III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Paramarta 1

13 

Teks penuh

(1)

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Paramarta 1 Seputih Banyak tahun pelajaran 2011-2012 yang berjumlah 105 siswa dan terse- bar dalam tiga kelas yaitu X1, X2, dan X3. Pembagian siswa pada tiap kelas dila-

kukan secara heterogen, sehingga proporsi jumlah siswa yang memiliki kemam- puan akademik yang tinggi, sedang maupun kurang dalam tiap kelasnya hampir sama antara salah satu kelas dengan kelas yang lainnya.

B. Sampel

Sampel adalah sebagian populasi yang diteliti. sampel penelitian dalam penelitian ini adalah kelas X1 dan kelas X2. Kelas X2 sebagai kelas kontrol yang mengalami

pembelajaran konvensional dan kelas X1 sebagai kelas eksperimen yang

mengala-mi model pembelajaran POE. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik

purposive sampling dikenal juga sebagai sampling pertimbanganyaitu

pengam-bilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan (berdasarkan saran dari ahli), dengan tujuan ingin mendapatkan sampel yang mempunyai karakteristik yang hampir sama.

(2)

C. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2010), variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan- nya. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagai variabel bebas adalah model pembelajaran yang digunakan, yaitu model pembelajaran predict-observe-explain

(POE) dan pembelajaran konvensional sedangkan yang bertindak sebagai

varia-bel terikat adalah keterampilan mengkomunikasikan dan keterampilan menyim-pulkan pada materi reaksi oksidasi reduksi siswa kelas X SMA Paramarta 1 Seputih Banyak.

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersifat kuantitatif yaitu data hasil tes sebelum belajar (pretest) dan hasil tes setelah belajar (posttest) siswa.

1. Pretest

Pretes merupakan uji awal sebelum dilakukan eksperimen pada sampel penelitian. Pretes terdiri dari 8 soal essay.

2. Posttest

Posttes merupakan uji akhir atau tes akhir, yaitu tes yang dilaksanakan setelah perlakuan. Soal posttest yaitu terdiri dari 8 soal essay.

Sumber data dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(3)

E. Desain Penelitian

Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan

Non Eqiuvalent Control Group Design (Creswell, 1994).

Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang menunjukkan suatu urutan kegiatan penelitian yaitu:

Tabel 2. Desain penelitian

Kelas Pretes Perlakuan Postes

Kelas eksperimen O1 X O2

Kelas kontrol O1 - O2

O1 adalah pretest yang diberikan sebelum perlakuan. Kemudian pada kelas

eksperimen diterapkan perlakuan model pembelajaran POE (X). Selanjutnya, kedua kelompok sampel diberikan postest (O2).

F. Instrumen Penelitian

Instrumen adalah alat yang berfungsi mempermudah pelaksanaan sesuatu. Instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan oleh pengumpul data untuk melaksanakan tugasnya mengumpulkan data (Arikunto, 1997). Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa soal-soal pretes dan posttes

berupa soal uraian untuk mengetahui keterampilan mengkomunikasikan dan menyimpulkan yang dimiliki siswa.

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Dalam konteks

(4)

pengujian validitas instrumen dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu cara

judgment atau penilaian, dan pengujian empirik.

Penelitian ini menggunakan Validitas isi. Validitas isi adalah kesesuaian antara instrumen dengan ranah atau domain yang diukur (Ali M. 1992). Adapun pengu-jian validitas isi ini dilakukan dengan cara judgment. Dalam hal ini pengujian dilakukan dengan menelaah kisi-kisi, terutama kesesuaian antara tujuan peneliti-an, tujuan pengukurpeneliti-an, indikator, dan bu- tir-butir pertanyaannya. Bila antara unsur-unsur itu terdapat kesesuaian, maka dapat dinilai bahwa instrumen dianggap valid untuk digunakan da- lam mengumpulkan data sesuai kepentingan penelitian yang bersangkutan.

Oleh karena dalam melakukan judgment diperlukan ketelitian dan keahlian penilai, maka peneliti meminta ahli untuk melakukannya. Dalam hal ini dilaku-kan oleh Ibu Dra. Chansyanah Diawati, M.Si. dan Ibu Dra. Ila Rosilawati, M.Si. sebagai dosen pembimbing penelitian untuk mengujinya.

G. Pelaksanaan Penelitian

Langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. melakukan observasi ke sekolah untuk mendapatkan informasi tentang keadaan sekolah, data siswa, data nilai, jadwal dan tata tertib sekolah, serta sarana prasarana di sekolah,

2. menentukan dua kelas sebagai kelas sampel,

3. mempersiapkan perangkat pembelajaran dan Instrumen 4. Pengujian validitas instrumen dengan dosen pembimbing. 5. Memberikan pretest pada kelas kontrol dan eksperimen.

(5)

6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran pada materi pokok reaksi oksidasi-reduksi sesuai dengan model pembelajaran yang telah ditetapkan di masing-masing kelas.

7. Memberikan posttest pada kelas kontrol dan eksperimen. 8. Analisis Data

Adapun langkah-langkah penelitian tersebut ditunjukkan pada alur penelitian, se-perti ditunjukkan pada alur berikut:

Gambar 1. Alur penelitian Observasi Pendahuluan 1. Menentukan populasi dan

sampel

2. Mempersiapkan perangkat pembelajaran dan Instrumen 3. Validasi Instrumen

Kelas Kontrol Pembelajaran Konvensional

Pretest Kelas Eksperimen

Pembelajaran POE Posttest

(6)

H. Analisis Data Penelitian

1. Hipotesis kerja

Dari pengertian hipotesis umum, dikembangkan menjadi hipotesis kerja. Ada dua hipotesis kerja yaitu:

a. Hipotesis 1 (keterampilan Mengkomunikasikan):

Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada materi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan model pembelajaran POE lebih tinggi daripada rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

b. Hipotesis 2 (keterampila menyimpulkan):

Rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada materi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan model pembelajaran POE lebih tinggi dari rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

2. Hipotesis statistik

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik, hipotesis dirumuskan dalam bentuk pasangan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif

(H1).

a. Hipotesis 1 (keterampilan mengkomunikasikan):

H0 µ1y≤ µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada materi

(7)

pembelajaran POE lebih rendah atau sama dengan rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional siswa.

H1 µ1y> µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada materi

reaksi oksidasi-reduksi pada kelas yang diterapkan pembela-jaran POE lebih tinggi daripada rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

b. Hipotesis 2 (keterampilan menyimpulkan):

H0 µ1y≤ µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada materi

reaksi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembela-jaran POE lebih rendah atau sama dengan rata-rata n-gain

keterampilan menyimpulkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

H1 µ1y> µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada materi reaksi

oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembelajaran

POE lebih tinggi daripada rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada keelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

Keterangan:

µ1 : Rata-rata (x,y) pada materi pokok oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan

(8)

µ2 : Rata-rata (x,y) pada materi pokok oksidasi reduksi pada kelas dengan

pembelajaran konvensional x: keterampilan berkomunikasi y : keterampilan menyimpulkan I. Teknik Analisis Data

Tujuan analisis data yang dikumpulkan adalah untuk memberikan makna atau arti yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan yang berkaitan dengan masalah, tujuan, dan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

Nilai akkhir pretest atau posttest dirumuskan sebagai berikut: 100 x maksimal poin Jumlah diperoleh yang jawaban poin Jumlah siswa Skor  ... (1)

Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung n-gain yang selanjutnya digunakan untuk uji hipotesis.

1. N-gain

Untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran POE terhadap peningkatan keterampilan mengkomunikasikan dan menyimpulkan pada materi reaksi oksidasi reduksi, maka dilakukan analisis skor gain ternormalisasi. Perhitungan indeks gain bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai pretes dan postes dari kedua kelas. Rumus n-gain (g) menurut Hake (1999) adalah sebagai berikut:

Skor Maksimum -Skor Pretes

Pretes Skor -Postes Skor (g) gain -N  ... (2)

(9)

2. Pengujian Hipotesis

a. Uji normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini adalah berdasarkan pendapat yang dikemu- kakan Sudjana (2005), untuk ukuran sampel yang relatif besar dimana jumlah sampel ≥30, maka distribusi selisih nilai dari data akan mendekati distribusi nor- mal. Pernyataan ini berlaku untuk sembarang bentuk atau model populasi asalkan simpangan bakunya terhingga besarnya. Jadi bagaimanapun model populasi yang disampel, asal variansnya terhingga maka rata-rata sampel mendekati distribusi normal.

b. Uji homogenitas dua varians

Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa sampel penelitian homogen, yang selanjutnya untuk menentukan statistik t yang akan digunakan da- lam pengujian hipotesis. Uji homogenitas dilakukan dengan menyelidiki apa- kah kedua sampel mempunyai varians yang sama atau tidak. Hipotesis yang digunakan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut:

H0 = 12 22 (data penelitian mempunyai variansi yang homogen)

H1 = 12 22 (data penelitian mempunyai variansi yang tidak homogen)

Untuk uji homogenitas dua peubah terikat digunakan rumus yang terdapat dalam Sudjana (2005) : kecil Varian ter terbesar Varians F ... (3)

(10)

Kriteria : Pada taraf 0,05, tolak Ho hanya jika F hitung  F ½ (1,2) Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima. Yang berarti kedua kelompok tersebut

mempunyai varians yang sama atau dikatakan homogen. c. Uji perbedaan dua rata-rata

Untuk data sampel yang berasal dari populasi berdistribusi normal, maka uji hipotesis yang digunakan adalah uji parametik (Sudjana, 2005). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis memberikan, hipotesis dirumuskan dalam bentuk pasangan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif

(H1).

Hipotesis 1 (keterampilan mengkomunisasikan)

Ho : µ1y≤ µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada

materi reaksi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembelajaran

POE lebih rendah atau sama dengan rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

H1 : µ1y> µ2y : Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada

materi reaksi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembelajaran

POE lebih tinggi daripada rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

(11)

Hipotesis 2 (keterampilan menyimpulkan)

Ho : µ1x≤ µ2x : Rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada materi

reaksi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembelajaran POE

lebih rendah atau sama dengan rata-rata n-gain keterampilan menyimpul-kan pada kelas yang diterapmenyimpul-kan pembelajaran konvensional.

H1 : µ1x> µ2x : Rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada materi

reaksi oksidasi reduksi pada kelas yang diterapkan pembelajaran POE

lebih tinggi daripada rata-rata n-gain keterampilan menyimpulkan pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional.

Keterangan:

µ1 : Rata-rata n-Gain (x,y) pada materi pokok reaksi oksidasi reduksi pada

kelas yang diterapkan pembelajaran POE

µ2 : Rata-rata n-Gain (x,y) pada materi reaksi oksidasi reduksi pada kelas

dengan pembelajaran konvensional x: keterampilan mengkomunikasikan y : keterampilan menyimpulkan

Uji statistik ini sangatlah bergantung pada homogenitas kedua varians data, karena kedua varians kelas sampel homogen (σ12 = σ22), maka uji yang dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut : (Sudjana, 2005):

thitung = X̅̅̅̅− X1 ̅̅̅̅2 Sg√n 11+n21

dengan Sg2 =(n1−1)S12+(n2−1)S22

n1+n2−2 ……….……….(4)

Keterangan :

(12)

𝑋1

̅̅̅ = Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan/menyimpulkan pada materi oksidasi reduksi yang diterapkan model pembelajaran POE 𝑋2

̅̅̅ = Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikasikan/menyimpulkan pada materi oksidasi reduksi yang diterapkan pembelajaran

konvensional.

𝑆𝑔 = Simpangan baku gabungan

𝑛1= Jumlah siswa pada kelas yang diterapkan POE

𝑛2= Jumlah siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

𝑆1= Simpangan baku siswa yang diterapkan POE

𝑆2= Simpangan baku siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

Dengan kriteria uji : Terima H0 jika thitung < t(1-α) dan tolak sebaliknya. Jika kedua varians kelas sampel tidak homogen (σ12 ≠ σ22), maka uji yang dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut :

𝑡′= 𝑥1̅̅̅̅− 𝑥2̅̅̅̅ √(𝑠12 𝑛1 )+ ( 𝑠22 𝑛2 ) ………...……….(5) Keterangan: 𝑋1

̅̅̅ = Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikan/keterampilan menyimpulkan sikan pada materi oksidasi reduksi yang diterapkan model pembelajaran POE

𝑋2

̅̅̅ = Rata-rata n-gain keterampilan mengkomunikan/keterampilan menyimpulkan sikan pada materi oksidasi reduksi yang diterapkan model pembelajaran konvensional.

(13)

𝑛2= Jumlah siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

𝑆1= Simpangan baku siswa yang diterapkan POE

𝑆2= Simpangan baku siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

Dengan kriteria uji : tolak 𝐻0 jika 𝑡′𝑤1 𝑡1 + 𝑤2 𝑡2

𝑤1 + 𝑤2 ………....………(6)

Dan terima 𝐻0 jika sebaliknya, dengan Keterangan: 𝑤1 =𝑠1 2 𝑛1 𝑤2 = 𝑠22 𝑛2 𝑡1 = 𝑡(1−𝛼),(𝑛1−1) 𝑡2 = 𝑡(1−𝛼),(𝑛2−1)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :