• Tidak ada hasil yang ditemukan

Taksonomi Pengadaan Jasa Konstruksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Taksonomi Pengadaan Jasa Konstruksi"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Taksonomi Pengadaan

Jasa Konstruksi

Ir. Donny M. Mangitung, M.Sc.,Ph.D.

Yamiba Palu

2010

(2)

Taksonomi Pengadaan Jasa Konstruksi Oleh Ir. Donny M. Mangitung, M.Sc., Ph.D Hak cipta © 2010, pada penulis

Penerbit Buku -Yamiba

(Yayasan Masyarakat Indonesia Baru) Palu

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Mangitung, Donny M.

Taksonomi Pengadaan Jasa Konstruksi/ Donny M. Mangitung;

Ed.1 - Palu: Yamiba Halaman: i...xiv, 1...125 Kertas:16,50 cm x 21,50 cm; Font: Heveltica-12

ISBN 978-979-3937-31-1

I. Judul

1. Taksonomi Pengadaan Jasa Konstruksi

Hak cipta dilindungi undang undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk mengfotocopy, merekam atau dengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari penulis.

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Industri konstruksi mempunyai karakteristik yang unik, mencakup pekerjaaan yang sangat bervariasi, melibatkan berbagai ragam pemangku kepentingan seperti klien, kontraktor, konsultan, pemasok, regulator, pemerintah, swasta; mempunyai berbagai ragam jenis pekerjaan konstruksi, misalnya sipil-infarstruktur, banguan-arsitektur, manufaktur-industri; mempunyai tingkat keragaman sumber daya yang dibutuhkan seperti material, biaya, keahlian, teknologi, metode konstruksi ataupun keragaman sumber dana, seperti dana pemerintah, swasta atau kombinasi keduanya.

Selain berbagi macam ragam tersebut di atas, berbagai ketidakpastian, resiko yang tinggi dan sasaran proyek yang kompleks akan menyatu dalam satu proyek konstruksi dan terkumpul dalam satu kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk melaksanakan dan menyelesaikan proyek konstruksi yang bersifat koalisi sementara. Dengan demikian berbagai macam ragam proses sistem pengadaan jasa konstruksi atau penghantaran proyek dapat ditemukan di dunia industri konstruksi.

Hal tersebut muncul karena diperlukan untuk mengakomodasi keunikan dan kebutuhan pelaksanaan proyek konstruksi agar dapat diselesaikan sesuai rencana waktu, anggaran dan kualitas yang pada akhirnya akan dapat memenuhi kepuasan pengguna jasa dan pemakai akhir fasilitas tersebut serta tentu juga dapat memenuhi kepuasan penyedia jasa terutama dalam hal profit.

(4)

Untuk memahami berbagai macam sistem pengadaan jasa konstruksi yang ada di industri konstruksi, penulis memberanikan menulis tentang berbagai macam metode pengadaan jasa konstruksi yang bersumber dari berbagai literatur hasil riset maupun hasil pemikiran dari dunia akademis dan dunia praktis.

Fokus bahasan buku ini terbatas pada aspek taksonomi atau klasifikasi dari keragaman metode pengadaan jasa konstruksi. Dalam buku ini pembahasan tidak menyentuh secara mendalam keterkaitan atau hubungan antara berbagai kategori pengadaan jasa konstruksi. Kemudian, istilah lokal dan asing apabila diperlukan digunakan bersama-sama, sehingga pemahaman mengenai istilah dalam bahasa Indonesia akan selaras dengan sumber aslinya, yaitu bahasa Inggeris.

Buku ini diharapkan akan dapat mengisi khasanah bidang manajemen konstruksi khususnya untuk sub bagian pengadaan jasa konstruksi yang dapat digunakan sebagai buku referensi untuk beberapa mata kuliah di bidang peminatan manajemen konstruksi termasuk mata kuliah manajemen administrasi kontrak, aspek hukum dalam pembangunan, manajemen proyek konstruksi. Serta juga sebagai referensi bagi para praktisi industri jasa konstruksi yang berkecimpung dalam manajemen proyek konstruksi terutama dalam pengelolaan prakualifikasi, pelelangan dan kontrak.

Sehubungan dengan judul buku ini, istilah taksonomi yang digunakan berkaitan dengan pengklasifikasian atau kategorisasi berbagai jenis pengadaan jasa konstruksi, yang mana dalam pembagian jenis tergantung pada konteks mana yang digunakan untuk kategorisasinya.

Istilah taksonomi dapat ditelusuri dari Concise Oxford Electronic Dictionary version 9, dimana artinya adalah a scheme of classification, sementara scheme adalah operational

(5)

Kata Pengantar v

systematic arrangement. Lebih detail lagi, taksonomi merupakan pengelompokan secara hirarki suatu entitas yang setiap kelas mewakili karakter internalnya (Rees 2003).

Kemudian aspek pengguna jasa yang banyak dipaparkan dalam buku ini adalah pengguna jasa pemborong atau kontraktor, sekalipun dalam kondisi tertentu kontraktor dapat bertindak sebagai konsultan perancangan.

Taksonomi pengadaan jasa dalam buku ini dibagi dalam 3 (tiga) kategori, yakni struktur hubungan kerja pengguna jasa dan penyedia jasa, bentuk imbalan jasa konstruksi dan yang terakhir rute seleksi pengguna jasa.

Lengkapnya, struktur buku ini terdiri dari Bab I yaitu, pendahuluan; Bab 2 tentang definisi pengadaan jasa konstruksi; Bab 3 tentang pengertian dasar dari struktur hubungan kerja pengguna jasa dan penyedia jasa, termasuk model tradisional, Rancang-Bangun, manajemen dan kemitraan.

Kemudian pada Bab 4 pembahasan mencakup tahapan atau daur hidup proyek konstruksi, yang mencakup tahapan inisiasi i.e. tahapan konsepsi), perencanaan dan konstruksi (i.e. tahapan implementasi) dan penyerahan (i.e. tahapan penyelesaian).

Sementara pada Bab 5 pembahasan mencakup hubungan kerja pengguna jasa dan penyedia jasa yang dihubungkan dengan tahapan proses proyek konstruksi, sehingga akan didapat pengertian yang lebih dalam untuk berbagai ragam kategori ini. Materi tentang bentuk imbalan jasa konstruksi dan rute seleksi pengguna jasa masing-masing dibahas pada Bab 6 dan Bab 7. Pada ketiga bab terakhir tersebut dipaparkan juga kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode yang telah dibahas sehubungan sistem pengadaan jasa konstruksi.

(6)

Perlu diketahui bahwa Ide buku awalnya mulai muncul sejak tahun 2005 dan ketika penulis terlibat dalam mengisi pelatihan untuk pembekalan para teknisi kontraktor jasa konstruksi yang diselenggarakan LPJKD Sulteng dan untuk pembekalan keanggotaan PII cabang Sulteng. Kemudian ide juga bersumber ketika mengisi matakuliah yang sudah disebutkan sebelumnya dan tulisan tulisan karya ilmiah penulis pada seminar internasional dan jurnal nasional.

Kemudian, penulisan intensif dimulai tahun 2007, namun karena kesibukan akademis lainnya baru selesai 5 bab pada akhir tahun 2009, kemudian Bab 6 dan 7 akhirnya dapat diselesaikan termasuk memperkaya isi bab-bab sebelumnya setelah mendapat bantuan dana dari proyek PAR-B Dikti di University of Manchester, Inggeris pada tahun 2010.

Penulis mengharapkan masukan dan koreksi dari para pembaca untuk menyempurnakan buku ini dikemudian hari.

Untuk penutup, penulis mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana dari Pemerintah Indonesia melalui proyek PAR-B 2010, Dikti-Kemendiknas, kepada DR. Margaret Emsley sebagai counterpart penulis yang telah memberikan kemudahan tempat-ruangan di Pariser Building, School of Mechanical, Aerospace and Civil Engineering dan akses perpustakaan di University of Manchester. Sehingga dapat menambah menyelesaikan 2 bab terakhir dan dapat memperkaya dan meningkatkan isi buku ini.

Tidak lupa juga penulis ucapkan terima kasih ke pada Rektor Untad Palu, Bapak Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si, dan juga para pimpinan Universitas, Fakultas Teknik dan Jurusan Teknik Sipil yang telah memberi dukungannya dan juga para kolega dan mahasiswa di jurusan Teknik sipil sebagai teman diskusi. Juga kepada sahabat saya Prof. Dr. Zainuddin

(7)

Kata Pengantar vii Ali yang telah mendorong dan membantu sehingga buku ini dapat diwujudkan.

Yang terakhir, tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ayahanda Prof. (Em.) H.Z. Mangitung, ibunda Hj. H. Manoppo dan isteriku Ir, Hj. Susilowati, M.Sc., serta anak-anakku Gagak Handoko, ST, Elang Prakoso, SH dan Ikram Prasetya, SH atas dorongan semangat dan kasih sayang mereka yang selalu diberikan kepada penulis.

Manchester, Desember 2010

(8)
(9)

ix

DAFTAR ISI

Kata pengantar ... iii

Daftar Isi ... ix

Daftar Kotak ... xi

Daftar Gambar ... xiii

Bab 1 Pendahuluan ... 1

Bab 2 Pengertian pengadaan jasa ... 9

Bab 3 Pemangku kepentingan ... 21

Bab 4 Tahapan Proyek Konstruksi ... 33

Bab 5 Struktur hubungan Kerja ... 43

5.1. Taksonomi ... 43

5.2. Metode Tradisional ... 51

5.3. Metode Rancang-Bangun ... 56

5.4. Metode Manajemen ... 65

(10)

Bab 6 Bentuk Imbalan Pembayaran ... 83

6.1. Taksonomi ... 83

6.2. Harga tetap model Lump Sum ... 88

6.3. Harga tetap model Harga Satuan ... 91

6.4. Cost Plus Fee ... 93

6.5. Target Cost ... 96

Bab 7 Rute seleksi Penyedia Jasa ... 99

7.1. Taksonomi ... 99

7.2. Kompetisi ... 107

7.3. Negosiasi-Kerjasama ... 110

(11)

xi

DAFTAR KOTAK

Kotak 2.1 Pemaknaan kata konstruksi 12

Kotak 2.2 Definisi pengadaan jasa konstruksi 14 Kotak 2.3 Definisi Pengadaan menurut CIB W92 16 Kotak 5.1 Definisi Kemitraan Pemerintah Swasta 63

(12)
(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sistem pengadaan proyek konstruksi

(Kumaraswamy & Dissanayaka 1998) 18 Gambar 2.2 Struktur taksonomi pengadaan jasa konstruksi 20 Gambar 3.1 Peranan para pihak metode tradisional 22 Gambar 3.2 Peranan para pihak metode Design Build 25 Gambar 3.3 Peranan para pihak metode CM 26 Gambar 3.4 Peranan para pihak metode Kemitraan 28 Gambar 3.5 Pemangku kepentingan jasa konstruksi 29

Gambar 4.1 Tahapan proyek konstruksi 34

Gambar 5.1 Tren jumlah kontrak berdasarkan ragam metode pengadaan jasa konstruksi di Inggeris 48 Gambar 5.2 Tren nilai kontrak berdasarkan ragam metode

pengadaan jasa konstruksi di Inggeris 49 Gambar 5.3 Tren jumlah kontrak berdasarkan ragam metode

pengadaan jasa konstruksi di Amerika Serikat 49

Gambar 5.4 Model metode tradisional 52

Gambar 5.5 Model metode Rancang-Bangun 57

Gambar 5.6 Model metode manajemen 66

Gambar 5.7 Model metode kemitraan 80

Gambar 6.1 Karakteristik imbalan pembayaran 87 Gambar 7.1 Rute alternatif pemilihan penyedia jasa 102 Gambar 7.2 Karakteristik prakualifikasi berkala dan

Referensi

Dokumen terkait

Agun,e Utara pada tahun 1995/1996 dan pada saat itu tanaman kelapa sawit telah menghasilkan. Peserta petani contolr yang ikut pada Program Iuran dan dana Peremajaan

Hasil penelitian yang dilakukan Kherunnisa tahun 2010 terhadap siswa kelas VIII sebanyak dua belas siswa dengan karakteristik siswa yang memiliki kemampuan baik

Mulyadi dan Siregar, 2006.‘Aplikasi Teori Metabahasa Makna Alami dalam Kajian Makna’.Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Negeri Medan[diakses 16 Maret 2015].

Reaksi fisi yaitu reaksi pembelahan inti atom berat menjadi dua inti atom lain yang lebih ringan dengan disertai timbulnya energi yang sangat besar.. Misalnya inti

Syukur Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ownership retention, leverage dan tipe auditor berpengaruh secara positif signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital , sedangkan

PENGARUH CITRA PARTAI TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PARTAI GOLKAR DALAM PEMILU LEGISLATIF Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Berdasarkan Tabel 1 mengenai validasi LKS oleh ketiga validator ahli biologi yang terdiri dari dosen ahli pendidikan (V1), dosen ahli materi (V2), dan guru biologi