• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arus Kas bersih dari aktivitas operasi (4,661,572,342.09) (49,671,451,604.90) 45,009,879,262.81

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Arus Kas bersih dari aktivitas operasi (4,661,572,342.09) (49,671,451,604.90) 45,009,879,262.81"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

30 Juni 2002 30 Juni 2001 Mutasi

Rp Rp Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan Kas dari Pelanggan 30,032,065,949.00 22,294,632,117.00 7,737,433,832.00 Pembayaran Biaya Operasional (34,263,197,636.09) (24,793,419,276.90) (9,469,778,359.19)

Penerimaan (Pembayaran) Pajak (1,179,770,485.00) (1,133,393,886.00) (46,376,599.00)

Penerimaan Piutang Lain-Lain 23,400,000.00 68,315,000.00 (44,915,000.00)

Penerimaan Lain-Lain 1,826,541,742.00 202,103,956,983.00 (200,277,415,241.00)

Pembayaran Lain-Lain (1,100,611,912.00) (248,211,542,542.00) 247,110,930,630.00 Arus Kas bersih dari aktivitas operasi (4,661,572,342.09) (49,671,451,604.90) 45,009,879,262.81 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pembelian Tanah (586,150,000.00) (566,002,500.00) (20,147,500.00)

Pembelian Aktiva Tetap (101,368,910.30) (268,324,611.00) 166,955,700.70

Penjualan Sebagian Investasi CNMP 0.00 0.00 0.00

Penerimaan dari Investasi Sementara (17,288,616.00) 0.00 (17,288,616.00)

Penerimaan Bunga dan Jasa Giro 3,951,678,211.98 4,714,703,367.66 (763,025,155.68)

Pembayaran Biaya-Biaya Aktivitas Investasi (23,680,000.00) (448,755,973.00) 425,075,973.00 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi 3,223,190,685.68 3,431,620,283.66 (208,429,597.98)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan dari pinjaman pemegang saham 0.00 0.00 0.00

Penerimaan dari afiliasi 0.00 0.00 0.00

Pembayaran pinjaman pemegang saham 0.00 0.00 0.00

Pembayaran ke afiliasi 0.00 0.00 0.00

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 0.00 0.00 0.00 Kenaikan (Penurunan) kas dan setara kas (1,438,381,656.41) (46,239,831,321.24) 44,801,449,664.83 Kas dan setara kas pada awal periode 104,819,372,565.08 155,138,717,983.00 (50,319,345,417.92)

Pengaruh dari selisih kurs (6,422,392,188.29) 9,141,532,076.23 (15,563,924,264.52) Kas dan setara kas pada akhir periode 96,958,598,720.38 118,040,418,737.99 (21,081,820,017.61)

(2)

Selisih transaksi perubahan

Modal Tambahan ekuitas anak Jumlah ekuitas

disetor modal disetor perusahaan Defisit (defisiensi modal)

Rp Rp Rp Rp Rp

Saldo per 1 Januari 2001 527,570,796,500 35,856,666,700 214,279,790 (885,221,126,037) (321,579,383,047) Perubahan akuntansi atas biaya

emisi saham - (6,882,545,069) - - (6,882,545,069)

Saldo setelah disajikan kembali 527,570,796,500 28,974,121,631 214,279,790 (885,221,126,037) (328,461,928,116)

Rugi bersih periode berjalan - - - (166,226,984,903) (166,226,984,903)

Saldo per 30 Juni 2001 527,570,796,500 28,974,121,631 214,279,790 (1,051,448,110,940) (494,688,913,019) Saldo per 1 Januari 2002 527,570,796,500 28,974,121,631 214,279,790 (908,240,198,399) (351,481,000,478)

Laba bersih periode berjalan - - - 283,268,162,537 283,268,162,537

Saldo per 30 Juni 2002 527,570,796,500 28,974,121,631 214,279,790 (624,972,035,862) (68,212,837,941) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian

(3)

Catatan

2002

2001

Rp

Rp

AKTIVA

Kas dan setara kas

2d,3

96,958,598,720

118,040,418,738

Piutang usaha kepada pihak ketiga - setelah dikurangi

penyisihan piutang ragu-ragu

sebesar Rp 1.618.433.360 tahun 2002

dan Rp 1.018.433.360 tahun 2001

2e,4

3,828,564,804

5,063,587,178

Piutang lain-lain

1,054,992,058

205,556,052

Persediaan golf dan country club

2f

531,058,225

559,568,137

Biaya dibayar dimuka

43,092,487

133,939,325

Pajak dibayar dimuka

5

3,098,981,729

2,961,613,283

Uang muka pembelian

6,35b

31,276,900,639

30,950,806,772

Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan

istimewa

7

0

623,760,000

Investasi saham

2g

225,000,000

225,000,000

Deposito yang dijaminkan

8

209,665,035,370

192,064,815,997

Aktiva real estat

2h,9

1,649,755,576,704

1,744,607,463,577

Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan

sebesar Rp 23.555.066.294 tahun 2002 dan

Rp 20.648.140.234 tahun 2001

2i,10

154,934,021,431

156,624,765,733

Beban tangguhan

2j,11

997,275,706

4,088,014,303

Aktiva pajak tangguhan

2m,31

44,663,172,207

49,753,696,727

Aktiva lainnya

136,838,757

139,950,735

JUMLAH AKTIVA

2,197,169,108,837

2,306,042,956,557

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(4)

Catatan

2002

2001

Rp

Rp

KEWAJIBAN DAN DEFISIENSI MODAL

KEWAJIBAN

Utang usaha

731,795,072

751,433,548

Utang lain-lain

2,704,150,131

656,397,473

Utang pajak

2m,12

1,718,185,711

1,366,902,867

Biaya yang masih harus dibayar

13

233,458,519,436

195,444,105,912

Uang muka diterima

14

12,402,138,393

7,564,199,349

Kewajiban lain-lain kepada BPPN

15

1,052,231,190,835

1,448,376,486,712

Utang bank

16

265,804,799,559

338,974,799,559

Jaminan keanggotaan golf

17

15,277,150,119

15,277,150,119

Utang obligasi

18

232,154,393,200

230,463,179,596

Utang kepada pemegang saham minoritas

19

365,368,718,462

478,787,873,908

Kewajiban program manfaat karyawan

2n,20

531,638,660

-Jumlah Kewajiban

2,182,382,679,578

2,717,662,529,043

HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH

ANAK PERUSAHAAN

21

82,793,380,046

82,853,394,500

GOODWILL NEGATIF

2b

205,887,149

215,946,033

DEFISIENSI MODAL

Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham

Modal dasar - 4.000.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor

-1.055.141.593 saham

22

527,570,796,500

527,570,796,500

Tambahan modal disetor

23

28,974,121,631

28,974,121,631

Selisih transaksi perubahan ekuitas

anak perusahaan

2g,24

214,279,790

214,279,790

Defisit

(624,972,035,862)

(1,051,448,110,940)

Jumlah Defisiensi Modal

(68,212,837,941)

(494,688,913,019)

JUMLAH KEWAJIBAN DAN DEFISIENSI MODAL

2,197,169,108,837

2,306,042,956,557

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(5)

Catatan

2002

2001

Rp

Rp

PENJUALAN BERSIH DAN PENDAPATAN USAHA

2l,25

22,184,920,963

14,810,261,241

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN

LANGSUNG USAHA

2l,26

12,855,173,481

8,365,613,069

LABA KOTOR

9,329,747,482

6,444,648,172

BEBAN USAHA

Penjualan

2l,27

1,030,572,214

507,789,618

Umum dan administrasi

2l,28

9,979,672,260

9,791,183,067

Jumlah Beban Usaha

11,010,244,474

10,298,972,685

LABA (RUGI) USAHA

(1,680,496,992)

(3,854,324,513)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penghasilan bunga deposito

2l

12,075,425,538

12,287,456,040

Penghasilan bunga investasi - wesel tagih

2d,3

303,684,569

799,416,817

Penghasilan jasa giro

356,457,953

70,934,039

Keuntungan (kerugian) penjualan aktiva tetap

2i

56,479,385

(18,815,930)

Denda dan tagihan pajak

30,000,000

-Beban konsultan untuk restrukturisasi utang

(379,960,195)

(431,162,510)

Beban bunga

29

(37,864,929,650)

(43,556,558,178)

Kerugian kurs mata uang asing - bersih

2c,15,30

311,147,111,596

(332,147,756,101)

Amortisasi :

Goodwill - bersih

2b

6,641,520

2,772,546

Beban tangguhan

2j,11

(1,545,369,300)

(1,545,369,300)

Diskonto obligasi

2k,18

-

-Lain-lain - bersih

721,745,094

202,083,996,491

Penghasilan (Beban) Lain-Lain - Bersih

284,907,286,510

(162,455,086,086)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK

283,226,789,518

(166,309,410,599)

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK

2m,31

-

-LABA (RUGI) DARI AKTIVITAS NORMAL

283,226,789,518

(166,309,410,599)

POS LUAR BIASA

16,18,32

-

-LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS

LABA (RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN

283,226,789,518

(166,309,410,599)

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH

ANAK PERUSAHAAN

41,373,118

82,425,696

LABA (RUGI) BERSIH

283,268,162,636

(166,226,984,903)

LABA (RUGI) PER SAHAM - DASAR

2o,33

Rugi usaha

(1.59)

(3.65)

Laba (rugi) bersih

268.46

(157.54)

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(6)

1. U M U M

a. Pendirian dan Informasi Umum

P.T. Suryamas Dutamakmur, Tbk (Perusahaan) didirikan, berdasarkan akta No. 322 tanggal 21 September 1989 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-5896.HT.01.01.Th.90 tanggal 9 Oktober 1990, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 98 tanggal 7 Desember 1990, Tambahan No. 4968. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 121 tanggal 19 Juni 1997 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta mengenai peningkatan modal dasar dan perubahan seluruh isi anggaran dasar untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas dan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 mengenai Pasar Modal. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-7306.HT.01.04.TH.97 tanggal 29 Juli 1997. Perusahaan berdomisili di Rancamaya, Bogor, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan beralamat di World Trade Center Lt. 13, Jl. Jenderal Sudirman kav. 29-31, Jakarta.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang perdagangan umum, real estat dan bangunan pada umumnya, antara lain sebagai developer, pemborong, perencana, penyelenggara pelaksana pembuatan gedung, rumah, jalan, jembatan, landasan dan instalatir. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1993. Perusahaan saat ini berusaha di bidang real estat berupa penjualan tanah serta tanah dan rumah tinggal, pengoperasian lapangan golf, country club, hotel dan fasilitas resort lainnya di daerah Rancamaya, Bogor, Jawa Barat. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata 773 karyawan tahun 2002 dan 765 karyawan tahun 2001.

Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) Suryamas. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2002 sesuai dengan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang dinyatakan dalam akta No.78 tanggal 28 Juni 2002 dari FX. Budi Santoso Isbandi, SH., notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Yoga Soegomo

Komisaris : Piet Yap

Hano Maeloa Fifi Julia Maeloa Abdullah Alwahdi Presiden Direktur : Kenneth Lian

Direktur : Wendy Yap

Sujanto Handoko Hermina Wangsawidjaja

(7)

b. Anak Perusahaan

Perusahaan memiliki saham anak perusahaan berikut :

Tahun operasi Jumlah aktiva Jenis Usaha 2002 2001 komersial 30 Juni 2002

Rp Penyertaan langsung :

PT Saptakreasi Indah (SKI) Pendiri atau ikut menjadi 99,8% 99,8% 1994 1,408,141,105,401 pemegang saham badan

hukum lain PT Rancamaya Asri Golf and Country Club

(RAGC) Operator lapangan golf 98% 98% - 142,311,357

Penyertaan tidak langsung : Melalui SKI

PT Multiraya Sinarindo Real estat 100% 100% - 16,790,796,908 PT Permainusa Megacitra Properti 100% 100% - 17,023,419,087 PT Rancamaya Indah Hotel Perhotelan 100% 100% - 196,361,517 PT Centranusa Majupermai

(CNMP) dan anak perusahaan Pendiri atau ikut menjadi 99,8% 99,8% 1997 1,355,584,700,983 pemegang saham badan

hukum lain dan real estat

PT Inti Sarana Papan (ISP) Real estat 96,8% 96,8% - 18,546,660,563

RAGC 2,0% 2,0%

-Melalui RAGC

SKI Pendiri atau ikut menjadi 0,2% 0,2% 1994 1,408,141,105,401 pemegang saham badan

hukum lain

ISP Real estat 3,2% 3,2% - 18,546,660,563

Persentase kepemilikan

Seluruh anak perusahaan berdomisili di Jakarta. Kecuali SKI dan CNMP seluruh anak perusahaan masih dalam tahap pengembangan.

c. Penawaran Umum Efe k Perusahaan

Pada tanggal 18 September 1995, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1190/PM/1995 untuk melaksanakan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 80.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 850 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya (company listing) pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 12 Oktober 1995.

Pada tanggal 29 Nopember 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-1947/PM/1996 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 451.925.000 saham dengan harga penawaran sebesar nilai nominal Rp 500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 19 Desember 1996.

Pada tanggal 21 Mei 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-1009/PM/1997 untuk melakukan penawaran obligasi kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 300.000.000.000 pada tingkat bunga tetap atau tetap dan mengambang. Obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Juni 1997.

Pada tanggal 30 Juni 2002, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 1.055.141.593 lembar saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

(8)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

b. Prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan pemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.

Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban anak perusahaan diakui sebagai goodwill pada saat akuisisi dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama lima tahun. Selisih lebih antara bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban anak perusahaan dan biaya perolehan diakui sebagai goodwill negatif dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh tahun. Untuk tujuan pelaporan, goodwill dan goodwill negatif disajikan secara bersih. c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.

d. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

(9)

f. Persediaan

Persediaan makanan, minuman, barang dagangan dan perlengkapan golf dan country club dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama keluar pertama (First In First Out Method).

g. Investasi Investasi saham

Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan

Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.

h. Aktiva Real Estat

Aktiva real estat meliputi tanah dan bangunan yang siap dijual, tanah yang sedang dikembangkan, dan tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.

• Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah, biaya pinjaman (beban bunga dan selisih kurs) dan biaya lain yang berkenaan dengan perolehan tanah, dan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah dimulai.

• Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan biaya langsung maupun tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat, termasuk biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikontruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan atau dipindahkan ke aktiva tanah bila tanah tersebut siap dijual dengan menggunakan metode luas areal.

• Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah biaya perencanaan dan konstruksi serta biaya pinjaman dan akan dipindahkan ke aktiva tanah dan bangunan pada saat selesai dibangun dan siap dijual dengan menggunakan metode identifikasi khusus.

• Kapitalisasi biaya pinjaman berkenaan dengan pinjaman yang diterima untuk membelanjai perolehan dan pengembangan aktiva real estat, akan dihentikan pada saat aktiva tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya. Kapitalisasi tersebut dilakukan maksimum sampai nilai tercatat aktiva real estat sama besar dengan nilai realisasi bersihnya.

(10)
(11)

i. Aktiva Tetap

Aktiva tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dan nilai residu aktiva tetap sebagai berikut :

Tahun Nilai Residu (%)

Lapangan golf 30 10

Bangunan dan club house 20 – 30 10

Kendaraan 4 10

Perabotan dan peralatan 4 – 8 5

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan atau penarikan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan.

Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. j. Beban Tangguhan

Biaya-biaya sehubungan dengan pembentukan kerja sama dengan pihak asing untuk pengembangan proyek real estat anak perusahaan ditangguhkan dan diamortisasi selama lima tahun dengan menggunakan metode garis lurus.

k. Biaya Emisi Saham dan Obligasi Konversi

Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak disusutkan.

Biaya emisi obligasi langsung dikurangi dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi netto obligasi tersebut. Selisih antara hasil emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan metode garis lurus.

(12)

l. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan penjualan kapling tanah tanpa bangunan, diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method) pada saat pengikatan jual beli apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :

• Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;

• Harga jual akan tertagih;

• Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi dimasa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli;

• Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kapling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kapling tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau yang menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

• Hanya kapling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kapling tanah tersebut.

Pendapatan penjualan bangunan rumah tinggal dan rumah toko (ruko) beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi :

• Proses penjualan telah selesai;

• Harga jual akan tertagih, yaitu jumlah yang telah dibayar sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual;

• Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi dimasa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan

• Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang muka diterima dan dicatat dengan deposit method sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.

Beban pokok penjualan tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan tanah yang telah dikeluarkan dan taksiran kewajiban biaya pengembangan tanah serta lingkungan. Selisih taksiran biaya pengembangan tanah dengan realisasinya dihitung dan dibebankan pada beban pokok penjualan tanah pada saat setiap phase pengembangan tanah dinyatakan selesai. Beban pokok penjualan rumah tinggal dan ruko dinyatakan sebesar biaya perolehan rumah tinggal dan ruko yang sudah jadi untuk tiap unit yang terjual.

(13)

Fee keanggotaan Golf

Keanggotaan Refundable Non Refundable Periode

Founder 90% 10% 1993 - 1995

Gold Chartered 50% 50% 1995 - 1996

Chartered - 100% 1996 - Sekarang

Refundable deposit akan dikembalikan setelah 30 tahun senilai ekuivalen Rupiah pada saat penerimaan uang keanggotaan tersebut. Perusahaan mengakui non refundable deposit sebagai pendapatan pada saat fee yang diterima telah mencapai 10% dari keseluruhan fee keanggotaan golf.

Perusahaan mengakui pendapatan dari operasi lapangan golf, country club dan fasilitas resort lainnya pada saat barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.

Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (basis akrual).

m. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.

n. Program Manfaat Karyawan

Perusahaan membukukan program manfaat karyawan yang diatur dalam Kepmenaker 150/2000. Kewajiban atas masa kerja lalu diestimasi dengan menggunakan metode Projected Unit Credit Method berdasarkan asumsi aktuaria jangka panjang. Kewajiban transisi yang timbul diakui secara bertahap dan sistematis dengan metode garis lurus selama 5 tahun.

o. Laba (rugi) Per Saham

Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

(14)

3. KAS DAN SETARA KAS 2002 2001 Rp Rp Kas 27,150,000 25,150,000 Bank Rupiah

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) 1,290,019,056 2,279,989,560

PT Bank Buana Indonesia 7,083,534

-PT Panin 1,509,297,305

-The Sanwa Bank Indonesia (Sanwa) 2,227,660 2,299,660

PT Bank Danamon Tbk (Danamon) 1,263,608,975 144,634,383

NISP 292,399,698 0

Dollar Amerika Serikat

BII 166,325,008 5,108,532 Sanwa 4,058,577 5,511,563 Deposito berjangka Rupiah Danamon 48,236,829,604 33,474,123,656 Citibank 516,001,801 -NISP 45,000,000 -BII 10,000,000 291,555,258 Universal 9,000,000,000 29,930,360,270

Dollar Amerika Serikat

BII - 237,191,469

Wesel tagih dalam Dollar Amerika Serikat pada

Morgan Stanley & Co 34,588,597,502 51,644,494,387

Jumlah 96,958,598,720 118,040,418,738

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun

Dollar Amerika Serikat 3,76% - 5,03% 6,17% - 6,73%

Rupiah 14% - 17,87% 12,5% - 15,49%

Tingkat bunga wesel tagih per tahun 1,60% - 5,75% 1,60% - 5,75%

Perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada BII, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, transaksi ini dilakukan dengan tingkat bunga dan kondisi yang sama seperti dilakukan

(15)

4. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

2002 2001

Rp Rp

a. Berdasarkan kegiatan usaha :

Pendapatan golf dan country club 3,304,907,291 2,212,641,483

Penjualan tanah 1,561,916,445 3,430,998,173

Pendapatan estat manajemen 580,174,428 438,380,882

Jumlah 5,446,998,164 6,082,020,538

Penyisihan piutang ragu-ragu (1,618,433,360) (1,018,433,360)

Jumlah - Bersih 3,828,564,804 5,063,587,178

2002 2001

Rp Rp

b. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu

Saldo awal (1,318,433,360) (718,433,360)

Penambahan (300,000,000) (300,000,000)

Penghapusan piutang -

-Saldo akhir (1,618,433,360) (1,018,433,360)

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang dan tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.

5. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

2002 2001

Rp Rp

Pajak Penghasilan pasal 25 1,385,459,149 1,385,459,149

Pajak Pertambahan Nilai 1,713,522,580 1,576,154,134

Jumlah 3,098,981,729 2,961,613,283

(16)

2002 2001 Rp Rp Tanah di Kuningan 15,895,088,629 15,895,088,629 Tanah di Bekasi 15,312,812,010 14,992,718,143 Tanah di Cibubur 63,000,000 63,000,000 Lain-lain 6,000,000 -Jumlah 31,276,900,639 30,950,806,772

Pembelian tanah di daerah Kuningan, Jakarta, dilakukan oleh PT Permainusa Megacitra, anak perusahaan, untuk tanah seluas satu hektar (Catatan 35b).

Pembelian tanah di daerah Bekasi, Jawa Barat, dilakukan oleh PT Centranusa Majupermai, anak perusahaan, untuk tanah seluas 14,3 hektar.

7. PIUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Akun ini merupakan uang muka dinas dan piutang tanpa bunga dan jaminan kepada direksi dan karyawan Perusahaan.

8. DEPOSITO YANG DIJAMINKAN

Perusahaan menempatkan deposito dengan jangka waktu satu bulan pada PT Bank BIRA yang dijadikan jaminan pembayaran kewajiban kepada PT Bank BIRA (Catatan 15a). Pada tanggal 13 Maret 1999 PT Bank BIRA dinyatakan sebagai Bank Beku Operasi, sehingga penyelesaian piutang dan kewajiban kepada PT Bank BIRA diserahkan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Perusahaan mendapatkan konfirmasi dari Tim Pengelola Sementara PT Bank BIRA sehubungan dengan jumlah pokok dan bunga deposito pada tanggal 14 Maret 1999 sebesar Rp 143.737.426.123. Setelah itu, Perusahaan tidak lagi memperoleh informas i mengenai jumlah dan tingkat bunga deposito yang ditempatkan. Perusahaan menghitung bunga deposito yang akan diterima sebesar Rp 16.851.356.077 untuk tahun 2001 dan Rp 16.438.993.833 untuk tahun 2000 masing-masing dengan tingkat bunga 11% per tahun serta Rp 23.716.357.361 untuk periode 15 Maret 1999 sampai dengan 31 Desember 1999 dengan tingkat bunga 12,25% - 41% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 jumlah deposito dan bunga yang dicatat Perusahaan masing-masing sebesar Rp 209.665.035.370 dan Rp 192.064.815.997. Manajemen bermaksud untuk memperhitungkan deposito yang dijaminkan sebagai pengurang kewajiban Perusahaan kepada BPPN (Catatan 15a). Saat ini restrukturisasi utang masih dalam proses dan manajemen berkeyakinan tidak akan terdapat perbedaan signifikan antara bunga yang dicatat Perusahaan dengan jumlah bunga yang akan diperhitungkan oleh BPPN.

(17)

2002 2001

Rp Rp

Tanah dan bangunan

Tanah - Rancamaya phase I 56,982,136,796 57,009,654,600

Tanah - Rancamaya phase II 174,655,284,044 173,226,612,189

Rumah tinggal dan ruko 27,279,995,867 19,414,883,261

Juniper Forest 19,394,969,524 18,286,789,064

Tanah - Commercial centre 8,715,798,206 9,129,611,731

Jumlah 287,028,184,437 277,067,550,845

Tanah yang sedang dikembangkan

Rancamaya Phase III 228,225,693,525 225,831,804,725

Tanah yang belum dikembangkan

Tanah di Bekasi 949,522,847,525 1,059,600,129,442

Tanah di Rancamaya 168,242,737,858 35,044,792,698

Tanah di Cibubur 16,736,113,359 147,063,185,867

Jumlah 1,134,501,698,742 1,241,708,108,007

Jumlah 1,649,755,576,704 1,744,607,463,575

Pada tanggal 30 Juni 2002 tanah Phase I seluas 11,7 hektar, tanah Phase II seluas 44,8 hektar dan Commercial centre 1,89 hektar.

Pada tanggal 30 Juni 2002 tanah yang sedang dikembangkan Phase III seluas 43,27 hektar. Tanah di daerah Bekasi, Jawa Barat merupakan tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki oleh PT Centranusa Majupermai dan anak perusahaan yang akan dikembangkan untuk proyek real estat dengan ijin pembebasan seluas kurang lebih 1.050 hektar. Pada tanggal 30 Juni 2002 tanah yang telah dibebaskan seluas 566,65 hektar.

Tanah di daerah Rancamaya, Jawa Barat merupakan tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki oleh Perusahaan dan PT Inti Sarana Papan yang akan dikembangkan untuk proyek real estat dengan ijin pembebasan seluas kurang lebih 330 hektar. Pada tanggal 30 Juni 2002 tanah yang telah dibebaskan seluas 70,81 hektar.

Tanah di daerah Cibubur, Jawa Barat merupakan tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki oleh PT Multiraya Sinarindo. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2002 tanah yang telah dibebaskan seluas 11,16 hektar.

Manajemen berpendapat bahwa nilai aktiva real estat tidak melebihi nilai realisasi bersihnya. Tanah dan tanah yang sedang dikembangkan seluas 344.280 meter persegi dijadikan jaminan atas utang bank (Catatan 16).

(18)

1 Januari 2002 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2002 Rp Rp Rp Rp Biaya perolehan : Tanah 102,871,440,237 3,607,855,469 3,607,855,469 102,871,440,237 Lapangan golf 34,317,059,606 - - 34,317,059,606 Club house 21,504,456,281 - - 21,504,456,281 Bangunan 2,422,867,412 579,892,227 575,532,227 2,422,867,412 Kendaraan 5,544,556,376 2,769,149 66,600,000 5,480,725,525 Perabotan dan peralatan

Kantor 5,195,747,271 110,498,525 3,212,300 5,303,033,496 Golf dan country club 6,470,563,814 112,469,106 - 6,583,032,920 Aktiva dalam penyelesaian

Woodball 2,112,243 - - 2,112,243 Bangunan - - - -Jumlah 178,328,803,240 4,413,484,476 4,253,199,996 178,489,087,720 Akumulasi penyusutan : Lapangan golf 6,063,891,656 428,963,245 171,585,298 6,321,269,603 Club house 3,857,811,563 318,191,673 76,272,729 4,099,730,507 Bangunan 367,064,889 186,452,596 116,294,960 437,222,525 Kendaraan 4,548,876,375 91,784,095 67,847,625 4,572,812,845 Perabotan dan peralatan

Kantor 3,808,443,485 185,555,941 5,204,495 3,988,794,931 Golf dan country club 3,943,332,859 247,728,541 55,825,517 4,135,235,883 Jumlah 22,589,420,827 1,458,676,091 493,030,624 23,555,066,294

Jumlah Tercatat 155,739,382,413 154,934,021,431

1 Januari 2001 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2001

Rp Rp Rp Rp Biaya perolehan : Tanah 102,871,440,237 - - 102,871,440,237 Lapangan golf 34,317,059,606 - - 34,317,059,606 Club house 13,318,812,543 - - 13,318,812,543 Bangunan 10,525,173,546 - 45,215,265 10,479,958,281 Kendaraan 5,284,033,516 - 2,500,000 5,281,533,516

Perabotan dan peralatan

Kantor 4,396,513,383 297,970,406 - 4,694,483,789

Golf dan country club 6,047,244,609 162,088,565 - 6,209,333,174 Aktiva dalam penyelesaian

Areal komersial - - - -Bangunan 94,168,310 6,116,512 - 100,284,822 Jumlah 176,854,445,750 466,175,483 47,715,265 177,272,905,968 Akumulasi penyusutan : Lapangan golf 4,656,616,102 514,755,894 - 5,171,371,996 Club house 3,334,385,568 317,169,570 - 3,651,555,138 Bangunan 217,123,322 62,522,698 14,099,335 265,546,685 Kendaraan 4,549,664,537 244,105,419 2,500,000 4,791,269,856

Perabotan dan peralatan

Kantor 3,529,320,080 148,640,398 - 3,677,960,478

Golf dan country club 2,846,648,019 243,788,062 - 3,090,436,081

(19)

Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di proyek Rancamaya dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2014 sampai 2029. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.

Aktiva tetap berupa bangunan, club house dan kendaraan diasuransikan untuk risiko kerusakan, kehilangan, kebakaran dan bencana alam kepada PT Asuransi Sinar Mas, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 57.619.500.000 dan US$ 920.000 pada tanggal 30 Juni 2002 dan Rp 40.172.000.000 tanggal 30 Juni 2001. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang diasuransikan.

11. BEBAN TANGGUHAN

2002 2001

Rp Rp

Pembentukan kerja sama dengan pihak asing 15,453,693,000 15,453,693,000

Akumulasi amortisasi (14,456,417,294) (11,365,678,697)

Bersih 997,275,706 4,088,014,303

Beban amortisasi untuk tahun 2002 dan 2001 masing-masing sebesar Rp 3.090.738.596 dan Rp 3.090.738.604.

12. UTANG PAJAK

2002 2001

Rp Rp

Pajak kini (Catatan 31) -

-Pajak penghasilan :

Pasal 21 180,793,979 214,265,030

Pasal 23 37,933,728 33,982,999

Pajak Pertambahan Nilai 1,457,934,500 1,053,924,472

Pajak Pembangunan I 39,401,872 64,015,341

Pajak Lainnya 2,121,632 715,957

Jumlah 1,718,185,711 1,366,902,867

13. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

2002 2001

Rp Rp

Bunga dan provisi

Dalam Dollar Amerika Serikat US$ 10.185.750 tahun 2002 dan

US$ 7.722.000 tahun 2001 88,921,597,500 88,339,680,000

Dalam Rupiah 144,040,960,592 106,504,527,059

Gaji dan bonus 40,000,000 218,253,114

Lain-lain 455,961,344 381,645,739

Jumlah 233,458,519,436 195,444,105,912

(20)

2002 2001

Rp Rp

Penjualan tanah dan rumah tinggal 11,019,221,779 6,374,910,711

Keanggotaan golf - non refundable deposit 1,382,916,614 1,189,288,638

Jumlah 12,402,138,393 7,564,199,349

15. KEWAJIBAN LAIN-LAIN KEPADA BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (BPPN)

2002 2001

Rp Rp

Eks PT Bank BIRA 745,564,690,835 1,006,209,986,712

Eks PT Bank Niaga Tbk 306,666,500,000 442,166,500,000

Jumlah 1,052,231,190,835 1,448,376,486,712

a. Kewajiban kepada PT Bank BIRA (Bank Beku Operasi)

Pada tanggal 25 Juni 1997 Perusahaan menandatangani perjanjian transaksi pertukaran mata uang (cross currency swap) untuk jangka waktu dua dan lima tahun dengan PT Bank BIRA berkaitan dengan dana yang diterima dari penerbitan obligasi sebesar Rp 300.000.000.000. Untuk transaksi yang berjangka waktu dua tahun, pada tanggal 11 Juni 1999 Perusahaan akan menyerahkan US$ 87.654.321 dan akan menerima Rp 213.000.000.000. Pada tanggal 15 Desember 1997 Perusahaan telah menutup sebagian transaksi ini, sehingga pada tanggal 11 Juni 1999 Perusahaan mempunyai kewajiban untuk menyerahkan US$ 47.654.321 beserta bunga sebesar US$ 6.581.895,68 dan Rp 9.810.888.888 serta akan menerima Rp 31.000.000.000. Untuk transaksi berjangka waktu lima tahun, pada tanggal 11 Juni 2002 Perusahaan akan menyerahkan US$ 35.802.469 dan akan menerima Rp 87.000.000.000. Untuk kewajiban dalam US Dollar Perusahaan dikenakan bunga sebesar 9,2%, sedangkan untuk aktiva dalam Rupiah Perusahaan memperoleh bunga sebesar 16,125% per tahun yang dibayarkan/diterima setiap tiga bulan (interest rate swap). Sejak bulan Oktober 1998 Perusahaan dan PT Bank BIRA tidak lagi melakukan pembayaran/menerima bunga.

Pada tanggal 13 Maret 1999 PT Bank BIRA dinyatakan sebagai Bank Beku Operasi sehingga penyelesaian piutang dan kewajiban kepada PT Bank BIRA diserahkan kepada BPPN. Pada tanggal 11 Juni 1999 Perusahaan tidak melakukan penyelesaian atas kewajiban transaksi yang jatuh tempo sebesar US$ 47.654.321 berikut bunga sebesar US$ 6.581.895,68 dan Rp 9.810.888.888. Hal-hal tersebut menyebabkan transaksi cross currency and interest rate swap di atas tidak memenuhi syarat untuk dikelompokkan sebagai transaksi derivatif sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. 55 mengenai Transaksi Derivatif dan Lindung Nilai yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2001. Oleh sebab itu Perusahaan tidak menyesuaikan nilai buku kewajiban dari transaksi di atas dengan nilai wajarnya (nilai sekarang arus kas).

b. Kewajiban kepada PT Bank Niaga Tbk (Bank Dalam Rekapitalisasi)

Pada tanggal 15 Juli 1997, Perusahaan menandatangani perjanjian Foreign Exchange Facility No. 631/CBG/Jkt/97 dan perjanjian Cross Currency Interest Rate Swap No. 630/CBG/Jkt/97 dengan PT Bank Niaga, Tbk (BN). Pada pasal satu dari kedua perjanjian di atas disebutkan

(21)

Rp 129.833.500.000. Perjanjian Foreign Exchange Facility tersebut kemudian diubah dengan Amandement to the Foreign Exchange Facility Agreement No. 441/CBG/Jkt/97 pada tanggal 26 Januari 1998 sehingga jumlah pokok keseluruhan dari sebelumnya US$ 100.000.000 diubah menjadi US$ 50.000.000.

Pada tanggal 23 Juli 1998 Perusahaan menggugat keabsahan dan mengajukan tuntutan perdata untuk membatalkan kedua perjanjian di atas termasuk foreign exchange confirmation dan menuntut agar BN membayar ganti rugi sebesar Rp 580.186.500.000. Pada tanggal 14 Desember 1998 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan surat keputusan No. 297/Pdt.G/1998/PN.Jaksel yang dikuatkan oleh keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 123/PDT/1999/PT.DKI tanggal 12 April 1999 menyatakan kedua perjanjian tersebut di atas dan seluruh turutannya tidak berlaku dan mengharuskan BN membayar ganti rugi tunai sebesar Rp 290.083.250.000 beserta bunga 6% per tahun yang dihitung sejak tanggal perkara diajukan. Sehubungan dengan keputusan tersebut, BN mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan pada tanggal 17 Desember 1999 dengan Surat Keputusan No. 2461 K/pdt/1999 MA mengabulkan permohonan dari BN kemudian MA membatalkan keputusan pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi sebelumnya yang telah memenangkan gugatan Perusahaan terhadap BN.

BN juga mengajukan gugatan balik terhadap Perusahaan, dan pada tanggal 21 September 1999 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Surat Keputusan No. 438/Pdt.G/1998/PN.Jaksel menyatakan gugatan BN terhadap Perusahaan tidak dapat diterima. Atas keputusan tersebut BN tidak mengajukan banding maupun kasasi.

Dengan keluarnya keputusan MA di atas, Perusahaan mengakui adanya kewajiban dalam valuta asing terhadap BN dan merencanakan akan melakukan penyelesaian atas kewajiban ini dalam rangka restrukturisasi utang dengan para krediturnya, khususnya BPPN sebagai pihak yang mengambil alih permasalahan diatas sehubungan dengan rekapitalisasi BN.

Perusahaan berkeyakinan bahwa ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman/transaksi awal masih berlaku dan menggunakannya untuk menghitung dan mencatat bunga terutang, sementara BPPN menggunakan parameter tersendiri untuk menghitung besarnya kewajiban bunga dan denda. Perusahaan sedang melakukan upaya restrukturisasi utang secara menyeluruh termasuk kewajiban Perusahaan kepada BPPN (Catatan 37). Jumlah kewajiban kepada BPPN masih dapat berubah, menunggu selesainya perjanjian restrukturisasi utang.

16. UTANG BANK

2002 2001

Rp Rp

Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

Dalam Dollar Amerika Serikat

Medium Term Notes yang dikoordinir

PT Bank BIRA, US$ 27.000.000 235,710,000,000 308,880,000,000

Utang jangka panjang Dalam Rupiah

PT Bank Tiara Asia, Tbk 30,094,799,559 30,094,799,559

(22)

Pada tanggal 13 Mei 1997 Perusahaan memperoleh pinjaman dalam bentuk Medium Term Notes (MTN) sebesar maksimum US$ 40.000.000 dari beberapa bank swasta nasional dan asing yang dikoordinir oleh PT Bank BIRA sebagai agen. Jangka waktu MTN selama tiga tahun, tingkat bunga 9% per tahun dan dibayar setiap enam bulan. Para pemegang notes dapat menggunakan put option untuk meminta pelunasan pokok pinjaman beserta bunganya. Pinjaman ini dijamin dengan tanah Hak Guna Bangunan seluas 344.280 meter persegi di lokasi proyek Rancamaya, Bogor, Jawa Barat (Catatan 9).

Pada tanggal 11 Januari 2001, Perusahaan melakukan pembelian kembali utang MTN dari sebagian pemegang notes. Jumlah pokok notes yang dibeli kembali adalah US$ 13.000.000 berikut bunga terutang sebesar US$ 3.129.750. Keuntungan dari pembelian kembali MTN ekuivalen dengan Rp 126.327.903.750 dicatat sebagai pos luar biasa (Catatan 32).

Pinjaman dari PT Bank Tiara Asia, Tbk yang diperoleh pada tanggal 17 Desember 1997 jatuh tempo pada tanggal 15 April 2006 dengan masa tenggang selama 2 tahun. Tingkat bunga 8% per tahun sampai dengan tahun 1999 dan meningkat 1% per tahun untuk setiap tahun-tahun selanjutnya.

Dalam rangka restrukturisasi pinjaman, sejak bulan Oktober 1998 Perusahaan menghentikan pembayaran bunga pinjaman (Catatan 37).

Pokok pinjaman yang sudah jatuh tempo namun belum dibayar adalah sebesar US$ 27.000.000 pada tanggal 30 Juni 2002. Bunga yang sudah jatuh tempo namun belum dibayar pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 masing-masing sebesar US$ 10.185.750 serta Rp 9.880.402.678 dan US$ 7.722.000 serta Rp 6.678.853.727.

PT Bank BIRA merupakan salah satu bank yang dibekukan operasinya dan PT Bank Tiara Asia, Tbk merupakan salah satu bank yang diambil alih oleh pemerintah, sehingga selanjutnya restrukturisasi pinjaman dilakukan dengan BPPN.

(23)

Perusahaan berkeyakinan bahwa ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman/transaksi awal masih berlaku dan menggunakannya untuk menghitung dan mencatat bunga terutang, sementara BPPN menggunakan parameter tersendiri untuk menghitung besarnya kewajiban bunga dan denda. Perusahaan sedang melakukan upaya restrukturisasi utang secara menyeluruh termasuk kewajiban Perusahaan kepada BPPN (Catatan 37). Jumlah kewajiban kepada BPPN masih dapat berubah, menunggu selesainya perjanjian restrukturisasi utang.

17. JAMINAN KEANGGOTAAN GOLF

Akun ini merupakan uang jaminan keanggotaan golf - refundable deposit yang akan dikembalikan kepada anggota setelah 30 tahun.

18. UTANG OBLIGASI

2002 2001

Rp Rp

Obligasi PT Suryamas Dutamakmur I

Seri A 69,000,000,000 69,000,000,000

Seri B 164,000,000,000 164,000,000,000

Diskonto yang belum diamortisasi (845,606,800) (2,536,820,404)

Jumlah 232,154,393,200 230,463,179,596

Pada tanggal 11 Juni 1997 Perusahaan menerbitkan obligasi PT Suryamas Dutamakmur I tahun 1997 dengan wali amanat PT Bank Niaga, Tbk yang akan jatuh tempo seluruhnya pada tanggal 11 Juni 2002. Obligasi ini tidak dijamin dengan aktiva tertentu milik Perusahaan dan dibagi dalam dua seri. Obligasi Seri A mempunyai tingkat bunga tetap sebesar 16,125% per tahun dan obligasi seri B mempunyai tingkat bunga tetap sebesar 15,75% per tahun untuk dua tahun pertama dan tingkat bunga mengambang 2,25% di atas tingkat bunga rata-rata deposito Rupiah berjangka enam bulan dari tiga bank pemerintah dan tiga bank swasta nasional untuk tiga tahun berikutnya. Bunga dibayarkan setiap tiga bulan.

Perusahaan diwajibkan untuk menyisihkan dana pelunasan utang obligasi selambat-lambatnya sebesar 10% pada akhir tahun kedua, 20% pada akhir tahun ketiga, 60% pada akhir tahun keempat dan 100% pada akhir tahun kelima. Perusahaan diharuskan untuk memenuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam perjanjian utang obligasi.

Dalam rangka restrukturisasi pinjaman, sejak bulan Oktober 1998 Perusahaan menghentikan pembayaran bunga obligasi dan sejak tahun 1999 Perusahaan tidak membentuk penyisihan dana pelunasan obligasi (Catatan 37). Bunga yang sudah jatuh tempo namun belum dibayar sampai dengan tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 masing-masing sebesar Rp 134.160.557.914 dan Rp 99.825.673.332.

Perusahaan bersama wali amanat telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada tanggal 27 Juni 2002 dengan agenda utama antara lain untuk membicarakan mengenai perkembangan Restrukturisasi Obligasi dan Penyelesaian Jumlah Utang.

RUPO tersebut diatas menghasilkan keputusan sesuai dengan Risalah Rapat No.77 tanggal 27 Juni 2002 dari FX.Budi Santoso Isbandi, SH., notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:

• Memperpanjang persetujuan prinsip restrukturisasi Obligasi sampai dengan selambat-lambatnya tanggal 27 Oktober 2002, dan selambat-selambat-lambatnya pada tanggal tersebut Term

(24)

Sheet Restrukturisasi Obligasi telah di distribusikan kepada para Pemegang Obligasi untuk dipelajari;

• Menyelenggarakan RUPO berikutnya selambat-lambatnya pada tanggal 27 Nopember 2002 untuk meminta persetujuan atas Term Sheet Restrukturisasi Obligasi dan/atau menetapkan langkah-langkah selanjutnya;

• Menunda pelaksanaan upaya hukum sesuai dengan keputusan RUPO tanggal 10 September 1999 yang mewajibkan Emiten melunasi seluruh kewajiban yang terhutang (jumlah terhutang) termasuk namun tidak terbatas pada Bunga, Denda Bunga dan Pokok Obligasi sampai dengan selambat-lambatnya pada tanggal RUPO berikutnya yaitu selambat-lambatnya tanggal 27 Nopember 2002.

Pada tanggal 12 Januari 2001, Perusahaan melakukan pembelian kembali sebagian utang obligasi seri A dan B dari sebagian pemegang obligasi. Jumlah pokok utang obligasi yang dibeli kembali adalah sebesar Rp 67.000.000.000 berikut bunga terutang sebesar Rp 23.784.011.113. Keuntungan dari pembelian utang obligasi adalah sebesar Rp 74.104.011.113 dicatat sebagai pos luar biasa (Catatan 32).

19. UTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM MINORITAS ANAK PERUSAHAAN

2002 2001

Rp Rp

Nissho Iwai Corporation,

US$ 21.096.043,44 184,168,459,231 241,338,736,954

Samsung Corporation,

US$ 20.756.043,44 181,200,259,231 237,449,136,954

Jumlah 365,368,718,462 478,787,873,908

Akun ini merupakan pinjaman tanpa bunga dan jaminan dari pemegang saham minoritas anak perusahaan yang akan mulai dibayar pada bulan Juni 2004 (Catatan 35c).

20. PROGRA M MANFAAT KARYAWAN

Perusahaan menghitung program manfaat karyawan sesuai Kepmenaker 150/2000 tanggal 20 Juni 2000. Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program manfaat karyawan tersebut. Pada tahun 2001, jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah sebanyak 798 karyawan.

Besarnya kewajiban dan beban yang timbul sehubungan dengan program manfaat karyawan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Rekonsiliasi kewajiban yang diakui di neraca adalah sebagai berikut :

2002 Rp

Nilai sekarang kewajiban masa lalu 2,658,193,302

Nilai wajar aktiva program manfaat karyawan

-Kewajiban transisi 2,658,193,302

(25)

b. Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui di laporan laba rugi

2002 Rp

Beban jasa kini

-Beban bunga

-Amortisasi (keuntungan) kerugian aktuarial

-Biaya jasa lalu

-Amortisasi beban manfaat karyawan 531,638,660

Jumlah beban manfaat karyawan 531,638,660

c. Rekonsiliasi perubahan pada kewajiban yang diakui di neraca

2002 Rp

Kewajiban awal tahun

-Beban manfaat karyawan yang diakui pada tahun berjalan 531,638,660

Kewajiban akhir tahun 531,638,660

Nilai sekarang kewajiban masa lalu dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan asumsi aktuaris sebagai berikut :

2002

Tingkat diskonto 12%

Tingkat proyeksi kenaikan gaji 12,5% - 15%

21. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2002 Modal yang Akumulasi Bagian

Diinvestasikan Rugi Hak Minoritas

Rp Rp Rp

Nissho Iwai Corporation 41,796,000,000 (406,809,977) 41,389,190,023

Samsung Corporation 41,796,000,000 (406,809,977) 41,389,190,023

PT Karyalanggeng Erasukses 15,000,000 - 15,000,000

Jumlah 83,607,000,000 (813,619,954) 82,793,380,046

2001 Modal yang Akumulasi Bagian

Diinvestasikan Rugi Hak Minoritas

Rp Rp Rp

Nissho Iwai Corporation 41,796,000,000 (376,802,750) 41,419,197,250

Samsung Corporation 41,796,000,000 (376,802,750) 41,419,197,250

PT Karyalanggeng Erasukses 15,000,000 - 15,000,000

(26)

Nissho Iwai Corporation dan Samsung Corporation adalah pemegang saham minoritas masing-masing sebesar 20% atas anak perusahaan PT Centranusa Majupermai. PT Karyalanggeng Erasukses merupakan pemegang saham sebesar 0,2% atas PT Centranusa Majupermai.

22. MODAL SAHAM

Komposisi pemegang saham sesuai daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut :

2002

Jumlah Persentase Jumlah

Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor

Rp Pendiri :

PT Suryapembangunan Utama 537,790,490 50.969% 268,895,245,000

PT Niaganusa Indomakmur 143,003,000 13.553% 71,501,500,000

PT Cipta Eramandiri 14,754,250 1.398% 7,377,125,000

PT Nusa Bintang Kirana 14,754,250 1.398% 7,377,125,000

PT Pertiwi Adyasentosa 9,534,000 0.904% 4,767,000,000

Direktur

Putra Jaija 5,125 0.001% 2,562,500

Publik :

Clariden Bank Zurich 117,449,589 11.131% 58,724,794,500

PT Amantara Securities 106,884,615 10.130% 53,442,307,500

Lain-lain (masing-masing

di bawah 5%) 110,966,274 10.516% 55,483,137,000

Jumlah 1,055,141,593 100.00% 527,570,796,500

2001

Jumlah Persentase Jumlah

Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor

Rp Pendiri :

PT Suryapembangunan Utama 537,790,490 50.969% 268,895,245,000

PT Niaganusa Indomakmur 143,003,000 13.553% 71,501,500,000

PT Cipta Eramandiri 14,754,250 1.398% 7,377,125,000

PT Nusa Bintang Kirana 14,754,250 1.398% 7,377,125,000

PT Pertiwi Adyasentosa 9,322,500 0.884% 4,661,250,000

Direktur

Putra Jaija 55,625 0.005% 27,812,500

Publik :

Clariden Bank Zurich 120,049,089 11.378% 60,024,544,500

Lain-lain (masig-masing

di bawah 5%) 215,412,389 20.415% 107,706,194,500

Jumlah 1,055,141,593 100.00% 527,570,796,500

Pada tanggal 19 Desember 1996 Perusahaan mencatatkan 451.925.000 saham hasil pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu. Pada setiap 15 lembar saham hasil pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu melekat tiga waran yang dibagikan secara cuma-cuma. Setiap waran dapat ditukarkan dengan satu saham dengan harga nominal Rp 500 per lembar saham. Bukti waran dapat diperdagangkan mulai tanggal 19 Desember 1996 sampai 18 Desember 2001. Jangka waktu pelaksanaan waran mulai tanggal 19 Juni 1997 sampai 18 Desember 2001.

(27)

23. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Agio Saham Biaya Emisi Jumlah

Rp Rp Rp

Pengeluaran 80.000.000 saham melalui penawaran umum kepada masyarakat

tahun 1995 28,000,000,000 (5,475,795,298) 22,524,204,702

Konversi obligasi konversi menjadi

78.566.667 saham tahun 1996 7,856,666,700 - 7,856,666,700

Pengeluaran 451.925.000 saham melalui

penawaran umum terbatas tahun 1997 - (1,406,749,771) (1,406,749,771)

Saldo per 30 Juni 2002 35,856,666,700 (6,882,545,069) 28,974,121,631

24. SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN

Transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan disebabkan oleh peningkatan modal disetor anak perusahaan PT Centranusa Majupermai (CNMP) yang diambil bagian oleh CNMP, Samsung Corporation dan Nissho Iwai Corporation sehingga komposisi pemilikan setelah peningkatan modal disetor menjadi 60% CNMP, 20% Samsung Corporation dan 20% Nissho Iwai Corporation (Catatan 35c). Dengan transaksi peningkatan modal ini kepem ilikan CNMP atas anak perusahaan turun dari 100% menjadi 60%. Selisih antara ekuitas anak perusahaan yang menjadi bagian CNMP sebelum dan sesudah transaksi peningkatan modal sebesar Rp 214.279.790 dicatat sebagai selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan.

25. PENJUALAN BERSIH DAN PENDAPATAN USAHA

2002 2001

Rp Rp

Pihak ketiga :

Penjualan tanah 5,323,857,408 3,364,616,490

Penjualan tanah dan rumah tinggal 3,941,968,769 1,329,321,902

Pendapatan keanggotaan golf 4,747,941,044 3,101,513,132

Pendapatan operasi golf, country

club dan estat manajemen 8,171,153,742 7,014,809,717

Jumlah 22,184,920,963 14,810,261,241

26. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG USAHA

2002 2001

Rp Rp

Penjualan tanah 1,652,549,597 856,330,785

Penjualan tanah dan rumah tinggal 2,686,733,006 918,398,455

Beban langsung golf, country

club dan estat manajemen 8,515,890,878 6,590,883,829

(28)
(29)

27. BEBAN PENJUALAN

2002 2001

Rp Rp

Iklan, promosi dan gaji 483,997,845 270,869,923

Pemeliharaan lingkungan 62,035,410 109,994,801

Perjamuan dan sumbangan 0 12,562,700

Perjalanan dinas dan transportasi 0 1,420,400

Lain-lain 484,538,959 112,941,794

Jumlah 1,030,572,214 507,789,618

28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

2002 2001

Rp Rp

Gaji, upah dan bonus 5,984,744,422 4,619,145,611

Penyusutan 985,043,911 1,480,283,397

Perjamuan dan sumbangan 194,796,703 539,001,147

Pemeliharaan gedung, kendaraan

inventaris kantor dan keamanan 493,828,413 581,817,266

Perjalanan dinas dan transportasi 209,076,570 588,190,603

Konsultan 470,554,475 503,480,630

Penyisihan piutang ragu-ragu 300,000,000 255,319,429

Sewa kantor dan rumah 211,838,690 228,439,180

Listrik, air dan telepon 228,961,810 272,511,617

Manfaat karyawan -

-Perlengkapan kantor 174,935,722 131,847,663

Perijinan 73,348,569 107,712,410

Asuransi 39,501,676 22,913,333

Pendidikan, latihan dan seragam 62,677,500 45,279,915

Lain-lain 550,363,799 415,240,866

Jumlah 9,979,672,260 9,791,183,067

29. BEBA N BUNGA

2002 2001

Rp Rp

BPPN (eks Bank BIRA) (Catatan 15a) 19,765,836,703 24,579,848,310

Utang obligasi (Catatan 18) 16,498,318,471 17,622,443,888

Utang bank 1,600,774,476 1,354,265,980

(30)

30. KERUGIAN SELISIH KURS MATA UANG ASING - BERSIH

2002 2001

Rp Rp

Kewajiban lain-lain kepada BPPN (eks Bank BIRA)

(Catatan 15a) 227,647,111,596 (239,897,756,101)

Kewajiban lain-lain kepada BPPN (eks PT Bank

Niaga, Tbk) (Catatan 15b) 83,500,000,000 (92,250,000,000)

Penyesuaian aktiva dan kewajiban moneter

lainnya dalam valuta asing - bersih -

-Amortisasi selisih kurs yang ditangguhkan -

-Jumlah - Bersih 311,147,111,596 (332,147,756,101)

Pada tahun 2000, Perusahaan mengamortisasi seluruh kerugian selisih kurs yang ditangguhkan sesuai dengan keputusan Bapepam No. KEP-15/PM/2000 tanggal 15 Mei 2000 yang mencabut peraturan Bapepam No. VIII.G.10 mengenai penangguhan selisih kurs mata uang asing dari penjabaran pos aktiva dan kewajiban moneter jangka panjang.

31. PAJAK PENGHASILAN

Pada tanggal 17 Januari 2001 Perusahaan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak untuk Pajak Penghasilan Badan yang menetapkan rugi fiskal tahun 1999 sebesar Rp 156.644.645.453. Dengan demikian akumulasi rugi fiskal yang dapat dikompensasi untuk tahun berikutnya turun sebesar Rp 114.673.037.176.

Pada tanggal 31 Maret 2000 Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak untuk Pajak Penghasilan Badan yang menetapkan rugi fiskal tahun 1998 sebesar Rp 2.443.985.878.

Rugi fiskal dan utang pajak kini Perusahaan dan anak perusahaan tahun 2000 sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak.

Pajak Tangguhan

Rincian aktiva (kewajiban) pajak tangguhan sebagai berikut :

Dikreditkan Dikreditkan (Dibebankan) (Dibebankan)

1 Januari ke laporan 30 Juni ke laporan 30 Juni

2001 laba rugi 2001 laba rugi 2002

Rp Rp Rp Rp Rp

Aktiva pajak tangguhan:

Beban piutang 314,206,390 152,871,886 467,078,276 180,000,000 647,078,276 Jaminan keanggotaan

golf-refundable deposit 4,583,145,036 - 4,583,145,036 - 4,583,145,036

Beban manfaat karyawan - - - 159,491,598 159,491,598

Laba (rugi) fiskal 724,445,500 47,002,143,899 47,726,589,399 (5,560,881,690) 42,165,707,709 Kewajiban pajak tangguhan:

Penyusutan aktiva tetap (1,996,386,399) (265,683,464) (2,262,069,863) (376,498,509) (2,638,568,372) Amortisasi diskonto

(31)

Anak perusahaan tidak mengakui aktiva dan kewajiban pajak tangguhan karena tidak terdapat perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Manajemen memperkirakan anak perusahaan tidak akan memperoleh laba kena pajak untuk tahun-tahun selanjutnya sehingga rugi fiskal anak perusahaan tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan.

Pada tahun 2001, Perusahaan mempunyai akumulasi kerugian fiskal sebesar Rp 606.662.952.982 yang dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk masa lima tahun mendatang. Manajemen memperk irakan bahwa akumulasi kerugian fiskal sampai dengan tahun 2001 yang dapat dikompensasi dengan laba kena pajak tahun-tahun berikutnya hanya sebesar Rp 140.552.359.030, sehingga sisanya sebesar Rp 466.110.593.952 tidak dimasukkan dalam perhitungan aktiva pajak tangguhan.

Pada tahun 2001 Perusahaan mendapatkan keuntungan dari pembelian kembali kewajiban sebesar Rp 200.431.914.863, namun manajemen memperkirakan bahwa sebagian keuntungan tersebut sebesar Rp 105.263.925.340 merupakan koreksi negatif yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang laba kena pajak karena sudah dikenakan pajak final pada tahun sebelumnya. Jika koreksi negatif diatas diperhitungkan terhadap laba kena pajak, maka Perusahaan akan mengalami rugi fiskal sebesar Rp 86.727.653.883 dan akumulasi kerugian fiskal menjadi Rp 711.926.878.322.

32. POS LUAR BIASA

Pada tanggal 9 Januari 2001, Perusahaan menawarkan Program Pembelian Kembali Kewajiban Perusahaan (PPKKP) untuk membeli kembali utang-utang Perusahaan dari para kreditur, dengan nilai maksimum sebesar 25% dari kewajiban pokok.

Rincian kewajiban yang dibeli dan keuntungan pembelian kembali kewajiban sebagai berikut : Utang obligasi Jumlah

US$ Ekuivalen Rp Rp Rp

Pokok kewajiban 13.000.000 124.605.000.000 67.000.000.000 191.605.000.000 Bunga terutang 3.129.750 29.998.653.750 23.784.011.113 53.782.664.863 Jumlah kewajiban 16.129.750 154.603.653.750 90.784.011.113 245.387.664.863 Jumlah yang dibayarkan (2.950.000) (28.275.750.000) (16.680.000.000) (44.955.750.000) Keuntungan pembelian

kembali kewajiban 13.179.750 126.327.903.750 74.104.011.113 200.431.914.863 MTN

33. LABA (RUGI) PER SAHAM

Berikut ini adalah data yang digunakan untuk penghitungan laba (rugi) per saham : Laba (Rugi) Usaha dan Rugi Bersih

2002 2001

Rp Rp

Laba (rugi) usaha (1,680,496,992) (3,854,324,513)

(32)

Jumlah Saham

Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk perhitungan laba (rugi) per saham dasar adalah sebesar 1.055.141.593 masing-masing untuk tahun 2002 dan 2001.

Laba (Rugi) Usaha dan Rugi Bersih Per Saham

2002 2001

Rp Rp

Laba (rugi) usaha (1.59) (3.65)

Laba bersih 268.46 (157.54)

Laba (Rugi) per Saham Dilusi

Perusahaan tidak menghitung laba (rugi) per saham dilusi karena harga pelaksanaan waran lebih tinggi daripada harga saham Perusahaan di Pasar Modal maka waran yang diterbitkan sifatnya tidak dilutif.

34. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa

a. PT Bank Internasional Indonesia Tbk, merupakan perusahaan yang dimiliki sebesar 16,75% oleh Sinar Mas Group yang masih merupakan keluarga dekat direksi dan komisaris Perusahaan.

b. PT Asuransi Sinar Mas merupakan Perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh keluarga dekat Direksi dan Komisaris Perusahaan.

Transaksi Hubungan Istimewa

a. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada PT Bank Internasional Indonesia Tbk pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 masing-masing sebesar 1,51% dan 2,38% dari total kas dan setara kas (Catatan 3).

b. Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan kendaraan dan bangunan kepada PT Asuransi Sinar Mas (Catatan 10).

35. IKATAN

a. Perusahaan mempunyai kewajiban untuk membangun sarana dan prasarana umum di lingkungan proyek Rancamaya sebesar 40% dari luas lahan yang dikembangkan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat

(33)

seharga US$ 12.000.000 dengan PT Irco Central (Irco) yang dinyatakan dalam akta No. 9 tanggal 6 Desember 1993 dari Lukman Kirana, S.H., notaris di Jakarta. Perjanjian pengikatan ini kemudian diperpanjang kembali dengan perjanjian tambahan, terakhir dinyatakan dalam akta No. 55 tanggal 8 Agustus 1997 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta. Perjanjian ini mengatur mengenai syarat-syarat pembayaran serta penyerahan tanah.

Irco memberikan jaminan berupa bank garansi kepada PM senilai realisasi pembayaran. Bank garansi tersebut ditempatkan pada PT Bank Umum Nasional (BUN), yang telah dibekukan operasinya oleh Pemerintah pada tanggal 4 April 1998. Apabila Irco tidak dapat menyerahkan tanah untuk dibangun dalam keadaan kosong pada tanggal 31 Oktober 1997, maka akan dikenakan denda berupa bunga sebesar 9% dari uang yang telah dibayarkan beserta pencairan bank garansi. Pada tanggal 31 Oktober 1997 Irco tidak dapat menyerahkan keseluruhan tanah dalam keadaan kosong, dan untuk mencegah agar bank garansi tidak dic airkan, maka pada tanggal 2 Desember 1997, Irco mengajukan gugatan terhadap PM dan BUN dengan tujuan agar Pengadilan menyita bank garansi yang telah diberikan sebesar US$ 7.100.310,65 dan sebidang tanah yang telah dibebaskan seluas 60.430 m2 (diantaranya seluas 10.000 m2 merupakan bagian PM) yang terletak di Jl. H.R. Rasuna Said, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Berdasarkan putusan No. 472/Pdt.G/1997/PN.Jak.Sel tanggal 13 Agustus 1998, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk mengabulkan gugatan Irco, dan bank garansi baru dapat dicairkan setelah antara Irco dan PM mengadakan perhitungan terlebih dahulu untuk menetapkan jumlah/porsi masing-masing pihak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan diterbitkan PM masih melakukan negosiasi dengan Irco untuk menyelesaikan masalah di atas.

c. Pada tanggal 28 April 1997 Perusahaan dan PT Centranusa Majupermai (CNMP), anak perusahaan, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Samsung Corporation (Korea) dan Nissho Iwai Corporation (Jepang) untuk mengembangkan proyek perumahan anak perusahaan CNMP. Hal-hal yang diatur dalam perjanjian antara lain :

• CNMP, Samsung Corporation dan Nissho Iwai Corporation meningkatkan dan menanamkan modal pada anak perusahaan CNMP dengan komposisi pemilikan masing-masing sebesar 60%, 20% dan 20%.

• Para pemegang saham tersebut akan memberikan tambahan pendanaan berupa pinjaman subordinasi yang besarnya sesuai dengan komposisi pemilikan masing -masing pihak dengan tingkat bunga dan jasa manajemen sejumlah tertentu.

• Perusahaan akan menjamin perolehan tanah untuk pengembangan proyek perumahan tersebut dengan harga yang telah ditentukan.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham yang dinyatakan dalam akta No. 120 tanggal 19 Juni 1997 dari Benny Kristianto S.H., notaris di Jakarta para pemegang saham Perusahaan menyetujui perjanjian kerjasama di atas.

Sejak tahun 1998, pinjaman yang diberikan kepada anak perusahaan tidak lagi dikenakan bunga dan jasa manajemen.

36. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam Dollar Amerika Serikat sebagai berikut:

(34)

Ekuivalen Ekuivalen

US$ Rp' 000 US$ Rp' 000

Aktiva

Kas dan setara kas 3,981,556 34,758,980 4,536,041 51,892,309

Kewajiban

Biaya yang masih harus

dibayar 10,185,750 88,921,598 7,722,000 88,339,680

Utang bank 27,000,000 235,710,000 27,000,000 308,880,000

Kewajiban lain-lain kepada BPPN (eks PT Bank

Niaga, Tbk) 50,000,000 436,500,000 50,000,000 572,000,000

Kewajiban lain-lain kepada

BPPN (eks PT Bank BIRA) 120,530,492 1,052,231,191 101,731,772 1,163,811,472 Utang kepada pemegang

saham minoritas 41,852,087 365,368,720 41,852,087 478,787,875

Jumlah 249,568,329 2,178,731,508 228,305,859 2,611,819,027

Jumlah Kewajiban Bersih 245,586,773 2,143,972,528 223,769,818 2,559,926,718

2002 2001

Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan masing-masing sebesar Rp 8.730 dan Rp 11.440 per US$ 1. Kurs konversi pada tanggal 24 April 2002 adalah Rp 9.354 per US$ 1.

37. DAMPAK KONDISI EKONOMI

Banyak negara di wilayah Regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, sejak pertengahan 1997 mengalami dampak memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang negara-negara tersebut. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas, tingginya tingkat bunga dan kurs mata uang. Kondisi ini mencakup pula penurunan drastis harga saham, pengetatan penyediaan kredit, dan penghentian atau penundaan proyek konstruksi tertentu.

Sangat labilnya kurs valuta asing dan tingkat bunga yang tinggi telah meningkatkan biaya pinjaman dan menurunkan kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk melunasi utang dalam bentuk Dollar Amerika Serikat mengingat utang tersebut telah meningkat secara signifikan dalam satuan Rupiah. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2002, Perusahaan telah menunda pembayaran utang pokok dan bunga yang jatuh tempo dari utang bank, bunga obligasi, kewajiban kepada BPPN (eks PT Bank Niaga, Tbk dan eks PT Bank BIRA) yang seluruhnya berjumlah Rp 1.433.001.520.002. Besarnya beban bunga dan rugi kurs mata uang asing telah menyebabkan Dampak memburuknya kondisi ekonomi juga menyebabkan kenaikan yang signifikan terhadap biaya pengembangan proyek sehingga berpengaruh terhadap kegiatan perolehan dan pengembangan proyek Perusahaan dan anak perusahaan. Tekanan ekonomi telah menurunkan daya beli masyarakat sehingga mengakibatkan menurunnya penjualan Perusahaan dan meningkatnya risiko kredit bawaan terhadap piutang usaha.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pelaksanaan observasi dalam PPL I ini, nilai tambah yang diperoleh mahasiswa ialah ilmu pengetahuan, pengalaman dan teknik-teknik mengajar yang baik dan

Assalamu'alaikum wr. Puji dan syukur kami panjatkan kepada Alloh yang Maha Kuasa, yang Mengguasai Semesta Alam, sholawat beserta salam semoga tetap tercurahkan

Sebagaimana dijelaskan lebih lanjut oleh penulis buku ini, dengan menyebutkan ketiga tradisi puisi tersebut, ar-Rifai tidak berupaya membandingkan tiga jenis puisi

Hasil penelitian yang peneliti peroleh adalah tulisan argumentasi yang ditulis siswa sebanyak lima kelas dan skor yang diperoleh siswa menurut skala penilaian

Menurut teori ini setiap konsumen akan berusaha mendapakan kepuasan maksimal, dan konsumen akan meneruskan berusaha mendapakan kepuasan maksimal, dan konsumen akan

Bahan baku yang akan digunakan pelaksanaan proses produksi dari perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat dibeli atau didatangkan satu persatu dalam jumlah unit yang diperlukan serta

Pada bagian ini akan dikemukakan analisis pemanfaatan CORS dalam pengukuran batas bidang tanah yang ditinjau dari aspek ekonomi, cakupan, waktu pengukuran yang berpengaruh pada

Kedua subjek mengalami depresi dan penurunan kualitas hidup pasca-amputasi ekstremitas.Berdasarkan instrumen, didapatkan skor BDI, HDRS dan WHOQOL BREF preterapi realitas subjek