• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendahuluan. Dr. Luvy S. Zanthy, S.P., M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pendahuluan. Dr. Luvy S. Zanthy, S.P., M.Pd."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan

Dr. Luvy S. Zanthy, S.P., M.Pd.

(2)

Pendahuluan

1 Pengertian Kurikulum

2 Komponen Kurikulum

3 Fungsi Kurikulum

4 Perubahan dan Pengembangan Kurikulum

(3)

Kurikulum berasal dari kata Curir (pelari) dan Curere (tempat berpacu), diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dai start sampai finish untuk memperoleh medali penghargaan (Susilana dalam Dahlan, 2011). Dalam dunia pendidikan diaplikasikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.

Pengertian kurikulum berdasarkan pendapat beberapa ahli:

Kurikulum adalah semua kegiatan yang diberikan kepada siswa dibawah tanggung jawab sekolah, sehingga kurikulum tidak dibatasi kegiatan di dalam kelas, tetapi mencakup kegiatan di luar kelas.

Harold B. Alberty (1995)

01

Kurikulum dikelompokan menjadi 3

dimensi: (1) kurikulum sebagai substansi, system dan bidang studi;

(2) kurikulum sebagai bagian dari system persekolahan, pendidikan dan masyarakat; 3) kurikulum sebagai bidang studi.

R. Ibrahim, (2005)

03

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, materi/ isi atau bahan

pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

UU RI No 20, 2003 ; PP No 19, 2005

02

Kurikulum dikategorikan menjadi: (1)

kurikulum sebagai rencana belajar siswa; (2) kurikulum sebagai

rencana pembelajaran, (3) kurikulum sebagai pengalaman belajar yang diperoleh siswa.

Ali (dalam Munir, 2008)

04

(4)

Komponen Kurikulum

(5)

Tujuan Kurikulum

4 hierarkis tujuan kurikulum

Tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan tersebut. Secara khusus, tujuan pendidikan nasional dituangkan dalam UU no 20 Tahun 2003, Pasal 3 .

1

Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Tujuan ini didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki dari setiap siswa setelah mereka menempuh atau menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu.

2

Tujuan Institusional

(6)

Tujuan Kurikulum

4 hierarkis tujuan kurikulum

Tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidangstudi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler ini juga merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan institusional.

3

Tujuan Kurikuler

Tujuan ini merupakan bagian dari tujuan kurikuler yang merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam mata pelajaran tertentu sampai satu kali pertemuan.

4

Tujuan Instruksional

(7)

Isi/ Materi

Isi atau materi merupakan pengalaman yangakan diberikan kepada siswa selama mengikuti proses pembelajaran.

Jenis-jenis mata pelajaran yang diajarkan, misalnya Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, dan sebagainya, dapat digolongkan sebagai isi dari suatu kurikulum.

Jenis-jenis Mata Pelajaran yang Diajarkan

Disamping jenis-jenis mata pelajaran yang diajarkan, bahan pengajaran dari setiap

mata pelajaran termasuk kedalam pengertian isi kurikulum. Bahan pengajaran setiap mata pelajaran biasanya diuraikan dalam bentuk pokok bahasan yang dilengkapi dengan sub pokok bahasan.

Bahan pengajaran ini ditetapkan dengan mengacu kepada tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yaitu tujuan kurikuler dan

tujuan instruksional

. Isi Setiap Mata Pelajaran

Is i program k urik ulum s ek olah dibedakan m enjadi :

1

2

(8)

Strategi/

Metode Pembelajaran

Tujuan pengajaran menggambarkan tingkah laku yang harus dimilki siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan

Faktor Tujuan

Dedikasi dan kemampuan guru yang mempengaruhi proses opembelajaran

Faktor Guru

Karakteristik ilmu atau materi pelajaran membawa implikasi terhadap penggunaan cara atau teknik di dalam proses belajar mengajar

Faktor Materi

B

D A

Faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran:

Siswa sebagai pihak yang

berkepentinigan di dalam proses belajar mengajar, sebab tujuan yang harus dicapai semata-mata untuk mengubah prilaku siswa itu sendiri

Faktor Siswa

1. Jumlah waktu, berapa puluh menit atau berapa jam waktu yang tersedia untuk proses belajar mengajar

2. Kondisi waktu, kapan atau pukul berapa pelajaran dilaksanakan

Faktor Waktu

C

E

(9)

Evaluasi Kurikulum

Evaluasi kurikulum digunakan untuk melihat

seberapa baik tingkat keberhasilan suatu

kurikulum dan tindaan apa yang harus

dilakukan agar diperoleh hasil sebagaimana

tujuan yang telah dirumuskan.

(10)

Fungsi Kurikulum

Ditinjau dari sudut pandang

a. Sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan

Kurikulum suatu sekolah pada dasarnya merupakan suatu alat atau usaha untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah yang bersangkutan.

b. Sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pendidikan sehari-hari

Sebagai alat yang berfungsi untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, kurikulum suatu sekolah berisi uraian tentang jenis-jenis program apa yang diselenggarakan di sekolah tersebut, bagaimana menyelenggarakan setiap jenis program, siapa yang bertanggung jawab didalam penyelenggaraannya dan perlengkapan apa yang dibutuhkan

Fungsi Bagi Sekolah yang Bersangkutan

a. Ikut memberikan bantuan guna memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan pihak orang tua/masyarakat.

b. Ikut memberikan kritik/saran yang membangun dalam rangka penyempurnaan program pendidikan di sekolah, agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat/lapangan kerja.

Fungsi bagi Masyarakat dan Pemakai Lulusan Sekolah

a. Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan b. Penyiapan tenaga pengajar

Fungsi bagi Sekolah pada Tingkatan di Atasnya

1

2

3

(11)

Suatu kurikulum dapat dikatakan mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode wantu tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja .

Apabila perubahan yang terjadi hanya pada komponen (unsur) tertentu saja

dari kurikulum, maka perubahan itu disebut perubahan yang sebagian- sebagian. Misalnya, perubahan dalam

metode mengajar saja, perubahan dalam isi saja, atau perubahan dalam

sistem penilaian saja, adalah merupakan contoh dari perubahan

sebagian- sebagian.

Artinya secara keseluruhan sistem dari kurikulum tersebut mengalami perubahan, yang tergambar baik didalam tujuan, isi, organisasi dan

strategi pelaksanaannya.

Perubahan sebagian-sebagian

Perubahan menyeluruh

Perubahan

Kurikulum

(12)
(13)

P ri nsi p Dasar Pengembangan Kurikulum

Prinsip Relevansi

1

2

Adanya kesesuaian antara hasil pendidikan dengan tuntutan kehidupan yang ada di masyarakat atau dengan kata lain, bahwa pendidikan itu dianggap relevan jika hasil pendidikan mempunyai nilai & fungsional bagi kehidupan

Prinsip Fleksibilitas

Kurikulum yang fleksibel dapat disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan, keadaan, kemampuan setempat dan sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu, tempat dimana kurikulum diterapkan.

3 Prinsip Kontinuitas

kurikulum itu dikembangkan secara berkesinambungan, tidak terputus-putus atau terhenti-henti.

Kesinambungan ini meliputi sinambung antar kelas, maupun sinambung antar jenjang pendidikan

4

Prinsip Praktis

Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasa, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun personalia. Kurikulum bukan hanya harus ideal tapi juga praktis

.

5 Prinsip Efektifitas

Sejauh mana perencanaan kurikulum sesuai dengan keingian yang ditentukan

(14)

Landasan Kurikulum

Landasan ini dalam pengembangan kurikulum mencakup tentang landasan filsafat, mengidentifikasi dan mengimplitasikannya.

Dengan filsafat metodologi praktik pendidikan terarah, timbal baliknya Pratik pendidikan itus endiri menjadi bahan bagi pertimbangan filosofis pendidikan. Sehingga landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum. Filsafat pendidikan menjadi dasar dan arah pendidikan, sedangkan pelaksanaannya melalui proses pendidikan.

1

Landasan Filosofos

Landasan ini dalam pengembangan kurikulum mencakup tentang perilaku dan fungsi mental manusia sebagai objek pendidikan secara ilmiah dan mengidentifikasinya.

Aspek psikologis yang dikembangkan dengan perantara berbagai mata pelajaran dalam kurikulum, yaitu: Aspek Ketakwaan,Aspek Cipta,Aspek Rasa, Aspek Karsa, Aspek Karya (Kreatif),Aspek Karya, Aspek Kesehatan, Aspek Sosial, Aspek Individu

2

Landasan Psikologis

(15)

Landasan Kurikulum

Landasan ini tentang nilai, tata sosial, dan tata laku manusia di masyarakat dan mengidentifikasinya.

Dengan landasan Sosial Budaya diharapkan lahirnya manusia yang bermutu, mengerti dan mampu membangun masyarakat.

Maka dari itu, kurikulum dengan segala perangkatnya tujuan, isi bahkan proses disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan masyarakat.

3

Landasan Sosial Budaya

Kurikulum pada dasarnya adalah produk yuridis yang ditetapkan melalui keputusan menteri Pendidikan Nasional RI. Sebagai pengejawantahan dari kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif yang mestinya mendasarkan pada konstitusi/UUD. Dengan demikian landasan yuridis pengembangan kurikulum di NKRI ini adalah UUD 1945 (pembukaan alinia IV dan pasal 31), peraturan-peraturan perundangan seperti: UU tentang pendidikan (UU No.20 Tahun 2003), UU Otonomi Daerah, Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Surat Keputusan dari Dirjen Dikti, peraturan-peraturan daerah dan sebagainya.

4

Landasan Yuridis

(16)

Landasan Kurikulum

Kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan IPTEK sehingga siswa dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan IPTEK untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.

5

Landasan IPTEK

(17)

Thank you

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menyebar kuesioner pada proyek di Kota Baru Parahyangan didapat perilaku kepemimpinan yang dominan adalah perilaku kepemimpinan orientasi pekerjaan dari

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai profil ekspresi gen-gen yang terlibat dalam biosintesis fitohormon akibat cekaman kekeringan pada

Pada saluran tataniaga nol tingkat nilai efisiensi dapat dilihat pada perbandingan antara biaya tataniaga yang dikeluarkan dengan jumlah produksi yang dijual, maka

Admin Input Data Admin Olah Data Admin Admin Member Input Data Member Olah Data Member Member Paket Input Data Paket Olah Data Paket Paket Detail Paket Jasa Input Data

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor MK 97/PUU-XI/2013 Pengujian Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Distribusi GNU/Linux Dynamix diimplementasikan pada basis distro Ubuntu dengan desktop KDE (Kubuntu). Distro ini sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang dibutuhkan

Jika hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik tersebut mempunyai kemampuan yang sama dibandingkan dengan metode normalisasi dan denormalisasi yang

oleh guru dan kepala sekolah untuk membentuk sikap tanggung jawab siswa baik di dalam maupun di luar proses pembelajaran adalah sebagai berikut: (1) melalui