Akibat terhadap Kesehatan mental bagi korban
Gaya hidup sedenty lifestyle (tidak aktif) dapat mengganggu Kesehatan mental. Pola hidup seperti ini bisa mengakibatkan tekanan perasaan dan depresi. Penelitian menemukan bahwa seseorang yang duduk selama lebih dari 6 jam sehari di tempat kerja 90 persen lebih mungkin untuk merasakan tekanan psikologis yang seperti merasa gugup, gelisah, putus asa, atau bahkan lelah. T erlebih lagi, jenis perilaku menetap lainnya seperti menonton televisi atau bermain game elektronik dapat meningkatkan risiko kegelisahan karena ketika tubuh tak bergerak maka tak mampu menghasilkan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati. Meningkatnya status sosioekonomi dan perubahan gaya hidup (life-style) menyebabkan pola diet kolesterol, asam lemak jenuh, karbohidrat dan gula sederhana meningkat, sementara aktivitas fisik makin berkurang (sedentary life style) sehingga mengakibatkan prevalensi obesitas (kegemukan) dan penyakit degeneratif di Indonesia dua dekade terakhir cenderung meningkat. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif dan gangguan psikososial. Penyakit degeneratif yang banyak dijumpai antara lain hipertensi, diabetes melitus (gula), sindrom X (hipertensi, resistensi insulin, obesitas sentral, hiperlipidemi), hiperlipidemi (kolesterol, trigliserida, LDL), stroke, penyakit jantung, dan kanker.
Referensi :
https://www.orami.co.id/magazine/sedentary-lifestyle-gaya-hidup-malas-yang- berbahaya-untuk-kesehatan
Rosmalina, A. (2015). Konseling Dalam Bidang Kesehatan. Orasi, 6(1), 1–13.