BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika ( LPIA) merupakan lembaga
pendidikan non formal yang bergerak di bidang jasa pelatihan kursus bahasa
inggris dan komputer. LPIA sejak didirikan pada pada tahun 1990, mengalami
peningkatan yang cukup baik, sehingga menjadi salah satu lembaga pendidikan
non formal yang besar dan diperhitungkan serta memiliki banyak cabang yang
tersebar diseluruh wilayah indonesia. LPIA mengalami penurunan seiring dengan
berjalannya waktu, baik dari segi kinerja maupun dari segi pendapatan cabang.
Penurunan ini dapat dilihat pada Tabel 1.1
Berdasarkan Table I.1 diketahui bahwa seluruh cabang LPIA yang ada
diwilayah Jakarta Timur belum ada yang mencapai target dalam realisasi
perolehan siswa, dan hampir seluruh cabang LPIA yang berada diwilayah Jakarta
timur mengalami penurunan baik dari segi perolehan siswa maupun dari
pertahanan siswa untuk 3 (tiga) bulan terakhir. Realisasi yang paling jauh dari
target adalah cabang pondok kelapa sedangakan realisasi yang paling besar dan
mendekati target adalah cabang buaran, pencapaian realisasi masih sangat jauh
terhadap pencapaian target dari seluruh cabang yang ada di Jakarta Timur
sehingga dapat disimpulkan cabang LPIA yang berada diwilayah Jakarta timur
mengalami penurunan kinerja karyawan.
Tabel 1.1 Target Perolehan Siswa Oktober, Nopember dan Desember 2012
Sumber: Laporan bulanan LPIA Tahun 2012
Data yang diperoleh dari LPIA Pusat, dari 44 instruktur yang dinilai
kinerja oleh 115 responden, menunjukkan penyebaran data hasil jawaban
responden terhadap variabel kinerja dengan kuesioner yang diarahkan pada
indikator Kemampuan, efektifitas dan efesiensi, orientasi dan tanggung jawab,
disiplin, dan inisiatif. jawaban responden pada kategori jawaban sangat kurang
sebesar 15% atau bejumlah 7 instruktur dan jawaban responden pada katagori
kurang sebesar 39% atau berjumlah 17 instruktur ini merupakan jawaban
terbanyak dari responden, diikuti dengan jawaban cukup sebesar 25% atau
berjumlah 11 instruktur, setelah itu jawaban responden untuk kategori baik
sebesar 14% atau berjumlah 6 instruktur, dan jawaban sangat baik sebesar 7%.
Atau berjumlah 3 instruktur jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja sebagian besar Cabang
Siswa Daftar Siswa Lanjut Siswa Aktif
Target Realisasi Target realisasi Target Realisasi
Rawamangun 360 70 73 65 935 418 Kramat Jati 360 80 59 52 935 382 Buaran 360 205 132 120 935 803 Ciracas 360 128 70 66 935 457 P. Kelapa 360 44 40 34 935 218 Mall Klender 360 55 46 42 935 257 Pondok Kopi 360 53 56 49 935 214 Kalisari 360 72 60 53 935 276 Cililitan 360 54 51 47 935 245
instruktur di LPIA masih di bawah standar kinerja. jelasnya dapat dilihat pada
gambar berikut ini:
Gambar I.1 : Persentase Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kinerja Instruktur LPIA Tahun 2012 (Sumber : Hasil Olah Data Tahun 2012)
Berdasarkan Table 1.2 dapat terlihat bahwa cabang LPIA yang berada
diwilayah Jakarta Timur mengalami penurunan pendapatan selama 3 bulan
berturut-turut. Menurut penulis hal ini disebabkan oleh adanya penurunan kinerja,
yang disebabkan oleh faktor kompensasi karyawan.
Menurut Handoko (2000) faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan
diantaranya adalah kepuasan kompensasi karena kepuasan kompensasi dapat
mempengaruhi perilaku karyawan untuk bekerja lebih bersemangat dan memacu
tingginya kinerja. Kompensasi merupakan salah satu alat yang potensial untuk
memotivasi kerja karyawan. Kepuasan karyawan terhadap kompensasi dapat
15%
39
%
25% 14% 7% Sk K C B Sb Bmenyangkut rasa puas karyawan terhadap gaji, tunjangan, serta program
kesejahteraan lain yang ditetapkan perusahaan.
Tabel 1.2 Pendapatan Cabang( Oktober, Nopember dan Desember 2012)
Cabang Pendapatan (RP)
Okt Nop Des
Rawamangun 61,484,939 45,820,475 40,739,938 Kramat Jati 68,204,220 60,210,285 50,229,320 Buaran 120,550,245 105,320,255 96,127,222 Ciracas 81,420,939 64,522,231 55,209,125 P. Kelapa 22,334,212 23,120,270 18,125,325 Mall Klender 31,280,109 25,350,225 20,839,220 Pondok Kopi 28,184,275 25,142,282 21,263,427 Kalisari 38,224,159 30,256,767 26,599,893 Cililitan 32,136,110 28,620,255 22,449,568
Sumber : Laporan bulanan LPIA Perbulan
Masalah yang berkaitan dengan kompensasi di LPIA adalah gaji pokok,
fenomena yang terjadi saat ini di LPIA adalah khususnya untuk level staf hampir
60% masih menerima gaji di bawah UMP (Upah Minimum Propinsi). Hal ini
didasarkan dari Peraturan Gubernur Tentang Upah Minimum Provinsi Tahun
2013 Pasal 1 Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2013 di provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta sebesar Rp 2.200.000,- per bulan. Gaji karyawan yang
rata – rata dibawah UMP inilah salah satu yang menyebabkan adanya penurunan
kinerja karyawan, karena gaji pokok sangat berpengaruh terhadap kinerja
karyawan, semakin besar kompensasi yang diberikan perusahaan maka semakin
besar pula kepuasan kerja karyawan, derajat kepuasan kerja yang tinggi akan
mendorong motivasi kinerja karyawan yang semakin tinggi. Berikut data range
Tabel 1.3 Gaji Pokok Karyawan Cabang LPIA 2010-2012 Jabatan Tahun 2010 2011 2012 Manager cabang Rp. 1.800.000 Rp. 2.200.000 Rp. 2.500.000 Koordinator Rp. 850.000 Rp. 1.050.000 Rp. 1.350.000 Staff Rp. 650.000 Rp. 850.000 Rp. 1.050.000
Sumber : Laporan Tahunan LPIA tahun 2010-2012
* Data penggajian diatas, diluar : honor instruktur, komisi marketing,dll
Kedua, Fenomena yang ada di LPIA yang berkaitan dengan kompensasi
adalah insentif yang diterima oleh karyawannya yang dibayarkan setiap akhir
bulan dapat diterima penuh oleh karyawan, diterima tidak penuh atau tidak
diterima sama sekali, permasalah ini disebabkan oleh sistem keuntungan yang
didapat oleh cabang akan disetorkan ke investor dan kepusat perbandingannya
adalah 60% dan 40% untuk biaya operasional cabang, Pemasukan untuk cabang
sedikit sehingga tidak mencukupi untuk biaya operasional cabang dan untuk
setoran ke Pusat dan investor, maka akan di ambil dari insentif yang diterima
karyawan, hal ini membuat karyawan kecewa dan mengurangi motivasi
kinerjanya, karyawan menerima insentif setiap mengajar sebesar Rp 15.000.,- s/d
Rp 35.000.,- setiap mengajar dan paling tinggi Rp. 25.000,- untuk bagian
marketing setiap satu orang yang masuk LPIA, Jumlah insentif ini masih kalah
besar dibandingkan tempat kursus EF sebesar Rp 50.000,- s/d Rp 70.000,- dan Rp
seperti jamsostek, dana pensiun, jatah kesehatan, Karyawan LPIA tidak memiliki
fasilitas ini yang berakibat mempengaruhi motivasi kinerja karyawan juga.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasar latar belakang di atas, maka dapat dihasilkan identifikasi masalah
sebagai berikut :
a) Gaji pokok yang diterima pegawai rata-rata masih di bawah UMP
b) Gaji Variabel yang diterima karyawan sedikit dan tidak sesuai harapan
c) Karyawan tidak mendapatkan tunjangan seperti fasilitas jamsostek, jatah
kesehatan dan dana pensiun
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dapat dihasilkan rumusan
masalah sebagai berikut :
a) Apakah ada pengaruh gaji pokok terhadap kinerja karyawan?
b) Apakah ada pengaruh gaji variabel terhadap kinerja karyawan?
c) Apakah ada pengaruh tunjangan terhadap kinerja karyawan?
d) Apakah ada pengaruh gaji pokok, gaji variabel, tunjangan secara bersama
terhadap kinerja karyawan?
1.4. Batasan Masalah
1.5. Maksud dan Tujuan Penelitian
Mkasud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
a) Mengetahui besar dan arah pengaruh gaji pokok terhadap kinerja karyawan
b) Mengetahui besar dan arah pengaruh gaji variabel terhadap kinerja karyawan
c) Mengetahui besar dan arah pengaruh tunjangan terhadap kinerja karyawan
d) Mengetahui pengaruh besar dan arah gaji pokok, insentif, tunjangan secara
bersama-sama terhadap kinerja karyawan
1.6 Manfaat dari penulisan Tesis ini adalah :
a) Manfaat bagi manajemen, pimpinan cabang LPIA yang ada diwilayah Jakarta
timur memberikan kompensasi sesuai dengan semestinya demi tercapai
kualitas pelaksanaan belajar-mengajar yang baik.
b) Manfaat bagi penelitian selanjutnya. Diharapkan hasil penelitian ini baik dari
segi teoritis maupun metodologinya dapat menjadi sumber informasi bagi
penelitian lainnya untuk mengembangkan penelitian serupa lebih lanjut, yang
nantinya berguna bagi praktisi seperti pimpinan perusahaan dan para manajer
dalam mengelola sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan guna
mencapai tujuan dari organisasi/perusahaan.
c) Manfaat bagi pribadi. Penulisan tesis ini guna memenuhi salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister Manajemen pada program Pasca Sarjana