i SKRIPSI
Diajukan Untuk Mengajukan Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mendapat Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
dalam Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam
Oleh
Ovaliani Anna Sasmita NPM 1451020267
Program Studi : Perbankan Syariah
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
ii SKRIPSI
Diajukan Untuk Mengajukan Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mendapat Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
dalam Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam
Oleh
Ovaliani Anna Sasmita NPM 1451020267
Program Studi : Perbankan Syariah
Pembimbing I: Dr. Asriani, S.H.,M.H
Pembimbing II: Okta Supriyaningsih. M.E.Sy
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
ii ABSTRAK
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kekuatan pendorong terdepan dalam pembangunan ekonomi. Tingkat pengangguran dan penyerapan lapangan pekerjaan yang rendah menyebabkan tingkat kemiskinan masih tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan adalah mengembangkan usaha mikro dan kecil, menyediakan lebih banyak pekerjaan sesuai dengan besarnya modal yang diinvestasikan di usaha-usaha mikro dan kecil. Hambatan terbesar yang dihadapi UMKM adalah lemahnya distribusi produk-produk yang dihasilkan, lemahnya manajemen usaha, serta akses pada sumber-sumber pembiayaan formal khususnya perbankan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang feasible dan
bankable dan Bagaimana tahapan-tahapan pencapaian agar dapat mewujudkan
program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang
feasible dan bankable. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui
bagaimana program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk
UMKM yang feasible dan bankable Untuk mengetahui tahapan-tahapan
pencapaian agar dapat mewujudkan program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang feasible dan bankable.
Penelitian ini digolongkan kedalam penelitian lapangan (field reseacrh), Data primer dan sekunder diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian adalah Kepala Manager, Manager, Kepala Bagian Program dan Penerima Manfaat Lembaga Zakat dan Bank Indonesia.
Hasil penelitian ini yaitu Program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat (Rumah Zakat, Daarut Tauhiid, Inisiatif Zakat Indonesia Provinsi Lampung)
dalam membentuk UMKM feasible dan bankable dengan tujuan agar UMKM
memiliki kecukupan modal melalui pembiayaan instansi keuangan dengan
memperkuat UMKM menjadi bankable dilihat dari beberapa kriteria yaitu
charakter (karakter), capacity (kemampuan manajemen), capital (modal),
collateral (jaminan), condition (keadaan bisnis), dan membentuk UMKM menjadi feasible dengan beberapa aspek yaitu aspek teknis dan teknologi, aspek marketing, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi keuangan, aspek lingkungan dan aspek legal formal. Bank Indonesia dan Lembaga Zakat mempersiapkan, membentuk program-program untuk UMKM dan Lembaga Zakat memonitoring setiap kegiatan UMKM agar dapat terwujud UMKM yang mandiri.
iii
PERSETUJUAN
Judul Skripsi : ANALISIS PROGRAM BANK INDONESIA DAN
LEMBAGA ZAKAT DALAM MEMBENTUK UMKM FEASIBLE DAN BANKABLE (Studi pada: Bank Indonesia dan Lembaga Zakat Lampung)
Nama : Ovaliani Anna Sasmita
NPM : 1451020267
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
Jurusan : Perbankan Syariah
MENYETUJUI
Untuk dimunaqosyahkan dan dipertahankan dalam Sidang Munaqosah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Asriani S.H.,M.H. Okta Supriyaningsih, M.E.Sy NIP. 196605061992032001
Mengetahui,
Ketua Jurusan Perbankan Syariah
iv
PENGESAHAN
Skripsi dengan judul, ANALISIS PROGRAM BANK INDONESIA
DAN LEMBAGA ZAKAT DALAM MEMBENTUK UMKM FEASIBLE DAN BANKABLE (Studi pada: Bank Indonesia dan Lembaga Zakat Lampung), disusun oleh Ovaliani Anna Sasmita, NPM 1451020267, Jurusan Perbankan Syari’ah, diujikan dalam sidang munaqosah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung pada Hari/tanggal Kamis 7 Juni 2018,
Waktu 08.00-09.00, Ruangan Dekanat Lantai 3C
TIM MUNAQOSYAH
Ketua Sidang : H. Supaijo, S.H., M.H (...) Penguji 1 : Budimansyah, M. Kom. I (...) Penguji 2 : Okta Supriyaningsih, M.E.Sy (...) Sekretaris : Ulul Azmi, M.S.I (...)
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
v MOTTO
َنيِرِباَّصلا َعَم َ ّاللّ َّنِإ ِةَلاَّصلاَو ِرْبَّصلاِب ْاىُنيِعَتْسا ْاىُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأ اَي
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,”
v MOTTO
َنيِرِباَّصلا َعَم َ ّاللّ َّنِإ ِةَلاَّصلاَو ِرْبَّصلاِب ْاىُنيِعَتْسا ْاىُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأ اَي
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,”1
(Q.S Al-Baqarah (2): 153)
1
vi
PERSEMBAHAN
Dengan rasa bangga dan syukur yang amat dalam kupersembahkan karya ini
kepada :
1. Ayahanda Hairuman dan Ibunda Rosdah, yang selalu berdo’a berjuang
untuk keberhasilanku memberi cinta dan kasih sayang serta
mendidikku hingga tahu artinya hidup bagaimana harus bersikap.
2. Untuk adiku Nadya Anna Safitri dan M. Agung Nugroho, terima kasih
atas sayang dan semangat.
3. Almamaterku UIN Raden Intan Lampung, terima kasih telah menjadi
vii
tanggal 25 Oktober 1995, anak pertama dari tiga bersaudara Pasangan Bapak
Hairuman dengan Ibu Rosdah. Riwayat Pendidikan SDN 1 Tanjung Agung
berijazah pada tahun 2007. Menempuh pendikan Sekolah Menengah Pertama di
SMPN 18 Bandar Lampung berijazah pada tahun 2010. Menyelesaikan
pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung dan
berijazah pda tahun 2013. Masuk perguruan tinggi diterima di Universitas Islam
Negeri (UIN) Raden Intan Lampung tahun 2014 hingga sekarang pada Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam dan telah menerima prestasi berupa Beasiswa Bank
Indonesia pada tahun 2016, dan menerima Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi
Akademik) pada tahun 2017 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan
Lampung.
Demikian riwayat hidup penulis yang dapat dibagikan dari aspek pendidikan.
viii
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmanirrohim
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga sampai saat ini penulis diberikan
hidayah, rahmat serta karunia-Nya dalam menyelesaikan Skripsi yang berjudul
“ANALISIS PROGRAM BANK INDONESIA DAN LEMBAGA ZAKAT
DALAM MEMBENTUK UMKM FEASIBLE DAN BANKABLE (Studi pada:
Bank Indonesia dan Lembaga Zakat Bandar Lampung)” , Dalam penyelesaian
skripsi ini penulis menyadari bahwa ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangan, maka dari itu kritik dan saran yang dari semua pihak sangat
penulis harapkan. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima
kasih kepada :
1. Prof Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag, selaku Rektor UIN Raden Intan Lampung.
Yang selalu memotivasi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang
berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
2. Bapak Dr. Moh Baharudin, M.A selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung.
3. Ibu Dr. Asriani, S.H.,M.H selaku pembimbing satu yang telah
memberikan arahan dalam membimbing sehingga skripsi ini selesai.
4. Ibu Okta Supriyaningsih. M.E.Sy selaku pembimbing dua yang membantu
meluangkan waktu dan memberikan arahan sehingga skripsi ini selesai.
5. Bapak Ibu Dosen dan Karyawan Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan
ix
6. Bapak Indrayana Judana selaku Kepala Tim Pengembangan Ekonomi dan
Bapak Eko Listiyono selaku Manager Tim Pengembangan Ekonomi Bank
Indonesia yang telah banyak membimbing dan memberikan kesempatan
serta bantuan kerjasama hingga terselesainya skripsi ini.
7. Bapak Yan Yan Budiman selaku Branch Manager Rumah Zakat, Tomy
Youngki selaku Kepala Bidang Pendayagunaan Inisiatif Zakat Indonesia,
Suprapto selaku Kepala Bagian Program Daarut Tauhiid terima kasih atas
bantuan kerjasama hingga terselesainya skripsi ini.
8. M. Habibie Suherman terima kasih telah membantu dan menyemangati.
9. Teman-teman seperjuangan “Tia Nurhawa, Ahmad Hid Pratama, Siti Rexa
Riyananda, Sarah edma Putri, dan angkatan tahun 2014 Universitas Islam
Negaeri Raden Intan Lampung khususnya kelas Perbankan Syariah G
terima kasih telah memotivasi.
10.Dan semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa disebutkan satu
persatu, semoga kita selalu terikat dalam ukhwah islamiyah.
Akhir kata jika penulis ada kesalahan dan kelalaian dalam penulisan
skripsi ini penulis mohon maaf dan kepada Allah mohon ampun dan
perlindungan-Nya. Semoga karya penulis dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bandar Lampung, 10 April 2017
xii
F. Tujuan Penelitian ... 7
G. Manfaat Penelitian ... 8
H. Metodologi Penelitian ... 9
BAB II LANDASAN TEORI A. Bank Indonesia ...15
1. Peranan Bank Indonesia ...15
2. Tujuan Bank Indonesia ...15
3. Tugas Pokok Bank Indonesia ...16
xiii
C. UMKM ...23
1. Pengertian UMKM ...23
2. Prinsip Pemberdayaan UMKM ...25
3. Tujuan UMKM...26
4. Ciri-Ciri UMKM ...26
5. Tantangan Utama UMKM ...27
6. Hambatan-Hambatan Utama UMKM ...28
D. Penelitian Terdahulu ...30
E. Kerangka Berpikir ...34
BAB IIIPENYAJIAN DATA PENELITIAN A. Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Prov Lampung ...36
1. Visi dan Misi BI ...38
2. Tugas Pokok dan Output Satuan Kerja ...39
3. Struktur Organisasi...40
B. Rumah Zakat ...40
1. Visi dan Misi Rumah Zakat ...41
2. Pendirian Rumah Zakat ...41
3. Struktur Organisasi Rumah Zakat ...45
C. IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) ...46
1. Visi dan Misi IZI ...46
2. Program-program IZI ...47
3. Grand Design (Kerangka Program KUMM)...49
4. Stuktur Organisasi IZI ...59
D. Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Tauhiid ...59
1. Visi dan Misi Daarut Tauhiid ...59
2. Program-program Daarut Tauhiid ...60
xiv
dan bankable ...66
1. Kontribusi Bank Indonesia Penguatan UMKM Binaan Rumah Zakat ...66
2. Kontribusi Bank Indonesia Penguatan UMKM Binaan IZI (Inisatif Zakat Indonesia) ...67
3. Kontribusi Bank Indonesia Penguatan UMKM Binaan Daarut Tauhiid ...69
B. Program Lembaga Zakat dalam Membentuk UMKM feasible dan bankable ...70
1. Program Penguatan Rumah Zakat ...70
2. Program Penguatan IZI ...76
3. Program Penguatan Daarut ...81
C. Analisis Program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang Feasible dan Bankable ...84
1. Analisis Program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang Feasible ...84
2. Analisis Program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang Bankable ...87
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ...90
B. Saran ...91
xv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 3.1 : Jumlah Tenaga Kerja Rumah Zakat ... 41
Tabel 3.2 : Penerima Manfaat Rumah Zakat ... 42
Tabel 3.3 : Priode Pertama Penerima Manfaat IZI TO SUCCES KUMM ... 49
Tabel 3.4 : Priode Kedua Penerima Manfaat IZI TO SUCCES KUMM ... 51
Tabel 3.5 : Priode Ketiga Penerima Manfaat IZI TO SUCCES KUMM... 54
Tabel 3.7 : Program Desa Ternak Mandiri... 59
Tabel 4.1 : Anggaran Biaya Rumah Zakat ... 66
Tabel 4.2 : Rencana Anggaran Biaya IZI... 68
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 2.1 : Indikator Untuk Mengukur UMKM yang Bermutu ... 28
Gambar 2.2 : Kerangka Berfikir... 34
Gambar 3.1 : Sruktur Organisasi Bank Indonesia ... 39
Gambar 3.2 : Struktur Organisasi Rumah Zakat Provinsi Lampung ... 44
Gambar 3.3 : Grand Design (Kerangka Program KUMM)... 48
Gambar 3.4 : Struktur Organisasi IZI “Inisiatif Zakat Indonesia” ... 58
Gambar 3.5 : Tahapan Pembentukan Majelis ... 62
Gambar 3.6 : Struktur Majelis-Majelis ... 62
xvii
2. Surat Kesediaan Memberikan Izin Penelitian/Survey.
3. Alat pengumpulan data/wawancara.
4. Photo-poto bukti wawancara dan survey lapangan.
5. Surat Konsultasi.
BAB I PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan terhindar dari kekeliruan
dalam memahami judul yang dimaksud oleh penulis, maka perlu kiranya
judul skripsi ini dijelaskan secara lugas.
Judul skripsi ini adalah “ANALISIS PROGRAM BANK INDONESIA
DAN LEMBAGA ZAKAT DALAM MEMBENTUK UMKM FEASIBLE
DAN BANKABLE (Studi pada: Bank Indonesia dan Lembaga Zakat Lampung)”. Untuk menghindari kesalahpahaman dan memahami maksud judul skripsi, terlebih dahulu diperlukan penegasan terhadap kata-kata judul
yang dianggap perlu sebagai berukut :
1. Analisis
Analisis adalah mengolah data, mengorganisasi data, memecahkannya
dalam unit-unit yang lebih kecil, mencari pola dan tema-tema sama.
2. Bank Indonesia
Bank Indonesia Merupakan Bank Sentral republik Indonesia. Bank
Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yakni mencapai dan menjaga
kestabilan nilai rupiah. Hal ini mengandung dua aspek yakni kestabilan
inflasi; serta kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang negara
lain yang tercermin pada perkembangan nilai tukar.1
3. Lembaga Zakat
Lembaga Zakat adalah lembaga yang mengelola dan menampung dari
harta yang sudah sampai nisab kepada orang kafir dan lainnya tanpa ada
halangan syrak untuk melakukan .
4. UMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil dan menengah.UMKM
diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang usaha
mikro kecil dan menengah.2
5. Usaha mikro
Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/ atau
badan usaha perorsangan yang memenuhi kriteria usaha mikro
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.3 Usaha mikro adalah usaha
produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang
memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) paling
banyak Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) dan hasil penjualan
tahunan (omzet/tahun) paling banyak Rp. 300.000.000,- (Tiga ratus juta
rupiah).
6. Usaha Kecil
Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau
usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang ini.4
7. Usaha Menengah
Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,
yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai,
atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha
mikro, usaha kecil, atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha
menengah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini5.
8. Forum Zakat
Forum Zakat adalah Lembaga Zakat yang terdiri dari Rumah Zakat,
Daarut Tauhiid, Izi (Inisiatif Zakat Indonesia).
Berdasarkan uraian diatas dapat diperjelas bahwa yang dimaksud dengan
judul skripsi ini adalah suatu penelitian untuk menganalisis Program Bank
Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM feasible dan bankable
(Studi pada: Bank Indonesia dan Lembaga Zakar Lampung).
4Ibid. 5
B. Alasan Memilih Judul
1. Alasan Objektif
a. Karena UMKM adalah kelompok usaha yang dapat menyerap tenaga
kerja lebih banyak dibandingkan dengan usaha besar dan
keberadaannya terbukti mampu bertahan menjadi penggerak
perekonomian, terutama pasca krisis moneter.
b. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM saat ini adalah keterbatasan
pada aspek permodalan. UMKM mengalami kesulitan untuk
mendapatkan pinjaman modal.
2. Alasan Subjektif
a. Permasalahan dalam judul penelitian ini sangat sesuai dengan bidang
keilmuan yang penulis tekuni di Fakustas Ekonomi dan Bisnis Islam
b. Kemudahan dalam memperoleh data dan referensi untuk
mempermudah penulis menyelesaikan penelitian ini.
C. Latar Belakang
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu
kekuatan pendorong terdepan dalam pembangunan ekonomi, berdasarkan
data dari kantor kementrian koperasi dan pada tahun 2011, kontribusi UMKM
terhadap PDB adalah sekitar 57,94 persen sementara pada tahun 2009,
kontribusi UMKM terhadap PDB sekitar 56,53 persen.6 Berdasarkan
informasi kemendag pada tahun 2013 hampir 50 % UMKM yang merupakan
6Badan pengkajian dan pengembangan kebijakan perdagangan, “Analisi Peran Lembaga
Pembiayaan dalam pengembangan UMKM, Pusat Kebijakan Dalam Negeri”. Jurnal Ekonomi,
UMKM sektor pertanian, sedangkan sektor perdagangan 29 persen. Kendati
jumlah UMKM sektor pertanian lebih banyak tapi dalam hal penciptaan PDB
ternyata UMKM sektor perdagangan lebih banyak dari pada sektor
pertanian.7
Tingkat pengangguran dan penyerapan lapangan pekerjaan yang rendah
menyebabkan tingkat kemiskinan masih tinggi. Salah satu cara untuk
meningkatkan lapangan pekerjaan adalah mengembangkan usaha mikro dan
kecil, yang mana merupakan kegiatan padat karya (labor intensive) dan
menyediakan lebih banyak pekerjaan sesuai dengan besarnya modal yang
diinvestasikan di usaha mikro dan kecil tersebut. Pendirian
usaha-usaha mikro dan kecil juga akan meningkatkan pendapatan rakyat dan
urbanisasi. Kemampuan usaha-usaha mikro dan kecil menciptakan
peluang-peluang bekerja dengan biaya rendah sangat cocok dengan karakteristik
negara-negara berkembang yang selalu bermasalah dengan tingginya
pertumbuhan penduduk pertahun.
Hambatan terbesar yang dihadapi UMKM adalah distribusi
produk-produk yang dihasilkan, lemahnya manajemen usaha, serta akses pada
sumber-sumber pembiayaan formal khususnya perbankan. Dengan berbagai
hambatan yang dihadapi oleh UMKM tersebut, maka pemerintah dan
pihak-pihak terkait, semestinya dengan cepat berperan aktif dalam mendorong
7
sektor ini berkembang dengan lebih baik. Salah satu pihak yang diharapkan
mempunyai peranan besar terhadap hal tersebut adalah perbankan syariah.8
UMKM saat ini bersifat feasible hanya saja belum bankable oleh karena
itu UMKM meminjam modal bukan pada perbankan melainkan pada lembaga
lain. Lembaga keuangan makro seperti bank memiliki kendala untuk
melayani kelompok masyarakat yang umumnya pelaku usaha sektor informal.
Usaha yang tidak memiliki standar pencatatan dan laporan keuangannya.
Selain dinilai tidak bankable, bentuk usahanya juga tidak memenuhi kriteria
umum 5c yaitu secara character (karakter) UMKM memiliki kelemahan
dalam profil praktisinya; Secara capacity (kapasitas) segmen masyarakat
usaha ini memiliki latar belakang pendidikan yang relatif rendah; Secara
capital (modal), UMK memiliki modal terlampau rendah dan seringkali tidak
ada pemisahan antara dana usaha dan dana rumah tangga; Secara condition
(kondisi), sustainabillitas usaha dari kelompok UMK sangat sensitif dengan
perubahan ekonomi dan lingkungan usaha; Secara collateral (jaminan),
kelompok UMK umumnya kesulitan menyediakan koleteral dalam
memperoleh akses keuangan.9 3R yaitu Return (hasil yang akan diperoleh),
Repayment (kemampuan membayar) dan Risk (resiko). Kelemahan UMKM
pada pembukuan dan administrasi juga menyebabkan UMKM sulit
mendapatkan akses kredit dari perbankan, keterbatasan ini perlu adanya
8Nova Yanti Maleha, “
Pengambangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berbasis
Keuangan Mikro Syariah”. Jurnal Perbankan Syariah, (Januari2016), h. 2.
9
pendampingan agar UMKM dapat membuat laporan keuangan yang
sederhana.
Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan adalah untuk
memberikan modal investasi dan modal kerja, memberikan pelatihan dan
keterampilan perbaikan, konsultasi bisnis, meningkatkan kualitas produk,
pasar, jaringan bisnis, dan teknologi agar UMKM dapat menjadi kekuatan
dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan kekuatan
dalam meningkatkan pendapatan keluarga.10 Bank Indonesia sebagai
akseletator dan berkontribusi dalam program penguatan UMKM kepada
mustahik (UMKM) binaan Lembaga Zakat yaitu, Rumah Zakat, Daarut
Tahuiid, IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) dan memberikan bantuan sosial salah
satunya melalui PSBI (Program Sosial Bank Indonesia, agar dapat
mewujudkan UMKM yang memiliki aspek Legal formal dan Prizinan
UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal.
D. Rumusan Masalah
1. Bagaimana program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam
membentuk UMKM yang feasible dan bankable ?
2. Bagaimana tahapan-tahapan pencapaian agar dapat mewujudkan program
Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM yang
feasible dan bankable ?
10
Sri Budi Cahyani, “Optimalisasi Peran wakaf dan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan
E. Batasan Masalah
Penulis memberikan batasan bahwa dalam melakukan analisis penguatan
UMKM hanya dibatasi di Bank Indonesia Prov Lampung dan UMKM binaan
Lembaga Zakat di Lampung yaitu UMKM kerupuk kemplang binaan Rumah
Zakat, UMKM Ternak Mandiri binaan Daarut Tauhid, UMKM Pengrajin
Tahu danTempe binaan IZI (Inisiatif Zakat Indonesia).
F. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana program Bank Indonesia dan Lembaga
Zakat dalam membentuk UMKM yang feasible dan bankable.
2. Untuk mengetahui tahapan-tahapan pencapaian agar dapat mewujudkan
program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM
yang feasible dan bankable.
G. Manfaat Penelitian
Penelitian di harapkan dapat berguna bagi:
1. Bank Indonesia
Meningkatkan kepedulian atau empati sosial Bank Indonesia untuk
berkontribusi dalam membantu memecahkan masalah sosial ekonomi yang
dihadapi masyarakat. Memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa
Bank Indonesia memberikan kontribusi kepada UMKM sebagai bentuk
pengendalian ekonomi yang stabil, salah satunya melalui Program Sosial
pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan
Bank Indonesia.
2. Lembaga Zakat
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
zakat. memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa Lembaga
Zakat memberikan kontribusi yang nyata sehingga kedepannya tingkat
kepercayaan Zakat, Infaq, Shadaqoh (ZIS) masyarakat dapat meningkat.
3. UMKM
Mendapatkan modal dan pendampingan usaha agar UMKM menjadi
lebih feasible dan bankable serta dapat meningkatkan taraf hidup dan p
H. Metode Penelitian
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini di analisis dengan menggunakan metode penilitian
kualitatif yang menghasilkan data deskriftif dan tertulis dengan informasi
dengan lembaga yang terlibat dan objek penelitian. Pendekatan ini
merupakan pendekatan ilmiah atau penelitian yang menghasilkan beberapa
temuan yang tidak bisa menggunakan prosedur-prosedur sistematic atau
cara-cara lain dari kuantitatif.
2. Sifat Penelitian
Menurut sifatnya, penelitian ini menggunakan jenis penelitian
lengkap dan akurat dari situasi11 Penelitian deskriptif yang peneliti
maksudkan adalah penelitian yang menggambarkan mekanisme dalam
membahas dan menganalisis program Bank Indonesia dan Lembaga Zakat
dalam membentuk UMKM feasble dan bankable.
3. Populasi dan Sample
a. Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri dari subjek dan objek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Maka yang
menjadi populasi dari penelitian ini adalah Bank Indonesia, Lembaga
Zakat dan UMKM binaan Lembaga Zakat Rumah Zakat, IZI, Daarut
Tauhiid Prov Lampung.
b. Sampel dalam penelitian ini adalah Direktur SDM, Wakil atau
Managernya, dalam penelitian ini menggunakan salah satu teknik
Quota Sampling dan purposive sampling. Purposive sampling adalah
teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan atau
tujuan tertentu berdasarkan ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh sampel
itu.12 Ciri-ciri khusus yang dimaksud dalam penelitian ini bahwa yang
berhak menjadi sampel adalah Manager Bank Indonesia, Branch
Manager Rumah Zakat, Kepala Bidang Pendayagunaan IZI, Kepala
Bidang Daarut Tauhiid, UMKM binaan Lembaga Zakat Rumah Zakat,
IZI, Daarut Tauhid Prov Lampung.
4. Data dan Sumber Data
a. Data Primer yaitu data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan
data langsung dari sumbernya. Data primer dalam penelitian ini
diperoleh dari lapangan atau lokasi penelitian yaitu Bank Indonesia,
Lembaga Zakat dan UMKM binaan Lembaga zakat Rumah Zakat,
IZI, Daarut Tauhiid Prov Lampung melalui interview.
b. Data Sekunder yaitu data yang didapat dari catatan, buku, dan majalah
berupa laporan, artikel, buku-buku, majalah dari Bank Indonesia dan
Lembaga Zakat Prov Lampung sebagai teori.13
5. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah cara pengambilan data dengan
menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk
keperluan tersebut. Teknik observasi dengan cara penelitian
melibatkan diri pada kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Dalam
penelitian ini menulis melakukan observasi secara langsung ke Bank
Indonesia, Lembaga Zakat dan UMKM binaan Lembaga Zakat Prov
Lampung tentang analisis program Bank Indonesia dan Lembaga
Zakat dalam membentuk UMKM feasible dan bankable.
b. Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan
data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan
13
kuantitatif. Dalam penelitian ini dilakukan langsung baik secara
struktur mapun tidak berstruktur dengan mewawancara Manager Bank
Indonesia, Branch Manager Rumah Zakat, Kepala Bidang
Pendayagunaan IZI, Kepala Bidang Daarut Tauhiid, UMKM binaan
Lembaga Zakat Rumah Zakat, IZI, Daarut Tauhid Prov Lampung .
Memberi pernyataan peneliti dari segala dan masalah yang ada dan
menganalisa dan merumuskan hal-hal yang dianggap perlu dan
memenuhi data penelitian.
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data kualitatif
sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk
dokumentasi. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari
penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian
kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik
dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang didukung dari data
sekunder yang berkaitan dengan analisis program Bank Indonesia dan
Lembaga Zakat dalam membentuk UMKM feasible dan bankable.
4. Pengolahan data
Setelah data dikumpulkan melalui tahap diatas, peneliti dalam
mengelola datanya menggunakan beberapa metode sebagai berikut:14
14
a. Editing (pemeriksaan data) yaitu mengoreksi apakah data yang
terkumpul sudah cukup lengkap, sudah benar, dan sudah sesuai atau
relevan dengan masalah.
b. Klarifikasi adalah pengelompokan data sesuai dengan jenis dan
penggolongannya setelah diadakan pengecekan.
c. Interprestasi adalah memberikan penafsiran terhadap hasil akhir
presentase yang diperoleh melalui observasi sehingga memudahkan
peneliti untuk menganalisa dan menarik kesimpulan.
5. Analisis Data
Analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi
dengan cara mengorganisasikan data kedalam katagori, menjabarkan
kedalam unit-unit, melakukan sintesa menyusun kedalam pola, memilih
mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan
sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data
kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan
tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh
data.15
a. Reduksi Data
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang
terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh
15
direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, dan difokuskan pada
hal-hal yang penting.16
b. Penyajian Data
Data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok
permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan
peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu data dengan data
lainnya.
c. Penyimpulan dan Verifikasi
Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari
kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan
disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara. Kesimpulan
yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada
tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki dasar yang
kuat. Kesimpulan pertama perlu diverifikasi.17
d. Kesimpulan Akhir
Kesimpulan akhir diperoleh berdasarkan kesimpulan sementara
yang telah diverifikasi. Kesimpulan final ini diharapkan dapat
diperoleh setelah pengumpulan data selesai.
6. Teknik penulisan serta penyususnan skripsi ini semua berpedoman pada
”Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa 2016” yang diterbitkan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Bank Indonesia
1. Peranan Bank Indonesia
Di Indonesia, fungsi Bank Sentral, BI diberikan mandat untuk
mewujudkan dan memelihara stabilitas harga yang salah satu tercermin
dari inflasi yang rendah dan stabil (UU Nomor: 23/1999 Tentang BI yang
kemudian diamandemen menjadi UU Nomor 3/2004 tentang BI ). Artinya,
UU ini mengamanahkan kepada BI untuk mewujudkan tujuan akhir
kebijakan moneter yaitu tingkat inflasi yang rendah dan stabil atau pada
tingkat yang optimal bagi perekonomian. Untuk mencapai tujuan tersebut,
BI bebas menentukan penggunan instrumen-instrumen dalam operasi
kebijakan moneternyaa, kebebasan inilah yang dinamakan independensi
instrumen.
2. Tujuan Bank Indonesia
Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 Tentang BI yang kemudian
diamandemen menjadi Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 Tentang BI
menjelaskan bahwa BI mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan
memelihara kestabilan nilai rupiah (Pasal 7 ayat (1) UU No. 3 Tahun
2004). Kestabilan bilai rupiah ini terlihat dari dua aspek, yaitu (1)
kestabilan nilai mata uang (rupiah) terhadap barang dan jasa, (2) kestabilan
nilai mata uang Rupiah terhadap mata uang negara lain, misalnya terhadap
aspek yang kedua tercermin padaperkembangan nilai tukar rupiah terhadap
mata uang negara lain.1
2. Tugas Pokok Bank Indonesia
BI sebagai Bank Sentral di Indonesia memiliki 3 (tiga) tugas utama
anatara lain:
a. Memperkuat fungsi utama
1.) Kebijakan moneter yang kredibel dan konsisten
2.) Kebijakan makroprudensial yang kredibel, produktif dan
surveilance yang kuat dan teruji
3.) Kebijakan, pengawasan, serta penyelenggaraan sistem pembayaran
dan pengelolaan uang yang kredibel dan produktif
b. Proaktif dalam memelopori kerjasama dan kolaborasi
Pendalaman keuangan: KPwDN, Akses Keuangan.
c. Memperkuan Strategic Enablers
Mandat yang jelas, sumber daya manusia, sistem informasi, board
govermance, manajemen risiko dan pengendalian intern, perencanaan
strategi, anggaran dan manajemen kinerja.
1 M. Natsir, “Ekonomi Moneter dan Kebanksentralan”, (Jakarta, Penerbit : Mitra Wacana
3. Visi, Misi dan Nilai-nilai Strategis Bank Indonesia
a. Visi Bank Indonesia
Menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di
regional melalui penguatan nilai-nilai strateis yang dimiliki serta
pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yan stabil.
b. Misi Bank Indonesia
1.) Menjadi stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi
kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas
2.) Mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan
efesien serta mampu bertahan terhadap gejolak internal dan
eksternal untuk mendukung alokasi sumber pendanaan/pembiayaan
dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian
nasional
3.) Mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efesien, dan lancar
yang berkontribusi terhadap perekonomian, stabilitas moneter dan
stabilitas sistem keuangan dengan memperhatikan aspek perluasan
akses dan kepentingan nasional
4.) Meningkatkan dan memelihara organisasi dan SDM Bank
Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai strategis dan berbasis
b. Nilai-Nilai Stategis
Nilai-nilai yang menjadi dasar Bank Indonesia, manajemen dan
pegawai untuk bertindak dan atau berprilaku terdiri atas: Trust and
Intregrity - Professionalism-Excellence - Public Interest-Coordination
and Teamwork2
B. Zakat, Infaq, Sedekah
1. Pengertian Zakat, Infaq, Sedekah
a. Pengertian Zakat
Istilah zakat merupakan istilah khusus yang ada dalam agama
islam yang diambil dari bahasa arab yaitu “zakaa” yang berarti
bertambah atau berkembang. Secara istilah syariah, zakat merupakan
kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan
harta tertentu kepada pihak tertentu. Jika zakat ditunjukan kepada
seseorang, itu berarti untuk meningkatkan, untuk menjadi lebih baik.
Maka orang berzakat dimaknai orang tersebut diberkahi, tumbuh,
bersih dan baik.
Madhzab Syafi‟i mendefinisikan zakat adalah ungkapan untuk
keluarnya harta atau tumbuh sesuai dengan cara khusus. Sedangkan
menurut Madhzab Hambali mendefinisikan zakat ialah hak yang wajib
(dikeluarkan) dari harta khusus untuk kelompok yang khusus pula.
Surat At-Taubah (9): 103 tentang zakat yaitu:
2
ۗ ْمٍَُن ٌهَكَس َكَت َلََص َّنِإ ۖ ْمٍِْيَهَع ِّمَصََ بٍَِث ْمٍِيِّكَشُتََ ْمٌُُزٍَِّطُت ًخَقَذَص ْمٍِِناَُْمَأ ْهِم ْذُخ
ٌميِهَع ٌعيِمَس ُ َّاللَََّ
Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu
kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk
mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa
bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.3
Maksud ayat tersebut bahwa zakat itu membesihkan mereka dari
kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda, serta
zakat mampu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan
memperkembangkan harta mereka. 4
b. Pengertian Infaq
Infaq berasal dari kata Nafaqa (Nun, Fa‟, dan Qaf), yang
mempunyai arti keluar. Kata infaq (yang bahasa Indonesia dituliskan
“infak”) artinya mengeluarkan sesuatu (harta) untuk sesuatu
kepentingan yang baik, maupun kepentingan yang buruk. Sebagai
misal, belanja orang-orang kafir untuk menghalang-halangi jalan
Allah (kebenaran), dalam Quran disebutkan pula istilah infak
Al-Baqarah (1): 3:
ٱ َنُُقِفىُي ْمٍَُٰىْقَسَر بَّمِمََ َح َُٰهَّصنٱ َنُُميِقُيََ ِتْيَغْنٲِث َنُُىِمْؤُي َهيِذَّن
3
Kementrian Agama RI , Al-Quran dan Terjemahnya, (Tanggerang: Penerbit PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, 2017), h. 203
4
Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang
mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka.5
Sebagaimana ayat diatas bahwa mereka yang bertaqwa Dan
mereka infaqkan sebagian rizqi yang dikaruniakan kepada mereka.
Itu adalah beberapa sifat-sifat orang-orang bertaqwa yang Allah
Subhanahu wa ta‟ala jelaskan. Allah Subhanahu wa ta‟ala mensifati
mereka dengan aqidah, amalan-amalan bathin dan amalan-amalan
dzahir dan allah akan menganugrahkan kepada mereka rezeki.
c. Pengertian Shadaqah (Sedekah)
Shadaqah (sedekah) berasal dari kata shidq yang berarti benar
dalam arti sejalannya antara perbuatan, ucapan dan keyakinan. Kata
shadaqah berasal dari tiga huruf yaitu sha-dal-qaf, yang bermakna
membantu terwujudnya sesuatu. Kata shadaqah dalam bicara berarti
“benar” dan kata ashdaqa yan ditujukan untuk perempuan berarti “membayar mahar” Menurut Yusuf Qardawi maka shadaqoh dalam
Al-Quran dikaitkan dengan kata-kata memberi, ketakwaan,
membenarkan, kikir dan dusta. Dalam Al-Qur‟an Surat Al-Lail (92):
Artinya: Siapa yang “memberi” dan “bertakwa”, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik, maka Kami sungguh memudahkan
baginya jalan menuju bahagia. Tetapi siapa yang “bakhil” dan lupa
daratan serta mendustakan adanya pahala terbaik, maka kami
mudahkan baginya jalan kemalangan.6
Sebagaimana ayat ditas bahwa orang yang suka berderma,
bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik dimudahkan
Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada
kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah
SWT.Baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada
kesengsaraan di akhirat , harta benda tidak akan memberi manfaat
kepadanya.
Dengan demikian, shadaqah bisa diartikan bukti atas “kebenaran”
iman dan “membenarkan” adanya hari pembalasan.
2. Pengertian Amil Zakat
Secara umum, amil zakat sering dipahami sebagian orang atau yang
bertugas membagi-bagi zakat. permasalahan amil sangat penting sebagai
salah satu yang berhak menerima zakat. Secara umum, dari berbagai
pendapat ulama dapat disimpulkan bahwa amil adalah orang yang
ditugaskan pemimpin negara untuk mengambil zakat kemudian disalurkan
kepada yang berhak, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT.
6
Kelompok yang khusus yang diisyaratkan oleh Allah SWT menerima
Zakat dalam Al-Quran surat At-Taubah (9): 60:
ِةبَقِّزنا يِفََ ْمٍُُثُُهُق ِخَفَّنَؤُمْناََ بٍَْيَهَع َهيِهِمبَعْناََ ِهيِكبَسَمْناََ ِءاَزَقُفْهِن ُدبَقَذَّصنا بَمَّوِإ
ٌميِكَح ٌميِهَع ُ َّاللَََّ ۗ ِ َّاللَّ َهِم ًخَضيِزَف ۖ ِميِجَّسنا ِهْثاََ ِ َّاللَّ ِميِجَس يِفََ َهيِمِربَغْناََ
Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk
hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai
suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi
Maha Bijaksana.7
Sebagaimana ayat diatas, zakat tersebut adalah berhukum wajib dan
berarti sebuah penunaian hak yang wajib dan terhadap harta yang dimiliki
oleh seseorang. Dan yang berhak menerima zakat adalah orang-orang
fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu‟allaf yang
dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang
berhutang, untuk jalan Allah dan mereka yang sedang dalam perjalanan.
Berikut beberapa variasi pendapat ulama dalam mengartikan amil
zakat. Menurut Hafidhuddin, amil zakat adalah mereka yang
melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan urusan zakat, mulai
dari proses penghimpunan, penjagaan, pemeliharaan, sampai proses
penditribusiannya, serta tugas pencatatan masuk dan keluarnya dana zakat
tersebut. Sedangkan menurut Abu Bakar al-Hushaini, amil zakat adalah
7
orang yang mendapat tugas dari negara, organisasi, lembaga atau yayasan
untuk mengurusi zakat. atas kerjanya tersebut, seorang amil zakat berhak
mendapat jatah dari uang zakat. Menurut Sayyid Sabiq, amil zakat adalah
orang-orang diangkat oleh penguasa atau wakil penguasa untuk bekerja
mengumpulkan zakat dari orang-orang kaya. Termasuk amil zakat adalah
orang yang bertugas menjaga harta zakat, pengembala hewan ternak zakat
dan juru tulis yang bekerja di kantor amil zakat.
Berdasarkan paparan diatas, jelaslah bahwa syarat agar bisa disebut
sebagai amil zakat adalah: ia harus (1) diangkat dan (2) diberi otoritas oleh
penguasa muslim untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya. Maka
panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid atau sekolah serta
orang-orang yang mengangkan dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar‟i.
Hal ini sesuai dengan istilah amil, karena yang disebut amil adalah pekerja
yan dipekerjakan oleh pihak tertentu serta memiliki kewajiban untuk
mengambil zakat secara paksa dari orang-orang yang menolak untuk
membayar zakat.8
tentang UMKM, Usaha Mikro didefinisikan sebagai: usaha produktif yang
memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam undang-undang
tersebut. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,
yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan
merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari
Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil
sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tersebut.
Pasal 6 UU No 20 Tahun 2008 tentang UMKM dijelaskan bahwa
Usaha Mikro adalah unit usaha yang memiliki nilai aset paling banyak
Rp50 juta, atau dengan hasil penjualan tahunan paling besar Rp300 juta,
atau dengan hasil penjualan tahunan paling besar Rp300 juta; Usaha Kecil
dengan nilai aset lebih dari Rp50 juta sampai dengan paling banyak Rp500
juta atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta hingga
maksimum Rp2,5 miliar. Selain itu, menurut BPS, Usaha Mikro adalah
unit usaha dengan jumlah pekerja tetap hingga 4 orang dan usaha kecil
5-19 orang.10
Ekonomi Islam UMKM merupakan salah satu kegiatan dari usaha
manusia untuk mempertahankan hidupnya dan beribadah, menuju
kesejahteraan sosial. Dalam Al-Qur‟an dijelaskan dalam surah At-Taubah
(9), ayat 105.
10
ِنبَع َّٰنِإ َنَُّدَزُتَسََ ۖ َنُُىِمْؤُمْناََ ًُُنُُسَرََ ْمُكَهَمَع ُ َّاللَّ َِزَيَسَف اُُهَمْعا ِمُقََ ِحَدبٍََّشناََ ِتْيَغْنا ِم
َنُُهَمْعَت ْمُتْىُك بَمِث ْمُكُئِّجَىُيَف
Artinya : dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya
serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan
dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
kerjakan”.11
M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menerangkan bahwa, kata مقَاُهمعا
diartikan katakanlah bekerjalah kamu karena Allah semata dengan aneka
amal shaleh dan bermanfaat, baik untuk diri kamu maupun untuk orang
lain atau masyarakat umum. سف ِزي اللَّ , yang artinya maka Allah akan
melihat, yakni menilai dan memberi ganjaran amal perbuatan kamu. Dan
Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat dan menilainya juga,
kemudian menyesuaikan perlakuan mereka dengan amal-amal kamu itu
dan selanjutnyakamu akan dikembalikan kepada Allah melalui kematian
نَْدَزُتَسََ َّنِا ِمِنبَع لاَُِجْيَغْنا ِحَدبٍَش , artinya, yang Maha Mengetahui yang ghaib
dan yang nyata, lalu diberitahukan kepada kamu sanksi dan ganjaran atas
apa yang telah kamu kerjakan, baik yang nampak ke permukaan maupun
yang kamu sembunyikan dalam hati.12
11
Kementrian Agama RI , Al-Quran dan Terjemahnya, (Tanggerang: Penerbit PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, 2017), h. 203
12
.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta:
2. Prinsip Pemberdayaan UMKM
a. Penumbuhan kemandirian, kebersamaan, kewirausahaan Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah untuk berkarya dengan prakarsa sendiri;
b. Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel, dan
berkeadilan;
c. Perkembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar
sesuai dengan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, Menengah;
d. Peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; dan
e. Penyelenggaraan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara
terpadu.13
3. Tujuan Pemberdayaan UMKM
c. Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang
berkembang, dan berkeadilan;
d. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan Usaha, Mikro,
Kecil, dan Menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri; dan
b. Meningkatkan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam
pembangunan daerah, penciptakan lapangan kerja, pemerataan
pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari
kemiskinan.14
4. Ciri-Ciri UMKM
a. Manajemen tergantung pemilik
b. Modal disediakan oleh pemilik sendiri
13
Undang Undang No 20 Tahun 2008 tentang UMKM, BAB III, Pasal (4).
14
c. Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil
d. Daerah operasi usaha bersifat lokal
e. Sumber daya manusia yang terlibat terbatas
f. Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari
g. Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional, dan
h. Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara
ekonomis.
5. Tantangan Utama UMKM
Sebuah UMKM dianggap „bermutu‟ apabila UMKM tersebut tidak
hanya menghasilkan keuntungan bisnis yang tinggi atau meningkat setiap
tahun, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap
sosial/masyarakat sekitarnya, termasuk tidak merusak lingkungan alam
sekitarnya yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan sumber
kehidupan masyarakat sekitarnya, terutama dalam jangka panjang.
Pencemaran air sungai/laut yang merusak kesehatan masyarakat
sekitarnya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutu adalah suatu tingkatan
tertentu yang ditetapkan sesuai dengan karakteristiknya untuk memenuhi
persyaratan atau kebutuhan atau harapan tertentu.
Sebuah perusahaan dianggap bermutu apabila perusahaan tersebut
menghasilkan tiga jenis keuntungan, yakni keuntungan bisnis/profit
ditentukan oleh kombinasi yang kompleks dari variabel-variabel berikut:
(a) produktif; (b) efesiensi (yang selanjutnya menentukan harga yang
kemasan; (d) promosi dan reklame; dan (e) pelayanan konsumen (yang
memuaskan atau meningkatkan besarnya keuntungan perusahaan.15 Agar
variabel-variabel tersebut menghasilkan kinerja yanng optimal (misalnya
produktivitas yang tinggi, kualitas produk yang baik, dan pelayanan
konsumen yang memuaskan, diperlukan suatu menejemen dan organisasi
yang solid sebagai berikut;
Gambar 2.1: Indikator Untuk Mengukur UMKM yang Bermutu16
6. Hambatan-Hambatan Utama UMKM
a. Keterbatasan modal kerja maupun investasi
c. Distribusi dan pengadaan bahan baku dan input lainnya
d. Keterbatasan pekerja dengan keahlian tinggi (kualitas SDM rendah)
e. Keterbatasan komunikasi
f. Biaya tinggi akibat prosedur administrasi dan birokrasi yang komplek
khususnya dalam pengurusan izin usaha.
g. Ketidakpastian akibat peraturan dan kebijakansanaan ekonomi yang
tidak jelas dan tidak menentu arahnya.17
h. Lemahnya distribusi produk-produk yang dihasilkan
i. Lemahnya manajemen usaha serta akses pada sumber-sumber
pembiayaan formal khususnya perbankan.
Pelaku UMKM masih berkutat dengan masalah klasik, yakni kerap
dinilai tidak mampu memenuhi syarat perbankan (bankable). Padahal,
secara prospek, banyak UKMM memiliki usaha yang layak untuk
diberikan akses perbankan (feasible)18. Untuk menyusun suatu kelayakan
bisnis suatu usaha harus meliputi:
a. Aspek Teknis dan Teknologi
b. Aspek Pemasaran
c. Aspek Aspek Organisasi dan Manajemen
d. Aspek ekonomi dan keuangan
e. Aspek lingkungan19
f. Aspek legal formal.20
Selain dinilai tidak bankable, bentuk usahanya juga tidak memenuhi
kriteria umum 5c yaitu: secara character, UMKM memiliki kelemahan
dalam profil praktisinya; Secara capacity segmen masyarakat usaha ini
memiliki latar belakang pendidikan yang relatif rendah; Secara capital,
UMK memiliki modal terlampau rendah dan seringkali tidak ada
pemisahan antara dana usaha dan dana rumah tangga; Secara condition,
sustainabillitas usaha dari kelompok UMK sangat sensitif dengan
perubahan ekonomi dan lingkungan usaha; Secara collateral, kelompok
UMK umumnya kesulitan menyediakan koleteral dalam memperoleh
akses keuangan.
D. Penelitian Terdahulu
Sri Budi Cantika Yuli21 yang berjudul Optimalisasi Peran Wakaf dalam
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan hasil
penelitian Peran Lembaga Keuangan Publik Islam yang mengelola zakat,
Infaq Shodaqoh dan (ZIS) dan Wakaf di kesejahteraan masyarakat Indonesia
tidak optimal, sedangkan potensi ZIS dan Wakaf mungkin eksekusi. Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menjadi kekuatan di dalam
pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan menjadi kekuatan di
dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Dana wakaf uang dapat
diinvestasikan dan disalurkan untuk memberdayakan masyarakat kecil
20Abdullah, M. Ma‟ruf, “Studi Kelayakan Bisnis”. (Yogyakarta, Penerbit: Aswaja
Pressindo, 2017). h. 21
21
melalui micro finance dan pendampingan usaha. Bantuan keuangan mikro ini
didampingi oleh tenaga pendamping yang akan memberikan konsultasi
kepada penerima kredit mikro agar dapat pengetahuan cara berusaha dan
berbisnis dengan baik. Dengan pemberian modal dan bantuan manajemen
perlahan-lahan masyarakat miskin dapat terangkat derajatnya melalui usaha
mikro yang pada akhirnya mampu hidup layak dan sejahtera.
Ririn Wijayanti22 yang berjudul Analisis Implementasi Pemberdayaan
Mikro (Studi pada Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiah
(LAZIZNU) Kabupaten Malang dengan hasil UMKM merupakan salah satu
pelaku kunci proses pembangunan nasional yang telah terbukti mampu hidup
dan berkembang di masa krisis melanda Indonesia. Masalah umum yang
dihadapi UMKM adalah adanya keterbatasan sumber permodalan financial
serta sumber daya manusia (SDM). Hal ini dikarenakan UMKM di Indonesia
sebagian besar tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha yang turun
menurun. Keterbatasan tersebut juga mencangkup pendidikan formal
maupun pengetahuan dan keterampilan, sehingga manajemen pengelolaan
UMKM sangat praktis dan sederhana yang pada akhirnya akan sulit untuk
berkembang dengan optimal. Sudah sewajarnya lembaga syariah melakukan
reorientasi ke sektor riil dengan memfokuskan pemberdayaan kepada
pengusaha UMKM yang salah satunya yaitu melalui lembaga Zakat Infaq dan
Shadaqah (LAZIS).
22Ririn Wijayanti, “Analisis Implementasi Pemberdayaan Usaha Mikro “Studi pada
Haryadi23 yang berjudul Profil dan Permasalahan UMKM di Provinsi
Jambi dengan hasil bahwa Ada beberapa faktor penghambat berkembangnya
UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) antara lain kurangnya modal
dan kemampuan manajerial yang rendah. Meskipun permintaan atas usaha
mereka meningkat karena terkendala dana maka sering kali tidak bisa untuk
memenuhi permintaan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan
untuk mendapatkan informasi tentang tata cara mendapatkan dana dan
keterbasan kemampuan dalam membuat usulan untuk mendapatkan dana.
Kebanyakan usaha skala kecil dalam menjalankan usaha tanpa adanya
perencanaan, pengendalian maupun juga evalusi kegiatan usaha.
Sudaryanto, Ragimun dan Rahma Rina Wijayanti,24 yang berjudul
Strategi Pemberdayaan UMKM Menghadapi Pasar Bebas Asean dengan
hasil keberadaan UMKM tidak dapat diragukan karena terbukti mampu
bertahan dan menjadi penggerak ekonomi, terutama setelah krisis ekonomi.
Di sisi lain, UKM juga menghadapi banyak masalah, yaitu keterbatasan
modal kerja, sumber daya manusia yang rendah, dan kurang cakapnya
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi Kendala lain yang dihadapi oleh
UKM adalah hubungan dengan prospek bisnis yang kurang jelas dan visi
perencanaan dan misi yang belum stabil. Pemberian informasi dan jaringan
pasar, kemudahan akses pendanaan dan pendampingan serta peningkatan
kapasitas teknologi informasi merupakan beberapa strategi peningkatan daya
23Haryadi, “Profil dan Permasalahan UMKM di Provinsi Jambi”
. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, h.1-62.
24Sudaryanto, Ragimun dan Rahma Rina Wijayanti, “Strategi pemberdayaan UMKM
saing UMKM Indonesia.. Strategi untuk mengembangkan Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak terlepas dari dukungan
perbankan dalam penyaluran kredit. Saat ini skim kredit yang sangat familiar
di masyarakat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang khusus
diperuntukkan bagi UMKM dengan kategori usaha layak, tanpa agunan.
Selain itu penguatan lembaga pendamping UMKM dapat dilakukan melalui
kemudahan akses serta peningkatan capacity building dalam bentuk pelatihan
dan kegiatan penelitian yang menunjang pemberian kredit kepada UMKM
Pusat Pengembangan UMKM berbasis IT dianggap mampu mendorong
pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di era
teknologi informasi saat ini.
Nova Yanti Maleha25 yang berjudul Pengembangan Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) Berbasis Keuangan Mikro Syariah dengan hasil Upaya
pengentasan kemiskinan dapat dilakukan antara lain dengan memutus mata
rantai kemiskinan itu sendiri, diantaranya adalah dengan pemberian akses
yang luas terhadap sumbersumber pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) yang dilakukan oleh lembagalembaga keuangan
perbankan maupun lembaga keuangan mikro.
Penelitian saya yang berjudul “ANALISIS PROGRAM BANK INDONESIA
DAN LEMBAGA ZAKAT DALAM MEMBENTUK UMKM FISIABLE DAN
BANKABLE (Studi pada: Bank Indonesia dan Lembaga Zakat Lampung)”
dengan hasil penelitian yaitu rencana program Bank Indonesia dan Lembaga
25
Zakat Rumah Zakat, Daarut Tauhiid, Inisiatif Zakat Indonesia berkontribusi
memperkuat UMKM menjadi feasible dan bankable dengan tujuan utama
yaitu menciptakan UMKM yang mandiri. Memperkuat UMKM menjadi
feasible dengan beberapa aspek yaitu aspek teknis dan teknologi, aspek
marketing, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi keuangan, aspek
lingkungan, aspek legal formal dan memperkuat UMKM menjadi bankable
dilihat dari beberapa kriteria yaitu charakter (karakter), capacity (kemampuan
manajemen), capital (modal), collateral (jaminan), condition (keadaan
bisnis). Apabila feasible dan bankable terpenuhi maka UMKM berhasil
dilihat dari kemampuan usaha dan kesiapan dalam menjalankan usaha
menjadi mandiri.
E. Kerangka Berpikir
Rumah Zakat IZI Daarut Tauhiid
(Inisiatif Zakat Indonesia)
Mandiri UMKM Feasible & Bankable
Bank Indonesia
Gambar 2.2 Kerangka Berfikir
Dari kerangka fikir diatas menunjukan bahwa Rumah Zakat, IZI (Inisiatif
membentuk UMKM yaitu agar UMKM mandiri. Bank Indonesia sebagai
akselerator dimana berkontribusi membentuk UMKM melalui Lembaga
Zakat untuk memperkuat UMKM menjadi feasible dan bankable. Rumah
Zakat memiliki binaan usaha penerima manfaat yang dikategorikan mustahik
yaitu kerupuk kemplang di Sukaraja, IZI memiliki binaan penerima manfaat
yaitu pengrajin tempe/tahu di Gunung Sulah, dan Daarut Tauhid memilki
binaan usaha penerima manfaat yaitu Desa Ternak Mandiri di Natar.
Lembaga Zakat dalam membina para penerima zakat dengan 2 tahun lamanya
dan memilki program yang telah dilaksanakan yaitu pelatihan dan
pendampingan. Bank Indonesia memiliki rencana program yaitu memperkuat
BAB III
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Lampung
Untuk menjalankan fungsi Bank Indonesia baik berdasarkan status dan
kedudukan, visi, misi dan sasaran strategis, tujuan dan tugas serta
akuntabilitasnya Bank Indonesia membangun jaringan kantor di dalam negeri
yang disebut dengan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI)
sebanyak 31 kantor di tingkat provinsi, salah satunya di Provinsi Lampung
yaitu KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Gedung utama Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi
Lampung yang dahulu disebut Bank Indonesia Cabang Teluk Betung,
pertama kali dibangun pada bulan Juli tahun 1959 dan selesai bulan Juli 1961
diatas sebidang lahan bekas Kantor Pendidikan Agama, Pengadilan Agama
dan Kantor Agraria. Pemilihan Teluk Betung sebagai letak gedung Bank
Indonesia diperkirakan karena kota Teluk Betung merupakan daerah pusat
pemerintahan Provinsi Lampung yang saat itu masih berupa Karedidenan
dibawah Provinsi Sumatera Selatan.
Operasional dan gedung Bank Indonesia Bandar Lampung secara
bersamaan diresmikan pada tanggal 2 Desember 1961 oleh I Nyoman Moena
sekaligus menjabat sebagai pimpinan cabang yang pertama sebutan Bank
Indonesia pada saat itu disebut kantor cabang Teluk Betung yang merupakan
Pada saat pertama kali beroperasi kantor cabang Bank Indonesia Teluk
Betung memiliki satu orang pemimpin Cabang Bank Indonesia dan delapan
pegawai dengan tugas di bidang sistem pembayaran, antara lain melayani
transaksi keuangan pemerintah. Pada tahun 1964 ketika Provinsi Lampung
diresmikan, Bank Indonesia juga turut berperan dalam melayani transaksi
aliran dana untuk pembangunan di Provinsi Lampung. Status kantor cabang
telah beberapa kali mengalami perubahan yaitu pada tanggal 2 Desember
1961 merupakan kantor cabang kelas IV kemudian pada tanggal 1964
menjadi kantor cabang kelas III dan pada tahun 1990 berubah menjadi KBI
kelas II. Pada tahun 1996, kantor Bank Indonesia Bandar Lampung berada di
bawah koordinator kantor Bank Indonesia Bandung sebagai koordinator
hingga tahun 2007, dan pada tahun 2007 hingga saat ini berada di bawah
koordinasi Kantor Bank Indonesia Palembang (KBI kelas I).
Sejalan dengan meningkatnya aktivitas KBI Bandar Lampung dan daya
tampung gedung kantor yang kurang memadai maka sejak tahun 2010
dimulailah pembangunan gedung baru Kantor Bank Indonesia Bandar
Lampung yang menggunakan lahan kosong di lingkungan gedung lama
dengan luas lahan total 13.819 meter persegi. Pembangunan gedung berlantai
4 seluas 11.700 meter persegi ini ditandai dengan peresmian pelaksanaan
gedung pada tanggal 19 Februari 2010 oleh Gubernur Lampung, Sjahroedin
ZP dan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi Mitroatmodjo.
1. Visi dan Misi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi
Lampung.
Sebagai salah satu kantor perwakilan dari 31 kantor perwakilan yang
ada di tingkat Provinsi, KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung sebagai
jaringan kantor Bank Indonesia memiliki Visi dan Misi tersendiri.
a. Visi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Visi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi
Lampung adalah menjadi Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang
dapat dipercaya di daerah melalui peningkatan peran dalam
menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia yang diberikan.
b. Misi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Misi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi
Lampung yaitu mendukung pencapaian kebijakan Bank Indonesia di
bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran secara efisien dan
optimal serta memberikan saran kepada Pemda dan lembaga terkait
lainnya di daerah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi
daerah.
2. Tugas Pokok dan Output Satuan Kerja
Tugas pokok dan output satuan kerja Kantor Perwakilan WilayahBank
Indonesia Provinsi Lampung adalah sebagai berikut :
a. Memberikan masukan kepada kantor pusat tentang kondisi ekonomi
dan keuangan daerah di wilayah kerjanya. Output berupa data profil
wilayah dan zona, database perekonomian daerah termasuk Statistik
Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA), hasil survey.
b. Melaksanakan kegiatan operasional sistem pembayaran tunai dan/atau
non tunai sesuai kebutuhan ekonomi daerah di wilayah kerjanya.
Output berupa layanan perkasan, rencana distribusi uang, modal kerja,
laporan hasil survey sistem pembayaran, perhitungan hasil kliring.
c. Melaksanakan pengawasan terhadap perbankan di wilayah kerjanya.
Output berupa profil bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR),
pelaksanaan sosialisasi, lampiran hasil penelitian laporan bulanan
bank umum (LBU).
d. Memberikan saran kepada pemerintah daerah mengenai kebijakan
ekonomi daerah, yang didukung dengan penyediaan informasi
berdasarkan hasil kajian yang akurat. Output berupa data profil usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM) , kajian ekonomi regional,
hasil survey, hasil kajian/penelitian/laporan lainnya, kajian yang
sesuai dengan isu terkini di daerah.
e. Mengelola sumber daya internal yang dibutuhkan sebagai faktor
pendukung terlaksananya fungsi-fungsi utama. Output berupa sumber
3. Struktur Organisasi
Gambar 3.1 Struktur Organisasi KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung1
B. Rumah Zakat
Rumah Zakat adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang bertempat di Jl.
Jend. Sudirman, No. 59 Bandar Lampung-Indonesia, Telp. 0721-255813 telah
memiliki legitimasi melalui aspek legal formal sebagai berikut:
Akta Notaris : Irma Rachmawati, SH No. 17 Tanggal 25 Oktober 2005
LAZNAS : 42 tahun 2007, 421 tahun 2015
Izin Domisili : 19/DM/VIII/2001
NPWP : 02.083.957.7-424.000
Keputusan Menkumham RI No. C-1490.HT.01.02.TH 2006
1