Indonesia

3)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners, STIKes Budi Luhur Cimahi, Indonesia

Abstrak

Tidur berkualitas merupakan keadaan dimana tidur yang dijalani seorang individu yang menghasilkan kesegaran dan kebugaran disaat terbangun dan dapat mempengaruhi kesehatan menjadi lebih baik. Upaya untuk memperbaiki kualitas tidur pasien di ruang ICU yang rata-rata memiliki kualitas buruk salah satunya dengan memberikan foot massage sambil mendengarkan murottal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap kualitas tidur pasien di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu yang didesain secara Non equivalent Control Group Design.Sampel yang digunakan sebanyak 15 pasien di ruang ICUsebagai responden.

Metode analisis yang digunakan adalah uji dependent sample T-Test dengan software SPSS.

Hasil dari pengujian yang didapatkan dari total keseluruhan 15 responden yang mengalami kualitas tidur buruk yaitu 9 responden (60%), dan hampir setengahnya mengalami kualitas tidur baik yaitu 6 responden (40%). Hasil yang didapat yaitu nilai p sebesar 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap kualitas tidur pasien. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan bagi rumah sakit untuk mengadakan pendidikan kesehatan, workshop dan menetapkan SOP mengenai pemberian foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an.

Kata Kunci : Foot Massage, Murottal Al-Qur’an, Kualitas Tidur, ICU

THE EFFECT OF FOOT MASSAGE BY LISTENING TO MUROTTAL AL-QUR'AN ON SLEEP QUALITY OF PATIENTS IN ICU ROOM OF SAYANG CIANJUR HOSPITAL

Abstract

Quality sleep is a condition where the sleep an individual undergoes which results in freshness and fitness when awakened and can affect health for the better. Efforts to improve the quality of sleep of patients in the ICU, which on average have poor quality, one of them by providing foot massage while listening to murottal Al-Qur'an. The purpose of this study was to determine the effect of foot massage by listening to murottal Al-Qur'an on the quality of sleep of patients in the ICU room at Sayang Hospital, Cianjur Regency. The method used in this study is a quantitative approach with a quasi-experimental method designed in a non-equivalent control group design.

The sample used was 15 patients in the ICU as respondents. The analytical method used is the dependent sample T-Test test with SPSS software. The results of the test obtained from a total of 15 respondents who experienced poor sleep quality, namely 9 respondents (60%), and almost half experienced good sleep quality, namely 6 respondents (40%). The results obtained are the p-value of 0.000, Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an effect of foot massage by listening to murottal Al-Qur'an on the patient's sleep quality. The results of this study are expected to provide input for hospitals to hold health education, workshops and set SOPs regarding the provision of foot massage by listening to murottal Al-Qur'an.

Keywords : Foot Massage, Murottal Al-Qur'an, Sleep Quality, ICU

(2)

10 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 Pendahuluan

Menurut Government Of Western Australia (2014), ICU adalah “Intensive care refers to the specialised treatment given to patients who are acutely unwell and require critical medical care.

An intensive care unit (ICU) provides the critical care and life support for acutely ill and injured patients. Patient unless are an emergency admission, patient will need a referral from your doctor or specialist to be admitted to ICU” yang artinya perawatan intensif merupakan perawatan khusus yang diberikan kepada pasien yang sangat tidak sehat dan membutuhkan perawatan medis kritis. Unit perawatan intensif (ICU) memberikan perawatan kritis dan dukungan hidup untuk pasien yang sakit akut dan terluka. Kabupaten Cianjur yang hanya memliki tiga rumah sakit pemerintah dan satu rumah sakit swasta, dimana tidak semua rumah sakit di Kabupaten Cianjur memiliki ruang perawatan ICU, hanya di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang dan di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan saja yang memiliki ruang perawatan ICU.

Data yang diperoleh untuk pasien yang berkunjung ke Ruang ICU selama 3 tahun terakhir menunjukkan peningkatan pada setiap tahunnya.

Tidur yang berkualitas merupakan keadaan dimana tidur yang dijalani seorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran disaat terbangun (Khasanah & Hidayati, 2012).Foot Massage merupakan salah satu bagian dari terapi komplementer dengan cara kerja yaitu memanipulasi jaringan ikat melalui pukulan, gosokan atau meremas untuk memberikan dampak pada peningkatan sirkulasi, memperbaiki sifat otot dan memberikan efek relaksasi (Potter&Perry, 2011). Penanganan nyeri dengan foot massage sangat efektif untuk mengatasi nyeri dan gangguan tidur, foot massage sendiri merupakan pijatan yang didasarkan pada premis bahwa ketidaknyamanan atau nyeri diarea spesifik kaki berhubungan dengan bagian tubuh lainnya (Stillwell, 2011). Hal tersebut dapat berpengaruh pada relaksasi pasien-pasien yang mengalami susah tidur untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Murottal Al-Qur’an yaitu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara tartil dan benar melalui alat perekam yang akan mendatangkan ketenangan jiwa. Hasil studi pendahuluan (observasi langsung dan wawancara) dengan 10 pasien yang dirawat di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur pada tanggal 3 sampai 6 Februari Tahun 2019, diperoleh data bahwa ada beberapa pasien yang mengalami gangguan tidur, tujuh diantara sepuluh pasien mengatakan bahwa tidur dimalam hari hanya mencapai 3 sampai 5 jam saja, sering terbangun tengah malam, selain itu pasien merasakan cemas terhadap kondisi penyakitnya, menahan rasa sakit, sering terbangun pada malam hari kemudian sulit untuk tidur kembali, pikiran tidak karuan dan sering memikirkan akan meninggal dalam waktu dekat, lingkungan yang kurang mendukung karena terganggu dengan suara mesin dan alat yang tertempel pada tubuhnya dan menambah sulitnya untuk tidur. Sedangkan tiga pasien mengeluhkan sering mengalami mimpi buruk, batuk dimalam hari,tidak mampu bernafas dengan leluasa, lingkungan yang kurang nyaman dan pencahayaan yang kurang redup, dan pasien bertanya kepada peneliti “apakah efek obat yang diberikan dapat membuat jantung sering berdebar-debar dan merasakan mual?, karena hal tersebut membuat pasien sulit untuk tidur. Dari sekian fenomena yang didapat dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, maka peneliti bermaksud melakukan penelitian tentang “Pengaruh Foot Massage dengan Mendengarkan Murottal Al- Qur’an Terhadap Kualitas Tidur Pasien di Ruang ICU (Intensive Care Unit) RSUD Sayang Kabupaten Cianjur”.

Metode

Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan kesimpulan agar dapat memahami, menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan keadaan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan

(3)

11 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 desain penelitian yaitu Nonequivalent Control Group Design. Dimana dalam desain ini terdapat dua kelompok yaitu satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Untuk kelas eksperimen diberi tindakanfoot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diberikan tindakan.

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di grup kontrol dan grup eksperimen dengan menggunakan metode yang berbeda. Maksud diadakannya grup kontrol adalah agar adanya pembanding untuk mengetahui sejauh mana keefektifan metode yang akan digunakan. Dalam hal ini dilihat perbedaan pencapaian antarakelompok eksperimen dengan pencapaian kelompok kontrol.

Hasil

Tabel 1. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sebelum Dilakukan Tindakan Foot Massage Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Pada Kelompok Intervensi (Pre Test)

Variabel Mean Std.

Deviaion

Nilai Minimal

Nilai

Maksimal N

Kualitas tidur pre intervensi

6,40 1,242 4 8 15

Sumber: Data Primer, 2019

Tabel 2. Gambaran Kualitas Tidur Pasien Sebelum Dilakukan Tindakan Foot Massage Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Pada Kelompok Intervensi (Pre Test)

Pre Intervensi Frekuensi (F) Persentase (%)

Baik 1 7%

Buruk 14 93%

Total 15 100%

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 3. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sebelum Tanpa Perlakuan Pada Kelompok Kontrol (Pre Test)

Variabel Mean Std. Deviaion Nilai

Minimal

Nilai Maksimal

N Kualitas tidur pre

kontrol

6,27 1,280 4 8 15

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 4. Gambaran Kualitas Tidur Pasien Sebelum Tanpa Perlakuan Pada Kelompok Kontrol (Pre Test)

Pre Kontrol Frekuensi (F) Persentase (%)

Baik 1 7%

Buruk 14 93%

Total 15 100%

Sumber: Data Primer 2019

(4)

12 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 Tabel 5. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sesudah Dilakukan Tindakan Foot Massage Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Pada Kelompok Intervensi (Post Test)

Variabel Mean Std.

Deviaion Nilai Minimal Nilai

Maksimal N Kualitas tidur post

intervensi 4,73 1,223 3 7 15

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 6. Gambaran Kualitas Tidur Pasien Sesudah Dilakukan Tindakan Foot Massage Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’anPada Kelompok Intervensi (Post Test)

Post Intervensi Frekuensi (F) Persentase (%)

Baik 6 40%

Buruk 9 60%

Total 15 100%

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 7. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sesudah Tanpa Perlakuan Pada Kelompok Kontrol (Post Test)

Variabel Mean Std. Deviaion Nilai Minimal Nilai

Maksimal N Kualitas tidur post

kontrol

6,13 1,125 4 8 15

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 8. Gambaran Kualitas Tidur Pasien Sesudah Tanpa Perlakuan Pada Kelompok Kontrol (Post Test)

Post Kontrol Frekuensi (F) Persentase (%)

Baik 1 7%

Buruk 14 93%

Total 15 100%

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 9. Tabel Hasil Uji Statistik Dependen Sampel T Test Pengaruh Tindakan Foot Massage Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Terhadap Kualitas Tidur Pasien

Kualitas Tidur Mean Std. Deviation P

Value N

Pre_Intervensi 6,40 1,242

0,000 15

Post_Intervensi 4,73 1,223

Sumber: Data Primer 2019

(5)

13 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 Tabel 10. Tabel Hasil Uji Statistik Dependen Sampel T Test Tanpa Perlakuan Terhadap Kualitas Tidur Pasien

Kualitas Tidur Mean Std. Deviation P

Value N

Pre_non_Intervensi 6,27 1,280

0,546 15

Post_non_Intervensi 6,13 1,125

Sumber: Data Primer 2019 Pembahasan

Dari hasil tabel 1 diatas diperoleh hasil pengukuran nilai kualitas tidur pasien sebelum dilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-qur’an pada kelompok intervensi terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 6,40 dengan standar deviasi 1,242, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8. Dari tabel 2 diatas menunjukkan bahwa hasil pengukuran Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dilakukanfoot massage dan mendengarkan murottal Al-Quran pada kelompok intervensidari total keseluruhan 15 responden mendapatkan hasil yaitu hampir seluruh responden mengalami kualitas tidur buruk yaitu 14 responden dengan persentase 93%, dan hanya sebagian kecil responden memiliki kualitas tidur baik yaitu 1 responden dengan nilai persentase 7%.

Dari hasil tabel 3 diatas diperoleh hasil pengukuran nilai kualitas tidur pasien sebelum tanpa perlakuan pada kelompok kontrol terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 6,27 dengan standar deviasi 1,280, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8. Dari tabel 4 diatas menunjukkan bahwa hasil pengukuran Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum tanpa perlakuan pada kelompok kontrol terhadap 15 respoden dapat di interpretasikan bahwa hampir seluruh responden yaitu 14 responden memiliki kualitas tidur buruk dengan persentase 93%, sedangkan hanya sebagian kecil responden yang memiliki kualitas tidur baik yaitu 1 responden dengan nilai persentase 7%.

Dari hasil tabel 5 diatas diperoleh hasil pengukuran nilai kualitas tidur pasien sesudahdilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-qur’an pada kelompok intervensi terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 4,73 dengan standar deviasi 1,223, dengan nilai kualitas tidur terendah 3 dan tertinggi 7. Dari tabel 6 diatas menunjukkan bahwa hasil pengukuran Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sesudah dilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Quran pada kelompok intervensi (Post Test) mengalami peningkatan frekuensi untuk kualitas tidur baik, dari total keseluruhan 15 responden, dapat di interpretasikan bahwa sebagian besar responden mengalami kualitas tidur buruk yaitu 9 responden dengan persentase 60%, dan hampir setengahnya mengalami kualitas tidur baik yaitu 6 responden dengan nilai persentase 40%.

Dari hasil tabel 7 diatas diperoleh hasil pengukuran nilai kualitas tidur pasien sesudahtanpa perlakuan pada kelompok kontrol terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 6,13 dengan standar deviasi 1,125, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8. Dari tabel 8 diatas menunjukan bahwa hasil pengukuran Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sesudah tanpa perlakuan pada kelompok kontrol (Post Test), dari total keseluruhan 15 responden tidak mengalami perubahan dari pre test sebelumnya, dapat diinterpretasikan bahwa hampir seluruh responden mengalami kualitas tidur buruk yaitu 14 responden dengan persentase 93%, dan hanya sebagian kecil responden yang memiliki kualitas tidur baik yaitu 1 responden dengan nilai persentase 7%.

Sebelum dilakukan analisa bivariat, perlu dilakukan uji normalitas dan homogenitas.

Pengujian normalitas dilakukan untuk memenuhi asumsi yang mensyaratkan nilai berdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas dari persamaan taksiran yang diperoleh adalah

(6)

14 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 signifikasi pada pre intervensi pada uji Shapiro-Wilk adalah sebesar 0,154 (Nilai p>0,05) maka data berdistribusi normal, pre kontrol sebesar 0,155 (Nilai p>0,05) maka data berdistribusi normal, post intervensi sebesar 0,225 (Nilai p>0,05) maka data berdistribusi normal, dan post kontrol sebesar 0,276 (Nilai p>0,05) maka data berdistribusi normal. Hasil pengujian normalitas diatas menunjukkan bahwa semua nilai dari model berdistribusi normal. Sehingga uji statistik bivariat yang dilakukan adalah uji parametrik yaitu dengan menggunakan uji Dependen Sampel T Test. Dari tabel 10 diatas diperoleh hasil analisa tentang pengaruhkualitas tidur pasien sesudah dilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an pada kelompok intervensi terhadap 15 responden di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur bahwa hasil rata-rata sebelum dilakukan tindakan adalah 6,40, dengan standar deviasinya yaitu 1,242, nilai rata-rata setelah dilakukan tindakan adalah 4,73, dengan standar deviasinya yaitu 1,223. Hasil uji Parametrik 2 kelompok berpasangan (uji paired sampel t test)diperoleh nilai p = 0,000< 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan dengan tingkat signifikasi 5%, ada pengaruh kualitas tidur setelah diberikan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an di Ruang ICU RSUD Sayang Cianjur. Dari tabel 4.11 diatas diperoleh hasil analisa tentang kualitas tidur tanpa perlakuan terhadap 15 responden di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur bahwa hasil rata-rata sebelum tanpa perlakuan adalah 6,27, dengan standar deviasinya yaitu 1,280, nilai rata-rata setelah tanpa perlakuan adalah 6,13, dengan standar deviasinya yaitu 1,125. Hasil uji Parametrik 2 kelompok berpasangan (uji paired sampel t test)diperoleh nilai p = 0,546> 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian disimpulkan dengan tingkat signifikasi 5%, tidak ada pengaruh kualitas tidur setelah tanpa diberikan perlakuan di Ruang ICU RSUD Sayang Cianjur.

Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan dapat diambil simpulan sebagai berikut identifikasi kualitas tidur pasien sebelum dilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-qur’an pada kelompok intervensi terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 6,40 dengan standar deviasi 1,242, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8. Sedangkan hasil pengukuran nilai kualitas tidur pasien sebelum tanpa perlakuan pada kelompok kontrol terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 6,27 dengan standar deviasi 1,280, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8.

Identifikasi kualitas tidur pasien sesudah dilakukan tindakan foot massage dengan mendengarkan murottal Al-qur’an pada kelompok intervensi terhadap 15 responden yaitu nilai rata-ratanya 4,73 dengan standar deviasi 1,223, dengan nilai kualitas tidur terendah 3 dan tertinggi 7. Sedangkan hasil nilai kualitas tidur pasien sesudah tanpa perlakuan pada kelompok kontrol nilai rata-ratanya 6,13 dengan standar deviasi 1,125, dengan nilai kualitas tidur terendah 4 dan tertinggi 8. Serta ada pengaruh pemberianfoot massage dengan mendengarkan murottalAl-Qur’an terhadap kualitas tidur pasien di ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjuryang ditunjukan dengan nilai p valuekurang dari 0,05 dengan hasil yang didapat yaitu 0,000, maka Ho ditolak, dan Ha diterima. Adapun pada kelompok kontrol tanpa perlakuan tidak ada pengaruh terhadap kualitas tidur dengan nila p sebesar 0,546. RSUD dapat mengadakan Workshopmengenai pemberian foot massage dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an pada pasien ICU dan menentapkan SOP mengenai foot massage dengan mendengarkan murotal Al- Qur’an pada pasien ICU

(7)

15 JKBL, Volume 12 Nomor 1 Januari 2019 Daftar Pustaka

1. Khasanah K dan Hidayati W. 2012. Kualitas Tidur Lansia Balai Rehabilitasi Sosial

“MANDIRI” Semarang. Jurnal Nursing Studies. diakses pada tanggal 5 Januari 2019)

2. Potter, P.A & Perry A.G. 2011. Buku ajar keperawatan fundamental. Ed 7. Buku 3. Jakarta : EGC.

3. DEPKES, 2011. Departemen Kesehatan Republik Indnesia,2011, http://www.depkes.go.id, diperoleh tanggal 14 Desember 2018.

4. Rab, T. (2007). Agenda Gawat Darurat (Critical Care). Bandung: PT Alumni

5. Boyko, Y., Ording, H., and Jennum, P. 2012. Sleep disturbances in critically ill patients in icu:

how much do we know?. Acta Anaesthesiol Scandinavica, 56(8): 950-8. doi: 10.1111/j.1399- 6576.2012.02672.x.

6. Mahendra, & Djing, O.G. (2008). Care Yourself, Kolesterol. Jakarta: Penebar Plus.

7. Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

8. Hady, Nur Afuana, Wahyuni, Wahyu Purwaningsih. 2012. Perbedaan Efektifitas Terapi Musik Klasik Dan Terapi Musik Murottal Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Autis Di SLB Kota Surakarta. Jurnal GASTER Vol. 9. No. 2

9. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik Edisi 1. Jakarta : PPNI

10. Abdurrochman, A, Perdana, S, Andhika, S. 2008. Muratal Al-Qur’an : Alternatif Terapi Suara Baru. Jurnal dari Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008, Universitas Lampung.

11. Heru. 2008. Ruqyah syar’i berlandaskan kearifan local. Diperoleh dari http://trainermuslim.com/feed/rss. (diakses pada tanggal 8 Desember 2018)

12. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : CV. Alfabeta

13. Notoatmodjo, S.2012. Metodologi Penelitian Kesehatan Ed. Revisi. Jakarta : Rineka Cipta

Gambar

Tabel 1. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sebelum Dilakukan Tindakan Foot Massage  Dengan Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Pada Kelompok Intervensi (Pre Test)
Tabel 7. Distribusi Nilai Kualitas Tidur Pasien Sesudah Tanpa Perlakuan Pada Kelompok  Kontrol (Post Test)

Referensi

Dokumen terkait

Analisa aspek keekonomian rencana pengoperasian KMP Sumut I ini dilakukan dengan beberapa asumsi dan pendekatan sebagai berikut : Load factor ditetapkan sebesar 60%

bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin merupakan bagian dari perangkat daerah yang dalam pembentukan dan penyusunannya harus berpedoman pada

Trichinellosis pada daging babi tersebut dide- teksi menggunakan metode digesti dan kemudi- an hasil yang positif pada uji digesti dilakukan uji dengan metode kompresi untuk

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan hukum, khususnya di dalam Hukum Tata Negara, dalam rangka

Pembahasan utama dalam tulisan ini akan mengritisi dari sudut teoretis atas penerapan RBR dalam UUCK yang terdiri atas 4 (empat) kritik, yaitu (i) format omnibus yang diterapkan

Pada metode ini digunakan strip plastik yang mengandung agen antibakteri dari kadar terendah hingga tertinggi dan diletakkan pada permukaan media agar yang telah

Setelah sekian lama akhirnya Kota Bandung memiliki taman yang ditanami bunga-bunga langka dari berbagai jenis serta dari berbagai daerah dan negara, dengan banyaknya

Prawiradilaga dan Siregar (2008: 21) menjelaskan bahwa ada lima komponen yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bahan ajar khususnya bahan ajar cetak yaitu (1)