ETIKA PROFESI KEDOKTERAN.

36 

Teks penuh

(1)

ASPEK HUKUM ETIKA

KEDOKTERAN

NAJMI, SH. MH

(2)

Esensi Etika Profesi

Bonum est faciendum et

prosequendum, et malum vitandum.

(3)

Hati Nurani

Hati nurani yang merupakan pemberian

(4)

Materi perundang-undangan

(5)

Kode etik

(6)

Sanksi Profesi

Secara intern, organisasi profesi

dapat memberikan sanksi yang disepakati bersama kepada anggota yang melanggar. Organisasi yang

solid memungkinkan mengambil

tindakan atas pelanggaran yang

dilakukan penyandang profesi

(7)

Pelanggaran etika berdimesi hukum

Di sinilah dirasakan arti penting

organisasi profesi yang solid. Namun, jika pelanggaran tidak lagi sekadar

berkaitan dengan kode etik, tetapi

memasuki wilayah norma hukum,

(8)

Kesalahan Mendasar

Sebenarnya, pejabat maupun

pemegang profesi pada umumnya mengerti dengan baik norma etika dan hukum. Mereka sangat paham atas nilai yang harus dijunjung tinggi. Sayang, kemampuan mereka hanya terbatas pada tataran mengerti dan

memahami, bukan pada

implementasi. Suara hatinya

(9)

Hukum Kodrat

Menurut Thomas Aquinas, manusia

mengetahui sikap dan perilaku mana yang baik dan mana yang jahat dari hukum kodrat, yang dapat digali melalui akal budi. Dalam kerangka teori hukum kodrat, orang bijaksana akan hidup dengan baik. Sikap

demikianlah yang paling

(10)

Tujuan etika hukum kodrat

Tujuan etika hukum kodrat tidak lain

adalah penyempurnaan diri manusia untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Rasionalisasinya adalah, hidup

dengan tujuan etis seperti itu

merupakan pilihan guna

mengembangkan dan

(11)

Kodrat primer dan sekunder

Dalam hukum kodrat itu dibedakan

hukum kodrat primer dan hukum

kodrat sekunder. Hukum kodrat

primer tidak dapat berubah, seperti misalnya manusia sebagai makhluk

sosial. Hukum kodrat sekunder

dapat berubah dan bervariasi,

(12)

Etika dengan etiket

Etika merupakan bagian dari filsafat.

Filsafat itu berasal dari kata Arab dan kata tersebut berasal dari kata Yunani filosofia. Kata filosofia berasal dari kata filo dan sofia.

(13)

Definisi Filsafat

Definisi filsafat menurut pengertian

umum artinya ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat segala

sesuatu untuk memperoleh

kebenaran. Karena filsafat telah mengalami perkembangan cukup lama maka timbul berbagai pendapat mengenai pengertian filsafat yang

mempunyai kekhususan

(14)

Adanya aliran dalam filsafat

membuktikan adanya bermacam-macam pendapat yang khas yang berbeda satu dengan yang lain.

Misalnya rasionalisme

mengagungkan akal, materialisme

mengagungkan materi, idealisme

mengagungkan idea, hedonisme

mengagungkan kesenangan dan

(15)

Etika dan estetika

 

Etika disebut juga filsafat moral

(16)

Pembagian Norma

Norma ini masih dibagi lagi menjadi

norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari

hukum dan

perundang-undangan,norma agama berasal

dari agama sedangkan norma

moral berasal dari suara batin.

Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan

(17)

ETIKA

Etika berarti moral, sedangkan Etiket berarti sopan santun. Dalam bahasa Inggeris dikenal sebagai ethics dan

etiquette. Antara etika dengan etiket terdapat persamaan yaitu: 

etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah

tersebut dipakai mengenai manusia . tidak mengenai binatang . karena binatang tidak mengenal etika maupun

etiket.

Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif

(18)

Perbedaan antara Etika dengan

Etiket

• Adapun perbedaan antara etika dengan etiket ialah:

etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

(19)

Perbedaan etika dan etiket

Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam

sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.

Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja

sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik. sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia

munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap

(20)

Etika dan ajaran moral

Etika perlu dibedakan dari moral.

Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia.

Ajaran moral mengajarkan

bagaimana orang harus hidup.

Ajaran moral merupakan rumusan

sistematik terhadap anggapan

(21)

Etika

Etika merupakan ilmu tentang

norma, nilai, dan ajaran moral. Etika

merupakan filsafat yang

merefleksikan ajaran moral.

Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri

khas yaitu bersifat rasional, kritis,

mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan

pandangan moral. melainkan

(22)

Fungsi etika

Etika tidak langsung membuat manusia

(23)

Pluralisme moral

Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap

yang wajar dalam suasana pluralisme. Pluralisme moral diperlukan karena:

pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya

perbedaan suku, daerah, budaya, dan agama yang hidup berdampingan;

modernisasi membawa perubahan besar dalam

struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional;

berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun

(24)

Etika secara umum

Etika secara umum dapat dibagi menjadi etika umum

yang berisi prinsip serta moral dasar dan etika khusus

atau etika terapan yang berlaku khusus. Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Etika sosial dibagi menjadi:

 

Sikap terhadap sesama;

(25)

Moralitas

Ajaran moral memuat pandangan

tentang nilai moral dan norma

moral yang terdapat di antara

sekelompok manusia. Adapun nilai

moral adalah kebaikan manusia

sebagai manusia. Norma moral

(26)

Kebaikan moral dan kebaikan umum

Ada perbedaan antara kebaikan

moral dan kebaikan pada umumnya. Kebaikan moral

merupakan kebaikan manusia

sebagai manusia, sedangkan

kebaikan pada umumnya

(27)

Moral berkaitan dengan moralitas.

Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun.

(28)

Etika dan moralitas

 

Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu

rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif. Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian.

Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah

masalah sampai ke akar-akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal. Sistematis artinya membahas

langkah demi langkah. Normatif menyelidiki

(29)

Etika dan agama

Etika tidak dapat menggantikan

agama. Orang yang percaya

menemukan orientasi dasar

kehidupan dalam agamanya. Agama merupakan hal yang tepat untuk

memberikan orientasi moral.

Pemeluk agama menemukan

(30)

Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi. Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut:

 

1. Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapu ia juga ingin mengertimengapa Tuhan memerintahkannya. Etika dapat membantu menggali rasionalitas agama.

2. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan.

3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggung-singgung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama.

4. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri.

 

(31)

Kode etik

Kode etik adalah sistem norma, nilai,

dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak

benar dan tidak baik bagi

(32)

TUJUAN KODE ETIK

Agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya

kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik

merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional.

Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang

(33)

Kode etik bukan merupakan kode

yang kaku karena akibat

(34)

Kode Etik

Kode etik disusun oleh organisasi profesi sehingga

(35)

Sifat kode etik profesional

Kode etik adalah pernyataan cita-cita

dan peraturan pelaksanaan

(36)

Sifat dan orientasi kode etik hendaknya singkat;

sederhana; jelas; dan konsisten; masuk akal, dapat

diterima, praktis dan dapat dilaksanakan;

komprehensif dan lengkap; dan positif dalam formulasinya. Orientasi kode etik hendaknya

ditujukan kepada rekan, profesi, badan,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...