• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

No. 06/02/72/Th. XIV. 7 Februari 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 7,79 persen, yaitu dari 16.177 miliar tahun 2009 menjadi Rp 17.437 miliar tahun 2010. seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada tahun 2010 mencapai 7,76 persen. Besaran PDRB Sulawesi Tengah pada tahun 2010 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 36.856

miliar, sedangkan pada tahun 2009 mencapai Rp 32.395 miliar atau naik sebesar Rp 4.461 miliar. Secara triwulan, PDRB Sulawesi Tengah triwulan IV/2010 tumbuh 4,97 persen dibandingkan

triwulan III/2010 (q to q), dan jika dibandingkan triwulan IV/2009 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,33 persen.

Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan IV/2010 mencapai Rp 10.191 miliar, sedangkan pada triwulan III/2010 mencapai Rp 9.464 miliar jadi selama triwulan IV/2010 besaran ekonomi mengalami peningkatan sebesar 727 miliar, adapun PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp 4.652 miliar.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2010 didukung oleh pertumbuhan semua komponen PDRB penggunaan dengan pertumbuhan tertinggi pada konsumsi pemerintah yaitu 7,31 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar 7,21 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 7,19 persen, ekspor barang dan jasa 5,65 persen, dan lembaga non profit sebesar 5,31 persen serta impor barang dan jasa 1,29 persen.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 7,79 persen bersumber dari konsumsi rumah tangga 4,10 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 1,54 persen, konsumsi pemerintah 1,39 persen, Ekspor barang dan jasa 0,88 persen, dan pengeluaran impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang 0,18 persen serta bersumber dari pengeluaran lembaga non profit 0,07 persen

Dari persentase distribusinya, sebagian besar PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 61,52 persen, kemudian pembentukan modal tetap bruto 18,54 persen, konsumsi pemerintah 16,99 persen, ekspor 16,39 persen, dan impor 14,84 persen, serta konsumsi lembaga non profit 1,41 persen.

Pertumbuhan ekonomi dari sisi komponen penggunaan pada triwulan IV/2010 (q to q) 4,97 persen yang tertinggi ditunjang oleh pertumbuhan komponen pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar 7,14 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1,53 persen.

Pada tahun 2010 PDRB per kapita mencapai Rp 14,00 juta (US$ 1.540,21), dengan peningkatan terhadap tahun sebelumnya sebesar 11,84 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/02/72/Th. XIV, 7 Februari 2011 2 I. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2010

Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 7,79 persen terhadap tahun 2009. Besaran PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2010 mencapai Rp 17.437 miliar, sedangkan pada tahun 2009 sebesar Rp 16.177 miliar. PDRB Sulawesi Tengah pada tahun 2010 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 36.856 miliar, sedangkan pada tahun 2009 yang lalu mencapai Rp 32.395 miliar atau naik sebesar Rp 4.461 miliar.

Tabel 1.

PDRB, Distribusi Dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha

Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha

PDRB Atas Dasar Harga

Berlaku (miliar Rupiah) Distribusi PDRB (persen) PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (miliar Rupiah) Pertum- buhan (persen) Sumber Pertum-buhan (persen) 2009* 2010** 2009* 2010** 2009* 2010** 2010** 2010** (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan,

Kehutanan dan Perikanan 13.231 14.507 40,84 39,36 6.653 7.051 6,00 2,47 2. Pertambangan dan Penggalian 1.308 1.482 4,04 4,02 566 598 5,69 0,20

3. Industri Pengolahan 2.547 2.813 7,86 7,63 1.044 1.108 6,21 0,40

4. Listrik, Gas dan Air Bersih 215 241 0,66 0,65 119 126 5,18 0,04

5. Konstruksi 2.121 2.478 6,55 6,72 1.088 1.200 10,29 0,69

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 3.841 4.437 11,86 12,04 2.080 2.287 9,95 1,28

7. Pengangkutan dan Komunikasi 2.319 2.643 7,16 7,17 1.225 1.333 8,81 0,67

8. Keuangan, Real estat dan Jasa

Persh. 1.511 1.773 4,66 4,81 767 848 10,65 0,50

9. Jasa-jasa 5.302 6.482 16,37 17,59 2.637 2.886 9,46 1,54

PDRB 32.395 36.856 100,00 100,00 16.177 17.437 7,79 7,79

PDRB Tanpa Migas 31.751 36.090 98,01 97,92 15.913 17.147 7,76

Keterangan : *) angka sementara **) angka sangat sementara

Tahun 2010 seluruh sektor ekonomi pembentuk PDRB mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor keuangan,real estat dan jasa perusahaan yang mencapai 10,65 persen, diikuti berturut-turut oleh sektor konstruksi 10,29 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 9,95 persen, sektor jasa-jasa 9,46 persen, sektor pengangkutan dan kominikasi 8,81 persen, sektor industri pengolahan 6,21 persen, serta sektor pertanian 6,00 persen, sektor

(3)

pertambangan dan penggalian 5,69 persen dan sektor listrik, gas dan air 5,18 persen. Pertumbuhan PDRB tanpa migas pada tahun 2010 mencapai 7,76 persen yang berarti lebih rendah dari pertumbuhan PDRB secara keseluruhan sebesar 7,79 persen.

Menarik untuk dicermati adalah besarnya sumber pertumbuhan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi selama tahun 2010. Sektor-sektor ekonomi yang nilai nominalnya besar masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan, walaupun pertumbuhan sektor bersangkutan relatif kecil dibanding sektor lainnya. Sektor pertanian misalnya walaupun hanya tumbuh 6,00 persen tetapi mempunyai sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 2,47 persen. Sumber pertumbuhan menurut sektor secara lengkap dapat dilihat pada tabel 1.

Distribusi PDRB menurut sektor atas dasar harga berlaku juga menunjukkan peranan ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yang mempunyai peranan besar yaitu sektor pertanian, jasa-jasa, dan perdagangan mempunyai peranan sebesar 68,99 persen tahun 2010, sedangkan sisanya sebesar 31,01 persen adalah peranan ekonomi gabungan enam sektor lainnya.

Pada tahun 2010 terjadi perubahan peranan pada beberapa sektor ekonomi bila dibandingkan tahun 2009 masing-masing yaitu penurunan pada sektor pertanian dari 40,84 persen pada tahun 2009 menjadi 39,36 persen di tahun 2010. penurunan sektor pertambangan dan penggalian dari 4,04 menjadi 4,02 persen, sementara sektor konstruksi peranannya naik dari 6,55 persen di tahun 2009 menjadi 6,72 persen di tahun 2010, sektor pengangkutan dan komunikasi naik dari 7,16 persen menjadi 7,17 persen, dan sektor jasa-jasa naik dari 16,37 persen menjadi 17,59 persen. Selanjutnya jika dilihat secara total, peranan PDRB tanpa migas mengalami sedikit penurunan 0,09 persen poin dari 98,01 persen pada tahun 2009 menjadi 97,92 persen pada tahun 2010.

(4)

Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/02/72/Th. XIV, 7 Februari 2011 4 II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV/2010

Secara triwulan, PDRB Sulawesi Tengah triwulan IV/2010 tumbuh 4,97 persen dibandingkan triwulan III/2010 (q to q), dan jika dibandingkan triwulan IV/2009 (y on y) tumbuh sebesar 6,33 persen.

Pada triwulan IV/2010 semua sektor mengalami peningkatan jika dibandingkan triwulan III/2010(q to q), masing-masing sektor konstruksi 12,93 persen, jasa-jasa 4,06 persen, sektor pertambangan dan penggalian 1,63 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 2,36 persen, sektor perdagangan 6,14 persen, industri pengolahan 1,69 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 3,86 persen, sektor pertanian sebesar 5,02 persen dan sektor listrik-gas-air bersih 6,87 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2010 sebesar 4,97 persen masing-masing bersumber dari sektor pertanian 2,01 persen; jasa-jasa 0,68 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,81 persen; pertambangan dan penggalian 0,06 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,18 persen; konstruksi 0,88 persen; industri pengolahan 0,11 persen, keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,19 persen; dan yang terkecil adalah listrik, gas dan air bersih 0,05 persen. (Tabel 2).

Pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan IV/2010 terhadap triwulan III/2010 (q to q) sebesar 5,02 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan 2,01 persen, hal tersebut didukung oleh peningkatan produksi sub sektor tanaman bahan makanan dengan komoditas unggulan padi dan jagung yang tumbuh sebesar 5,87 persen, dan subsekor perkebunan dengan komoditas unggulan coklat dan kelapa sawit tumbuh 4,40 persen, subsektor peternakan tumbuh 5,87 persen, subsektor kehutanan tumbuh 4,57 persen dan subsektor perikanan dengan komoditas unggulan rumput laut tumbuh 4,78 persen.

Pertumbuhan triwulan IV/2010 sektor jasa-jasa sebesar 4,06 persen dengan kontribusi sebesar 0,68 persen didukung oleh pertumbuhan subsektor pemerintahan umum tumbuh 3,49 persen, subsektor jasa swasta tumbuh 5,35 persen, subsektor jasa sosial kemasyarakatan tumbuh 4,43 persen, jasa hiburan dan rekreasi tumbuh 6,85 persen serta jasa perorangan dan rumahtangga tumbuh 5,64 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan IV/2010 tumbuh 1,63 persen terhadap triwulan III/2010 dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 0,06 persen. Tak dapat dipungkiri pada akhir-akhir ini produksi minyak dan pertambangan non migas berupa bijih nikel dan emas ikut

(5)

menyumbang pertumbuhan sektor ini. tercatat subsektor pertambangan nonmigas tumbuh mencapai 15,18 persen serta sub sektor penggalian tumbuh 6,33 persen.

Tabel 2

Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan dan Sumber Pertumbuhan Menurut Sektor/Lapangan Usaha (Persen)

Sektor/Lapangan Usaha Triw IV/2010 Terhadap Triw III/2010 (q to q) Triw IV/ 2010 Terhadap Triw IV/2009 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw IV/2010 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw IV/2010 (y on y) (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan

Perikanan 5,02 5,08 2,01 2,06

2. Pertambangan dan Penggalian 1,63 9,29 0,06 0,30

3. Industri Pengolahan 1,69 6,39 0,11 0,40

4. Listrik, Gas dan Air Bersih 6,87 11,35 0,05 0,08

5. Konstruksi 12,93 5,96 0,88 0,44

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 6,14 7,41 0,81 0,98

7. Pengangkutan dan Komunikasi 2,36 8,24 0,18 0,61

8. Keuangan, Real Estat dan Jasa

Perusahaan 3,86 8,23 0,19 0,39

9. Jasa-jasa 4,06 6,51 0,68 1,08

PDRB 4,97 6,33 4,97 6,33

Tanpa Migas 5,11 6,12

Sektor industri pengolahan bukan migas tumbuh 1,69 persen pada triwulan IV/2010 dengan sumber pertumbuhan ekonomi 0,11 persen. Hal tersebut terutama didorong oleh industri makanan, minuman dan tembakau tumbuh 2,41 persen, industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 5,76 persen, industri kertas dan barang cetakan 6,72 persen serta industria barang lainnya 3,91 persen.

III. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 Triwulan III – IV/2010

Pada triwulan IV/2010 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10.191 miliar, sedangkan pada triwulan III/2010 mencapai Rp. 9.464 miliar jadi selama triwulan IV/2010 mengalami peningkatan Rp. 727 miliar. Sementara bila PDRB ini dinilai dengan harga pada tahun 2000 (tahun

(6)

Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/02/72/Th. XIV, 7 Februari 2011 6

dasar), maka pada triwulan ini mencapai Rp 4.652 miliar. Berdasarkan Tabel 3, PDRB menurut sektor ekonomi/lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan IV/2010 bila diurutkan mulai dari yang terbesar adalah sektor pertanian, sebesar Rp 3.944 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 1.859 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 1.254 miliar, sektor industri pengolahan Rp 748 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 723 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 721 miliar, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 482 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 393 miliar, serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 68 miliar.

Tabel 3.

PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000

(Miliar Rupiah)

Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw III Triw IV Triw III Triw IV

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan 3.681 3.944 1.778 1.868

2. Pertambangan dan Penggalian 383 393 153 155

3. Industri Pengolahan 724 748 285 289

4. Listrik, Gas dan Air Bersih 62 68 32 34

5. Konstruksi 630 723 302 341

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.140 1.254 583 619

7. Pengangkutan dan Komunikasi 689 721 343 351

8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 454 482 215 223

9. Jasa-jasa 1.701 1.859 741 771

PDRB 9.464 10.191 4. 432 4. 652

PDRB triwulan IV/2010 atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. 4.652 miliar bila diurutkan dari yang terbesar yaitu sektor pertanian sebesar Rp 1.868 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 771 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 619 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 351 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 341 miliar, sektor industri pengolahan Rp 289 miliar, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 223 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 155 miliar serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 34 miliar.

(7)

IV. PDRB Menurut Penggunaan Tahun 2010

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2010 tercatat sebesar 7,79 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua komponen PDRB penggunaan, dengan pertumbuhan tertinggi pada konsumsi pemerintah yaitu 7,31 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar 7,21 persen, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 7,19 persen, ekspor barang dan jasa 5,65 persen, serta lembaga non profit dan impor barang dan jasa, masing-masing sebesar 5,31 persen dan 1,29 persen.

Tabel 4

Besaran, Distribusi dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut Penggunaan Tahun 2009 dan 2010 PDRB Komponen Penggunaan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) Distribusi (Persen) PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah Pertum- buhan (persen) Sumber Per-tumbuhan (Persen) 2009* 2010** 2009* 2010** 2009* 2010** 2010** 2010** (1) (3) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Konsumsi Rumah Tangga 19.918 22.674 61,49 61,52 9.215 9.877 7,19 4,10 2. Lembaga Non Profit 462 521 1,43 1,41 4.384 4.723 5,31 0,07 3. Konsumsi Pemerintah 5.616 6.260 17,34 16,99 3.073 3.298 7,31 1,39 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 6.016 6.831 18,57 18,54 3.446 3.694 7,21 1,54 5. Ekspor 5.296 6.039 16,35 16,39 2.527 2.669 5,65 0,88 6. Dikurangi: Impor 4.914 5.469 15,17 14,84 2.285 2.315 1,29 0,18 PDRB 32.395 36.856 100,00 100,00 16.177 17.437 7,79 7,79 Keterangan : *) angka sementara

**) angka sangat sementara

Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 7,79 persen sebagian besar bersumber dari konsumsi rumah tangga 4,10 persen dan selanjutnya bersumber dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,54 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 1,39 persen, ekspor barang dan jasa 0,88 persen, dan impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang sebesar 0,18 persen serta bersumber dari lembaga non profit sebesar 0,07 persen.

(8)

Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 06/02/72/Th. XIV, 7 Februari 2011 8 Grafik 2

Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Pertumbuhan Menurut Penggunaan Tahun 2010

Besaran PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2010 menurut penggunaan, sebagian besar untuk konsumsi rumah tangga yaitu sebesar Rp 22,67 triliun . Komponen penggunaan lainnya meliputi lembaga non profit sebesar Rp. 0,52 triliun, konsumsi pemerintah sebesar Rp 6,26 triliun, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar Rp 6,83 triliun, transaksi ekspor sebesar Rp 6,04 triliun dan impor sebesar Rp 5,47 triliun.

Dilihat dari pola distribusi PDRB penggunaan tahun 2010, tampak bahwa konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB Sulawesi Tengah yaitu sebesar 61,52 persen; kemudian pembentukan modal tetap bruto 18,54 persen, konsumsi pemerintah 16,99 persen, ekspor 16,39 persen, dan impor 14,84 persen; serta konsumsi lembaga non profit 1,41 persen.

(9)

V. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Penggunaan Triwulan IV/2010

Pertumbuhan Ekonomi masing-masing komponen penggunaan pada triwulan IV terhadap triwulan III tahun 2010 (q to q) yang tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar 7,14 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 1,53 persen sekaligus merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi. Konsumsi pemerintah merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua yaitu sebesar 7,09 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 1,34 persen. Tingginya pertumbuhan ekonomi PMTB/investasi fisik ditunjang oleh pembangunan proyek bangunan maupun infrastruktur baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta, adapun pertumbuhan ekonomi penggunnaan konsumsi pemerintah ditunjang oleh peningkatan belanja pegawai dan belanja barang dan jasa pemerintah.

Dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y), tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pula pada komponen pembentukan modal tetap bruto yang mencapai 4,24 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 0,94 persen diikuti oleh komponen lembaga non profit sebesar 4,14 persen. Di samping itu konsumsi rumah tangga 3,86 persen, konsumsi pemerintah sebesar 2,09 persen dan laju pertumbuhan ekspor dan impor masing-masing sebesar minus 7,64 persen dan minus 24,54persen.

Tabel 5

Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan dan Sumber Pertumbuhan menurut Komponen PDRB Penggunaan 2009-2010 (Persen) Komponen Penggunaan Triw IV/2010 Terhadap Triw III/2010 (q to q) Triw IV/2010 Terhadap Triw IV/2009 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw IV/2010 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw IV/2010 (y on y) (1) (2) (3) (4) (5)

1. Konsumsi Rumah Tangga 2,28 3,86 1,29 2,17

2. Konsumsi Lembaga Non Profit 5,23 4,14 0,06 0,05

3. Konsumsi Pemerintah 7,09 2,09 1,34 0,42

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 7,14 4,24 1,53 0,94

5. Ekspor -3,75 -7,64 -0,58 -1,25

6. Dikurangi Impor -9,85 -24,54 -1,32 -3,99

(10)

10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 05/02/72/Th. XI, 7 Februari 2011 VI. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita

PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah bruto yang dihasilkan masing-masing penduduk akibat adanya aktivitas ekonomi. PDRB per kapita dihitung berdasarkan besaran PDRB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Akibat meningkatnya aktivitas ekonomi riil yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi 7,79 persen berpengaruh terhadap PDRB Perkapita Sulawesi Tengah, sementara penduduk pertengahan tahun hanya tumbuh sebesar 1,94 persen yang berarti ada kenaikan nyata sebesar 5,85 persen poin.

Pada tahun 2010 angka PDRB per-kapita diperkirakan mencapai Rp 14,00 juta (US$ 1.540,21) dengan peningkatan sebesar 11,49 persen dibandingkan dengan PDRB per-kapita tahun 2009 sebesar Rp. 12,51 juta (US$ 1.208,37).

Tabel 6

PDRB Per Kapita Sulawesi Tengah Tahun 2009 dan 2010

URAIAN 2009* 2010**

(1) (2) (3)

PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku

- Nilai (juta rupiah) 12,51 14,00

- Peningkatan (persen) 10,67 11,84

- Nilai (US$) 1.208,37 1.540,21

Catatan $ 1 = Rp 9.086,- Tahun 2010 $ 1 = Rp 10.356,- Tahun 2009

(11)

BPS PROVINSI SULAWESI TENGAH

Informasi lebih lanjut hubungi:

Syaiful Rahman, SE. MT

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulawesi Tengah

Telepon: (0451)-(483611-483612)

Referensi

Dokumen terkait

menggunakan instrumen lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik yang telah dibimbing, (2) Data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran

Fungsi untuk mencari nilai rata-rata dari suatu nilai yang berisi data angka, teks dan nilai logika. adalah nilai yang akan dicari

Dalam hal terdapat perbedaan data antara DIPA Petikan dengan database RKA-K/L-DIPA Kementerian Keuangan maka yang berlaku adalah data yang terdapat di dalam database

Ditemukan bahwa kadar gula darah saat masuk rumah sakit ≥150mg/dL (p<0,001) memiliki pengaruh yang bermakna dengan kejadian mortalitas stroke PIS non diabetik,

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul: Perlindungan Terhadap Konsumen Ban Motor Racing Sebagai Upaya Preventif Dari Bahaya

Arachis pintoi sebagai biomulsa dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman jagung manis ( Zea mays saccharata Strut.) dibandingkan dengan Calopogonium mucunoides ,

1) Subbagian Persidangan dan Risalah dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian Persidangan dan Risalah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Kasasi Demi Kepentingan Hukum terhadap semua putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari pengadilan lain selain daripada Mahkamah Agung, dapat diajukan satu