TINJAUAN TENTANG KEKUATAN ALAT BUKTI AKTA DI BAWAH TANGAN DALAM PROSES PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA ( STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI KARANGANYAR.
Teks penuh
Dokumen terkait
Bismillahirrohmanirrohim, dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga terwujudnya skripsi
Akta di bawah tangan dapat memiliki pembuktian di pengadilan haruslah memiliki daya kekuatan formil dan materil yaitu, sejauh mana para pihak yang bertanda
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dari sumber informasi terkait objek yang diteliti yaitu
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan objek yang diteliti atau mahasiswa akuntansi semester akhir dan
1) Wawancara, merupakan cara pengumpulan data melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung dengan pihak-pihak yng berhubungan dengan permasalahan yang sedang
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa: (1) Kekuatan mengikatnya alat bukti akta di bawah tangan dalam sidang pemeriksaan perkara perdata bahwa surat perjanjian hutang piutang
3.5.2 Wawancara Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan tanya jawab langsung kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang akan
3.4.2 Metode Wawancara Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan tanya jawab langsung kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang