• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN

Kesimpulan diambil dari analisis dan penafsiran terhadap hasil penelitian berdasarkan pada rumusan masalah yang dikemukakan pada Bab I. Oleh karena, itu kesimpulan ini akan mencakup (a) Tujuan pendidikan menurut K.H. Zainuddin Mz.; (b) Materi pendidikan menurut K.H. Zainuddin Mz.; dan (c) Metode pendidikan menurut K.H. Zainuddin Mz..

Tujuan pendidikan pertama adalah kaum muslimin harus memahami bahwa Islām adalah agama Ilmu. Namun jangan lupa, Islām mengajarkan bahwa wahyu harus menuntun akal (ilmu pengetahuan), akal harus selaras dengan wahyu, apabila akal bertentangan dengan wahyu maka dahulukan wahyu, karena Islām memandang bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari wahyu. Umat Islām harus memahami juga bahwa Islām mengajarkan untuk bekerja keras yang didasari dengan banyak berdzikir, selalu merasakan kehadiran Allāh dekat dalam kehidupannya. Islām bukan agamanya orang pemalas yang selesai ṣalat lalu berpangku tangan, berkhayal menunggu keajaiban, Islām tidak seperti itu. Islām mengajarkan kaum muslimin harus bekerja keras. Umat Islām harus menjadi umat yang produktif bukan konsumtif, produsen bukan konsumen. Tujuan pendidikan yang kedua adalah mendidik agar tidak terlalu cinta dunia dan membenci mati. Pendidikan hendaklah membebaskan kaum muslimin dari penyakit „al wahnu’ (cinta dunia dan takut mati). Manusia mesti mengetahui bahwa mereka diciptakan oleh Allāh SWT di dunia ini karena satu tujuan yang utama dan tujuan yang mulia yaitu menjadi hamba Allāh yang melaksanakan ibadat kepada Allāh SWT.

Materi pendidikan anak menurut K.H. Zainuddin Mz., yaitu; pendidikan iman (QS. Luqmān [31]: 13). Ketika anak belum mengenal berbagai disiplin ilmu yang lebih dahulu ditanamkan ke dalam jiwanya adalah tauhid, inilah

(2)

yang mendasari kehidupan. Kalau nilai iman atau ruh tauhid ini sudah tertanam dalam diri seorang anak maka ia akan memiliki pondasi yang kuat, selanjutnya orang tua tinggal melihat bakat anak kemana dia harus diberi pendidikan. Inilah alasan mengapa tauhid harus didahulukan.

1. Orang tua tidak sekedar ingin memiliki anak yang pintar lebih dari itu orang tua juga ingin memiliki anak yang benar. Segala macam disiplin ilmu, penalaran ilmiah dan pengisian intelektual di satu sisi bisa membuat anak pintar tapi di sisi lain belum tentu bisa membuat anak menjadi orang yang benar, maka beliau mengistilahkan “anak disekolahkan supaya pintar, anak dipesantrenkan supaya benar”.

2. Melahirkan kesadaran pengawasan Allāh , merasa kehadiran Allāh dekat dalam kehidupannya.

3. Diharapkan agar anak sanggup mengendalikan hawa nafsunya yang

cenderung mengajak kepada hal-hal yang tidak diridhai Allāh.

Islām mengajarkan ketika anak bayi lahir langsung disambut dengan adzan (lafdzul jalālaħ), belum ada suara lain yang menyentuh telinga bayi selain suara adzan. Hal ini seolah-olah orang tua mengajarkan kepada anaknya bahwa iman harus menjadi pegangan dalam setiap keadaan. Kedua, pendidikan agar anak memiliki rasa hormat kepada kedua orang tuanya (QS. Luqmān [31]: 14-15). Pendidikan agar anak taat dan berbakti kepada ibu dan bapaknya, taat dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syarī‟at. Orang tua yaitu ibu dan bapak yang telah melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih. Ibu yang melahirkan anaknya dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati, bersatu antara keringat, darah dan air mata. Bapak yang pergi pagi pulang petang, peras keringat banting tulang, panas kepanasan, hujan kehujanan, mencari nafkah untuk membesarkan anak-anaknya, seolah-olah bapak berkata: “nak, biarlah bapakmu ini kaki jadi kepala, kepala jadi kaki berjuang mancari nafkah, asal engkau rajin belajar agar kelak menjadi orang yang berguna”. Mengenai kewajiban taat dan berbakti kepada kedua orang tua, Allāh SWT berfirman dalam beberapa ayat, diantaranya; QS.

(3)

An-Nisa [4]: 36 dan QS. Al-Isrā [17]: 23. Ayat-ayat tersebut memiliki prinsip yang sama yaitu perintah untuk menyembah hanya kepada Allāh, larangan untuk menyekutukan-Nya lalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Istimewa sekali kedudukan kedua orang tua di hadapan Allāh , sehingga perintah menyembah Allāh disandingkan dengan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, kita dapat mengamati dalam kehidupan sehari-hari bahwa perintah penting pertama lahir pada urutan pertama lalu perintah penting kedua lahir pada urutan kedua, jadi kedudukan kedua orang tua kita dihadapan Allāh sangat istimewa, anak harus taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Hak orang tua terhadap anaknya ada sepuluh: Apabila orang tua menginginkan makanan, maka berilah, 2. Ketika ingin pakaian, berilah pakaian, 3. Ketika memerlukan bantuan apa saja, bantulah dia, 4. Mendatangi panggilannya, 5. Mematuhi segala perintahnya, dengan catatan bukan perintah maksiat atau mengatakan kejelekan lain, 6. Ketika berbicara pakailah kata-kata yang baik, lunak, lemah lembut tidak kasar, 7. Tidak boleh memanggil nama kecilnya, 8. Ketika berjaian harus dibelakangnya, 9. Senang kepada keduanya sebagaimana senang pada dirinya sendiri, demikian pula sebaliknya membenci bagi keduanya sebagaimana pada dirinya sendiri, 10. Memohonkan ampunan serta rahmat Allāh untuk keduanya. Ketiga, pendidikan moral, (QS. Luqmān [31]: 16) dalam ayat tersebut mengajarkan tentang pendidikan moral dan penanaman etika otonom, bahwa tidak mau melakukan kejahatan bukan karena takut kepada polisi tapi takut kepada yang menciptakan polisi yaitu Allāh swt. Perbuatan baik sekecil apapun dan perbuatan buruk sekecil apapun Allāh pasti tahu maka akan dipertanggung jawabkan nanti di hari pembalasan dan akan dibalas dengan balasan yang seadil-adilnya. Lebih jelas beliau mengatakan bahwa kita diawasi oleh CCTV dan hyper komputer yang maha sensitip produksi langit, merknya Raqib dan „Atid, jangankan perbuatan, baru berniat baik saja komputer langsung mencatat sendiri. Inilah yang disebut waskat (pengawasan malaikat). IQ yang tinggi, pemahaman sains dan teknologi

(4)

yang yang luar biasa sampai memenuhi otak anak, tanpa diiringi dengan penanaman etika otonom maka akan mengalami kepincangan. Maka tanamkan kesadaran: “Perbuatan baik (sekecil apapun) maka akan dibalas, perbuatan buruk (sekecil apapun) maka akan dibalas”. Keempat, memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih masa depannya. Inilah orang tua yang bijaksana, tidak memaksakan kehendak kepada anaknya. Orang tua harus peka dalam melihat bakat anaknya, setelah orang tua tahu bakat anaknya kemudian memberi pengarahan dan memfasilitasi. Setiap anak dilahirkan ke dunia ini dengan membawa bakat dan kelebihannya masing-masing, intinya tidak ada anak yang bodoh. Jika potensi atau bakat anak belum terlihat, tugas orang tua selanjutnya adalah menggali potensi atau bakat anaknya. Kelima, pendidikan tatanan kehidupan, (QS. Luqmān [31]: 16). Ayat tersebut berkenaan dengan tatanan kehidupan, َ ة لََّصلاَ ِمِق َ أ berkaitan dengan tugas hidup, yakni beribadah kepada Allāh , َ ِفوُرْع مْلاِبَ ْرُمْأ و

َِر كْنُمْلاَ ِن عَ هْنا و berkaitan dengan sikap hidup, memerintah untuk berbuat yang

ma’ruf dan mencegah yang munkar.

Adapun metode pendidikan menurut K.H. Zainuddin Mz., yaitu; Pendidikan dengan keteladanan. Orang tua harus sadar sesadar sadarnya bahwa sebelum anak mengenal PAUD, TK,SD dan seterusnya, yang lebih

dahulu dikenal anak adalah pendidikan dalam keluarganya, guru

pertamanya adalah ibu dan bapaknya. Maka orang tua harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Baik teladan dalam berbicara, bersikap, beribadah dan bermu‟amalah. Apabila orang tua tidak bisa memberi keteladanan bagi anak-anaknya maka akibatnya orang tua akan kehilangan wibawa dan dianggap remeh, kalau hal ini terjadi maka orang tua akan sulit untuk membina kepribadian anak-anaknya. Apalagi di zaman sekarang ini kita krisis wibawa dan figur. Ada yang karena nilai raport banyak merahnya, kemudian pak guru ketika pulang sekolah dicegat dan dikeroyok bahkan ada kejadian anak tega membunuh orang tua kandungnya sendiri. Menurut beliau hal ini tejadi karena krisis wibawa

(5)

dan figur. Orang tua harus sadar bahwa banyak faktor yang ikut

membentuk kepribadian anak-anaknya, diantaranya; lingkungan

pergaulannya, apa yang ditontonnya, yang dibacanya dan apa yang disaksikannya dalam kehidupan ini. Maka diharapkan orang tua harus bisa

memberikan keteladanan bagi anak-anaknya. Selanjutnya pendidikan

dengan adat kebiasaan. Ajarkan anak agar hidup dekat dengan agama, jika anak sudah diajarkan dan ditanamkan hidup dekat dengan agama sedini mungkin maka anak akan menjadi laksana ikan yang berada di lautan, walaupun air laut asin ikan tidak akan menjadi asin. Ia akan tetap kokoh pendiriannya pada yang hak.

B. REKOMENDASI

Sebagaimana yang tertera Pada BAB IV, pandangan K.H. Zainuddin Mz. mengenai Pendidikan Anak merupakan pedoman orang tua dalam mendidik anak yang praktis. Beliau menjelaskan tentang pendidikan anak ditinjau dari sudut pandang Islām secara sederhana namun memiliki makna yang luas.

Berdasarkan hasil penelitian di atas peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Bagi Prodi IPAI

Penulis menyarankan kepada Prodi IPAI hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan sumbangan pemikiran tentang pendidikan anak, bahkan dimasukkan kedalam kurikulum IPAI karena pandangan pendidikan anak yang dijelaskan oleh K.H. Zainuddin Mz. merupakan suatu ilmu yang perlu diketahui dan dipraktekkan dalam pendidikan anak.

2. Bagi orang tua

Penulis menyarankan para orang tua, agar hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai pedoman untuk mendidik anak dengan baik sesuai dengan ajaran Islām. Karena pada kenyataannya masih banyak orang tua yang tidak mengerti dan salah dalam mendidik anak.

(6)

3. Bagi guru di sekolah

Penulis menyarankan kepada para guru untuk tidak hanya memberikan pelajaran kepada anak didiknya. Karena realitanya kebanyakan guru hanya memberikan pelajaran kepada anak bukan pendidikan. K.H. Zainuddin Mz. menjelaskan beberapa metode yang jika digunakan oleh para guru maka bukan hanya pengetahuan yang akan didapatkan oleh anak, tetapi lebih dari itu.

4. Saran bagi peneliti berikutnya

Peneliti menyarankan kepada peneliti berikutnya, untuk meneliti pemikiran tokoh da‟i namun memiliki konsep pendidikan yang baik sesuai dengan yang diajarkan oleh Islām guna menambah referensi keilmuan, seperti KH. Abdullah Gymnastiar, Ustadz Yusuf Mansur, dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada. Fakultas Pendidikan Olahraga

Seharusnya konsep bermukim ini menjadi patokan para stake holder dalam mengambil keputusan dalam mengembangkan suatu kawasan baru atau pun intervensi terhadap kawasan lama,

Konsep Uang dalam Islam memiliki Sejarah yang mana Islam telah menggunakkan Emas dan Perak yang dimanfaatkan sebagai alat tukar yang sah pada saat itu, uang memiliki

1. Minat adalah minat dalam melaksanakan uji kompetensi keahlian yang terdiri dari tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor.. Prestasi siswa adalah nilai

Hasil penelitian menemukan bahwa variabel sikap konsumen dan kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan positif thd niat konsumen berbelanja online di Surabaya sedangkan

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Abdullahi, et all (2011) dengan sampel Nigerian Stock Exchange menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak menunjukkan dampak signifikan

Untuk mendukung program swasembada daging secara khusus dilakukan dalam rangka penggemukan dan penjaringan sapi betina produktif sehingga berkelanjutan budi daya sapi yang ada

Kusrini, M.Kom dan Andri Koniyo, 2007, Tuntunan Praktis Membangun Sistem. Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft