(ANALISIS EKONOMI ISLAM)
TESIS
Telah Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Ekonomi (M.E) Pada Program Studi
Ekonomi Syariah (ES) IAIN PAREPARE
Oleh
RENDI NIM.18.0224.018
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PAREPARE EKONOMI SYARIAH
TAHUN 2022
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR
ىغت الله
ًٍزشنا ىٛزشنا
Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah, nikmat iman, ilmu, hidayat dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar ―Magister Ekonomi Syariah‖ Institut Agama Islam Parepare.
Penulis menyadari dengan keterbatasan dan akses penulis, naskah Tesis ini dapat terselesaikan pada waktunya, dengan bantuan secara ikhlas dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, refleksi syukur dan terimakasih yang mendalam kepada kedua orangtua penulis yaitu Ayahanda tercinta Alm Naslim Natsir dan Ibu saya Masriana, yang senantiasa menyayangi, mencintai, mengasihi serta tak pernah bosan mengirimkan do‘a yang tulus buat penulis sehingga tugas akademik dapat selesai tepat pada waktunya serta kepada saudara saudariku kandungku Andryawan, Gifar, Sinta dan Ahmad Anugrah yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan studi. Selanjutnya, penulis juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Ahmad S. Rustan, M.Si. selaku Rektor IAIN Parepare dalam setiap kebijakanya menjadikan IAIN Parepare lebih baik dan menjadi tempat menimba ilmu yang aman, nyaman, dan sangat menunjang studi penulis.
2. Dr. St. Jamilah Amin, M.Ag., Dr. H. Sudirman L, M.H. dan Dr.
Muhammad Saleh, M.Ag. yang masing-masing sebagai Wakil Rektor dalam lingkup IAIN Parepare, yang telah memberi kesempatan menempuh Studi Program Magister pada Pascasarjana IAIN Parepare.
v
3. Dr. H. Mahsyar, M.Ag. selaku Direktur PPs IAIN Parepare, yang telah memberi layanan akademik kepada penulis dalam proses dan penyelesaian studi.
4. Dr. Rahman Ambo Masse, Lc.,M.Ag, selaku pembimbing I, Atas segala bimbingan, arahan, bantuan dan motivasinya yang tak bosan-bosannya memberikan bimbingan dan arahan serta kritik demi kelancaran dalam penyusunan tesis ini, dengan memberikan nasehat , motivasi, masukan dan saran kepada penulis.
5. Dr. Hj. St Aminah, M.Pd selaku pembimbing II, dengan tulus membimbing mencerahkan, dan mengarahkan penulis dalam melakukan proses penelitian hingga dapat rampung dalam naskah Tesis ini.
6. Dr. Hj. St Nurhayati, M.Hum dan Dr. Muzdalifah Muhammadun, M.Ag.
masing-masing sebagai penguji I dan II, dengan tulus membimbing dan mengarahkan penulis dalam melakukan proses seminar penelitian hingga dapat menyelesaikan tahap-tahap dalam memperoleh gelar magister.
7. Ibu Sriwahyuni Selaku Wakil kepala Cabang PNM Mekaar beserta, Jajaranya yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian dan bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti.
8. Pimpinan dan Pustakawan IAIN Parepare yang telah memberikan layanan prima kepada penulis dalam pencarian referensi dan bahan bacaan yang dibutuhkan dalam penelitian Tesis.
9. Segenap pegawai adminitrasi PPs IAIN Parepare yang telah memberikan layanan prima kepada penulis mulai awal sampai penyelesaian studi magister.
10. Kepada Nurfasirah,S.Pd terimakasih atas Do‘a dan bantuannya yang sangat berharga penulis
vi
vii DAFTAR ISI
SAMPUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN TESIS ... ii
PERSETUJUAN KOMISI PENGUJI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
ABSTRAK ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus ... 5
C. Rumusan Masalah ... 7
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
A. Penelitian Yang Relevan ... 9
B. Analisi Teoritis Subjek ... 13
1. Teori Peran ... 13
2. Sejarah PNM Mekaar ... 15
3. Teori Peningkatan ... 19
4. Teori Permodalan ... 20
5. Teori Usaha ... 24
6. Teori Implikasi ... 26
7. Teori Perempuan Prasejahtera ... 27
8. Prinsip Ekonomi Islam ... 31
C. Bagan Kerangka Teoretis Penelitian ... 46
BAB III METODE PENELITIAN ... 47
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 47
B. Sumber Data Penelitian ... 48
C. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 48
viii
D. Tahapan Pengumpulan Data ... 49
E. Instrumen Penelitian ... 50
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 51
G. Teknik Pengujian Keabsahan Data ... 54
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 56
A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 56
1. Mekanisme PNM Mekaar meningkatkan Usaha Bagi Perempuan prasejahtera ... 56
2. Implikasi bantuan pinjaman modal PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera ... 77
3. Evaluasi penggunaan bantua pinjaman modal bagi perempuan prasejahtera ... 84
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 86
BAB V PENUTUP ... 117
A. Simpulan ... 117
B. Implikasi ... 118
C. Rekomendasi ... 118
DAFTAR PUSTAKA ... 119 LAMPIRAN – LAMPIRAN
BIODATA PENULIS
ix
PEDOMAN LITERASI ARAB-LATIN
a. Konsonan
Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf latin dapat dilihat pada halaman berikut :
Huruf
Arab Nama Huruf Latin Nama
ا Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan
ب Ba B Be
خ Ta T Te
ث Ŝa ̅ es (dengan titik di atas)
ج Jim J Je
ذ Ha H ha (dengan titik di bawah)
ش Kha Kh ka dan ha
د Dal D De
ر Żal Ż zet (dengan titik di atas)
س Ra R Er
ص Zai Z Zet
ط Sin S Es
ػ Syin Sy es dan ye
ص Şad es (dengan titik di bawah)
ض Dad D de (dengan titik di bawah)
ط Ta T te (dengan titik di bawah)
ظ Za Z zet (dengan titik di bawah)
ع ‗ain ‗ apostrof terbalik
غ Gain G Ge
ف Fa F Ef
ﻕ qaf Q Qi
x
ك Kaf K Ka
ل Lam L El
و Mim M Em
ٌ Nun N En
ٔ Wau W We
ـْ Ha H Ha
ء hamzah ‗ Apostrof
ٖ Ya Y Ye
Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apapun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (‗).
b. Vocal
Vocal bahasa Arab, seperti vocal bahasa Indonesia, terdiri atas vocal tunggal atau monoftong dan vocal rangkap atau diftong.
Vocal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:
Tanda Nama Huruf Latin Nama
َ ا fathah A A
ِا kasrah I I
ا
ا ُ dammah U U
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu :
Tanda Nama Huruf Latin Nama
ا
ا ُ fathah dan yá’ A a dan i
xi ا
ا ُ fathah dan wau Au a dan u
Contoh : ﻒ
ٛ
ﻛ :kaifa ل
ٕ
ْ :haula c. Maddah
Maddah atau vocal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:
Harakat dan
Huruf Nama Huruf dan
Tanda Nama
ٖ ... | ا... fathah dan alif danyá’ Ā a dan garis di atas
ٗـ kasrah danyá’ Î i dan garis di atas
َ ـ
ٕ Dammahdanwau Û u dan garis di atas
Contoh :
َ خا ي
: ma>taٗ ي س
: rama>َ م ِٛق
: qi>laَ خ ٕ ً ٚ
: yamu>tu d. Tā’marbutahTransliterasi untuk tā’ marbutah ada dua, yaitu: tā’ marbutah yang hidup atau mendapat harakat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah [t].
Sedangkan tā marbǔtah yang mati atau mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah [h].
xii
Kalau pada kata yang berakhir dengan tāmarbûtah diikuti oleh kata yang menggunakan kada sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka tāmarbûtahitu ditransliterasikan dengan ha (h).
Contoh :
َ ح ض ٔ س
َِلا ﻔ ط لْا
: raud}ah al-at}fa>l
َ ح ه ٛ ِض ﻔ ناَ ح ُ ِٚذ ً نا
: al-madi>nah al-fad}i>lahَ ح ً ك ِسنا
: al-h}ikmah e. Syadddah (Tasydid)Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydid (_), dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.
Contoh :
ا َُّت س
َ : rabbana>
ا ُ َّٛد َ
: najjaina>َ ح س ن ا
: al-h}ajjَ ٔ ذ ع
: ‘aduwwunJika huruf ٖ ber-tasdid di akhir sebuah kata dan didahului oleh hurufkasrah ( َٖ ُ —), maka ia ditransliterasi seperti huruf maddah menjadi i>.
Contoh :
َ ِٙه ع
: ‗Ali> (bukan ‗Aliyy atau ‗Aly)َ ِٙت ش ع
: ‗Arabi> (bukan ‗Arabiyy atau ‗Araby)f. Syadddah (Tasydid)
Kata sandang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan hurufلا(alif lam ma’arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang
xiii
ditransliterasi seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiyah maupun huruf qamariyah. Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-).
Contoh :
َ ظ ًَّشنا
: al-syamsu (bukan asy-syamsu)َ ح ن ض ن َّضنا
: al-zalzalah (bukan az-zalzalah)َ ح ﻔ غ ه ﻔنا
: al-falsafahَ د لاِثنا
: al-bila>du g. HamzahAturan translaiterasi huruf hamzah menjadi apostrof (‗) hanya berlaku bagi hamzah yang terletak ditengah dan akhir kata.Namun,bila hamzah terletak diawal kata, ia tidak dilambangkan, karena d tulisan Arab ia berupa alif.
Contoh :
َ ٌ ٔ ش ي أ ت
: ta’muru>naَ ء َُّٕنا
: al-nau’َ ء ٙ ش
: syai’unَ خ شِي أ
: Umirtuh. Penulisan Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia
Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia, atau sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, atau lazim digunakan dalam dunia akademik tertentu, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas. Misalnya,
xiv
kata al-Qur‘an (dari al-Qur’ān), alhamdulillah, dan munaqasyah. Namun, bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka harus ditransliterasi secara utuh.
Contoh:
FiZilal al-Qur’an
Al-Sunnah qabl al-tadwin i. Lafzal-Jalalah(الله)
Kata―Allah‖yang didahului partikel seperti huruf jar dan huruf lainnya atau berkedudukan sebagai mudaf ilaih (frasa nominal), ditransliterasi tanpa huruf hamzah.
Contoh:
َِاللهَ ٍ ِٚد : dinulla>h , َِللاِت : billa>h.
Adapun ta’ marbutah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al- jalalah, ditransliterasi dengan huruf [t].
Contoh:
َُِح الله
ً ز سِﻓ
ٙ
ِى humfi> m nrah}matilla>h j. Huruf Kapital
Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All Caps), dalam transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenal ketentuan tentang penggunaan huruf kapital berdasarkan pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri (orang, tempat,bulan)dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital(Al).
xv
Ketentuan yang sama juga berlaku untuk huruf awal dari judul referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks maupun dalam catatan rujukan (CK, DP, CDK, dan DR).
Contoh :
Wa ma Muhammadun illa rasul
Inna awwala baitin wudi’a linnasi lallazi bi Bakkata mubarakan Syahru Ramadan al-lazi unzila fih al-Qur’an
Nasir al-Din al-Tusi Abu Nasr al-Farabi Al-Gazali
Al-Munqiz min al-Dalal
Jika nama resmi seseorang menggunakan kata Ibnu (anak dari) dan Abu (bapak dari) sebagai nama kedua terakhirnya, maka kedua nama terakhir itu harus disebutkan sebagai nama akhir dalam daftar pustaka atau daftar referensi.
Contoh:
Abu al-Wafid Muhammad ibn Rusyd, ditulis menjadi: Ibnu Rusyd, Abu al- Walid Muhammad (bukan: Rusyd, Abu al-Walid Muhammad Ibnu)
Nasr Hamid Abu Zaid, ditulis menjadi: Abu Zaid, Nasr Hamid (bukan: Zaid, Nasr Hamid Abu)
k. Daftar Singkatan
Beberapa singkatan yang dibakukan adalah : swt. : subhanahu wa ta‘ala
saw. : shallallahu ‗alaihi wa sallam a.s. : ‗alaihi al-salam
xvi
H : Hijrah
M : Masehi
SM : Sebelum Masehi
I. : Lahir tahun (untuk tahun yang masih hidup saja)
w. : Wafat tahun
QS …./….: 4 : QS al-Baqarah/2: 4 atau QS Ali ‗Imran/3:4 HR:Hadis Riwayat t.tp. :tanpa tempat penerbit
t.th. :tanpa tahun dkk :dan kawan-kawan
cet. :Cetakan
h. :halaman
r.a. :radiyallahu anhu
xvii
xviii
xix
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Salah satu permasalahan di Indonesia adalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah klasik yang terus menerus menjadi perhatian bagi pemerintah.
Kemiskinan dapat diartikan keterpurukan, hal ini karena kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok atau dasar. Penyebabnya terjadinya kemiskinan diantaranya laju pertumbuhan penduduk, angkatan kerja, tingkat pendidikan yang rendah, dan distribusi atau pendapatan yang tidak merata.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti organisasi ASEAN, Menurut data BPS dalam laporan akhir tahun yang diterbitkan pada tahun 2020 Indonesia memiliki jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78 persen, meningkat 0,56 persen poin terhadap September 2019 dan meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2019. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orangterhadap Maret 2019.1
Di Wilayah Kabupaten Polewali Mandar menurut data BPS memiliki persentase penduduk miskin pada tahun 2019 sebesar 15,60 persen, sedangkan angka kemiskinan pada tahun 2020 menurun 0,34 persen poin menjadi 15, 26
1 BPS Kab. Polewali Mandar, di akses dari
https://polewalimandarkab.bps.go.id/indicator/23/48/1/jumlah-penduduk-miskin.html, pada tanggal 25 April 2021.
persen. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 sebesar 68.180 ribu jiwa, meningkat 69.000 ribu jiwa terhadap pada tahun 2019.2
Penanggulangan kemiskinan telah dilakukan melalui berbagai strategi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung diwujudkan dalam bentuk bantuan dana stimulan sebagai modal usaha kegiatan ekonomi produktif, bantuan sosial. Upaya penanggulangan kemiskinan juga perlu diimbangi dengan program penyadaran masyarakat (public awarness) salah satunya pengembangan UMKM di kalangan masyarakat.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang memiliki fungsi dan peranan yang sangat strategis. Selain itu juga telah memberikan kontribusi yang penting dan besar dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, pemberdayaan dan perkembangan perlu dilakukan agar UKM tidak hanya tumbuh tetapi juga berkembang. UMKM di Indonesia pada umumnya meliputi beberapa usaha seperti usaha manufaktur yaitu usaha yang mengubah input dasar menjadi produkyangbisa dijual kepada konsumen, usaha dagang yaitu usaha yang menjualproduk kepada konsumen, dan usaha jasa yaitu usaha yang menghasilkan jasa, bukan menghasilkan produk atau barang untuk konsumen.
Berkaitan dalam mengatasi masalah keterbatasan modal, Kementerian BUMN membuat
perusahaan yang melakukan pemberdayaan wanita sebagai penunjang ekonomi di Indonesia, dengan cara pembinaan dan pelatihan bisnis disekitar
2 BPS Kab.Polewali Mandar,diakses dari
https://polewalimandarkab.bps.go.id/indicator/23/48/1/jumlah-penduduk-miskin.html,pada tanggal 25 april2021
lingkungan hidupnya yaitu PT PNM (PERSERO). Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero), merupakan Lembaga Keuangan Khusus yang didirikan sebagai realisasi komitmen pemerintah untuk mengembangkan, memajukan, serta memelihara Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). PT PNM (PERSERO) merupakan solusi stragis pemerintah untuk mengembangkan akses permodalan serta pelatihan bagi para pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan 100% kepemilikan sahamnya dipegang oleh pemerintah, PNM diharapkan tumbuh menjadi lembaga keuangan terdepan yang senantiasa mampu melahirkan pelaku-pelaku UMKM yang tangguh dan mandiri.
PNM didirikan pada 1999 berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.38/99 tanggal 29 Mei 1999, yang disahkan oleh Menteri Kehakiman tanggal 23 Juni 1999, serta dikukuhkan melalui SK Menteri Keuangan pada tanggal 13 Oktober 1999. Atas dikeluarkannya SK Menteri Keuangan tersebut PNM resmi menjadi koordinator penyalur kredit program eks BLBI yang sebelumnya dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1999, PNM belum pernah mengalami pergantian nama. Dalam memberikan solusi permodalan kepada pelaku UMKM di Indonesia, Perseroan berpegang pada prinsip-prinsip ekonomi pasar, dengan senantiasa menerapkan studi kelayakan yang dibutuhkan. Hal tersebut dijalankan guna menjaga kelangsungan usaha, efektifitas operasional, serta meningkatkan daya saing Perseroan. Direktur utama PNM adalah Arief Mulyadi dan dibantu oleh jajaran direksi lainnya.
PT PNM (persero) memiliki beberapa produk yang sangat diunggulkan oleh perusahaan ini, dimana produk ini membantu UMKM di seluruh Indonesia.
Perusahaan ini sangat memperdulikan akan kesetaraan gender dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera, maka dari itu PT PNM mendirikan salah satu produk yang dikhususkan untuk pemberdayaan perempuan yaitu Mekaar, Mekaar adalah Membina ekonomi Keluarga Sejahtera merupakan layanan pinjaman modal bagi perempuan prasejahtera yang akan membuka UMKM.3
Produk Mekaar adalah salah satu produk andalan yang dimiliki PT PNM (persero) dalam melakukan pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera.
Dengan cara melakukan survey yang dilakukan ditempat atau daerah yang terpencil, pihak perusahaan membuka cabang Mekaar didaerah tersebut, untuk mengembangkan bisnisnya. Pelaku bisnis ini dibuat kelompok yang tinggal di satu daerah tersebut, kelompok tersebut berisikan dan diketuai oleh perempuan.
Lalu mereka dapat bekerja sama dengan pembina di Mekaar untuk melakukan bisnis dengan membuat produk yang nantinya akan dijual, seperti kerajinan, makanan, minuman, dan lain sebagainya.
Salah satu daerah yang telah terjaring di Mekaar adalah Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah nasabah Se-kabupaten Polewali Mandar sebanyak 18.122 orang, banyak daerah strategis yang telah didirikan produk ini di beberapa daerah terpencil. Salah satunya Mekaar yang berada di Kecamatan Polewali dengan jumlah nasabah 1.139 orang dan jumlah kelompok sebanyak 69 kelompok. Daerah yang berada di ujung Sulawesi Barat, memiliki penduduk ekonomi rendah.
Berkaitan dengan banyaknnya jumlah perempuan prasejahtera di daerah
3Buku laporan tahunan PNM 2016, diakses dari https://www.pnm.co.id/attachments/annu al-reports, Pada tanggal 25 April 2021
Kabupaten Polewali Mandar, tentunya dalam kehidupan sehari-hari sejumlah perempuan prasejahtera menjalankan usaha mandiri untuk menambah penghasilan keluarga seperti menjual makanan, menjual minuman, menjual pakaian, menjual campuran dan lain sebagainya, yang dimana rata-rata perempuan prasejahtera ini mempunyai pendapatan Rp 800.000 Perbulan. Ada juga beberapa yang ingin baru memulai membuka usaha.
Melalui pogram ini perempuan bisa belajar menjelankan bisnis melalui modal yang diberikan oleh PNM setelah itu mereka akan menyetor hasil bisnis mereka langsung dimasukkan kedalam tabungan bank tertentu, jadi tidak perlu lagi nasabah harus memberikan uang tunai kepada pembina Mekaar. Proses ini akan dilakukan secara bertahap.4
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, terlihat bahwa banyaknya UMKM yang menjadi faktor utama kebutuhan hidup perempuan prasejahtera sangat terbatas akan modal dalam mengembangkan usaha yang dimiliki.
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
Penelitian ini lebih memfokuskan masalah supaya tidak terjadi perluasan permasalahan yang nantinya tidak sesuai dengan tujuan penelitian ini. Maka fokus penelitian ini terkait dengan bagaimana peran permodalan nasional madani (PNM) Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar (Analisis Ekonomi Islam). Setelah itu pada penelitian ini penulis juga berfokus membahas bagaimana implikasi permodalan
4PNMmagz, majalah internal kantor yang diterbitkan di edisi bulan Mei-Juni 2020 https://www.pnm.co.id/uploads/attachments/magazine/file/20/PNMAGZ_06-mobile.pdf
dan peluang serta tantangan PNM Mekaar dalam peningkatan permodalan bagi perempuan prasejahtera. Berkaitang dengan hal tersebut maka deskripsi fokus pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
No Fokus Penelitian Deskripsi Fokus
1 Peran Hak
Kewajiban
2 Peningkatan Kemajuan
3 Usaha Suatu Kegiatan individu untuk
menghasilkan dan menjual barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
4 Implikasi Akibat
Baik atau buruk
Dampak
5 Perempuan Prasejahtera Perempuan berusia 18-63 tahun.
tulang punggung keluarga.
Pendapatan di bawah Rp.
800.000,- per bulan..
Bukanpegawai/pekerja, (PNS, guru honorer yang sudah sertifikasi,atau pegawai pabrik)
Bukan istri dari
TNI/POLRI/Satuan Polisi
Pamong Praja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Aparat Pemerintahan dan Wartawan..
6 Analisis Ekonomi Islam Prinsip Ekonomi Syariah
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, pokok masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Peran PNM Mekaar dalam Peningkatan Usaha Bagi Perempuan Prasejahtera Di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar (Analisis Ekonomi Islam) :
Adapun sub masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana mekanisme PNM Meekar dalam meningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera diKecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar ?
2. Bagaiamana implikasi bantuan pinjaman modal PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar ?
3. Bagaimana evaluasi penggunaan bantuan pinjaman modal bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar ?
D. Tujuan dan kegunaan penelitian
Selaras dengan fokus penelitian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan
prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar di tinjau dari Analisis Ekonomi Islam.
1. Tujuan Penelitian
a. Mendeskripsikan mekanisme PNM Meekar dalam meningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
b. Mendeskripsikan implikasi bantuan pinjaman modal PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
c. Mendeskripsikan Evaluasi penggunaan bantuan pinjaman modal bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
2. Kegunaan Penelitian
a. Kegunaan ilmiah, yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensip tentang peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera dilingkungan masyarakat yang dapat di tinjau dari Analisis Ekonomi Islam.
b. Kegunaan praktis, yaitu dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
9 A. Penelitian Yang Relevan
Penelitian Yang Relevan merupakan review terhadap masalah dan hasil penelitian atau kajian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.
Atau merupakan review terhadap masalah dan hasil penelitian atau kajian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Berkaitan dengan hal tersebut.
a. Penelitian yang dilakukan oleh Yuridistya Primadhita dengan judul Analisis Penguatan Institusi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Miskin Melalui Koperasi Simpan Pinjam : Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam Perempuan Suara Ibu Peduli di Kelurahan Cilandak Barat, Kalibata, dan Pejaten Timur, Kotamadya Jakarta Selatan.5
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada institusi pemberdayaan ekonomi perempuan. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Yurisdistya Primadhita dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada fokus penelitian dimana fokus penelitian yang dilakukan oleh Yuridistya Primadhita adalah analisis penguatan institusi pemberdayaan ekonomi perempuan miskin melalui koperasi simpan pinjam sedangkan peneliti fokus penelitiannya adalah peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera, dan perbedaan terkait dengan lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Lokasi penelitian Yuridistya Primadhita yaitu bertempat Kelurahan Cilandak Barat, Kalibata, dan Pejaten
5Yuridistya Primadhita, ―Analisis penguatan institusi pemberdayaan ekonomi perempuan miskin melalui koperasi simpan pinjam : studi kasus koperasi simpan pinjam perempuan suara ibu peduli di Kelurahan Cilandak Barat, Kalibata, dan Pejaten Timur, Kotamadya Jakarta Selatan,‖
Tesis (Jakarta: Universitas Indonesia, 2011).
Timur, Kotamadya Jakarta Selatan, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan dilakukan penelitian berada di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Ananto Prasetyo Wijanarko dan Ninik Darminidengan judul Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Penyaluran Kredit Pada Pt. (Persero) Permodalan Nasional Madani Tbk (Pnm) Cabang Yogyakarta6
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada lembaga penyaluran modal yang digunakan yakni Pt. (Persero) Permodalan Nasional Madani Tbk (PNM) dan berkaitan dengan sistem penyaluran kreditnya. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Ananto Prasetyo Wijanarko dan Ninik Darmini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada fokus penelitian dimana fokus penelitian yang dilakukan oleh Ananto Prasetyo Wijanarko dan Ninik Darmini adalah penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit pada Pt.
(Persero) Permodalan Nasional Madani Tbk (PNM) sedangkan peneliti fokus penelitiannya adalah peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera, dan perbedaan terkait dengan lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Lokasi penelitian Ananto Prasetyo Wijanarko dan Ninik Darmini yaitu bertempat di PNM Cabang Jakarta, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan dilakukan penelitian berada di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
c. Penelitian yang dilakukan oleh Suprapti, Ngesti Yuni dan Agnes Sunartiningsih dengan judul Koperasi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: Studi Kasus Koperasi IWAPI
6Ananto Prasetyo Wijanarko Dan , Ninik Darmini , ―Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Penyaluran Kredit Pada Pt. (Persero) Permodalan Nasional Madani Tbk (Pnm) Cabang Yogyakarta,”Tesis (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2013).
Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Di Kabupaten Natuna-Propinsi Kepulauan Riau7
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada institusi pemberdayaan ekonomi perempuan. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Suprapti, Ngesti Yuni dan Agnes Sunartiningsih dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada fokus penelitian dimana fokus penelitian yang dilakukan oleh Suprapti, Ngesti Yuni dan , Agnes Sunartiningsih adalah Koperasi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan , Studi Kasus Koperasi IWAPI Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan sedangkan peneliti fokus penelitiannya adalah peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera, dan perbedaan terkait dengan lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Lokasi penelitian Suprapti, Ngesti Yuni dan Agnes Sunartiningsih yaitu bertempat Kabupaten Natuna-Propinsi Kepulauan Riau, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan dilakukan penelitian berada di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
d. Penelitian yang dilakukan oleh Delly Maulana dan Wahyudi Kumorotomo dengan judul Efektivitas program pemberdayaan ekonomi dalam meningkatkan kondisi ekonomi perempuan miskin: Studi kasus Unit Pelaksana Teknis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota Cilegon8
7Suprapti, Ngesti Yuni Dan , Dra. Agnes Sunartiningsih, ―Koperasi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan :: Studi Kasus Koperasi IWAPI Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Di Kabupaten Natuna-Propinsi Kepulauan Riau,” Tesis (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2009).
8Maulana, Delly dan , Dr. Wahyudi Kumorotomo, ― Efektivitas program pemberdayaan ekonomi dalam meningkatkan kondisi ekonomi kaum perempuan miskin :: Studi kasus UnitPelaksana Teknis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota Cilegon.Tesis (Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada, 2009).
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada institusi pemberdayaan ekonomi perempuan. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Delly Maulana dan Wahyudi Kumorotomo dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada fokus penelitian dimana fokus penelitian yang dilakukan oleh Delly Maulana dan Wahyudi Kumorotomo adalah efektivitas program pemberdayaan ekonomi dalam meningkatkan kondisi ekonomi perempuan miskin sedangkan peneliti fokus penelitiannya adalah peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera, dan perbedaan terkait dengan lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Lokasi Delly Maulana dan Wahyudi Kumorotomo yaitu bertempat di Kota Cilegon, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan dilakukan penelitian berada di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
e. Penelitian yang dilakukan olehAna Zahrotun Nihayah dan Syamsul Hadi dengan judul Program Pengaruh Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Dan Penanggulangan Kemiskinan Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bangilan, Tuban).9
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada kelompok perempuan, usaha mikro kecil, dan sama menggunakan perspektif Ekonomi Islam. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Ana Zahrotun Nihayah dan Syamsul Hadi dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada fokus penelitian dimana fokus penelitian yang dilakukan oleh Ana Zahrotun Nihayah dan Syamsul Hadi adalah program
9Ana Zahrotun Nihayah Dan , Syamsul Hadi, ―Program Pengaruh Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Dan Penanggulangan Kemiskinan Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Studi Kasus PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bangilan, Tuban). Tesis (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2014).
pengaruh simpan pinjam kelompok perempuan terhadap pendapatan usaha mikro kecil dan penanggulangan kemiskinan sedangkan peneliti fokus penelitiannya adalah peran PNM Mekaar dalam peningkatan usaha bagi perempuan prasejahtera, dan perbedaan terkait dengan lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Lokasi Ana Zahrotun Nihayah dan Syamsul Hadi yaitu bertempat di Kecamatan Bangilan, Tuban, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan dilakukan penelitian berada di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.
B. Analisis Teoritis Subjek 1. Peran
Peran menurut ahli sosiologi, seperti Raph Linton yaitu ―the dynamic aspect of status‖ seseorang menjalankan peranan manakala ia menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan status, sedangkan suatu status adalah ―collection of right and duties‖ suatu kumpulan hak dan kewajiban.10
Peran merupkan fungsi yang terwujud jika seseorang yang berada di dalam suatu kelompok sosial tertentu.Peran merupakan suatu perilaku yang memiliki suatu status dan bisa terjadi dengan atau tanpa adanya batasan-batasan job description bagi para pelakunya.11
Menurut Soerjono Soekanto peran (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status). Artinya, seseorang telah menjalankan hak-hak dan kewajiban- kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka orang tersebut telah
10David Berry, Pokok-Pokok Pikiran Dalam Sosiologi,cet ke-3 (Jakarta: Raja Grafindo persada, 1995),h. 99.
11W.A Gerungan, Psikologi Sosial (Bandung: PT Eresso, 1998), h.135.
melaksanakan sesuatu peran.12 Sedangkan menurut Bruce J. Cohen, peran ialah suatu perilaku yang diharapkan oleh orang lain dari seseorang yang menduduki status tertentu.13
Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan (status) yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan status merupakan sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu fungsi. Hakekatnya peran juga dapat dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Kepribadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peran itu harus dijalankan. Peran yang dimainkan pada hakekatnya tidak ada perbedaan, baik yang dimainkan/diperankan pimpinan tingkat atas, menengah maupun bawah akan mempunyai peran yang sama.
Menurut Levinson dalam buku Soerjono Soekanto mengatakan peran mencakup tiga hal, yaitu:
a. Peran meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang. Peran dalam artian ini yaitu rangkaian peraturan- peraturan yang dihubungkan dengan kedudukan seseorang.
b. Peran yaitu suatu konsep ikhwal apa yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam masyarakat sebagai organisasi,dan
c. Peran juga dikatakan sebagai perilaku seseorang yang penting bagi struktur sosial masyarakat.14
12Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h212-213.
13 Bruce j. Cohen, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 76.
Peran juga dapat membimbing seseorang dalam berperilaku, karena fungsi peran adalah sebagai berikut:
a. Memberi arah pada proses sosialisasi
b. Pewarisan tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, norma-norma dan pengetahuan
c. Dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat
d. Menghidupkan sistem pengendali dan kontrol, sehingga dapat melestarikan kehidupan masyarakat.15
Biddle dan Thomas membagi peristilahan dalam teori peran dalam empat golongan, yaitu:16
a. Orang- orang yang mengambil bagian dalam interaksi sosial b. Perilaku yang muncul dalam interaksi tersebut
c. Kedudukan orang- orang dalam perilaku d. Kaitan antara orang dan perilaku
e. Orang yang berperan
2. Sistem Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Sejahtera (PNM Mekaar)
a. Pengertian PNM Mekaar
Umumnya pembiayaan membina keluarga sejahtera (Mekaar) merupakan pembiayaan dari PT Permodalan Nasional Madani yang mana.yang mana PT
14Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, h. 213.
15J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan (Cet II;
Jakarta: Kencana,2006), h. 159-160.
16Sarlito Wirawan Sarwono, Teori- Teori Psikologi Sosial, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 215.
Permodalan Nasional Madani (persero) mempunyai program pembiayaan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Pada pembiayaan Mekaar diperuntukkan untuk para ibu- ibu atau keluarga Prasejahtera yang berada dibawah angka kemiskinan atau tidak mampu untuk membuka usaha karna tidak memiliki modal.
Sejak awal berdirinya, PNM telah merintis usaha pinjaman (kredit) modal kepada pelaku UMKM dengan mengemasnya dalam dua produk, yaitu Unit Layanan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Mekaar menyasar pelaku usaha yang belum terjamah akses perbankan, dengan cara melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di berbagai daerah. Para calon nasabah tidak perlu harus memiliki usaha lebih dulu saat mengajukan kredit. Langkah ini diambil untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam sektor wirausaha.
b. Sejarah PNM
Perjalanan sejarah perkembangan ekonomi di indonesia termasuk pada kerisis ekonomi pada tahun 1997, telah membangkitkan kesadaran akan kekuatan sektor usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dan prospek potensinya di masa depan. Nilai strategis tersebut kemudian diwujudkan pemerintah dengan mendirikan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) pada 1 Juni 1999, sebagai (BUMN) yang memban tugas khusus memberdayakan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tugas pemberdayaan tersebut dilakukan melalui pelanggaraan jasa pembiayaan dan jasa manajemen, sebagai bagian dari penerapan strategi pemerintah untuk memajukan UMKM, khususnya merupakan kontribusi terhadap sektor riil, guna menunjang pertumbuhan pengusaha-
pengusaha baru yang mempunyai prospek usaha dan mampu menciptakan lapangan kerja.17
Sejak tahun 2009, PNM mendiversifikasi sumber pendanaannya melalui kerjasama dengan pihak ketiga yaitu perbankan dan pasar modal. Hal ini sekaligus juga membuktikan bahwa dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai penggerak sektor UMKMK, PNM menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan best practices dari sebuah perseroan terbatas yang memiliki komitmen nyata untuk mencapai kemandirian dan martabat yang lebih baik bagi bangsa.
pengoptimalan tugas pengembangan UMKM, PNM memperluas sumber pendanaan. Sejak 2009, PNM mampu meraih kepercayaan dari perbankan dan sejak 2012 PNM juga berhasil memperoleh pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan obligasi.18
Selain solusi permodalan, PNM memberikan solusi non-finansial berupa peningkatan kapasitas guna memberdayakan para pelaku UMKM. Solusi non- finansial tersebut kemudian menempatkan Perseroan pada posisi unik dalam industri pembiayaan di Indonesia. PNM secara konsisten harus mampu menunjukan kinerja yang membanggakan. Komitmen, konsistensi, serta kompetensi yang dimiliki, membuat Perseroan mampu menghadirkan berbagai terobosan melalui aksi-aksi korporasi yang tepat guna serta efektif.
c. Unsur-unsur PNM Mekaar
17Hafsan Muhammad Jafar,Upaya Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM),(Jakarta:Infokop 25,2014), h. 45-46.
18Republik Indonesia ―Peraturan Menteri Kehakiman RI No.C- 11.609.HT.01.TH.99 tanggal 23 Juni 1999‖ Tentang Permodalan Nasional Madani.
Terkait produk andalan PNM (Mekaar), memiliki perbedaan dalam penerapannya. Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengatakan, ―Khusus Mekaar, kami berikan bagi ibu-ibu yang rentan miskin. Solusi non finansial yang diberikan PNM kepada para pelaku UMKM telah memberikan positioning yang unik bagi PNM dalam industri pembiayaan di Indonesia. Solusi non finansial berupa peningkatan kapasitas (capacity building) kewirausahaan para pelaku usaha mampu menjaga tingkat pengembalian penyaluran modal pada tingkat yang diharapkan. Selain itu, solusi ini juga membuat para pelaku UMKMK dapat memperoleh manfaat maksimal dari bantuan permodalan yang diterimanya. Jasa manajemen dan capacity building bagi koperasi simpan pinjam, BPR/S, maupun lembaga keuangan mikro/syariah lainnya diseluruh Indonesia adalah beberapa solusi non finansial yang diberikan PNM kepada para mitra usahanya.
PT PNM (persero) memilikiproduk yang sangat diunggulkan oleh perusahaan ini, dimana produk ini membantu UMKM di seluruh Indonesia.19Perusahaan ini sangat memperdulikan akan kesetaraan gender dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera, maka dari itu PT PNM mendirikan satu produk yang dikhususkan untuk pemberdayaan perempuan yaitu Mekaar, Mekaar adalah Membina ekonomi Keluarga Sejahtera merupakan layanan pinjaman modal bagi perempuan prasejahtera yang akan membuka UMKM.
Produk layanan yang diluncurkan pada 2015 ini telah dilengkapi dengan pernyertaan pendampingan usaha. Selain itu, pelayanan nasabah Mekaar dilakukan secara berkelompok. Setelah delapan belas tahun beroperasi, PNM telah
19PNM, ―Majalah Internal PT Permodalan Nasional Madani‖, edisi 003. 2018
berkembang menjadi Lembaga Keuangan Khusus bagi UMKM serta Perempuan Prasejahtera yang andal dan terpercaya, dengan 73 Kantor Cabang Ulam, 372 Kantor Cabang Mekaar dan 666 outlet Unit Layanan Modal Mikro yang tersebar di seluruh Indonesia.20
Permodalan Nasional Madani Mekaar merupakan suatu lembaga BUMN yang sengaja didirikan oleh Pemerintah untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberian modal khususnya untuk wanita yang tergolong prasejahtera. PT. Permodalan Nasional Madani mempunyai beberapa cabang bahkan hampir di setiap Kabupaten yang ada di Indonesi penelitian ini akan di bahas mengenai tentang peran PT. Permodalan Nasional Madani Mekaar dalam memberdayakan perempuan.
Pembiayaan membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar) merupakan layanan dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang didirikan dengan maksut dan tujuan dalam rangka mensejahterakan para ibu-ibu keluarga sejahtera Program Mekaar adalah singkatan dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera dan telah digalakkan sejak 2015.
3. Peningkatan
Peningkatan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung arti menaikkan. Menaikkan dalam artian bahwa segala sesuatu usaha untuk mengangkat sesuatu hal dari yang semula memiliki posisi yang rendah menuju kepada posisi yang lebih tinggi. Sedangkan menurut Moeliono seperti yang
20Buku laporan tahunan PNM 2016 diakses dari
https://www.pnm.co.id/attachments/annual-reports, Pada tanggal 25 April 2021
dikutip Sawiwati, peningkatan adalah sebuah cara atau usaha untuk mendapatkan kembali keterampilan atau kemampuan menjadi lebih baik. Menurut Adi S.
peningkatan berasal dari kata tingkat. Yang berarti lapis atau lapisan dari sesutu yang kemudian membentuk susunan. Tingkat juga dapat berarti pangkat, taraf dan kelas. Sedangkan peningkatan berarti kemajuan. Secara umum peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat dan kualitas maupun kuantitas. Kata peningkatan juga dapat berarti menggambarkan perubahan dari keadaan atau sifat yang negatif berubah menjadi positif. Sedangkan hasil dari sebuah peningkatan dapat berupa kuantitas dan kualitas. Kuantitas adalah jumlah hasil dari sebuah proses atau dengan tujun peningkatan. Sedangkan kualitas mengambarkan nilai dari suatu obyek karena terjadinya proses yang memiliki tujuan berupa peningkatan. Hasil dari suatu peningkatan juga ditandai dengan tercapainya tujuan pada suatu titik tertentu.21
4. Teori Permodalan
a. Pengertian Permodalan
Menurut ahli ekonomi modal adalah kekayaan perusahaan yang dapat digunakan untuk kegiatan produksi selanjutnya. Sedangkan pengusaha berpendapat bahwa modal adalah nilai buku dari surat berharga.
Modal merupakan faktor produksi yang mempunyai pengaruh kuat dalam mendapatkan produktivitas atau output, nsecara makro modal merupakan pendorong besar untuk meningkatkan investasi baik secara langsung pada proses
21Gunawan Adi, Kamus Praktis Bahasa Indonesia ( Surabaya : Kartika 2003,). h. 43.
produksi maupun dalam prasarana produksi, sehingga mampu mendorong kenaikan produktivitas dan output.22
Menurut Meij modal adalah sebagai kolektivitas dari barang-barang modal yang terdapat dalam neraca sebelah debet, yang dimaksud dengan barang-barang modal adalah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifitasnya untuk membentuk pendapatan.23
Para ekonom menggunakan istilah modal atau capital untuk mengacu pada stok berbagai peralatan dan struktur yang digunakan dalam proses produksi.
Artinya, modal ekonomi mencerminkan akumulasi barang yang dihasilkan di masa lalu yang sedang digunakan pada saat ini untuk memproduksi barang dan jasa yang baru. Modal ini antara lain peralatan, mesin, angkutan, gedung dan bahan baku.24
Bagi perusahaan yang baru berdiri atau mulai menjalankan usahanya, modal digunakan untuk dapat menjalankan kegiatan usaha, sedangkan bagi perusahaan atau bidang usaha maupun bisnis yang sudah berdiri lama, modal biasanya digunakan untuk dapat mengembangkan usaha maupun memperluas pangsa pasar dari bisnis dan usaha tersebut.
Bagi para pengusaha, hendaknya harus bisa menggunakan atau memanfaatkan modal dengan seoptimal mungkin, yang nantinya diharapkan akan dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal bagi perusahaan yang sedang
22Husein Umar, Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000), h. 17.
23Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. (Yogyakarta: BPFE, 2010,
h. 18.
24GregoryN.Mankiw, Principles of economics (Pengantar Ekonomi Mikro) (Jakarta:
Salemba Empat , 2011), h.501.
di kelola. Modal merupakan keseluruhan barang-barang yang masih ada dalam sebuah proses produksi.
Kita bisa menyimpulkan sendiri tentang pengertian modal, yaitu aset baik berupa barang-barang atau dana yang di jadikan sebagai pokok menjalankan sebuah usaha atau bisnis. Itu artinya jika kita bisa mengatur dana modal dengan baik, maka kita juga akan mampu membangun usaha lebih baik, karena sejatinya modal adalah pondasi dalam menjalankan usaha.25
b. Jenis-jenis Modal
Berdasarkan jenisnya modal dibagi atas 2 yaitu modal sendiri dan modal asing. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
1) Modal Sendiri
Modal sendiri atau sering disebut equity adalah modal yang berasal dari setoran pemilik (modal saham, agio saham) dan hasil operasi perusahaan itu sendiri (laba dan cadangan-cadangan). Modal inilah yang digunakan sebagai tanggungan terhadap keseluruhan risiko yang dihadapi oleh perusahaan dan yang secara hukum akan menjadi jaminan bagi kreditor.26
Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya.
25https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-modal/ Di akses pada tanggal 1 Oktober 2020.
26Sutrisno, Manajemen Keuangan: Teori. Konsep dan Aplikasi. (Yogyakarta: Ekonisia, 2007), h. 8.
Menurut bentuk hukum dari masing-masing perusahaan yang bersangkutan adalah:27
a) Dalam PT modal yang berasal dari pemilik ialah modal saham.
b) Firma adalah modal dari anggota yang berasal dari anggota firma.
c) CV.Adalah modal dari anggota bekerja dan anggota diam/komanditer d) Perusahaan perorangan adalah modal yang berasal dari pemiliknya.
e) Koperasi adalah modal yang berasal dari simpan pinjam pokok dan simpanan wajib yang berasal dari para anggota.
2) Modal Asing
Modal asing merupakan modal yang berasal dari pinjaman baik dari bank, lembaga keuangan, maupun dengan mengeluarkan surat hutang, dan atas penggunaan sumber dana ini perusahaan harus memberikan kompensasi berupa bunga yang menjadi beban tetap bagi perusahaan.
Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja didalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan, modal tersebut merupakan hutang yang harus dibayar kembali pada waktunya.
Dengan demikian struktur modal, adanya modal asing dan modal sendiri yang harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjamin stabilitas financial perusahaan.
Karakteristik modal asing :
a) Modal asing merupakan modal yang memperhatikan kepentingan kreditur.
27Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. (Yogyakarta: ed. 4, BPFE, 2010). h. 240.
b) Tidak memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan perusahaan.
c) Modal asing menuntut adanya pembayaran bunga tetap, tanpa memandang adanya keuntungan atau kerugian perusahaan.
d) Sifatnya hanya sementara turut bekerja sama dengan perusahaan.
5. Teori Usaha
Usaha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu.28Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 1982 tentang wajib daftar perusahaan, usaha adalah setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh setiap pengusaha atau individu untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.29
Menurut Hughes dan Kapoor usaha ialah Business is the organized effors of individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society’s needs. Maksudnya usaha atau bisnis adalah suatu kegiatan individu untuk melakukan sesuatu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna untuk mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.30
Usaha dalam Islam dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas
28Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Pustaka, 2005),Edisi Ke-3, h. 1254.
29Ismail Solihin, Pengantar Bisnis, Pengenalan Praktis dan Studi Kasus, (Jakarta:
Kencana, 2006), h. 27.
30Bukhari Alma, Dasar-Dasar Etika Bisnis Islami, (Bandung: Alfabeta, 2003), h. 89.
bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan hartanya (barang/jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram).
Kemudian menurut buku Petunjuk Mandiri Usaha Kecil yang dikarang oleh Sigih Wibowo bahwasanya kegiatan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis usaha, yaitu:
a. Jenis usaha pedagang atau distribusi
Jenis usaha ini merupakan usaha yang bergerak yang terutama pada kegiatan memindahkan barang dari produsen atau dari tempat yang mempunyai kelebihan persediaan ketempat yang membutuhkan, jenis usaha ini bergerang dibidang pertokoan, warung, rumah makan, peragenan (filial), penyalur (whole), perdagangan perantara dan sebagainya.
b. Jenis Usaha Produksi atau Industri
Usaha industri atau produksi adalah jenis usaha yang bergerak terutama dalam kegiatan proses pengubahan suatu barang atau barang lain yang berbeda bentuk atau sifatnya dan mempunyai nilai tambah. Kegiatan ini dapat berupa produksi atau industri pangan, pakaian, peralatan rumah, kerajinan dan sebagainya.31
Usaha produksi mempunyai ciri-ciri utama yaitu : a) Kegiatan yang menciptakan manfaat(utility).
31Sigih Wibowo, dkk, Petunjuk Mandiri Usaha Kecil, (Jakarta: Penerbit Swadaya, 2005),
h.5.
b) Perusahaan selalu diasumsikan untuk memaksimumkan keuntungan dalam produksi. Penekanan pada maslahah dalam kegiatan ekonomi.
c) Perusahaan tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi dan perusahaan juga kemaslahatan bagi masyarakat.32
6. Teori Implikasi
Seringkali orang mengunakan istilah ―implikasi‖ tanpa benar-benar memikirkan apa arti dan definisinya. Penggunaan kata implikasi memang masih jarang digunakan dalam kalimat-kalimat percakapan sehari-hari. Penggunaan kata implikasi biasanya umum digunakan dalam sebuah bahasa penelitian. Maka dari itu masih sedikit kajian yang membahas tentang arti dari kata implikasi. Namun jika mendengar istilah implikasi, hal pertama yang terpikirkan pada umumnya adalah sebuah akibat atau sesuatu hal yang memiliki dampak secara langsung.
Arti kata implikasi itu sendiri sesungguhnya memiliki cakupan yang sangat luas dan beragam, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kalimat dalam cakupan bahasa yang berbeda-beda. Kata implikasi dapat dipergunakan dalam berbagai keadaan maupun situasi yang mengharuskan seseorang untuk berpendapat atau berargumen. Seperti halnya dalam bahasa penelitian maupun matematika.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna kata implikasi adalah keterlibatan atau suasana terlibat. Sehingga setiap kata imbuhan berasal
32Mohammad Hidayat, an Introduction to The Sharia Economic, Pengantar Ekonomi Syari’ah, (Jakarta: Zikrul Hakim, 2010), h. 218.
dari implikasi seperti kata berimplikasi atau mengimplikasikan yakni berarti membawa jalinan keterlibatkan atau melibatkan dengan suatu hal.33
Implikasi adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya penerapan suatu program atau kebijakan, yang dapat bersifat baik atau tidak terhadap pihak-pihak yang menjadi sasaran pelaksanaan program atau kebijaksanaan tersebut34.
Implikasi terdiri atas berberapa jenis, dilihat dari pengguaannya yaitu terdiri atas berberapa jenis diantaranya.
a. Implikasi Teoritis b. Implikasi Manajerial c. Implikasi Metodologi
d. Implikasi Logika Matematika e. Implikasi dalam Kepemimpinan f. Implikasi Etika
g. Implikasi Budaya h. Implikasi Globalisasi 7. Perempuan Prasejahtera
Menurut kamus bahasa indonesia disebutkan bahwa perempuan berarti jenis kelamin yakni orang atau manusia yang memiliki rahim, mengalami menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.35 Sedangkan untuk kata ―wanita‖
biasanya digunakan untuk menunjukkan perempuan yang sudah dewasa.36
33KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available at:
http://kbbi.web.id/pusat , pada tanggal 1 September 2020.
34Amin Silalahi, Strategi Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
(Surabaya, Batavia Press 2005), h. 43.
35Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, cet.2, ed.3 ,2002), h.856
36Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, .h.126
Perempuan prasejahtera adalah kaum perempuan yang kondisinya bisa dikatakan dalam keadaan kurang mampu baik dalam hal makanan, pakaian maupun dalam hal kesehatan, dan perempuan prasejahtera ini berasal dari keluarga prasejahtera.
Peran perempuan merupakan kegiatan atau aktivitas yang di kerjakan atau dianggap menjadi tanggung jawab perempuan, yaitu kegiatan istri seperti seputar dapur (memasak), mengurus rumah, sumur (mencuci), mengurus anak, mendidik anak, dan kasur (melayani kebutuhan biologis suami).
Memberdayakan ekonomi perempuan sebetulnya sama dengan memberdayakan ekonomi keluarga. Jadi, keluarga yang setara, istri yang maju dan mandiri secara ekonomi, adalah tatanan masyarakat yang berhasil membantu keluar dari kemiskinan. Namun, ruang-ruang perempuan untuk masuk dalam kebijakan ekonomi sangatkecil.
Pelaku penting dalam dinamika rumah tangga adalah perempuan dalam artian perempuan menguasai pengelolaan keuangan, redistribusi pendapatan, alokasi konsumsi.37Kedudukan perempuan dalam sebuah rumah tangga secara umum memiliki wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dari pria yang merupakan kepala rumah tangganya.Tugas-tugas tersebut sesuai kapasitas yang dimiliki oleh perempuan. Di samping itu, perempuan dan pria memiliki perbedaan tidak dalam segi postur, melainkan juga pada cara berfikirnya, perempuan lebih cenderung pada perasaan sedangkan pria dominan pada rasional.
37Dede Mulyanto, Usaha Kecil dan Persoalan Di Indonesia, (Bandung: Yayasan AKATIGA, 2006), h.14.
Agama Islam pun telah banyak membicarakan perihal perempuan dalam Al-Qur‘an dan Sunnah. Sebagai manusia ciptaan Tuhan yang harus mengabi kepada-Nya perempuan dalam hal ini sama dengan pria. Antara keduanya terjalin hubungan resiprokal. Eksistensi perempuan meniscayakan eksistensi pria dan sebaliknya.38
Allah swt. telah mengisyaratkan bahwa perempuan dapat menerima bagian sesuai dengan prestasinya. Allah berfirman dalam Q.S An-Nisa/4:32.
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َََ
َ
Terjemahnya:
―dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.‖39
Ayat diatas merupakan satu pernyataan bahwa perempuan mempunyai potensi dan eksistensi yang sama dengan laki-laki, baik potensi social, begitu pula potensi ekonomi.
Keluarga prasejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sandang, papan dan kesehatan. Keluarga dikatakan sebagai keluarga pra sejahtera jika belum dapat memenuhi satu indikator atau lebih antaralain : a)
38Syahrin Harahap, Islam Dinamis Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Al-Quran dalam Kehidupan Modern di Indonesia, (Yogyakarta: PT.Tiara Wacana Yogya : 1997), h.154.
39Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan terjemahan,h. 83.
indikator ekonomi (makan dua kali sehari, memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas, bagian terluas rumah bukan berasal dari tanah, b) indikator non ekonomi (melaksanakan ibadah, anak yang sakit dibawa ke dokter).40
Berkaitan dengan hal tersebut adapun beberapa indikator Perempuan Pra sejahtera menurut PNM Meekar adalah sebagai berikut :
a. Perempuan dari keluarga pra sejahtera yang berusia 18 tahun atau sudah menikah dan menjadi tulang punggung keluarga, serta maksimal berusia 58 tahun.
b. Perempuan yang sudah menikah, bercerai atau janda, atau pun yang belum menikah tetapi merupakan tulang punggung keluarga.
c. Dari keluarga pra sejahtera/berpendapatan rendah/kurang mampu.
Penadapatan per kapita per orang di bawah Rp. 800.000,- per bulan. (jumlah pendapatan keluarga dibagi jumlah tanggungan)
d. Perempuan yang sudah memiliki usaha, pernah usaha tetapi berhenti atau akan berusaha.
e. Perempuan bukan pegawai/pekerja, (misalnya PNS, guru honorer yang sudah sertifikasi, atau pegawai pabrik) dan juga bukan istri dari TNI/POLRI/Satuan Polisi Pamong Praja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Aparat Pemerintahan dan Wartawan.
f. Mempunyai rumah sendiri atau kontrak atau dapur sendiri.41
40Rahayu, W, Dampak Kenaikan Harga Beras Terhadap Konsumsi Keluarga Pra Sejahtera Di Kota Surakarta. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.(Vol. VI/No.2 : Surakarta) h.121-127.
41Buku Kebijakan Mekaar (BKM) Tahun 2018