• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengintegrasian PRB dalam Pembangunan Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengintegrasian PRB dalam Pembangunan Daerah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Kerangka Acuan

Pelatihan Sistem Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah dan Integrasi Jender dalam Pengurangan Resiko Bencana

Diselenggarakan oleh BPBD Sumatera Barat dan UNDP-RISE

Pendahuluan

Provinsi Sumatera Barat adalah daerah yang memiliki resiko bencana tinggi. Kondisi geografis, geologis, hidrologis, klimatologis dan demografis Sumatera Barat membuat ancaman-ancaman bencana berkorelasi dengan kerentanan wilayah mengindikasikan resiko bencana yang tinggi. Resiko bencana yang tinggi membuat Sumatera Barat potensial mengalami kehancuran dan kehilangan aset-aset penghidupan wilayahnya ketika bencana terjadi.

Meskipun demikian, sebesar apa pun skala kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh bencananya, kerusakan dan kerugiannya dapat dikurangi. Perspektif ini dikenal sebagai perspektif pengurangan resiko bencana yang dikerangkai oleh Hyogo Framework of Action 2005 – 2015 for The Disaster Resilient Nations and Community. Kerangka aksi ini menginspirasi pembentukan sistem penanggulangan bencana di Indonesia yang tertuang dalam UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (PB).

Pengintegrasian PRB dalam Pembangunan Daerah

Prioritas pertama dari Kerangka Aksi Hyogo adalah memastikan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) menjadi prioritas lokal dan nasional dengan dukungan kelembagaan yang kuat sebagai landasan implementasinya. Dengan demikian pengintegrasian PRB dalam perencanaan dan pembangunan daerah menjadi isu yang sangat strategis dalam membangun sistem PB di Indonesia. Sebagaimana

(2)

dinyatakan dalam UU 24/2007 yang memandatkan pemerintah daerah untuk memadukan PRB dalam pembangunan daerah.

Integrasi jender dalam penanggulangan bencana adalah konsep yang secara umum mudah untuk diterima namun sangat terbatas implementasinya. Di Indonesia, sebagaimana di negara-negara lain, kesenjangannya terletak pada kesadaran dan kapasitas yang terbatas, tidak terintegrasinya jender secara sistematis dalam kebijakan kunci Penanggulangan Bencana , ketersediaan petunjuk teknis dan data terpilah jenis kelamin dan usia serta adanya dokumentasi praktek baik di lapangan. Pengarusutamaan jender dalam PB mensyaratkan penginstitusian jender dalam ‘risk assessment’, peringatan dini, tanggap darurat, pemulihan dan pencegahan dengan menggunakan indikator minimal untuk memastikan bahwa proses dan hasil PB tidak berkontribusi terhadap lebih parahnya kesenjangan jender. ISDR dan UNDP (2009) menunjukkan melalui penelitian di 141 negara bahwa jumlah korban perempuan dalam bencana alam selalu lebih besar dari laki-laki, menandakan bahwa kerentanan setiap orang berbeda sesuai dengan struktur sosial dan pengalaman pra bencana. Risiko bencana tidaklah pernah netral jender.

Undang-Undang Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 26 , mencantumkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk perempuan dan laki-laki.

BPBD Sumatera Barat, Recovery Network dan UNDP-RISE berencana untuk mengadakan pelatihan dua hari mengenai Jender dalam Pengurangan Risiko Bencana untuk lembaga pemerintah dan non-pemerintah sebagai tindak lanjut dari pentingnya integrasi jender dalam fase rahabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat.

Sasaran

Pelatihan akan diselenggarakan dua kali untuk dua kelompok sasaran yang berbeda:

1. Staf program (laki-laki atau perempuan) dari : BPBD (perwakilan dari masing-masing komponennya), TPT (termasuk yang mewakili bagian data, perumahan, sosial ekonomi, pelatihan); Bappeda (bagian perencanaan) dan SKPD terkait dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi antara lain: dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan, dinas PU, dinas pertanian/perikanan, UKM, dll.

2. Pengambil keputusan dan staf program (laki-laki atau perempuan) dari lembaga non pemerintah dan UN.

**Daftar Peserta terlampir

Hasil

Pada akhir pelatihan, mitra belajar akan:

 Memahami tentang konsepsi pengurangan risiko dan bencana dan penanggulangan bencana

 Memahami sistem penyelenggaraan PB di daerah.

 Memahami strategi pengintegrasian PRB dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah.

 Memahami mengapa perlu perspektif jender dalam penanggulangan (pengurangan risiko) bencana (PB/PRB)

(3)

 Memahami isu SEA (sexual exploitaion and abuse) dan kekerasan berbasis jender

Metode pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa berupa diskusi, studi kasus, latihan, simulasi dan penayangan film dokumenter.

Topik yang dibahas

 Konsepsi pengurangan risiko bencana/penanggulangan bencana

 Sistem penyelenggaraan PB Daerah

 Strategi pengintegrasian PRB dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

 Advokasi PRB bagi masyarakat di yang beresiko bencana tinggi (untuk training NGO)

 Kelembagaan PB Daerah (untuk training Pemerintah)

 perspektif jender dalam penanggulangan (pengurangan risiko) bencana (PB/PRB)

 Kerangka kerja jender dalam penanggulangan bencana

 Isu-isu jender dalam penanggulangan bencana termasuk SEA dan kekerasan berbasis jender

 Standar minimal integrasi perlindungan/kekerasan berbasis jender dalam PB

 perangkat analisis jender dalam PB/PRB

 Standar minimal integrasi jender dalam PB dan pemakaiannya dalam program

 Data terpilah jenis kelamin dan indikator sensitif jender

Tempat dan Waktu:

Pelatihan untuk non pemerintah: Padang, 1 – 2 Juli 2010 Pelatihan untuk pemerintah: Padang, 5 – 6 Juli 2010

Ketentuan Peserta:

1. Peserta adalah bagian program/perencanaan (termasuk menejemen data dan monitoring-evaluasi) dan pengambil keputusan (laki-laki dan perempuan), sehingga diharapkan sesudah pelatihan akan mampu melakukan tindak lanjut di organisasi masing-masing.

2. Peserta diminta untuk membawa dokumen program/proyek yang bisa di review dan direvisi dalam pelatihan ini dan laporan program yang berisi data kuantitatif program –sesuai dengan indikator program (misalnya data jumlah penerima manfaat,dll)

Fasilitator

Fasilitator pelatihan adalah :

1. Rinto Andriono, DRR adviser untuk Recovery Network/UNDP 2. Sinta Dewi, Eksternal Fasilitator untuk isu Jender

Penyelenggara

(4)

 Untuk kepentingan pendaftaran peserta dan informasi lebih lanjut mengenai pelatihan ini bisa menghubungi: Elnie Flong : [email protected] (0812 6954 897) atau Nanda:

[email protected] (0811 9301 556)

Agenda:

Hari 1

Waktu Kegiatan Narasumber / fasilitator

08.00-08.30 Pendaftaran Panitia

08:30-9.15 Pembukaan, Perkenalan dan Orientasi Fasilitator

09.15 – 10.00 Kerangka PRB dan PB Fasilitator

10:00-10:15 Rehat Panitia

10.15-11.00 Lanjutan Fasilitator

11.00 – 12.30 Sistem Penyelenggaraan PB Daerah Fasilitator

12.30-13.30 Rehat Panitia

13.30- 15.00 Strategi pengintegrasian PRB dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

Fasilitator

15.00-15.15 Rehat Fasiitator

15.15-16.45 Konsep Dasar Jender / Mengapa jender penting/ isu jender dalam PB .

16.45 – 17.00 Evaluasi Hari 2

Waktu Kegiatan Narasumber / fasilitator

08.30-10.00 SEA dan Kekerasan Berbasis Bender Standar minimal perlindungan

Fasilitator

10:00-10:15 Rehat Panitia

10:15-12:00 Kerangka kerja jender dalam PB dan Perangkat analisis jender

Fasilitator

12:00-13:00 Makan Siang Panitia

13:00-14:30 Integrasi jender dalam program dan budget: standar minimal jender

Fasilitator

14:30-15:00 Rehat Panitia

15:00-16:45 Rencana tindak lanjut Fasilitator

(5)

*Lampiran 1

Daftar Undangan DRR + Jender Training untuk Pemerintah Padang, 5-6 Juli 2010

No. Instansi / Lembaga Jumlah Peserta*

1 TPT – RR, BNPB 2

2 Pusat Studi Bencana UNAND 2

3 Badan Kesbang Pol Linmas 2

4 Bappeda 2

5 BPBD Sumbar 4

6 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kota Pariaman 2

7 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Pesisir Selatan 2

8 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kota Padang Panjang 2

9 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kota Payakumbuh 2

10 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kota Sawah Lunto 2

11 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kota Solok 2

12 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Solok 2

13 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Dhamasraya 2

14 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Sijunjung 2

15 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Tanah Datar 2

16 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Lima Puluh Kota 2

17 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Pasaman 2

18 BPBD/Kesbang/Bappeda : Kab. Pasaman Barat 2

19 BPBD : Kota Padang 2

20 BPBD : Kota Bukittinggi 2

21 BPBD : Kab. Agam 2

22 BPBD : Kab. Solok Selatan 2

23 BPBD : Kab. Padang Pariaman 2

24 BPBD : Kab. Kep. Mentawai 2

Total 50

*Catatan: Bagi instansi yang mengirimkan perwakilan, diharapkan untuk mengirimkan

perwakilannya dengan komposisi separuh laki-laki, separuh perempuan (Mis: 2 peserta : 1 laki-laki, 1 perempuan).

(6)

**Lampiran 2

Daftar Undangan DRR + Jender Training untuk non Pemerintah Padang, 1 - 2 Juli 2010

No. Lokasi Kegiatan & Instansi / Lembaga Jumlah Peserta

1 Kab. Agam : SurAid 1

2 Kab. Agam : ArcheNova 1

3 Kab. Agam : Walhi 1

4 Kota Padang : Terre des Hommes 1

5 Kota Padang : Caritas / Karina 1

6 Kota Padang : GTZ 1

7 Kota Padang : PLAN International 1

8 Kota Padang : PokJa Jender SumBar 1

9 Kota Padang : Aceh People’s Forum 1

10 Kota Padang : LBH SumBar 1

11 Kota Padang : World Relief 1

12 Kota Padang : World Vision Indonesia 1

13 Kota Padang : UNDP 1

14 Kota Padang : UNDP / SC-DRR 1

15 Kota Padang : UNRCO – Recovery Network 1

16 Kota Padang : PKPU Sumbar 1

17 Kota Padang : Rumah Zakat 1

18 Kota Padang : Yayasan Citra Mandiri 1

19 Kota Padang : Pusat Studi Antar Komunitas 1

20 Kota Padang : KPMM 1

21 Kota Padang : Bank Indonesia 1

22 Kota Padang : Jemari Sakato 1

23 Kota Padang : Pusat Studi UNP 1

24 Kota Padang :Pusat Save the Children 1

25 Kab. Padang Pariaman : Island Aid 1

26 Kab. Padang Pariaman : Handicap International 1

27 Kab. Padang Pariaman : Cipta Fondasi Komunitas 1

28 Kab. Padang Pariaman : Mercy Corps 1

29 Kab. Padang Pariaman : Habitat for Humanity Indonesia 1

30 Kab. Padang Pariaman : Yakkum 1

31 Kab. Padang Pariaman : ARI 1

32 Kab. Padang Pariaman : HHF 1

33 Kab. Padang Pariaman : Bina Swadaya 1

34 Kab. Padang Pariaman : CARE 1

35 Kab. Padang Pariaman : CordAid 1

36 Kab. Padang Pariaman : UN-Habitat 1

37 Kab. Padang Pariaman : PMI - IFRC 1

38 Kab. Padang Pariaman : AusAid (Coffey International Development) 1

39 Kab. Padang Pariaman : JICA 1

40 Kab. Padang Pariaman : Ibu Foundation 1

41 Kab. Padang Pariaman : TV One 1

42 Kab. Padang Pariaman : Patamuan Institute 1

43 Kab. Padang Pariaman : Lumbung Derma 1

44 Kab. Padang Pariaman : Q-Bar 1

45 Kab. Padang Pariaman : Swiss Labour Assistance 1

46 Kab. Padang Pariaman : Build Change 1

47 Kab. Padang Pariaman : Caritas Switzerland 1

48 Kab. Pasaman : Mitra Peduli 1

49 Kab. Pasaman Barat : Idep Foundation 1

50 Kab. Pesisir Selatan : PKBI 1

Total 50

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka memeriahkan acara tersebut maka Majalah Zer0risk Indonesia, satu-satunya majalah kebencanaan di Indonesia men gadakan “Lomba Foto Nasional Pengurangan Risiko

Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana yang anggotanya juga terdiri dari lembaga usaha, mempercayakan Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mengadakan

1) Melindungi bangsa dari ancaman bencana dengan membangun budaya pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi bagian yang terintegrasi

Dalam rangka pencapaian sasaran terwujudnya peningkatan upaya pengurangan risiko bencana melalui adaptasi dan mitigasi guna mewujudkan tujuan strategis BPBD Kabupaten

Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Pertama : Meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam kerangka pengurangan risiko bencana di Sumatera

Aplikasi BPDB Kabupaten Blitar versi Mobile ini merupakan Sistem Informasi Manajemen Aksi Pengurangan Risiko Bencana disingkat dengan SIMAK PRB, berfungsi sebagai

Peran LSM Jemari Sakato Dalam Advokasi Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana Sumatera Barat .... Kendala LSM Jemari Sakato dalam Advokasi Kebijakan Pengurangan

Pada penelitian ini mengambil hubungan kerjasama internasional lebih condong menjelaskan peran ASB dalam melakukan kerjasama dengan BPBD Jawa Tengah di bidang Pengurangan Risiko Bencana