• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjaun Yuridis Terhadap Harta Warisan Yang Ditolak Oleh Ahli Waris Berdasarkan KUH Perdata.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjaun Yuridis Terhadap Harta Warisan Yang Ditolak Oleh Ahli Waris Berdasarkan KUH Perdata."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

iv

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HARTA WARISAN YANG DITOLAK OLEH AHLI WARIS BERDASARKAN KUH PERDATA

ISMA NOVITA RIMBANI 110110110058

ABSTRAK

Pengaturan hukum waris sangat berkaitan dengan adanya hubungan kekeluargaan dan sistem pewarisan yang diatur oleh hukum agama, hukum adat, dan hukum perdata barat. Sistem pewarisan yang berlaku di Indonesia terdapat tiga sistem hukum yang berbeda dalam pewarisan yaitu KUHPerdata, hukum waris Islam, dan hukum waris adat. Akan tetapi penelitian ini hanya bertujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai harta warisan berdasarkan KUHPerdata dalam hal adanya penolakan harta waris oleh ahli waris ditinjau dari KUH Perdata dan penyelsaian warisan yang ditolak oleh ahli waris ditinjau dari KUH Perdata.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan pembagian harta waris berdasarkan KUHPerdata dalam hal adanya penolakan waris. Penelitian deskriptif hanya menuturkan dan menafsirkan data yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara menitik beratkan penelitian pada data skunder. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode yuridis kualitatif, yaitu dengan cara mengkaji dan menganalisis data berdasarkan aspek hukum.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian dari skripsi ini adalah Ahli waris tidak dapat dipaksa untuk menerima warisan, Karena menolak suatu warisan harus terjadi dengan tegas, dan harus dilakukan

Cara Anak Tiri Mendapatkan Harta Warisan Menurut Hukum Waris Islam dan KUHPerdata

Kedudukan anak perempuan dalam sistem waris adat Bali adalah anak perempuan tidak mempunyai hak sebagai ahli waris terhadap harta warisan orang tuanya sesuai dengan

Di Indonesia sendiri ada hukum waris yang berlaku sebagai acuan untuk melakukan pembagian harta warisan yaitu hukum waris islam dan hukum waris perdata.. Maka penelitian ini

Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk memudahkan dalam melakukan perhitungan pembagian harta warisan yang sesuai hukum waris islam dan juga hukum waris

Oleh sebab itu pada kondisi anak luar nikah dapat menjadi ahli waris aktif yaitu anak luar nikah berhak mendapatkan harta waris atau ia mewarisi hanya dengan

Pembagian harta warisan dapat juga dilakukan dengan cara bagi rata, artinya masing-masing ahli waris mendapat bagian yang sama dari harta warisan tanpa memandang apakah

2.2.2 Akibat Hukum Terhadap Ahli Waris Yang Hilang Menurut KUHPerdata Mengenai permasalahan ahli waris yang dinyatakan hilang atau dalam keadaan tak hadir tersebut setelah adanya