• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BANTEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BANTEN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

10 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BANTEN

2.1 Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi

A. Kedudukan

Kedudukan Sekretariat Daerah Provinsi Banten menurut Pasal 3 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten menyebutkan bahwa “Sekretariat Daerah merupakan unsur staf”, dan pada ayat (2) menyebutkan “Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris daerah yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur”. Dan pada ayat (3) berbunyi :” Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Asisten Daerah.

B. Tugas Pokok

Tugas Pokok Sekretariat Daerah sebagaimana tercantum dalam Pasal 6 berbunyi :”Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok

membantu Gubernur dalam menyusun kebijakan dan

mengkoordinasikan perangkat daerah”.

Pasal 7 Asisten Daerah Tata Praja mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris Daerah melakukan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi serta mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 8 Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris Daerah melakukan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang perekonomian, administrasi pembangunan dan kesejahteraan rakyat serta mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

(2)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

11 Pasal 9 Asisten Daerah Administrasi Umum mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris Daerah melakukan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang umum, perlengkapan, aset, hubungan masyarakat dan protokol serta mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 10 Biro Pemerintahan mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Tata Praja melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan pemerintahan, penyelenggaraan urusan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, kerjasama, pertanahan, kependudukan, dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal 11 Biro Hukum mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Tata Praja melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan dibidang hukum dan perundang-undangan, bantuan hukum, pengkajian hukum, penyuluhan hukum, perlindungan hukum dan hak asasi manusia serta dokumentasi dan informasi hukum.

Pasal 12 Biro Organisasi mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Tata Praja melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan dibidang penataan organisasi dan tatalaksana meliputi kelembagaan provinsi dan pengendalian kelembagaan kabupaten/kota, ketatalaksanaan, analisa jabatan dan administrasi kepegawaian Sekretariat Daerah.

Pasal 13 Biro Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan dibidang Kesejahteraan Rakyat.

Pasal 14 Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan dibidang Perekonomian Dan Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan.

Pasal 15 Biro Umum mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Administrasi Umum melaksanakan pembinaan, koordinasi,

(3)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

12 evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang Umum, Urusan Rumah Tangga, Dan Keuangan Sekretariat Daerah.

Pasal 16 Biro Perlengkapan dan Aset mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Administrasi Umum melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang perencanaan, pengadaan, pendistribusian, dan pemanfaatan kekayaan daerah.

Pasal 17 Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas pokok membantu Asisten Daerah Administrasi Umum melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan dibidang hubungan dan penerangan masyarakat, dokumentasi, informasi dan keprotokolan.

C. Susunan Organisasi

Berdasarkan pasal 18 ayat (1) Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 disebutkan bahwa bentuk susunan organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Banten terdiri dari:

a. Sekretaris Daerah;

b. Asisten Daerah Tata Praja, membawahkan: 1. Biro Pemerintahan;

2. Biro Hukum; 3. Biro Organisasi.

c. Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, membawahkan:

1. Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan; 2. Biro Kesejahteraan Rakyat.

d. Asisten Daerah Administrasi Umum, membawahkan: 1. Biro Umum;

2. Biro Perlengkapan dan Aset;

3. Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol. e. Kelompok Jabatan Fungsional.

(4)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

13 Pasal 19 Susunan organisasi Biro Pemerintahan terdiri dari:

a. Kepala Biro;

b. Bagian Pemerintahan Umum, membawahkan:

1. Sub Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 2. Sub Bagian Bina Kecamatan dan Kelurahan; 3. Sub Bagian Bina Pemerintahan Desa.

c. Bagian Otonomi Daerah, membawahkan:

1. Sub Bagian Fasilitasi Administrasi Kepala Daerah dan DPRD; 2. Sub Bagian Bina Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Sub Bagian Penataan Daerah;

d. Bagian Pertanahan dan Kerjasama, membawahkan: 1. Sub Bagian Administrasi Pertanahan;

2. Sub Bagian Bina Wilayah; 3. Sub Bagian Bina Kerjasama.

e. Bagian Kependudukan dan Pencatatan Sipil, membawahkan: 1. Sub Bagian Kependudukan;

2. Sub Bagian Pencatatan Sipil; 3. Sub Bagian Tata Usaha Biro.

Pasal 20 Susunan organisasi Biro Hukum terdiri dari: a. Kepala Biro;

b. Bagian Perundang-undangan, membawahkan: 1. Sub Bagian Peraturan Daerah;

2. Sub Bagian Peraturan Gubernur; 3. Sub Bagian Keputusan Gubernur. c. Bagian Kajian Hukum, membawahkan:

1. Sub Bagian Penelitian dan Perjanjian Hukum; 2. Sub Bagian Pengawasan Produk Hukum Wilayah I; 3. Sub Bagian Pengawasan Produk Hukum Wilayah II. d. Bagian Bantuan Hukum, membawahkan:

1. Sub Bagian Perlindungan Hukum dan HAM; 2. Sub Bagian Pelayanan Bantuan Hukum.

e. Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum, membawahkan: 1. Sub Bagian Penyuluhan Hukum;

2. Sub Bagian Jaringan, Dokumentasi dan Informasi Hukum; 3. Sub Bagian Tata Usaha Biro.

(5)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

14 Pasal 21 Susunan organisasi Biro Organisasi terdiri dari:

a. Kepala Biro;

b. Bagian Kelembagaan, membawahkan:

1. Sub Bagian Kelembagaan Perangkat Daerah;

2. Sub Bagian Kelembagaan Non Perangkat Daerah dan Kelembagaan Kabupaten/Kota;

c. Bagian Tatalaksana, membawahkan: 1. Sub Bagian Sistem dan Prosedur; 2. Sub Bagian Pelayanan Publik; 3. Sub Bagian Tata Usaha Biro. d. Bagian Analisa Jabatan, membawahkan:

1. Sub Bagian Analisa Jabatan dan Beban Kerja; 2. Sub Bagian Standarisasi Jabatan;

3. Sub Bagian Kinerja dan Akuntabilitas. e. Bagian Sumber Daya Aparatur, membawahkan:

1. Sub Bagian Pelayanan Administrasi dan Kesejahteraan Pegawai; 2. Sub Bagian Perpustakaan Setda;

3. Sub Bagian Peningkatan dan Pembinaan Budaya Kerja.

Pasal 22 Susunan organisasi Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan terdiri dari:

a. Kepala Biro;

b. Bagian Bina Kelembagaan Perekonomian, membawahkan: 1. Sub Bagian Fasilitasi Perindakop dan UMKM;

2. Sub Bagian Fasilitasi Kelembagaan Keuangan; 3. Sub Bagian Infrastruktur Perekonomian. c. Bagian Bina Sarana Perekonomian, membawahkan:

1. Sub Bagian Perlindungan Konsumen, Pengawasan Harga dan Barang Beredar;

2. Sub Bagian Fasilitasi Ketenagakerjaan dan Teknologi; 3. Sub Bagian Kerjasama Perekonomian, Investasi dan Industri. d. Bagian Administrasi Pelaksanaan pembangunan, membawahkan:

(6)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

15 2. Tata Usaha Biro.

3. Bagian Pembangunan;

e. Sub Bagian Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan, membawahkan:

1. Sub Bagian Pengendalian Pengadaan Barang dan Jasa; 2. Sub Bagian Pengendalian Pembangunan.

Pasal 23 Susunan organisasi Biro Kesejahteraan Rakyat terdiri dari: a. Kepala Biro;

b. Bagian Kesehatan, Pendidikan dan Keluarga Berencana, membawahkan:

1. Sub Bagian Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan; 2. Sub Bagian Keluarga Berencana;

3. Sub Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga.

c. Bagian Kesejahteraan Sosial, membawahkan:

1. Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Masalah Sosial; 2. Sub Bagian Penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial;

3. Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Kapasitas Tenaga Kesejahteraan Sosial dan Nilai-nilai Kejuangan.

d. Bagian Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi, membawahkan:

1. Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Bantuan Masyarakat dan Transmigrasi;

2. Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

3. Sub Bagian Tata Usaha Biro. e. Bagian Keagamaan, membawahkan:

1. Sub Bagian Kehidupan Beragama;

2. Sub Bagian Pengembangan Lembaga Keagamaan dan Kerukunan Umat Beragama.

Pasal 24 Susunan organisasi Biro Umum terdiri dari: a. Kepala Biro;

(7)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

16 1. Sub Bagian Tata Usaha Biro;

2. Sub Bagian Arsip dan Ekspedisi; 3. Sub Bagian Sandi dan Telekomunikasi. c. Bagian Keuangan Setda , membawahkan:

1. Sub Bagian Gaji dan Perjalanan Dinas; 2. Sub Bagian Perbendaharaan dan Verifikasi; 3. Sub Bagian Pelaporan dan Akuntansi. d. Bagian Tata Usaha Pimpinan, membawahkan:

1. Sub Bagian Tata Usaha Gubernur dan Wakil Gubernur;

2. Sub Bagian Tata Usaha Sekretaris Daerah dan Asisten Daerah; 3. Sub Bagian Tata Usaha Staf Ahli Gubernur.

e. Bagian Rumah Tangga, membawahkan: 1.Sub Bagian Urusan Dalam;

2.Sub Bagian Sarana Pelayanan;

3.Sub Bagian Rumah Tangga Pimpinan Daerah.

Pasal 25 Susunan organisasi Biro Perlengkapan dan Aset terdiri dari:

a. Kepala Biro;

b. Bagian Perencanaan dan Pengadaan, membawahkan: 1. Sub Bagian Perencanaan Kebutuhan;

2. Sub Bagian Pengadaan Barang Inventaris. c. Bagian Pemanfaatan, membawahkan:

1. Sub Bagian Tata Usaha;

2. Sub Bagian Pemeliharaan Sarana dan Prasarana; 3. Sub Bagian Pendistribusian dan Pemanfaatan

d. Bagian Pengelolaan Kekayaan Daerah, membawahkan: 1. Sub Bagian Penatausahaan Aset dan Inventarisasi; 2. Sub Bagian Pembinaan dan Pengawasan Aset; 3. Sub Bagian Penghapusan Aset.

Pasal 26 Susunan organisasi Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol terdiri dari:

(8)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

17 b. Bagian Pengembangan Komunikasi dan Teknologi Informasi,

membawahkan:

1. Sub Bagian Pengembangan Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga;

2. Sub Bagian Penerbitan dan Teknologi Informasi; 3. Sub Bagian Tata Usaha.

c. Bagian Penerangan Masyarakat, membawahkan: 1. Sub Bagian Hubungan dan Kerjasama Pers; 2. Sub Bagian Sarana Komunikasi;

3. Sub Bagian Liputan dan Dokumentasi. d. Bagian Protokol, membawahkan:

1. Sub Bagian Tata Acara;

2. Sub Bagian Pelayanan Kegiatan Pimpinan; 3. Sub Bagian Pelayanan Tamu.

e. Bagian Aspirasi dan Informasi Publik, membawahkan:

1. Sub Bagian Pengumpulan dan Pengelolaan Informasi Publik; 2. Sub Bagian Pelayanan dan Jaringan Informasi Publik;

3. Sub Bagian Aspirasi dan Pengelolaan Opini Publik.

2.2. Sumber Daya Sekretariat Daerah Provinsi Banten

a. Sumber Daya Aparatur

Pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tenaga Kerja Kontrak (TKK), Tenaga Kerja Sukarela (TKS), dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang dikelola atau bekerjasama dengan perusahaan labour supply, untuk pekerjaan seperti cleaning service, pramusaji, dan pekerjaan-pekerjaan pelayanan lainnya.

Jabatan yang ada di Sekretariat daerah Provinsi Banten terdapat dua jenis Jabatan, yaitu Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional. Jabatan Struktural terdiri dari Jabatan Struktural eselon Ib, Eselon II a, Eselon II b, Eselon III a, Eselon IV a, serta Jabatan Fungsional Umum (Staf/Pelaksana). Sedangkan Jabatan Fungsional antara lain Arsiparis, Pranata Komputer, Analis Jabatan, Pustakawan Setda, Analis Kepegawaian Setda. Namun jabatan fungsional tersebut belum terakomodir baik status kepegawaian maupun administrasi

(9)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

18 kepegawaiannya.

Komposisi pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten sampai dengan Tahun 2011 menurut tingkat pendidikan formal sebagaimana tercantum pada tabel dibawah ini adalah sebagai berikut

Tabel 2.1

Jumlah PNS Di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sampai dengan Maret 2012

No Unit Kerja Tingkat Pendidikan Jumlah S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMU SMP SD 1 Biro Organisasi. 0 12 26 0 2 0 0 3 0 0 43 2 Biro Pemerintahan 0 8 27 1 6 0 0 8 0 0 50 3 Biro Hukum 0 8 25 0 5 0 0 9 0 0 47 4 Biro Perekonomian 0 8 22 0 2 0 0 6 0 0 38 5 Biro Kesra 0 6 37 0 3 0 0 10 0 0 54

6 Biro Humas dan Protokol

0 3 35 1 3 0 0 13 0 0 56

7 Biro Administrasi Pembangunan

0 3 17 0 3 0 0 11 0 0 34

8 Biro Umum dan perlengkapan

0 11 58 0 6 0 0 41 0 2 118

9 Asisten Daerah dan Staf Ahli Gubernur 0 6 2 0 0 0 0 0 0 0 8 Jumlah 0 65 249 2 30 1 2 97 0 2 448 Jmh Per strata 314 35 99 448 % Jumlah 14,6 55,5 0,4 6,7 0,2 0,4 21,6 0,0 0,4 100 % Perstrata 70,08 7,8 22,12 100

(10)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

19 Dari tabel 2.1 di atas terlihat bahwa pegawai yang telah mendapatkan pendidikan akademik pada perguruan tinggi untuk sarjana maupun Pascasarjana sebanyak 314 orang atau 70,08%, Diploma I sampai dengan Diploma IV sebanyak 35 orang atau 7,8%. Dan sisanya SLTA kebawah sebanyak 99 orang atau 22,12%. Persentase tersebut cukup baik, namun demikian hal tersebut belum sepenuhnya menjamin kompetensi dan profesionalisme sehingga upaya peningkatan SDM harus terus ditingkatkan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan baik teknis maupun manajerial. Di samping itu peningkatan jenjang pendidikan akademik pegawai ke tingkat yang lebih tinggi harus terus dilakukan.

Sedangkan komposisi Pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten berdasarkan golongan dan ruang sebagaimana tercantum pada tabel 2.2 dibawah ini.

Tabel 2.2

Jumlah PNS Di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Berdasarkan Golongan dan Ruang

Sampai dengan Tahun 2011

No Unit Kerja

Golongan dan Ruang

JM H II III IV A B C D A B C D A B C D E 1. Biro Organisasi 1 2 2 - 13 3 10 5 7 1 - - - 43 2. Biro Pemerintahan 1 2 6 2 10 9 7 7 4 2 - - - 50 3. Biro Hukum 2 4 2 1 12 6 7 6 2 4 - - - 47 4. Biro Perekonomian 0 2 1 0 14 2 6 6 4 3 - - - 38 5. Biro Kesra 2 3 2 0 13 11 13 5 3 2 - - - 54 6. Biro Humas dan Protokol 5 8 0 1 20 4 10 3 2 3 - - - 56 7. Biro Adpem 1 4 4 1 9 6 2 1 4 2 - - - 34 8. Biro Umum 12 11 11 3 36 23 13 4 4 1 - - - 118 9. Lingkup Sekda - - - 7 1 - 8 Jumlah 24 36 28 8 126 64 68 37 30 18 7 1 - 448 Jmh Pergolongan 96 296 56 448 % Jumlah 5,3 8 6,2 1,8 28,12 14,2 15, 1 8.1 6,7 4 1, 6 0, 2 % Pergolongan 21,43 66,07 12,5

(11)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

20 Berdasarkan tabel 2.2 di atas terlihat bahwa Pegawai Negeri Sipil Golongan II sejumlah 96 orang atau 21,43%, PNS Golongan III 296 Orang atau 66,07% dan PNS golongan IV 56 orang atau 12,5% dari jumlah seluruh PNS dilingkungan Setda Provinsi Banten. Dalam tataran organisasi dan manajemen pemerintahan, seyogyanya komposisi jumlah pegawai berdasarkan pangkat dan golongan ruang berjenjang membentuk piramida, dalam arti pangkat dan golongan ruang terendah lebih banyak dibandingkan pegawai yang berpangkat dan golongan ruang yang lebih tinggi. Pada lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten menunjukan bahwa komposisi PNS golongan III lebih banyak dari PNS golongan II. Hal ini akan mengakibatkan kesulitan dalam jenjang karier PNS yang bersangkutan. Di sisi lain banyaknya PNS golongan III menunjukan masa kerja dan atau tingkat pendidikan setara dengan Strata 1, namun demikian hal tersebut belum sepenuhnya menjamin kompetensi dan profesionalisme PNS. Untuk itu dimasa datang diperlukan aturan yang lebih selektif tentang pangkat dan golongan ruang PNS, sehingga komposisi pangkat dan golongan ruang PNS ideal dan proporsional.

(2) Sarana Dan Prasarana Kerja

Sarana dan prasarana kerja berupa alat perlengkapan kantor dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten dalam rangka menunjang aktivitas kerja aparatur relatif terpenuhi berdasarkan perbandingan jumlah pegawai dan beban kerja, dan sebagian besar kondisinya masih baik dan layak pakai, serta sesuai dengan standardisasi sarana dan prasarana kerja.

Terhitung mulai tahun 2012 Sekretariat Daerah Provinsi Banten yang terdiri dari biro-biro saat ini sudah memiliki gedung sendiri yaitu Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Jalan KH. Syech Nawawi Al-Bantani di wilayah Curug Kota Serang. Namun masih terdapat 3 (tiga)

(12)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

21 Biro yang masih menumpang pada SKPD lain yaitu Biro Organisasi masih menumpang pada Gedung Bappeda Provinsi Banten, Biro Perekonomian dan Biro Administrasi Pembangunan masih menumpang pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Meskipun demikian tidak menghambat dalam melaksanakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi antar biro dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, karena masih dalam satu area yaitu Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Untuk kendaraan Dinas, baik kendaraan Dinas Jabatan maupun kendaraan Dinas Operasional relatif terpenuhi, yaitu untuk jabatan eselon IV a (Kepala Sub Bagian) diberikan kendaraan Dinas Jabatan 1 unit Sepeda Motor/Roda 2, Jabatan Eselon III a (Kepala Bagian) dan Jabatan Eselon II b (Kepala Biro) diberikan kendaraan Dinas Jabatan 1 unit mobil/roda 4, Jabatan Eselon II a (Asisten Daerah), Eselon Ib (Sekretaris daerah), Wakil Gubernur, dan Gubernur diberikan 2 unit mobil/roda 4 kendaraan dinas jabatan dan kegiatan operasional. Selain kendaraan dinas jabatan diberikan pula kendaraan dinas operasional untuk masing-masing Biro, dan kendaraan dinas operasional pendukung lainnya, didasarkan pada beban kerja masing-masing biro.

Sarana dan prasarana lainnya berupa alat perlengkapan kantor seperti meja kerja saat ini setiap orang pegawai diberikan meja kerja, sedangkan untuk perlengkapan lainnya seperti personal komputer, filling kabinet, laptop, notebook masing-masing sub bagian (Eselon IV a) memiliki 1 sampai dengan 2 unit, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti infocus, perlengkapan teknologi informasi, dan lain sebagainya setiap biro memilikinya.

Dari seluruh kondisi tersebut memudahkan dalam melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi serta mobilisasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah

(13)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

22 Untuk lebih jelasnya dibawah ini perincian daftar inventarisasi barang dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, sebagai berikut:

Tabel 2.3

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 19 1.470.712.200,00

2. Alat Kantor dan Rumah Tangga 75 489.460.419,00

3. Alat Studio dan Alat Komunikasi 6 79.084.500,00

4. Alat Laboratorium 12 158.595.400,00

Jumlah 112 2.197.852.519,00

Sumber : Sekretariat Daerah Provinsi Banten Tahun 2011

Tabel 2.4

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 17 770.486.750,00

2. Alat Kantor dan Rumah Tangga 94 512.954.688,00

3. Alat Studio dan Alat Komunikasi 3 34.000.000,00

Jumlah 114 1.317.441.438,00

4. Buku dan Perpustakaan 69 66.203.000,00

Jumlah 69 66.203.000,00

(14)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

23 Tabel 2.5

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 13 781.080.500,00

2. Alat Kantor dan Rumah Tangga 128 830.112.849,00 3. Alat Studio dan Alat Komunikasi 3 33.607.000,00

Jumlah 144 1.644.800.349,00

4. Buku dan Perpustakaan 11.975 856.451.343,78

Jumlah 11.975 856.451.343,78

Sumber : Sekretariat Daerah Provinsi Banten Tahun 2011

Tabel 2.6

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 21 1.483.740.800,00

2. Alat Kantor dan Rumah Tangga 355 1.819.456.638,00 3. Alat Studio dan Alat Komunikasi 12 111.194.929,00

4. Alat Laboratorium 1 1.000.000,00

Jumlah 389 3.415.392.367,00

5. Buku dan Perpustakaan 59 4.730.000,00

Jumlah 59 4.730.000,00

(15)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

24 Tabel 2.7

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 14 862.532.750,00

2. Alat Kantor dan Rumah Tangga 114 766.201.420,00

3. Alat Studio dan Alat Komunikasi 1 3.645.000,00

Jumlah 129 1.632.379.170,00

Sumber : Sekretariat Daerah Provinsi Banten Tahun 2011

Tabel 2.8

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 19 1.624.833.617,00

2. Alat Bengkel dan Alat Ukur 1 1.050.000,00

3. Alat Kantor dan Rumah Tangga 186 1.519.059.938,00 4. Alat Studio dan Alat Komunikasi 72 842.434.083,00

5. Alat – alat Kedokteran 1 4.805.703,00

6. Alat Laboratorium 36 300.543.55,00

Jumlah 315 4.289.726.894,00

(16)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

25 Tabel 2.9

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Besar 18 1.197.539.300,00

2. Alat – Alat Angkutan 576 76.307.897.350,00

3. Alat Bengkel dan Alat Ukur 21 313.802.472,00

4. Alat Pertanian 40 350.864.352,85

5. Alat Kantor dan Rumah Tangga 3.621 28.017.551.668,98 6. Alat Studio dan Alat Komunikasi 372 4.526.375.115,00

7. Alat – alat Kedokteran 23 860.345.275,00

8. Alat Laboratorium 500 6.426.673.204,99

9. Alat Persenjataan/Keamanan 1 3.150.000,00

Jumlah 5.172 118.004.198.738,82

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

9 Tanah 576.682.919.150,00

10. Bangunan 114.903.567.953,63

11. Tugu/Monumen 602.530.000,00

12. Jalan dan Jembatan 471.576.000,00

13. Bangunan Air/Irigasi 289.554.820,00

14. Instalasi 966.228.000,00

15. Jaringan 79.750.000,00

16. Barang Bercorak Budaya 191 1.755.700.820,79

17. Instalasi Air Bersih dan Lain-lain 186.550.850,00

Jumlah 695.938.374.594,42

(17)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

26 Tabel 2.10

Rekapitulasi Jenis dan Jumlah Barang pada Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Per 31 Desember 2011

No. Jenis Barang Inventaris Jumlah Nilai (Rp)

1. Alat – Alat Angkutan 13 867.966.500,00

2. Alat Bengkel dan Alat Ukur 7 26.190.000,00

3. Alat Kantor dan Rumah Tangga 94 624.294.917,00

4. Alat Studio dan Alat Komunikasi 5 70.486.500,00

Jumlah 315 1.588.937.917,00

Sumber : Sekretariat Daerah Provinsi Banten Tahun 2012

(3) Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah Provinsi Banten

Sebagaimana telah dijelaskan dimuka bahwa Sekretariat Daerah merupakan unsur staf pimpinan yang memiliki fungsi staffing yaitu perumusan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh fungsi operasional (Dinas Daerah) dan fungsi penunjang (Lembaga Teknis Daerah). Hal tersebut mengandung arti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah tidak secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun memberikan ”pelayanan” kepada unsur pimpinan, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, dan Lembaga Lain Sebagai Bagian dari Perangkat Daerah.

Berdasarkan hasil evaluasi dan pelaporan pada periode 2007 – 2011 kinerja Sekretariat Daerah Provinsi Banten dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Tertatanya kelembagaan organisasi perangkat daerah, unit pelaksana teknis pada Dinas Daerah, Staf Ahli Gubernur, dan lembaga lain sebagai bagian dari perangkat daerah;

(18)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

27 2. Tersusunnya hasil kajian penataan unit pelaksana teknis dinas pada

Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan.

3. Terlaksananya fasilitasi raperda organisasi perangkat daerah kabupaten/kota dan pembinaan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah kabupaten/kota

4. Terciptanya forum komunikasi pendayagunaan aparatur pemerintah daerah bidang pemerintahan antara Pemerintah provinsi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota se – Provinsi Banten bidang pemerintahan;

5. Tersusunnya hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja Perangkat Daerah;

6. Tersusunnya Tatalaksana kerja untuk mendukung pelaksanaan tugas perangkat daerah seperti standar pelayanan minimum, standar operasional prosedur, dan lain sebagainya;

7. Pelayanan dan penataan dibidang kepegawaian dan administrasi Kepegawaian di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, seperti mutasi dan promosi jabatan, disipilin dan kesejahteraan pegawai, status kepegawaian, dan Kenaikan gaji berkala.

8. Terbentuknya Badan Kerjasama Pemerintah (BKDP) antara Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) sebagai wujud terjalinnya kerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten pada bidang pemerintahan. Selain itu dibentuk pula Mitra Praja Utama yang merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Provinsi yang ada di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

9. Terjalinnya kerjasama internasional dengan beberapa kota dari luar negeri;

10. Terlaksananya tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diamanatkan oleh pemerintah kepada pemerintah daerah;

(19)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

28 11. Ter-update-nya validasi data penduduk untuk mendukung

penyelenggaraan pilkada;

12. Terlaksananya Pemilihan kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dan Pemilihan kepala daerah Provinsi Banten dengan aman dan terkendali.

13. Terbentuknya pemekaran daerah kabupaten/kota yaitu Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan;

14. Tersusunnya kerangka regulasi baik peraturan daerah, peraturan gubernur, maupun keputusan gubernur dalam rangka mendukung tugas pemerintahan dan pembangunan;

15. Tertatanya Jaringan dokumentasi dan informasi hukum;

16. Dapat memberikan bantuan hukum kepada aparatur dalam menyelesaikan permasalahan hukum;

17. Tersusunnya rumusan kebijakan bidang ekonomi baik secara makro maupun mikro;

18. Tersusunnya rumusan kebijakan dalam penataan kawasan ekonomi khusus Bojonegara;

19. Tersusunnya rumusan kebijakan dalam penataan kawasan khusus bidang pariwisata di Banten Selatan;

20. Tertatanya sistem administrasi pembangunan;

21. Terjalinnya kerjasama dan harmonisasi antara pemerintah daerah dengan media massa;

22. Pemberitaan yang berimbang tentang Pemerintah Provinsi Banten dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan;

23. Terfasilitasinya aparatur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya;

24. Terfasilitasinya pimpinan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan.

25. Terlaksananya pelaksanaan tugas dibidang kehumasan, seperti penerbitan majalah Menara Banten, Pers release, kerjasama dengan

(20)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

29 insan/lembaga pers, ekspose kegiatan Pemerintah Provinsi Banten, pelayanan kepada aparatur dan masyarakat melalui Perpustakaan Sekretariat Daerah, dan lain sebagainya.

26. Pelayanan kepada masyarakat melalui pemberian bantuan baik dibidang keagamaan, sosial budaya, pendidikan, dan lain sebagainya. Selain itu optimalisasi pemberdayaan perempuan dan masyarakat melalui program Pengarusutamaan Gender (PUG), pembentukan lembaga penanganan/perlindungan ibu dan anak. 27. Penetapan beberapa kebijakan dibidang ekonomi, pertanian,

peternakan, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil menengah, tata ruang, pengairan, prasarana wilayah, permukiman, dan lain sebagainya dalam rangka mendorong laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

28. Pelayanan dan penataan dibidang sarana dan prasaran kerja serta asset daerah, seperti pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan perawatan, inventarisasi dan penghapusan alat perlengkapan kantor (APK), sarana dan prasarana kantor lainnya dan sejumlah asset baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak di lingkungan Sekretariat Daerah.

29. Pelayanan, penatausahaan administrasi dan pengelolaan dibidang keuangan, anggaran, dan pembangunan dilingkungan Sekretariat Daerah.

30. Pelayanan, penatausahaan adminstrasi, monitoring dan evaluasi terhadap program dan kegiatan pembangunan dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

31. Penatausahaan administrasi keuangan, pelayanan aparatur dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, serta pelayanan dan fasilitasi kepala daerah dan tamu negara.

(21)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

30

(4) Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Sekretariat

Daerah Provinsi Banten

a. Tantangan

Tantangan merupakan gambaran kondisi yang dapat dilihat berasal dari eksternal yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Seiring dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, bentuk tantangan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Di wilayah Provinsi Banten terdapat Pemerintah Kota yang dapat dikategorikan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), yang dalam beberapa hal masih perlu dilakukan pembinaan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan;

2. Direncanakan akan dibentuk daerah otonom baru yaitu Kabupaten Cilangkahan sebagai pemekaran dari Kabupaten Lebak, serta diwacanakan pembentukan Daerah Otonom Baru yaitu Kabupaten Cibaliung, Kabupaten Caringin Kabupaten Tangerang Barat dan Kabupaten Serang Barat;

3. Direncanakan perubahan Peraturan Perundang-undangan tentang Pemerintahan Daerah yang akan di bagi menjadi Undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, tentang Pemerintahan Desa, dan tentang Pemilihan Kepala Daerah; 4. Percepatan reformasi birokrasi dilingkungan Pemerintah

Provinsi Banten

5. Sebagai implikasi dari perubahan perundang-undangan tentang pemerintahan desa serta dinamisasi organisasi direncanakan pula akan merubah Peraturan pemerintah tentang organisasi perangkat daerah;

6. Ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur dan memperkuat kedudukan Gubernur sebagai wakil pemerintah di Daerah dalam menjalankan tugas dekonsetrasi dan tugas pembantuan;

(22)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

31 7. Ditetapkannya peraturan perundangan yang bersifat sektoral yang mengamanatkan pembentukan lembaga, yang pada akhirnya akan berbenturan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dengan SKPD yang sudah ada, serta akan membebani anggaran daerah;

8. Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah;

9. Lemahnya tingkat kesadaran stakeholder dan masyarakat dalam mematuhi peraturan daerah dan peraturan kepala daerah; 10. Lemahnya penegakan Peraturan daerah dan peraturan kepala

daerah;

11. Berbagai Kebijakan Pemerintah Pusat yang sering berubah (tidak konsisten dan tidak selaras);

12. Masih maraknya praktek KKN, dan rendahnya mutu pelayanan publik.

13. Kurangnya koordinasi dan integrasi dari SKPD lain terkait dengan kebijakan strategis.

14. Keterbatasan sumberdaya aparatur yang kompeten dibidangnya meskipun dilihat dari strata pendidikan sebagian besar berpendidikan di atas SLTA.

15. Penataan Jenjang karier jabatan yang belum berimbang dan tidak sesuai dengan kompetensinya serta melampauai daftar urutan kepangkatan, hal ini dapat mengganggu kinerja karena akan menjadi sebuah fenomena gunung es dikemudian hari terkait dengan kepegawaian.

b. Peluang

Peluang merupakan kondisi eksternal yang mendukung dan dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas pada Sekretariat Daerah Provinsi Banten. Adapun peluang yang dapat diidentifikasikan

(23)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

32 adalah sebagai berikut :

1. Penataan Kelembagaan perangkat Daerah seiring dengan diubahnya peraturan pemerintah tentang organisasi perangkat daerah, sesuai kebutuhan, potensi, karakeristik, dan kemampuan baik anggaran maupun sumber daya aparatur; 2. Provinsi Banten dijadikan sebagai Pilot Project untuk beberapa

program Pemerintah Pusat;

3. Ditetapkannya Bojonegara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan dibentuknya Pelabuhan Internasional Bojonegara; dan ditetapkannya Banten selatan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, yang semuanya itu dibutuhkan regulasi-regulasi dan rumusan kebijakan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus tersebut;

4. Akan dibangun jembatan penyeberangan Selat Sunda yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera;

5. Pertumbuhan ekonomi dan IPM yang semakin meningkat; 6. Situasi dan kondisi politik, keamanan dan ketertiban baik skala

nasional maupun lokal;

7. Penegakan supremasi hukum diwilayah Provinsi Banten dalam pemberantasan KKN;

8. Telah ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2007-2012;

9. Peraturan perundang-undangan tentang Reformasi Birokrasi dan percepatan pemberantasan KKN, serta adanya komitmen nasional untuk melaksanakan reformasi birokrasi dan pemberantasan KKN

10. Tuntutan kebutuhan adanya sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dalam upaya mewujudkan good governance, penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja, dan upaya pencegahan KKN;

(24)

Renstra Setda Provinsi Banten 2012 - 2017

33 11. Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Banten dengan kementerian terkait maupun LPND, diantaranya dengan Menpan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN);

12. Pengembangan teknologi informasi;

13. Dukungan kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya masyarakat, LSM, dan sektor swasta dalam negeri dan luar negeri;

14. Kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi Sumber Daya Aparatur Sekretariat Daerah.

Referensi

Dokumen terkait

UMKM ikan asin di Puger rata-rata memilki pangsa pasar monopolistik, hal ini sesuai dengan teori dimana derajat kekuatan pasar tidak terjadi jika terdapat

➢ Guru melalui contoh, memfasilitasi peserta didik untuk memahami masalah nyata yang telah disajikan, yaitu mengidentifikasi apa yang mereka ketahui, apa yang

5 Saya senang mengikuti layanan ini karena saya dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Rencana Kegiatan

Kawasan yang berkembang pada masa penyebaran agama Islam di Kota Kudus adalah sepanjang Jalan Menara dan Jalan Kyai Telingsing (Kampung Sunggingan) dan Kampung

Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang

Solusi alternatif E memberikan total biaya yaitu $12, akan tetapi memiliki 110 menit. Hal ini disebabkan kombinasi yang berbeda dari alternatif setiap aktivitas di dalamnya,

Selain itu, hanya 3 bay (bay wahana garuda lestari, bay pangeran karang, bay pulogadung) yang memiliki kemurnian yang baik rata – rata sebesar 97,267%, dan

Pelaku pencurian dengan kekerasan juga dilakukan oleh pelaku-pelaku tertentu, demikian juga sasaran tertentu seperti helm yang pada saat ini mulai banyak terjadi